Anda di halaman 1dari 22

TUGAS KEWIRAUSAHAAN TEKNIK SIPIL

BUSSINESS PLAN MENGENAI USAHA PAVING BLOCK

KELAS C1

Disusun Oleh :

I MADE SAKA BAGASKARA (1661121005)


DEWA AYU SULISTYA DEWI (1661121042)
KOMANG HARDI HANTIKA (1661121053)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS WARMADEWA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya tugas ini
dapat disusun tepat pada waktunya.

Pada tugas ini dipaparkan mengenai Business Plan Usaha Paving. Tugas ini juga
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan Teknik Sipil yang merupakan salah
satu mata kuliah yang wajib ditempuh di Fakultas Teknik dan Perencanaan , Universitas
Warmadewa.

Seperti pepatah mengatakan “Tiada Gading Yang Tak Retak” Dari itulah disadari
sepenuhnya bahwa menyusun tugas ini bukanlah hal yang mudah, sehingga masih banyak
kekurangannya. Itu berarti tugas ini masih jauh dari sempurna.

Untuk itu saran dan kritik yang bersifat kontsruktif sangat diharapkan dari para
pembaca demi sempurnanya tugas ini. Dan akhir kata diucapkan terima kasih kepada :

1. Ir. Anak Agung Gede Sumanjaya, MT selaku dosen pengampu mata kuliah
Kewirausahaan Teknik Sipil.
2. Semua pihak yang telah membantu mulai dari proses penyusunan hingga tugas ini
selesai dibuat.

Denpasar, 15 Juni 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... ii


BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1.1 Sejarah Paving Block................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 2
1.1.2 Jenis-Jenis Paving Block ........................................................................................... 4
1.2 Nama Perusahaan ............................................................................................................. 5
1.3 Lokasi Perusahaan ............................................................................................................ 5
1.4 Visi dan Misi .................................................................................................................... 6
1.5 Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 6
1.6 Target dan Sasaran dalam Pemasaran Paving Block ....................................................... 8
1.7 Analisa SWOT ................................................................................................................. 8
BAB II RENCANA USAHA................................................................................................... 10
2.1 Biaya Investasi Paving Block ......................................................................................... 10
2.2 Harga Jual Paving Block ................................................................................................ 11
2.3 Target Penjualan Paving Block ...................................................................................... 11
2.4 Analisis Kelayakan ......................................................................................................... 12
2.4.1 Sistem Pengembalian Pinjaman ke Bank ................................................................ 12
2.4.2 Biaya Pengeluaran ................................................................................................... 13
2.4.3 Biaya Pemasukan ..................................................................................................... 14
2.4.4 Metode BCR ............................................................................................................ 15
BAB III MANAJEMEN DAN ORGANISASI ....................................................................... 16
3.1 Struktur Organisasi ......................................................................................................... 16
BAB IV KESIMPULAN ......................................................................................................... 18
4.1 Kesimpulan..................................................................................................................... 18

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.1 Sejarah Paving Block

Penggunaan paving block dimulai dari Romawi, yang bosan dengan jalan
berlumpur dan tak rata membuat perjalanan pasukan Romawi menjadi sering
terhambat. Akhirnya mereka merancang cara yang lebih baik agar perjalanan pasukan-
pasukan Romawi tak lambat. Bangsa Romawi adalah bangsa yang pintar. Mereka
membangun jalan dengan membuat pondasi dari batu-batuan yang dipecah. Kemudian
di atasnya diberi batu-batu kecil dan besar. Di atas batu-batu itu diberi lapisan gravel,
akhirnya ditambah lapisan penutup berupa batu-batu yang terkait satu sama lain untuk
membentuk permukaan datar. Inilah konsep pemakaian Paving Block yang pertama.
Batu-batu ini sangat bagus kaitannya dan tersusun rapi. Jalanan itu tidak lupa diberi
lubang di tengah untuk saluran air. Dan di kedua sisinya diberi selokan serta tembok
penahan. Umumnya, batu paving digunakan untuk jalan yang paling sering dilalui.
Penambahan batu paving berguna untuk mengurangi debu dan mengurangi hambatan
pada roda. Maka terhubunglah jalan yang menghubungkan kota, kota besar dan
pangkalan militer.

