Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keadaan tubuh yang normal mengatur keseimbangan antara energi
yang diperoleh dari makanan dengan energi yang diperlukan tubuh, guna
mempertahankan kelangsungan fungsi tubuh. Pada orang dewasa, dimana
pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat – zat lebih tergantung pada
aktifitas fisiknya. Masalah kekurangan dan kelebihan gizi padaorang
dewasa merupakan masalah penting, karena selain mempunyai risiko
mengalami berbagai penyakit, juga dapat mempengaruhi produktivitas
kerjanya. Karena itu pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan oleh
setiap orang secara berkesinambungan.
Pada masa dewasa, tubuh tidak hanya dalam keadaan puncak dari
kemampuan fisik tetapi juga mulai mengalami penurunan fungsi. Keadaan
puncak dari keadaan fisik membuat beberapa orang terlena dan mulai
melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat berepengaruh terhadap
kesehatan di kemudian hari. Penyakit degeneratif juga muncul pada masa
ini.
Sistem indra menunjukkan sedikit perubahan pada awal masa
dewasa. Puncak kemampuan pendengaran pada masa remaja, tetap
konstan pada permulaan dewasa awal dan mulai mengalami penurunan
pada bagian akhir masa dewasa awal. Pada beberapa kebiasaaaan jelek
mulai terbentuk.
Pada masa dewasa lanjut (40 – 60 tahun) mengalami penurunan
pendengaran, penglihatan terutama melihat jarak dekat. Daya akomodasi
juga mengalami penurunan. masalah kesehatan utama adalah penyakit
kardiovaskular, kanker, dan berat badan. Kanker yang berkaitan dengan
rokok sering timbul untuk pertama kalinya pada masa ini. Menjadi terlalu
gemuk adalah masalah utama pada masa dewasa akhir.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus

1
a. Untuk mengetahui dan memahami definisi dewasa.

b. Untuk mengetahui dan memahami indeks status gizi pada orang


dewasa.

c. Untuk mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi


kebutuhan gizi pada orang dewasa.

d. Untuk mengetahui dan memahami kebutuhan gizi pada orang


dewasa.

e. Untuk mengetahui dan memahami masalah gizi pada orag


dewasa.

f. Untuk mengetahui dan memahami upaya penanggulangan


masalah gizi pada orang dewasa.

g. Untuk mengetahui dan memahami pendidikan gizi pada orang


dewasa.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Dewasa

Dewasa merupakan suatu keadaan bergerak maju kearah menuju


kesempurnaan. Secara fisik, dewasa adalah tumbuh menjadi kuat dan
ukuran yang sempurna. Dewasa di tandai dengan kemandirian (tidak
bergantung lagi kepada orang lain), mampu membuat keputusan dan
memandang sesuatu dari banyak sudut. Dilihat dari segi psikologinya,
orang dewasa sudah mulai memikirkan masa depan, menentukan karir, dan
masa usia memasuki dunia pekerjaan, mempersiapkan keturunan, masa
usia yang matang, masa penentuan kehidupan, prestasi kerja dimasyarakat,
dan masa jaya, serta sudah bisa menikmati hasil perjuangan.

Tahapan dewasa dibagi menjadi tiga, yaitu dewasa awal, dewasa


menengah, dan dewasa akhir. Dewasa awal dimulai sejak seseorang
berusia 21 atau 22 tahun sampai dengan 35 tahun yang ditandai dengan
produktivitas tinggi, komitmen hidup, perubahan nilai, penyesuaian diri
dengan cara hidup dan penuh kreativitas. Dewasa menengah dimulai dari
usia 36 sampai dengan 45 tahun yang ditandai dengan masa pecapaian
sukses seseorang, masa berprestasi, dan masa transisi. Sedangkan dewasa
akhir dimulai dari usia 46 sampai dengan 60 tahun yang ditandai dengan
penurunan kondisi fisik dan mulai mengalami masalah kesehatan.

