Anda di halaman 1dari 13

HIDROLIKA

“Model aliran pada saluran tertutup.”

Dosen :

Dr.Sherly Susanne Lumeno,ST.MT

Oleh :
FRINDI RICO RIANDI
18209049

Kelas B/ Semester 2
TEKNIK SIPIL

1|Page
2|Page
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNYA
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang “Model aliran
pada saluran tertutup”.
Adapun penulisan makalah ini merupakan bentuk dari pemenuhan tugas
mata kuliah Hidrolika. Saya menyadari bahwah makalah ini memiliki banyak
kekurangan dan saya mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah
ini.

Di akhir Saya berharap makalah sederhana ini dapat dimengerti oleh setiap
pihak sehingga dapat memberikan manfaat bagi siapa saja.

3|Page
DAFTRAR ISI

Kata Pengantar...........................................................................................................

Daftar Isi .....................................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................................................

1.2. Rumusan Masalah ...............................................................................................

1.3 Tujuan Peulisan ....................................................................................................

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hammer .............................................................................................

2.2 Penerapan Water Hammer ..................................................................................

2.3 Akibat Water Hammer .........................................................................................

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan ...........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………...

4|Page
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air merupakan sebuah sumber daya yang sangatlah penting bagi kehidupan manusia.
Tanpa sumber air, manusia tidak akan pernah bisa hidup. Karena itu, manusia sangatlah
bergantung pada air itu sendiri. Setiap hari air mengalir ke pipa-pipa di setiap rumah untuk
dipakai manusia. Air tersebut mengalir dengan lancar menuju lubang keluar pipa didalamnya.

Namun dalam kenyataannya air didalam pipa tidak selalu mengalir secara lurus menuju
keluar pipa. Dalam suatu kondisi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Air didalam pipa
mengalami perubahan tekanan yang menyebabkan peristiwa Water Hammer.

Melalui makalah ini, kami ingin memaparkan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
water hammer serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Sehingga pembaca bisa
mengerti bagaimana dan seperti apa pengaruh water hammer khususnya yang berkaitan
dengan bidang pengairan sebagaimana kami pelajari.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan water hammer?


2. Apakah akibat dari water hammer?
3. Bagaimana cara mencegah water hammer?

1.3 Tujuan Penulisan

Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata Hidrolika ,yang diberikan
oleh Dosen Dr.Sherly Susanne Lumeno,ST.MT.

5|Page
BAB II

PEMBAHASAN

1. 2.1 Pengertian Water Hammer

Water Hammer adalah aliran fluida yang berhenti mendadak menimbulkan kenaikan
tekanan yang sangat tajam sehingga menyerupai suatu pukulan.

Fenomena keadaan unsteady ini dapat dikatakan sebagai perubahan energi kinetik dan energi
tekanan yang bisa menjadi positif atau negatif. Efek negatif yang dihasilkan oleh fenomena
tersebut diantaranya adalah merusak valve, menimbulkan getaran pada pipa, menggetarkan
tumpuan pipa, menyebabkan kavitasi pada impeller pompa, dan memperpendek umur
pemakaian peralatan. Perubahan tekanan bangkitan yang terlalu besar dapat menyebabkan
pipa menjadi rusak atau pecah. Fenomena water hammer dapat terjadi hampir di setiap sistem
instalasi perpipaan. Fenomena ini mempunyai dampak buruk apabila sistem perpipaan tersebut
tidak memperhatikan akibat dari water hammer.

Fenomena dalam sistem perpipaan mempunyai dampak negatif dengan selang waktu
tertentu, water hammer adalah fenomena dimana dampak yang ditimbulkan terjadi seketika
itu juga. Penanggulangan yang tidak tepat terhadap dampak tersebut dapat mengakibatkan
instalasi tersebut harus dimatikan (shutdown). Misalnya bila sebuah pompa sedang bekerja
tiba-tiba mati (karena dimatikan atau listrik padam), maka aliran air akan terhalang impiler
sehinga mengalami perlambatan yang mendadak. Di sini terjadi lonjakan tekanan pada pompa
dan pipa seperti peristiwa penutupan katup secara tiba-tiba. Lonjakan tekanan juga dapat
terjadi jika pompa dijalankan dengan tiba-tiba atau katup dibuka secara cepat. Besarnya
lonjakan atau jatuhnya tekanan karena benturan air, tergantung pada : laju perubahan
kecepatan aliran. Dalam hal katup tergantung pada kecepatan penutupan katup atau
pembukaan katup dan dalam hal pompa tergantung cara menjalankan dan menghentikan
pompa. Selain itu panjang pipa, kecepatan aliran dan karakteristik pompa, merupakan faktor-
faktor yang sangat menentukan besarnya lonjakan atau jatuhnya tekanan karena pukulan air.