Penaklukkan Romawi terhadap wilayah-wilayah di seantero Eropa dan sampai


ke bagian utara Afrika membutuhkan sarana infrastruktur yang memadai. Romawi
akhirnya telah membangun suatu sistem jalan yang memungkinkan mereka melakukan
gerakan pasukan yang efektif. Di masa puncak perkembangan Romawi, ada lebih
dari 400.000 Km jalan dibangun dan lebih dari 80.500 Km telah ditaburi dengan batu-
batu di atasnya. Jalanan-jalanan tersebut telah menghubungkan 113 provinsi yang
dimiliki Kekaisaran Romawi. Bila dirata-ratakan, maka mencapai angka 32 km per hari
untuk pergerakan 1000 pasukan setiap harinya. Melalui jalan besar dan rata,
pasukan infantri maupun kavaleri Romawi mampu bergerak dengan cepat. Para teknisi
Romawi ketika membangun jalan, selalu membuat arah jalan tersebut lurus. Dengan
arah jalan yang lurus maka jarak yang ditempuh oleh pasukan juga lebih efisien.

Saat ini, jalannya tetap terpelihara dengan sangat baik. Kita dapat berjalan di
sepanjang hamparan batu paving sepanjang 15 Km, tetap baik selama ribuan tahun.
Inilah awal teknik rekayasa yang membuat perubahan wajah jalan hingga kini kita
kenal dengan produksi paving block secara modren. Jenis teknik penggunaan paving
block ini terus digunakan di seluruh Eropa. Namun sejak tahun 1950-an
muncullah teknologi baru untuk memproduksi paving block secara modern.
Setelah Perang Dunia II, terlihat kebutuhan yang sangat besar untuk
rekonstruksi. Belanda perlu mengganti jalan batu bata tanah yang rusak akibat perang,
sehingga mereka mulai membuat batu beton seukuran tangan yang bentuknya sama
presisi dan diproduksi massal.

Pada tahun 1960-an, Jerman melakukan lompatan yang lebih baik lagi dengan
mengembangkan mesin produksi paving block dengan efisiensi tinggi. Paving
block ini adalah jenis paving beton yang saling mengunci. Teknologi ini dengan cepat
pula menyebar ke seluruh negeri Eropa, serta Australia, Selandia Baru dan Afrika
Selatan. Hingga akhirnya, pada tahun 1970-an, popularitas paving block mencapai
pantai Kanada dan menyebar ke Amerika Serikat. Paving block diminati tinggi dan
industri pembuatannya kian banyak bertambah dengan keunggulan tambahan rekayasa
teknologi masing-masing. Menurut Interlocking Concrete Pavement Institute (ICPI)
adapaun pertumbuhan produksi paving block dari 80 juta Feet persegi pada tahun 1980
menjadi 755 juta Feet persegi pada tahun 2005. Ini sejalan dengan perkembangan
pembangunan di tiap-tiap Negara. Dan pertumbuhannya juga meroket di belahan dunia
yang lain.

1.1 Latar Belakang


Paving block menjadi salah satu alternatif bahan lapis perkerasaan saat ini,
termasuk di Indonesia. Pengembangan paving block di Indonesia banyak digunakan
untuk perkerasan lingkungan dan lapangan parkir, karena memiliki daya dukung yang

2
cukup baik dan memiliki nilai estetika. Indonesia memiliki banyak jalan yang belum
diperkeras terutama di daerah pedesaan, karena keterbatasan alat dan rendahnya arus
lalu lintas sehingga dirasa kurang diprioritaskan. Adanya paving block dapat menjadi
alternatif untuk jalan dengan arus lalu lintas yang rendah dan memiliki keunggulan lain
seperti pengerjaan dan perawatannya mudah, menggunakan material lokal, tidak
memerlukan peralatan berat dan dapat memanfaatkan pekerja lokal.
Penggunaan paving block pertama kali di Amerika Tengah dan Selatan dan
Afrika Selatan, kemudian pada tahun 1970 an mulai diperkenalkan di Ingris Raya,
Kanada, Australia dan Jepang. Paving block di eropa mengalami perkembangan yang
signifikan karena berhasil menghilangkan material dari yang tradisional menjadi
bentuk disain dan spesifikasi. Oleh karena itu mulai banyak dilakukan penelitian
mengenai teknologi, disain dan konstruksi paving block. Pengaplikasian paving block
telah beragam tidak hanya untuk jalan, tetapi untuk area industry seperti kontainer
depot, pertambangan, pelabuhan.
Paving blok adalah batu cetak yang berasal dari campuran bahan bangunan
berupa pasir dan semen PC dengan perbandingan campuran tertentu, yang mempunyai
beberapa variasi bentuk untuk memenuhi selera pemakai. Penggunaan paving blok ini
disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, misalnya saja untuk halaman rumah tentu
berbeda dengan jalan maupun halaman parkir, karena mutu paving yang digunakan
berbeda. Untuk jalan atau halaman parkir mutu paving yang digunakan lebih baik
dibanding dengan halaman rumah karena muatan yang bekerja tidak sama.
Banyak alasan kenapa orang suka menggunakan paving blok, misalnya saja saat
siang hari halaman yang menggunakan paving blok tetap lebih nyaman (tidak terlalu
panas) bila dibandingkan dengan halaman yang menggunakan aspal atau cor beton.
Paving blok mempunyai beberapa variasi bentuk yang indah, pemasangan dan
perawatannya pun juga sangat mudah. Selain itu paving blok juga dapat diproduksi
sendiri dengan mudah.
Paving Block adalah solusi terbaik untuk lahan resapan saat hujan dan banjir..
Pemasangan dengan motif yang baik akan menambah keindahan bangunan
sekitarnya. Paving block diproduksi dengan warna natural, reguler (merah, hitam) dan

