Anda di halaman 1dari 2

PENANDAAN AREA OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

0 2/2
0026/SPO-YM/DIR/VI/2019

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar Prosedur
Operasional
dr. Hafiz Usman IFA, MH.Kes.

1. Pengertian 1. Suatu tindakan penandaan daerah yang akan dioperasi


yang harus dilakukan kepada pasien yang akan
menjalani pembedahan.
2. Tujuan 1. Sebagai acuan dalam mengatur tata tertib kerja dalam
pelaksanaan tindakan.
2. Mencegah terjadinya kesalahan pembedahan
3. Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Respati
Nomor: 0026/SPO-YM/DIR/VI/2019 tentang Penandaan Area
Operasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Respati.
4. Prosedur 1. Beri KIE pada ibu- ibu bayi tentang ASI eksklusif
1. Penandaan dilakukan oleh dokter DPJP/ operator bedah
dilakukandi ruangan ranap/ ralan sebelum dilakukan
operasi.
a. Dilakukan untukk prosedur yang harus dibedakan :
1) Sisinya (kiri/kanan)
2) Struktur yang berbeda (ibu jari kaki dan jari
lainnya)
3) Level yang berbeda (level tulang belakang)
2. Siapkan alat-alat untuk pelaksanaan tindakan
diantaranya rekam medis, formulir informed consent
alat tulis spidol marker warna ungu/ skin surgical
marking pen khusus untuk penandaan area operasi.
3. Pasien dicocokan dengan rekam medis
4. Libatkann pasien dan keluarga dengan menjelaskan
maksud dan tujuan dilakukan penandaan.
PENANDAAN AREA OPERASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman

1/2
0026/SPO-YM/DIR/VI/2019

5. Tanyakan kembali kepada pasien bagaian mana yang


akan dilakukan pembedahan
6. Dokter DPJP / operator member tanda panah ( ) pada
sisi/daerah yang akan di operasi.
7. Tanda menggunakan spidol warna /surgical marking
pen warna ungu yang jelas dan tidak bisa dihapus yang
disediakan oleh Rumah Sakit.
8. Dokumentasikan di formulir assesmen pra bedah dan
formulir serah terima pasien tindakan yang sudah
dilakukan.
9. Penandaan dilakukan pada semua kasus pasien yang
akan menjalani operasi kecuali organ tunggal dan bayi.
10. Pemeberian tanda tidak dilakukan pada operasi yang
hanya
a. Mencakup satu organ, contoh : Section Cesarean,
Bedah Jantung, Appendectomy, Hysterektomi,
Laparatomy, Laparascopy
b. Prosedur invasive : Katerisasi Jantung, Venaseksi,
NGT, Venocath, Gigi (penandaan dilakukan pada
foto gigi/diagram gigi)
11. Lain-lain : Tonsillectomy, Hemmorhoidectomy, operasi
pada genitalia.
5. Unit Terkait 1. Kamar Bedah
2. Rawat Inap
3. Rawat Jalan