Anda di halaman 1dari 68

EVALUASI DIRI

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

AKADEMI KEPERAWATAN MAPPA OUDANG MAKASSAR

LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN


LAM-PTKES
2018

1
KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji kepada ALLAH SWT atas selesainya penyusunan dokumen
Evaluasi Diri Program Studi D III Keperawatan Akademi Keperawatan (AKPER) Mappa Oudang
Makassar dalam rangka menilai dan memberikan jaminan mutu (quality assesment and
assurance) yang merupakan evaluasi internal.
Evaluasi diri ini merupakan upaya Program Studi D III Keperawatan Akademi
Keperawatan Mappa Oudang Makassar untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan
keadaan diri melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan berkenaan dengan kekuatan,
kelemahan, peluang, tantangan, kendala dan bahkan ancaman.
Pengkajian dan analisis dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya
internal dan pakar sejawat dari luar Program Studi DIII Keperawatan Akademi Keperawatan
Mappa Oudang Makassar, temasuk dari Tim Unit Penjaminan Mutu Kopertis Wilayah IX
Sulawesi.
Bagi Program Studi DIII Keperawatan Akademi Keperawatan Mappa Oudang Makassar
mengakui bahwa evaluasi diri masih merupakan yang hal baru. Tentunya ada beberapa hal
yang berkaitan dengan evaluasi diri ini, belum dipahami sebagaimana mestinya. Namun
demikian, terbangun komitmen untuk menjadikannya suatu agenda berkelanjutan dan akan
dijadikan budaya dalam kehidupan akademi.
Semoga evaluasi diri ini dapat bermanfaat bagi Akademi Keperawatan Mappa Oudang
Makassar, sehingga diharapkan kedepannya memiliki kualitas yang lebih baik dalam proses
pembelajaran maupun lulusan.

Makassar, November 2018


Direktur,
Akademi Keperawatan Mappa Oudang Makassar

2
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul................................................................................................................. 1
Kata Pengantar..............…………………………………………............................................. 2
Daftar Isi …………………………………………………………………............................................. 3
Rangkuman Eksekutif ………………………………………………….............................................. 4
Susunan Tim Penyusun dan Deskripsi Tugasnya ………………………….................................... 7
A. Deskripsi SWOT Setiap Komponen Evaluasi Diri..................................................................... 9
Komponen A Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran, serta Strategi Pencapaiannya......................... 9
Komponen B Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan
Mutu..................................................................................................................... 12
Komponen C Mahasiswa dan Lulusan...................................................................................... 23
Komponen D Sumber Daya Manusia........................................................................................ 29
Komponen E Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik............................................ 33
Komponen F Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi............................ 45
Komponen G Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan 49
Kerjasama...........................................................................................................
B. Analisis SWOT Program Studi secara Keseluruhan ................................................................. 53
Referensi ……………………………………………………………………………………..………… 59
Lampiran …………………………………………………… 75

………………………………..…….

RANGKUMAN EKSEKUTIF

Penyusunan Evaluasi Diri Program Studi Diploma Keperawatan Akademi Keperawatan


(AKPER) Mappa Oudang Makassar dimaksudkan untuk mengetahui gambaran kinerja Program

3
Studi. Melalui gambaran kinerja, diharapkan Program Studi dapat melakukan upaya peningkatan
kualitas baik dari aspek input, proses, output dan impact secara optimal. Semua kalangan di
program studi menyadari bahwa visi, misi dan kepemimpinan mempunyai daya dorong
kemajuan yang sangat menentukan.
Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Program Studi dilakukan oleh Tim Perumus
selanjutnya disampaikan dalam temu alumni dan Stakeholders melalui Workshop Penyusunan
visi, misi, tujuan dan sasaran Program Studi yang diselenggarakan pada tahun 2014. Arah
pengembangan Program Studi digariskan melalui Visi Terwujudnya Program Studi yang
kompetitif pada tingkat nasional tahun 2025 yang menghasilkan luaran ahli madya keperawatan
yang unggul di bidang keperawatan Disaster Nursing yang Profesional dan bermartabat. Untuk
mencapai visi tersebut dirumuskan misi sebagai berikut :
1. Menyelenggaran pendidikan dan pengajaran inovatif berbasis IPTEK yang berorientasi
pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter disiplin,
berkepribadian, berakhlak mulia dan unggul dalam bidang Disaster Nursing.
2. Mengembangkan penelitian kesehatan dan keperawatan yang berorientasi pada bidang
Disaster Nursing.
3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan berkelanjutan yang berbasis
pada kegiatan keperawatan Disaster Nursing.
4. Menjalin kerjasama dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta.
5. Menyelenggarakan sistem tata kelola secara profesional berdasarkan standar operasional.
Pendanaan untuk Program Studi berasal dari Akademi, pengalokasiannya disesuaikan
dengan rencana kerja Program Studi. Sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia telah
diterapkan dengan memperhatikan fungsi-fungsi operasional Sumber Daya Manusia yang
meliputi aspek perencanaan, rekrutment dan seleksi, orientasi dan penempatan, pengembangan
karier, penghargaan dan sanksi yang transparan dan akuntabel.
Upaya pengelolaan mutu internal pendidikan Program Studi dilakukan secara konsisten
dengan penjaminan mutu Program Studi dengan menjaga prinsip-prinsip, yaitu secara rutin
melakukan pengawasan terhadap absensi kehadiran dosen dan mahasiswa, setiap awal
semester mengadakan rapat program studi dengan mengundang seluruh doosen program studi,
setiap akhir semester dilakukan evaluasi bagi mahasiswa yang IPK-nya tidak mencukupi

4
persyaratan IPK minimal, mengevaluasi dan memanggil mahasiwa yang tidak menunjukkan
perkembangan positif selama menempuh studi, secara rutin setiap bulan mengadakan rapat
koordinasi dengan staf untuk kelancaran proses belajar mengajar.
Untuk mempertahankan mutu lulusan program studi Akper Mappa Oudang Makassar
menyelenggarakan proses belajar mengajar yang terstruktur melalui kegiatan seperti masa
orientasi, bimbingan akademik, perkuliahan, praktikum, praktik serta kegiatan ujian. Berkaitan
dengan penjaminan mutu lulusan Program Studi telah bekerja sama dengan berbagai Rumah
Sakit dan pemerintah daerah berupa kerja sama tempat praktik bagi mahaiswa. Kerjasama ini
senantiasa dievaluasi dan dimonitoring pada tatanan manajemen kualitas dan efektivitas
kerjasama dalam rangka menciptakan suatu kerjasama yang berkelanjutan.
Sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara terpusat di Akper Mappa
Oudang Makassar. Kurikulum Program Studi disusun sesuai dengan kebutuhan dunia
pendidikan dan dunia kerja yang berdasarkan kurikulum yang berlaku secara nasional. Maka
kurikulum Program Studi Akper Mappa Oudang Makassar memuat mata kuliah sebanyak 110
SKS. Sarana pendukung susasana akademik tersedia dengan baik di Program Studi. Kegiatan
pengajaran dan pengabdian dosen berlangsung efektif, terjadi peningkatan masukan dan
peningkatan kualitas pengajaran sehingga berdampak pada tingginya kualitas lulusan yang
tercermin dari tingginya IPK lulusan, dengan IPK rata-rata selama 3 tahun terakhir sebesar 3,00.
Jumlah penelitian dosen Program Studi selama tiga tahun terakhir sebanyak 17 judul.
Untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi diberikan pelatihan kepada dosen tentang
riset dan metodologi penelitian sehingga di masa yang akan datang kualitas dan kuantitas serta
publikasi dosen dapat ditingkatkan. Program Studi telah menyusun agenda penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat yang pembiayaannya direncanakan pada awal tahun. Proposal
yang diajukan dosen diseleksi oleh reviewer untuk menentukan layak tidaknya dibiayai. Hasil
penelitian disampaikan dalam bentuk seminar. Untuk proses keberlajutan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat Program Studi melibatkan semua dosen tetap prorgam studi
terutama berkaitan dengan bidang ilmu dan minat dosen. Sebagian besar dana penelitian
berasal dari biaya akademi. Di masa yang akan datang perlu ditingkatkan kerja sama dengan
pihak luar guna meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dosen.

5
Berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki program studi berupa rumusan visi misi yang
berprespektif ke depan dan konsisten dengan visi dan misi Akademi, maka program studi ke
depan akan selalu menselaraskan pelaksanaan program kerja untuk penjabaran misi demi
mewujudkan visi program studi, peningkatan fasilitas perkuliahan secara kuantitas dan kualitas
serta menjalin kerjasama dengan instansi dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian
masyarakat serta pemberdayaan alumni. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir ancaman berupa
upaya pengembangan diri dari program studi sejenis yang diselenggarakan oleh banyak
perguruan tinggi lain.

6
N
SUSUNAN TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI

Penanggung Jawab :
Direktur AKPER Mappa Oudang Makassar : Dardin, S.Kep., Ns., M.Kep.

Narasumber :
Ketua Yayasan : dr. Farid Amansyah, Sp.PD, FINASIM
APTISI Wil. IX A Sulawesi : Dr. Ir. H. Amir Tjoneng, MS
Asosiasi AIPViKI : Hasriadi Lande, S.Kep, Ns, M.Kes.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu : Muh. Saleh, S.Pd, M.Pd, MM.
Dosen : Tri Damayanty Syamsul, S.Kep, Ns, M.Kes.
Alumni : Supriadi, S.Kep, Ns.
Mahasiswa : Fariz Hidayat

Ketua :
Ketua Tim Penyusun : Syaharuddin, SKM, S. Kep, Ns, M.Kes.
Sekretaris :
Sekretaris Tim Penyusun : H.Hataul Madja, SST, S. Kep, Ns, M.Kes.

Anggota Penyusun :
Rezeki Nur, S.Kep, Ns, M.M.Kes.
Dewi Hestiani K, S.Kep, Ns, M.Kes.
Zainuddin S, S.Si.

7
DESKRIPSI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Penanggung Jawab
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan evaluasi diri.
2. Mereview laporan akhir yang disusun.

Narasumber
1. Memberikan masukan, arahan dan pertimbangan atas penyusunan laporan evaluasi diri.
2. Melakukan review atas draft laporan evaluasi diri.

Ketua
1. Bertanggung jawab atas penyusunan laporan evaluasi diri.
2. Melakukan koordinasi pelaksanaan evaluasi diri.
3. Menganalisis data dan menyusun draft evaluasi diri bersama tim penyusun.
4. Melakukan pengecekan akhir atas kelengkapan laporan.

Sekretaris
1. Bertanggung jawab mengumpulkan data evaluasi diri.
2. Menyusun draft lampiran evaluasi diri.
3. Membantu ketua dalam penyusunan laporan evaluasi diri.

Tim Penyusun
1. Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan laporan evaluasi diri.
2. Melakukan analisis terhadap data sesuai butir-butir evaluasi diri bersama dengan ketua.
3. Membantu penyusunan draft laporan evaluasi diri.

8
I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN

KOMPONEN A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian

KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)


 Adanya visi yang jelas, realistik, dan  Pemahaman visi misi oleh civitas
mengedepankan keperawatan disaster akademika masih kurang.
sebagai keunggulan program studi.  Visi dan Misi belum tercermin pada
 Adanya misi yang relevan dengan visi perilaku seluruh sivitas akademika
yang telah disusun  Pelaksanaan pengawasan
 Adanya tujuan dan sasaran program studi pedoman kegiatan belum maksimal
yang ditetapkan sejalan dengan visi dan misi
 Visi, misi, tujuan dan sasaran sudah
disusun berdasarkan kebutuhan stakeholders
 Adanya rencana strategis dan operasional
yang disusun untuk mencapai sasaran secara
bertahap.
 Adanya evaluasi secara berkala untuk
mengukur keberhasilan pencapaian sasaran
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Adanya status Program Studi terakreditasi dari  Makin banyaknya Program
Lam-PT Kes menjadi peluang untuk Studi yang sejenis dengan
meningkatkan nilai akreditasi akreditasi yang lebih baik.

1. Rumusan visi program studi yang konsisten dengan visi lembaga.


Terwujudnya Program Studi yang kompetitif pada tingkat nasional tahun 2025 yang
menghasilkan luaran ahli madya keperawatan yang unggul di bidang keperawatan Disaster
Nursing yang Profesional dan bermartabat.
2. Rumusan misi program studi yang diturunkan dari misi lembaga.
a. Menyelenggaran pendidikan dan pengajaran inovatif berbasis IPTEK yang
berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang memiliki
karakter disiplin, berkepribadian, berakhlak mulia dan unggul dalam bidang Disaster
Nursing.