3
warna khusus (hijau, kuning, biru). Tersedia berbagai model, warna dan ukuran Paving
Block Dengan pola dan pemasangan yang baik, Paving Block berkualitas akan lebih
tambah menarik dan rapi. Tersedia banyak disain pemasangan paving block yang
menarik.

1.1.2 Jenis-Jenis Paving Block


Paving block secara umum,mempunyai 2 macam ketebalan yaitu ada yang tebal
6 cm dan ketebalan 8 cm. Dan seperti bahan material lainnya, semakin tebal paving
maka harga pun semakin mahal. Adapun jenis – jenis paving block yang ingin kami
sampaikan adalah sebagai berikut:

1. Paving Type Cacing


Paving type cacing ini juga termasuk paling banyak penggunaaanya dan
banyak juga kita temui di sekitar kita, karena bentuknya yang unik dan
menarik.Pola pemasangannya hampir sama dengan pola bata, hanya saja
tidak dapat di padukan dengan type lain.

2. Paving type Trihek


Paving trihex merupakan type yang rumit, dalam pemasangannya paving
type trihek ini hanya bisa dipasang dengan satu pola saja, selain itu pola
yang dapat digunakan yaitu dengan pola warna.Karena kerumitan dan
keunikannya, tentu saja harga dari jenis paving block ini bisa dikatakan
cukup mahal. Namun hasil dan pemandangannya tentu tidak akan
mengecewakan anda.

3. Paving Type Bata


Paving type ini paling banyak digunakan oleh para pemborong, kontraktor,
dan developer lainnya, karna selain mudah dalam pemasangannya, paving
type ini merupakan type yang lebih murah dan praktis. Dan kita pun akan
lebih banyak melihat paving block type bata dibanding yang lainnya.

4
4. Paving Type Exagon Segi Enam
Paving Exagon Segi Enam, bentuknya segi enam dan melingkar, Ditambah
dengan banyaknya pola warna, paving ini bisa menambah nilai seni dalam
lingkungan. paving type ini sering digunakan pada wilayah pemukiman
hijau dan lingkungan pertamanan.

5. Paving Type Exagon Segi Delapan


Jenis Paving block yang ini bisa disebut jenis yang unik. Paving exagon
segi delapan, hampir sama dengan paving segi enam, hanya saja ada
penambahan dua sisi pada paving tersebut, sehingga bentuknya polos
hampir terlihat seperti lingkaran.Sehingga orang sering kali mengira bahwa
ini adalah paving block denga bentuk lingkaran.

6. Paving Topi Uskup


Paving type ini biasanya hanya digunakan sebagai pengunci dibagian sisi
pemasangan paving block type bata. Karena penguncian dengan paving
dengan topi uskup ini lebih kuat dibandingkan penguncian secara langsung
( tanpa menggunakan topi uskup). Sehingga jenis paving block ini sering
digunakan, akan tetapi hanya dengan kuantitas yang sangat kecil.

1.2 Nama Perusahaan


Perusahaan ini bernama “UD. Ping Paving” dimana nama ini diambil dari produk
paving yang kami produksi.

1.3 Lokasi Perusahaan


Perusahaan UD. Ping Paving ini berlokasi di Abianbase

5
1.4 Visi dan Misi
a. Visi
Menggembangkan sumber daya manusia dan budaya berbisnis yang berkinerja
tinggi demi untuk mendapatkan hasil produksi terbaik dan berkualitas.
Sehingga UD. Ping Paving menjadi penyedia paving sesuai kebutuhan anda.

b. Misi
 Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan produk yang
berkualitas dan pelayanan yang nyaman dan memuaskan.
 Menjaga dan terus berusaha untuk mendapatkan kualitas produk yang
terbaik
 Melayani costumer dengan baik dan senantiasa menjaga hubungan baik
dengan costumer.

1.5 Strategi Pemasaran


Strategi pemasaran mempunyai peran yang sangat penting untuk keberhasilan
usaha dan untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui produk yang diharapkan
dapat memberikan manfaat bagi konsumen , selain itu strategi pemasaran ditunjukkan
untuk meningkatkan keuntungan perusahaan UD. Ping Paving. Berikut ini merupakan
strategi pemasaran UD. Ping Paving, yaitu :

6
a. Segmentasi Pasar
Segmentasi adalah mengidentifikasi dan menganalisis para pembeli di
pasar serta menganalisa perbedaan antara pembeli di pasar. Segmentasi pasar
berdasarkan katergori penggunaan diantaranya segmentasi geografis,
segmentasi demografis, segmentasi psikografis, dan segmentasi perilaku.
Pemasaran produksi paving block UD. Ping Paving di seluruh Bali.
Tetap mengicar kalangan masyarakat menengah ke bawah dan menengah ke
atas atau di semua kalangan tanpa membatasi usia, jenis kelamin, ataupun hasil
pendapatan kerja calon pembeli sebagai segmen pasarnya. Calon pembeli
genteng datang langsung ke tempat produksi, memilih barang, membayar, lalu
paving block yang sudah dipilih di kirim ke tempat pembeli.
b. Targeting (Target Sasaran)
Targeting merupakan proses mengevaluasi segmen pasar dan
memusatkan upaya pemasaran dari berwirausaha. Selain itu, dalam target pasar
yang akan dilayani dari usahawan, sasaran pasar perlu ditetapkan terlebih
dahulu agar strategi dan program pemasaran lebih terarah. Target pemasaran
dalam usaha harus mengidentifikasi pelanggan atau konsumen yang dapat
dilayani secara tepat, efektif, dan efisien.
Target pemasaran produksi paving block UD. Ping Paving dikirim
secara langsung ke tempat pembeli , selain itu kami juga memasarkan dengan
melakukan penawaran di toko-toko bangunan di Bali, dan memanfaatkan
kemajuan teknologi informasi dengan memasarkannya melalui media social.
c. Positioning (Posisi)
Positioning adalah merancang atribut-atribut fungsional dan non
fungsional produk yang ditawarkan perusahaan sesuai dengan pandangan
relatif konsumen dan berbeda terhadap produk pesaing. Maka positioning
mengacu dalam persepsi pelanggan atau konsumen dari produk atau merek
yang menempati di pasar tertentu. Selain itu, strategi positioning memainkan
peran yang sangat penting untuk menciptakan persepsi merek oleh masyarakat
dalam promosi.

7
Faktor utama dalam positioning dan target dari UD. Ping Paving
adalah harus diperhatikan faktor fungsional yang tercemin dalam bentuk-
bentuk pola paving block yang berbeda-beda. Faktor lain adalah faktor
emosional. Faktor emosional ini tercemin dalam bentuk-bentuk desain paving
block. Karena itu, UD. Ping Paving memposisikan diri sebagai usaha yang
mengerti kebutuhan calon pembeli kalangan menengah ke bawah dan
menengah ke atas atau di semua kalangan tanpa batas usia dan jenis kelamin.
Selain itu posisi pemasaran produksi paving block mulai dari halaman rumah,
halaman sekolah, halaman kantor, gang kecil, shortcut, dll.

1.6 Target dan Sasaran dalam Pemasaran Paving Block


Dalam menentukan target pasar, perusahaan harus melakukan beberapa survey
untuk mengetahui keadaan pasar supaya proses pemasaran tepat sasaran. Manfaat
target pasar yaitu untuk mengembangkan posisi produk dan strategi pemasaran,
memudahkan penyesuaian produk yang dipasarkan dan strategi pemasaran yang
dijalankan (harga yang tepat, saluran distribusi yang efektif, promosi yang tepat)
dengan target pasar. Adapun yang menjadi target atau sasaran dalam pemasaran paving
block UD. Ping Paving adalah kalangan menengah ke bawah dan kalangan menengah
ke atas atau semua kalangan terutama pihak kontraktor yang memerlukan paving block
untuk proyeknya.

