Anda di halaman 1dari 15

Contoh Proposal Permohonan Bantuan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan

Written By Indonesia Berkarya on Saturday, February 7, 2015 | Saturday, February 07, 2015
PEMERINTAH KABUPATEN BOMBANA
KECAMATAN RAROWATU
DESA WATU KALANGKARI
Jalan : Watu Kalangkari No…..Telp………..

Nomor : 050/01/……/I/2012 Kepada


Lampiran : 1 (satu) Rangkap Yth. Kepala Dinas Pekerjaan Umum
Perihal : Permohonan untuk mendapatkan Propinsi Sulawesi Tenggara
Program Pembangunan Di –
Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Kendari

Berdasarkan kondisi wilayah yang terisolir, serta penduduk yang sangat miskin ditambah dengan
infrastruktur perdesaan yang memadai atau sangat terbatas, maka kami Pemerintah Desa Watu Kalangkari serta
seluruh masyarakat memohon dengan sangat hormat kepada Bapak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Propinsi
Sulawesi Tenggara kiranya dapat memeberikan bantuan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP)
karena program tersebut kami sangat mengharapkan dan butuhkan, agar kami dapat setara dengan desa-desa
lainnya di Kabupaten Bombana.

Adapun sebagai bahan pertimbangan Bapak kami lampirkan :

 Peta Desa
 Data Potensi
 RPJMDes
 Foto Nol

Selanjutnya kami laporkan Desa Watu Kalangkari Kec. Rarowatu Kab. Bombana selama ini masih
sangat minim bantuan dari Pemerintah Kabupaten, minim bantuan dari Pemerintah Propinsi, minim bantuan dari
Pemerintah Pusat.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan kepada Bapak, kiranya sudilah untuk direalisasikan,
atas bantuannya diucapkan terima kasih.

Peda Tanggal, 13 Januari 2012

KEPALA DESA WATU KALANGKARI


M. ALI THAYEB

Tembusan disampaikan kepada Yth,


1. Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta;
2. Bupati Bombana di Rumbia;
3. Ketua DPRD Kab. Bombana di Rumbia;
4. Camat Rarowatu di Taubonto;
5. Arsip.

PEMERINTAH KABUPATEN BOMBANA


KECAMATAN RAROWATU
DESA WATU KALANGKARI
Jalan : Watu Kalangkari No…..Telp………..

KEPALA DESA WATU KALANGKARI


KECAMATAN RAROWATU KABUPATEN BOMBANA
PERATURAN DESA WATU KALANGKARI
NOMOR : 003 / WK/I/2012

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJM-DES)


DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA WATU KALANGKARI

Menimbang a.: Bahwa dalam rangka RPJM-Des perlu dibuat peraturan Desa yang merupakan
landasan hukum untuk mengatur kebijakan-kebijakan perencanaanpembangunan
desa.

b. Bahwa untuk menetapkan RPJM-Des sebagaimana dimaksud huruf “a” diperlukan


adanya peraturan desa.
c. Bahwa untuk menjabarkan dan melengkapi peraturan tersebut diperlukan
keputusan Kepala Desa

d. Bahwa dalam menjalankan kebijakan tertentu, diperlukan rekomendasi dan


Petunjuk Teknis.

1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 05 Tahun 2007 tentang Pedoman Penata
Lembaga Kemasyarakatan.

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 07 Tahun 2007 tentang Pedoman Kader
Pemberdayaan Masyarakat.

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 12 Tahun 2007 tentang Pedoman


Mengingat :
Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa Kelurahan.

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan


Pembangunan Desa.

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 67 Tahun 2007 tentang Pendataan


Program Pembangunan Desa/Kelurahan.

