Anda di halaman 1dari 18

Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita

Squad, ada 5 jenis gangguan pada sistem reproduksi wanita. Hmm jangan-
jangan tanpa kamu sadari, ada kejadian yang sudah pernah kamu dengar
sebelumnya tapi kamu belum tahu namanya nih. Kita bahas yuk!

Gangguan yang pertama adalah Gangguan Menstruasi. Gangguan


menstruasi pada wanita dibedakan menjadi 2 jenis,
yaitu Amenore Primer dan Amenore Sekunder. Amenore Primer
adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau
tanpa perkembangan seksual sekunder. Sedangkan amenore sekunder
adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang
yang telah mengalami siklus menstruasi.

Kamu sudah sering mendengar nama penyakit Kanker Serviks? Kanker


Serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh
lapisan epitel serviks. Penanganannya bisa dilakukan dengan mengangkat
uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limpa
panggul. Selain kanker serviks, ada juga yang namanya Kanker Ovarium.
Gejala kanker ovarium dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan
fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina abnormal.
Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

Baca Juga: Kelainan pada Sistem Saraf dan Sistem Endokrin

Gangguan selanjutnya disebut Endometriosis. Pada penderita


Endometriosis, jaringan endometrium terdapat di luar uterus. Jaringan
endometrium dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jauh di luar
uterus. Gejalanya antara lain nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri
pada masa menstruasi. Selain Endometriosis, Infeksi vagina juga
termasuk ke dalam gangguan sistem reproduksi wanita. Gejala awal infeksi
vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Penyebabnya antara lain
infeksi, jamur, atau bakteri.

Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria

Gangguan pada sistem reproduksi pria yang pertama disebut


Hipogonadisme. Hipogonadisme merupakan penurunan fungsi testis yang
disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan
testosteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak
adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan penderita penyakit ini dapat
dilakukan dengan terapi hormon.

Gangguan yang selanjutnya disebut dengan


Kriptorkidisme. Kriptorkidisme merupakan kegagalan dari satu atau
kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada
waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human
chorionic gonadotropin untuk merangsang testosteron.

Selain kedua gangguan di atas, ada juga yang disebut dengan


Uretritis. Uretritis merupakan peradangan uretra dengan gejala rasa gatal
pada alat kelamin pria dan ingin sering buang air kecil. Uretritis disebabkan
oleh organisme Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum, atau virus
herpes. Nah, walaupun namanya hampir mirip, tapi kamu jangan sampai
tertukar dengan Prostatitis, ya. Yang dimaksud dengan Prostatitis adalah
peradangan pada bagian prostat. Biasanya disebabkan oleh bakteri,
misalnya E.Coli. Gangguan sistem reproduksi pria yang terakhir
adalah Epididimitis, yaitu infeksi yang terjadi pada saluran reproduksi pria.
Gangguan ini disebabkan oleh E. coli dan Chlamydia.

Nah, kamu pernah berpikir nggak sih, ada nggak ya gangguan sistem
reproduksi yang menyerang pria dan wanita? Ternyata ada, lho. Bahkan
ada 2 gangguan. Kedua gangguan tersebut adalah Gonore dan Sifilis.
Gonore merupakan infeksi akut pada uretra, serviks, rektum, sendi, tulang
yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Sedangkan sifilis,
atau disebut juga raja singa, merupakan infeksi organ kelamin luar.
Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan
oleh bakteri Treponema pallidum.

https://blog.ruangguru.com/biologi-kelas-11-apa-saja-gangguan-sistem-reproduksi-manusia

Apa itu penyakit reproduksi?


Penyakit reproduksi adalah penyakit yang terjadi pada organ-organ
reproduksi. Organ-organ reproduksi wanita meliputi sel telur, ovarium, tuba
fallopi, uterus dan vagina. Organ reproduksi pria terdiri dari sperma, testis,
epididimis, vas deferens, uretra, dan penis.

Jadi, apabila organ-organ tersebut memiliki masalah medis berupa penyakit


maka itu disebut penyakit reproduksi. Penyakit reproduksi wanita sering kali
juga meliputi bagian payudara.
Penyebab umum penyakit sistem reproduksi
Pada umumnya, penyakit reproduksi disebabkan oleh hal-hal tertentu. Ada
penyakit sistem reproduksi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti
jamur, bakteri, atau virus. Ada pula penyakit reproduksi yang bisa
disebabkan oleh kelainan atau disfungsi.

Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab dari penyakit sistem


reproduksi yang diderita. Ini dikarenakan pengobatan suatu penyakit
reproduksi tertentu sangat dipengaruhi oleh penyebabnya.

Macam-macam penyakit reproduksi wanita


Sudah disinggung sebelumnya bahwa penyakit reproduksi wanita menyerang
organ reproduksi wanita. Ada beberapa penyakit reproduksi wanita yang
umumnya terjadi. Jika Anda adalah seorang wanita maka penting untuk
menyimaknya.

Apa sajakah macam-macam penyakit reproduksi wanita yang umum terjadi?

1. Vaginitis
Vaginitis adalah penyakit reproduksi wanita dengan kondisi vagina yang
mengalami infeksi. Infeksi pada vagina disebabkan oleh beberapa jenis
mikroorganisme, yaitu seperti bakteri, jamur, dan parasit.
Penyakit sistem reproduksi ini bisa menyerang vagina langsung atau melalui
perineum. Penyakit vaginitis bisa disebabkan oleh jamur Candida
Albicans, bakteri Gardnerella, parasit Trichomonas Vaginalis, dan virus.

Penderita vaginitis memiliki beberapa gejala yang bisa diamati. Beberapa


gejala penyakit vaginitis seperti nyeri hebat pada vagina, disuria, pruritas di
vulva, ruam bibir vagina, edema vukva, vagina bau busuk, dan perdarahan
vagina.

2. Bartolinitis

Penyakit reproduksi wanita lainnya adalah bartolinitis. Bartolinitis adalah


sebuah penyakit sistem reproduksi yang terdapat infeksi pada kelenjar
bartolin. Kelenjar bartolin yang terinfeksi ini akan mengalami
pembengkakan.

Penyebab dari penyakit bartolinitis adalah jamur Candida


Albicans, bakteri Neiseria Gonore, virus (Kondiloma Akuminata dan Herpes
Simpleks), dan protoazoa (Amoebiasis danTrikomoniasis).

Para wanita yang mengalami penyakit bartolinitis akan merasakan rasa nyeri
yang cukup hebat. Rasa nyeri ini disertai demam, alat kelamin memerah
bahkan Anda tidak bisa berjalan, dan sakit saat berhubungan seksual

3. Condiloma Accuminata

Condiloma Accuminata adalah penyakit reproduksi wanita yang disebabkan


oleh virus yang tak asing lagi. Virus yang dimaksud adalah virus Human
Papiloma. Virus tersebut juga merupakan virus penyebab kutil.

Wanita yang mengalami penyakit condiloma accuminata sebaiknya segera


diobati. Hal ini dikarenakan obat condiluma accuminta bisa berkembang
menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim wanita.

4. Kanker ovarium

Kanker ovarium juga termasuk ke dalam penyakit reproduksi wanita.


Penyakit ini berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan
kecil di dalam rahim. Kista ovarium yang paling sering terjadi adalah kista
dermoid, kista lutein, dan kista cokelat.

Baca Juga: Awas, Inilah 5 Tanda Gejala Kanker Ovarium

Tumor jinak atau kista ovarium tersebut lambat laun akan berkembang
menjadi semakin besar dan ganas yang menjadi kanker ovarium. Tahukah
Anda bahwa kanker ovarium bisa menyebabkan letak janin mengalami
kelainan?
Ya, tumor ganas ovarium (kanker ovarium) dengan ukuran besar dapat
menyebabkan kelainan letak janin. Penyebab penyakit kanker ovarium
disebabkan oleh gaya hidup yang keliru, asupan, kurang olahraga, dan
lainnya.

Berhati-hatilah Anda jika memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur


karena itu merupakan gejala dari penyakit kanker ovarium. Selain itu,
beberapa gejala kanker ovarium lainnya adalah nyeri saat berhubungan,
pendarahan, dan asites.

5. Kanker serviks

Kanker serviks adalah penyakit reproduksi wanita yang juga umum terjadi.
Penyakit ini disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada
lapisan epitel serviks. Sel abnormal tersebut akan terus tumbuh dengan
ganas.

Hal tersebut membuat jaringan yang ada di sekitar leher rahim jadi kurang
berfungsi. Pengobatan kanker serviks umumnya dilakukan dengan
mengangkat rahim, oviduk, ovarium, sepertiga dari vagina (bagian atas).

Macam-macam penyakit reproduksi pria


Tak hanya wanita, pria pun bisa terserang penyaki sistem reproduksi. Ada
beberapa penyakit reproduksi pria yang sering terjadi. Para pria perlu
menyimak penjelasan tentang macam-macam penyakit reproduksi pria.