1.7 Analisa SWOT


Setiap usaha yang akan dibangun harus memilik analisa SWOT untuk
perusahaan itu sendiri. Berikut ini analisis SWOT untuk UD. Ping Paving produksi
paving block yang dirintis dan berkembang, meliputi :

a. Strength (Kekuatan)
Strength adalah sesuatu yang dapat mendukung kekuatan untuk
mencapai sasaran usaha. Dalam usaha produk paving block UD. Ping Paving
memiliki keunggulan-keunggulan yang mampu bersaing sehat dengan
pengusaha lainnya. Berikut ini kekuatan dari usaha produksi paving block
beliau, meliputi :

8
 Memberikan kualitas baik.
 Pemilihan material terpilih atau unggulan.
 Menggunakan alat cetak yang terbuat dari besi.
 Penyediaan tenaga ahli pembuatan paving block tidak sembarangan.
 Penyediaan jasa pengiriman paving block.
 Fasilitas tempat pembuatan paving block memadai.
b. Weakness (Kelemahan)
Weakness adalah sesuatu yang membatasi atau menghambat
kemampuan dalam mencapai sasaran usaha. Berikut ini kelemahan dari usaha
produksi paving block UD. Ping Paving :
 Masih mengandalkan tenaga surya atau terik matahari untuk
penjemuran paving block.
 Terkendala oleh musim dan cuaca yang tidak menentu.
 Masih mengandalkan tenaga tradisional.

c. Oppurtunities (Peluang)
Oppurtunities merupakan peluang usaha tersebut dan peluang usaha
lainnya yang dapat dikaitkan, dan mendapatkan keuntungan lebih dari usaha
tersebut. Berikut ini peluang dari usaha produksi paving block UD. Ping
Paving adalah terdapat banyak proyek pembangunan yang membutuhkan
paving block dalam skala besar.
d. Threaten (Ancaman)
Threaten adalah suatu usaha yang dapat mengancam dan
membahayakan kegiatan usaha. Berikut ini ancaman dari usaha produksi
paving block UD. Ping Paving, meliputi:
 Semakin banyak perusahaan yang menawarkan paving block.
 Semakin banyak jenis paving block yang ada.
 Kualitas pesaing yang semakin meningkat.

9
BAB II
RENCANA USAHA

2.1 Biaya Investasi Paving Block


Perhitungan biaya sarana, prasarana, dan penujang usaha paving block. Berikut
ini merupakan harga dan biaya perhitungan untuk investasi paving block , yaitu :

Tabel 2.1 Biaya Investasi Paving Block


No Keterangan Harga
1 Biaya Bangunan
a. Kantor Rp 15,000,000.00
b. Gudang Rp 25,000,000.00

2 Biaya Peralatan
a. Mesin Pres Paving Segi Enam Rp 9,500,000.00
b. Mesin Pres Paving Segi Empat Rp 65,000,000.00
c. Skop (5) Rp 250,000.00
d. Cangkul (5) Rp 600,000.00
e. Mobil pick up Rp 150,000,000.00
f. Truk Rp 250,000,000.00

Total Kebutuhan Investasi Paving Block Rp 515,350,000.00

Modal Bank 70% Rp 360,745,000.00


Sumber: Hasil Analisis

Tabel 2.2 Tabel Biaya Operasional (Upah Tenaga Kerja)


No. Keterangan Banyak Harga Total
1 Bagian Pemasaran 1 Rp 2,300,000.00 Rp 2,300,000.00
2 Bagian Akuntansi 1 Rp 2,300,000.00 Rp 2,300,000.00
3 Pekerja 10 Rp 1,820,000.00 Rp 18,200,000.00
Total Oprasional Perbulan Rp 22,800,000.00
Total Oprasional Pertahun Rp 273,600,000.00
Sumber: Hasil Analisis

10
Tabel 2.3 Biaya Lainnya

NO KETERANGAN HARGA TOTAL


1 Air Rp 50,000 Rp 350,000
2 Listrik Rp 800,000 Rp 800,000
3 Pajak 0,5% Pertahun Rp 1,489,680.00 Rp 1,489,680.00
Total Perbulan Rp 1,150,000.00
Total Pertahun Rp 15,289,680.00
Sumber: Hasil Analisis

