Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

ADE HERMAWAN. Studi Potensi Ekosistem Mangrove Sebagai Obyek Ekowisata pada
Kawasan Pesisir Ujung Baurung Kabupaten Majene. Dibimbing oleh Marzuki Ukkas sebagai
pembimbing utama dan Ahmad Bahar sebagai pembimbing anggota.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2017, telah merencanakan zonasi
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Kabupaten Majene Kecamatan Banggae Timur
ditetapkan sebagai zona pariwisata khusus untuk wisata alam bentang laut dan wisata alam
pantai/pesisir. Kecamatan Banggae Timur Kelurahan Baurung memiliki kawasan wisata
pantai pasir putih dan ekosistem mangrove dengan luas ± 8,71 Ha. Ekosistem mangrove
sebagai sumber daya alam hayati mempunyai keragaman potensi yang memberikan manfaat
bagi kehidupan manusia. Manfaat yang dirasakan berupa berbagai produk dan jasa. Salah
satu jasa yang diperoleh dari manfaat hutan mangrove adalah berupa jasa ekowisata.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi potensi ekosistem mangrove Ujung
Baurung sebagai kawasan ekowisata, (2) Menganalisis kesesuaian kawasan ekosistem
mangrove Ujung Baurung, (3) Menganalisis strategi pengembangan ekowisata mangrove
Ujung Baurung. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara
dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Analisis data menggunakan analisis
kesesuaian area untuk wisata pantai kategori wisata mangrove dan analisis SWOT.
Hasil penelitian ini menunjukan kawasan ekosistem mangrove Ujung Baurung memiliki
potensi berupa berbagai jenis obyek biota yang ditemukan seperti ikan, reptil, burung,
krustacea dan moluska. Kawasan mangroveUjung Baurung masuk dalam kegori sesuai untuk
dijadikan sebagai area ekowisata mangrove. Strategi pengembangan ekowisata mangrove
Ujung Baurung membuat perencanaan tata ruang (zonasi) ekowisata, mengelola kawasan
ekosistem mangrove dengan melibatkan masyarakat, menjadikan kebudayaan bahari Suku
Mandar sebagai daya tarik wisata dan mempromosikan kawasan mangrove sebagai kawasan
yang memiliki keunikan SDA.

Kata Kunci : Ekowisata, Mangrve, Analisis Kesesuaian dan SWOT


ABSTRACT

ADE HERMAWAN. Study of Mangrove Ecosystems Potential as Ecotourism Objects in Ujung


Baurung Coastal Area of Majene Regency. Supervised by Marzuki Ukkas as a Supervisor and
Ahmad Bahar as a Co Supervisor.

The West Sulawesi Provincial Government in 2017 has planned a zoning of coastal
areas and small islands. Majene Regency, East Banggae Subdistrict, was designated as a
special tourism zone for marine and beach/coastal natural tourism. The East Banggai
Subdistrict, Baurung Village has a white sand beach and mangrove ecosystem with an area
of ± Ha. Mangrove ecosystem as living natural resources have a potential diversity that benefit
human life. The perceived benefits include various products and services. One of the services
obtained from the benefits of mangrove forest is an ecotourism service.

This study aims to : (1) Identify the potential of Ujung Baurung mangrove ecosystem
as an ecotourism area, (2) Analyze the suitability of Ujung Baurung mangrove ecosystem
area, (3) Analyze the strategy for the development of Ujung Baurung mangrove ecotourism.
Data was collected by field surveys and interviews using the questionnaires. Data analysis
used the area suitability analysis method for coastal tourism of mangrove tourism category
and SWOT analysis.

The results of this study indicate that the Ujung Baurung mangrove ecosystem has the
the potential to consist of various types of biota objects found such as fish, reptiles, birds,
crustaceans and mollusks. Ujung Baunrung mangrove area falls into the “suitable” category
to be used as an area of mangrove ecotourism. The strategy for developing Ujung Baurung
mangrove ecotourism is ecotourism spatial planning (zoning), managing the mangrove
ecosystem area by involving the community, making the marine culture of the Mandar Tribe
as a tourist attraction and promoting the mangrove area as an area that has a unique natural
resource.

Keywords : Ecotourism, Mangorve, Suitability Analysis and SWOT