Penyaki reproduksi pria yang umum sering terjadi bisa dilihat di bawah ini:

1. Prostatitis

Penyakit reproduksi pria yang umumnya sering terjadi adalah prostatitis.


Prostatitis adalah penyakit reproduksi pria di mana kelenjar prostat
mengalami infeksi. Penyebab dari prostatitis adalah bakteri.
Bakteri yang menginfeksi kelenjar prostat pria adalah E. coli,
Klebsiella, dan Proteus. Pria yang mengalami prostatitis akan memiliki
beberapa gejala seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.

2. Epididimitis

Selain prostatitis, ada lagi penyakit reproduksi pria yang disebabkan karena
adanya infeksi pada organ reproduksi pria. Penyakit tersebut adalah
epididimitis. Epididimitis adalah kondisi di mana bagian epididimis mengalami
peradangan.

Beberapa bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, E. coli, dan Neisseria


gonorrhoeae adalah jenis bakteri yang sering menyebabkan penyakit
epididimitis. Penyakit ini sering menimpa para pria yang suka berganti-ganti
pasangan seks.

Ada beberapa gejala dari penyakit epididimitis, yaitu nyer pada testis, ada
darah di dalam sperma, sakit saat ejakulasi, nyeri pada testis, dan disuria.
Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut maka periksakan diri Anda
segera.

3. Sifilis

Penyakit reproduksi pria lainnya adalah sifilis. Penyakit sifilis juga biasa
disebut ‘raja singa’. Sifilis bisa terjadi karena aktivitas seksual. Selain itu,
bisa juga karena transfusi darah. Bakteri yang menyebabkan sifilis adalah
bakteri Reponema Pallium.

4. Gonorhea

Gonorhea atau kencing nanah juga merupakan penyakit reproduksi pria yang
sering terjadi. Penyebab dari gonorhea adalah bakteri Neisseria Gonorrheae.
Penyakit ini ditularkan melalui aktivitas seksual yang bebas dan
menyimpang.

5. Hipogonadisme
Penyakit sistem reproduksi lainnya pada pria adalah
hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis pria tidak
dapat memproduksi hormon testosteron yang cukup. Masalah ini bisa dialami
sejak janin berkembang di perut.

Baca Juga: 6 Warna Sperma Menandakan Kondisi Kesehatan Pria!


Apa Warna Spermamu?

Penyebab dari hipogonadisme adalah infeksi testis, trauma pada testis,


radang buah zakar,, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kallman. Pria yang
mengalami hipogonadisme ini memiliki bentuk alat kelamin yang kurang
sempurna dan disfungsi ereksi.

Sumber:

1. Academia:
http://www.academia.edu/8978838/BAB_I_gangguan_sistem_repro
duksi [diakses pada 30 Januari 2019]
2. Academia:
http://www.academia.edu/8586217/Beberapa_Penyakit_Pada_Siste
m_Reproduksi_Manusia [diakses pada 30 Januari 2019]

https://doktersehat.com/penyakit-reproduksi-wanita-dan-pria/
Penyakit yang Bisa Mengganggu Sistem Reproduksi Wanita
Di bawah ini adalah penjelasan mengenai berbagai penyakit reproduksi wanita yang
berisiko mempersulit kehamilan.

1. Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim justru
tumbuh di luar rahim, seperti ovarium, tuba falopi, vagina, dan bahkan bisa
menjangkau organ-organ lain di dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, lama-
kelamaan akan menyebabkan peradangan, kista, membentuk jaringan parut, hingga
kemandulan (infertilitas).
Hingga kini, belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi endometriosis.
Pengobatan endometriosis umumnya ditujukan untuk meringankan gejala yang
dialami, memperlambat pertumbuhan jaringan abnormal, dan meningkatkan
kesuburan. Jika metode pengobatan tersebut tidak efektif, kemungkinan dokter
akan menyarankan Anda untuk melakukan prosedur operasi.

2. Miom
Miom adalah pertumbuhan jaringan nonkanker di dalam rahim. Pertumbuhan
jaringan ini umumnya tidak memengaruhi proses kehamilan. Hanya saja, ada
sebagian kasus miom yang lokasi pertumbuhannya dapat menyebabkan infertilitas
atau keguguran.
Jika pertumbuhan miom diketahui berisiko untuk mempersulit kehamilan di
kemudian hari, dokter mungkin akan menyarankan operasi untuk mengangkatnya.

3. Sindrom ovarium polikistik


Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik merupakan
sebuah bentuk kelainan hormonal pada wanita yang dapat mempersulit kehamilan.
Sindrom ini dapat dikenali dari siklus haid yang tidak teratur, munculnya jerawat, dan
pertumbuhan rambut yang berlebih.
Sampai saat ini, metode pengobatan yang efektif untuk mengatasi sindrom ovarium
polikistik masih belum ditemukan. Pengobatan yang ada lebih bertujuan untuk
mengendalikan gejala yang muncul akibat sindrom tersebut. Untuk memperbesar
peluang kehamilan, penderita PCOS perlu menjalani pengobatan secara teratur, di
bawah pemantauan dokter kandungan.

4. Radang panggul
Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) terjadi ketika
saluran reproduksi bagian atas, seperti rahim, leher rahim, indung telur, dan tuba
falopi, mengalami peradangan akibat infeksi bakteri dari vagina. Bila tidak ditangani
segera, penyakit radang panggul dapat menyebabkan komplikasi serius yang
mempersulit kehamilan, berupa munculnya jaringan parut pada sistem reproduksi.
Infeksi bakteri ini dapat diatasi dengan obat antibiotik. Pasien dianjurkan untuk
menyelesaikan masa pengobatan hingga tuntas, guna mengurangi risiko terjadinya
komplikasi lain yang lebih serius.

5. Infeksi menular seksual


Klamidia dan gonore merupakan infeksi menular seksual yang sering dikaitkan
dengan kemandulan, khususnya pada wanita. Pasalnya, wanita sering kali tidak
mengalami gejala yang khas ketika menderita infeksi ini, sehingga terlambat
mendapat penanganan.
Tanpa penanganan yang tepat, klamidia dan gonore dapat menyebar dari vagina
menuju rahim. Dalam kondisi yang lebih berat, infeksi ini dapat berkembang menjadi
radang panggul dan mempersulit kehamilan.
https://www.alodokter.com/5-penyakit-reproduksi-wanita-yang-berisiko-mempersulit-kehamilan

Permasalahan tersebut seperti vulvovsginitis. Masalah ini terjadi pada bagian vulva
dan vagina. vulvovaginitis adalah penyakit yang terjadi karena peradangan pada
bagian vulva dan vagina.

Yang menyebabkan masalah ini, karena iritasi oleh suatu zat seperti sabun cuci atau
mungkin juga mandi gelembung. Selain, karena iritasi penyakit ini juga disebabkan
kurangnya kebersihan diri seperti menyeka dari belakang ke depan setelah buang
air.

Vulvovaginitis juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida yang


menempel pada vagina.

Gejala yang ditimbulkan oleh vulvovaginitis meliputi kemerahan dan gatal-gatal di


daerah vagina dan vulva dan bahkan juga bisa mengaibatkan keputihan.

Kemudian ada juga pendarahan vagina tetapi bukan karena menstruasi, keadaan ini
paling sering disebabkan oleh adanya benda asing dalam vagina atau disebabkan
karena terjadi pendarahan pada uretra, karena uretra adalah bagian yang mudah
berdarah bila terkena benturan.

Pendarahan ini juga bisa disebabkan cedera karena mengangkang, seperti saat
Anda senam ataupun aktifitas yang keras ataupun juga bisa disebabkan trauma
pada vagina karena pelecehan seksual.

Ladies tak hanya itu saja ada pula, adhesi labial adalah gangguan ataupun masalah
pada vagina terutama pada bagian labia, biasanya permasalahan ini muncul pada
bayi dan gadis-gadis muda. Meski tidak ada gejala yang terlihat dalam kondisi ini,
adhesi labial dapat menyebabkan peningkatan resiko infeksi saluran kemih.
Ladies, menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi adalah hal yang
terbaik untuk menghindari masalah ini.

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3845109/masalah-pada-sistem-reproduksi-wanita

nfeksi
Disebutkan dalam www.kaahe.org, masalah pada Miss V yang paling umum adalah
vaginitis. Vaginitis adalah suatu peradangan pada Miss V yang disebabkan oleh infeksi
bakteri. Gejala utama vaginitis adalah keluarnya cairan keputihan yang berbau tidak sedap.
Selain bakteri, jamur juga bisa menyebabkan infeksi pada Miss V yang menyebabkan
vaginitis.