2.2 Harga Jual Paving Block


Dalam menentukan harga jual, harus diperkirakan laba untuk penjualannya.
Dalam hal ini, ditetapkan laba sebesar 20% dari harga pokok produksi untuk 1 pcs
paving block. Berikut ini disajikan harga jual untuk 1 pcs paving block, yaitu :

Tabel 2.4 Harga Jual Paving Block

Laba (per Harga jual (per 1


NO Jenis Paving Persentase Laba (%)
pcs) pcs)

1 Paving Hexagon 20 Rp 741.40 Rp 3,707.00

2 Paving Trihex 20 Rp 500.00 Rp 2,500.00

2.3 Target Penjualan Paving Block


Penjualan paving block pada “UD. Ping Paving” ditargetkan per-bulannya
adalah sebagai berikut:

11
Tabel 2.5 Target Penjualan Paving Block

TARGET HARGA JUAL


NO KETERANGAN TOTAL
PER BULAN PER 1 PCS

1 Paving Hexagon 5000 Rp 3,707.00 Rp 18,535,000.00

2 Paving Trihex 5000 Rp 2,500.00 Rp 12,500,000.00

Target Penjualan Perbulan Rp 31,035,000.00


Target Penjualan Pertahun Rp 372,420,000.00
Sumber: Hasil Analisis
2.4 Analisis Kelayakan
Analisis kelayakan usaha diperhitungkan untuk mengetahui kelayakan dari
usaha yang dibangun. Kelayakan usaha pada usaha paving block ini dihitung dengan 2
metode yaitu NPV dan BCR. Dalam perhitungan digunakan tabel factor bunga
majemuk compound interest factor dengan suku bunga (i) = 7% yang dapat dilihat pada
lampiran. Perhitungan analisis kelayakan pada masing-masing metode dapat dilihat
sebagai berikut:

2.4.1 Sistem Pengembalian Pinjaman ke Bank


Pengembalian dana ke Bank dilalukan selama 10 tahun dari awal peminjaman
modal. Pembayaran pinjaman ke bank per-tahun dapat dilihat pada perhitungan
berikut:

12
Perhitungan:
𝐴𝑃 = Pembayaran per − tahun

𝐴𝑃 = P (A⁄P 𝑖, n)

𝐴𝑃 = 360.745.000 (A⁄P 12,10)

𝐴𝑃 = 360.745.000 (5,6502)

𝐴𝑃 = Rp. 2.038.281.399

2.4.2 Biaya Pengeluaran


Pengeluaran yang diperhitungkan adalah pengeluaran selama 10 tahun dari
awal pembayaran pinjaman bank. Adapun perhitungannya dapat dilihat sebagai
berikut:

Keterangan:

𝑃0 = 𝑅𝑝. 154.605.000 (𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖)

𝐴 = 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟 − 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

𝐴 = 𝐴𝑝 + 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 + 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑙𝑎𝑡


+ 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 − 𝑙𝑎𝑖𝑛

𝐴 = Rp. 2.038.281.399 + 𝑅𝑝. 309.600.000 + 𝑅𝑝. 8.400.000


+ 𝑅𝑝. 15.289.680

𝐴 = 𝑅𝑝 416.046.934

13
Perhitungan :

𝑃
𝑃𝑜𝑢𝑡𝑐𝑜𝑚𝑒 = 𝑃0 + 𝐴 ( , 𝑖, 𝑛)
𝐴

𝑃
𝑃𝑜𝑢𝑡𝑐𝑜𝑚𝑒 = 𝑅𝑝. 154.605.000 + 𝑅𝑝. 2.038.281.399 ( , 12,10)
𝐴

𝑃𝑜𝑢𝑡𝑐𝑜𝑚𝑒 = 𝑅𝑝. 154.605.000 + 𝑅𝑝. 2.038.281.399 (5,6502)

𝑃𝑜𝑢𝑡𝑐𝑜𝑚𝑒 = 𝑅𝑝. 154.605.000 + 𝑅𝑝. 1.319.644.371.1

𝑃𝑜𝑢𝑡𝑐𝑜𝑚𝑒 = 𝑅𝑝. 1.474.249.371

2.4.3 Biaya Pemasukan


Biaya pemasukan yang didapat diasumsikan merata per-tahunnya. Perhitungan
biaya pemasukan ini hanya dihitung pendapatan beton ready mix selama 10 tahun dari
awal peminjaman modal.

