Anda di halaman 1dari 3

Fraud Manajement: Mark Up

Mantan direksi PT Kimia Farma Tbk. Telah terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus
dugaan penggelembungan (mark up) laba bersih di laporan keuangan perusahaan milik negara
untuk tahun buku 2001. Kantor Menteri BUMN meminta agar kantor akuntan itu menyatakan
kembali (restated) hasil sesungguhnya dari laporan keuangan Kimia Farma tahun buku 2001.
Sementara itu, direksi lama yang terlibat akan diminta pertanggungjawabannya. Seperti
diketahui, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia itu telah mencatatkan laba bersih 2001
sebesar Rp 132,3 miliar. Namun kemudian Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menilai,
pencatatan tersebut mengandung unsur rekayasa dan telah terjadi penggelembungan. Terbukti
setelah dilakukan audit ulang, laba bersih 2001 seharusnya hanya sekitar Rp 100 miliar.
Sehingga diperlukan lagi audit ulang laporan keuangan per 31 Desember 2001 dan laporan
keuangan per 30 Juni 2002 yang nantinya akan dipublikasikan kepada publik.
Setelah hasil audit selesai dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Hans Tuanakotta &
Mustafa, akan segera dilaporkan ke Bapepam. Dan Kimia Farma juga siap melakukan revisi dan
menyajikan kembali laporan keuangan 2001, jika nanti ternyata ditemukan kesalahan dalam
pencatatan. Untuk itu, perlu dilaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa sebagai
bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada publik. Meskipun nantinya laba bersih Kimia
Farma hanya tercantum sebesar Rp 100 miliar, investor akan tetap menilai bagus laporan
keuangan. Dalam persoalan Kimia Farma, sudah jelas yang bertanggung jawab atas terjadinya
kesalahan pencatatan laporan keuangan yang menyebabkan laba terlihat di-mark up ini,
merupakan kesalahan manajemen lama.
Sumber: http://lindapraba.blogspot.com/2015/01/tugas-3-fraud-dan-contoh-kasus-fraud.html
Analisa: Fraud pentagon, dikarenakan adanya arogansi dari tersangka akibat jabatan yang
dimiliki sehingga seakan kebal hukum, serta adanya kompetensi untuk tersangka mengabaikan
pengawasan internal dan mengendalikan situasi demi keuntungan pribadi.
Penyelesaian: dengan mengidentifikasi dan menilai risiko etika, serta menerapkan strategi dan
taktik dalam membina hubungan strategis dengan stakeholder.

Fraud Internal Control : Control Activities


Pekan lalu, Tokopedia resmi memberhentikan beberapa oknum karyawannya karena
terlibat fraud dalam gelaran flash sale menyambut ulang tahun Tokopedia ke-9. kasus yang
dialami oleh Tokopedia kemarin, dianalogikannya seperti toko offline sedang menggelar
program diskon. Kemudian, dari satu juta produk yang didiskon tersebut 49 buah dibeli oleh
oknum karyawannya dengan cara yang tidak benar. Tokopedia kemudian mengambil tindakan
tegas akan hal ini.
Hasil audit internal perusahaan membuktikan beberapa oknum karyawan terbukti
melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia ( idEA) Ignatius Untung
menjelaskan, fraud internal merupakan risiko yang tak terhindarkan bagi perusahaan mana pun.
“Kecurangan oleh oknum internal yang tidak bertanggung jawab lumrah terjadi dari waktu ke
waktu, baik di bisnis online maupun offline, bahkan di industri-industri yang regulasinya secara
ketat,” ujar Untung dalam keterangan resminya, Rabu (29/8/2018).
CEO Tokopedia William Tanuwijaya yang dilansir dari akun instagramnya
mengungkapkan, integritas adalah hal yang penting bagi Tokopedia. “Memang jumlahnya kecil
sekali dibanding puluhan juta produk yang terjual setiap bulannya, namun bagi kami ini bukan
persoalan seberapa kecil pelanggaran nya. Untuk pelanggaran sekecil apapun, ini adalah masalah
kegagalan integritas dalam menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia,” tulis
William.

Sumber : "Kasus Pemecatan Karyawan Tokopedia, idEA Sebut Internal Fraud Bisa Terjadi di
Bisnis Apapun", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/30/075800926/kasus-pemecatan-
karyawan-tokopedia-idea-sebut-internal-fraud-bisa-terjadi-di.

Analisa : termasuk fraud diamond, dimana terdapat dorongan secara pribadi untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya akan barang yang diinginkan adanya kesempatan yaitu adanya flashsale
sehingga barang-barang menjadi murah. Adanya pembenaran akan kesempatan untuk
mendapatkan barang dengan harga murah serta dengan menggunakan jabatannya ia melakukan
manipulasi terhadap flash sale tersebut.
Penyelesaian : menerapkan pemisahan tugas , mendelegasikan tanggung jawab dan hakpegawai.
Memasang keamanan dalam hal aplikasi dan jaringan sehingga tidak ada manipulasi program
diskon oleh pegawai.

Fraud employee : Laporan Fiktif Kas Bank BRI Unit TapungRaya

Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Tapung Raya, Masril (40) ditahan polisi. Ia terbukti
melakukan transfer uang Rp1,6 miliar dan merekayasa dokumen laporan keuangan. Perbuatan tersangka diketahui
oleh tim penilik/pemeriksa dan pengawas dari BRI Cabang Bangkinang pada hari Rabu 23 Februari 2011 Tommy
saat melakukan pemeriksaan di BRI Unit Tapung. Tim ini menemukan kejanggalan dari hasil pemeriksaan antara
jumlah saldo neraca dengan kas tidak seimbang. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan cermat, diketahu
iadanya transaksi gantung yaitu adanya pembukuan setoran kas Rp 1,6 miliar yang berasal BRIUnit Pasir
Pengaraian II ke BRI Unit Tapung pada tanggal 14 Februari 2011 yang dilakukanMasril, namun tidak disertai
dengan pengiriman fisik uangnya.Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien yang dikonfirmasi mengatakan, Kepala
BRI Tapung Raya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Mapolres Kampar karenamentransfer uang Rp1,6
miliar dan merekayasa laporan pembukuan.Kasus ini dilaporkan oleh Sudarman (Kepala BRI Cabang Bangkinang
dan Rustian
Penyelesaian Masalah :
Skills Kemampuan yang diberikan harus sesuai dengan bidang kerja yang ia lakukan.Kemudian kemampuan
tersebut dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkankontribusi karyawan pada perusahaan.Perusahaan
melakukan pelatihan pendidikan secara periodik kepada karyawan sesuaidengan perkembangan teknologi yang
berkembang.Pembinaan ini sangatlah penting karena setiap karyawan memiliki kepribadian yangberbeda jadi
attitude ini harus ditekankan kepada karyawan. Dalam hal ini karyawandiharapkan dapat memiliki kepribadian yang
baik sehingga dapat memperkecil resikoterjadinya penyimpangan dari karyawan itu sendiri.

Sumber: http://akmalhwk.blogspot.com/2014/12/contoh-kasus-kecurangan-audit-fraud.html