Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN VAGINITIS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS Yati Fironike, S.KM
SIDAMULYA 197006041991032008

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang ditandai dengan adanya pruritus,
1. Pengertian
keputihan, dispareunia, dan disuria.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam langkah-langkah penatalaksanaan pada pasien
3. Kebijakan Keputusan kepala puskesmas nomor.... tentang kebijakan pelayanan klinis
Keputusan menteri kesehatan republik indonesia nomor
4. Referensi HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang panduan praktik klinis bagi dokter di
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama halaman 186
5. Prosedur a. Persiapan alat dan bahan
1. ATK
2. Status rekam medis
3. Tensimeter
4. Stetoskop
5. Metline
6. Timbangan
7. Buku register
b. Petugas yang melaksanakan
1. Dokter umum
2. Perawat umum
c. Langkah-langkah
1. Petugas memanggil pasien sesuai nomor antrian
2. Petugas melalukan reidentifikasi pasien
3. Petugas melakukan anamnesa
Apabila ada Keluhan
Bau adalah keluhan yang paling sering dijumpai. Gejala klinis
1. Bau
2. Gatal (pruritus)
3. Keputihan
4. Dispareunia
5. Disuria
Faktor Risiko
1. Pemakai AKDR
2. Penggunaan handuk bersamaan
3. Imunosupresi
4. Diabetes melitus
5. Perubahan hormonal (misal : kehamilan)
6. Penggunaan terapi antibiotik spektrum luas
7. Obesitas..
4. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya iritasi, eritema atau
edema pada vulva dan vagina. Mungkin serviks juga dapat tampak
eritematous.
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan mikroskopik cairan atau sekret vagina.
2. Pemeriksaan pH cairan vagina.
3. Pemeriksaan uji whiff: Jika positif berarti mengeluarkan mengeluarkan
bau seperti anyir (amis) pada waktu ditambahkan larutan KOH.
5. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
1. Menjaga kebersihan diri terutama daerah vagina
2. Hindari pemakaian handuk secara bersamaan
3. Hindari pemakaian sabun untuk membersihkan daerah vagina yang
dapat menggeser jumlah flora normal dan dapat merubah kondisi pH
daerah kewanitaan tersebut.
4. Jaga berat badan ideal
5. Farmakologis:
a. Tatalaksana vaginosis bakterialis • Metronidazol 500 mg peroral 2
x sehari selama 7 hari • Metronidazol pervagina 2 x sehari selama 5
hari • Krim klindamisin 2% pervagina 1 x sehari selama 7 hari
b. Tatalaksana vaginosis trikomonas -770- • Metronidazol 2 g peroral
(dosis tunggal) • Pasangan seks pasien sebaiknya juga diobati
c. Tatalaksana vulvovaginitis kandida • Flukonazol 150 mg peroral
(dosis tunggal)

6. Diagram alir -
7. Unit terkait Bp umum
8. Rekam Historis Perubahan

No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan