Anda di halaman 1dari 24

1

LAPORAN STUDI KASUS

PAGT PADA PASIEN DM DENGAN KEHAMILAN

DI RUANG MAWAR RSMS

A.INFORMASI UMUM IDENTITAS PASIEN

A.Inisial paasien : Ny.N

b.Umur : 34 tahun

c.Jenis kelamin : Perempuan

d.Suku bangsa : Jawa-Indonesia

e.Status perkawinan : Menikah

d.Status ekonomi : Kurang (pasien Jamkesmas)

B.DATA PASIEN SAAT MASUK RS

a.Tanggal masuk RS : 20-12-2010

b.Keadaan saat masuk : KU baik,composmentis,anemis.

c.Diagnosa Medis : DM,Hipertensi grade I dengan kehamilan (G8P4A3) Tm I.

d.Terapi yang diberikan:

1.Terapi medis : pemeriksaan USG

2.Terapi Diit : diit DMRG III

3.Terapi Obat : -IVFD RL 20 TPM.

-Insulin (Actrapid) 3 X 8 unit.

-Injeksi Ampicillin 3 X 1 gr IV.

-Metokloperomid 2 X 1 mg po.
2

-Papaverin 3 X 1 tab po

-Kaltropen sup 1 X

e.Data Riwayat Kes :

1.Data Riwayat penyakit yang dulu : DM dengan terapi obat DM per oral.

f.Data riwayat Diit sebelum dirawat dan sebelum studi kasus:

Data Food Frequensi:

 Makanan pokok (nasi): 1-3 X hari (1/2 gelas tiap hari).

 Lauk hewani : ayam 2-3 X/bulan.

: daging sapi 2X/tahun.

 Lauk nabati : tempe/tahu 3X/hari (3 ptg kecil, sealu digoreng).

 Sayuran :3X/hari (3 mangkuk kecil).

 Buah :2-3 X/mg.

 Snack : 1X/mg.

 Lain-lain :-

Dari data food frekuensi didapat estimasi asupan zat gizi rata-rata sbb:

 Energi :983.8 kkal.

 Protein :23.60 gr.

 Lemak :35.52 gr.

 Karbohidrat :140.39 gr.

C.ASESMEN GIZI

a.Riwayat Diit

1. Asupan zat gizi berdasarkan Recall 24 jam pada awal studi kasus.
3

Energi : 1701.56 kkal.

Protein : 38.91 gr.

Lemak : 38.91 gr.

Karbohidrat : 294.05 gr.

2. Pengetahuan dan perilaku gizi.

-Pasien belum pernah mendapat penjelasan tentang diit DM secara mendalam

walaupun sudah menderita DM selama 3 th.

-Pasien tidak memiliki pengetahuan tentang pemilihan bahan makanan yang tepat

dengan penyakitnya.

3. Aktifitas fisik.

-Aktifitas sedang(pasien seorang ibu RT dengan 2 orang balita,tanpa pembantu).

-Jumlah jam tidur selama sehari 6 – 8 jam/hari.

-Tidak pernah olah raga.

4. Ketersediaan makanan.

-Pasien menyiapkan makanannya sendiri dengan peralatan sederhana.

-Tidak memiliki lemari es sehingga tidak dapat menyimpan persediaan makanan.

-Sulit mendapatkan akses bahan makanan karena keterbatasan ekonomi sehingga

asupan makan dan zat gizi sangat terbatas.

5. Kemampuan pasien untuk menerima makanan.

-Pasien mengalami gangguan gastrointestinal seperti nyeri perut,mual tetapi

masih memiliki nafsu makan yang cukup baik.

-Tidak mengalami gangguan oral seperti stomatitis dan gigi rapuh serta masalah

mekanik lainnya seperti ganguan mengunyah dan menelan.


4

6. Pemenuhan kebutuhan zat gizi.

Perbandingan hasil recall dengan kebutuhan zat gizi:

-Energi : 96.47 % (baik).

-Protein : 105 % (lebih).

-Lemak :71.4% (kurang)

-Karbohidrat :92.17%(baik).

Klasifikasi tingkat konsumsi kalori,protein,lemak dan karbohidrat menurut

roedjito,1989.

