Anda di halaman 1dari 22

RANCANGAN PERENCANAAN

RANGKA KUDA-KUDA BAJA


Senin, 01 Februari 2016

RANGKA KUDA-KUDA BAJA

BAB III

PERHITUNGAN KUDA-KUDA
λ

ketentuan :

Jarak Kuda-kuda : 3m

Tegangan izin (Fy) : 240 Mpa

Lebar bentangan : 16 m

Penutup atap : Seng

Sudut (α) : 32˚

Alat sambung : baut

3.1 Menghitung Ketinggian Kuda-kuda

H = tan α . ½ L

H = tan 320x ½( 16 m)

H H = 4,99 m = 5 m

α
½L

3.2 Perhitungan Panjang Batang

 Panjang Batang Mendatar

Panjang λ

(1,5 λ x 4) + 2 λ = L

8 λ = 16

λ = 16/8

λ =2

maka panjang batang

H1=H2 =H4 =H5 = 1,5 λ = 1,5 x 2 = 3 m

batang H3 = 2 x λ = 2 x 2m =4m

 Panjang Batang Kaki Kuda-kuda

D1 + D2 +D3 = D4+D5+D6 =

= 9,43 m

 Panjang Batang Diagonal

D1, D2,=D5,D6 = 3  cos 32o

= 2,54 m

D3=D4 = 9,43 – (D5+D6)

= 9,43 – (2,54 +2,54)


= 4,35 m

D7=D14 = sin 32o x 3

= 0,529 x 3 m

= 1,59 m

D8=D13= H1 =3m

D9=D12 = sin 32o x (H1+H2)

= sin 32o x (3+ 3)

= 3,18 m

D10=D11 =

= m

=3,39 m

Tabel 3.1 Panjang masing-masing Rangka Batang

Panjang Batang
No batang
(m)

H1= H2 = H4=H5 3

H3 4

D1, D2,=D5,D6 2,54

D3=D4 4,35

D7=D14 1,59

D8=D13 3
D9=D12 3,18

D10=D11 3,39

3.3 Perhitungan Pembebanan

Untuk dapat dilakukan pendimensian gording, terlebih dahulu harus dihitung beban-beban yang
akan bekerja pada gording tersebut. Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, pembebanan yang
dipakai dalam perencanaan kuda-kuda baja antara lain:

Gambar 3.1 Distribusi Pembebanan

3.3.1 Perhitungan Beban Mati (qD)


Beban mati yang bekerja pada gording adalah berat sendiri, yang terdiri dari berat penutup
atap dan berat plafond.
1. Berat Penutup Atap (seng)

Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, berat penutup atap seng gelombang tanpa gording adalah 10
kg/m2.

Jarak gording yang direncanakan adalah 1,1 m

Jumlah gording =

Maka berat atap = 10 kg/m2 x 1,1 m

= 11 kg/m

2. Berat Sendiri Plafond

Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, berat plafond dan penggantung adalah 18 kg/m2.

Jadi berat plafond = 18 kg/m2 x Jarak buhul bawah

= 18 kg/m2 x 4 m

= 72 kg/m

3. Berat Sendiri Gording

Gording yang digunakan adalah profil baja Canal 12 dari daftar baja di peroleh Berat adalah 13.4kg/m.

Maka total berat beban mati (q) :

q = Berat Atap + Berat Plafond + Berat Gording

= 11 kg/m + 72 kg/m + 13,4 kg/m

= 96,4 kg/m

qDx = q x cos α

= 96,4 kg/m x cos 32o

= 81,75 kg/m

qDy = q x sin α

= 96,4kg/m x sin 32o


= 51,08 kg/m

3.3.2 Perhitungan Beban Hidup (PL)


Beban Orang Pekerja

Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, beban atap yang dapat dibebani orang besarnya 100 kg/m2,
maka beban terpusat adalah:

PLx = P x cos α

= 100 kg/m2x cos 32o

= 84,80 kg

PLy = P x sin α

= 100 kg/m2x sin32o

= 52,99 kg

3.3.3 Beban Air Hujan (qR)


Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, beban akibat air hujan dapat dihitung dengan rumus:

qR = ( 40 kg/m2 – 0,8 α )

= ( 40 kg/m2 – 0,8 .32o )

= 14,4 kg

qRx = qR. cos α

= 14,4 kg x cos 32o

= 12,21 kg

qRy = qR. cos α

= 14,4 kg x sin 32o

= 7,63 kg

3.3.4 Perhitungan Beban Angin (qW)


Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, tekanan angin diambil 25 kg/m2, maka besarnya koefisien
angin adalah :

