Anda di halaman 1dari 21

Program Kerja Kepala Bengkel

TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF


( TKRO )
SMK NEGERI RAJAPOLAH
2018-2019

Di susun oleh :
Kepala Bengkel Teknik Kendaraan Ringan
Otomotif
SMK Negeri Rajapolah
HALAMAN PENGESAHAN

Program Kerja Kepala bengkel TKRO SMK NEGERI RAJAPOLAH Tahun Pelajaran
2018-2019 telah disyahkan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah pada :

Hari : Senin
Tanggal : 9 Juli 2019

Penyusun,

ADITIANA SUKADARUSMAN, S.Pd

Disyahkan oleh :

Kepala Jurusan Kepala Sekolah

KOKO ABDUL KODIR, S.Pd, M.Eng H. ZENAL MUTAQIN, S.Pd, M.M.Pd


NIP. 196803152002121008 NIP : 19680902 199103 1 008
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh Swt yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Program Kerja Ketua
Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Negeri
Rajapolah Tahun Pelajaran 2018 - 2019 sesuai dengan rencana. Dengan telah
selesainya laporan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu kami dalam proses penyelesaian penyusunan program kerja ini
dalam bentuk bantuan moral maupun material dan langsung maupun tak langsung,
semoga amal perbuatan saudara mendapat pahala dari Allah Swt.
Akhirnya, mudah-mudahan program kerja ini bermanfaat dan kami selalu terbuka
dengan saran dan kritik dari seluruh warga SMK Negeri Rajapolah, sehingga dapat
menjadi pengalaman yang lebih baik di masa mendatang demi sempurnanya dalam
penyusunan Program Kerja Kepala Bengkel Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan
Ringan Otomotif ( TKRO ) SMK Negeri Rajapolah tahun berikutnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Tasikmalaya, 9 Juli 2018


Penyusun,

Aditiana Sukadarusman, S.Pd


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................... 1


HALAMAN PENGESYAHAN ..................................................................................... 2
KATA PENGANTAR.................................................................................................. 3
DAFTAR ISI .............................................................................................................. 4
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 5
A. Latar Belakang ..................................................................................... 5
B. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah ............................................................. 5
C. Visi, Misi dan Tujuan Progran Keahlian Teknik Kendaraan Ringan ..... 6
D. Tujuan Pembuatan Program Kerja ....................................................... 6
BAB II PROGRAM KERJA
E. Program Kerja dan pelaksanaan .......................................................... 7
BAB III PENUTUP ..............................................................................................10
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

SMK Negeri Rajapolah adalah salah satu sekolah baru di kabupaten


Tasikmalaya, namum memiliki potensi yang sangat besar bilamana dikelola dengan
manajemen dengan baik. SMK Negeri Rajapolah mulai berdiri pada tahun 2007, yang
menyelenggarakan pendidikan Kompetensi Keahlian: Teknik Kendaraan Ringan
Otomotif ( TKRO ), yang akan menghasilkan lulusan siap untuk memasuki dunia kerja
ataupun melanjutkan pendidikan. Untuk mencapai hal itu maka proses pendidikan
dan pembelajaran harus mengacu dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku sesuai
dengan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah .
Dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah maka Kompetensi
Keahlian Teknik Kendaraan Ringan harus senantiasa mengikuti perkembangan
kurikulum yang selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah serta
perkembangan dunia kerja atau dunia pendidikan. Sebagai acuan dalam menerapkan
kurikulum guna kelancaran proses kegiatan belajar mengajar maka Ketua
Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif ( TSM ) yang merupakan
salah satu unit kerja Dibawah Waka Kurikulum yang ada di SMK Negeri
Rajapolah harus menyusun program kerja mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi program kerja yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-
masing.
Penyusunan program kerja juga merupakan pendukung kelengkapan
administrasi SMK Negeri Rajapolah dalam menerapkan sistem manajemen mutu
sebagai prasyarat sekolah meraih Predikat A

B. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah.

Visi
Menghasilkan lulusan yang taqwa, cerdas dan profesional serta berkarakter
yang kuat.
Misi
a. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan yang berkualitas, dengan ciri:
1) manajemen pendidikan yang efektif dan produktif
2) tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional,
3) kurikulum yang memenuhi tuntutan pasar kerja
4) sarana dan prasarana yang memadai dengan lingkungan yang kondusif
5) kerja sama yang kuat dengan stakeholders
b. Membentuk dan mengembangkan sikap dan mental siswa yang berwawasan
budaya, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif, serta berwawasan lingkungan
hidup agar menjadi manusia yang mandiri dan berkarakter
c. Melaksanakan pengabdian masyarakat

C. Visi, Misi dan Tujuan Progran Keahlian Teknik Kendaraan Ringan

1. VISI DAN MISI

Visi

Terwujudnya insan Kompetensi Keahlian TEKNIK KENDARAAN RINGAN


Yang Beriman & Bertaqwa, Berkarakter, Kompeten serta Berdaya Saing

Misi

a. Membekali Peserta Didik dengan Pengetahuan, Ketrampilan , dan Sikap


yang berlandaskan Iman dan Taqwa kepada Tuhan YME
b. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Kompetensi TEKNIK
KENDARAAN RINGAN Berbasis Kepada Pendidikan Karakter
c. Menjadikan Kompetensi Keahlian TEKNIK KENDARAAN RINGAN
Sebagai Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Keahlian TEKNIK
KENDARAAN RINGAN
d. Menumbuh kembangkan Proses Pembelajaran TEKNIK KENDARAAN
RINGAN yang Terintegrasi dengan Kebutuhan Dunia Kerja dan
Berwawasan Global
e. Menghasilkan Tenaga Kerja Tingkat Menengah Yang Kompeten di
Bidang Industri Otomotif Yang Siap Bersaing di Dunia Usaha / Dunia
Industri serta Menumbuh Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
2. TUJUAN

Tujuan dari Lesson Plan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan


Ringan tahun pelajaran 2018/2019 ini, adalah:

a. Memberikan gambaran mekanisme pengelolaan program secara


administrative
b. gambaran pengelolaan sarana dan prasarana di Teknik Kendaraan
Ringan
c. Memberikan gambaran pengelolaan keuangan secara akuntable
d. Memberikan gambaran pengelolaan kegiatan prakerin di Teknik
Kendaraan Ringan
e. Memberikan gambaran pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan
beban kurikulum
f. Memberikan gambaran pembinaan kesiswaan di Teknik Kendaraan
Ringan
g. Memberikan ambaran pengelolaan unit produksi dan jasa di Teknik
Kendaraan Ringan
h. Memberikan gambaran kegiatan Sosial dalam rangka menciptakan dan
menumbuhkan rasa kebersamaan di Teknik Kendaraan Ringan SMK
NEGERI RAJAPOLAH

3. SASARAN

Sasaran yang ingin dicapai dalam Lesson Plan ini adalah terciptanya
sistem pengelolaan program secara Terencana, Akuntable dan Sistematis.

a. kegiatan administrasi,
b. kegiatan diklat,
c. pembinaan sumber daya manusia,
d. pengelolaan sarana, kegiatan prakerin,
e. pengelolaan keuangan dan unit produksi.