DENGAN PERSETUJUAN BERSAMA


BADAN PERMUSYAWARATAN DESA
DAN KEPALA DESA WATU KALANGKARI

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN


JANGKA MENEGAH DESA (RPJM-DES)

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam peraturan desa ini yang dimaksud dengan :


1. Pemerintah daerah adalah pemerintah desa watu kalangkari dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa
Watu Kalangkari.
2. Pemerintah Desa adalah kepala desa dan perangkat desa.
3. Peraturan desa adalah semua peraturan yang oleh kepala desa dan BPD
4. Keputusan Kepala Desa adalah semua Keptusan yang bersifat mengatur dan merupakan pelaksanaan dari
peraturan dan kebijaksanaan kepala desa yang menyangkut pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
5. Rencana pembangunan jangka menengah desa selanjutnya disingkat RPJM-Des adalah dokumen perencanaan
untuk periode 5 (lima) tahun tahunan yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan
desa, kebijakan umum, program, program satuan perangkat desa (SKPD), lintas SKPD, dan program prioritas
kewilayah, disertai dengan wilayah kerja.
6. Rencana kerja pembangunan desa yang selanjutnya disingkat RPJM-Des adalah dokumen perencanaan untuk
periode 5 (lima) tahunan yang merupakan penjabaran dari RPJM-Des yang memuat rancangan kerangka
ekonomi desa dengan mempertimbangkan kerangka pendataan yang dimutahirkan, program prioritas
pembangunan desa. Rencana kerja dan pendataan serta prakiraan mau, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah
desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada rencana kerja
pemerintah.
7. Lembaga pemberdayaan masyarakat / Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa yang selanjutnya di singkat
LKMD/LPM adalah lembaga yang berbentuk oleh masyarakat sesuai kebutuhan dan merupakan mitra desa
dalam pemberdayaan masyarakat.
8. Kader Pemberdayaan masyarakat / Lembaga Ketahanan yang selanjutnya di singkat KPM adalah anggota
masyarakat desa yang memiliki pengetahuan, kemampuan untuk menggerakan masyarakat dan pembangunan
partisiasif.
9. Profil Desa Adalah gambaran daya menyeluruh tentang karakter desa yang meliputi data dasar Keluraga,
potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana serta perkembangan kemajuan dan
permasalahan yang dihadapi desa.

BAB II
TATA CARA PENYUSUNAN DAN MENETAPKAN RPJM-DES
Pasal 2
1. Rencana RPJM-DES dapat diajukan Pemerintah Desa
2. Dalam menyusun rencana RPJM-DES Pemerintah Desa harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh
aspirasi yang berkembang dalam masyarakat yang diwadahi oleh LPM/BPD
3. Rancangan RPJM-DES yang berasal dari pemerintah desa disampaikan oleh kepala desa kepada pemangku
kepentingan yaitu LPM / BPD, PKK Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan sebagainya.
4. Setelahmenerima rancangan RPJM-Des, pemerintah Desa melaksanakan Musrembang Desa untuk
mendegarkan penjelasan Kepala Desa Tentang perencanaan Pembangunan Desa.
5. Jika Rancangan RPJM-Des berasal dari pemerintah desa, maka pemerintah desa mengundang LPM/BPD,
lembaga-lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain untuk melakukan
Musrembang-Desa membahas RPJM-DES.
6. Setelah melakukan Musrembang desa sebagaimana yang dimaksud ayat (4) dan (5), maka pemerintah desa
menyelenggarakan rapat paripurna yang dihadiri oleh BPD dan pemerintah serta LPM / BPD dan lembaga
kemasyarakatan dalam acara penetapan persetujuan BPD atau rancangan RPJM-DES yang dituangkan dalam
peraturan desa.
7. Setelah mendapat persetujuan pemerintah Desa sebagaimana dmaksud dalam ayat (6), maka Kepala Desa
menetapkan RPJM-DES, serta memerintahkan Sekretaris Desa atau Kepala Urusan yanag ditunjuk
mngundangkannya dalam lembaga Desa.

