Anda di halaman 1dari 9

SYARIAT ISLAM DALAM KELUARGA BERENCANA

BAB I
PENDAHULUAN
Dewasa ini banyak sekali masyarakat yang ingin memiliki keluarga yang sejahtera. Salah
satu cara yang mereka tempuh itu dengan memperkecil jumlah anak sehingga mereka merasa
cukup dan sejahtera dengan keluarga kecil mereka. Adapun faktor ekonomi yakni banyak
masyarakat yang merasa jika banyak anak maka kebutuhan ekonomi mereka meningkat
sehingga mereka harus bekerja keras lagi. Maka dari itu mulai muncul anggapan orang untuk
melakukan program keluarga berecana yang memang merupakan salah satu program
pemerintah.
Keluarga berencana merupakan suatu proses pengaturan kehamilan agar terciptanya
suatu keluarga yang sejahtera. Adapun menurut Undang Nomor 52 Tahun 2009 pasal 1 tentang
Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebutkan bahwa Keluarga
Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur
kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk
mewujudkan keluarga berkualitas.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 pasal 1 ayat 12
tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera menyebutkan
bahwa Keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat
melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,
peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.
Namun dalam islam , keluarga berencana menjadi persoalan yang polemik karena ada
beberapa ulama yang menyatakan bahwa keluarga berencana dilarang tetapi ada juga ayat al-
qur’an yang mendukung program keluarga berencana . Dalam al-qur’an dicantumkan beberapa
ayat yang berkaitan dengan keluarga berencana, diantaranya:

1
ً‫ً يً مً لفً ذتيً اولً ا للذ لوًً يً اولولً كً لوً سً يدً اد‬
ً‫نً لً وً تًرً اونً مً نً لخًً هفًً مً ذً ذيرًً ةً ضً افاعً اوفاخً لع‬
ً‫لوًً يً خً شً ا ذ يل‬
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang
mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh
sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar”.(Qs.An-Nisa : 9 )

ً ‫اً ً اع مً ً ً أ اً ا اً ً رً ً لًوً اوً ً ياًً مً اإ ً ذ‬


ً ً ً ‫ً و ً ن و فً ا‬
ً ً ‫ً ن‬ ً‫ً ً ً لًً تً ً أ مم ً وً ً ا ع‬
ً‫ال‬
ً‫وً وً ذ يً ا ا ً ل ً ً ا اً ً اوً ً يا‬
‫إ‬
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-
Kulah kembalimu.”(Qs.Lukman : 14)

ً ً‫ً نً كم أ حً ً نً ا ذ لً لاً يً مً ً وً لً تً غبًً الً فً ً ا د‬


ً‫رً ا لًً خًرً ةً ً وً لً نتً سً نً ً ي بً مً مً نً ا نامً ايً ً وًأ ح‬
‫اوً ً غتًً ايمفً تً كً ا ذ لً ا ااذ‬
‫إ‬
ً‫ً م الً ً فً ً يدً ن‬
ً ً‫ا ً لأ رً ً ً ا اذ ا للذ ل‬
‫إ‬
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat
baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah
kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan”.(Qs.Al-Qashash: 77)
Ayat-ayat al-quran diatas menunjukan bahwa islam mendukung adanya keluarga
berencana karena dalam QS. An-Nissa ayat 9 dinyatakan bahwa “hendaklah takut kepada Allah
orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah”. Anak
lemah yang dimaksud adalah generasi penerus yang lemah agama, ilmu, pengetahuan sehingga
KB menjadi upaya agar mewujudkan keluarga yang sakinah.

2
BAB II
TUJUAN
1. Memberikan panduan bagi tenaga kesehatan mengenai informasi edukasi persoalan
keluarga berencana dan kontrasepsi yang sesuai dengan pandangan hukum islam
2. Mendiskripsikan keluarga berencana secara umum, medis dan pandangan islam
3. Mendeskripsikan hukum keluarga berencana
4. Menjelaskan program keluarga berencana yang diperbolehkan dalam islam

BAB III
PEMBAHASAN
Pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana (KB), secara prinsipil dapat
diterima oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang
berkualitas dan melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam
yaitu mewujudkan kemaslahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat
yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB yang
dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan lagi
kebolehan KB dalam Islam.
Selain hukum islam yang mendukung keluarga berencana, ada para ulama yang
menafsirkan larangan keluarga berencana seperti yang tercantum dalam QS. Al-An’am : 151
Untuk memperjelas lagi, berikut ada hadist nabi