Beban Angin (W) = 1,1 x 25 kg/m2 = 27,5 kg/m

Beban Angin Tekan (WTekan) = Koefisien angin tekan x W


=( 0.02 α – 0.4 ) x 27,5 kg/m

= 0,24 x 27,5

= 6,6 kg/m (+)

Beban Angin Hisap (WHisap) = Koefisien angin tekan x W

=( – 0.4 ) x 27,5 kg/m

= 0,24 x 27,5

= - 6,6 kg/m (-)

qW = (Wtekan+ Whisap) . cos α

= (14 kg/m + (-14 kg/m)) x cos 32

= 0 x cos 32

= 0 kg/m

3.4 Kombinasi Pembebanan


Berdasarkan SNI untuk baja tahun 2002, perhitungan kombinasi pembebanan :

3.4.1 Kombinasi 1 (1,4 D)


a. Beban Merata

qux = 1,4 . qDx

= 1,4 . 81,75 = 114,45 kg/m

quy = 1,4 . qDy

= 1,4 . 51,08 = 71,512 kg/m

3.4.2 Kombinasi 2 (1,2 D + 1,6 L + 0,5 R)


a. Beban Merata

qux = 1,2 . qDx + 0,5 . qRx

= 1,2 . 81,75 + 0,5 . 12,21 = 104,205 kg/m

quy = 1,2 . qDy + 0,5 . qRy

= 1,2 . 51,08 + 0,5 . 7,63= 65,111kg/m


b. Beban Titik

Pux = 1,6 . PLx

= 1,6 . 84,80 = 135,68 kg/m

Puy = 1,6 . PLy

= 1,6 . 52,99 = 84,784 kg/m

3.4.3 Kombinasi 3 (1,2 D + 1,6 L + 0,8 W)


a. Beban Merata

qux = 1,2 . qDx + 1,6 . qRx + 0,8 . qW

= 1,2 . 81,75 + 1,6 . 12,21 + 0,8 . 0 = 117, 663kg/m

quy = 1,2 . qDy + 1,6 . qRy

= 1,2 . 51,08 + 1,6 . 7,63= 73,504kg/m

3.4.4 Kombinasi 4 (1,2 D + 1,3 W + 0,5 L + 0,5 R)


a. Beban Merata

qux = 1,2 . qDx + 1,3 . qW + 0,5 . qRx

= 1,2 . 81,75 + 1,3 . 0 + 0,5 . 12,21 = 104,205 kg/m

quy = 1,2 . qDy + 0,5.qRy

= 1,2 . 51,08 + 0,5 . 7,63= 65,111 kg/m

b. Beban Titik

Pux = 0,5 . PLx

= 0,5 . 84,80= 42,4 kg/m

Puy = 0,5 . PLy

= 0,5 . 52,99 = 26,495 kg/m

3.4.5 Kombinasi 5 (1,2 D + 0,5 L)


a. Beban Merata

qux = 1,2 . qDx

= 1,2 . 81,75 = 98,1 kg/m

quy = 1,2 . qDy


= 1,2 . 51,08 = 61,296 kg/m

b. Beban Titik

Pux = 0,5 . PLx

= 0,5 . 84,80= 42,4 kg/m

Puy = 0,5 . PLy

= 0,5 . 52,99 = 26,495 kg/m

Dari kombinasi pembebanan diatas, maka beban maksimum yang bekerja pada gording adalah:

qux = 117, 663kg/m

quy = 73,504kg kg/m

Pux = 135,68 kg/m

Puy = 84,784 kg/m

3.5 Perhitungan Momen


Muxmax =

= 234,1308kg/m

= 2341308 N.mm

Muymax =

= 146,28 kg/m

= 1462800 N.mm

3.6 Pendimensian Gording


Direncanakan jenis material baja mutu BJ 37 dengan tegangan izin beban utama (fy) sebesar
240 Mpa dan jenis profil Canal No. 12, maka dari daftar baja didapat:
 A = 120 mm
 b = 55 mm
 t = 9 mm

120
9

Berat = 13,4 kg/m

 Ix = 364 cm4 = 364x 104 mm4


 Iy = 43,2 cm4 = 43,2 x 104 mm4

 ix = 4,62 cm = 46,2 mm


55
iy = 1,59 cm = 15,9 mm

 Sx = 60,7 cm3 = 60700 mm3


Gambar 3.2 Profil Baja No.12
Sy = 11,1 cm3 = 11100 mm3

3.7 Kontrol Kekuatan Profil


3.7.1
Web/ Badan

λw ≤ λt

13,33 ≤ 39,05

Penampang Kompak

Kontrol Kelangsingan Penampang


Flens/ Sayap

λf ≤ λp


6,11 ≤ 14,68

Penampang Kompak

Maka asumsi profil adalah penampang kompak adalah benar.