Lebih : >100% dari total kebutuhan.

Baik :80 – 100% dari totak kebutuhan.

Kurang:<80% dari total kebutuhan.

7. Interaksi obat dan zat gizi.

-Insulin (actrapid) :mempengaruhi sensitifitas pengecapan sehingga

mempengaruhi daya terima pasien tehadap makanan.Memiliki sifat short

activity(reaksi cepat)sehingga harus makan antara 15 -30 menit sesudah

pemberian untuk mencegah terjadinya hipoglikemi.

-Ampicillin injeksi :mempengaruhi sensitifitas pengecapan,dan mual.

Penyerapannya dapat menurun dengan keberadaan zat gizi.

-IVFD RL 20 TPM :untuk mengatasi ketoasidosis.

-Metokloperamid :meringankan masalah gastrointestinal terutama untuk

mengurangi rasa mual.

-Papaverin :obat anti spasmodik.

-Kaltropen sup :mengurangi rasa sakit atau nyeri.


5

b.Pengkajian data antropometri

BB :49 kg

TB :144 cm

LLA :23.4

LLA aktual X 100% = 23.4 X 100% = 84.4%

LLA standar 27.7

Dari pengukuran LLA disimpulkan status gizi pasien adalah Gizi kurang.

c.Pengkajian biokimia

Pemeriksaan darah tanggal 26-12-2010:

 GDP : 236 mg/dl.(H)

 GD 2JJ PP :258 mg/dl.(H)

 Ureum :87.4 mg/dl.(H)

 Creatinin :2.82 mg/dl.(H)

 Hb :9.1 g/dl.(L)

 Ht :27%.(L)

 PT :15 U/L.(N)

 APTT :22 U/l.(N)

 Basofil :0.0%.(N)

 Eosinofil :0.0%.(N)

 Batang :0.0%.(L)

 Segmen :93.1%(H)

 Lymfosit :4.0%.(L)

 Monosit :2.9%.(H)
6

Pemeriksaan urin :

 Protein urin :500 mg/dl.

 Glukosa urin :100 mg/dl.

 PH :8

 Keton :150

 Eritrosit :25

 Leukosit :500UL

 Eritrosit :25

 Jumlah urin 24 jam :2000 ml.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kimia klinik darah pasien mengalami:

1. Peningkatan kadar gula (hyperglikemi) akibat dari adanya perubahan regulasi

insulin.

2. Peningkatan kadar ureum darah yang menunjukan adanya katabolisme protein

otot sebagai kompensasi untuk memenuhi kebutuhan energi akibat gangguan

metabolism karbohidrat di hati.

3. Peningkatan kadar kreatinin darah yang menunjukan adanya penurunan fungsi

ginjal dan penyusutan masa otot rangka.

4. Penurunan kadar HB dan Hematokrit yang menunjukan keadaan anemia yang

merupakan akibat adanya penurunan fungsi ginjal sehingga terjadi penurunan

produksi eritropoetin ataupun adanya kematian eritrosit karena efek toksik dari

kadar ureum yang tinggi.

5. Peningkatan kadar segmen yang menunjukan adanya infeksi kronik yang

disebabkan oleh parasit.Hal ini diperkuat oleh adanya peningkatan kadar monosit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan urin pasien mengalami:


7

1. Peningkatan kadar glukosa urin yang menunjukan adanya kadar gula darah yang

tinggi.(Apabila kadar gula dalam darah melebihi ambang batas maka glukosa

akan sampai ke urin).

2. Peningkatan kadar protein urin yang menunjukan adanya penurunan kemampuan

filtrasi sisa metabolisme.

3. Peningkatan kadar keton yang menunjukan pasien mengalami ketoasidosis akibat

dari adanya gangguan metabolism karbohidrat di hati.

d.Pengkajian data klinis/fisik

I. Kesehatan mulut,penampilan fisik,otot dan lemak subkutan.

- Tidak tampak stomatitis dan kerapuhan gigi.

-Tidak tampak edema ataupun asites.

-Tampak penurunan turgor kulit yang menunjukan adanya dehidrasi.

-Kulit tampak kering.