Umumnya, status kesehatan pada usia ini baik bila dijaga dengan
baik pula. Usia pertengahan ini merupakan masa yang sangat penting
untuk pendidikan dan pemeliharaan kesehatan guna mencegah atau
menunda terjadinya penyakit kronis/degeneratif di usia lanjut.

B. Status Gizi Orang Dewasa

3
Indeks Masa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI)
merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi
orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan
kelebihan berat badan. Berat badan kurang dapat meningkatkan resiko
terhadap penyakit infeksi, melainkan akan meningkatkan resiko terhadap
penyakit degeneratif.

Dengan IMT akan diketahui apakah berat badan seseorang


dinyatakan normal, kurus, atau gemuk. Pnenggunaan IMT hanya untuk
orang dewasa berumur >18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi,
anak, remaja, ibu hamil, atau olahragawan.

Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus :

Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan


FAO/WHO, yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan
perempuan. Disebutkan, bahwa batas amnbang normal untuk laki-laki
adalah 20,1-25,0 dan untuk perempuan adalah 18,7-23,8. Untuk
kepentingan pemantauan dan tingkat defisiensi kalori ataupun tingkat
kegemukan, lebih lanjut FAO/WHO menyarankan menggunakan suatu
satu batas ambang antara laki-laki dan perempuan. Ketentuan yang
digunakan adalah menggunakan ambang batas laki-laki untuk kategori
kurus tingkat berat dan menggunakan ambang batas pada perempuan
untuk kategori gemuk tingkat berat.

Untuk kepentingan Indonesia, batas mabang dimodifikasi lagi


berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara
berkembang. Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk
Indonesia adalah sebagai berikut :

Kategori IMT

Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat <17,0

4
Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0-18,4

Normal 18,5-25,0

Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1-27,0

Kelebihan berat badan tingkat berat >27,0

Jika seseorang termasuk kategori :

1. IMT 17,0: keadaan orang tersebut kurus dengan kekurangan berat


badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.
2. IMT 17,0-18,4: keadaan orang tersebut kurus dengan kekurangan berat
badan tingkat ringan atau KEK ringan.

C. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Angka Kecukupan Gizi Pada


Dewasa

Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada usia dewasa didasarkan pada


usia, pekerjaan, jenis kelamin, dan kondisi khusus, seperti kondisi ibu
hamil dan ibu menyusui. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi AKG
pada orang dewasa yaitu :

1. Usia
Kebutuhan zat gizi pada orang dewasa, yaitu 40 – 50 kal/kgBB. Semakin
bertambah umur, kebutuhan zat gizi seseorang relative berkurang untuk
tiap kg berat badannya.
2. Aktifitas
Kebutuhan zat gizi seseorang ditentukan oleh aktivitas yang dilakukan
sehari-hari. Semakin itas yang dilakukan kebutuhan zat gizi makin tinggi,
terutama energi.
3. Jenis kelamin
Kebutuhan zat gizi juga berbeda antara laki-laki dan perempuan, terutama
pada usia dewasa. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh komposisi
tubuh dan jenis aktivitasnya.
4. Kondisi khusus (ibu hamil dan ibu menyusui )
Pada masa hamil dan menyusui, kebutuhan zat gizi meningkat karena
metabolism tubuh meningkat. Konsumsi makanan juga meningkat untuk
kebutuhan diri sendiri, bayi yang dikandung, dan persiapan produksi ASI.

5
5. Kelompok lain
Angka kecukupan gizi yang disusun belum mempertimbangkan factor
geografi dan ekologi sehingga perlu ada penyesuain, terutama menyangkut
kebutuhan zat gizi mikro.

D. Kebutuhan Zat Gizi Pada Dewasa

1. Kebutuhan Karbohidrat
Angka kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000 – 2200 kkal
(untuk perempuan) dan untuk laki – laki antara 2400 – 2800 kkal setiap
hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat.
Makanan sumber karbohidrat adalah antara lain beras, terigu, umbi –
umbian, jagung, dan gula.
2. Kebutuhan Protein
Kebutuhan protein laki – laki lebih tinggi dibandingkan perempuan
karena perbedaan komposisi tubuh 2000. Kecukupan protein dewasa
adalah 48 – 62 gram/hari untuk perempuan dan laki – laki 55 – 66
gram/hari. Kebutuhan protei pada usia dewasa adalah 50 – 60 gram/hari.