BAB III
MEKANISME PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PENETAPAN RPJM-DES

Pasal 3

1. Pemerintah desa wajib mengembangkan nilai-nilai demokrasi, pada anggotanya untuk mengambil keputusan
yang di koordinir oleh LPM / BPD atau sebutan lainya dalam forum Musrembang-Desa
2. Mekanisme pengambilan keputusan dalam Forum Musrembang-Desa dalam perencanaan pembangunan Desa
berdasar musyawarah dan mufakat.

BAB III
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 4

Hal – hal lain yang belum cukup diatur dalam peraturan RPJM-DES ini akan diatur oleh Keputusan Kepala
Desa

Pasal 5

Peraturan Desa tentang RPJM-Des ini mulai berlaku pada saat di undangkan. Agar setiap orang dapat
mengetahuinya. Memerintah pengundangan peraturan desa ini dengan menetapkannya dalam lembaran desa.

Ditetapkan di : Watu Kalangkari


Pada Tanggal : 13 Januari 2012

Kepala Desa,

M. ALI THAYEB

Diundangkan di Desa Watu Kalangkari


Pada tanggal 13 Januari 2012

Ketua LPM
HAMID

DATA POTENSI DESA WATU KALANGKARI


KECAMATAN RAROWATU KABUPATEN BOMBANA

I. Luas Wilayah : 15.50 Km


II. Batas Wilayah
- Sebelah Timur : Kelurahan Lameroro Kec. Rumbia
- SebalahSelatan : Kawasan Hutan /Air Terjun (Sumber air PDAM)
- Sebelah Barat : Desa Ladumpi
- Sebelah Utara : Desa Lantowonua Kec. Rarowatu Utara
III. Jumlah Kepala Keluarga : 124
- Jumlah Jiwa : 324 Jiwa
- Jumlah Laki-Laki : 124 Jiwa
- Jumlah Perempuan : 200 Jiwa
IV. Potensi Kelembagaan dan Pemerintah
- Kepala Desa : 1 Orang
- Aparat Desa : 11 Orang
- BPD : 5 Orang
- LPM : 12 Orang
V. Potensi Sarana dan Prasarana
- Panjang Jalan : 2,500 m
- Panjang Jalan Swadaya : 800 m
VI. Mata Pencaharian Pokok
- Petani : 104 org
- PNS : 31 org
- TNI :-
- Polri : 7 org
- Buruh Tani : 28 org
- Pengrajin : 5 org
- Pedagang : 11 org
- Peternak : 22 org
VII. Kesehatan
- Paramedis : 1 org
- Dukun Reatif : 1 org
- Bidan Desa : 1 org
VIII. Prasarana Pendidikan
- TK : 1 Unit
- SD : 1 Unit
- SMP :-
- SMA :-
IX. Prasarana Ibadah
- Mesjid : 1 Unit
Kepala Desa,

M. ALI THAYEB
Contoh Proposal Permohonan Bantuan Dana Pembangunan
3 years ago by admin 0

Pembangunan

Contoh Proposal Permohonan Bantuan Dana Pembangunan


Sebagian besar warga di desa yang bermata pencaharian sebagai petani mengeluhkan hasil panen mereka yang
tidak maksimal. Warga merasa, hal itu disebabkan oleh minimnya pengetahuan mereka tentang cara bercocok
tanam yang baik serta minimnya tenaga penyuluh pertanian yang mendampingi petani. Warga juga mengalami
kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi karena distribusinya yang terbatas dan tidak merata.

Karena minimnya hasil garapan mereka, sebagian petani memilih beralih pekerjaan menjadi pekerja bangunan,
penarik ojek, kuli pasar, dan sebagainya. Bahkan tidak jarang yang berbondong-bondong ke kota untuk
mengadu peruntungan dengan menjadi pekerja rumah tangga, kuli bangunan atau berdagang. Sementara,
lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian selama ini, mereka garapkan ke petani lain atau
dianggurkan begitu saja. Untuk itu perlu pembangunan yang merata termasuk di desa-desa.
Berikut Contoh Proposal Permohonan Bantuan Dana Pembangunan Infrastruktur Pedesaan.

