Anda di halaman 1dari 13

TERM OF REFERENCE

QURBAN UNTUK KEMANUSIAAN
LAZISMU 2019
GAMBARAN UMUM
Kehadiran lembaga amil zakat (LAZ) nasional terutama
lembaga filantropi Islam pada hakikatnya mendorong
pemberdayaan umat melalui bantuan yang bersifat
karitas dan pemberdayaan produktif. Di sisi lain lembaga
amil zakat juga di arahkan kepada persoalan
ketidakadilan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.

Pada momentum Idul Adha 1440 H, LAZISMU


melaksanakan kembali program qurban dengan tema
“Qurban untuk Kemanusiaan”, program ini merupakan
apresiasi dari gerakan nasional “AKSI BERSAMA UNTUK
SESAMA” yang bertujuan mendorong masyarakat untuk
terlibat secara aktif dalam ikhtiar perubahan melalui
berbagai aktivitas kepedulian sosial.

Qurban untuk Kemanusiaan adalah program qurban


melalui gerakan solidaritas sosial yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat yang terpinggirkan
dalam kantong-kantong kemiskinan di kawasan
pedesaan, pedalaman, padat penduduk, serta kawasan
yang dilanda bencana alam dan kemanusiaan baik yang
berada di dalam negeri dan luar negeri dengan prinsip
merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas.
ketahanan pangan Kawasan 3T termasuk di
Program ini didedikasikan untuk menjawab dalamnya Kawasan Pak Kumis.
persoalan kemanusiaan yang selama ini masih 4. Berkontribusi dan membantu pemerintah
ada dengan solusi menyalurkan hewan qurban untuk mencapai tujuan dan terget SDGs atau
yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB),
mengakar kuat hingga pedesaan. Dipastikan terutama mengenai isu berupa jaminan hidup:
hewan qurban tersebut tidak menumpuk dan a. tanpa kemiskinan, b. tanpa kelaparan, c.
terkonsentrasi di wilayah tertentu atau kota-kota kehidupan yang sehat dan sejahtera.
besar. Hewan qurban diharapkan tersalurkan
secara adil dan merata, dalam bentuk daging
segar maupun daging dalam bentuk kemasan
berupa rendang. TEMA KEGIATAN
“Qurban untuk Kemanusiaan”

WAKTU KEGIATAN
TUJUAN KEGIATAN Kegiatan Qurban untuk Kemanusiaan Lazismu
1. Memberikan layanan dan kemudahan umat dilaksanakan pada Idul Adha dan hari tasyrik.
Islam dalam menunaikan ibadah qurban. Hari : Ahad - Rabu
2. Mendorong perilaku peduli (sense of crises) dan Tanggal : 11 - 14 Agustus 2019 M
menguatkan sebagai instrumens menggerakan 10 - 13 Dzulhijjah 1440 H
perubahan sosial yang mengedepankan spirit
kemanusiaan.
3. Berkontribusi pada peningkatan pendapatan
masyarakat, penyadaran perilaku hidup sehat
dan mengatasi masalah gizi buruk dan
LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan Qurban untuk Kemanusiaan akan
dilaksanakan di Indonesia dan luar negeri di antaranya
Rakhine State Myanmar, Palestina dan Yaman.

PAKET HARGA DAN DONASI


­ Harga hewan qurban dan paket donasi yang 
didistribuskan di dalam Negeri ditentukan oleh kantor 
masing­masing Lazismu.

­ Luar Negeri
Kambing
(Palestina, Yaman, Rakhine State Myanmar) 400 USD 
atau Rp 5.720.000 (kurs rupiah Rp 14.300)
 
Sapi (Rakhine State, Myanmar) Rp 18.890.000
Sapi Jamaah (Rakhine State, Myanmar) Rp 2.700.000

Kado Idul Adha (Rp 250.000/paket)


