Anda di halaman 1dari 10

PENGARUHMODEL DISCOVERY LEARNINGBERBASIS SIMULASI PhET

TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA KATOLIK W.R


SOEPRATMAN 020 SAMARINDA (Materi: Fluida Dinamis)

THE EFFECT OF DISCOVERY LEARNING MODEL ON PhET SIMULATION TO RESULT OF


STUDENT LEARNING OF XI IN SMAK W.R SOEPRATMAN 020 SAMARINDA (Theory
Topic:Dynamic Fluid)

France Parlindungan Limbong


Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mulawarman, Samarinda-Indonesia
E-mail : francelimbong@gmail.com

ABSTRAK
Model discovery learning merupakan proses pembelajaran yang terjadi apabila materi
pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan peserta didik itu
sendiri yang mengorganisasi sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
model pembelajaran discovery learning berbasisis simulasi PhET terhadap hasil belajar
siswa kelas XI di SMAK Katolik W.R Soepratman 020 Samarinda materi fluida dinamis.
Penelitian ini dilakukan di SMAK W.R Sopratman 020 Samarinda dengan jumlah sampel
sebanyak 38 siswa pada kelas XI Sains.Pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik pre-test dan post-test berupa soal essay berjumlah 6 butir untuk
menilai hasil belajar siswa. Peningkatan hasil hasil rata-rata N-gain sebesar 0,73. Maka
dapat dikatakan model yang diberikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Uji
statistik yang digunakan adalah uji nonparametrik yaitu Wilcoxon Signed Rank Test yang
menyatakan bahwa nilai signifikansi yang didapat kurang dari 0,05 dimana Ho ditolak
dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran
discovery Learning berbasis simulasi PhET terhadap hasil belajar siswa.

Kata kunci : Model discovery learning, Simulasi PhET, Hasil belajar

1
ABSTRACT
Discovery learning model is a learning proces that happen when the learing theory topic
is not provided in finished formon the contrary, the students are expected to organize by
themselve. This purpose of this research is to knowthe effect of discovery learning model
based on PhET simulation to result student learning of XI in SMAK W.R Soepratman 020
Samarinda student at dynamic fluid. This research was conducted at SMAK W.R
Soepratman 020 Samarinda with sample 38 students in XI Sains. This research used
pretest and postest technique to collect data of researcher using 6 sama question in every
test. An increase in avarage yield of N-gain 0,73. It means the model giving influence to
the learning physics of student. This research used non parametric test by wilcoxon
signed rank test as statistics test. The result of statistics test said wich statest that the
value of significance obtained that less than 0,05 where Ho is rejected and Ha accept it
can be concluded that the influence of discovery learning model based on PhET
simulation to student outcomes.

Keywords:discovery learning model, PhET simulation, Student learning outcomes

PENDAHULUAN pengendalian diri, kepribadian,


Pendidikan mempunyai peranan kecerdasan akhlak mulia serta
yang sangat penting dalam kehidupan keterampilan yang diperlukan dirinya dan
suatu bangsa untuk menjamin masyarakat.
perkembangan dan kelangsungan Salah satu indikator mutu
kehidupan bangsa yang bersangkutan, pendidikan yang belum tampak pada saat
sesuai dengan berkembangnya ilmu ini adalah proses pembelajaran di kelas.
pengetahuan dan teknologi yang sangat Proses pembelajaran yang masih sering
pesat. Pendidikan adalah sebagai usaha kita temui diberbagai sekolah proses
sadar dan terencana untuk mewujudkan pembelajaran masih berpusat pada guru.
suasana belajar dan proses pembelajaran Guru menyampaikan semua materi
untuk peserta didik secara aktif pelajaran dan siswa cenderung hanya
mengembangkan potensi dirinya untuk mendengarkan apa yang disampaikan
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, guru. Hal ini membuat siswa menjadi

2
bosan karena metode pembelajaran yang fisika dalam kehidupan sehari-hari kurang
digunakan menempatkan siswa sebagai diterapkan sehingga menyebabkan
pendengar setia dari guru dan hasil belajar rendahnya prestasi siswa.
yang diperoleh siswa cenderung Salah satu model pembelajaran
menurun.Dengan pembelajaran yang yang dapat membantu siswa untuk
berpusat pada siswa menyebabkan siswa mengembangkan penguasaan konsep
tidak memilik kesempatan untuk sehingga pembelajaran yang berlangsung
berkerativitas atau mengembangkan berorientasi pada siswa aadalah model
kemampuan mereka khususnya untuk Discovery Learning Berbasis Simulasi
mata pelajaran Fisika. PhET, selain itu juga simulasi yang
Salah satu materi fisika yang digunakan pada model pembelajaran ini
membutuhkan konsep yang lebih nyata membantu siswa agar mudah memahami
adalah Fluida dinamis. Pada materi ini materi fisika yang bersifat abstrak. Media
guru sebaiknya merancang suatu kegiatan simulasi PhET merupakan media
pembelajaran yang bertujuan agar siswa pembelajaran yang menyajikan
dapat mempraktekkan langsung teori yang penyederhanaan dari percobaan
disampaikan guru, sehingga siswa dapat dilaboratorium maupun fenomena dalam
lebih memahami materi terkait yang bentuk animasi. Dengan demikian maka
disampaikan pada proses pembelajaran siswa akan lebih mudah memahami
yang dilakukan. Dengan demikian akan konsep-konsep dalam fisika.
menumbuhkan antusias belajar siswa dan Manfaat yang diperoleh siswa
mampu mengambangkan pola pikir siswa dengan menggunakan model
tentang konsep pembelajaran yang pembelajaran Discovery Learning adalah
disampaikan guru. membanti siswa untuk memperbaiki dan
Kesulitan yang dialami guru dalam meningkatkan keterampilan-keterampilan
memilih model pembelajaran yang tepat dan proses-proses kognitif, menimbulkan
agar siswa dapat belajar dengan aktif.Hal rasa senang pada siswa karena tumbuhnya
ini disebabkan guru dalam penyampaian rasa menyelidiki dan berhasil, membantu
materi pembelajaran lebih banyak siswa memperkuat konsep dirinya, karena
menerapkan metode ceramah, dimana memperoleh kepercayaan bekerja sama
penyajian materi masih didominasi oleh dengan yang lainnya, memungkinkan
guru sehingga siswa lebih pasif dan siswa belajar dengan memamfaatkan
pemahaman serta kemampuan berbagai sumber belajar.
intelektualnya dalam menerapkan konsep