Sejumlah kecil jamur tidak akan menyebabkan infeksi, tapi jika sistem kekebalan
tubuh tidak dapat mengendalikan pertumbuhan jamur, maka jamur akan terus
berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Selain infeksi bakteri dan jamur,
penyakit menular seksual trikomoniasis yang menyebabkan vaginitis. Penyakit
trikomoniasis disebabkan oleh parasit. Vaginitis adalah masalah pada Miss V yang
merupakan tanda awal penyakit sistem reproduksi.

Kekeringan
Masalah pada Miss V yang kedua adalah kekeringan. Kekeringan pada Miss V
biasanya lebih buruk selama menopause. Selama menopause, hormon estrogen
mulai berkurang. Kurangnya hormon estrogen dalam tubuh ini menyebabkan atrofi
Miss V, yang pada akhirnya akan menyebabkan kekeringan pada Miss V.

Prolapse Organ
Masalah pada Miss V lainnya juga bisa disebabkan oleh organ lain di sekitar Miss V.
Sebagai contoh, ketika kandung kemih jatuh kembali ke dalam dinding Miss V, hal
ini disebut prolaps kandung kemih atau sistokel.

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3845167/masalah-pada-miss-v-tanda-awal-penyakit-
sistem-reproduksi

Masalah yang berhubungan dengan vulva


dan vagina
 Vulvovaginitis adalah peradangan vulva dan vagina yang dapat diakibatkan oleh iritasi
(seperti sabun cuci atau sabun mandi). Kebersihan diri yang tidak dikelola dengan baik
(seperti membilas dari belakang ke depan, bukan sebaliknya, usai buang air) juga dapat
menyebabkan peradangan. Gejala vulvovaginitis termasuk timbul kemerahan dan gatal
pada area vagina dan vulva, terkadang keluar cairan dari vagina.
 Perdarahan nonmenstrual, umumnya terjadi akibat penumpukan partikel asing dalam
vagina, misalnya tisu toilet. Perdarahan juga bisa diakibatkan oleh peluruhan uterus, kondisi
di mana mukus membran uretra mencuat keluar dari vagina dan membentuk jaringan lunak
berbentuk seperti lingkaran cincin yang mudah berdarah. Perdarahan nonmenstrual juga
bisa disebabkan oleh cedera saat bersepeda (vagina terantuk frame sepeda) atau trauma
akibat pelecehan seksual.

Masalah yang berhubungan dengan indung


telur dan tuba falopi
 Kehamilan ektopik, terjadi saat telur yang dibuahi (zygot) berkembang di luar rahim dan
biasanya melekat pada tuba falopi. Perempuan dengan kondisi ini dapat mengalami nyeri
perut parah dan perlu berkonsultasi segera dengan dokter karena umumnya dibutuhkan
prosedur operasi.
 Endometriosis, adalah jaringan halus pembentuk uterus yang ditemukan berkembang di luar
uterus seperti di indung telur, tuba falopi, atau bagian lain rongga panggul. Endomteriosis
dapat menyebabkan perdarahan abnormal, menstruasi yang menyakitkan, dan nyeri
panggul.
 Tumor indung telur, walaupun jarang, namun bisa saja terjadi. Perempuan yang memiliki
tumor indung telur akan mengalami nyeri perut bagian atas dan tekanan yang dapat
dirasakan dalam abdomen. Diperlukan prosedur pengangkatan tumor untuk mengatasi
kondisi ini.
 Kista indung telur adalah kelenjar abnormal yang terbentuk dalam indung telur berisikan
cairan atau material semi-padat lain. Kista umum terjadi dan tergolong tidak
mengkhawatirkan, kecuali kelenjar terus bertumbuh besar. Kista besar dapat menekan
organ di sekelilingnya dan menyebabkan nyeri pada perut. Pada kebanyakan kasus, kista
akan menghilang dengan sendirinya dan tidak diperlukan suatu perawatan khusus untuk
menangani kista. Jika kista terasa menyakitkan, dokter akan meresepkan pil KB untuk
menghentikan pertumbuhannya, atau melakukan prosedur pengangkatan kista.
 Sindrom ovarium polisistik, adalah suatu gangguan hormon di mana terjadi peningkatan
produksi androgen (hormon pria) oleh ovarium. Kondisi ini menyebabkan indung telur
membesar dan menumbuhkan kista. Sindrom ovarium polisistik umum timbul pertama
kalinya pada saat remaja. Tergantung dari tipe dan keparahan kondisi, kelainan ini dapat
ditangani dengan obat-obatan pengontrol keseimbangan hormon dan menstruasi.