-Tampak terjadi penurunan lemak subkutan.

-Tampak anemis dan kelelahan.

-Tampak kalus dikaki.

II. Kesehatan jiwa.

-Tampak sehat,kooperatif dan komunikatif.

-Memiliki respon positif terhadap informasi mengenai kesehatan (menyangkut pe-

nyakitnya).
8

III. Pemeriksaan Vital Sign

Parameter Nilai Normal Hasil

Tekanan darah 120/80 mmHg 140/100 mmHg

Suhu 36-370C 36.50C

Keadaan umum KU sedang ,cm

Nadi 89x/menit

Respirasi 24x/menit

D.DIAGNOSA GIZI

1. Perubahan laboratorium terkait gizi berkaitan dengan adanya gangguan edokrin ditandai

dengan adanya peningkatan gula darah,kadar ureum dan kreatinin darah(GDP:236 mg/dl,

U:87.4 mg/dl,C:2.82 mg/dl),penurunan Hb dan Ht (Hb:9.1 g/dl,Ht:27%),protein

urin,peningkatan tensi darah.[NC.2.2]

2. Kurangnya pengetahuan tentang gizi berkaitan dengan kurangnya informasi tentang

penyakitnya ditandai dengan pemilihan makanan yang tidak tepat.[NB.1.1]

3. Kekurangan energi-protein berkaitan dengan penyakit katabolic ditandai dengan BMI <

18.5[NI.5.2]

E.IMPLEMENTASI

a. PERENCANAAN ASUHAN GIZI (rencana intervensi)

1.Tujuan Diit

 Memenuhi kebutuhan zat gizi tanpa memberatkan ginjal.

 Membantu menurunkan kadar glukosa darah mendekati normal.


9

 Membantu menurunkan ureum dan kreatinin darah.

 Membantu mengatasi hipertensi.

 Mencegah terjadinya komplikasi lanjut.

2.Syarat dan Prinsip diit

 Pemberian energi cukup sesuai kebutuhan pasien.Pemberian energi yang cukup guna

memenuhi proses metabolisme tubuh (termasuk kebutuhan saat kehamilan) dan

aktivitas pasien.

 Pemberian protein dengan memperhitungkan fungsi ginjal.Keb protein pada pasien

DM dengan gangguan fungsi ginjal 0.8-1.0 gr/kg BB guna memenuhi basal

metabolisme.Penggunaan asam amino glutamin sebanyak 2-12 gram/hari dapat

membantu pengaturan gula darah/mengkonversi glukosa dan memberikan energi

bagi limfosit yang penting dalam proses kekebalan tubuh seperti susu,keju dan dada

ayam.(Zimmermann,2001).

 Pemberian lemak 25% dari total energi,dengan 7-10% lemak jenuh,10%lemak tak

jenuh ganda dan 10-15% lemak tak jenuh tunggal.Batasi kolesterol <200-300 mg/dl

 Pemberian Karbohidrat 65% total energi dengan konsisten dari hari perhari untuk

memenuhi kebutuhan dan mencegah proses ketoasidosis lebih lanjut. Pilih sumber

karbohidrat komplek dengan index glikemik yang rendah seperti serealia,kacang-

kacangan,buah dan sayuran.

(Berdasarkan guideline on American Diabetes association grading system.Diabetes

Care 25:550,2002;Standars of Medical Care in Diabetes-2006,Diabetes Care

29:45,2006)

 Pemberian vitamin dan mineral yang adekuat seperti vitamin E,vitamin

C,chromium,magnesium dan zinc.


10

-Vitamin E dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resiko

pembekuan darah.Sumber vit E seperti:kacang-kacangan,alpukat dan kecambah.

-Vit C dapat membantu regulasi glukosa darah dan memperkuat pembuluh darah

kapiler.

-Chromium dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan kebutuhan

insulin(200-400µg) karena chromium merupakan komponen esensial dari GTF yang

berfungsi membantu regulasi gula darah.Selain itu kadar Chromium darah yang

cukup membantu memperbaiki mood penderita DM sehingga akan lebih

relax(mengurangi stres).Sumber chromium sereal,daging,kacang-kacangan,roti

gandum utuh,brokoli.