3. Kebutuhan protein

Kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan


karena perbedaan komposisi tubuh2000-. Kecukupan protein dewasa
adalah 48-62 gr/hr untuk perempuan dan pada laki-laki 55-66 gr/hr.
Kebutuhan protein pada usia dewasa adalah 50-60 gr/hr atau berkisar 11%
dari total masukan energi.

Berbagai sumber protein adalah antara lain daging merah, susu,


tempe, kacang-kacangan, dll (sudarmani.2005)

4. Kebutuhan lemak

Kebutuhan lemak pada orang dewasa todak boleh melebihi 630


kkal atau sekitar 30% dari total kalori. Energi yang paling dekat dengan
makanan adalah lemak. Konsumsi lemak yang tinggi dari makanan

6
kemungkinan akan menaikkan kadar lipid darah yang disertai peningkatan
resiko terserang penyakit jantung koroner.

Adapun contoh lemak jenuh adalah kolesterol. Kolesterol dibuat di


hati dan berperan dalam produksi garam empedu serta hormon-hormon.
Namun kolesterol ini dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil.

Makanan yang mengandung lemak tidak jenuh antara lain, daging,


merah, hasil peternakan yang banyak mengandung lemak serta telur dan
banyak juga ditemukan pada makanan olahan kalengan. Konsumsi lemak
harus diimbangi dengan makanan yang mengandung serat, karena serat
mengikat kolesterol dan menyingkirkannya dari darah. (Mary E.
Beck.2011)

5. Kebutuhan vitamin

Kebutuhan vitamin juga meningkat selama dewasa karena


pertumbuhan dan perkembangan cepat terjadi, karena energi yang
meningkat maka pertumbuhan kebutuhan beberapa vitaminpun meningkat
antara lain

a. Vitamin A, fungsi dari vitamin A ini adalah untuk mencegah kerusakan


mata, meningkatkan kesehatan imun, juga berperan penting dalam
pertumbuhan dan perkembangan sel serta menjaga kesehatan kulit.
Sumber vitamin A banyak terdapat pada sayuran dan buah yang
berwarna oranye seperti wortel, labu, aprikot, peach, pepaya, dan
mangga.

b. Vitamin C, berfungsi dalam pembentukan kolagen, yaitu jaringan


tissue yang menahan sel. Vitamin C juga penting untuk pertumbuhan
tulang, gigi, gusi serta pembuluh darah, membantu penyerapan zat besi
dan kalsium, dan membantu dalam proses penyembuhan luka. Vitamin
C dalam jumlah banyak dapat ditemukan pada buah berry, kiwi, jeruk,
tomat, jambu biji, dan anggur.

7
c. Vitamin D, berfungsi untuk memperkuat tulang karena vitamin D
membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Sumber vitamin D
dapat diproduki oleh tubuh saat terkena sinar matahari. Sumber lain
yang mengandung vitamin D adalah kuning telur, minyak ikan, dan
susu.

d. Vitamin E, berfungsi sebagai anti oksidan yang dapat melindungi sel


dari kerusakan. Vitamin E juga penting untuk kesehatan sel darah
merah. Sumber vitamin E dapat ditemukan dalam berbagai macam
makanan seperti minyak nabati, kacang-kacangan, sayuran berdaun
hijau, alpukat, dan gandum.

e. Vitamin B1 (thiamin), berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi


energi, diperlukan juga oleh jantung, otot, dan sistem saraf agar dapat
berfungsi dengan baik. Sumber vitamin B1 banyak terdapat pada
daging, ikan, kacang-kacangan, makanan yang terbuat dari kedelai,
gandum, dan beras.

