Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MOBILISASI DINI PASCA OPERASI DI RUANG DAHLIA

BEDAH DALAM

OLEH :

1. ANASA CAHYA P 17.005


2. FREGY SOFYAN W 17.083

PROGRAM STUDI DIII AKPER YAKPERMAS

BANYUMAS TAHUN AKADEMI 2018/2019

SAP MOBILISASI DINI POST OPERASI

Pokok Bahasan : MOBILISASI DINI PASCA OPERASI DI RUANG


DAHLIA BEDAH DALAM
Sub Pokok Bahasan : mobilisasi dini pasca oprasi

Sasaran : Pasien yang sedang dirawat diruang dahlia rsud


banyumas dan keluarga pasien

Tempat : Ruang dahlia Bedah Dalam di RSUD Banyumas

Hari/Tanggal : Juma’t, 28 juni 2019


Waktu : Pukul 10:00-11:30 (30 menit)
Penceramah : Anasa Cahya P

A. Tujuan intruksional

1. Tujuan umum

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 30


menit diharapkan peserta mampu memahami
pentingnya mobilisasi dini post operasi

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta akan mampu :

1) Menjelaskan Pengertian mobilisasi dini post operasi

2) Menjelaskan Tujuan mobilisasi dini post operasi

3) Menjelaskan Macam-macam mobilisasi post operasi

4) Menjelaskan Rentang gerak dalam mobilisasi

5) Menjelaskan Manfaat mobilisasi dini

6) Kerugian bila tidak melakukan mobilisasi

7) Menjelaskan Tahap-tahap mobilisasi dini post


operasi

B. Metode Penyuluhan
1) Ceramah

2) Diskusi dan Tanya Jawab

3) Demonstrasi

C. Media dan Peralatan

1) Leaflet

2) Lembar Balik

D. Materi

Terlampir

E. Pengorganisasian
1) Presentator : Anasa Cahya P
2) Moderator : Fregy Sofyan W

F. Evaluasi

1) Jelaskan Pengertian mobilisasi dini post operasi

2) Sebutkan Tujuan mobilisasi dini post operasi

3) Sebutkan Macam-macam mobilisasi post operasi

4) Jelaskan Rentang gerak dalam mobilisasi

5) Jelaskan Manfaat mobilisasi dini

6) Apakah Kerugian bila tidak melakukan mobilisasi

7) Jelaskan Tahap-tahap mobilisasi dini post operasi

G.Kegiatan Penyuluhan

Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan peserta Metod Medi


Penyuluhan e a
Pembukaan 5 menit • Membuka dengan • Mendengarkan Ceramah -
salam
• Memperhatikan
• Memperkenalkan diri
• Menjawab
• Menjelaskan maksud
pertanyaan
dan tujuan penyuluhan
• Kontrak waktu

• Menggali pengetahuan
peserta sebelum
dilakukan penyuluhan

Penyajian 15 menit •Menjelaskan tentang: • Mendengarkan Ceramah Leaflet

1. Pengertian • Memberikan ,Tanya


Mobilisasi Dini Post tanggapan dan jawab
Operasi pertanyaan
2. Tujuan mengenai hal yang
Mobilisasi Dini kurang dimengerti
Post Operasi
3. Macam-Macam
Mobilisasi Post
Operasi
4. Rentang Gerak
dalam Mobilisasi
5. Manfaat
Mobilisasi Dini
6. Kerugian Bila Tidak
Melakukan
Mobilisasi
7. Tahap-Tahap
Mobilisasi Dini Post
Operasi
•Memberi kesempatan
untuk bertanya/diskusi
tentang materi
penyuluhan
Penutup 10 menit • Menggali • Men Ceramah Leaflet
pengetahuan peserta jawab ,Tanya
setelah dilakukan pertanyaan jawab
penyuluhan • Memberikan
• Menyimpulkan tanggapan balik
hasil kegiatan
penyuluhan
• Menutup dengan
salam
Lampiran 1