ً‫ً ً ايً اء خً ً ء مً نً اً اً تً دً رً ً ً اع ا‬
ً‫)قفتم يلع ) ةً لً تً ً فً فً وً اً ال اذ اً ناًً مً تً دً رً وً رً ً مً ػا‬
“Sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan
dari pada meninggalkan mereka omenjadi beban atau tanggungan orang banyak.”
Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah
tangga selagi keduanya masih hidup, jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi
orang lain (masyarakat). Dengan demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya direncanakan
dan amalkan sampai berhasil.
3
Keluarga berencana menjadi persoalan yang polemik karena ada beberapa ulama yang
menyatakan bahwa keluarga berencana dilarang tetapi ada juga ayat al-qur’an yang
mendukung program keluarga berencana. Dalam al-qur’an dicantumkan beberapa ayat yang
berkaitan dengan keluarga berencana, diantaranya :

ً‫ً يً مً لفً ذتيً اولً ا للذ لوًً يً اولولً كً لوً سً يدً اد‬
ً‫خً شً ا ذ يلً نً لً وً تًرً اونً مً نً لخًً هفًً مً ذً ذيرًً ةً ضً افاعً اوفاخً لع‬
ً‫لوًً ي‬
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang
mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh
sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar”.(Qs.An-Nisa : 9 )

ً ً ً ً‫اع مً ً ً أ اً ا اً ً رً ً لًوً اوً ً ياًً مً ا ً ذ ال‬


ً ً‫ا اً ً اوً ً ياًً ً ً لًً تً ً أ مم ً وً ً ا عً ً وً ً نن وً فً ً ا ً ا‬
ً ً ً‫وً وً ذ يً ا ال‬
‫إ‬ ‫إ‬
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-
Kulah kembalimu.”(Qs.Lukman : 14)

ً ً‫ً نً كم أ حً ً نً ا ذ لً لاً يً مً ً وً لً تً غبًً الً فً ً ا د‬


ً‫ا ذ لً ا ااذ رً ا لًً خًرً ةً ً وً لً نتً سً نً ً ي بً مً مً نً ا نامً ايً ً وًأ ح‬
ً‫اوً ً غتًً ايمفً تً ك‬
‫إ‬
ً‫ً م الً ً فً ً يدً ن‬
ً ً‫ا ً لأ رً ً ً ا اذ ا للذ ل‬
‫إ‬
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat
baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah
kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan”.(Qs.Al-Qashash: 77)
Ayat-ayat al-quran diatas menunjukan bahwa islam mendukung adanya keluarga
berencana karena dalam QS. An-Nissa ayat 9 dinyatakan bahwa “hendaklah takut kepada Allah
orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah”. Anak

4
lemah yang dimaksud adalah generasi penerus yang lemah agama , ilmu , pengetahuan
sehingga KB menjadi upaya agar mewujudkan keluarga yang sakinah.
Pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana, secara prinsipil dapat diterima
oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan
melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu
mewujudkan kemaslahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat yang
dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB yang dapat
melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan lagi kebolehan KB
dalam Islam.
Para ulama yang membolehkan KB sepakat bahwa Keluarga Berencan (KB) yang
dibolehkan syari`at adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan kelahiran atau usaha
pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami-isteri karena situasi dan kondisi
tertentu untuk kepentingan (maslahat) keluarga. Dengan demikian KB disini mempunyai arti
sama dengan tanzim al nasl (pengaturan keturunan). Sejauh pengertiannya adalah tanzim al
nasl (pengaturan keturunan), bukan tahdid al nasl (pembatasan keturunan) dalam arti
pemandulan (taqim) dan aborsi (isqot al-haml), maka KB tidak dilarang. Kebolehan KB dalam
batas pengertian diatas sudah banyak difatwakan, baik oleh individu ulama maupun lembaga-
lembaga ke Islaman tingkat nasional dan internasional, sehingga dapat disimpulkan bahwa
kebolehan KB dengan pengertian batasan ini sudah hampir menjadi Ijma`Ulama. MUI (Majelis
Ulama Indonesia) juga telah mengeluarkan fatwa serupa dalam Musyawarah Nasional Ulama
tentang Kependudukan, Kesehatan dan Pembangunan tahun 1983. Betapapun secara teoritis
sudah banyak fatwa ulama yang membolehkan KB dalam arti tanzim al-nasl, tetapi kita harus
tetap memperhatikan jenis dan cara kerja alat/metode kontrasepsi yang akan digunakan untuk
ber-KB.
Untuk memperjelas lagi, berikut hadist nabi
“sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan
dari pada meninggalkan mereka omenjadi beban atau tanggungan orang banyak.”
Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah
tangga selagi keduanya masih hidup, jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi

5
Thank you for using PDFelement 6 Professional.

You can only convert up to 5 pages in the trial version.

To get the full version, please purchase the program here:

http://cbs.wondershare.com/go.php?pid=2990&m=db