f. Vitamin B2 (riboflavin), berfungsi dalam pembentukan sel darah


merah dan kesehatan mata. Sumber vitamin B2 banyak terdapat pada
kacang polong, telur, daging, produk olahan susu, dll.

g. Vitamin B3, berfungsi membantu mengubah makanan menjadi energi,


menjaga kesehatan kulit, dan fungsi saraf. Sumber vitamin B3 terdapat
pada daging, unggas, ikan, dan kacang.

h. Vitamin B6, berfungsi untuk menjalankan fungsi normal otak dan


saraf, serta bermanfaat untuk memecah protein. Sumber vitamin B6
banyak terdapat pada pisang, kentang, buncis, bayam, dan kacang-
kacangan.

i. Vitamin B9 biasa disebut asam folat, berfungsi membantu


pembentukan sel darah merah dan DNA. Sumber vitamin B9 terdapat
pada telur, daging merah, sayuran berdaun hijau, asparagus, oti, mie,
dan sereal.

8
j. Vitamin B12 berfungsi untuk menjaga fungsi saraf. Sumber vitamin
B12 terdapat pada ikan, telur, daging, susu, dan makanan yang telah
difortifikasi. (Mary E. Beck.2011)

6. Kebutuhan Kalsium

Lebih kurang dari 12% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50%
masa tulang dewasa dicapai pada masa remaja, kalsium untuk orang
dewasa adalah 600-700 mg. Bagi laki-laki dewasa kebutuhan mineral akan
kalsium cukup 0,45 gr/hr.

Bahwa kebutukan kalsium 7,5mg/kg berat badan adalah kurang


lebih sama dengan 0,5-0,7 gram sehari bagi orang dewasa normal. Sumber
kalsium antara lain adalah susu, ikan, kacang dan sayuran.

E. Masalah Gizi Pada Orang Dewasa

1. Kurang Gizi
a. Kurang Energi Protein (KEP)
KEP bukan hanya banyak diderita oleh kelompok anak usia
dibawah 5 tahun, tetapi juga dapat diderita oleh kelompok usia
dewasa. Kondisi ini biasanya ditandai dengan menurunnya berat
badan, terutama disebabkan oleh kurangnya asupan makanan
dalam jangka waktu lama atau akibat penyakit yang sedang
diderita. KEP diderita pula oleh pengguna narkoba.
KEP akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah
terkena penyakit infeksi. KEP dapat disebabkan oleh kemiskinan,
aktivitas yang berlebihan, tidak sempat meluangkan waktu untuk
makan, pemilihan makan yang salah, absorbsi zat gizi yang tidak
baik, nafsu makan rendah, depresi/stress, penyakit infeksi, seperti
diare yang berkepanjangan, infeksi cacing, dan gangguan
kesehatan lain yang mempengaruhi nafsu makan.
Factor KEP pada akhirnya akan mempengaruhi produktivitas
kerja dan kualitas hidup. Penanganan KEP perlu dilakukan secara
bertahap dan komprehensif dengan makanan tinggi energi dan

9
protein sesuai dengan kebutuhan untuk menambahkan berat badan
secara bertahap.

b. Anemia Gizi Besi (AGB)


Kekurangan mineral besi dalam tubuh menyebabkan gejala 4L
(Lesu, Lelah, Letih,Lemah) sebagai gejala anemia. Kekurangan ini
bisa karena kekurangan asupan makanan sumber zat besi atau
penyakit, seperti malaria, infeksi cacing, dan gangguan patologis.
Kekurangan mineral lain mungkin saja berpengaruh terhadap
pembentukan hemogoblin darah.