-Magnesium dapat mengontrol gula darah dan mencegah terjadinya penyakit jantung.

-Zinc merupakan komponen dari insulin.

 Pemberian magnesium,chromium dan potassium dosis tinggi direkomendasikan jika

kadar dalam serum mengalami defisiensi.

 Serat dianjurkan 25 gram per hari,diutamakan serat larut dalam air.

 Untuk mengontrol tekanan darah diberlakukan diit DASH; asupan sodium dibatasi

2300 mg/hari.

 Pemberian makan mengikuti prinsip 3 J dengan 3X makan utama,3X makanan

selingan dan dalam interval 3jam guna keefektifan penggunaan insulin.(Injeksi

actrapid dilakukan 30 menit sebelum makan sebanyak 3 X yaitu sebelum makan

pagi,siang dan malam).

3. Terapi Diit : diit Diabetes Melitus Rendah garam I

Bentuk makanan : makanan biasa.

Cara pemberian :oral.


11

Waktu pemberian : 3X makan utama dan 3 X makanan selingan.

4.Perhitungan kebutuhan

Energi

Perhitungan berdasarkan Harris- Benedict:

BEE =655 + (9.6 X BB) + (1.7 X TB) – (4.7 X U)

BEE =655 + (9.6 X 49) + (1.7 X144) – (4.7 X 34)

BEE =1210.4 kcal

TEE =BEE X fa X fs

=1210.4 X1.2x1.2

=1742.9 kcal

Penambahan untuk kehamilan pada TM I 200 kcal

TEE =1742.9 kcal + 200 kcal = 1942.9 Kcal

Protein

0.8 gr/kg BB =0.8 X 49 + 10 (dari protein loss di urin)=49.2 gr (10%)

Perhitungan protein loss:

Jumlah urin 24 jam = 2000 ml.

Protein massif = 500 mg/dl.

= 500/1000 = 0.5

=0.5/100 X 200 = 10 gram

Lemak

25 % X 1942.9 kcal = 53.96 gr

Karbohidrat

65 % X1942.9 kcal = 315.72 gr

5.Rencana parameter yang diukur


12

 Antropometri : berat badan.

 Biokimia :GDP,GDS,GD2JPP,Ureum,kreatinin,Hb,Ht,segmen.

 Fisik/klinis :kondisi umum,vital sign.

 Dietary :asupan makanan.

6.Rencana Edukasi gizi

Konseling gizi

Tujuan konseling.

Tujuan edukasi adalah membantu pasien agar lebih memahami diitnya sehingga lebih

dapat memenej diri sendiri untuk mengontrol gula darah selama kehamilan (GDP 110-

135 mg/dl) dan mencegah komplikasi lanjut dengan cara makan teratur sesuai pola

pemberian dan aktivitas seimbang.

Konsultasi gizi

a.Masalah yang ada :

-Pembatasan karbohidrat.

-Pembatasan natrium.

c.Topik :

Diit DM dan hipertensi.

d.Sasaran :

Pasien.

e.Tempat :

Ruang Mawar KM 8.

f.Waktu :

Pukul 15.30 wib – 16.00 wib.

g.Media :
13

- Makanan yang disajikan.

-Leaflet

h.Materi

 Pendahuluan (penjelasan status gizi pasien dan masalah terkait gizi pada pasien).

 Penatalaksanaan diit DM dan hipertensi.

 Tujuan dan prinsip diit.

 Pembagian makanan sehari beserta jumlah dan jenis bahan makanan.

 Motivasi pasien agar meningkatkan asupan.

b. IMPLEMENTASI INTERVENSI GIZI

1.Kajian Terapi Diit Rumah Sakit

 Jenis diit dari RS :Diit DM 1700 RG III.

 Bentuk :Nasi biasa.

 Cara pemberian :Oral

 Nilai gizi :

Energi (Kal) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr)

Standar diit RS 1701.56 51.74 38.91 294.05

Kebutuhan 1942.9 49.2 53.96 315.72

% thd kebutuhan 87.57% 105.16 % 72.10% 93.1%

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai gizi dari standar diit RS kurang

dari kebutuhan.Hanya protein saja yang melebihi kebutuhan.