9
b. Mengembangkan penelitian kesehatan dan keperawatan yang berorientasi pada
bidang Disaster Nursing.
c. Melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan berkelanjutan yang
berbasis pada kegiatan keperawatan Disaster Nursing.
d. Menjalin kerjasama dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta.
3. Menyelenggarakan sistem tata kelola secara profesional berdasarkan standar operasional.
Rumusan tujuan program studi yang merujuk tujuan lembaga dan merupakan turunan dari
misinya.
a. Terselenggaranya pendidikan dan pengajaran inovatif berbasis IPTEK yang
berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang memiliki
karakter disiplin, berkepribadian, berakhlak mulia dan unggul dalam bidang Disaster
Nursing.
b. Berkembangnya penelitian kesehatan dan keperawatan yang berorientasi pada
bidang Disaster Nursing.
c. Terlaksananya pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan berkelanjutan
yang berbasis pada kegiatan keperawatan Disaster Nursing.
d. Terjalinnya kerjasama dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta.
e. Menyelenggarakan sistem tata kelola secara profesional berdasarkan standar
operasional.
4. Rumusan sasaran program studi yang relevan dengan misinya.
a. Pengembangan sistem pengaran yang inovatif dan berbasis
IPTEK untuk menghasilkan lulusan dengan prestasi akademik IPK minimal 3.00,
disiplin, berakhlak mulia dan unggul dalam bidang Disaster Nursing.
b. Pengembangan jumlah penelitian
c. Pengembangan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
d. Bekerja sama dengan berbagai institusi baik di dalam maupun
luar negeri
e. Pelaksanaan tata kelola akademi yang professional
5. Analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi
Ditinjau dari analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan dan sasaran Program Studi
DIII Keperawatan Mappa Oudang Makassar, nampak jelas adanya konsistensi dan
sinkronisasi, sehingga hal tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh. Dengan

10
demikian, visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pada Program Studi DIII
Keperawatan Mappa Oudang Makassar mempunyai keterkaitan dan keberlanjutan serta
merupakan suatu format yang sistematis. Dari uraian visi, misi, tujuan dan sasaran serta
strategi pencapain dapat dirangkumkan kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness)
yang dimiliki oleh Program Studi DIII Keperawatan, Peluang ( Opportunity) dan Ancaman
(Threat) yang ada di luar Program Studi dalam tabel Deskripsi SWOT berikut ini:

Deskripsi SWOT untuk Komponen Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi
Pencapaian
KELEMAHAN
KEKUATAN (STRENGTH)
Evaluasi (WEAKNESS)
Internal  Adanya visi yang jelas,  Pemahaman visi misi
realistik, dan oleh civitas akademika
mengedepankan masih kurang.
keperawatan disaster  Visi dan Misi belum
sebagai keunggulan program tercermin pada
studi. perilaku seluruh
 Adanya misi yang sivitas akademika
relevan dengan visi yang  Pelaksanaan
telah disusun pengawasan
 Adanya tujuan dan pedoman kegiatan
Evaluasi sasaran program studi yang belum maksimal
Eksternal ditetapkan sejalan dengan
visi dan misi
 Visi, misi, tujuan dan
sasaran sudah disusun
berdasarkan kebutuhan
stakeholders
 Adanya rencana
strategis dan operasional
yang disusun untuk
mencapai sasaran secara
bertahap.
 Adanya evaluasi secara
berkala untuk mengukur
keberhasilan pencapaian
sasaran

KESEMPATAN
STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
(OPPORTUNITY)
 Adanya status Program  Peningkatan mutu luaran  Optimalisasi program

11
Studi terakreditasi dari untuk memenuhi kualifikasi re-akreditasi program
Lam-PT Kes menjadi pasar kerja studi.
peluang untuk
meningkatkan nilai
akreditasi
1. ANCAMAN (THREAT) 2. STRATEGI ( S – T) 3. STRATEGI (W – T)
 Makin banyaknya  Peningkatan kualitas  Peningkatan
Program Studi yang sejenis penyelenggaran akademik pemahaman visi, misi
dengan akreditasi yang seiring dengan tujuan dan sasaran
lebih baik. perkembangan IPTEK di program studi bagi
bidang teknologi informasi seluruh sivitas
 Optimalisasi penguasaan akademika
skil keperawatan bagi
mahasiswa dan alumni
khususnya keterampilan di
bidang keperawatan disaster.
STRATEGI PEMECAHAN, Meningkatkan pemahaman visi dan misi bagi civitas
PERKEMBANGAN DAN
akademika dalam bentuk sosialisasi yang intensif, kemitraan
PERBAIKAN
dengan stakeholder, memaksimalkan pengawasan pedoman
kegiatan, mengusulkan dokumen akreditasi kepada LAM PT
Kes dan mengembangkan kurikulum sesuai stakeholder untuk
meningkatkan daya saing lulusan dan mengantisipasi
persaingan program studi sejenis.

KOMPONEN B. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan


Mutu
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
 Struktur organisasi disertai dengan  Adanya disfungsi staff dalam

12
pembagian tugas dan kewenangan yang pelaksanaan tugas.
jelas  Belum optimalnya sistem kepemimpinan
 Perumusan kebijakan melibatkan seluruh publik Program Studi utamanya dalam
sivitas akademika dan Yayasan hal mengembangkan jaringan kerjasama
 Rapat koordinasi dilakukan secara berkala dengan pihak yang terkait untuk
untuk membahas masalah institusi dan pendidikan, penelitian maupun
penetapan kebijakan pengabdian masyarakat
 Pelacakan lulusan perlu ditingkatkan
untuk membina jaringan dengan
alumni
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Tersedia berbagai pelatihan untuk  Tuntutan instansi pemerintah lulusan
meningkatkan kualitas sumber daya harus dari program studi yang
manusia terakreditasi B
 Adanya otonomi dalam pengelolaan PT  Persyaratan mendapat bantuan dana
 Kesempatan untuk menjalin kemitraan hibah makin ketat
dengan pihak di luar kampus  Selektifnya calon mahasiswa baru
 Perkembangan teknologi yang semakin memilih Program Studi yang
canggih membuka kesempatan program terakreditasi dari LAM PT Kes.
studi untuk meningkatkan kualitas
 Kurikulum institusional memberikan
keleluasaan kepada program studi untuk
meningkatkan mutu sesuai dengan
kebutuhan pasar kerja.

13
1. Personil Beserta Fungsi dan Tugas Pokoknya
a. Direktur/Ketua Program Studi berfungsi sebagai pemimpin penyelenggaraan
pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina
tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi AKPER Mappa Oudang
Makassar Yayasan Brata Utama Bhayangkara Makassar serta hubungan dengan
lingkungannya.
Sedangkan tugas pokoknya adalah menyusun dan/atau menetapkan kebijakan
akademik setelah mendapat pertimbangan Senat Akademik dan mengelola pendidikan,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan rencana kerja dan
anggaran tahunan;
b. Senat akademi memiliki tugas pokok memberikan pertimbangan dan pengawasan
terhadap pimpinan dan sivitas akademika dalam hal penetapan kebijakan pengawasan
di bidang akademik dan non akademik

c. Wakil Direktur I Bidang Akademik (Wadir I) berfungsi Membantu Direktur dalam


pelaksanaan kegiatan memberikan layanan di bidang akademik. Sedangkan tugasnya
adalah membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan perencanaan, dan sistem
informasi.
d. Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (Wadir II) berfungsi dalam
pelaksanaan kegiatan di bidang keuangan dan administrasi umum. Sedangkan
tugasnya adalah Membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di
bidang keuangan administrasi umum dan SDM, serta sarana dan prasarana.
e. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan (Wadir III) berfungsi dalam pelaksanaan
kegiatan di bidang kemahasiswaan. Sedangkan tugas pokoknya adalah membantu
Direktur dalam pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan, pendampingan
kemahasiswaan serta pelayanan kesejahteraan mahasiswa serta usaha bimbingan dan
penyuluhan bagi mahasiswa.
f. Kabag. Akademik berfungsi Mengatur kegiatan akademik bertanggungjawab langsung
kepada Wakil Direktur I Bidang Akademik . Sedangkan tugas pokoknya adalah

14
memberikan pelayanan akademik pada bagian kurikulum dan pendidikan serta pada
bagian evaluasi.
g. Kabag. Administrasi Umum dan Keuangan berfungsi mengatur administrasi umum dan
Keuangan dengan tetap bertanggungjawab langsung kepada Pimpinan melalui Wakil
Direktur II Bagian Administrasi Umum. Sedangkan tugas pokoknya adalah menyusun
dan melaksanakan rencana maupun anggaran penerimaan dan belanja AKPER Mappa
Oudang Makassar yang terkait dengan wewenang dan tanggungjawabnya.
h. Kabag. Kemaasiswaan dan Alumni berfungsi mengkoordinasi kegiatan
kemahasiswaan dan Alumni bertanggungjawab langsung kepada Wakil Direktur III
Bidang Kemahasiswaan dan Alumni . Sedangkan tugas pokoknya adalah memberikan
pelayanan kemahasiswaan dan alumni.
i. Dosen mempunyai tugas pokok melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi melalui
pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
j. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) berfungsi merencanakan,
melaksanakan, mengkoordinasikan serta bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-
tugas penelitian dan pengabdian masyarakat, pemeliharaan, sarana, dan prasarana
kerja serta mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan di LPPM.
Sedangkan tugas pokoknya adalah Menyusun atau mengkoordinir rencana dan
melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang keperawatan.
k. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) berfungsi sebagai Lembaga Penjamin Mutu
bertugas mengelola semua unsur pelaksana akademik, dan unsur non akademik.
Lembaga Penjamin Mutu dipimpin seorang ketua dan bertanggungjawab langsung
kepada Direktur, dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang sekretaris.
dan anggota.
l. Pustakawan mempunyai tugas sebagai Unit penunjang akademik yang melaksanakan
tugas teknis di bidang perpustakaan dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur
AKPER Mappa Oudang Makassar, sedangkan pembinaannya dilakukan oleh Wakil
Direktur I Bidang Akademik.
m. Laboran mempunyai tugas sebagai unit penunjang akademik yang melaksanakan
tugas teknis di bidang praktikum (Laboratorium Keperawatan) dan bertanggungjawab

15
langsung kepada Direktur AKPER Mappa Oudang Makassar, sedangkan
pembinaannya dilakukan oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik.
n. Laboran Komputer mempunyai tugas sebagai Unit penunjang akademik yang
melaksanakan tugas teknis di bidang laboratorium komputer / bahasa bertanggung
jawab langsung kepada Direktur AKPER Mappa Oudang Makassar, sedangkan
pembinaannya dilakukan oleh Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan
Keuangan

2. Sistem kepemimpinan, dan pengalihan (deputizing) serta akuntabilitas


pelaksanaan tugas.
Pola Kepemimpinan dalam Program Studi Keperawatan menganut sifat kolegial
yaitu pengambilan keputusan bersifat akomodatif bersumber dari dua arah yakni bersifat
top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan
kesetaraan (equity). Proses pengambilan keputusan yang dilakukan melalui musyawarah
dan mufakat. Berdasarkan hal tersebut, proses kepemimpinan di Program Studi dan tingkat
Akademi dijalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi kepemimpinan yaitu :
a. Kepemimpinan Operasional
Kepemimpinan operasional direktur/ketua program studi dilaksanakan
berdasarkan pada pencapaian visi, misi dan tujuan. Ketua Program Studi sebagai
pemimpin tertinggi di program studi dalam menjalankan kepemimpinannya meliputi
berbagai area fungsi yaitu pengambil keputusan, perencanaan dan evaluasi. Kinerja
fungsi tersebut meliputi pelaksanaan pendidikan yang berkualitas melalui
pengembangan mutu program akademik dan proses belajar mengajar serta
mengefektifkan sumber daya yang ada untuk melaksanakan rencana pogram dan
kegiatan pembelajaran. Melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan serta melaksanakan mengabdikan kepada masyarakat bekerja sama
dengan pemerintah daerah/ pusat, DIKTI, Instansi terkait dengan bidang keperawatan
dan stakeholder lainnya.
Dalam menghasilkan ahli madya keperawatan, program studi mengarahkan
mahasiswa untuk menjadi ahli madya keperawatan yang unggul di bidang
keperawatan Disaster Nursing yang Profesional dan bermartabat