Di dalam membahas proses terjadinya water hammer berarti harus membahas mengenai
perjalanan gelombang tekanan melalui medium air di dalam saluran pipa. Pada gambar akan
dijelaskan proses penjalaran gelombang tekanan tersebut untuk kasus penutupan katup secara tiba-

a. Gambar (a)

Air di dalam reservoir mengalir ke dalam pipa masih dalam keadaan sempurna dimana
kecepatan aliran konstan karena tidak ada perlakuan

b. Gambar (b)

6|Page
Terjadi penutupan secara tiba-tiba sehingga kecepatan aliran sama dengan nol di daerah
dekat katup. Tekanan juga akan bertambah serta gelombang akan dapat menuju reservoir

c. Gambar (c)

Tekanan balik yang terjadi akan terus bertambah memenuhi seluruh pipa sehingga
gelombang awal yang terjadi pada pipa bertambah sampai memenuhi pipa dan kecepatan
dalam pipa menjadi sama dengan nol

d. Gambar (d)

Gelombang yang memenuhi pipa akan bertambah dan kecepatan aliran gelombang
tertentumenuju kearah sumbu penutupan dan berakhir pada waktu t = 21/cdan gerakan
gelombang balik mengakibatkan adanya aliran yang ditekan menuju reservoirdengan
kecepatan.

e. Gambar (e)

Gelombang tersebut akan terus kearah sumbu penutupan sampai batas waktu tertentu
sehingga menekan air untuk kembali kereservoir dengan kecepatan Vomenuju keadaan stabil

f. Gambar ( f )

Gelombang yang telah sampai ke sumber penutupan akan mengalami osilasi kebawah,
dimana V = Vo , V = O. Terjadi kembali kearah sekitar sumber penutupan. Hal ini akan
berlangsung sampai tekanan airakan mencapai keadaan stabil.

Untuk kasus sederhana pada peristiwa water hammer, dapat dilihat pada gambar
diatas yaitu ketika katup ditutup secara tiba-tiba. Pada waktu Dt katup ditutup, gelombang
tekanan meningkat hingga pada titik x = c Dt dimana c adalah gelombang kecepatan.
Gelombang merambat dengan kecepatan V0 dan air bergerak perlahan. Tekanan pada daerah
0-X akan meningkat secara signifikan dan diameter pipa akan meningkat tegangannya. Tekanan
fluida akan meningkat karena dikompresi. Energi tegangan dalam pipa tidak terjadi terus
menerus dan akan menimbulkan gaya bolak balik aliran dalam reservoir akibat penutupan katup
secara tiba-tiba dalam arah tekanan radiasi. Gelombang akan kembali ke katup dengan
kecepatan c gambar d dan e = 21/c(T) gbr e. Selanjutnya gelombang tekanan akan mengalami
penurunan dan mengikuti reservoir dan seluruh rangkaian akan diulang kembali. Dalam
kenyataannya gesekan meredam osilasi.

2.2 Penerapan Water Hamme

Aplikasi sistem perpipaan untuk distribusi fluida banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-
hari. Fenomena water hammer merupakan salah satu parameter yang harus diperhitungkan
dalam merancang sebuah sistem perpipaan. Fenomena ini terjadi akibat kenaikan gelombang

7|Page
tekanan ketika aliran dihentikan secara tiba-tiba, dimana gelombang tekanan yang terjadi bisa
bernilai positif maupun negatif.

Sebagai contoh terdapat pada pompa hidram (water hammer pump ) adalah teknology
pompa tanpa menggunakan bahan bakar listrik dan bahan bakar minyak, prinsip kerja pompa
hidram adalahmenggunakan sistem water hummer atau efek pukulan air, yang dapat mengalir
kan air dari hilir sungai sampai ke daerah perbukitan tanpa menggunakan listrik dan bbm , di
lihat dari harga listrik dan bbm yang mahal maka penggunaan pompa ini sangat evisien sekali.
di indonesia sudah banyak di terapkan khusus nya di tempat tempat yang minim air yang
sumber airnya jauh dari pemukiman.