2. Gizi Lebih
Kegemukan merupakansalah satu risiko terjadinya penyakit
kardiovaskular, satu diantara penyakit degenerative yang menduduki
tempat nomor satu penyebab kematian di Indonesia. Dari berbagai
penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dislipidemia,
diabetes mellitus, hipertensi, dan obesitas dengan PJK.
Kegemukan atau obesitas terjadi karena konsumsi makanan yang
melebihi kebutuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) per hari tanpa
diimbangi dengan aktivitas fisik yang mencukupi. Bila kelebihan ini
terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak diimbangi dengan aktivitas
yang cukup untuk membakar kelebihan energy, lambat laun kelebihan
energi tersebut akan diubah menjadi lemka dan ditimbun di dalam sel
lemak di bawah kulit. Akibatnya, orang tersebut akan menjadi gemuk.
Kegemukan memengaruhi umur rata-rata seseorang dan beresiko
terjadinya penyakit degenerative, seperti diabetes mellitus, hipertensi
(tekanan darah tinggi), PJK, atritis, dan kanker.

3. Penyakit degeneratif pada orang dewasa :

a. Penyakit Gula Darah (Diabetes Melitus)

Diabetes melitus adalah sekumpulan gejala yang disebabkan


karena meningkatnya kadar gula dalam darah karena insulin secara
absolut atau relatif atau menurunnya tingkat sensivitas insulin. Tipe
DM pada orang dewasa adalah DM yang tidak bergantung pada

10
insulin, di mana jumlah insulinnya cukup banyak, hanya saja
kerjanya yang sudah tidak optimal atau tidak sensitif lagi terhadap
kenaikan kadar gula dalam darah. Konsensus Pengelolaan DM di
Indonesia telah disusun oleh PERKENI tahun 2002 antara lain
memberikan pedoman tentang kebutuhan gizi orang dengan
diabetes dan dianjurkan penggunaan Daftar Bahan Makanan
Penukar (DBMP) dalam penyuluhan perencanaan makan orang
dengan diabetes.

Tujuan umum terapi gizi adalah membantu orang dengan


diabetes memperbaiki kebiasaan gizi dan olahraga untuk
mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik, dan beberapa
tambahan tujuan khusus yaitu :
a. Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal
dengan keseimbangan asupan makanan dengan insulin atau
obat hipoglikemik oral dan tingkat aktivitas.
b. Mencapai kadar serum lipid yang optimal.
c. Memberikan energi yang cukup untuk mencapai atau
mempertahankan berat badan yang memadai pada orang
dewasa.
d. Berat badan memadai diartikan sebagai berat badan yang
dianggap dapat dicapai dan dipertahankan.
e. Menghindari dan menangani komplikasi akut orang dengan
diabetes yang menggunakan insulin seperti hipoglikemia,
penyakit-penyakit jangka pendek, masalah yang
berhubungan dengan latihan jasmani dan komplikasi kronik
diabetes seperti penyakit ginjal, neuropati autonomik,
hipertensi, dan penyakit jantung.

f. Meningkatkan secara keseluruhan melalui gizi yang


optimal.

b. Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) dan Penyakit Jantung


Koroner

11
Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah meningkat melebihi
batas normal. Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia.
Berbagai faktor dapat memicu terjadinya hipertensi. Faktor gizi
berhubungan dengan terjadinya hipertensi melalui beberapa mekanisme.
Aterosklerosis merupakan penyebab utama terjadinya hipertensi yang
berhubungan dengan diet seseorang, walaupun faktor usia juga berperan,
karena pada usia lanjut pembuluh darah cenderung menjadi kaku dan
elastisitasnya berkurang. Pembuluh yang mengalami aterosklerosis,
resistensi dinding pembuluh darah tersebut akan meningkat. Hal ini akan
memicu jantung untuk meningkatkan denyutnya agar aliran darah dapat
mencapai seluruh bagian tubuh.

Merokok, tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol


plasma/serum adalah faktor risiko utama terjadinya asterosklerosis,
sedangkan penyebab sekunder adalah stress, kurang gerak, peningkatan
trigliserida plasma.

c. Artritis Gout

Gout adalah salah satu penyakit artritis yang disebabkan oleh


metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar
asam urat dalam darah. Hal ini diikuti dengan terbentuknya timbunan
kristal berupa garam urat di persendian yang menyebabkan peradangan
sendi pada lutut dan jari.