16
b. Kepemimpinan organisasi
Dimensi kepemimpinan ini menempatkan Ketua Program Studi sebagai bagian
dari unsur organisasi institusi yang berfungsi dalam merencanakan, mengembangkan
dan menjalankan visi-misi organisasi, baik visi-misi Program Studi Keperawatan
AKPER Mappa Oudang Makassar. Dengan demikian, sebagai bentuk akuntabilitas
pelaksanaan tugas, maka ketua Program Studi harus memahami dan menjalankan
prosedur operasional yang berkaitan dengan fungsi perencanaan, pengembangan
serta implementasi berbagai kebijakan yang dapat mendukung tercapainya visi-misi
program studi. Berdasarkan ruang lingkup fungsi dan kewenangannya, Ketua Program
Studi bertanggung jawab dalam merealisasikan visi-misi institusi dari aspek program
akademik. Dalam hal ini pengembangan program akademik tersebut harus merujuk
pada Kebijakan Akademik dan Standar Akademik Institusi.
Selain itu tugas Ketua Program Studi dalam kepemimpinan ini yaitu melakukan
koordinasi dengan pimpinan laboratorium (laboratorium maternitas, jiwa, anak, KMB,
KDM, dan Biodemik) dosen dan mahasiswa, termasuk pelaksanaan praktikum di
Laboratorium dan praktek klinik keperawatan serta Praktek Kerja Lapangan ( PKL) dan
berkoordinasi dengan Direktur. Dalam pelaksanaan perkuliahan setiap awal semester
Ketua Program Studi mengalokasikan mata kuliah kepada dosen berdasarkan bidang
keilmuan/kompetensinya dan melakukan evaluasi pada akhir semester tentang kinerja
dosen, meliputi kehadiran dosen, pengajaran dosen berdasarkan GBPP/SAP dan
kehadiran mahasiswa.
Ketua Program Studi melakukan koordinasi dengan direktur dalam pelaksanaan
kegiatan akademik, seperti perencanaan perkuliahan, praktikum, pendanaan,
pengiriman dosen studi lanjut, penambahan sarana dan prasarana perkuliahan,
laboratorium, penambahan dosen dan staf. Selain itu koordinasi terhadap kegiatan
mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM) maupun kelompok-kelompok studi atau kajian.
c. Kepemimpinan publik
Ketua Program Studi dalam menjalankan tugasnya harus mampu
menempatkan diri sebagai inovator, motivator dan integrator sebagai bagian dari

17
upaya mengoptimalkan seluruh potensi sivitas akademika dalam mewujudkan visi-misi
Program Studi. Hal ini, kepemimpinan dalam Program Studi bersifat visioner, progresif
dan mempunyai karakter personal yang dapat diterima dan didukung oleh semua
pihak.
Dengan kepemimpinan publik ini setiap unit dapat mengembangan dirinya
secara mandiri baik secara internal maupun eksternal. Misalnya membangun
kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi selatan, Dinas Kesehatan Kota
Makassar, RSUD Haji Makassar, RS. Bhayangkara Makassar, RSKD Provinsi
Sulawesi Selatan, Panti Sosial Tresna Wredha Gau Mabaji Kabupaten Gowa, Klinik
Jiwa Avicenna Makassar, BIDDOKKES Polda Sulselbar dan lain-lain.
Sistem kepemimpinan yang dianut adalah sistem kepemimpinan kolektif dan
kolegial. Setiap posisi hanyalah merupakan suatu pembagian tugas, siapa melakukan
apa, dimana dan bagaimana serta kapan dilaksanakannya. Jika suatu keadaan yang
menghendaki, pengalihan tugas harus dilakukan karena jabatan pemimpin tidak akan
pernah meninggalkan tugasnya walaupun pejabatnya berhalangan. Dengan demikian,
pengalihan tugas dapat dilakukan secara otomatis dan atau berdasarkan keputusan
pelaksana tugas dan sebagainya. Namun demikian, kemampuan memimpin sebagian
personil yang ada masih lemah. Struktur organisasi Program Studi DIII Keperawatan
terdiri dari Direktur dibantu oleh tiga Wakil Direktur.
Hubungan antara yang memimpin dan yang dipimpin adalah mitra. Tidak ada
pemimpin jika tidak ada yang dipimpin. Dengan demikian, antara yang memimpin dan
yang dipimpin saling membutuhkan sehingga senantiasa saling asah, asih dan asuh.
Selanjutnya, setiap pelaksanaan program dipertanggungjawabkan sesuai dengan
waktunya, baik melalui laporan bulanan, laporan insidentil maupun laporan tahunan.
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya evaluasi yang dilakukan belum mengukur tingkat
keberhasilan dan rencana tindak lanjut yang harus dilakukan. Program Studi DIII
Keperawatan dikelola dengan sistem pengelolaan terbuka (transparan) dan partisipatif.
Semua unit dikelola secara transparan dengan melibatkan semua komponen yang
ada. Tidak ada satupun pihak yang lebih penting dari yang lainnya. Dengan kata lain,
semua pihak yang ada mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan

18
berpartisipasi setiap program yang ada. Bahkan, semua program yang dikembangkan
ditangani secara terpadu dan terintegrasi yang diatur sesuai dengan kesepakatan.
Tidak ada satupun program yang didominasi oleh salah satu pihak, sehingga setiap
program yang ada siapapun penanggung jawabnya yang lainnya pun merasa memiliki
juga. Dengan demikian, keberhasilan suatu program merupakan keberhasilan semua
pihak yang ada.
3. Partisipasi sivitas akademika dalam pengembangan kebijakan, serta pengelolaan
dan koordinasi pelaksanaan program.
Semua sivitas akademika merupakan bagian integral dalam pengelolaan program
studi. Seluruh sivitas akademika senantiasa berpartisipasi sesuai dengan bidang tugas dan
keahliannya dalam pengembangan kebijakan dan pengelolaan program. Dengan demikian,
Direktur/Ketua Program Studi DIII Keperawatan lebih banyak melakukan koordinasi dalam
pelaksanaan program yang ada, demi terciptanya sinkronisasi dan integrasi atas program-
program yang ada, sehingga tidak satu unsur atau komponen dari sivitas akademika yang
tidak berfungsi ataupun berjalan sendiri tanpa keterkaitan dengan unsur atau komponen
yang lainnya.
4. Perencanaan program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaannya
sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuan program.
Rencana jangka panjang dibuat dalam 5 (lima) tahunan dan telah dimonitoring
pelaksanaannya. Ternyata beberapa sasaran dan target yang belum dapat tercapai dengan
mengingat sumber daya yang tersedia. Kendala yang paling mendasar adalah di satu pihak
sumber daya internal yang dapat digali untuk memenuhi kebutuhan masih mengandalkan
SPP dan iuran pembangunan, kemudian di lain pihak juga belum mampu menggali
sumberdaya eksternal. Untuk itu, suatu pekerjaan rumah yang harus dilakukan adalah
disamping meningkatkan upaya penggalian sumber daya internal, juga harus bekerja keras
untuk pemenuhan persyaratan yang diperlukan guna memungkinkan dapat memperoleh
sumber daya eksternal. Hal ini sangat penting artinya dalam rangka upaya pencapaian visi,
misi dan sasaran program yang ada.
5. Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan.
Sesuai struktur organisasi yang ada, kepemimpinan di lingkungan Program Studi
dipandang cukup efisien karena dipimpin oleh seorang Direktur/Ketua Program Studi dalam
memberikan pelayanan kepada mahasiswa.

19
6. Evaluasi program dan pelacakan lulusan.
Evaluasi program yang ada pada Program Studi DIII Keperawatan dilakukan secara
rutin dan berkesinambungan sesuai pedoman yang ada dan laporan secara manual dalam
rangka mendapatkan masukan guna peningkatan pengelolaan program dalam upaya
peningkatan mutu pembelajaran mahasiswa.
Kemudian pelacakan lulusan sudah dilakukan, baik berkaitan waktu tunggu setelah
lulus hingga dapat bekerja maupun persebaran tempat kerjanya yang sudah tersebar di
berbagai tatanan pelayanan dan pendidikan kesehatan di Sulawesi Selatan pada
khususnya dan di Kawasan Timur lndonesia pada umumnya. Demikian pula halnya,
mengenai pelacakan respon pengguna lulusan juga telah dilakukan untuk mendapatkan
masukan dalam upaya pengembangan proses belajar mengajar.
7. Perencanaan dan pengembangan program, dengan memanfaatkan hasil evaluasi
internal dan eksternal.
Walaupun hasil evaluasi internal yang dilakukan belum dibuatkan laporan tertulis,
akan tetapi hasil evaluasi dimaksud telah digunakan dalam perencanaan dan
pengembangan program berikutnya. Terutama yang berkaitan dengan proses belajar
mengajar sesuai dengan pedoman yang ada.
8. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu pembelajaran
mahasiswa
Dari hasil evaluasi program yang telah dilakukan yang sekaligus digunakan untuk
melakukan peninjauan proses belajar mengajar ternyata memberikan dampak terhadap
pengalaman dan mutu pembelajaran mahasiwa. Mahasiswa tidak lagi mengandalkan
pengalaman belajarnya melalui perkuliahan di kelas, melainkan sudah mulai belajar mandiri
dengan menggunakan sarana dan media pembelajaran yang disediakan
Bahkan, mahasiswa sudah mulai mempertanyakan kompetensi sesungguhnya yang
harus dimiliki setelah selesai mengikuti suatu satuan mata ajar. Dampak selanjutnya adalah
mahasiswa sendiri mulai meminta bahan-bahan ajar yang diperlukan jika temyata belum
sempat disediakan.

20
9. Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat program studi (misalnya kajian
kurikulum, monitoring dan mekanisme baik bagi mahasiswa, dosen dan penguji
eksternal).
Evaluasi terhadap pengembangan bidang studi dilakukan secara berkala dengan
mendapatkan masukan dari mahasiswa, dosen maupun praktisi.
10. Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat lembaga.
Dalam rangka upaya penjaminan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di
lingkungan AKPER Mappa Oudang Makassar telah dibentuk Lembaga Penjaminan Mutu
AKPER Mappa Oudang Makassar.
Lembaga Penjaminan mutu pada tingkat AKPER Mappa Oudang Makassar yang
bersifat independen dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur AKPER Mappa
Oudang Makassar. Pengelolaan mutu secara internal dilakukan melalui Lembaga
Penjaminan Mutu yang telah dibentuk sesuai dengan visi, misi, tujuan serta sasaran
Program Studi DIII Keperawatan. Pengelolaan mutu meliputi kajian Kurikulum setiap 4
(empat) tahun dan penyesuaian RPS/RP setiap tahun secara berkesinambungan. Kualitas
dosen terus ditingkatkan dengan melalui keikutsertaan dalam seminar, pelatihan,
workshop, dan peningkatan pendidikan.
11. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar
mahasiswa.
Dari hasil proses penjaminan sangat memberikan dampak pada mutu hasil belajar
mahasiswa. Mahasiswa memperoleh berbagai cara belajar yang dapat digunakan, baik
dalam memperoleh pengetahuan diberbagai media maupun dalam memperoleh
keterampilan dan berperilaku untuk menunjang kompetensi yang harus dimiliki.
12. Metodologi baku mutu ( benchmarking ).
Membandingkan semua proses pelaksanaan semua kegiatan Tri Dharma
Perguruan Tinggi dengan pedoman dan standar yang telah ditetapkan. Jika ternyata
terdapat ketidaksesuaian, dilakukan pengkajian faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian
tersebut. Hasil kajian yang dilakukan diberikan masukan untuk perbaikan atau
penyesuaian sebagaimana mestinya.
13. Pengembangan dan penilaian pranata kelembagaan.

21
Dengan kiat untuk melakukan penjaminan mutu, pengembangan kelembagaan
sudah merupakan hal yang tidak dapat dihindari, yaitu dengan terbentuknya suatu
lembaga penjaminan mutu yang berfungsi sebagai unit independen di bawah dan
bertanggung jawab langsung kepada Direktur AKPER Mappa Oudang Makassar. Dengan
adanya lembaga ini, maka semua pranata yang ada dinilai dari seluruh proses kegiatan
sesuai dengan pedoman dan standar yang ada.
14. Evaluasi intemal yang berkelanjutan.
Dengan adanya lembaga penjaminan mutu, maka evaluasi internal dapat dilakukan
secara berkelanjutan. Berdasarkan evaluasi internal yang dilakukan dikajilah faktor-faktor
yang menjadi sumber permasalahan, kemudian dilanjutkan pengkajian cara
pemecahannya. Dari hasil kajian yang dilakukan dijadikan masukan dalam upaya
perbaikan dan seterusnya dilakukan lagi penilaian atas perbaikan yang telah dilakukan.
15. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam perbaikan
dan pengembangan program.
Hasil evaluasi internal dari penjaminan mutu menjadi salah satu masukan dalam
upaya perbaikan dan pengembangan program yang ada di lingkungan Program Studi DIII
Keperawatan. Terlebih lagi hasil evaluasi ekstemal/akreditasi, sangat diperlukan dalam
upaya perbaikan dan pengembangan program yang ada di lingkungan Program Studi DIII
Keperawatan.
16. Kerjasama dan kemitraan instansi terkait dalam pengendalian mutu.
Kerjasama dan kemitraan telah dijalin dengan berbagai pihak dalam rangka
penunjang peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.
Pihak-pihak yang telah terjalin kerjasama dan kemitraan, yaitu Rumah Sakit
Bhayangkara Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar (Semua Puskesmas yang ada
di Kota Makassar), Rumah Sakit Islam Faisal Makassar, Rumah Sakit Umum Daerah Haji
Makassar, Panti Sosial Tresna Werda (PSTW) Gowa, Perpustakaan STIK GIA
Makassar,STIKES Panakkukang Makassar, UIN Alaudiin Makassar.
Dari uraian tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, penjaminan mutu
dapat diringkaskan kekuatan ( Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity)

22
dan ancaman (Threat) Program Studi DIII Keperawatan dalam tabel Deskripsi SWOT
berikut ini.

Deskripsi SWOT untuk Komponen Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan,


dan Penjaminan Mutu
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
 Struktur organisasi disertai  Adanya disfungsi staff
Evaluasi dengan pembagian tugas dan dalam pelaksanaan tugas.
Internal kewenangan yang jelas  Belum optimalnya sistem
 Perumusan kebijakan kepemimpinan publik
melibatkan seluruh sivitas Program Studi utamanya
akademika dan Yayasan dalam hal
 Rapat koordinasi dilakukan mengembangkan jaringan
secara berkala untuk kerjasama dengan pihak
membahas masalah institusi yang terkait untuk
dan penetapan kebijakan pendidikan, penelitian
maupun pengabdian
masyarakat
 Pelacakan lulusan perlu
Evaluasi ditingkatkan untuk
Eksternal membina jaringan
dengan alumni
KESEMPATAN
STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
(OPPORTUNITY)
 Tersedia berbagai pelatihan  Peningkatan kemampuan  Penerapan sistem
untuk meningkatkan kualitas SDM dalam pengelolaan manajemen mutu dalam
sumber daya manusia program studi melalui pengelolaan dan
pelatihan manajemen pelayanan program studi
 Adanya otonomi dalam
pengelolaan PT
 Kesempatan untuk menjalin
kemitraan dengan pihak di
luar kampus
 Perkembangan teknologi
yang semakin canggih
membuka kesempatan
program studi untuk
meningkatkan kualitas
 Kurikulum institusional
memberikan keleluasaan

23
kepada program studi untuk
meningkatkan mutu sesuai
dengan kebutuhan pasar
kerja.
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Tuntutan instansi pemerintah  Pengelolaan program studi  Peningkatan sarana
lulusan harus dari program yang akuntabel dan dan prasarana penunjang
studi yang terakreditasi B transparan sistem informasi untuk
pengelolaan dan
 Persyaratan mendapat
pelayanan program studi.
bantuan dana hibah makin
ketat
 Selektifnya calon mahasiswa
baru memilih Program Studi
yang terakreditasi dari LAM
PT Kes.
STRATEGI PEMECAHAN, Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat akademi
PERKEMBANGAN DAN sampai di tingkat Program Studi, pelaksanaan kepemimpinan
PERBAIKAN
publik di tingkat Program Studi, khususnya membangun
kemitraan, khususnya di luar Sulawesi, meningkatkan
kemampuan membuat perencanaan bagi dosen, melakukan
Networking dengan alumni dan pengguna lulusan, membuat
dokumen mutu dalam penjaminan mutu internal dan
mengusulkan dokumen re-akreditasi ke LAM PT Kes.

24
KOMPONEN C. Mahasiswa dan Lulusan
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
Peminat calon mahasiswa masih relatif  Kegiata
banyak n mahasiswa di bidang kajian ilmiah
Lulusan terserap bekerja di instansi belum optimal
pelayanan kesehatan dan pendidikan.  Belum
Waktu penyelesaian studi rata - rata 3 tahun optimal kerjasama pihak SMA dan
Lulusan telah dibekali dengan standar sederajat untuk program promosi
kompetensi Kampus
 Mahasi
swa belum optimal memanfaatkan
sarana bimbingan yang telah
tersedia
 Belum
maksimalnya upaya institusi untuk
penyaluran alumni
 Progra
m pelacakan luaran masih terbatas
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Tingginya minat lulusan SMA/sederajat  Gencarnya promosi yang dilakukan
untuk melanjutkan ke Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Swasta dalam
 Melanjutkan pendidikan di Kota Makassar menjaring mahasiswa
masih menjadi pilihan sebagian besar  Adanya persaingan luaran dari berbagai
mahasiswa asal Sulawesi Selatan perguruan tinggi.
Tersedianya kesempatan bagi lulusan  Adanya prasyarat kerja bagi luaran yang
mendapatkan peluang kerja terakreditasi B

1. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa.


Sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru dilakukan melalui sistem
seleksi penerimaan mahasiswa baru (SIPENMARU) yang dimulai dengan kegiatan
pendaftaran calon mahasiswa baru sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Selanjutnya calon mahasiswa baru yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan diwajibkan
mengikuti ujian seleksi masuk yang terdiri dari ujian tertulis dengan materi ujian
Matematika, lPA, Bahasa lndonesia dan Bahasa lnggris. Bagi yang dinyatakan lulus ujian
tertulis, maka calon mahasiswa diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan (meliputi

25
keadaan jasmani, rohani dan bebas narkoba) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
memiliki kewenangan sehingga akan terjaring mahasiswa yang berkualitas.

2. Profil mahasiswa: akademik, sosio-ekonomi, pribadi (termasuk kemandirian dan


kreativitas).
a. Profil Akademik.
Profil akademik mahasiswa diukur dengan IPS dan IPK rata-rata yaitu IPK rata-rata
pada tahun 2017-2018 yaitu 3.63 dengan persentase lulusan lebih dari 3.00 selama
tiga tahun sebanyak 99.79%. Masa studi mahasiswa rata-rata 3 tahun dan tingkat
kelulusan 96,21 dan 3,79 % yang rnempunyai masa studi lebih dari 3 tahun.
b. Profil Sosio-ekonomi.
Sosio-ekonomi mahasiswa cukup beragam, namun pada umumnya berasal dari
keluarga dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Sebagian besar orang
tua mahaiswa bekerja sebagai wiraswasta dan petani.
c. Profil Pribadi.
Pada umumnya pribadi mahasiswa menunjukkan sikap yang berkarakter, disiplin, dan
patuh. Hal ini dapat dilihat dari kepatuhan mengikuti peraturan akademik, kerajinan
dalam mengikuti perkuliahan, kedisiplinan dan serta kreativitas dalam mencari sumber-
sumber bahan ajar (literatur), baik di perpustakaan maupun di internet yang
disediakan. Di samping itu mahasiswa aktif mengikuti pertemuan ilmiah baik di dalam
maupun di luar kampus.
3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai komisi yang relevan.
Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai komisi yang relevan terlihat dari keaktifan
mahasiswa dalam program pendidikan melalui wadah organisasi kemahasiswaan seperti
BEM dan UKM dalam rangka pengembangan kreativitas mahasiswa, kemampuan
berorganisasi, sikap, tanggung jawab, penalaran individu berfikir secara ilmiah serta
menumbuhkan kemampuan dalam kepemimpinan. Disamping itu juga dilibatkan dalam
kegiatan seperti LDK, PPS, Wisuda, Dies Natalis, hari kesehatan nasional dan hari-hari
besar nasional dan sebagainya.
4. Kegiatan ekstra-kurikuler.
Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa dilakukan di bawah koordinasi BEM melalui
kegiatan kerohanian/keagamaan, kegiatan keolahragaan, kegiatan seni dan sebagainya.
Selain itu program studi bekerja sama BEM secara aktif melakukan pembinaan untuk

26
kegiatan ilmiah, pengabdian pada masyarakat dengan bakti sosial, donor darah dan
sebagainya.

5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan kebutuhan


akan lulusan program studi).
Minat calon mahasiswa untuk mendaftar melalui jalur ujian seleksi tiga tahun terakhir
ini mengalami penurunan di mana pada tahun 2018/2019 sebanyak 120 2017/2018
sebanyak 75 orang, pada tahun 2016/2017 sebanyak 166 orang dan pada tahun 2015/2016
sebanyak 194 orang. Tapi, minat pendaftar masih sangat tinggi dan calon mahasiswa yang
mendaftar masih memenuhi daya tampung yang tersedia. Minat calon mahasiswa ini
adalah untuk memenuhi kebutuhan akan lulusan program studi di berbagai sektor
kesehatan, walaupun sudah terjadi persaingan yang cukup ketat dengan mengingat
perkembangan institusi pendidikan yang cukup pesat.

6. Pelayanan untuk mahasiswa:


a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik.
Bantuan tutorial yang bersifat akademik belum dapat dilakukan secara tersendiri
kepada setiap mahasiswa karena kegiatan tersebut sudah tercakup dalam kegiatan
proses pembelajaran terutama yang berkaitan dengan kegiatan laboratorium dan
klinik. Dalam rangka meningkatkan kemampuan aplikasi komputer/bahasa mahasiswa
disediakan pelayanan laboratorium multimedia (bahasa, internet dan komputer).
b. lnformasi dan bimbingan karir.
lnformasi dan bimbingan karir dilaksanakan dalam bentuk pemberian informasi tentang
prospek program studi dan perannya dalam program dan pendidikan kesehatan.
c. Konseling pribadi dan sosial.
Setiap mahasiswa dibimbing oleh seorang Pembimbing Akademik (PA). Konsultasi
dengan PA dilakukan minimal 4 kali dalam 1 semester untuk memacu mahasiswa agar
dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya sesuai dengan tujuan program studi
dan masalah-masalah sosial lainnya yang dihadapi mahasiswa yang mungkin dapat
mengganggu proses belajarnya. Evaluasi kegiatan pendidikan mahasiswa baik
kehadiran maupun prestasi belajar dilakukan setiap akhir semester. Di samping PA,
dosen Program Studi DIII Keperawatan juga memberikan evaluasi bimbingan untuk
mencapai prestasi belajar yang maksimal bagi mahasiswa.
7. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan.

27
Berkaitan dengan kompetensi lulusan, semua mata ajar dalam kurikulum bermuara
kepada kompetensi sebagai ahli Keperawatan profesional pemula, yang terdiri dari
kompetensi umum, kompetensi inti dan kompetensi pilihan. Bahkan setiap unit kompetensi
dimaksud dijabarkan dalam elemen-elemen, ranah dan kriteria unjuk kerjanya masing-
masing. Khusus berkaitan dengan etika lulusan diharapkan sesuai dengan kurikulum yang
berlaku, disamping adanya mata ajar khusus yang memuat tentang etika profesi, yang tidak
kalah pentingnya adalah adanya penilaian pada ranah attitude pada setiap unit kompetensi.
8. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan untuk menyiapkan
lulusan dengan kompetensi yang diharapkan pihak pengguna, maka upaya
peningkatan kemampuan lulusan, telah dimulai dengan peningkatan kualitas input
mahasiswa sampai pada proses pendidikan dan uji kompetensi. Untuk lebih
meningkatkan daya saing, lulusan telah dibekali kompetensi Keperawatan sesuai
standar, termasuk kemampuan berkomunikasi dan mengaplikasikan komputer.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaatan
lulusan.
Kesesuaian kompentensi dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaatan lulusan telah
dilakukan upaya pelacakan alumni. Upaya pelacakan alumni dilakukan dengan
meminta langsung pada beberapa instansi pelayanan kesehatan dan instansi lain yang
menggunakan tenaga Keperawatan. Selain dari pada itu juga dilakukan temu alumni,
sarasehan dengan pihak pengguna serta lnstitusi juga menyiapkan Teknologi Informasi
sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tentang alumni. Berdasarkan hasil
pelacakan menunjukkan bahwa masukan dari lulusan mengenai Bidang llmu yang
diberikan selama proses perkuliahan cukup relevan dengan tempat ia bekerja.
Demikian pula masukan dari pengguna lulusan mengenai penguasaan ilmu, etika,
komunikasi, kerjasama, kemandirian, kreativitas, kemampuan menggunakan alat
modern menunjukkan hasil yang baik.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa
(termasuk IPK dan yudisium lulusan).
Kemajuan dan keberhasilan mahasiswa mencapai 96,21 % dapat menyelesaikan studi
tepat waktu, yaitu dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. Sedangkan IPK yang dicapai
adalah paling rendah 3,00. Pelaksanaan yudisium secara bersama-sama.