Pompa Hydraulic ram (Hydram) adalah pompa air dijalankan dengan tenaga air itu sendiri.
Bekerja seperti transformator hidrolik dimana air yang masuk kedalam pompa, yang
mempunyai “hydraulic head”(tekanan) dan “debit” tertentu, menghasilkan air dengan hydraulic
head yang lebih tinggi namun dengan debit yang lebih kecil.
Pompa ini memanfaatkan “Water hammer effect”untuk menghasilkan tekanan yang
memungkinkan sebagian dari air yang masuk memberi tenaga kepada pompa, diangkat ke titik lebih
tinggi dibandingkan head awal dari air tersebut.
Pompa Hydram ini sangai sesuai untuk digunakan di daerah terpencil, dimana terdapat sumber air
yang mempunyai head rendah, serta diperlukan memompa air kelokasi pemukiman yang
mempunyai elevasi lebih tinggi dari sumber air tersebut .
Pada kondisi seperti inilah pompa hydram menjadi sangat bermanfaat sekali, karena pompa ini tidak
membutuhkan sumber daya lain selain energi kinetik dari air yang mengalir itu sendiri.

Cara kerja pompa ini adalah sebagai berikut :


1. Air mengalir dari sumber air (3) melalui saringan (4) dan drive pipe (2) kedalam

rumah pompa (5)

2. Sebagian air terbuang keluar melalui waste valve (1) sampai air memenuhi rumah

pompa (5) .

3. Ketika rumah pompa sudah penuh dengan air dan air mampu mendorong waste

valve hingga menutup, maka air masuk kedalam air chamber (7) melalui delivery

valve (6).

4. Ketika ketinggian air didalam air chamber lebih tinggi dari kedudukan check valve

(9), maka udara yang berada didalam air chamber tertekan sehingga menimbulkan “Water hammer
efect” dan menekan air kebawah sehingga delivery valve tertutup dan air terdorong keluar melalui
check valve (9) dan delivery pipe (8).

5. Sementara itu didalam rumah pompa (5) waste valve (1) membuka kembali akibat

8|Page
berat dari valve itu sendiri, sehingga sebagian air didalam rumah pompa (5) terbuang

keluar melalui waste valve (1) dan air mengalir kembali dari sumber air (3) kedalam rumah pompa
(5) sampai akhirnya mampu mendorong kembali waste valve (1) sehingga tertutup lagi dan air masuk
kedalam air chamber (7).

6. Demikian siklus tersebut terjadi berulang-ulang sehingga terjadi proses pemompaan

dari sumber air ketempat yang lebih tinggi dari sumber air tersebut.

Pada pompa hydram ini diameter dari delivery pipe harus lebih kecil dari drive pipe, dan
berat dari waste walve diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu berat maupun terlalu ringan.
Apabila waste valve terlalu berat, maka aliran air tidak akan mampu mendorong waste valve agar
menutup sehingga air hanya lewat saja langsung terbuang keluar. Apabila waste valve terlalu ringan
maka ketika aliran air kedalam air chamber baru berlangsung sebentar waste valve sudah menutup
kembali sehingga terjadinya water hammer efect tidak optimal dan akan berpengaruh terhadap
kinerja dari pompa.

Itulah gambaran secara umum tentang pompa hydram, teknologi tepat guna dan ramah
lingkungan yang sesuai untuk wilayah yang terpencil, dimana dimana sumber daya energi seperti
listrik belum menjangkau. Dibawah ini adalah foto dari pompa hydram yang sudah operasional.