D. Tujuan Pembuatan Program Kerja.


1. Untuk mendukung tercapainya visi, misi dan tujuan sekolah
2. Sebagai pedoman kerja Ketua Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
3. Sebagai evaluasi kerja Ketua Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
4. Sebagai pendukung kelancaran penerapan : Sistem Manajemen Mutu dan
kelengkapan administrasi.
BAB II
PROGRAM KERJA

A. STRUKTUR ORGANISASI

Kepala Sekolah
H. Zenal Mutaqin,
S.Pd, M.M.Pd

Kepala Kompetensi
Keahlian
Koko Abdul Kodir,
S.Pd, M.Eng

Sekretaris
Evi Gusrinto, S.Pd

Kepala Bengkel
Aditiana
Sukadarusman, S.Pd

Guru
Toolman
B. URAIAN TUGAS KEPALA BENGKEL

Program Kerja Bengkel SMK Negeri RAJAPOLAH tahun pembelajaran 2017-2018 ,

meliputi : Pengorganisasian dan inventarisir.

1. Program Kerja Bengkel di SMK Negeri Rajapolah

No Kegiatan Sasaran Yang dicapai Waktu


1 Penyusunan Pedoman dan Program Dalam pelaksanaan kegiatan
Kerja dapat terencana dan
sistematis
2 Pendataan inventaris bengkel Mengetahui data alat, bahan
dan barang yang ada di
bengkel/ bengkel sebagai
informasi bagi sekolah dan
instansi yang berkepentingan
3 Penyusunan Jadwal Penggunaan Dalam penggunaan bengkel Awal
Bengkel dapat optimal untuk setiap semester
guru dalam pelaksanaan
praktik
4 Perawatan Alat-alat Perawatan ini meliputi : Setiap
 Kebersihan hari kerja
 Kebersihan secara umum
 Pengecekan alat-alat
 Perbaikan
5 Pembuatan laporan Mengetahui kegiatan sebagai Setiap
bahan evaluasi akhir
semester
Agar seluruh program yang dibuat dapat terlaksana, tentunya diperlukan

beberapa pendukung teknis baik itu sarana ataupun prasarana yang dibutuhkan oleh

laboran yang belum tersedia atau yang diperlukan oleh Kepala bengkel

2. Jadwal Penggunaan Bengkel

Jadwal penggunaan ini dibuat sebagai acuan bagi Kepala bengkel untuk

mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan kelangsungan proses belajar

mengajar di bengkel dan untuk merawat alat dan bahan yang ada di bengkel ( Untuk

lebih lengkapnya ada di dalam lampiran )

3. Pengorganisasian / Pengaturan

Pengorganisasian ini adalah bagian yang menggambarkan hubungan antara

komponen yang terlibat dalam pengorganisasian bengkel ( Adapun susunan bagan

secara lengkap terlampir )

4. Inventaris

Inventaris adalah pengelolaan data tentang barang yang ada di bengkel, dari jumlah

alat dan bahan secara lengkap (Daftar Inventaris terlampir).

5. Perawatan

6. Tata Tertib ( Terlampir)


BAB III
PENUTUP

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan karunia

dan ridho-Nya penyusunan Program Kerja Kepala Bengkel SMK Negeri RAJAPOLAH

tahun pembelajaran 2019-2019 dapat diselesaikan.

Dengan terlaksananya Program Kerja kepala Bengkel SMK Negeri

RAJAPOLAH ini, maka diharapkan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan bengkel

Demi terealisasinya segala bentuk kegiatan seperti tersurat dalam Program

Kerja Kepala Bengkel SMK Negeri RAJAPOLAH tahun pembelajaran 2018-2019 ini

kami sangat mengahapkan perhatian, dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai

pihak untuk merealisasikan program-program. Kami yakin dengan optimis bahwa

peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan SMK Negeri RAJAPOLAH akan dapat

terwujud secara optimal. Amin.