Masalah yang berhubungan dengan


menstruasi
Masalah menstruasi kerap dikeluhkan oleh sejumlah perempuan muda. Beberapa kondisi
yang umum dikeluhkan, termasuk:

 Dysmenorrhea, adalah periode menstruasi yang menyakitkan.


 Menorrhagia, adalah periode menstruasi di mana volume perdarahan yang terjadi sangat
banyak dan berat.
 Oligomenorrhea, adalah kondisi di mana seorang perempuan memiliki periode menstruasi
yang tidak teratur atau melewati jadwal menstruasinya, walaupun ia sudah pernah
menstruasi dengan teratur sebelumnya dan tidak sedang hamil.
 Amenore, terjadi saat seorang perempuan belum memulai periode menstruasinya setelah
beranjak 16 tahun atau 3 tahun setelah masa pubertas, belum menunjukkan tanda-tanda
pubertas saat berusia 14 tahun, atau memiliki periode menstruasi yang normal tetapi
berhenti menstruasi mendadak tanpa alasan yang diketahui (selain kehamilan).
Masalah yang berhubungan dengan sistem
reproduksi
 Penyakit seks menular (STD/STI), termasuk radang panggul (PID), HIV/AIDS, human
papillomavirus (HPV), sifilis, raja singa (gonorrhea), dan herpes (HSV). Penyakit ini menular
melalui aktivitas seksual, dari satu orang ke orang lainnya.
 Sindrom syok racun alias toxic shock syndrome. Penyakit ini jarang namun dapat
mematikan, disebabkan oleh racun yang dilepaskan ke dalam tubuh selama infeksi bakteria
yang akan berkembang jika tampon dibiarkan terlalu lama di dalam vagina. Penyakit ini
dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, diare, muntah, dan syok.

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/fibroid-rahim/4-masalah-umum-yang-terjadi-pada-sistem-
reproduksi-wanita/

Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia yang Harus Diwaspadai,


Kenali Jenis-Jenisnya

Liputan6.com, Jakarta Sistem reproduksi pada manusia rentan mengalami masalah


berupa penyakit, kelainan, juga gangguan. Penyakit sistem reproduksi dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi virus, bakteri, tumor atau memang karena
disfungsi organ reproduksi yang disebabkan oleh zat-zat kimia yang masuk dalam
tubuh.

Penyakit reproduksi adalah penyakit yang terjadi pada organ-organ reproduksi. Organ-
organ reproduksi wanita meliputi sel telur, ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina.
Organ reproduksi pria terdiri dari sperma, testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan
penis.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita


1. Vaginitis

Vaginitis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita dengan kondisi vagina yang
mengalami infeksi. Infeksi pada vagina disebabkan oleh beberapa jenis
mikroorganisme, yaitu seperti bakteri, jamur, dan parasit.

Penyakit pada sistem reproduksi ini bisa menyerang vagina langsung atau melalui
perineum. Penyakit vaginitis bisa disebabkan oleh jamur Candida Albicans, bakteri
Gardnerella, parasit Trichomonas Vaginalis, dan virus.
Penderita vaginitis memiliki beberapa gejala yang bisa diamati. Beberapa gejala
penyakit vaginitis seperti nyeri hebat pada vagina, disuria, pruritas di vulva, ruam bibir
vagina, edema vukva, vagina bau busuk, dan perdarahan vagina.

2. Condiloma Accuminata

Condiloma Accuminata adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang disebabkan
oleh virus yang tak asing lagi. Virus yang dimaksud adalah virus Human Papiloma.

Virus tersebut juga merupakan virus penyebab kutil. Wanita yang mengalami penyakit
condiloma accuminata sebaiknya segera diobati. Hal ini dikarenakan obat condiluma
accuminta bisa berkembang menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim wanita.

3. Kanker ovarium

Kanker ovarium juga termasuk ke dalam penyakit pada sistem reproduksi wanita.
Penyakit ini berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil di dalam
rahim.

Kista ovarium yang paling sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista
cokelat. Tumor jinak atau kista ovarium tersebut lambat laun akan berkembang menjadi
semakin besar dan ganas yang menjadi kanker ovarium.

Tumor ganas ovarium (kanker ovarium) dengan ukuran besar dapat menyebabkan
kelainan letak janin. Penyebab penyakit kanker ovarium disebabkan oleh gaya hidup
yang keliru, asupan, kurang olahraga, dan lainnya. Berhati-hatilah kamu jika memiliki
siklus menstruasi yang tidak teratur karena itu merupakan gejala dari penyakit kanker
ovarium.