28
d. Kepuasan lulusan
Kepuasan lulusan yang dapat dideteksi pada waktu ditemui di tempat dimana mereka
bekerja, pada umumnya menyatakan bangga dapat menyelesaikan studi pada
Program Studi DIII Keperawatan, karena dengan bekal yang diperoleh mereka dapat
bersaing dengan lulusan lainnya, bahkan mendapat pujian dari beberapa pihak
tertentu pengguna lulusan.
9. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
Untuk penyaluran lulusan, Program Studi DIII Keperawatan telah menyalurkan lulusan
sesuai dengan permintaan beberapa instansi untuk penyaluran lulusan sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak pengguna. Di samping itu diberikan informasi
mengenai formasi yang tersedia pada instansi/pemerintah dan swasta.
10. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil
pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian
Produk program studi yang dihasilkan berupa Karya Tulis Ilmiah yang diperoleh dari
hasil Studi Kasus yang dilakukan oleh mahasiswa di Rumah Sakit dan lahan praktik
lainnya.
Dari uraian mahasiswa dan Luaran di atas, maka dapat diringkaskan kekuatan (Strength),
kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat) Program Studi DIII
Keperawatan dalam tabel Deskripsi SWOT berikut ini:

Deskripsi SWOT untuk mahasiswa dan luaran


KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)

29
Evaluasi Peminat calon mahasiswa 
Internal masih relatif banyak Kegiatan mahasiswa di
Lulusan terserap bekerja di bidang kajian ilmiah
instansi pelayanan belum optimal
kesehatan dan pendidikan. 
Waktu penyelesaian studi rata Belum optimal kerjasama
- rata 3 tahun pihak SMA dan
Lulusan telah dibekali dengan sederajat untuk
standar kompetensi program promosi
Kampus

Mahasiswa belum optimal
memanfaatkan sarana
bimbingan yang telah
tersedia
Evaluasi 
Eksternal Belum maksimalnya upaya
institusi untuk
penyaluran alumni

Program pelacakan luaran
masih terbatas
KESEMPATAN
STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
(OPPORTUNITY)
 Tingginya minat lulusan  Peningkatan kualitas proses  Promosi keberadaan
SMA/sederajat untuk belajar mengajar berbasis program studi melalui
melanjutkan ke student centered learning prestasi mahasiswa
Pendidikan Tinggi (SCL) baik dalam kegiatan
 Melanjutkan pendidikan di  Meningkatkan motivasi akademik maupun dan
Kota Makassar masih mahasiswa untuk adil non akademik.
menjadi pilihan sebagian dalam kegiatan
besar mahasiswa asal pengembangan komptensi
Sulawesi Selatan dan kreatifitas berskala
Tersedianya kesempatan nasional.
bagi lulusan mendapatkan
peluang kerja

30
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Gencarnya promosi yang  Mengaktifkan kegiatan
Perbaikan
 tingkat
dilakukan Perguruan Tinggi UKM dan Forum kajian seleksi calon
Swasta dalam menjaring ilmiah sebagai wadah mahasiswa untuk
mahasiswa pengembangan nalar
menghasilkan luaran
 Adanya persaingan luaran mahasiswa yang kompeten
dari berbagai perguruan  Meningkatkan
tinggi. kerjasama dengan
 Adanya prasyarat kerja stakeholder dan
bagi luaran yang instansi terkait dalam
terakreditasi B menyiapkan luaran
yang kompeten.
STRATEGI PEMECAHAN Mengoptimalkan kegiatan mahasiswa di bidang keterampilan
MASALAH, PERBAIKAN
keperawatan, kerjasama dengan SMA dan sederajat untuk
DAN PERKEMBANGAN
program promosi kampus, mahasiswa untuk memanfaatkan
sarana bimbingan yang tersedia, Meningkatkan peran institusi
dalam penyaluran alumni dan pelacakan lulusan dengan
membentuk placement centre, kualitas pendidikan melalui
pengembangan dan peningkatan SDM serta sarana dan
prasarana, sehingga lulusan berkualitas dan berdaya saing dan
mengajukan re-akreditasi ke LAM PT Kes.

31
KOMPONEN D. Sumber Daya Manusia
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
 Peningkatan kemampuan dosen terus  Pendanaan penelitian dosen dari
dilakukan melalui seminar, pelatihan dan luar utamanya dana hibah masih kurang
lokakarya  Publikasi nasional hasil penelitian
dosen masih kurang
 Evaluasi kinerja dosen dan tenaga
 Publikasi internasional hasil
pendukung juga dilakukan secara berkala penelitian dosen belum ada.
untuk meningkatkan kualitas kerja.
 Tersedianya media pembelajaran
berbasis teknologi yang dapat digunakan
dalam proses pembelajaran
 Dosen melaksanakan studi lanjut ke
jenjang S3
 Dosen memiliki minat untuk melakukan
penelitian

KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)


 Tersedianya beasiswa bagi dosen untuk  Semakin ketatnya persaingan untuk
studi lanjut mendapatkan dana/hibah dari pemerintah
 Tersedianya hibah penelitian dari DIKTI  Kualifikasi dosen pada beberapa
Perguruan Tinggi lain yang semakin
kompetitif
 Semakin banyaknya perguruan tinggi
yang menawarkan fasilitas honorarium
yang tinggi bagi dosen dan staf.

32
1. Sistem rekruitmen dan seleksi dosen dan tenaga kependidikan.
Sistem rekruitmen dan seleksi dosen dan tenaga kependidikan dilaksanakan
berdasarkan kebutuhan yang diusulkan oleh Kepala Urusan Kepegawaian melalui formulir
Daftar Rencana Kebutuhan Dosen Tetap dan Tenaga Kependidikan selanjutnya diusulkan
ke Direktur melalui Wakil Direktur II Bagian Administrasi dan Keuangan. Direktur
membentuk panitia seleksi penerimaan dosen dan tenaga kependidikan yang bertugas
untuk melakukan rangkaian proses penyeleksian sesuai dengan Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang meliputi : proses seleksi administrasi dan seleksi wawancara.
2. Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan.
Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan dalam Penempatan dosen dan tenaga
kependidikan dilakukan oleh Kabag. Administrasi untuk memenuhi kebutuhan Program
Studi, sehingga masing-masing dosen dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan
tugas sesuai keahlian yang dimiliki.
Upaya retensi dosen dan tenaga kependidikan Akper Mappa Oudang Makassar
mengikuti mekanisme dan pedoman yang telah ditetapkan yaitu melalui peningkatan
kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, memberikan berbagai kesempatan dalam
pelatihan, seminar dan workshop, serta pemberian penghargaan bagi dosen dan tenaga
kependidikan teladan. Pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan mengikuti peraturan
dan pedoman pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan Akper Mappa Oudang
Makassar. Pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan dilakukan dengan
mempertimbangkan etika dan landasan dasar Akper Mappa Oudang Makassar dengan
mengikuti langkah sebagai berikut: teguran secara lisan, teguran tertulis atau persuratan,
panggilan, pemberhentian. Selain itu, Akademi keperawatan Mappa Oudang Makassar
memberikan pemberhentian secara hormat kepada dosen dan tenaga kependidikan yang
telah mencapai batas pensiun, ataupun dengan alasan lain misalnya lulus CPNS, sakit
yang cukup lama, ingin mengikuti tempat tugas suami, dll yang disesuaikan dengan aturan
Akademi Keperawatan Mappa Oudang Makassar. Pengelolaan dosen berupa tugas
pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan rata-rata 10-12 SKS
per semester.

33
3. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu, kualifikasi, pengalaman, ketersediaan
(kecukupan, kesesuaian, dan rasio dosen-mahasiswa).
Profil Dosen dapat dilihat dari segi jabatan akademik, jenjang pendidikan dan usia.
Dari segi jabatan akademik saat ini, Program Studi DIII Keperawatan pada tahun ajaran
2017/2018 memiliki dosen Tetap sebanyak 16 orang (88,88%) dan dosen tetap diluar
program studi sebanyak 2 orang (11.12%). Sedangkan dosen tidak tetap sebanyak 3 orang
(16,6%). Dosen tetap dan dosen tidak tetap yang ada pada tahun akademik 2017/201 8
rata- rata berada pada usia produktif yaitu 25 - 45 tahun.
Rasio ketersediaan Dosen Biasa (Dosen Tetap) dibanding jumlah mahasiswa adalah
1 : 15, sedangkan Rasio Dosen PA dibanding Mahasiswa selama 3 (Tiga) Tahun terakhir
rata-rata 1 : 16.
Sedangkan profil tenaga Penunjang dapat ditinjau dari segi jumlah tenaga
perpustakaan sebanyak 1 orang yang berkualifikasi S2, jumlah tenaga laboran sebanyak 1
orang, jumlah tenaga teknisi dan operator sebanyak 1 orang serta tenaga administrasi
sebanyak 4 orang. Jumlah ini sangat memadai jika disesuaikan dengan beban tugasnya.
4. Karya Akademik Dosen (hasil penelitian karya lainnya)
Semua dosen tetap yang telah mengabdi 4 (empat) tahun terakhir telah
menghasilkan karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun karya ilmiah lainnya, baik
untuk menambah khasanah perbendaharaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki
maupun untuk pemenuhan persyaratan memperoleh pangkat akademik sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Karya akademik dosen yang telah dihasilkan mulai dari tahun
2015-2018 adalah sebanyak 29 judul penelitian dan 27 kegiatan pengabdian masyarakat.
5. Peraturan kerja dan kode etik.
Peraturan kerja dan kode etik bagi dosen dan tenaga kependidikan pada dasarnya
juga mengikuti ketentuan yang ditetapkan berdasarkan Statuta AKPER Mappa Oudang
Makassar No. A / 088 / V / 2014/ AKPER. Berkaitan dengan peraturan kerja, meliputi
ketentuan waktu kerja, waktu istirahat, dan cuti, tanda pengenal dan pakaian kerja dan
sebagainya. Sedangkan yang berkaitan dengan kode etik, di samping harus mematuhi
kode etik sivitas akademika juga harus mentaati kode etik profesi keperawatan yang ada.

6. Pengembangan staf
Untuk meningkatkan kualitas staf dalam program studi yang menunjang peningkatan
kualitas lulusan (output) Akademi Keperawatan Mappa Oudang Makassar yang berdaya

34
saing tinggi, maka Direktur/Ketua Program Studi Akademi Keperawatan Mappa Oudang
Makassar untuk memberikan kesempatan studi lanjut bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Dosen dan tenaga kependidikan melanjutkan studi dengan memilih jurusan yang relevan
dengan kompetensi yang dikembangkan oleh Akademi Keperawatan Mappa Oudang
Makassar. Selain studi lanjut untuk pengembangan dosen diberi kesempatan mengikuti
magang, pelatihan, seminar, lokakarya, baik didalam maupun diluar akademik. Pendanaan
pengembangan baik studi lanjut maupun pengembangan lainnya disesuaikan dengan
anggaran Akademi Keperawatan Mappa Oudang Makassar misalnya mengikutkan
pelatihan Pekerti dan AA. Khusus bagi tenaga kependidikan memiliki kesempatan yang
sama untuk meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan (TOT).
7. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya
Pengadaan tenaga dosen dan tenaga kependidikan senantiasa berkelanjutan,
terutama untuk tetap mempertahankan rasio dengan jumlah mahasiswa yang ada dan
untuk mengganti tenaga dosen dan tenaga kependidikan yang berhenti karena pindah
tempat kerja dan karena berhalangan tetap lainnya. Di samping itu, juga
mempertimbangkan tingkat pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Dari uraian sumberdaya manusia dapat diringkaskan kekuatan ( Strength),
kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat) Program Studi Teknik
Informatika dalam tabel Deskripsi SWOT berikut ini:

Deskripsi SWOT untuk Komponen Sumberdaya Manusia


KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN
Evaluasi (WEAKNESS)

35
Internal  Peningkatan kemampuan  Pendanaan
dosen terus dilakukan penelitian dosen dari luar
melalui seminar, pelatihan utamanya dana hibah
masih kurang
dan lokakarya
 Publikasi nasional
 Evaluasi kinerja dosen dan hasil penelitian dosen
tenaga pendukung juga masih kurang
dilakukan secara berkala  Publikasi
untuk meningkatkan kualitas internasional hasil
kerja. penelitian dosen belum
 Tersedianya media ada.
pembelajaran berbasis
teknologi yang dapat
Evaluasi digunakan dalam proses
Eksternal pembelajaran
 Dosen melaksanakan studi
lanjut ke jenjang S3
 Dosen memiliki minat untuk
melakukan penelitian

KESEMPATAN
STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
(OPPORTUNITY)
 Tersedianya beasiswa bagi  Peningkatan jumlah dosen  Peningkatan jumlah
dosen untuk studi lanjut yang studi lanjut S-3 publikasi nasional
 Tersedianya hibah penelitian  Peningkatan motivasi
dari DIKTI dosen untuk melakukan
publikasi internasional
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Semakin ketatnya  Mempercepat perekrutan  Melakukan peningkatan
persaingan untuk dosen muda yang kualitas dosen dengan
mendapatkan dana/hibah berkualifikasi, kompetitif, pelatihan dalam bidang
dari pemerintah dan mempunyai kompetensi keperawatan.
 Kualifikasi dosen pada di bidangnya  Mendorong dosen muda
beberapa Perguruan Tinggi untuk selalu berprestasi
lain yang semakin kompetitif dan berkarya
 Semakin banyaknya
perguruan tinggi yang
menawarkan fasilitas
honorarium yang tinggi bagi
dosen dan staf.
STRATEGI PEMECAHAN Mengupayakan peningkatan jumlah dosen berkualifikasi S3,
MASALAH, PERBAIKAN

36
DAN PERKEMBANGAN memotivasi dosen tetap melakukan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, khususnya untuk penelitian yang didanai
oleh Kemenristek Dikti, memotivasi dosen melakukan
penelitian dan pengabdian masyarakat yang didanai dari luar
institusi seperti Kemenristek Dikti dan LL-Dikti, memotivasi
dosen menulis hasil penelitiannya di Jurnal nasional dan
terakreditasi dan Mengupayakan peningkatan kesejahteraan
dosen secara bertahap.