JADWAL PENGGUNAAN BENGKEL SMK NEGERI RAJAPOLAH
TAHUN PEMBELAJARAN 2018-2019

HARI JAM NAMA GURU KELAS KETERANGAN

1-2
SENIN 3-4
5-6
7-8
1-2
SELASA 3-4
5-6
7-8
1-2
RABU 3-4
5-6
7-8
1-2
KAMIS 3-4
5-6
7-8
1-2
JUM’AT 3-4
5-6
7-8

Kepala Bengkel Kepala Jurusan

Aditiana Sukadarusman, S.Pd Koko Abdul Kodir, S.Pd, M.Eng


PENGORGANISASIAN / PENGATURAN

I. Fungsi program kerja di dalam ruang praktik bengkel:

- Melaksanakan aktivitas produksi dan jasa


- Memelihara dan memperbaiki sumber daya bengkel
- Melatih pengembangan staf
- Mengembangkan bengkel
- Melaksanakan administrasi bengkel

II. Kondisi bengkel yang diharapkan adalah sebagai berikut:


- Suasana nyaman, bersih, tertib dan indah
- Kondisi peralatan baik dan siap pakai
- Peralatan tersusun sesuai tempatnya
- Cukup penerangan dan ventilasi
- Bangunan ruang praktik/bengkel terpelihara baik, tidak bocor, pintu dan jendela
aman
- Halaman dan taman terpelihara baik
- Instalasi listrik yang memadai dan aman
- System sirkulasi peralatan aman dan lancer
- Instalasi air terjamin, lancar, bersih dan sehat
- Tersedia alat pemadam kebakaran

III. Kartu-kartu administrasi


- Kartu pemakaian bengkel
- Kartu laporan kerusakan
- Bon pinjam/pengembalian alat
- Daftar alokasi tugas
- Daftar kondisi peralatan menurut kondisi
- Buku inventaris alat/mesin
- Buku penerimaan barang
- Buku pengeluaran/pemakaian bahan
- Kartu perbaikan peralatan
- Catatan pengembangan staf

IV. Merencanakan ruang bengkel

Hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan bengkel:


- Tata letak bengkel/lay out
- Ukuran dan jenis bengkel
- Ruang gerak
- Hubungan antar ruang
- Karakteristik pengaturan

V. Pengendalian Polusi di Tempat Kerja


1. Polusi Udara

Pencemaran udara terutama berpusat pada bagian-bagian industri yang


berhubungan dengan pengolahan besi dan baja. Proses ini menyebabkan
pengeluaran partikel-partikel dan gas-gas seperti oksida belerang (SO2),
karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), dan hidro-karbon (CxHx).
Karena banyaknya keluarnya asap dari proses yang memakan suhu tinggi.
Beberapa cara untuk mencegah pengotoran udara, antara lain :

o Ventilasi biasa dibantu kipas angin yang di tempatkan di tempat-tempa


strategis untuk menyedot udara yang tercemar.
o Pemakaian pelindung pernafasan (respiratory protection)
o Cerobong-cerobong asap dengan/tanpa alat pengisap (blower)
keduanya tanpa pembersih debu/pencemar-pencemar gas.
2. Polusi Air

Air tercemar adalah air yang tidak sehat.


Beberapa cara pencegahan air

a. Netralisasi air dengan kapur atau NaOH

Air yang sudah netral perlu dengan pengenceran dibuang ke sungai.


Endapan yang terbentuk dikumulkan di halaman dekat pabrik.

b. Menghilangkan minyak oli (oil removal)

dengan cara memasukkan ke dalam bak-bak, kemudian menyapu permukaan


yang terdapat di atas air dan setelah partikel-partikel (butir-butir) terak turun,
air dipergunakan lagi sebagai pendingin.

3. Gangguan Suara (Kebisingan)

Gangguan suara merupakan suatu yang sulit untuk diatasi.


Bising adalah suara yang kita dengar akibat adanya getaran adanya getaran
udara yang berasal dari sumber getaran dan sampai pada telinga kita.

Tidak semua getaran dapat kita terima menjadi suara yang dapat kita dengar,
karena adanya batas-batas jumlah frenkuensi dan amplitude tertentu.

Misalnya : gemericik hujan, gemuruh gelombang,dll.