BENTUK KEGIATAN
1. Sosialisasi Program 2. Pengadaan
Sosialisasi merupakan langkah awal dalam Pengadaan hewan qurban dapat dilakukan
pelaksanaan program, prinsipnya sosialisasi bisa dengan berkerjasama melalui peternak lokal
dilakukan kapan pun, di mana pun dan kepada diperioritaskan kepada peternak dari kalangan
siapa pun, tidak dibatasi oleh waktu, tempat dan Muhammadiyah. Hewan qurban yang dijual harus
kepada siapa sosialisasi dilakukan. Oleh karena itu sesuai dengan syariat diantaranya cukup usianya,
sosialisasi harus dilakukan dengan tepat dan tidak cacat yang diidentifikasi dengan buta,
benar karena hal tersebut merupakan langkah pincang, buntung, ketersediaan hewan qurban
awal yang sangat menentukan pelaksanaan harus dipastikan ada.
program berikutnya.
Metode sosialisasi yang bisa dilakukan diantaranya 3. Fundraising
a. Launching Fundraising berarti pengumpulan dana atau
Launching ini dilakukan untuk memperkuat penggalangan dana sebagai upaya atau proses
brand sekaligus menarik perhatian audiens, kegiatan dalam rangka menghimpun dana (ZISKA)
kegiatan launching bisa dilakukan dengan skala baik individu, kelompok, organisasi dan
kecil (soft launching) dan besar (grand perusahaan yang akan disalurkan dan
launching) dilakukan di dalam atau di luar didayagunakan.
ruang (indoor/outdoor) dengan mengundang Kegiatan fundraising dapat dilakukan dengan
stakeholders, masyarakat, sponsor, donatur dan metode:
media. a. Langsung, yaitu proses penggalangan secara
b. Kampanye langsung kepada masyarakat (calon pequrban).
Dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan Metode ini efektif karena akan berhadapan
kepada masyarakat luas baik kepada yang langsung dan memberikan penjelasan
memiliki kepentingan maupun tidak. terperinci terkait program untuk mengurangi
Kampanye efektif dilakukan di luar ruang kesalahfahaman karena masyarakat
(outdoor) seperti di area Care Free Day. mendapatkan informasi langsung dari
sumbernya. Metode ini bisa dilakukan dengan direct
selling (buka outlet/booth/konter/gerai) yang dilakukan
diperkantoran dan area publik seperti; pasar, mall, dan
lain-lain.
b. Tidak langsung, melalui perantara. Metode ini efisien
dari segi waktu, namun kurang menjamin dari segi
hasil karena masyarakat tidak mendapatkan informasi
langsung dari sumbernya. Metode ini dapat dilakukan
dengan promosi atau media iklan; sebagai sarana
komunikasi yang dipakai untuk menyebar luaskan
pesan kepada target pasar yang dituju. Media iklan
dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
- Iklan media cetak, seperti; koran, majalah, bulletin,
lain-lain
- Iklan media elektronik, seperti; televisi, radio, social
media, E-mail, SMS blast, dan
- Iklan media luar ruang, seperti: spanduk, x-banner/
roll banner, billboard, baliho, poster dan brosur/
flayer.
c. Marketing Mix (langsung dan tidak langsung)
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengkombinasikan
antara fundarising langsung dan tidak langsung,
diantaranya menggunakan sarana digital.
4. Penyembelihan dan Distribusi 6. Monitoring dan Evaluasi
a. Kegiatan penyembelihan dapat dilakukan pada Kegiatan monitoring lebih terfokus pada kegiatan
Idul Adha dan hari tasyrik, tahun ini jatuh pada yang akan dilaksanakan. Monitoring dilakukan
Ahad s.d Rabu, 11-14 Agustus 2019 M atau 10-13 dengan cara menggali untuk mendapatkan
Dzulhijjah 1440 H dan distribusikan dalam bentuk informasi secara regular berdasarkan indikator
daging segar dan makanan kaleng/kemasan siap tertentu, dengan maksud mengetahui apakah
saji (rendang dan kornet). kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan
b. Sasaran Distribusi: perencanaan dan prosedur yang telah disepakati.
1. Kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Indikator monitoring mencakup esensi aktivitas
Tertinggal). dan target yang ditetapkan pada perencanaan
2. Pak Kumis (Kawasan Padat, Kumuh dan program.
kantong-kantong Kemiskinan).
3. Daerah rawan gizi buruk. Secara prinsip, monitoring dilakukan sementara
4. Daerah dakwah da’i pedalaman. kegiatan sedang berlangsung guna
5. Daerah santri/pesantren terpencil. memastikan kesesuaian proses dan capaian sesuai
rencana, tercapai atau tidak. Bila ditemukan
5. Kegiatan Pendamping (Side Event) penyimpangan atau kelambanan maka segera
Kegiatan pendamping atau side event adalah dibenahi sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai
kegiatan tambahan yang bisa dilakukan dalam rencana dan targetnya. Jadi, hasil monitoring
rangka memeriahkan Idul Adha dan proses menjadi input bagi kepentingan proses
penyembelihan, kegiatan tambahan yang selanjutnya.
dilakukan di antaranya: Sementara Evaluasi dilakukan pada akhir
a. Pembagian paket sembako, kegiatan, untuk mengetahui hasil atau capaian
b. Pembagian paket schoolkit, akhir dari kegiatan atau program.  Hasil Evaluasi
c. Santunan yatim bermanfaat bagi rencana pelaksanaan program
d. Bersih-bersih masjid, dan yang sama diwaktu dan tempat lainnya.
e. Bantuan paket sarana ibadah.
7. Laporan
Bentuk penyajian fakta tentang kegiatan, fakta
yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung
jawab yang ditugaskan dan dilaksanakan. Berikut
laporan yang perlu disiapkan terkait kegiatan
Qurban untuk Kemanusiaan.
a.Laporan kepada shohibul qurban, terdiri dari;
1) Kwitansi pembelian,
2) Ucapan terima kasih,
3) Sertifikat, dan
4) Foto (hewan qurban dan proses
penyembelihan)
b. Laporan untuk Lazismu Pusat, terdiri dari;
1) Data shohibul qurban,
2) Jumlah penqurban,
3) Jumlah hewan qurban (kambing, sapi, sapi
jama’ah, kemasan)
4) Jumlah Kado Idul Adha,
5) Jumlah penerima manfaat,
6) Titik lokasi pemotongan dan distribusi (nama
tempat dan jumlahnya),
7) Dokumentasi (foto dan video),
- Foto sebanyak 10 gambar
- Video, dengan rincian sebagai berikut:
- Durasi 2 - 3 menit (sudah proses editing)
- Format MP4 360p - 720p KERJASAMA DAN KEMITRAAN
- Konten: persiapan, penyembelihan, distribusi, Kerjasama kemitraan program Qurban untuk
dan testiomoni (panitia dan penerima Kemanusiaan dapat dilakukan oleh Lazismu
manfaat) dengan pihak mitra untuk mengkampanyekan
Keterangan: program ini kepada masyarakat luas melalui
- Laporan keseluruhan disampaikan selambat- berbagai macam saluran media publikasi baik
lambatnya H+7 Idul Adha. yang dimiliki oleh pihak mitra maupun Lazismu,
- Laporan untuk Lazismu disampaikan kemitraan pelaksanaan (pengadaan,
selambat-lambatnya H+4 Idul Adha, kecuali penyembelihan dan distribusi hewan qurban), atau
dokumentasi (foto dan video). kerjasa sama kemitraan lainnya dengan prinsip
saling menguntungkan.

MATERI PUBLIKASI
Tagline :
#Qurbanuntuknegeri
#QurbanuntukKemanusiaan
#QurbanLazismu
#QurbanBersamauntukSesama

Desain Terlampir
INFORMASI
Lazismu Pusat
Kodinator Nasional : Falhan Nian Akbar (0858 0219 8401)
Adminitrasi
Surat-surat : Putri Restu P (0858 1005 3245)
Laporan : Risha Umami (0813 8068 0005)
Desain : Meldian Sayuti (0813 1096 7848)
Publikasi : Nazhori Author (0812 9824 9567)

Lazismu Jatim
Kordinasi program daging kemasan (rendang dan kornet)
Kordinator : dr. Zaenul Muslimin (0811 310 401)

PENUTUP
Diharapkan dengan telah disusunnya pedoman program
Qurban untuk Kemanusiaan ini dapat dijadikan acuan dalam
menjalankan kegiatan yang sebenar-benarnya, yang
kompeten yang selalu terdokumentasi dengan baik.
Desain Logo
Desain Flayer