2.Rekomendasi Diit

Dari kajian standar diit yang di RS maka direkomendasikan kepada RS untuk

memperhatikan pemberian protein pada Ny.H.Pada kasus ini,pasien telah memasuki

fase disfungsi ginja sehingga pemberian protein harus diperhitungkan dan disesuaikan
14

dengan keadaan renal agar tidak terjadi komplikasi lanjut pada ginjal. Rekomendasi diit

yang harus diberikan oleh RS adalah sbb:

 Jenis diit : Diit DM 1941.46 kkal RG III.

 Bentuk :biasa (nasi) dengan cara pemberian per oral.

Pola pemberian yang direkomendasikan

Waktu makan Bahan makanan Berat (gr)

Pagi Nasi biasa 160

07.00 wib Lauk hewani 25

Lauk Nabati 35

Sayuran 150

Minyak 10

10.00 wib Buah 200

Siang Nasi biasa 170

13.00 wib Lauk hewani 40

Sayur 175

Minyak 10

16.00 wib Buah 200

19.00 wib Nasi 170

Lauk hewani 30

Lauk nabati 30

Sayuran 175

Minyak 10

21.00 wib Buah 200


15

Analisa zat gizi dari pola pemberian makanan per hari sbb:

Zat gizi Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4

(29-12-2010) (30-12-2010) (31-12-2010) (1-1-2011)

Energi (kkal) 1941.46 1971.32 1989.21 1969.51

Protein (gr) 51.93 51.59 43.20 53.71

Lemak (gr) 40.95 50.09 55.10 52.85

KH (gr) 345.46 333.34 323.25 322.84

Vit C (mg) 286.99 177.63 246.50 189.10

Kalsium (mg) 413.21 375.24 407.25 291

Zat besi (mg) 21 13.77 14.25 15.94

Zinc (mg) 0.93 0.89 0.50 1.83

Cholesterol(mg) 272.25 358.35 271.72 246.90

Rata-rata intake zat gizi selama studi kasus

Zat gizi Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4

Energi (kkal) 1941.46 1573.53 1445.06 1969.51

Protein (gr) 51.93 37.85 39.99 53.71

Lemak (gr) 40.95 39.62 36.06 52.85

KH (gr) 345.46 271.66 246.0 322.84

Vit C (mg) 286.99 177.63 184.875 189.10

Kalsium (mg) 413.21 375.24 305.43 291

Zat besi (mg) 21 13.77 10.68 15.94

Zinc (mg) 0.93 0.437 0.375 1.83

Cholesterol(mg) 272.25 289.43 203.79 246.90


16

F.MONITORING & EVALUASI

1.Status Gizi

a.Antropometri

Tanggal Berat LLA Keterangan

badan

29-12-2010 49 kg 23.4 cm LLA=23.4/27.7 X 100%=84.4%

Awal studi kasus Status gizi kurang

01-01-2011 49 kg 23.4 cm LLA=23.4/27.7 X 100%=84.4%

Akhir studi kasus Status gizi kurang

Penentuan status gizi pasien pada awal dan akhir studi kasus menggunakan % LLA

karena pasien sedang hamil.Dari hasil pengukuran LLA selama studi kasus tidak mengalami

perubahan.

b.Biokimia

Selama studi kasus,pemeriksaan laboratorium hanya dilakukan 1 X yaitu pada awal studi

kasus sehingga tidak dapat dilakukan monitoring dan evaluasi.

c.Fisik dan Klinis

Selama pengamatan,dilakukan pemeriksaan fisik klinis setiap hari.Berikut adalah

perkembangan pemeriksaan fisik dan klinis pasien:


17

Tabel data perkembangan fisik/klinis.