3
METODE PENELITIAN Discovery Learning berbasis simulasi
Penelitian ini dilksanakan di SMA
PhET dalam penelitian ini meliputi:
Katolik W.R Soepratman 020 Samarinda
pemberian stimulus/rangsangan,
tahun ajaran 2018/2019 yang beralamat di
pernyataan/identifikasi masalah,
Jl. W.R Soepratman No.03, Kota
pengumpulan data, pengolahan data,
Samarinda, Kalimantan Timur.
verifikasi/pembuktian, dan menarik
Penelitian ini merupakan jenis
kesimpulan atau generalisasi.
penelitian deskriptif kuantitatif. Desain
Pencapaian hasil belajar siswa
penelitian yang digunakan dalam
berupa nilai yang diperoleh setelah
penelitian ini merupakan penelitian yang
mengikuti kegiatan pembelajaran yang
bersifat pre-eskperimental dengan bentuk
diberikan guru kepada siswa melalui
one group pretest-posttes desaign. Karena
evaluasi atau penilaian pada pembelajran
pada penelitian ini masih terdapat variabel
tematik. Hasil belajar yang dicapai oleh
luar yang ikut berpengaruh terhadap
siswa mencakup penilaian penguasaan
terbentuknya variabel dependen. Dengan
yang bersifat koognitif berupa hasil pre-
menggunakan desain ini subyek penelitian
test dan post-test.
hanya ada satu kelompok sebagai
kelompok eksperimen. Kelompok ini
HASIL DAN PEMBAHASAN
diberi tes awal (pretest) sebelum mendapat Penelitian ini dilaksanakan
perlakuan berupa pembelajaran discovery sebanyak 5 kali pertemuan, dimana setiap
learning berbasis simulasi PhET minggu ada 2 kali pertemuan, masing-
kemudian diberi tes akhir (posttest). masing selama 2 jam pembelajaran (2x45
Teknik pengambilan sampel dalam menit). Jadi jumlah waktu pembelajaran
penelitian ini adalah salah satu kelas yang yang diberikan terhadap siswa adalah 10
diambil secara purposive sampling. jam pembelajran dengan rincian 6 jam
Teknik analisis data yang digunakan pembelajaran untuk preses belajar dengan
dalam penelitian ini meliputi teknik model discovery learning berbasis
statistik deskriptif, N-gain score dan uji simulasi PhET dan 4 jam pembelajaran
Wilcoxon Signed Ranked Test. digunakan untuk melaksanakan pre-test
Dalam penelitian ini model dan post-test.
pembelajaran Discovery Learing berbasis Sebelum melaksanakan proses
simulasi PhET menggunakan langkah- pembelajaran dengan menggunakan
langkah tertentu hingga menuju model discovery learning berbasis
kesimpulan. Kegiatan inti pelaksanaan dan simulasi PhET pada materi fluida
penggunaan model pembelajaran dinamis, terlebih daluhu diberikan pre-
4
test pada pertemuan pertama. Tujuan dari Secara khusus pengaruh dari model
pre-test ini adalah untk mengetahui pembelajaran ini terlihat dari kenakan N-
kemampuan awal siswa terhadap materi gain siswa yang memiliki rata-rata nilai
Fluida Dinamis, hasil dari pre-test ini sebesar 0,73 yang menggambarkan
menjadi data awal peneliti untuk hasil kenaikan N-gain tersebut masuk kedalam
belajar siswa. kriteria sedang setelah diberikan
Pertemuan berikutnya siswa perlakuan. Sesuai hasil perhitunga pada
diberikan perlakuan dengan menggunakan tabel 4.5 yang menunjukkan kenaikan N-
model pembelajaran discovery learning gain terhadap hasil belajar siswa
berbasis simulasi PhET pada materi fluida berdasarkan nilai pre-test dan post-test.
dinamis. Hasil penelitian dari penggunaan Pada rata-rata prsentase N-gainterdapat
model discovery learning berbasis 66% yaitu 23 siswa yang termasuk dalam
simulasi PhET diperoleh nilai rata-rata kriteria tinggi dan 34% yaitu 13 siswa
pre-test 27,55 dimana nilai rata-rata dari yang termasuk kedalam kriteria sedang
pre-test tersebut termasuk kedalam serta 0% untuk siswa termasuk dalam
kategori kurang sehinga dapa dikatakan kategori rendah.
bahwa hasil belajar siswa termasuk Hasil uji normalitas dilakukan
kategori rendah. Kemudian untuk nilai sebelum melakukan uji t-berpasangan
rata-rata post-test adalah 80,21 dimana dengan tujuan untuk mengetahui apakah
nilai rata-rata tersebut sudah termasuk data tersebut normal. Pada pejelasan
kedalam kategori baik, sehingga dapat diatas telah peneliti jelaskan bahwa pada
dikatakan nilai rat-rata hasil belajar siswa saat dilakukan uji normalitas pada data
setelah diberikan perlakuan termasuk hasil pre-test dan post-test bahwa data
dalam kategori tinggi. Ketuntasan belajar yang diperoleh tidak normal, oleh karena
dari nilai post-test terdapat 38 siswa yang itu peneliti melakukan uji lain yaitu
tuntas mencapai nilai KKM, menurut Wilcoxon signed rank test. Data yang
peneliti 38 siswa yang tuntas ini diperoleh daru uji Wilcoxon signed rank
dikarenakan pada saat dilaksanakan proses test dilihat dari signifikannya yaitu jika
belajar mengajar dan pada saat kegiatan nilai signifikannya kurang dari 0,05 maka
praktikum dengan menggunakan PhET Ho ditolak sehingga adanya pengaruh
mereka terlihat aktif dan memperhatikan model pembelajaran discovery learning
apa yang dijelaskan oleh peneliti dan berbasis simulasi PhET terhadap hasil
mereka sering kali mengajukan pertanyaan belajar siswa pada materi fluida dinamis.
jika mereka tidak mengerti.

