Anda di halaman 1dari 9

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR

RS ALI SIBROH MALISI


NOMOR :155/SK/RSASM/II/2019
TENTANG PANDUAN RE CALL ALAT KESEHATAN

PANDUAN
RECALL ALAT KESEHATAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.
Tersedianya fasilitas sarana kesehatan yang aman, akurat dan handal sangat
diperlukan untuk mendukung pelayanan medik prima kepada pasien dan
pengunjung RS Ali Sibroh Malisi. Fasilitas tersebut meliputi sarana gedung,
prasarana dan peralatan kesehatan. Peralatan kesehatan merupakan salah satu
faktor yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pelayanan
kesehatan kepada pasien dan pengunjung Rumah Sakit. Pelayanan kesehatan
yang berkesinambungan perlu didukung dengan peralatan yang selalu dalam
kondisi siap dan layak pakai serta dapat difungsikan dengan baik.
Setiap alat kesehatan yang dipergunakan sarana pelayanan kesehatan harus
dilakukan perencanaan dan pengadaan agar tersedianya sesuai dengan kebutuhan
dan harus dilakukan pengujian dan pemeliharaan untuk menjamin ketelitian dan
ketepatan serta keamanan penggunaan alat kesehatan. Sehubungan dengan
permasalahan diatas, perlu disusun panduan peralatan kesehatan.
B. Tujuan dan Sasaran.
1. Tujuan Umum
Agar peralatan kesehatan tersedia sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan
dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya untuk memberikan jaminan
keamanan dan keselamatan pasien, keluarga, petugas dan pengunjung
Rumah Sakit.
2. Tujuan Khusus
Agar pengelolaan peralatan kesehatan rumah sakit yang meliputi:
perencanan, pengadaan, uji coba peralatan kesehatan inventarisasi,
pemeliharan, serta terpenuhinya tenaga yang berkualifikasi untuk
melaksanakan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
3. Sasaran
1) Peralatan kesehatan yang dipergunakan dalam pelayanan kesehatan
2) Pengguna peralatan kesehatan
3) Pemelihara peralatan kesehatan
4) Pemasok peralatan kesehatan

C. Landasan Hukum

1. Undang- Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Undang- Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
BAB II
DEFENISI

1. Peralatan kesehatan adalah semua peralatan yang berfungsi untung menunjang


kegiatan medis
2. Perencanaan dan pengadaan peralatan kesehatan adalah tahapan dalam proses
pengadaan agar suatu peralatan kesehatan di Rumah Sakit sesuai dengan
permintaan dan kebutuhan
3. Uji coba peralatan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui apakah
peralatan kesehatan tersebut berfungsi sesuai spesifikasi yang ada
4. Inventarisasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui jumlah, jenis,
lokasi serta kondisi dari seluruh peralatan kesehatan yang ada di rumah sakit
5. Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan agar
peralatan keehatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya
6. Tenaga berkualifikasi adalah personel yang mempunyai kualifikasi / keahlian sesuai
bidang tugasnya.
BAB III
RUANG LINGKUP

A. Perencanaan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan.


a. Dalam kegiatan Perencanaan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan, Staf
medis fungsional mengajukan usulan kebutuhan pengadaan alat kesehatan.
b. Staf pelayanan medis (kepala instalasi, kepala perawatan, kepala pelayanan
medis) bersama staf medis fungsional yang mengusulkan melakukan analisa
kebutuhan alat kesehatan tersebut (kebutuhan / perkiraan jumlah pasien,
spesifikasi alat, evaluasi penggunaan alat sebelumnya).
c. Jika hasil analisa disimpulkan bahwa alat tersebut dibutuhkan maka kepala
instalasi / kepala pelayanan medis membuat permintaan alat kesehatan
menggunakan formulir permintaan alat kesehatan yang dibuat rangkap 2 (dua).
d. Jika terjadi kerusakan pada alat kesehatan yang sudah ada sebelumnya maka
analisa kerusakan alat dari teknisi alat kesehatan dilampirkan bersama formulir
permintaan alat kesehatan.
e. Formulir permintaan alat kesehatan diajukan ke Kasubid Penunjang Medis
untuk dianalisa ulang bersama teknisi alat kesehatan.