PROPOSAL
PERMOHONAN BANTUAN DANA
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEDESAAN
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pembangunan nasional dewasa ini dengan lebih menitik beratkan pada pembangunan sector petanian dan
perkebunan yang memang terbukti tangguh melawan derasnya arus krisis moneter beberapa tahun lalu perlu
untuk sesegra mungkin dilaksanakan dengan terencana dan terpadu dengan melibatkan semua unsur
stake holder yang terkait.
Untuk melaksanakan pembangunan pedesaan hal tersebut diantisipasi dengan system perencanaan
pembangunan botton up dengan memulai perencanaan pembangunan tersebut dari kalangan masyarakat Desa
dalam bentuk musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) pada tingkat Desa yang selanjutnya
berjenjang hingga keperencanaan pembangunan nasional.
Yang menjadi masalah dalam pembangunan pedesaan akhir-akhir ini adalah penajaman pendekatan kawasan
dalam pembangunan ekonomi .hingga akses masyarakat luas pelaku-pelaku ekonomi dan industri dengan
petani menjadi semakin mudah , murah dan memadai dengan penyediaan sekian banyak infrastruktur berupa
jalan , jembatan dan saluran irigasi dan berbagai kebutuhan masyarakat desa yang fital dan mendukung system
perekonomian yang berkembang didesa – desa sehingga upaya aktualisasi potensi-potensi ekonomi yang ada
dipedesaan dapat tercapai dan termanfaatkan dengan baik dan bijak oleh masyarakat desa.
Sehubungan dengan hal tersebut sebagai upaya aktualisasi potensi-potensi ekonomi masyarakat desa yang
mengarah pada penajaman pendekatan kawasan dalam pembangunan ekonomi pedesaan maka penyediaan dan
pembangunan infrastruktur perhubungan berupa jalan dan jembatan serta bangunan irigasi desa sangatlah
diperlukan.
Hal tersebut sangat terasa khususnya di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali
Mandar Yang luas wilayahnya belum seimbang dengan ketersediaan ruas-ruas jalan penghubung dari satu
wilayah kewilayah lain lainnya sehingga kemudahan untuk mengakses lahan-lahan pertanian dan pekebunan
masih mengalami kesulitan.
Dengan penyedian infrakstruktur jalan dan jembatan diwilayah Desa Duampanua Kecamatan Anreapi
diharapkan dapat menjadi solusi pendekatan kawasan pembangunan dan pengembangan sentra – sentra
pertumbuhan baru sehingga diharapkan jugA Sangat Mendukung Bagi Peningkatan produksi hasil pertanian
yang pada akhirnya akan memberi nilai tambah bagi pertumbunhan ekonomi nasional yang signifikan.
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud dari Kegiatan pembangunan infrastruktur pedesan ini antara lain berupa:
· Berkembangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan asset-Aset ekonomi rakyat dalam skala usaha
sebagai basis kemandirian
· Lebih efisien dan lebih produktifnya kegiatan-kegiatan perekonomian masyarakat petani tanaman pangan
dan perkebunan sebagai basis keunggulan daya saing diera perdagangan bebas
· Terciptanya lebih banyak peluang kerja bagi penigkatan kesejahteran dan keadilan social yang merata
bagi seluruh rakyat untuk memperkokoh keutuhan bangsa dan ketahanan nasional.
2. Tujuan
Tujuan dari pembangunan infrastruktur pedesaan ini antara lain berupa:
· Mengaktualkan potensi-potensi ekonomi masyarakat khususnya petani tanaman pangan dan perkebungan
dengan pembangunan ruas-ruas jalan dan jembatan dikawasan pertanian dan perkebunan.
· Menyediakan infrastruktur perhubungan berupa jalan dan jembatan untuk memudahkan akses para pelaku
ekonomi dan industri khususnya agro industri dangan sentra-sentra produksi yang ada diberbagai wilayah
pedesaan di Kecamatan Anreapi Kab.Polewali Mandar.
· Pengembangan sentra-sentra produksi baru yang memang masih memungkinkan dengan mempermudah
akses kewilayah yang diprioritaskan.