3.7.2 Kontrol Lendutan


a. Displacement Arah Sumbu X

Δx = ≤

= ≤

= 2,7099mm ≤ 10 mm

( Memenuhi Syarat )

b. Displacement Arah Sumbu Y

Δx = ≤

= ≤

= 0,247mm ≤ 10 mm

( Memenuhi Syarat )

3.7.3 Kontrol Terhadap Momen


Dari hasil analisis kelangsingan penampang, diketahui bahwa profil yang digunakan merupakan
penampang kompak, maka berlaku :

Mn = Mp

a. Mencari Momen Nominal Yang Bekerja Pada Profil

Mnx = Zx . Fy

= 60700 mm3 . 240 N/mm2

= 14568000 N.mm

Mny = Zy . Fy
= 11100 mm3 . 240 N/mm2

= 2664000 N.mm

b. Kontrol Tegangan Lentur

( Memenuhi Syarat, Aman Terhadap Tekuk Lokal )

3.8 Pelimpahan Beban Di Setiap Titik Buhul


Pelimpahan beban disetiap titik buhul yang diperhitungkan ialah beban tetap ditambah beban
hidup.

3.8.1 Pelimpahan Beban Tetap


Panjang Batang kuda-kuda

 Batang H1=H2=H4=H5 = 3 x 4batang = 12 m

 Batang H3 = 4 x 1batang =4 m

 Batang D1=D2=D5=D6 = 2,54 x 4batang = 10,16 m

 Batang D3=D4 = 4,35 x 2 batang = 8,64 m

 Batang D7=D14 = 1,59 x 2 batang = 3,18 m

 Batang D8=D13 = 3 x 2batang =6 m

 Batang D9=D12 = 3,18 x 2batang = 6,36 m

 Batang D10=D11 = 3,39 x 2 batang = 6,78 m

Total Panjang Batang Kuda-Kuda = 57,12 m

Berdasarkan berat kuda-kuda yang direncanakan dengan menggunakan profil baja siku sama
kaki adalah 2∟.70.70.7, dengan berat (q = 7,38 kg/m).maka,

 berat keseluruhan batang kuda-kuda (P1)

= 2 x 7,38 kg/m x 57,12 m

= 843,0912 kg

 Untuk berat plat buhul dan alat sambung diambil 20 % dari berat keseluruhan batang kuda-kuda (P2)
sehingga :

= 843,0912 kg x 0,20
= 168,61824 kg

 Berat atap (P3)

= 10 kg/m2 x 9,43 m x 3 m x 2

= 565,8 kg

 Berat gording (P4)

= 13,4 kg/m x 3 m x 9,43 x 2

= 758,172 kg

 Berat orang yang bekerja beserta pekakas kerja sebesar 100 kg (P7)

 Berat plafond (P5)

= 18 kg/m2 x 3 m x 16 m

= 1512 kg

 Berat air hujan (P6) = (40 kg/m2 - 0,8 x 32˚) x 9,43 m x 3 m x 2

= 814,752 kg

Maka berat beban pada setiap titik buhul yang bekerja (P) adalah :

P total =

= 641.28024 kg

Besar P pada tumpuan ½ P =

= 320.64012 kg

Berat pekerja beserta peralatan atau pekakas kerjanya yaitu 100 kg dikalikan dengan hasil
gaya batang yang diperoleh dari cremona beban tetap.
Maka,

3.8.2 Pelimpahan Beban Sementara (sekunder/hidup)


Pembebanan ini didapat dari beban angin yaitu beban tekan dan beban angin hisab.