37
KOMPONEN E. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
 Kurikulum yang digunakan berdasarkan  Manajemen pengendalian standar
kurikulum nasional Program Diploma III proses pembelajaran belum optimal
keperawatan berdasarkan KKNI
 Pendekatan pembelajaran menggunakan
SCL (Student Centre Learning)
 Tersedianya sarana yang menunjang
proses belajar mengajar seperti free
hotspot area, sarana labratorium,
perpustakaan dan ruang kelas yang
nyaman serta media pembelajaran yang
memadai.
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Kesempatan mengikuti kompetisi ilmiah  Makin banyak program studi sejenis.
yang diselenggarakan oleh Dikti mapun  Perubahan teknologi yang cepat
lembaga lain  Tingginya kompetisi dengan
perguruan tinggi lain
 Berkembangnya teknologi informasi yang
 Kondisi pasar tenaga kerja cepat
mendukung terciptanya suasana akademik
berubah
yang kondusif.
 Adanya persyaratan KOMPETEN
 Tersedianya referensi dari internet tentang
pada ujian kompetensi bagi lulusan
materi perkuliahan
untuk memasuki pasar kerja

1. Kesesuaian dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran.


Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang disusun berdasarkan struktur
sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang dimulai dengan penetapan kurikulum inti yang
disepakati bagi Program Studi DIII Keperawatan. Selanjutnya, pengembangannya menjadi
kurikulum institusional yang sekaligus akan menggambarkan visi, misi, sasaran dan tujuan
Program Studi DIII Keperawatan yang ingin dicapai. Namun demikian, disamping
penetapan kurikulum dimaksud dalam upaya mencapai visi, misi, sasaran dan tujuan
Program Studi juga senantiasa disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi
Keperawatan yang berkaitan dengan kompetensi lulusan Program Studi DIII Keperawatan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, senantiasa dilakukan peninjauan kurikulum
secara berkala yaitu setiap 4 tahun. Evaluasi kurikulum dilakukan pada tahun akademik

38
2014/2015 disesuaikan dengan kurikulum berbasis kompetensi dan kurikukulum berbasis
KKNI dan evaluasi kurikulum terakhir pada tahun 2018/2019.
2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.
Kurikulum yang digunakan di program studi adalah kurikulum yang disusun
berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan dikembangkan dengan
memperhatikan masukan dari keseluruhan stakeholders. Oleh karena itu pada setiap
proses evaluasi kurikulum yang dilakukan senantiasa membutuhkan umpan balik dari
berbagai sumber, baik secara internal maupun eksternal terutama dari pihak pemakai
lulusan atau stakeholder. Masukan-masukan yang diterima didiskusikan dalam pertemuan
bersama unsur pimpinan dan dosen pengasuh mata kuliah maupun dengan para praktisi
Keperawatan termasuk organisasi profesi Keperawatan.
Hasil survey melalui tracer study yang dilakukan terhadap stakeholders
memperlihatkan relevansi kurikulum yang dikembangkan dengan tuntutan dan kebutuhan
stakeholders. Adapun variabel dari survey tersebut meliputi Integritas (etika dan moral),
Keterampilan klinik keperawatan, kemampuan Bahasa Inggris, Penggunaan teknologi
informasi, komunikasi, kerjasama tim, pengembangan diri dan Patient Safety.
3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/organisasi).
Penyelenggaraan pendidikan pada Program pendidikan Diploma III keperawatan
mempergunakan kurikulum nasional Program Diploma III keperawatan yang ditetapkan
oleh Menteri Pendidikan Nasional dengan SK No.239/U/1999. Revisi kurikulum SK.
Kepmendiknas No. 232/U/2000, tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi,
dan Kepmendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. Sejak tahun
2012 dengan keluarnya peraturan Presiden No.8 tahun 2012 tentang KKNI dan Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 73 tahun 2013 tentang penerapan KKNI maka
dikembangkanlah penyusunan kurikulum pendidikan tinggi sesuai KKNI.
Pengelompokan mata kuliah dalam kurikulum memuat mata kuliah wajib umum dan
mata kuliah yang didasarkan pada kelompok keilmuan yang meliputi ilmu alam dasar dan
biomedik dasar, humaniora, ilmu dasar keperawatan, ilmu keperawatan klinik dan ilmu
keperawatan komunitas.
Struktur dan isi kurikulum juga senantiasa dilakukan peninjauan atau perubahan
yang dilaksanakan secara terorganisasi dan terintegrasi antara mata ajar sehingga tidak
terjadi overlapping materi antar mata ajar. Setiap mata ajar memiliki koordinator yang akan

39
memonitor proses pengajaran mata ajar tersebut. Selain itu, kurikulum dirancang iuga
mempertimbangkan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu (6
semester), dengan rincian: Semester 1 berjumlah 20 SKS, semester 2 berjumlah 19 SKS,
semester 3 berjumlah 19 SKS, semester 4 berjumlah 20 SKS, semester 5 berjumlah 20
SKS dan semester 6 berjumlah 12 SKS.
Dalam pelaksanaannya, kurikulum menggunakan pendekatan Student Centre
Learning (SCL) mengharuskan mahasiswa untuk belajar secara mandiri bukan hanya
belajar dengan bimbingan dosen di ruang kuliah saja. Dengan demikian, keleluasan,
kedalaman, koherensi dan penataan atau organisasinya dapat terwujud sesuai dengan
kebutuhan dari berbagai pihak, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam
penggunaan lulusan.
4. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu).
Derajat integrasi materi pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
Setiap dosen selalu melakukan evaluasi materi pembelajaran yang dilaksanakan setiap
semester dengan senantiasa melakukan penyerasian materi mata ajar yang relevan dan
berkaitan.
Mata kuliah wajib umum terdiri dari agama, pancasila, kewarganegaraan, bahasa
Indonesia, kewirausahaan. Mata kuliah ilmu alam dasar dan biomedik dasar terdiri dari ilmu
biomedik dasar, gizi dan diet, patofisiologi, farmakologi. Mata kuliah humaniora terdiri dari
psikologi, antropologi kesehatan, etika keperawatan, pelayanan prima mata kuliah ilmu
dasar keperawatan terdiri dari keperawatan dasar, metodologi keperawatan, dokumentasi
keperawatan, komunikasi, manajemen keperawatan, manajemen patient safety, promosi
kesehatan, bahasa inggris, bahasa arab, computer. Mata kuliah ilmu keperawatan klinik
terdiri dari praktik klinik keperawatan dasar, keperawatan medical bedah 1, praktik klinik
keperawatan medical 1, keperawatan medical bedah 2, praktik klinik keperawatan medical
bedah 2, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan
gawat darurat dan manajemen bencana, disaster nursing. Mata kuliah ilmu keperawatan
komunitas terdiri dari keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, Keperawatan
komunitas, Praktek Keperawatan Komunitas. Tuga akhir berupa karya tulis ilmiah.
5. Kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan
kepentingan internal lembaga.

40
Kurikulum muatan lokal juga diadakan, di samping sebagai ciri khas Program Studi
sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuannya seperti yang telah disebutkan terdahulu,
juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan masalah kesehatan yang ada.
Berkaitan dengan kurikulum lokal ini diintegrasikan dengan mata ajar tertentu yang erat
kaitannya, misalnya berkaitan dengan nilai-nilai dalam masyarakat serta masalah
kesehatan yang sedang dialami masyarakat setempat, dengan memasukkan mata kuliah
Disaster Nursing sebagai ciri dan pembeda dengan program studi yang lain.
6. Mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan kebutuhan mahasiswa secara
individual/kelompok mahasiswa tertentu.
Pada Program Studi ini masih menggunakan sistem paket dalam menetapkan mata
ajar yang harus diikuti setiap semester. Artinya belum disediakan adanya mata kuliah
pilihan secara individu. Namun demikian, tetap diberikan peluang kepada mereka untuk
memperdalam ilmu tertentu, dengan cara belajar mandiri melalui sistem tutorial dan atau
media pembelajaran lain yang sudah disediakan.
7. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri: melanjutkan studi,
mengembangkan pribadi, memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi
khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan keterampilan yang dapat
dialihkan (transferable skills), terorientasikan ke arah karir, dan pemerolehan
pekerjaan.
Upaya pengembangan diri bagi mahasiswa sangat terbuka peluangnya. Di samping
mereka harus berkonsentrasi terhadap semua proses pembelajaran yang terprogram, juga
mereka diberikan kesempatan rnengembangkan bakat pribadinya masing-masing baik
secara individual maupun berkelompok dengan tetap mematuhi kode etik yang ada. Hal ini
diwujudkan dengan penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan, serta
pelibatan mereka pada setiap kegiatan program studi yang relevan, baik di dalam kampus
maupun di luar kampus. Dengan demikian, mereka sudah mulai dapat teridentifikasi ke
arah karier dan kesempatan kerja setelah selesai Pendidikan.
8. Misi pembelajaran
a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan. Misi pembelajaran setiap
mata ajar pada program studi ini adalah untuk mencapai kompetensi tertentu bagi
lulusan sebagai perawat pemula, yang terdiri dari kompetensi institusi, kompetensi inti.
Bahkan setiap unit kompetensi dimaksud dijabarkan dalam elemen-elemen, ranah dan

41
kriteria unjuk kerjanya masing-masing. Untuk mengidentifikasi mencapai misi
pembelajaran dimaksud diintegrasikan dalam pelaksanaan ujian akhir.
Pengembangan kompetensi selanjutnya diharapkan dapat dilakukan melalui pelatihan-
pelatihan pada lembaga pelatihan yang berkompeten dan mendapat pengakuan dari
pihak yang berwenang.
b. Efisiensi internal dan eksternal.
Untuk meningkatkan efisiensi internal dan eksternal pembelajaran, materi pengajaran
dievaluasi secara berkala untuk melihat kesesuaian materi yang diajarkan dengan
kebutuhan stakeholder. Disamping itu, juga dilakukan evaluasi antar mata kuliah untuk
mencegah overlapping materi. Dalam satu tahun kalender akademik terdiri dari 2 (dua)
semester. Setiap mahasiswa memprogramkan paket mata kuliah tiap semesternya
sejumlah SKS yang ditentukan. Bagi mahasiswa yang tidak lulus maka dapat
mengikuti remedial untuk membantu mahasiswa dalam memperbaiki hasil prestasi
akademiknya. Dengan demikian, hal tersebut dapat meningkatkan kualitas lulusan dan
ketepatan waktu penyelesaian studi.
9. Mengajar :
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan.
Strategi dan metode pembelajaran senantiasa disesuaikan dengan tujuan yang ingin
dicapai setiap materi pembelajaran. Hal ini sangat penting artinya agar peserta didik
dapat menerima secara efektif materi pembelajaran yang diberikan.
b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah.
Materi pembelajaran senantiasa disesuaikan dengan tujuan dari setiap mata ajar
sehingga setiap mata ajar yang diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
baik berkaitan pemahaman, keterampilan dan sikap.
c. Efisiensi dan produktivitas.
Dalam rangka efesiensi mengajar, dikembangkan dengan sistem fasilitasi sehingga
diupayakan agar mahasiswa sendiri dapat belajar dengan baik. Untuk mendukung
efisiensi dan efektifitas kegiatan perkuliahan, setiap dosen menggunakan Hand
Out/Bahan Ajar atau Modul Perkuliahan sesuai mata kuliah yang dibina dan
selanjutnya dapat digandakan. Di samping itu, efektivitias proses belajar mengajar
didukung sarana prasarana yang memadai di ruang kuliah yang memiliki wireless,
whiteboard dan LCD projector. Di samping itu juga menggunakan sarana

42
perpustakaan dan laboratorium untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Jumlah
mahasiswa dalam 1 kelas maksimal 40 mahasiswa.
d. Struktur dan rentang kegiatan mengajar.
Penyelenggaraan proses pengajaran dilakukan dengan menggunakan satuan kredit
semester (SKS), dimana 1 SKS dilakukan melalui kegiatan kuliah, responsi mencakup
belajar tatap muka 50 menit, penugasan terstruktur 50 menit, kegiatan belajar mandiri
60 menit. Praktikum, dan praktik lapangan 160 menit perminggu per semester. Proses
mengajar dilaksanakan selama satu semester sebanyak 14 kali pertemuan, dan 2 kali
pertemuan mencakup Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir semester.
e. Penggunaan teknologi informasi.
Penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaraan sudah dikembangkan
dengan penyediaan sarana intemet ( hotspot area) dan website yang dapat digunakan
dosen dan mahasiswa.
10. Belajar :
a. Keterlibatan mahasiswa.
Metode pembelajaran yang dilakukan adalah kegiatan interaktif melalui tatap muka,
pelaksanaan tugas, pengamatan oleh dosen, tanya jawab/diskusi, sudah dapat
memperlihatkan keterlibatan mahasiswa yang lebih banyak. Peningkatan pemahaman
mahasiswa tidak hanya melalui proses belajar di kelas, tapi dilengkapi dengan
pendalaman materi melalui praktikum, praktik klinik dan praktik kerja lapang.
b. Bimbingan KTI
Bimbingan karya tulis ilmiah dimulai dengan penentuan departemen/ bagian, kemudian
dilanjutkan dengan pembagian pembimbing KTI, sebelum pelaksanaan ujian proposal,
mahasiswa melakukan konsultasi terhadap dosen pembimbingnya. Proses bimbingan
berlangsung mulai dari penyusunan proposal sampai pelaksanaan ujian akhir dengan
jumlah bimbingan minimal 12 kali pertemuan.
c. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:
1) Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya.
Dalam penerapan berbagai metode proses pembelajaran maka mahasiswa
memperoleh peluang untuk mengembangkan diri guna menambah pengetahuan
dan pemahaman materi khusus yang diperlukan secara mandiri melalui kegiatan
self study di laboratorium.
2) Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan ( transferable).