4. Kanker serviks

Kanker serviks adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang juga umum terjadi.
Penyakit ini disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan
epitel serviks. Sel abnormal tersebut akan terus tumbuh dengan ganas.

Hal tersebut membuat jaringan yang ada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi.
Pengobatan kanker serviks umumnya dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk,
ovarium, sepertiga dari vagina (bagian atas).

5. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah salah satu penyakit pada sistem reproduksi wanita. Meski pria
juga memiliki payudara, namun penyakit yang satu ini lebih rentan menyerang wanita
sebab jaringan lemak pada payudara wanita jauh lebih besar jika dibandingkan dengan
pria.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pria


6. Prostatitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria yang umumnya sering terjadi adalah prostatitis.
Prostatitis adalah penyakit pada sistem reproduksi pria di mana kelenjar prostat
mengalami infeksi.

Penyebab dari prostatitis adalah bakteri. Bakteri yang menginfeksi kelenjar prostat pria
adalah E. coli, Klebsiella, dan Proteus. Pria yang mengalami prostatitis akan memiliki
beberapa gejala seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.

7. Epididimitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria yang disebabkan karena adanya infeksi pada
organ reproduksi pria. Penyakit tersebut adalah epididimitis. Epididimitis adalah kondisi
di mana bagian epididimis mengalami peradangan.

Beberapa bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, E. coli, dan Neisseria gonorrhoeae


adalah jenis bakteri yang sering menyebabkan penyakit epididimitis. Penyakit ini sering
menimpa para pria yang suka berganti-ganti pasangan seks.

Ada beberapa gejala dari penyakit epididimitis, yaitu nyeri pada testis, ada darah di
dalam sperma, sakit saat ejakulasi, nyeri pada testis, dan disuria.

8. Sifilis

Penyakit pada sistem reproduksi lainnya adalah sifilis. Penyakit sifilis juga biasa disebut
‘raja singa’. Sifilis bisa terjadi karena aktivitas seksual. Selain itu, bisa juga karena
transfusi darah. Bakteri yang menyebabkan sifilis adalah bakteri Reponema Pallium.

9. Gonorhea

Gonorhea atau kencing nanah juga merupakan penyakit reproduksi pria yang sering
terjadi. Penyebab dari gonorhea adalah bakteri Neisseria Gonorrheae. Penyakit ini
ditularkan melalui aktivitas seksual yang bebas dan menyimpang.
10. Hipogonadisme

Penyakit pada sistem reproduksi lainnya pada pria adalah hipogonadisme.


Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon
testosteron yang cukup. Masalah ini bisa dialami sejak janin berkembang di perut.

Masalah kesehatan reproduksi pada pria


Masalah kesehatan reproduksi pada pria ada banyak dan hampir semua
memengaruhi fisik dan psikologis penderitanya. Berikut ulasan lengkap
tentang masalah kesehatan reproduksi pada pria.

1. Gangguan testis

Gangguan testis ini bisa berupa peradangan pada saluran testis yang
menyalurkan sperma saat ejakulasi terjadi. Selanjutnya, gangguan ini juga
bisa dalam bentuk varikokel, torsi, dan kanker.

2. Sperma tidak berkualitas

Sperma yang tidak berkualitas menyebabkan pembuahan tidak terjadi atau


sudah dilakukan. Kualitas dari sperma dikatakan menurun kalau jumlah
sperma per mililiter air mani di bawah 15 juta sel. Selanjutnya bentuk tidak
beraturan, pergerakan atau motilitas menurun.

3. Ejakulasi terbalik

Ejakulasi terbalik atau retrograde adalah ejakulasi yang terjadi ke dalam


tubuh. Air mani yang harusnya menyembur keluar justru masuk ke dalam
dan ikut tercampur dengan urine di kandung kemih.

4. Masalah ereksi

Gangguan ereksi juga bisa dimasukkan ke masalah kesehatan reproduksi


pada pria. Kalau pria mengalami masalah dengan ereksi, ada kemungkinan
mereka tidak bisa melakukan seks dengan baik dan kemungkinan mengalami
pembuahan akan kecil.

5. Penyakit kronis tertentu

Penyakit kronis tertentu seperti diabetes bisa menyebabkan gangguan


kesuburan pada pria. Gangguan ini muncul karena kadar gula darah di dalam
tubuh baik cukup signifikan. Kenaikan ini bisa memicu gangguan pada
sperma dan kerusakan pembuluh darah dan saraf yang memicu gangguan
ereksi.