Tanggal Hasil Pemeriksaan

29-12-2010  KU sedang,CM

 Tekanan darah 140/100

 Suhu 36.50,Nadi:89X/menit,Respirasi:24 X menit

 Tampak anemis

30-12-2010  KU sedang,CM

 Tekanan darah 140/90

 Suhu 36.50,Nadi:87X/menit,Respirasi:24X menit

 Tampak anemis

31-12-2010  KU sedang,CM

 Tekanan darah 140/90

 Suhu 36.50,Nadi:88X/menit,Respirasi:23X menit

 Tampak anemis

01-01-2011  KU sedang,CM

 Tekanan darah 140/90

 Suhu 36.50,Nadi:85X/menit,Respirasi:24X menit

 Tampak anemis

Pemeriksaan kondisi fisik/klinis pasien tidak mengalami perubahan yang

signifikan.Selama pengamatan,kondisi umum masih dalam keadaan sedang.Tensi darah

mengalami perbaikan.Mulai hari ke-2 pengamatan tensi darah mengalami

perbaikan/penurunan.

d.Asupan Gizi
18

Penilaian asupan makan dilakukan dengan cara comstok dan recall 24 jam.Dengan metode

tersebut didapatkan asupan makan pasien sehari-hari selama di RS.Monitoring asupan makan

dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tanggal Asupan Energi(kkal) Protein(gr) Lemak(gr) KH(gr)

Kebutuhan 1942.90 49.2 53.9 315.72

29-11-2010 Oral 1941.46 51.93 40.95 345.46

% asupan 99.9 105.5 75.97 109.4

Kategori Baik Lebih kurang Lebih

30-11-2010 Oral 1573 37.8 39.62 271.66

% asupan 80.96 76.82 73.50 86.04

Kategori Baik Kurang Kurang Kurang

31-11-2010 Oral 1445.06 39.99 36.06 246.0

% asupan 74.37 81.28 66.90 77.9

Kategori Kurang Baik Kurang Kurang

01-12-2010 Oral 1477.13 40.28 39.60 242.13

% asupan 76.02 81.86 73.46 76.69

Kategori Kurang Baik Kurang Kurang

Rata-rata asupan 1609.28 42.52 39.05 276.31

% asupan 82.83 86.42 72.46 87.52

Kategori Baik Baik Kurang Baik

Rata-rata asupan zat gizi pasien termasuk baik (Energi,protein,KH),hanya asupan lemak

yang masih kurang.


19

e.Diagnosa Gizi dan Terapi Gizi

Tanggal Diagnosa Gizi Terapi Gizi

29-11-10 1. Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik (Karbohidrat DIIT DMRG III

s/d sederhana) berkaitan dengan adanya penyakit DM yang Evaluasi:

01-12-10 diderita pasien ditandai dengan kadar gula darah yang -Nafsu makan baik.

tinggi (GDP:236 mg/dl,GD2JPP:258 mg/dl) dan adanya Tindak Lanjut:

glukosa dalam urin (100 mg/dl).[ NI.53.4] -Memotivasi pasien

2. Perubahan laboratorium terkait gizi berkaitan dengan untuk

adanya disfungsi ginjal ditandai dengan adanya mempertahankan

peningkatan kadar ureum dan kreatinin darah( U:87.4 asupan.

mg/dl,C:2.82 mg/dl),penurunan Hb dan Ht (Hb:9.1

g/dl,Ht:27%),protein urin,peningkatan tensi darah.

f.Diagnosa medis dan Terapi Medis

Selama studi kasus tidak terjadi perubahan diagnose dan terapi medis

Tanggal Diagnosa Medis Terapi Medis/Pengobatan

29-11-10 DM, HT grade 1/ringan. Terapi pengobatan:

s/d - IVFD RL 20 TPM

01-12-10 -Insulin (Actrapid) 3 X 8 unit.

-Injeksi Ampicillin 3 X 1 gr IV.

-Metokloperomid 2 X 1 mg po.

-Papaverin 3 X 1 tab po

-Kaltropen sup 1 X
20

G.GAMBARAN KEMAJUAN/PEMBAHASAN

1. Antropometri

Dari hasil kajian berdasarkan pengukuran LLA diketahui bahwa status gizi pasien

kurang. Pengukuran LLA dilakukan karena pasien sedang hamil.Status gizi kurang

disebabkan karena kurangnya asupan gizi pasien yang dapat dilihat dari riwayat gizi

pasien. Selain itu pada pasien DM kronik yang tidak terkontrol terjadi proses katabolisme

sehingga dapat membuat penderita mengalami gizi kurang karena cadangan protein dan

lemak tubuh dipecah menjadi energi untuk memenuhi kekurangan energi di dalam tubuh

akibat dari gangguaan metabolisme karbohidrat di dalam hati.

Berdasarkan monitoring, selama studi kasus tidak terjadi perubahan LLA. Hal ini

dikarenakan parameter LLA merupakan parameter yang kurang sensitive untuk

memantau perubahan status gizi seseorang dalam jangka pendek (Supariasa,2002)

2. Biokimia

Data perkembangan biokimia pasien tidak dapat dimonitoring perkembangannya,

karena selama studi kasus hanya dilakukan pemeriksaan laboratorium 1 x. Dari hasil

pemeriksaan darah pada awal studi kasus diketahui bahwa pasien mengalami

hiperglikemi. Hiperglikemi pada pasien DM terjadi karena adanya gangguan sekresi

insulin, gangguan aktivitas insulin atau gabungan dari keduannya sehingga glukosa tidak

dapat masuk kedalam sel. Hiperglikemi pada pasien DM berkaitan komplikasi jangka

panjang, dan disfungsi beberapa organ seperti mata, hati, syaraf, ginjal dan pembuluh

darah(Sylvia Escott-Stump,2008).Hiperglikemi dalam jangka waktu yang lama dapat

menyebabkan terjadinya kerusakan vaskular yang disebut angiopati diabetika.Salah satu

angiopati yang dapat terjadi adalah mikroangiopati yang memberikan manifestasi


21

nefropati akibat penebalan membran basalis pembuluh kapiler pada glomerulus ginjal

sehingga ginjal mengalami penurunan kemampuan untuk memfiltarasi ( Darmono,2010

dalam Simposium Nasional Endokrin) seperti yang dialami Ny.N.Hal ini ditunjukan

dengan adanya perubahan nilai laboratorium pada ureum,kreatinin darah yang meningkat

dan ditemukannya protein,glukosa dalam urin.Pada pasien Ny.N juga ditemukan adanya

penurunan kadar Hb dan Hematokrit yang menunjukan keadaan anemia akibat adanya

penurunan produksi eritropoetin ataupun adanya kematian eritrosit karena efek toksik

dari kadar ureum yang tinggi yang terjadi akibat disfungsi ginjal.

Dari hasil pemeriksaan darah juga dapat diketahui bahwa Ny.N mengalami

infeksi kronis akibat dari parasit.Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan kadar

segmen dan monosit darah.Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol seperti

Ny.H,akan cenderung mengalami infeksi akibat pertumbuhan bakteri terutama bakteri

golongan Myocobacterial dan Anaerobic serta fungi.Tubercolosis paru dan sistem organ

lain,infeksi jamur pada kulit dan membran mucosa,infeksi bakteri pada saluran

kemih,serta infeksi anaerob pada jaringan dalam,merupakan ancaman yang serius

terhadap kesehatan.(www.mediacastore.com).

Hasil pemeriksaan urin menunjukan Ny.N mengalami ketoasidosis yang ditandai

dengan adanya keton dalam urin.Adanya keton dalam urin menunjukan bahwa tubuh

membakar/memecah lemak untuk mendapatkan energi akibat adanya gangguan

metabolime karbohidrat di hati.Jumlah keton yang tinggi baik dalam darah maupun urin

akan membahayakan karena dapat menyebabkan koma ketoasidosis.Mekanisme

ketoasidosis dapat terjadi akibat dari defisiensi insulin secara relatif maupun absolut dan

adanya peningkatan hormon yang memiliki regulasi berlawanan seperti


22

Glukagon,katekolamin,kortisol,dan hormone pertubuhan. Dapat terjadi karena salah

satunya atau kombinasi kedua hal tersebut.(Sylvia Escott-stump,2008).