𝑃
𝑃𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 = 𝐴𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 ( , 𝑖, 𝑛)
𝐴
𝑃
𝑃𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 = Rp 372.420.000 ( , 12,10)
𝐴
𝑃𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 = Rp 372.420.000 (5,6502)
𝑃𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 = Rp 2.104.247.484 Metode NPV

14
Berikut ini adalah perhitungan kelayakan usaha dengan menggunakan metode
NPV yaitu sebagai berikut:

NPV = Pincome − Poutcome


NPV = Rp 2.104.247.484 − Rp 1.474.249.371
NPV = Rp 629.998.113
NPV > 0
Karena NPV lebih besar dari 0 maka investasi tersebut layak.

2.4.4 Metode BCR


Berikut ini adalah perhitungan dengan menggunakan metode BCR yaitu sebagai
berikut:

Pincome
BCR =
Poutcome

Rp 2.104.247.484
BCR =
Rp 1.474.249.371

BCR = 1,42

BCR ≫ 1

Karena BCR lebih besar dari 1 maka investasi tersebut layak.

15
BAB III
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
3.1 Struktur Organisasi
Pada suatu pencapaian tujuan organisasi perusahaan, diperlukan suatu struktur
organisasi yang mana orang dikoordinasikan tersusun dari sejumlah subsistem yang
saling berhubungan dan bekerjasama atas dasar pembagian tugas dan wewenang serta
mempunyai tujuan tertentu.
Pada struktur organisasi UD. Ping Paving menerapkan organisasi garis. Pada
organisasi ini garis kekuasaan dan tanggung jawab terletak pada masing – masing
bagian yang ada dalam perusahaan UD. Ping Paving. Berikut adalah gambar struktur
organisasi UD. Ping Paving:

Struktur Organisasi UD. Ping Paving

Pemilik Perusahaan : Komang Hardi Hantika.

Bagian Akuntansi : Dewa Ayu Sulistya Dewi.

Bagian Pemasaran : I Made Saka Bagaskara.

16
Berikut adalah keterangan struktur organisasi UD. Ping Paving:

1. Pemilik Perusahaan
a. Bertanggung jawab kepada karyawan
b. Membuat rencana pengembangan dan usaha perusahaan dalam jangka pendek dan
jangka panjang.
c. Memberi laporan pertanggungjawaban kepada rapat umum pemegang saham
(RUPS) bertanggung jawab penuh atas tugasnya untuk kepentingan perusahaan
dalam mencapai maksud dan tujuan.
d. Mengawasi serta mengurus kekayaan perusahaan, menandatangani permintaan
pengeluaran kas yang jumlahnya besar dan sifatnya penting, menetapkan
pencapaian tujuan untuk jangka panjang, mengambil keputusan dan strategi
perusahaan.
2. Bagian Pemasaran
a. Merencanakan dan merumuskan kebijakan strategi yang menyangkut pemasaran.
b. Memonitoring dan mengarahkan proses – proses di seluruh devisi direktorat
pemasaran.
c. Memberikan masukan pada direktur umum dalam memutuskan hal – hal yang
berkaitan dengan pemasaran.
3. Bagian Akuntansi
a. Mengatur keluar masuknya keuangan perusahaan.
a. Bertanggungjawab pada urusan piutang, utang, penagihan, dan pembukuan.
b. Memeriksa kebenaran penulisan dan perhitungan kwitansi dan surat jalan, dan
memeriksa limit piutang dari setiap perusahaan.
Pada susunan dibawahnya ada staf – staf dan para pekerja, semua karyawan hanya
melaksanakan tugas dari masing – masing bagian sesuai pesanan.

17
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Dari analisis studi kelayakan Bussines Plan paving diatas, dapat disimpulkan bahwa :

1. Analisis Menggunakan metode NPV > 0, Berarti Bussines Plan paving tersebut layak.
2. Analisis menggunakan metode BCR > 1, Berarti Bussines Plan paving tersebut layak

4.2 Saran
Untuk Menyempurnakan hasil penulisan ini, perlu dilengkapi dengan studi kelayakan
pemasaran, studi kelayakan teknis dan studi kelayakan ekonomi menggunakan data nyata (real)

18
19