4. Cara mengurangi kebisingan

a. Tata ruang dikembangkan dengan baik


Contoh : pengurangan kebisingan terhadap lalu lintas dilakukan dengan jalan
pembangunan jalan tembus,Penghijauan di daerah industri dan sekitar lalu
lintas.

b. Pembuatan bangunan atau kontruksi semacam penahan bising

Contoh : bunyi yang merambat melalui persinggungan adalah orang yang


memukul paku ke dalam tembok dan didengar orang disebelah. Orang
berjalan diatas terdengar oleh orang dibawahnya. Di kurangi dengan jalan
menggunakan bahan-bahan yang meresap getaran suara, jendela rapat dll.

TATA TERTIB
PENGGUNA BENGKEL

1. Penggunaan bengkel oleh siswa sesuai dengan jadwal praktikum.


2. Setiap siswa yang mengikuti praktikum / yang berada di dalam bengkel Wajib
a. Memakai seragam praktik dengan rapi dan sopan.
b. Menjaga ketertiban dan kebersihan ruangan
c. Mengikuti instruksi dan petunjuk guru praktik dalam penggunaan alat-alat
bengkel.
d. Menjaga setiap peralatan dan fasilitas yang ada di dalam bengkel.
e. Mempersiapkan segala peralatan dan keperluan praktik.
f. Berada di dalam ruangan minimal 5 menit sebelum praktikum dimulai.
3. Setiap siswa yang mengikuti praktikum / berada di bengkel , dilarang :
a. Makan dan minum pada saat praktikum.
b. Mengotori dan membuat ruangan kotor dan berantakan.
c. Mengoperasikan alat yang tidak diinstruksikan oleh guru praktik.
d. Menggunakan peralatan dan atau fasilitas yang ada di dalam ruangan tanpa
instruksi guru praktik atau penanggung jawab ruangan.
e. Membawa peralatan atau sesuatu yang tidak berhubungan dengan pelajaran.
f. Berkelahi atau membuat keributan di dalam ruangan.
4. Pelanggaran atas tata tertib pada point 3 akan dikenakan hukuman berupa :
a. Ditegur
b. Dikeluarkan dari bengkel/ bengkel (Tidak mengikuti praktikum pada hari
tersebut)
c. Dilaporkan pada PKS kesiswaan dan atau BP/BK
5. Penggunaan bengkel di luar jam praktikum harus diketahui dan seijin Kepala
Bengkel

Kepala Bengkel Kepala Jurusan

Aditiana Sukadarusman, S.Pd Koko Abdul Kodir, S.Pd, M.Eng

PEMELIHARAAN BENGKEL

Pengertian
Pemeliharaan adalah semua kegiatan/tindakan yang dilakukan untuk
mempertahankan keadaan suatu fasilitas kembali pada kondisi operasional secara
optimal sehingga sia pemakaian dapat diperpanjang.

Tujuan Pemeliharaan

1. Memperpanjang usia asset


2. Menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk
produksi atau jasa dan mendapatkan laba investasi maksimum yang
mungkin.
3. Mendapatkan kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang
diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
4. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut
5. Peralatan yang dapat digunakan terus menerus untuk berproduksi

Permasalahan Bengkel

1. Terdapat kesulitan untuk memakai suatu peralatan di suatu unit kerja


oleh personel lainnya.
2. Terdapat penggunaan fasilitas yang tidak bertanggungjawab.
3. Alat menjadi rusak karena pengoperasiannya tidak benar, atau
sebaliknya alat menjadi rusak karena tidak di operasikan.
4. Tingkat pemanfaatan masih rendah sekali atau suatu alat dipakai oleh
banyak pekerja sedang yang lain di telantarkan
5. Terdapat peralatan yang tidak produktif lagi, terlalu tua masih dipakai.
6. Terdapat peralatan yang yidak memiliki manualnya sehingga
menyulitkan dalam mengoperasikan untuk memperbaiki.

Bentuk Pemeliharaan