43
Dalam penerapan berbagai metode proses pembelajaran mahasiswa
memperoleh peluang untuk mengembangkan diri guna menambah keterampilan
umum yang diperlukan secara mandiri.
3) Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri.
Dalam penerapan berbagai metode proses pembelajaran, mahasiswa
memperoleh peluang untuk mengembangkan diri guna menambah pemahaman
yang diperlukan secara mandiri. Pemahaman yang diperoleh dapat meningkatkan
kemampuannya dalam melakukan kegiatan atau tindakan yang bermanfaat.
4) Kemampuan belajar mandiri.
Dalam penerapan berbagai metode proses pembelajaran juga mahasiswa
memperoleh peluang untuk mengembangkan kemampuan belajarnya secara
mandiri. Termasuk dalam upaya bahan-bahan ajar, pengalaman praktek dan
berperilaku secara mandiri.
5) Nilai, motivasi dan sikap.
Dalam penerapan berbagai metode proses pembelajaran, mahasiswa
memperoleh peluang untuk mengembangkan diri guna mengenal dan
mengembangkan nilai, motivasi dan sikap yang dapat digunakan dalam proses
belajar mengaja serta menyelesaikan studi.
11. Penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar :
a. Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa.
Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa dapat
dilihat pada buku panduan pendidikan akademik. Pemantauan kemajuan dan
keberhasilan mahasiswa dalam penyelesaian studi dilakukan oleh pemebimbing
akademik. Setiap mahasiswa wajib melaporkan hasil studinya kepada pembimbing
akademik dan melakukan konsultasi atau bimbingan minimal empat kali dalam satu
semester.
b. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa.
Penilaian kemajuan terhadap mahasiswa dilakukan melalui evaluasi secara berkala
terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa yang dilakukan dalam bentuk
ujian (ujian tulis yang terdiri dari ujian tengah semester, ujian akhir semester serta ujian
praktek), pemberian tugas, pengamatan oleh dosen, tanya jawab dan diskusi
kelompok.
c. Penentuan yudisium (pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang mahasiswa pada
akhir jenjang pendidikan).

44
Penentuan yudisium dilakukan pada akhir semester enam setelah ujian akhir
dilaksanakan. Yudisium dilakukan pada saat mahasiswa telah memenuhi persyaratan
akademik dan administrasi yaitu telah menempuh 110 SKS dan dinyatakan lulus ujian
akhir.
d. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa.
Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa melalui pengisian kuesioner untuk
menilai proses belajar. Mahasiswa juga dapat memberikan masukan mengenai proses
belajar melalui pembimbing akademik masing-masing.
12. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen-mahasiswa, baik di dalam
maupun di luar kampus, dan untuk menciptakan iklim yang mendorong
perkembangan dan kegiatan akademik / profesional.
Dosen tetap memiliki ruang kerja untuk memberikan kemudahan bagi Mahasiswa
melakukan diskusi, bimbingan akademik, bimbingan tugas akhir dan tugas-tugas lainnya.
Untuk memantau dan memacu prestasi belajar mahasiswa agar dapat lulus tepat waktu,
bimbingan akademik dilakukan minimal 2 kali dalam setiap semester yaitu pada awal dan
akhir semester. Di samping itu, juga setiap saat jika ada masalah-masalah penting yang
dialami oleh mahasiswa yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Konseling
juga disediakan bagi mahasiswa yang mengalami masalah khusus baik yang menyangkut
masalah pribadi maupun masalah dalam proses belajar.
13. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan sivitas
akademika lainnya.
lnteraksi dosen dengan mahasiswa dilakukan melalui proses belajar mengajar di
kelas, praktikum, praktek, bimbingan akademik, bimbingan karya tulis ilmiah, kegiatan
penelitian dan pengabdian masyarakat serta aktivitas lainnya seperti pembinaan
mahasiswa baru termasuk kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa. Untuk mempermudah
interaksi mahasiswa dan dosen maka disiapkan antara lain rancangan pembelajaran
Lapang/Klinik, Pedoman Bimbingan Akademik, Pedoman Pengabdian Masyarakat, Buku
Pedoman Tugas Akhir dan Kuesioner Evaluasi pengajaran.
lnteraksi dosen dengan dosen dilakukan melalui rapat koordinasi Program Studi
antara lain rapat kurikulum, rapat pembimbing praktikum dan praktek, rapat evaluasi hasil
belajar, rapat pembimbing akademik, rapat pembimbing tugas akhir, sharing hasil

45
pelatihan/seminar, dan pengabdian masyarakat, team teaching dan aktivitas lainnya yang
terkait dengan kegiatan proses belajar mengajar.
lnteraksi antara dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan (staf) lainnya dilakukan
melalui kegiatan pelayanan baik di program studi, bagian administrasi akademik dan
kemahasiswaan, bagian administrasi umum dan kepegawaian, perpustakaan, laboratorium,
kegiatan penerimaan mahasiswa baru, Pengenalan Program Studi (PPS), Dies Natalis,
wisuda maupun kegiatan perlombaan dalam bidang seni dan olah raga.
lnteraksi mahasiswa dengan mahasiswa dilakukan melalui kegiatan belajar
mengajar, keikutsertaan dalam organisasi kemahasiswaan, BEM, praktikum, praktek,
kegiatan ekstrakurikuler dan kelompok belajar.
14. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif
untuk pembelajaran, penelitian, dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan perkuliahan dipersiapkan melalui rapat koordinasi mata kuliah pada
setiap semester. Proses belajar mengajar diselenggarakan dari hari senin sampai sabtu
dan ditetapkan aturan minimal kehadiran mahasiswa di kelas sebanyak 75%. Jika jumlah
tersebut tidak terpenuhi maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan
mengikuti ujian.
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dimulai dari pengusulan
proposal penelitian dan proposal kegiatan pengabdian masyarakat dari dosen kepada
LP2M yang selanjutnya dikoordinasikan kepada pimpinan untuk persetujuan pendanaan.
Program studi menyediakan dana bagi dosen dan menjadwalkan kegiatan sesuai dengan
kalender akademik.
15. Keikutsertaan sivitas akademika dalam kegiatan akademik (seminar, workshop,
simposium, diskusi, dan eksibisi) di kampus.
Program studi senantiasa menyiapkan dana untuk dosen, mahasiswa dan tenaga
kependidikan dalam meningkatkan pengembangan diri sesuai dengan bidangnya masing-
masing, seperti mengkuti kegiatan seminar, workshop, konferensi, symposium, eksibisi,
diskusi dan kegiatan ilmiah lainnya.
16. Pengembangan kepribadian ilmiah.
Pengembangan kepribadian ilmiah berorientasi pada kemampuan mahasiswa dalam
menganalisis, mengeksplorasi, mempertanyakan, mempertimbangkan, mensintesis

46
pengetahuan dan keterampilan lama dengan yang baru disertai antisipasi pengembangan
di masa yang akan datang.
17. Hasil Pembelajaran
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan
Program studi selalu berusaha untuk mencapai kompetensi yang diharapkan meskipun
kompetensi yang saat ini dicapai belum maksimal oleh mahasiswa
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
pemanfaat lulusan
Teleh dilakukan berbagai upaya dalam penyesuaian kompetensi yang ingin dicapai
dengan menyebarkan kuesioner kepada instansi tempat alumni bekerja untuk
mengetahui kinerja lulusan melalui studi pelacakan alumni.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan dan kurun waktu penyelesaian studi
mahasiswa termasuk IPK dan yudisium lulusan
Dalam lima tahun terakhir Akper Mappa Oudang telah meluluskan 674 orang dengan
rincian : tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 154 orang, Tahun ajaran 2014/2015
sebanyak 136 orang, tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 157 orang, tahun ajaran
2016/2017 sebanyak 118 orang, tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 109 orang.
Persentase rata-rata lulusan tepat waktu dalam tiga tahun terakhir yaitu 96,21% dan
presentase IPK lulusan ≥ 3.00 yaitu 100%.
d. Kepuasan lulusan
Berdasarkan hasil penilaian alumni terhadap proses belajar mengajar menunjukkan
bahwa masukan yang diperoleh dari lulusan mengenai penguasaan bidang ilmu yang
diberikan, kurikulum yang diterapkan, sarana dan prasarana, pengajar yang sudah
sesuai dengan bidang ilmunya, pembelajaran dosen yang mudah diterima, pelayanan
administrasi yang cepat, system informasi memadai, dan kegiatan kemahasiswaan
selalu didukung dan dipantau oleh institusi memberikan hasil yang cukup memuaskan.
18. Pemanfaat lulusan dan keberlajutan penyerapan lulusan
Keberlanjutan penyerapan lulusan dikoordinasikan dengan bagian kemahasiswaan dan
alumni. Dalam tiga tahun terakhir ini terjadi peningkatan penyerapan lulusan oleh pengguna
yyang terlihat dari meningkatnya lowongan kerja yang ditawarkan kepada lulusan.
19. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil pengembangan
prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian,
Produk yang dihasilkan berupa hasil penelitian dan hasil publikasi jurnal ilmiah yang
dipublikasi di jurnal ber-ISSN Akper Mappa Oudang.

47
Dari uraian kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik diringkaskan kekuatan
(Strength) dan kelemahan (Weakness) yang dimiliki oleh Program Studi, peluang ( Opportunity)
dan ancaman (Threat) yang ada di luar Program Studi dalam tabel Deskripsi SWOT berikut ini

Deskripsi SWOT untuk Komponen Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana


Akademik

KELEMAHAN
KEKUATAN (STRENGTH)
Evaluasi (WEAKNESS)
Internal  Kurikulum yang digunakan  Manajemen
berdasarkan kurikulum pengendalian
nasional Program Diploma III standar proses
keperawatan berdasarkan pembelajaran belum
KKNI optimal
 Pendekatan pembelajaran
menggunakan SCL (Student
Centre Learning)
 Tersedianya sarana yang
menunjang proses belajar
mengajar seperti free hotspot
area, sarana labratorium,
perpustakaan dan ruang
Evaluasi kelas yang nyaman serta
Eksternal media pembelajaran yang
memadai.
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
 Kesempatan mengikuti  Melakukan benchmarking  peningkatan
kompetisi ilmiah yang kurikulum dengan perguruan monitoring dan
tinggi yang lebih maju evaluasi proses
diselenggarakan oleh Dikti belajar mengajar
mapun lembaga lain
 Berkembangnya teknologi
informasi yang mendukung
terciptanya suasana akademik

48
yang kondusif.
 Tersedianya referensi dari
internet tentang materi
perkuliahan
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Makin banyak program studi  Revisi kurikulum sesuai  Peningkatan
sejenis. dengan perkembangan pembimbingan
 Perubahan teknologi yang cepat IPTEK tenaga ahli dalam
 Peningkatan penyusunan bahan
 Tingginya kompetisi dengan
kemampuan lulusan untuk ajar berbasis
perguruan tinggi lain persiapan mengikuti ujian multimedia
 Kondisi pasar tenaga kerja kompetensi
cepat berubah
 Adanya persyaratan
KOMPETEN pada ujian
kompetensi bagi lulusan untuk
memasuki pasar kerja
STRATEGI PEMECAHAN Menyesuaikan dan mengevaluasi kurikulum sesuai
MASALAH, PERKEMBANGAN dengan visi, misi, tujuan Program Studi dan kebutuhan
DAN PERBAIKAN
stakeholder, mengintensifkan bimbingan soal ujian
kompetensi bagi mahasiswa dan alumni, memperbanyak
intensitas latihan dan praktik pengelolaan kasus yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan meng- upgrade
pengetahuan dosen untuk mengetahui ilmu keperawatan
terkini.
Mata kuliah unggulan sementara dalam peninjauan
kurikulum untuk disesuaikan dengan disiplin ilmu
keperawatan.