II. RENCANA KEGIATAN


Untuk mewujudkan hal yang menjadi ide dasar ini , maka dalam perencanaan yang terpadu kami menyusun
rencana kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan baik perkerasan jalan maupun pengaspalan
jalan dalam lingkungan desa yang sebelumnya sudah ada namun kondisinya belum memadai dan layak untuk
digunakan dengan baik yang menyebar diwilayah Desa Duampanua Kecamantan Anreapi Kab.Polewali
Mandar sebagaimna rincian dibawah ini :
1. Perintisan dan erkerasan jalan Sepanjang 4.500 Meter
2. Pembangunan saluran irigasi sepanjang 1000 meter
3. Pengaspalan Lapen sepanjang 3.500 meter
4. Pembangunan jembatan beton 1 (satu) Unit
III. PENUTUP
Dengan pembangunan infrastruktur perhubungan berupa jalan desa dan pembangunan jembatan diwilayah Desa
Duamanua Kec.Anreapi Kab.Polewali Mandar sebagaimana yang direncanakana ini , diharapkan dapat menjadi
motivasi dan dorongan untuk upaya perluasan sentra – sentra pertumbunhan baru dan penajaman pendekatan
kawasan produksi pertanian dan perkebunan diwilayah ini.
Untuk itu dengan perhatian dan dukungan setiap stake holder yang terkait sangat diperlukan dengan lebih
banyak penyediaan anggaran untuk kepentingan pembangunan infrastruktur tersebut sehingga upaya aktualisasi
potensi-potensi ekonomi pedesaan dapat tercapai sehingga nantinya dapat menciptakan peningkatan
kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan.
Oleh karenanya dengan proposal ini diharapkan dapat mewujudkan rencana dari pemerintah Desa Duampanua
Kecamatan Anreapi kab.Polewali Mandar dengan memanfaatkan dana dari pemerintah Pusat untuk menjadikan
wilayah Kecamatan ini sebagai sentra produksi pertanian dan perkebunan yang maju dan berdaya saing yang
kuat.
Duampanua,05 Juni 2011
Kepala Desa Duampanua
AMIRULLAH ISMAIL.SPdI
Nomor : 630/2139/25/2010 Kota Mungkid, 11 Nopember 2010
Lampira
n
:
Perihal : Permohonan Bantuan
Bronjong Akibat
Bencana Gunung
Merapi.
Kepada :
Yth. Kepala SNVT
Pengendalian Lahar Gunung Merapi
Jl. Magelang Km. 4
Yogyakarta
Dengan hormat,
Dari hasil pengecekan lapangan pada Tanggal 10 Nopember 2010, dasar sungai Pabelan di
wilayah Desa Progowati Kecamatan Mungkid dan Kali Lamat Desa Muntilan Kec. Muntilan
mengalami degradasi dasar sungai sedalam + 4 sampai 5 m akibat turunnya lahar dingin
Gunung Merapi.
Dampak dari tergerusnya dasar sungai Pabelan jembatan Kali Pabelan pada ruas jalan Mendut-
Tanjung Japuan terancam dan rawan untuk dilalui kendaraan karena abutment kedua jembatan
sudah di atas dasar sungai (foto terlampir). Penanganan awal dari Pemerintah Kabupaten
Magelang sementara ini menutup jembatan agar tidak dilalui kendaraan roda empat.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas untuk penanganan sementara kami rencanakan
pengaman / groundshield jembatan, pengaman tebing saluran Daerah Irigasi. Srowol Areal 64
Ha dan penahan tebing Kali Lamat untuk pengaman Gedung RSUD Muntilan dengan
konstruksi dari bronjong dan mengingat keterbatasan dana dan waktu karena memprioritaskan
pengungsi untuk itu kami mengajukan permohonan bantuan tersebut di atas dengan biaya
sebagai berikut :
1. Bidang Bina Marga, Pengaman Jembatan /Groundshield Kali
Pabelan Ds. Adikarto Kec. Muntilan
2. Bidang Pengairan Penahan Tebing pengaman Saluran DI. Srowol
pada Kali Pabelan Ds. Progowati Kec. Mungkid
3. Bidang Cipta Karya, Pengaman Tebing Kali Lamat untuk
pengaman gedung RSUD Muntilan Desa Muntilan Kec. Muntilan
Rp. 1.013.785.000
Rp. 1.088.757.000
Rp. 211.768.000
JUMLAH TOTAL Rp. 2.314.310.000
Demikian atas perhatian dan diterimanya permohonan ini, disampaikan terima kasih.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi
Dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Magelang
Ir. HARYONO YAHMO
Pembina Utama Muda
19570601 199002 1 001
Tembusan : disampaikan Kepada Yth.
1. Menteri Pekerjaan Umum
2. Dirjen SDA
3. Gubernur Provinsi Jawa Tengah
PROPOSAL
PERMOHONAN BANTUAN DANA
PEMABANGUNAN INFRASTRUKTUR PEDESAAN