Materi Penyuluhan

a. Pengertian Mobilisasi Dini Post Operasi

Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang


dilakukan setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat
tidur sampai dengan bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar
mandi dan berjalan ke luar kamar (Brunner & Suddarth, 2010).
Menurut Carpenito (2011), Mobilisasi dini merupakan suatu
aspek yang terpenting pada fungsi fisiologis karena hal itu esensial
untuk mempertahankan kemandirian. Konsep mobilisasi dini
sebenarnya daalh untuk mencegah komplikasi paska operasi. Dari
Kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa mobilisasi dini
adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin
dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi
fisiologis.
Mobilisasi dini juga didefenisikan sebagai suatu pergerakan,
posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan pasien setelah
beberapa jam post/pasca operasi.

b. Tujuan Mobilisasi Dini Post Operasi

Beberapa tujuan dari mobilisasi menurut Susan J. Garrison


(2009), antara lain:
1. Mempertahankan fungsi tubuh

2. Memperlancar peredaran darah

3. Membantu pernafasan menjadi lebih baik

4. Mempertahankan tonus otot

5. Memperlancar eliminasi alvi dan urine

6. Mempercepat proses penutupan jahitan operasi


7. Mengembalikan aktivitas tertentu, sehingga pasien
dapat kembali normal dan atau dapat memenuhi
kebutuhan gerak harian.

c. Macam-Macam Mobilisasi

Menuruit Priharjo, 2012, mobilisasi dibagi menjadi dua yakni :

1. Mobilisasi secara pasif

Mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan


tubuhnya dengan cara dibantu dengan orang lain secara
total atau keseluruhan.
2. Mobilisasi secara aktif

Mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan tubuh


dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain.

d. Rentang Gerak Dalam Mobilisasi

Menurut Carpenito (2012) dalam mobilisasi terdapat tiga


rentang gerak yaitu :
1. Rentang gerak pasif

Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan


otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain
secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan
kaki pasien.
2. Rentang gerak aktif

Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi
dengan cara menggunakan otot-ototnya secara aktif misalnya
berbaring pasien menggerakkan kakinya.
3. Rentang gerak fungsional

Berguna untuk memperkuat otot-otot dan sendi dengan


melakukan aktifitas yang diperlukan.
e. Manfaat Mobilisasi Dini
1. Mencegah dan mengurangi Komplikasi
2. Mengurangi tekanan pada kulit
3. Meningkatkan kesegaran tubuh
4. Mencegah kekakuan sendi dan otot

f. Kerugian Bila Tidak Melakukan Mobilisasi

Berikut beebrapa kerugian bila tidak melakukan mobilisasi


post operasi :
1. Penyembuhan luka menjadi lama

2. Menambah rasa sakit

3. Badan menjadi pegal dan kaku

4. Kulit menjadi lecet dan luka

5. Memperlama perawatan dirumah sakit

g. Tahap-tahap Mobilisasi Dini

Menurut Kasdu (2012) mobilisasi dini dilakukan secara


bertahap berikut ini akan dijelaskan tahap mobilisasi dini antara
lain :
1. Setelah operasi, pada 6 jam pertama pasien harus tirah
baring dahulu. Mobilisasi dini yang bisa dilakukan adalah
menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan ujung jari kaki
dan memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit,
menegangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki
2. Setelah 6-10 jam, pasien diharuskan untuk dapat miring
kekiri dan kekanan mencegah trombosis dan trombo emboli
3. Setelah 2 hari pasien dianjurkan untuk dapat mulai belajar
untuk duduk sebanyak 2-3 kali elama10-15 menit
4. Setelah pasien dapat duduk, dianjurkan pasien belajar
berjalan.

Kebanyakan dari pasien masih mempunyai kekhawatiran


kalau tubuh digerakkan pada posisi tertentu pasca operasi akan
mempengaruhi luka operasi yang masih belum sembuh yang baru
saja selesai dikerjakan. Padahal tidak sepenuhnya masalah ini
perlu dikhawatirkan, bahkan justru hampir semua jenis operasi
membutuhkan mobilisasi atau pergerakan badan sedini mungkin.
Asalkan rasa nyeri dapat ditahan dan keseimbangan tubuh tidak
lagi menjadi gangguan.
DAFTAR PUSTAKA

Beyer , Dudes (2009). The Clinical Practice Of Medical Surgical Nursing


2nd: Brown Co Biston.
Potter & Perry. 20011. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2.
Jakarta : EGC.
Brunner&Suddarth. 2010. Keperawatan Medikal Bedah Vol 1. Jakarta: EGC