Luas bidang tekan atap = panjang kaki kuda-kuda x jarak kuda-kuda

= 18,86 m x 3 m
= 56,58 m2

Ptekan = koef angin tekan x Luas bidang tekan atap x tekanan angin

= ( 0.02 α – 0.4 ) x 56,58 x 25kg/m2

= 339,48 kg (+)

P hisab = koef angin hisap x Luas bidang tekan atap x tekanan angin

= – 0,4 x 56,58 x 25 kg/m2

= 565,8 kg (-)

3.8.3 Beban Air Hujan

3.9 Pendimensian Batang Kuda-kuda Menurut Metode LRFD


Batang kuda-kuda terdiri dari batang atas, batang bawah, batang vertical dan batang diagonal
yang direncanakan dengan menggunakan profil siku-siku sama kaki (∟). Pendimensian batang kuda-
kuda didasarkan pada gaya batang total besar yang tertera gaya batang.
3.9.1 Pendimensian batang atas (D1, D2,D3,DA4, D5, D6)
Panjang batang D1=D2=D3=D4=D5=D6 yang terbesar adalah 4,35 m dan terjadi gaya tekan,
kedua ujung dianggap sendi-sendi.

Pmaks = 3653,052 kg = 36,53052kN = 36530,52 N

Lk = L = 4,35

Fy = 240 Mpa

a. Berdasarkan batasan kelangsingan maksimum

rmin>

rmin>

rmin> 2,175 cm

b. Nilai Ag minimum yang diperlukan untuk memikul gaya tekan terfaktor, Nu adalah :

Ag = = = 21,4885 mm2

Coba profil 2∟75.75.7 (Ag = 10,1cm2, rmin = 2,28 cm)

c. Kuat tekan rencana, ø Nu

λc =

= = 2,10

Sehingga untuk λc ≥ 1,2 nilai ω di peroleh dari persamaan 2.16

ω = 1,25 λc2

= 1,25 (2,102)

= 5,6007

Maka kuat tekan rencana :

øNn =

= 0,85 x2(1010) x

= 73576,51722 N
= 73,57651722 kN

d. Kriteria desaign

< 1

< 1

0,4964 < 1

Kesimpulan : Profil 2∟ 75.75.7, dapat digunakan

e. Periksa terhadap tekuk lentur torsi

Nnlt = Ag.fclt

fclt =

fcrz =

G = = = 76923,1 Mpa

J = = =32699,3 mm4

yo = ex – = 22,8 - = 19,3 mm

x0 =0

==

= 377,7545

fcrz = = 838,6204 Mpa

H = = = 0,0139

fcry = = = 4333,816 Mpa

fclt =

= 703,988

Nclt = Ag x fclt= 7940 x 703,988= 5589664,72 N

Nu<Ø Nclt

Ø Nclt = 0,85 x 5589664,72 = 47521215,13


= 0,65 < 1 .......................... (aman)

3.9.2 Pendimensian batang bawah


Panjang batang H1=H2=H4=H5 adalah 3 m, H3 adalah 4m, dan terjadi gaya tarik, kedua ujung
dianggap sendi-sendi.

Pmaks = 4766,124 kg = 47,66124 kN = 47661,24 N

Lk = L = 4 m = 400 cm

Fy = 240 Mpa

Fu = 370 Mpa

 Tentukan Ag minimum yang diperlukan untuk memikul gaya tarik terfaktur :

a. Kondisi leleh

Ag min = = = 220,6538 mm2

b. Kondisi fraktur

Agmin =

Asumsikan U = 0,9 bila seluruh penampang luas bautberdasarkan luas minimum


Ag dari kondisi, diasumsikan profil 2∟ 75.75.7, untuk sementara memindai,
tf = 7mm, maka kondisi fraktur diperoleh :

Agmin =

= 294,205 mm2

Ambil penampang yang memenuhi kelangsingan minimum

imin = = = 1,6 cm

 Coba profil 2∟ 55.55.6 (Ag = 6,31 cm2, rmin = 1,66 cm)

 Sifat penampang

Ag = 1262 mm2 > Agmin = 294,205 mm2

 Kuat tarik nominal

Kondisi leleh
ØTn = Ø x Fy x 2Ag

= 0,90 x 240 x 2(631)

= 272592 N = 272,592 kN

Kondisi fraktur Ag = An

Ae = U x Ag = 0,9 x (2 x631) = 1135,8 mm2

ØTn = Øx Fu x Ae

= 0,75 x 370 x1135,8

= 315184,5N

= 315,1845 kN

Menurut SNI 03-03-1729-2002 pasal 0.1 dinyatakan bahwa semua komponen


struktur yang memikul gaya tarik aksial terfaktor sebesar Tu, maka harus
memenuhi :

Tu ≤ ØTn

Tu = 47,66124 kN ≤ ØTu = 272,592 kN...................... (Ok)

Kesimpulan, profil 2∟ 55.55.6dapat digunakan.

3.10.3 Pendimensian Batang Diagonal Dalam

Panjang batang D7=D14 adalah 1,59 m, D8=D13 adalah 3 m, D9=D12 adalah


3,18 dan D10=D11 adalah 3,39 m, terjadi gaya tarik. Kedua ujung dianggap sendi-sendi.