I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pembangunan nasional dewasa ini dengan lebih menitik beratkan pada pembangunan
sector petanian dan perkebunan yang memang terbukti tangguh melawan derasnya arus
krisis moneter beberapa tahun lalu perlu untuk sesegra mungkin dilaksanakan dengan
terencana dan terpadu dengan melibatkan semua unsur stake holder yang terkait.
Untuk melaksanakan pembangunan pedesaan hal tersebut diantisipasi dengan
system perencanaan pembangunan botton up dengan memulai perencanaan
pembangunan tersebut dari kalangan masyarakat Desa dalam bentuk musyawarah rencana
pembangunan (Musrembang) pada tingkat Desa yang selanjutnya berjenjang hingga
keperencanaan pembangunan nasional.
Yang menjadi masalah dalam pembangunan pedesaan akhir-akhir ini adalah
penajaman pendekatan kawasan dalam pembangunan ekonomi .hingga akses masyarakat
luas pelaku-pelaku ekonomi dan industri dengan petani menjadi semakin mudah , murah
dan memadai dengan penyediaan sekian banyak infrastruktur berupa jalan , jembatan dan
saluran irigasi dan berbagai kebutuhan masyarakat desa yang fital dan mendukung system
perekonomian yang berkembang didesa - desa sehingga upaya aktualisasi potensi-potensi
ekonomi yang ada dipedesaan dapat tercapai dan termanfaatkan dengan baik dan
bijak oleh masyarakat desa.
Sehubungan dengan hal tersebut sebagai upaya aktualisasi potensi-potensi
ekonomi masyarakat desa yang mengarah pada penajaman pendekatan kawasan dalam
pembangunan ekonomi pedesaan maka penyediaan dan pembangunan
infrastruktur perhubungan berupa jalan dan jembatan serta bangunan irigasi desa
sangatlah diperlukan.
Hal tersebut sangat terasa khususnya di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi
Kabupaten Polewali Mandar Yang luas wilayahnya belum seimbang dengan
ketersediaan ruas-ruas jalan penghubung dari satu wilayah kewilayah lain lainnya sehingga
kemudahan untuk mengakses lahan-lahan pertanian dan pekebunan masih mengalami
kesulitan.
Dengan penyedian infrakstruktur jalan dan jembatan diwilayah Desa Duampanua
Kecamatan Anreapi diharapkan dapat menjadi solusi pendekatan kawasan
pembangunan dan pengembangan sentra - sentra pertumbuhan baru sehingga diharapkan
jugA Sangat Mendukung Bagi Peningkatan produksi hasil pertanian yang pada akhirnya
akan memberi nilai tambah bagi pertumbunhan ekonomi nasional yang signifikan.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud dari Kegiatan pembangunan infrastruktur pedesan ini antara lain berupa:
 Berkembangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan asset-Aset ekonomi rakyat
dalam skala usaha sebagai basis kemandirian
 Lebih efisien dan lebih produktifnya kegiatan-kegiatan perekonomian masyarakat petani
tanaman pangan dan perkebunan sebagai basis keunggulan daya saing
diera perdagangan bebas
 Terciptanya lebih banyak peluang kerja bagi penigkatan kesejahteran dan keadilan social
yang merata bagi seluruh rakyat untuk memperkokoh keutuhan bangsa dan ketahanan
nasional.
2. Tujuan
Tujuan dari pembangunan infrastruktur pedesaan ini antara lain berupa:
 Mengaktualkan potensi-potensi ekonomi masyarakat khususnya petani tanaman pangan
dan perkebungan dengan pembangunan ruas-ruas jalan dan jembatan dikawasan pertanian
dan perkebunan.
 Menyediakan infrastruktur perhubungan berupa jalan dan jembatan untuk memudahkan
akses para pelaku ekonomi dan industri khususnya agro industri dangan sentra-sentra
produksi yang ada diberbagai wilayah pedesaan di Kecamatan Anreapi Kab.Polewali
Mandar.
 Pengembangan sentra-sentra produksi baru yang memang masih memungkinkan dengan
mempermudah akses kewilayah yang diprioritaskan.