B. Uji Coba Peralatan Kesehatan.


a. Setiap peralatan kesehatan jenis / tipe baru yang belum pernah digunakan
dalam ruang lingkup Rumah Sakit sebelumnya harus melalui uji coba dan
evaluasi terlebih dahulu dengan melibatkan staf medis dan staf keperawatan
sebagai end-user
b. Untuk alat kesehatan dengan spesifikasi baru yang belum pernah dimiliki
sebelumnya diupayakan untuk dilakukan uji coba penggunaan alat di lapangan
untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan antara pihak rekanan alat
dengan end-user.
c. Hasil uji coba berupa rekomendasi pengembalian alat, ditandatangani oleh staf
medis / SMF dan kepala instalasi yang dilampirkan bersama formulir
permintaan alat kesehatan untuk dilanjutkan oleh direksi guna mendapatkan
persetujuan.

C. Inventarisasi Peralatan Kesehatan.


a. Kegiatan inventarisasi dilakukan secara berkala yang mencakup jenis, jumlah,
merk, type/model, serial number serta kondisi dari tiap tiap peralatan
kesehatan yang dimiliki Rumah Sakit
b. Data hasil inventarisasi digunakan sebagai dasar dalam pembuatan
perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan / penarikan
peralatan kesehatan
c. Inventarisasi dilaksanakan oleh bagian Penunjang Medis
BAB IV
TATA LAKSANA