Pmaks = 1121,385 kg = 1,121385 ton = 11,21385 kN = 112138,5 N

Lk= L = 3 m = 300 cm

Fy = 240 Mpa

Fu = 370

 Tentukan Ag minimum yang diperlukan untuk memikul gaya tarikterfaktur :

a. Kondisileleh

Agmin = = = 519,16 mm2


b. Kondisifraktur

Agmin =

Asumsikan U = 0,9 bila seluruhtepi luar penampangmenggunakan sambungan


baut berdasarkan luas penampang minimum Ag dari kondisi, diasumsikan profil
2∟75.75.7 untuk sementara memindai, tf = 7mm, maka kondisi frakturdiperoleh :

Agmin =

= 692,21 mm2

Ambil penampang yang memenuhikelangsingan minimum

imin = = = 1,25 cm

 Coba profil 2∟ 45.45.5 (Ag = 4,30 cm2, imin = 1,35 cm)

 Sifat penampang

Ag = 860 mm2 > Agmin = 692,21 mm2

 Kuat tarik nominal

Kondisi leleh

ØTn = Ø x Fyx 2Ag

= 0,90 x 240 x 2(860)

= 371520 N

= 371,520 kN

Kondisi fraktur Ag = An

Ae = U x Ag = 0,9 x (2 x430)

= 774 mm2

Ø Tn = Ø x Fu x Ae

= 0,75x 370 x774

= 214785N

= 214,785 kN
Menurut SNI 03-03-1729-2002 pasal 0.1
dinyatakan bahwasemua komponen struktur yang
memikul gaya tarik aksialterfaktor sebesar Tu, makaharus memenuhi :

Tu ≤ ØTn

Tu = 11,21385 kN ≤ ØTn =214,785 kN........................... (Ok)

 imin = 1,35 cm > 0,54 cm......................................... (Ok)

Kesimpulan, profil 2∟ 45.45.5 dapat digunakan.

3.11 Perhitungan Sambungan

Sambungan pada batang kuda-kuda terdiri dari sambunga batang atas, batang bawah dan
batang diagonal. Sambungan batang kuda-kuda ini menggunakan sambungan tampang dua, baut
(tanpa ulir) dan menggunakan plat buhul dengan tebal 7 mm. Kriteria baut yang digunakan adalah
sebagai berikut :

Tipe baut = A 325

Ø baut = 12,7 mm (1/2 inchi)

= 825 Mpa

= 240 Mpa

= 370 Mpa

= 0.5 untuk baut tanpa ulir pada bidang geser

a. Kuat geser baut

Φ Rn = ϕ . m . . . Ab

= 0.75 x 2 x 0.5 x 825 x ( ¼ π 12,72 )


= 78,34 kN

b. Kuat tumpu pelat

Φ Rn = ϕ . 2.4 . . db . tp

= 0.75 x 2.4 x 370 x 12,7 x 7

= 59,21 kN

Maka kuat nominal satu baut adalah : 59,21 kN

1. Sambungan batang H1, H2, H3, H4, H5,

Pmax = 47,66124 kN

Ø baut = 12,7 mm

Jumlah baut

n =

= = 0,8 ≈ 2 buah baut

Dimana:

s = 3 . d = 3 x 12,7 = 38,10 mm = 40 mm

s1 = 1,5 . d = 1,5 x 12,7 = 19,05 mm = 20 mm

2. Sambungan batang D1, D2, D3, D4, D5, D6

Pmax = 36,53052 kN

Ø baut = 12,7 mm

Jumlah baut

n =

= = 0,62 ≈ 2 buah baut

Dimana:

s = 3 . d = 3 x 12,7 = 38,10 mm = 40 mm
s1 = 1,5 . d = 1,5 x 12,7 = 19,05 mm = 20 mm

3. Sambungan batang D7, D8, D9, D10, D11, D12, D13, D14

Pmax = 11, 21385 kN

Ø baut = 12,7 mm

Jumlah baut

n =

= = 0,19 ≈ 2 buah baut

Dimana:

s = 3 . d = 3 x 12,7 = 38,10 mm = 40 mm

s1 = 1,5 . d = 1,5 x 12,7 = 19,05 mm = 20 mm

osaoziel di 06.59
Berbagi

Tidak ada komentar:


Posting Komentar
Beranda

Lihat versi web


Mengenai Saya

osaoziel

Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.