Masalah kesehatan reproduksi pada wanita


Masalah kesehatan reproduksi pada wanita agak lebih kompleks karena
memiliki banyak organ internal. Oleh karena itu wanita harus mewaspadai
beberapa masalah di bawah ini.

1. Masalah akibat penyakit menular seksual

Penyakit menular seks juga menyebabkan masalah pada saluran reproduksi.


Kondisi ini muncul kalau penyakit yang berbahaya ini tidak juga
disembuhkan atau telat diketahui.

2. Gangguan menstruasi

Gangguan menstruasi seperti sering telat, berhenti selama beberapa bulan,


hingga perdarahan yang berlebihan juga menyebabkan masalah reproduksi
pada wanita.

3. Gangguan pada rahim dan sekitarnya

Gangguan pada rahim bisa berupa gangguan di lapisan otot seperti


mengalami mioma dan juga endometriosis. Selanjutnya pada ovarium bisa
dalam bentuk kista ovarium.
4. Gangguan pada vagina luar dan rongga

Gangguan pada vagina ini bisa terjadi dalam bentuk perdarahan saat
melakukan seks padahal sedang tidak menstruasi. Selain itu, luka atau
infeksi di area vulva dan rongga juga menyebabkan gangguan reproduksi.

Masalah kesehatan reproduksi pada remaja


Secara seksual mungkin remaja sudah bisa melakukan seks dan memiliki
keturunan. Namun, mereka belum bisa melakukannya, sehingga masalah
reproduksinya pun sedikit berbeda. Berikut beberapa masalah reproduksi
remaja yang seringkali dialami:

 Kebersihan alat kelamin khususnya pada remaja wanita yang sudah


mengalami menstruasi. Mereka harus diajari bagaimana
membersihkan vagina dengan baik.
 Masalah masturbasi dan merangsang kemaluan. Remaja harus
diberitahu efek samping dari masturbasi berlebihan dan
merangsang kemaluan dengan kasar.
 Masalah penularan penyakit menular seksual. Penyakit ini terkadang
diabaikan kalau remaja sudah mencoba melakukan seks tanpa
pengaman.
 Tidak mengecek kemaluan secara berkala dan perubahan yang
terjadi dianggap biasa padahal bisa menjadi berbahaya.

Cara menjaga kesehatan reproduksi sejak dini


Organ reproduksi yang berada di luar tidak banyak seperti penis dan ares
vulva di vagina. Ada lebih banyak organ di dalam sehingga pengecekan
masalah agak susah dilakukan. Oleh karena itu, simak beberapa cara
menjaga kesehatan reproduksi sejak dini:

 Mengecek kemaluan secara berkala. Pengecekan ini dilakukan


dengan merasa bagian luar atau dalam pada wanita. Kalau ada
benjolan di skrotum atau ada rasa nyeri di dalam vagina, segera
lakukan pemeriksaan.
 Amati tanda-tanda perubahan pada kemaluan.
 Lakukan pengecekan rutin terkait ada atau tidaknya penyakit
menular seks.

Masalah kesehatan reproduksi dan peluang


kehamilan
Pria dan wanita menyumbang peluang kehamilan yang akan terjadi setelah
melakukan aktivitas seks. Kehamilan bisa saja mengalami kegagalan kalau
pria dan wanita mengalami infertilitas. Pada pria masalah penurunan jumlah
sperma dan motilitasnya yang menurun menyebabkan peluang kehamilan
semakin kecil.

Masalah pada wanita bisa berupa gangguan pada rahimnya dalam bentuk
mioma atau endometriosis. Kondisi ini bisa diatasi dengan operasi atau
menggunakan obat tertentu. Kalau masalah di rahim sudah parah,
kemungkinan terjadi kehamilan akan semakin kecil. Oleh karena itu,
menjaga kesehatan sejak dini harus dilakukan.

Masalah reproduksi tidak berhenti di sana saja, pada wanita ada masalah
pada sel telurnya. Kalau ovarium tidak bisa menghasilkan ovum saat masa
subur, kemungkinan terjadi gangguan kehamilan akan besar. Jadi,
pemeriksaan dengan mendetail harus dilakukan untuk memudahkan dokter
mengatasi masalah.

Umumnya kalau masalah kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan


kehamilan berhubungan dengan sperma atau sel telur, dokter akan berusaha
memberikan obat untuk mengatasi masalah kualitas sperma dan ovarium.
Kalau masalahnya lebih kompleks, peluang kehamilan baru bisa didapatkan
dari pembedahan atau pembuahan di luar rahim.

https://doktersehat.com/masalah-kesehatan-reproduksi/