2.3 Akibat Water Hammer

a. pompa dan katup dapat pecah karena lonjakan tekanan pada waktu terjadi bentturan air

b. pipa dapat kempis karena tekanan negatif (tekanan vakum) yang terjadi didalam pipa belakang
pompa atau katup

c. jika putaran balik dari pompa tidak dapat dicegah dapat timbul kerusakan akibat putaran air

d. Peralatan plambing akan rusak akibat tekanan yang ditimbulkan pukulan air

e. Pasangan instalasi akan rusak karena getaran yang diakibatkan pukulan air

f. Sambungan-sambungan instalasi akan cepat bocor/rusak

2.4 Pencegahan Water Hammer

1. untuk menghindari tekanan negatif dan pemisah kolom zat cair,dapat digunakan tiga cara yaitu
pada gaya , laluan fluida dan tangki peredam

9|Page
2. pencegahan lonjakan tekanan

a. penutupan lambat

b. pelepasan tekanan.

c. Menghindarkan tekanan kerja yang terlalu tinggi

d. Menghindarkan kecepatan aliran yang terlalu tinggi

e. Menggunakan dua katup bola pelampung pada tangki air

f. Memasang alat pencegah pukulan air

g. Memasang rongga udara di dalam instalasi

Kelebihan dan kelemahan memasang rongga udara di dalam instalasi dibanding sistem lain

Ø Kelebihan

· Bentuk sederhana

· Pembuatan mudah

· Biaya murah karena dapat menggunakan potongan-potongan pipa

· Biaya perawatan murah

Ø Kelemahan

Udara dalam rongga udara lama kelamaan dapat lenyap karena terbawa mengalir keluar
dalam bentuk gelembung atau larut sebagai gas dalam air. Oleh karena itu, secara periodik sistem
pipa perlu dikuras untuk memasukkan udara baru ke dalam rongga-rongga udara dalam instalasi
atau memasang alat yang dapat dipakai untuk memasukkan udara ke dalam rongga udara untuk
rongga udara ukuran besar.

Ø Cara pembuatan rongga udara

Rongga udara biasanya dibuat dari potongan pipa dengan diameter pipa sesuai dengan
diameter pipa masuk instalasi yang akan di pasang rongga udara, panjang pipa rongga udara kurang
lebih 30 cm. Sedang untuk rongga udara ukuran besar perlu dipasang katup untuk memasukkan
udara.

10 | P a g e
Ø Pemasangan Rongga Udara

Rongga udara dipasang tegak lurus dan sedikit numpu pada tempat-tempat di mana
kemungkinan akan terjadi pukulan air.

· Dipuncak pipa tegak di mana ada kemungkinan akan timbul pukulan air

· Di tempat-tempat yang sering terjadi penutupan dan pembukaan katup secara mendadak (bak cuci
tangan, kloset, mesin cuci, baik air dan lain-lain)

· Di tempat yang memungkinkan di mana akan terjadi aliran balik seperti pipa keluar pompa.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat kami ambil dari penjabaran diatas adalah Fenomena water
hammer merupakan salah satu parameter yang harus diperhitungkan dalam merancang sebuah
sistem perpipaan. Fenomena ini terjadi akibat kenaikan gelombang tekanan ketika aliran
dihentikan secara tiba-tiba, dimana gelombang tekanan yang terjadi bisa bernilai positif
maupun negatif, sebagai contoh penerapan Water Hammer adalah pada pompa hidram. Selain
itu peristiwa Water Hammer juga dapat menyebabkan kerusakan, diantaranya pompa dan

11 | P a g e
katup dapat pecah karena lonjakan tekanan, pipa dapat kempis karena tekanan negatif
(tekanan vakum), dan lain-lain.

Untuk menanggulangi kerusakan akibat peristiwa Water Hammer dapat dilakukan


beberapa pencegahan, pertama untuk menghindari tekanan negatif dan pemisah kolom zat
cair, dapat menggunakan tiga cara yaitu pada gaya, laluan fluida dan tangkai peredam. Kedua,
dengan cara pencegahan lonjakan tekanan.

DAFTAR PUSTAKA
chiolive Natejy.
2012. Water Hammer.http://chiolivenatejy.blogspot.com/2012/11/waterhammer.html (diak
ses tanggal 7 desember 2014)

Murni. 2007. Metode sederhana untuk mencegah terjadinya pukulan air di dalam instalasi
plambing. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/view/602/654 ( diakses tanggal 7
Desember 2014)

ITS.2009. Tugas AKhir Konversi Energi. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-


7359-2104100134-bab1.pdf. ( diakses tanggal 7 Desember 2014)

12 | P a g e
Istanto, Hari. 2010. Hydraulic Ram Pump – Pompa
Hydran. https://harisistanto.wordpress.com/2010/07/08/hydraulic-ram-pump-pompa-
hydram/ (Diakses pada tanggal 6 desember 2014)

13 | P a g e