Data atau hasil pemeliharaan yaitu dokumen yang berisi data yang berhubungan dengan
kegiatan pemeliharaan peralatan, meliputi :
1. Inventarisasi Peralatan
Inventarisasi peralatan ini berisi data yang berkaitan dengan aspek teknis setiap
type / model alat untuk nama dan merk alat yang sama, mencakup nama alat,
merk, model / type, nama perusahaan, operating manual dan service manual.
Inventarisasi peralatan guna kepentingan pemeliharaan alat dilakukan oleh
pengelola pemeliharaan dan ditinjau secara periodic, setahun sekali dan setiap ada
perubahan atau penambahan peralatan baru.
2. Kartu Pemeliharaan Alat
Kartu pemeliharaan adalah kartu yang dipasang / digantungkan pada setiap alat,
dengan maksud agar memudahkan kepada setiap petugas terkait untuk
mengetahui data mengenai suatu alat dan penanganan apa saja yang telah
dilakukan pada alat tersebut.
3. Catatan Pemeliharaan Alat
Catatan pemeliharaan alat berupa lembaran kartu yang disimpan pada urusan
administrasi teknis peralatan di unit kerja pemeliharaan / IPSRS, dengan maksud
agar memudahkan petugas administrasi teknis dan teknisi untuk mengetahui
data alat dan penanganan apa saja yang telah dilakukan alat tersebut.
4. Daftar Keagenan Peralatan
Keberadaan perusahaan yang mengageni suatu alat sangat diperlukan dalam
rangka pemeliharaan peralatan kesehatan. Agen peralatan bertanggung jawab
terhadap penyediaan suku cadang peralatan yang diageninya, sebagai realisasi
dari jaminan purna jual terhadap peralatan yang dijualnya. Untuk peralatan
tertentu yang tidak mampu dilaksanakan oleh teknisi Rumah Sakit, secara teknis
dan ekonomis pemeliharaannya lebih baik dilaksanakan langsung oleh perusahaan
yang mengageninya, sejauh dapat diproses sesuai dengan prosedur dan ketentuan
yang berlaku.
Daftar keagenan peralatan dapat memudahkan untuk mengetahui nama
perusahaan dan alamatnya yang menangani peralatan tertentu, sehingga apabila
alat mengalami suatu masalah, agen yang bersangkutan dapat dengan mudah
dimintakan bantuannya.
A. Pelaksanaan Pemeliharaan
Berdasarkan berbagai aspek yang meliputi volume pekerjaan, kemampuan teknisi,
tingkat teknologi peralatan, fasilitas kerja dan prosedur pembiayaan, maka
pelaksanaan pemeliharaan peralatan kesehatan di Rumah Sakit dapat dilakukan oleh
teknisi Rumah Sakit setempat dengan rujukan atau oleh pihak ke – 3.
a) Dilaksanakan oleh teknisi Rumah Sakit
Khususnya aspek pemeliharaan dapat dilakukan oleh Teknisi Rumah Sakit setempat.
b) Dilaksanakan oleh teknisi Rujukan
Apabila teknisi Rumah Sakit setempat tidak mampu menanganinya.
c) Dilaksanakan oleh pihak ke – 3 Apabila pemeliharaan alat tertentu memerlukan
suku cadang atau keahlian khusus dan biaya yang besar melalui proses sesuai
prosedur dan ketentuan yang berlaku.
B. Pengoperasian Peralatan Kesehatan
Beberapa tahapan kegiatan yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam
operasionalisasi peralatan kesehatan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan
pengoperasian dalam pelayanan dan penyimpanan peralatan apabila telah selesai
digunakan.
a) Persiapan Pengoperasian
Berbagai aspek yang harus dipenuhi dan disiapkan agar peralatan
siap dioperasikan adalah peralatan harus dikondisikan dalam keadaan
layak pakai lengkap dengan aksesoris yang diperlukan, terpelihara dengan
baik, sertifikasi kalibrasi yang masih berlaku, ijin operasional yang masih
berlaku bagi peralatan yang memerlukan ijin. Prasarana yang diperlukan
oleh masing – masing alat ( misal listrik, air, gas, uap ) tersedia dengan
kapasitas dan kualitas yang memenuhi kebutuhan. Bahan operasional
tersedia dan cukup sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Kemudian SDM
siap, baik dokter, operator maupun paramedic dan lain – lain sesuai dengan
tindakan pelayanan yang dilaksanakan.
b) Pelaksanaan Pengoperasian dalam Pelayanan
Pelaksanaan pengoperasian peralatan dalam pelayanan medic
kepada pasien, secara teknik agar mengikuti urutan yang baku untuk setiap
alat, mulai alat dihidupkan sampai alat dimatikan setelah selesai
melakukan suatu kegiatan pelayanan medic.
c) Penyimpanan Peralatan
Setelah peralatan selesai dipergunakan untuk pelayanan medik kepada
pasien, maka peralatan agar disimpan dalam kondisi yang baik.
C. Pemantauan Operasional Peralatan
Pemantauan operasional peralatan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi alat
untuk melaksanakan pelayanan dan seberapa jauh beban kerja setiap alat yang
operasional. Dalam pemantauan didatakan kondisi alat dan beban kerjanya selama
satu bulan atau periode tertentu. Pemantauan dilakukan oleh tekhnisi secara periodik
pada selang waktu pemeliharaan preventif untuk setiap alat.

D. Penarikan Peralatan Kesehatan


Peralatan kesehatan yang kondisinya rusak berat dan sudah tidak dapat difungsikan
lagi dan atau jika dilakukan perbaikan tidak efisien, layak / fleksibel lagi maka
terhadap peralatan kesehatan tersebut untuk diajukan untuk dihapuskan
BAB V
DOKUMENTASI
Pelaporan dan Evaluasi Setiap kegiatan pemeliharaan peralatan kesehatan dari mulai
perencanaan, pelaksanaan dan hasilnya harus dicatat atau didatakan kemudian
dilaporkan oleh dan kepada pejabat pemberi tugas sesuai dengan penugasannya.
Formulir yang berkaitan dengan kegiatan dan pelaporan adalah :

a) Bon Permintaan Barang


b) Laporan Kerja Pemeliharaan Peralatan ( preventif )
c) Laporan Kerja Pemeliharaan Peralatan ( korektif )
d) Laporan Hasil Pemantauan Operasional Peralatan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada Tanggal 04 Februari 2019
DIREKTUR,
RS ALI SIBROH MALISI

dr. H. I Putu Oka Sutrisna