II. RENCANA KEGIATAN


Untuk mewujudkan hal yang menjadi ide dasar ini , maka dalam perencanaan yang
terpadu kami menyusun rencana kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan
baik perkerasan jalan maupun pengaspalan jalan dalam lingkungan desa yang sebelumnya
sudah ada namun kondisinya belum memadai dan layak untuk digunakan dengan baik
yang menyebar diwilayah Desa Duampanua Kecamantan Anreapi Kab.Polewali Mandar
sebagaimna rincian dibawah ini :
1. Perintisan dan erkerasan jalan Sepanjang 4.500 Meter
2. Pembangunan saluran irigasi sepanjang 1000 meter
3. Pengaspalan Lapen sepanjang 3.500 meter
4. Pembangunan jembatan beton 1 (satu) Unit

III. PENUTUP
Dengan pembangunan infrastruktur perhubungan berupa jalan desa dan pembangunan
jembatan diwilayah Desa Duamanua Kec.Anreapi Kab.Polewali Mandar sebagaimana yang
direncanakana ini , diharapkan dapat menjadi motivasi dan dorongan untuk upaya perluasan
sentra - sentra pertumbunhan baru dan penajaman pendekatan kawasan produksi pertanian
dan perkebunan diwilayah ini.
Untuk itu dengan perhatian dan dukungan setiap stake holder yang terkait sangat
diperlukan dengan lebih banyak penyediaan anggaran untuk kepentingan pembangunan
infrastruktur tersebut sehingga upaya aktualisasi potensi-potensi ekonomi pedesaan dapat
tercapai sehingga nantinya dapat menciptakan peningkatan kesejahteraan ekonomi
masyarakat pedesaan.
Oleh karenanya dengan proposal ini diharapkan dapat mewujudkan rencana dari
pemerintah Desa Duampanua Kecamatan Anreapi kab.Polewali Mandar dengan
memanfaatkan dana dari pemerintah Pusat untuk menjadikan wilayah Kecamatan ini
sebagai sentra produksi pertanian dan perkebunan yang maju dan berdaya saing yang kuat.
Duampanua,05 Juni 2011

Kepala Desa Duampanua

AMIRULLAH ISMAIL.SPdI