3.Fisik/klinis

Dari hasil pengamatan fisik pasien,Ny N mengalami penurunan turgor kulit.Hal

ini menunjukan adanya dehidrasi akibat seringnya buang air kecil.Mekanisme kedaan ini

terjadi akibat dari adanya peningkatan kadar gula darah yang tinggi mengakibatkan darah

menjadi lebih pekat.Sebagai kompensasi ginjal akan mengencerkan dengan

memperbanyak pengeluaran cairan.Kondisi ini menyebabkan paien sering buang air kecil

dan membuat sering haus.(www.mediacastore.com).Ny.N juga mengalami penurunan

lemak subkutan.Hal ini terjadi akibat dari adanya pemecahan jaringan lemak tubuh.Kulit

tampak kering.hal ini terjadi akibat adanya neuropati autonomic.Pasien juga tampak

anemis karena mengalami penurunan kadar Hb dan Hematokrit.Pada kaki pasien tampak

kalus ringan.kalus pada pasien DM terjadi akibat neuropati motorik yang menyebabkan

kelemahan dan atropi otot sehingga terjadi perubahan bentuk pada kaki dan

mempermudah timbulnya kalus(Hemi Sinorita ;Simposium Nasional Endokrin,2010).

Dari pengamatan vital sign pasien,Ny.N mengalami hipertensi ringan ayng

mengalami perbaikan selama studi kasus walaupun tidak mendapat pengobatan

antihipertensi.Pemberian diit RG III pada pasien cukup membantu memperbaiki tekanan

darah pasien.Hipertensi pada pasien DM menunjukan adanya nefropathi.Tekanan darah

pada pasien harus dikontrol karena hipertensi pada Dm berkaitan dengan peningakatan

penyakit mikro dan makrovaskular(Sylvia Escott-stump,2008).Tekanan darah pada

pasien Dm dengan kehamilan harus dikontrol pada level 110-129/65-79 mmHg.Tetapi

harus dicegah tekanan darah yang sangat rendah karena akan mengganggu perkembangan

janin(ADA,2006).Seyogyanya pasien DM dengan hipertensi pada masa kehamilan


23

dipantau kadar albuminnya,sebab kadar albumin yang rendah tanpa adanya ISK

merupakan faktor risiko yang kuat terjadinya preeklamsi(ADA,2006).

4.Asupan zat gizi

Selama pengamatan asupan gizi pasien masih dalam kategori baik

(energi,protein,KH).Hanya asupan lemak yang masih kurang,hal ini terjadi selama 2 hari

berturut-turut pasien mengalami penurunan nafsu makan dan tidak menghabiskan lauk

hewani (daging dan telur) terutama pada pagi hari.Penurunan nafsu makan terjadi karena

pasien mengalami penurunan citarasa yang mungkin akibat dari terapi injeksi

antibiotik(Ampicillin) yang memiliki efek samping menurunkan kepekaan pada indera

pengecapan sehingga dapat menurunkan nafsu makan.Motivasi yang kuat dari pasien

mendorong pasien berusaha meningkatkan asupan dari RS dan menghindari makanan

dari luar RS.

H.PENUTUP/KESIMPULAN

1. Diagnosa medis pasien adalah DM dengan HT .

2. Diagnosa gizi pasien adalah:

a.Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik (Karbohidrat sederhana) berkaitan dengan

adanya penyakit DM yang diderita pasien ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi

(GDP:236 mg/dl,GD2JPP:258 mg/dl) dan adanya glukosa dalam urin (100 mg/dl).

b.Perubahan laboratorium terkait gizi berkaitan dengan adanya disfungsi ginjal ditandai

dengan adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin darah( U:87.4 mg/dl,C:2.82

mg/dl),penurunan Hb dan Ht (Hb:9.1 g/dl,Ht:27%),protein urin,peningkatan tensi darah.

3. Status gizi pasien berdasarkan pengukuran LLA adalah gizi kurang.


24

4. Terapi gizi yang diberikan adalah diit DM RG III (E=1942.9

kkal,P=49.2gr,L=53,96gr,KH=315.72 gr) dengan bentuk makanan nasi biasa.

5. Nilai laboratorium biokimia pasien tidak dapat dimonitoring karena hanya dilakukan 1x

pemeriksaan selama pengamatan.

6. Selama pengamatan terjadi perbaikan klinis pasien terutama pada tekanan darah pasien.

7. Tidak terjadi perubahan pemberian obat selama studi kasus.