5
Rata-rata Hasil Belajar
100

80

60

40

20

0
pre-test KKM post-test

Series 1

Gambar 1. Grafik Rata-rata Nilai Hasil Belajar Siswa

N-gain
80%

60%

40%

20%

0%
g > 0,7 0,3 g < 0,7 0 g < 0,3

Tinggi Sedang Rendah

Gambar 2. Grafik Presentasi N-gain

Gambar 3. Grafik Histogram Normalitas data pre-test

6
Gambar 4. Grafik Histogram Data Post-test
berbasis simulasi PhET terhadap hasil
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang belajar siswa pada materi Fulida
telah dilakukan di SMAK W.R Dinamis. Berdasarkan hasil penelitian
Soepratman 020 Samarinda, dapat dan kesimpulan yang didapat peneliti,
disimpulkan bahwa Hasil belajar siswa adapun saran yang dapat diberikan oleh
dengan model pembelajaran discovery peneliti adalah hasil belajar siswa dapat
learning berbasis simulasi PhET pada ditingkatkan dengan model
pembelajaran fisika mengalami pembelajaran discovery learning
perubahan kenaikan hasil belajar dengan berbasis simulasi PhET bila
nilai rata-rata 80,21 termasuk dalam dilaksanakan secara terus menerus.
kategori tinggi dan tuntas. Pemberian masalah dan pemecahan
Penelitian ini terdapat pengaruh masalah yang diberikan guru akan lebih
yang signifikan pada model baik jika dilaksanakan dengan cara
pembelajaran discovery learning bertahap dan dilaksanakan dengan
berbasis simulasi PhET terhadap hasil dibarengi dengan praktikum pada setiap
belajar siswa pada materi fulida dinamis pertemuannya sehingga siswa akan lebih
dan aanya perbedaan nilai pre-test dan mudah untuk memahami materi
post-test berdasarkan uji nonparametik pembelajaran. Model pembelajaran ini
yaitu Wilcoxon Signed Ranked Test yang dapat diterapkan oleh guru mata
menyatakan bahwa nilai signifikan yang pelajaran untuk materi pembelajaran
didapat kurang dari 0,05 Ho ditolak dan lainnya.
Ha diterima, maka dapt disimpulkan
bahwa adanya pengaruh model DAFTAR PUSTAKA
pembelajaran discovery learning Amory, A., Neicker, K., Vincent, J., dan

7
adams, C, 1999, “The use of dan Pembelajaran. Jakarta: PT
computer game as an education Rineka Cipta.
tool: identification of
appropriate gane types and Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi,
gane elementa”, British Depdikbud. 2013. Model
Journal of Educational Pembelajaran Penemuan
Thecnolohy,30(4), 311-321. (Discovery Learning). Jakarta :
Depdikbud.
Anni, Catharina Tri, dkk. 2006.
Psikologi Belajar. Semarang: UPT Fajar, Annie. 2004. Portofolio: Dalam
MKK UNNES. Pembelajaran IPS. Bandung
PT Remaja Rosdakarya.
Arif S. Sadiman Dkk. 2006. Media
Pendidkan. Jakarta: PT Raja Gagne, R.M. 1985 The Condition Of
Grafindo. Learning Theory of Instruction.
New York: Rinehart.
Arikunto, S, 2010. Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan (Edisi Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi
Revisi), Jakarta: Bumi Akasara. Kelima Jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Asmara. 2009. Prestasi Belajar. Halliday, Dkk. 2005. Physics 7th
Bandung:PT Remaja Rosdakarya. extended edition, Hobokan, NJ
United state: jhon Weley dan
Blasco-Areas, L., Buil, I., Henandez- sons, inc. Terjemahan sustini,
Ortega, B., dan Sese, F. J. 2013 E., Viridi, S., Iskandar, F., dan
“Using clickers in class, The Noor, F,A, 2010. Fisika Dasar
role of interactivity, active Edisi 7 Jilisd 1, Jakarta: Gelora
collaborative learning and Aksara Pratama.
engagement in learning
performance”, Computers and Hamalik, Oemar. 2005. Perencanaan
Education, 62(0), 102-110. Pengajaran Berdasarkan
Pendekatan Sistem. Jakarta: PT
Budiningsih. 2005. Model-Model Bumiaksara.
Pembelajaran. Jakarta: PT
Bumi Aksara. Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana.
2012. Konsep Strategi
C.T Morgan. 1962. Introduction to pembelajaran. Bandung: PT
Psycology. Jakarta: Pradnya Refika Aditama.
Paramita.
Haryanto, Agus. 2006. Jurnal Pendidikan
Chen, 2010. “ The view of scientific dan Kebudayaan: Pengaruh
inquiry conveyed by Discovery Learning
simjlation-based virtual Berbantuan Paket Program
laboratories”. Computers and Simulasi PhET Terhadap
Education, 55(3), 1123-1130 Prestasi Belajar Fisika, 366-
378. Diakses dari
Depdiknas. 2007. Petunjuk Teknis Mata http://jurnaldibud.kemdikbud.g
Pelajaran KIMIA. Jakarta : o.id/indeks.php/jpnk/article/vie
Dirjen Dikdasmen. w/321/366