Tujuan diet artritis gout adalah untuk mencapai dan


mempertahankan status gizi optimal, serta menurunkan kadar asam urat
dalam darah dan urin. Diet pada penderita ini rendah purin, rendah lemak,
cukup vitamin dan mineral. Diet ini dapat menurunkan berat badan, bila
ada tanda-tanda berat badan berlebih.

d. Kanker

12
Kanker adalah pembelahan dan pertumbuhan sel secara abnormal
yang tidak dapat dikontrol sehingga cepat menyebar. Sel-sel ini dapat
merusak jaringan tubuh sehingga mengganggu fungsi organ tubuh yang
terkena.

Beberapa faktor pnyebab gangguan gizi yang dapat timbul pada


penyakit kanker adalah :

a. Kurang nafsu makan yang disebabkan karena faktor psikologis dan lost
renponse terhadap kanker berupa cepat kenyang atau perubahan
terhadap indra pengecap.
b. Gangguan asupan makanan dan gangguan gizi karena gangguan pada
saluran cerna, gangguan absorpsi zat gizi, dan kehilangan cairan serta
elektrolit karena muntah dan diare.

c. Perubahan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak.

d. Peningkatan pengeluaran energi.

F. Upaya Penanggulangan Masalah Gizi Pada Orang Dewasa


Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang
mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik
kualitas maupun kuantitas.
Pedoman Gizi Seimbang (PGS) telah diimplementasikan di
Indonesia sejak tahun 1955. Pedoman tersebut menggantikan slogan “4
Sehat 5 Sempurna” yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952 dan sudah
tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK) dalam bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi.
Pesan-pesan PGS,yakni :
1. Syukuri dan nikmati anekaragam makanan.
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan.
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.
4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok.
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak.
6. Biasakan Sarapan.
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman.
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir.

13
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan
normal

G. Pendidikan Gizi Pada Dewasa

Pendidikan gizi pada dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi


yang baik dan berperilaku gizi yng baik dan benar. Adapun pesan dasar
gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah :

1. Memakan aneka ragam makanan.


Tidak semua jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang
mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif.
Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh
tubuhh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang
beranekaragam menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat
pembangun, dan zat pengatur.
2. Memakan makanan untuk mencukupi kecukupan energi.
Setiap orang dianjurkan untuk memenuh makanan yang cukup kalori
(energi) agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi
kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk
jaringan lemak.
3. Memakan makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana.
Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung
lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks
sebaiknya dibatasi 50% dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat
memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur.
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai dari kecukupan energi.
Lemak dan minyak yang terdapat dapat dalam makanan berguna untuk
menungkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E,
dan K) serta menambah lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan
minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain.
5. Menggunakan garam beryodium.
Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.
6. Memakan makanan sumber zat besi.

14
Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah.
Kekurangan zat besi berakibat Anamia Gizi Besi (AGB) terutama diderita
oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.
7. Memberikan ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan dan penambahan MP-
ASI sesudahnya.
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan
yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, kekebalan dan kejiwaan.
8. Membiasakan makan pagi.
Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik,
daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan
produktivitas kerja.
9. Meminum air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.
Aman berarti bersih dan bebas kuman.
10. Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berst badan,
meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses
penuaan.
11. Menghindari minum minuman beralkohol.
Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga
menimbulkan rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak
mengandung zat lain.
12. Memakan makanan yang aman bagi kesehatan.
Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak
dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu
bebas dari kuman, bahan kimia dan halal.
13. Membaca label pada makanan yang dikemas.

15
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas gizi untuk orang dewasa dapat


disimpulkan bahwa manusia dewasa membutuh kan banyak sekali asupan
gizi yang seimbang. Untuk pencapaian keberhasilan kerja, maupun dalam
gaya hidup. Jika gizi tersebut dapat terpenuhi maka akan membantu orang
tersebut dalam menjalan kan hidup sehat dan terjauh kan dari penyakit
yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan kelebihan gizi.

16
17