Anda di halaman 1dari 6

ANGIOSPERMAE (Tumbuhan berbiji tertutup)

Tumbuhan berbunga (Magnoliophyta)

"Angiospermae terkecil yaitu Wolffia globusa"

Tumbuhan berbunga atau Anthophyta ("tumbuhan bunga") atau Magnoliophyta ("tumbuhan


sekerabat dengan magnolia") adalah kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan.
Angiospermae memiliki ciri utama, yaitu bakal bijinya berada di dalam megasporofil yang
termodifikasi menjadi daun buah (karpel) sehingga serbuk sari harus menembus jaringan daun buah
untuk mencapai bakal biji dan membuahi ovum. Nama Angiospermae diperkenalkan oleh Paul
Hermann pada tahun 1690. Saat ini, sistem klasifikasi yang paling akhir, seperti sistem APG (1998)
dan sistem APG II (2003), tidak lagi menjadikannya sebagai satu kelompok takson tersendiri
melainkan sebagai suatu klade tanpa nama botani resmi dengan nama Angiospermae (sistem ini
menggunakan nama-nama bahasa Inggris atau diinggriskan untuk nama-nama tidak resmi).
Penyelidikan menggunakan filogeni yang menggunakan data-data molekular hingga sekarang telah
menemukan delapan kelompok utama pada tumbuhan berbunga, yaitu Monokotil, Eudikotil,
Amborellaceae, Nymphaeales, Austrobaileyales, Chloranthales, Ceratophyllales, dan magnoliids.
Penyebutan kelompok ini sekarang lebih disukai menggunakan tumbuhan berbunga daripada
tumbuhan berbiji tertutup. Pengelompokan klasik menjadi Dicotyledoneae (tumbuhan berkeping biji
dua) dan Monocotyledoneae (tumbuhan berkeping biji tunggal) berdasarkan filogeni molekuler
sekarang dianggap tidak valid karena kelompok yang pertama tidak holofiletik. Ke dalam Anthophyta
sekarang terdapat delapan kelompok besar yang perinciannya masih terus dikaji.

Ciri-Ciri Angiospermae (Tumbuhan Biji Tertutup) :

a. Mempunya bunga sejati


b. Daun buah berdaging tebal
c. Biji dilindungi oleh bakal buah
d. Bentuk dan ukuran tubuh yang bervariasi
e. Tubuhnya terdiri dari akar, batang, daun dan bunga
f. Akarnya berbentuk tunggang atau serabut
g. Bentuk tulang daun bervariasi yaitu menyirip, menjari dan lurus
h. Daun umumnya lebar, tunggal atau majemuk
i. Reproduksi secara vegetatif dan generatif
j. Bunga memiliki kelopak, mahkota, benang sari dan putik
k. Batangnya ada yang memiki kambium dan ada juga yang tidak.
l. Memiliki pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengn dinding sel yang tebal dan
berlignin
m. Habitat berupa semak, herba, perdu atau pohon
n. Selisih waktu yang relatif pendek antara penyerbukan dan pembuahan
o. Batang bercabang/tidak bercabang

Sepuluh besar suku tumbuhan menurut banyaknya jenis adalah sebagai berikut:

1) Asteraceae atau Compositae (suku kenikir-kenikiran): 23.600 jenis

2) Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan): 21.950

3) Fabaceae atau Leguminosae (suku polong-polongan): 19.400


4) Rubiaceae (suku kopi-kopian): 13.183

5) Poaceae, Glumiflorae, atau Gramineae (suku rumput-rumputan): 10.035

6) Lamiaceae atau Labiatae (suku nilam-nilaman): 7.173

7) Euphorbiaceae (suku kastuba-kastubaan): 5.735


8) Cyperaceae (suku teki-tekian): 4.350

9) Malvaceae (suku kapas-kapasan): 4.225

10) Araceae (suku talas-talasan): 4.025


Reproduksi Angiospermae
 Angiospermae adalah bentuk yang dominan di darat; mereka berkembang biak
dengan cara seksual dan aseksual.
 Tanaman ini berkembang biak dengan organ reproduksi yang disebut bunga.
 Struktur jantan dikenal sebagai benang sari dan struktur betina dikenal sebagai karpel.
Anter dari benang sari menghasilkan serbuk sari biji-bijian yang mengandung
gametofit jantan.
 Karpel ini memiliki stigma, tabung sari dan bakal biji yang terletak pada ovarium.
 Penyerbukan adalah proses transfer gamet jantan dengan ovula betina, untuk
penyerbukan terjadi serbuk sari menempel ke stigma dari karpel tersebut.
 Serbuk sari bermigrasi ke ovula untuk membuahi sel telur dan inti endosperma dalam
gametofit betina, proses ini dikenal sebagai fertilisasi ganda.
 Hasilnya adalah zigot yang berkembang menjadi embrio.
 Endosperma dan jaringan betina menimbulkan jaringan disekitar benih yang
berkembang.
 Ovarium dari gametofit betina berkembang menjadi buah.
 Penyerbukan dapat penyerbukan sendiri maupun penyerbukan silang.