Dimyanti dan Mudjiono. 2008. Belajar Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan
8
Kontektual dalam
Pembelajaran Abad 21. Bogor: Robert B. Sund dalam Malik,
Ghalia Indonesia. (2001:219). Media Pendidikan:
Pengertian Model Discovery
Ilyas. 2008. Fungsi dan Pengukuran Learning.
Prestasi Belajar. Yogyakarta:
Pustaka Belajar. Rusman. 2010. Model-model
Pembelajar (Mengembangkan
Joyce, B., dan Weil, M, 1980. Model of Profesionalisme Guru Edisi
Teaching. Bandung: Pustaka Kedua). Jakarta: Raja Grafindo
Belajar. Persada.

Kanginan, M, 2013. Fisika untuk Ruttten, N. 2014 Teaching with


SMA/MA Kelas X. Jakarta: Simulations. Netherland:
Gelora Aksara Pratama. University of Twente.

Kemendikbud. 2013. Panduan Penilaian Siswanto, dan Sukaryadi. 2009.


untuk SMA,Jakarta: Direktorat Kompetisi Fisika:Untuk
jedral Pendidikan Dasar Dan SMA/MA: Jakarta. Pusat
Menengah. Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional. Februari
Kurniasih, Imas & sani, Berlin. 2014. 2018.
Sukses mengimplementasikan http://bsd.pendidikan.id/data/ke
Kurikulum 2013. Jakarta: Kata las10sma/guru/
Pena.
Skinner. 1997. Life Spam Development.
Marinis Yamin. 2012. Strategi Alih Bahasa: Juda Damail dan
Pembelajaran Berbasis Achmad Chusaisi. Jakarta.
ompetensi. Ciputat: Referensi. Erlangga.

Nazalin, dan Muhtadi, A. 2015. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-


“pengembangan Multimedia faktor yang mempengaruhinya.
Interaktif pemnbelajaran Kimia Jakarta: Rinea Cipta.
pada materi Hidrokarbon untuk
Siswa Kelas XI SMA”, Journal Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil
Inovasi Teknologi Pendidikan. Proses Belajar mengajar.
Vol 13 No.2 Oktober 2015. Bandung: Remaja Rosda
Hal. 221-236 Karya.

PhET Simulation Team. 2017, Sudjana. (2003.) Penilaian Hasil Belajar


Facilitation Stategies for Mengajar . Bandung :
Inquiry-Based, In-class Rosdakarya.
Activities Using PhET
Simulations. United States : Sugiono. 2014. Metode Penelitian
University of Colorado Pendidikan Kuantitatif,
Boulder. Kualitatif dan R&D. Jakarta:
Alfabeta.
Ratna Willias Dahar. 1991. Teori-teori
belajar. Jakarta: Erlangga Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007.
Riduwan. 2006. Dasar-dasar Statistika. Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: Alfabeta Bandung: Rosdakarya.
9
Suprihatiningrum, J. 2013. Stategi
Pembelajaran:Teori dan
Apilikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.

Trianto. 2012. Model Pembelajaran


Terpadau. Jakarta: Bumi
aksara.

Walpole, R. E. 1997. Pengantar


statistika. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.

Wienem, C, E., W. K., Loeblein, P., dan


Parenkins, K. K. 2006,
“Teaching physics using PhEt
simulations”. The Physics
Teacher, 4894), 225-227.

10