Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

UPT PUSKESMAS KOTARIH


Jl.Utama Kotarih pekan kode pos 20984

Email : puskesmaskotarih1979@gmail.com

LAPORAN AUDIT INTERNAL FARMASI


UPT PUSKESMAS KOTARIH

I. Latar Belakang

Puskesmas Kotarih terletak di kecamatan Kotarih. Berdasarkan hasil


Identitikasi dari monitoring TIM PMPKP terdapat banyak resiko salah
identifikasi, dan kurangnya kepatuhan petugas terhadap standar prosedur
yang sudah ada, sehingga perlu dikaji lebih dalam lagi yaitu melalui audit
internal puskesmas apa penyebab hal tersebut. Monitoring dan penilaian
kinerja Puskesmas dilakukan sebagai wujud akuntabilitas Puskesmas dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai mekanisme monitoring
dan penilaian kinerja dilakukan baik melalui supervisi, laporan pencapaian
kinerja, audit, loka karya mini bulanan, loka karya mini triwulan, penilaian
kinerja semester, dan penilaian kinerja tahunan.

Audit internal merupakan salah satu cara untuk mengukur efektifitas


penerapan sistem manajemen mutu di suatu organisasi, disamping itu dapat
juga digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan dan perbaikan yang
diperlukan dalam penerapan sistem manajemen mutu.

Farmasi merupakan salah satu jenis pelayanan yang terdapat di UPT.


Puskesmas kotarih . Sebagai salah satu jenis pelayanan di Puskesmas yang
berhubungan langsung dengan masyarakat, maka pelayanan Farmasi
dituntut untuk sesuai dengan standar prosedur yang telah ditentukan. Untuk
mendapatkan pelayanan farmasi yang optimal maka petugas Farmasi wajib
memahami dan menjalankan tugas sesuai dengan proseur yang ditetapkan.

II. Tujuan Audit

 Untuk mengetahui apakah pelayanan yang dilakukan di Farmasi telah


memiliki Standar Operasional Prosedur.
 Untuk meningkatkan kepatuhan petugas terhadap standar prosedur yang
telah ditetapkan.

 Untuk pengelolaan obat di Puskesmas Kotarih menjadi lebih baik,


diantaranya menguragi resiko obat kadar luarsa, mengurangi pemakaian
obat yang tidak rasional.

III. Ruang Lingkup Audit

 Standar Prosedur Oprasional di FARMASI

 Alur pelayanan obat di Farmasi

 Pengelolaan obat di Farmasi

IV. Objek Audit:

 Kelengkapan SOP

 Kepatuhan Terhadap SOP

 Pengelolaan obat

V. Standart / Kriteria Melakukan Audit

 Instrumen Akreditasi Puskemas kriteria 8.2

 SOP di Pelayanan Farmasi

 Permenkes no.74 tahun 2016 tentang Pelayanan Kefarmasian di


Puskesmas.

VI. Waktu Pelaksanaan Audit

Audit Internal dilaksankan pada tanggal 04 Oktober 2018 di Ruang Farmasi

VII. Auditor

Personil yang melaksanakan Audit di Farmasi adalah


VIII. Proses Audit

Proses Pelaksanaan Audit dimulai dari memberikan undangan


pemberitahuan kepada pihak yang bersangkutan, menetapkan jadwal yang
telah disetuji bersama, kemudian pelaksanaan Audit ,analisis masalah audit ,
penyusunan Rencana Tindak Lanjut serta Pelaporan hasil audit.
IX. Hasil dan Analisis Hasil Audit

Proses Program kerja Farmasi UNIT :UKP

Kriteria Audit Standar Akreditasi VIII


BAGIAN I : Rincian Ketidaksesuaian

Metode
Uraian Ketidaksesuaian Bukti - Bukti Obyektif
Audit
SK Tentang pelayanan obat 24 jam SK tentang pelayanan obat Wawancara
24 jam belum tersedia, periksa
petugas, pelaksanaan Dokumen /
program tersebut belum Rekaman
pernah dilakukan
Bukti pelaksanaan bagi petugas Bukti pelaksanaan bagi Wawancara
yang diberi kewenangan petugas yang diberi periksa
menyediakan obat jika belum
kewenangan menyediakan Dokumen /
sesuai persyaratan
obat belum memiliki panduan Rekaman
sesuai persyaratan
SOP menjaga tidak terjadinya Petugas Farmasi belum Wawancara
pemberian obat memiliki SOP menjaga tidak periksa
kadarluarsa,pelaksanaan FIFO dan
terjadinya pemberian obat Dokumen /
FEFO kartu/kendali
kadarluarsa,pelaksanaan Rekaman
FIFO dan FEFO kartu/kendali
Bukti pelakasanaan pengawasan Tidak adanya pegawai dan Wawancara
dan pengendalian penggunaan alat perlengkapan periksa
psycotropika dan narkotika, Antara
penyimpanan narkotika, Dokumen /
lain: Lemari Narkotika terkunci
dengan dua kunci,pembatasan Seperti lemari 2 kunci. Rekaman
sapa yang boleh meresepkan dan
memberikan.

Bukti pelaksanaan penanganan Adanya obat kadarluarsa Wawancara


obat kadarluarsa akibat penyususnan obat periksa
belum FIFO dan FEFO Dokumen /
Rekaman
Bukti pelakasanaan tindak lanjut Tidak adanya petugas obat Wawancara
efek samping obat dan KDT dan KDT periksa
Dokumen /
Rekaman

SK penanggung jawab tindak lanjut Tidak adanya petugas Wawancara


pelaporan. farmasi yang bisa membuat periksa
pertanggung jawaban Dokumen /
pelaporan Rekaman

BAGIAN II : Rencana Tindak Lanjut dari analisis akar permasalahan , tindakan


koreksi dan perbaikan dengan waktu penyelesaian
1. Analisis akar penyebab permasalahan :
a) Program farmasi, keamanan obat , walaupaun sudah di tunjuk petugasnya
,tetapi, pelaksanaan program tersebut belum berjalan dengan baik, hal ini di
sebabkan karena petugas belum memahami tugasnya, belum ada pedoman
program kemanan obat dan belum disusunnya perencanaan program
tersebut
b) Program Farmasi puskesmas belum berjalan dengan baik hal ini disebabkan
karena pengelola program belum melaksanakan pelatihan , belum meiliki
panduan , belum ada perencanaan progamnya , kurangnya tanggaung jawab
dari pengelola.
c) Gudang puskesamas yang berantakan sempit,gelap,tidak ada ac, hal ini di
sebakan karena belum ada penanggung jawab pengelola gudang , serta
belum adanya SOP gudang .

2. Tindakan Perbaikan dan waktu penyelesainnya

a) Mengusulkan membuat SK tentang pelayanan obat 24 jam


b) Mengusulkan pelatihan bagi seluruh pegawai Farmasi
c) Membuat SOP menjaga tidak terjadinya pemberian obat kadarluarsa
pelaksanaan FIFO dan FEFO, Kartu Stock kendali
d)
3) Tindakan Pencegahan supaya tidak terulang kembali

Melaksanakan sesuai dengan yang di rencanakan.

X. Rekomendasi

 Mengadakan perbaikan Formularium Puskesmas bersama-sama


dengan petugas kesehatan yang berkaitan

 Melakukan pemusnahan obat untuk obat-obat kadaluarsa

 Membuat dokumen ketidaksesuain pemesanan obat dengan obat yang


diberikan

 Menyusun kembali format resep dengan mencantumkan diagnosa

 Melakukan pembinaan Penggunaan Obat Rasional oleh Kepala


Puskesmas kotarih

Di ketahui oleh,
Ketua Mutu Pembuat Laporan

TIM AUDIT