Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, umumnya akibat pecahnya

pembuluh darah ke otak atau karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga

pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang (WHO,2014). WHO memprediksi

angka kejadian stroke di daerah Eropa meningkat setiap tahunnya pada tahun 2000

diperkirakan 1,1 juta pertahun namun terjadi peningkatan sebesar 1,5 juta pertahun

pada tahun 2025 (WHO,2014). Indonesia sendiri pada tahun 2018 dalam riset

kesehatan dasar (RIKESDAS) menyatakan bahwa angka kejadian stroke dari tahun

2013 – 2018 mengalami peningkatan prevalensi sebesar 10,9 permil dibandingkan pada

tahun 2013 sebesar 7 permil. (KemenKes,2018).

Penangan stroke iskemik atau tipe sumbatan terdapat beberapa terapi yang biasa

digunakan. 1. Fibrinolitik/ trombolitik (rtPA/recombinant tissue plasminogen

activator) intravena. 2. Antikoagulan. 3. Antiplatelet. 4. Antihipertensi. 5. Obat

neuroprotektif (Presley,2012).

Penulis saat ini fokus terutama pada terapi antiplatelet yaitu pada aspirin dan

clopidogrel. Belakangan ini terdapat kontroversi antara clopidogrel dan aspirin dalam

penanganan terapi stroke iskemik. Salah satu jurnal yang membahas bahwa clopidogrel

lebih utama dibandingkan dengan aspirin adalah jurnal AHA 2018 yang ditulis oleh

Fang Chi,etc, dalam jurnalnya dikatakan bahwa klopidogrel lebih atas dibandingkan

dengan aspirin (Fang Chi etc, 2018). Studi lain menunjukkan pemberian aspirin sendiri
tidak lebih baik dibandingkan dengan pemberiam dua antiplatelet yaitu klopidogrel dan

aspirin. Klopidogrel tetap menjadi pilihan yang superior dibandingkan dengan aspirin

atau aspilet (Wangqin etc, 2017)

Islam merupakan agama yang syamil mutakamil, agama yang sempurna dan

menyuluruh yaitu tidak hanya mengatur tentang agama saja namun mengatur tentang

hubungan manusia ke manusia serta lainnya, seperti kesehatan. Dalam islam kesehatan

menempati urutan ke dua setelah iman.

Sakit sendiri menurut islam adalah berkurangnya fungsi normal tubuh karena

adanya gangguan. Sakit sendiri dapat terjadi pada di seluruh tubuh atau sebagiam dari

bagian tubuh, sakit juga terkadang memerlukan waktu tertentu, ada yang lama da nada

yang waktu sebentar.

Islam merupakan agama yang sempurna, sampai untuk masalah berobat diatur

didalamnya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah “Setiap penyakit ada obatnya”

yang diperjelas dengan hadits "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat

dan menjadikan bagi setiap penyakit obatnya, maka berobatlah kamu, tapi janganlah

berobat dengan yang haram" (HR. Abu Dawud).

Berdasarkan dari hadits di atas, bahwa setiap manusia terutama umat muslim agar

berobat ketika sedang sakit atau ketika telah terdapat gejala yang dirasakan. Hal itu

menjelaskan bahwa setiap manusia yang sedang ditimpa penyakit atau musibah agar

bersabar dan tawakal dalam menjalankannya yang di perjelas dengan ayat Alquran

yang memiliki arti “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan

sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan


berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”(Q.s. al-Baqarah (2) :

155).

Berdasarkan uraian diatas penulis membahas masalah “Efektivitas CPG

Dibandingkan Dengan Aspilet Pada Pasien Stroke Iskemik Ditinjau Dari Kedokteran

dan Islam.

1.2 Permasalahan

Berdasarkan uraian diatas maka timbul beberapa permasalahan, yaitu :

1. Bagaimana efektivitas CPG dibandingkan dengan aspilet sebagai terapi stroke

iskemik dari sudut pandang kedokteran ?

2. Bagaimana efek samping obat CPG?

3. Bagaimana pandangan Islam terhadap berobat?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari skripsi ini adalah:

1.3.1 Tujuan Umum


Mendapatkan pengetahuan tentang efektivitas CPG dalam terapi stroke Iskemik
dari Kedokteran dan Islam

1.3.2 Tujuan khusus


1. Mengetahui dan dapat menjelaskan mekanisme CPG sebagai terapi stroke

iskemik.

2. Mengetahui dan dapat menjelaskan efektivitas CPG dibandingkan dengan

aspilet sebagai terapi stroke iskemik dari sudut pandang kedokteran.

3. Mengetahui dan dapat menjelaskan pandangan Islam tentang penyakit

kronis.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun beberapa hal yang diharapkan dari penulisan skripsi ini adalah:

1. Bagi Penulis

a. Memenuhi salah satu persyaratan kelulusan sebagai dokter muslim di

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

b. Menambah pengetahuan mengenai stroke iskemik

c. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam menulis ilmiah dan

berpikir logis serta aplikatif dalam memecahkan masalah ilmiah

d. Menambah pengetahuan mengenai hukum Islam dalam penerapannya

di bidang kedokteran sehingga mendukung terciptanya dokter muslim

yang baik

2. Bagi Masyarakat

a. Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penerapan obat

CPG dalam masyarakat.

b. Diharapkan dapat menambah wawasan mengenai obat CPG.

3. Bagi Universitas YARSI

Diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi civitas akademika


universitas YARSI dan memperkaya perbendaharaan karya tulis di
universitas YARSI.