49
KOMPONEN F. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
 Dana telah teralokasi sesuai dengan  Terbatasnya upaya penggalian sumber
kegiatan yang direncanakan. dana eksternal
 Laboratorium komputer yang dilengkapi  Sarana transportasi untuk pelaksanaan
dengan teknologi yang memadai praktik klinik belum ada.
 Mempunyai perangkat tekhnologi yang baik
 Ketersediaan ruang kuliah dan fasilitas
pendukung PBM cukup memadai
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Penggalangan dana dari LPPM, donator,  Perguruan tinggi lain yang
alumni dan dunia usaha menawarkan biaya pendidikan yang
 Tersedianya Hibah kompetisi Dikti untuk beraneka ragam
pengadaan sarana dan prasarana.  Perkembangan teknologi dan informasi
 Banyaknya peluang mendapatkan bantuan yang pesat sehingga diperlukan
sarana dan prasarana. penyesuaian yang berkala terhadap
fasilitas untuk menunjang kurikulum
yang berbasis kompetensi

1. Sistem alokasi dana


Sistem alokasi dana untuk Program Studi berdasarkan sistem anggaran yang
diusulkan oleh bagian-bagian dan unit sesuai anggaran yang dibutuhkan, dana tersebut
dikelola dan direalisasikan, kemudian dipertanggungjawabkan dengan membuat LPJ sesuai
dengan realisasinya. Sumber dana untuk operasional program studi berasal dari
pembayaran SPP dan BSP sebagai sumber utama. Adapun dana tersebut dialokasikan
kemasing-masing pos mata anggaran yang telah direncanakan dalam RAB tahunan.
2. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana.
Pengelolaan dan penggunaan dana sepenuhnya dikelola oleh akademi kemudian
dibuatkan pertanggungjawaban penggunaan dana di mana setiap arus dana keluar harus
dilengkapi dengan bukti-bukti pembayaran yang sah untuk dibuatkan surat
pertanggungjawaban (SPJ) melalui akademi. Setiap kegiatan yang telah dilakukan akan
dilaporkan kepada ketua yayasan Brata Utama Bhayangkara Makassaar dalam bentuk
laporan kegiatan yang mencakup tentang anggaran yang dipergunakan.

50
Secara berkala dilakukan pemeriksaan oleh Satuan Pengawas Internal Akademi
Keperawatan Mappa Oudang (SPI-Akademi Keperawatan Mappa Oudang Makassar)
dalam ruang lingkup akademi. Audit tahunan juga dilakukan oleh Ketua Yayasan Brata
Utama Bhayangkara.
3. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
Keberlanjutan pengadaan dilakukan secara terpusat dengan memperhatikan
permintaan/kebutuhan dari bagian dan unit masing begitu pula pemanfaatannya dilakukan
sesuai dengan permintaan/kebutuhan bagian dan unit masing-masing sesuai dengan RAB
yang telah disetujui oleh direktur dan diketahui oleh keeyua yayasan.
4. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
Penanggungjawab pengelolaan infrastruktur (sarana dan prasarana) dalam
lingkungan Program Studi adalah urusan sarana dan prasarana. Untuk pemeliharaan
peralatan dan pemanfaatannya dilakukan oleh masing-masing unit penanggung jawab
seperti pemanfaatan perpustakaan dan laboratorium.
5. Ketersediaan dan mutu gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, dll.
Akademi Keperawatan terletak di Jl. A.Mappa Oudang No. 63 Makassar, dalam
ketersediaan dan mutu dari infrastruktur (sarana dan prasarana) yang digunakan oleh
Program Studi secara spesifik sudah memadai dan menunjang kegiatan program studi.
a. Ruang kantor : terdiri dari 2 Unit dengan total 113 m 2
dan rata-rata penggunaan 36 jam / minggu
b. Ruang Perkuliahan : Ruang perkuliahan sebanyak 6
ruang dengan total luas 324 m2 dan rata-rata penggunaan 36 jam/minggu. Daya
tamping masing-masing perkuliahan sebanyak 40 mahasiswa.
c. Ruang Laboratorium Keperawatan : Ruang
Laboratorium terdiri dari Lab. Kep Dasar, Lab. Kep.Medikal Bedal, Lab. Kep.
Maternitas, Lab. Kep. Anak, Lab. Jiwa dan Komunitas dan Lab Disaster. Dengan luas
total 216 m2.
d. Ruang perpustakaan : Ruang perpustakaan terdiri dari
2
1 unit dengan total luas 49 m . Rata-rata penggunaan sebanyak 36 jam / minggu. Total
buku sebanyak 763 dengan 1365 eksamplar.

6. Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian.


Salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan dalam pembelajaran adalah
fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian. Fasilitas komputerisasi digunakan untuk

51
manajemen system informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan mahasiswa dan
dosen juga digunakan untuk pengolahan data penelitian.
7. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.
Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia sudah dirasakan cukup memadai dan
mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini akan terus dilakukan penyesuaian dengan
perkembangan teknologi sehingga para lulusan akan merasakan manfaatnya setelah
mereka berada di dunia kerja.
8. Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan dan pemanfaatannya.
Keberlanjutan pengadaaan sarana dan prasaran serta pemanfaatan selalu
mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu keperawatan. Pengadaan, perneliharaan dan
pemanfaatannya akan terus dipantau sehingga para mahasiswa terus merasakan fasilitas
yang memadai. Sarana dan prasarana selalu diupayakan dapat mendukung bagi
mahasiswa untuk mencari literature dan bagi dosen untuk mencari bahan mengajar,
penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam pembelajaran di ruang kelas dosen
menggunakan, LCD, laptop dan semua kelas telah memiliki whiteboard. Sedangkan dalam
perpustakaan, dosen dan mahasiswa dapat mencari literatur untuk penelitian dan
menjawab kasus-kasus yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa.
9. Rancangan pengembangan sistem informasi.
Sistem informasi merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang kegiatan
program studi sehingga harus ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Program studi telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang
kegiatan proses belajar mengajar. Sarana tersebut berupa komputer yang memuat tentang
data base yang berisi data-data yang berhubungan dengan program studi serta Internet
Free Hot-spot. AKPER Mappa Oudang Makassar memiliki jaringan internet yang dapat
saling menghubungkan antar komputer. Saat ini kapasitas bandwith AKPER Mappa
Oudang telah ditingkatkan menjadi 80 Mbps, yang dikelola akademi berbasis fiber optic
dengan kapasitas unlimited . Program Studi melalui akademi memberikan pelayanan
informasi kepada seluruh sivitas untuk memanfaatkan internet yang dimiliki akademi
dengan mengakses www.akpermappaoudang.ac.id dalam upaya untuk menambah dan
mengembangkan pengetahuan serta menunjang proses belajar mengajar.

10. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana pendukung untuk
pemberdayaan sistem informasi.

52
Sistem lnformasi yang dimiliki sangat mendukung berbagai aktivitas yang melibatkan
dosen, mahasiswa, maupun tenaga pendukung. Hal ini mulai dari proses registrasi
administrasi dan akademik, pengisian KRS, Absensi, KHS dan Transkrip Nilai yang data
basenya tersimpan secara terpusat pada Komputer server di ruang Elektronik Data
Processing (EDP) yang memungkinkan dapat diakses oleh seluruh bagian yang terkait.
Penerapan Sistem lnformasi dilakukan dengan computer jaringan luas.
11. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi.
Pemanfaatan sistem informasi perlu ditingkatkan mengingat perkembangan sistem
informasi sangat cepat. Masalah budaya dan kebiasaan masih terasa menghambat
peningkatan pemanfaatan sistem informasi. Penyebaran informasi secara manual belum
dapat dihilangkan secara total di dalam aktivitas sistem. Kedepannya diharapkan adanya
kekuatan dalam sistem jaringan agar memperlancar sistem informasi baik internal maupun
eksternal.
12. Keberadaan dan pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet).
Keberadaan sistem informasi berupa intranet ( on-campus connectivity devices) telah
tersedia untuk akademi sehingga dapat mengakses berbagai keperluan informasi yang
berkaitan dengan proses pembelajaran.
13. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet).
Akademi telah mempunyai fasilitas informasi berupa global connectivity devices
(internet) yang menggunakan teknologi Hotspot area, sehingga setiap sivitas akademika
dapat mengakses internet di seluruh area kampus.
Dari uraian pembiayaan, sarana, dan prasarana diringkaskan kekuatan (Strength) dan
kelemahan (Weakness) yang dimiliki oleh Program Studi DIII Keperawatan, peluang
(Opportunity) dan ancaman (Threat) yang ada di luar Program Studi dalam tabel Deskripsi
SWOT berikut ini:
Deskripsi SWOT untuk Pembiayaan, Sarana, Prasarana dan Sistem Informasi
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN
Evaluasi (WEAKNESS)

53
Internal  Dana telah teralokasi  Terbatasnya upaya
sesuai dengan kegiatan penggalian sumber dana
yang direncanakan. eksternal
 Laboratorium komputer  Sarana transportasi
yang dilengkapi dengan untuk pelaksanaan
teknologi yang praktik klinik belum ada.
Evaluasi memadai
Eksternal  Mempunyai perangkat
tekhnologi yang baik
 Ketersediaan ruang
kuliah dan fasilitas
pendukung PBM cukup
memadai
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
 Penggalangan dana dari LPPM,  Menjaga dan  Melakukan upaya
donator, alumni dan dunia memelihara sarana dan pencarian dana melalui
usaha prasarana dengan kerjasama dengan
 Tersedianya Hibah kompetisi efektif dan efisien instansi lainnya
Dikti untuk pengadaan sarana
dan prasarana.
 Banyaknya peluang
mendapatkan bantuan sarana
dan prasarana.
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Perguruan tinggi lain yang  Meningkatan  Memprioritaskan
menawarkan biaya pendidikan pemanfaatan dan pengadaan sarana
yang beraneka ragam pemeliharaan sarana terutama penambahan
 Perkembangan teknologi dan dan prasarana yang lokasi kampus milik
informasi yang pesat sehingga ada untuk menunjang sendiri
diperlukan penyesuaian yang proses belajar
berkala terhadap fasilitas untuk mengajar
menunjang kurikulum yang
berbasis kompetensi
STRATEGI PEMECAHAN Peningkatan upaya memperoleh dana dari pihak luar
MASALAH, PERKEMBANGAN DAN untuk mengembangkan sarana dan prasarana serta
PERBAIKAN peningkatan sistem informasi sehingga proses belajar
mengajar bisa berjalan dengan baik.
KOMPONEN G. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat dan
Kerjasama
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
 Akper Mappa Oudang memiliki komitmen  Kuantitas penelitian dan publikasi
yang tinggi dalam pengembangan di jurnal terakreditasi dan tingkat
penelitian dan pengabdian masyarakat internasional yang masih sangat

54
dengan menyediakan dana penelitian dan kurang
kegiatan pengabdian masyarakat  Output penelitian khususnya HaKI
 SDM yang melaksanakan penelitian belum maksimal
memiliki potensi dan minat yang yang  Rendahnya keterkaitan antara
sangat baik untuk mengembangkan kegiatan penelitian dan
penelitian dan pengabdian masyarakat. pengabdian dengan pendidikan-
 Tersedia Jurnal Akper Mappa Oudang pengajaran
sebagai media publikasi penelitian yang  Program penelitian lintas institusi
telah ber-ISSN. belum dilakukan
 Serapan pendanaan eksternal
untuk kegiatan penelitian dan
pengabdian masyarakat belum
optimal
KESEMPATAN (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Adanya kesempatan untuk mendapatkan  Kompetitor penelitian dan kegiatan
dana penelitian dan pengabdian masyarakat pengabdian masyarakat dari
dari berbagai institusi baik dalam dan luar institusi lain semakin tinggi
negeri.
 Adanya beragam program penelitian dan
pengabdian masyarakat yang ditawarkan
oleh instansi eksternal.

1. Mutu, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian


dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian dan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen
Akper Mappa Oudang Makassar dalam tiga tahun ini relatif mengalami peningakatan setiap
tahunnya, meskipun belum dilakukan secara menyeluruh oleh semua dosen. Penelitian dan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan sesuai dengan minat dosen
berkaitan dengan keilmuan dan keterampilannya. Pendanaan yang dialokasikan untuk
membiayai penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat berasal dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja (APB) Akper Mappa Oudang. Selain itu ada juga penelitian yang
dilaksanakan dengan pembiayaan dari Kemenristek DIKTI.
2. Agenda, keberlanjutan, diseminasi hasil penelitian dan pelayanan/pengabdian
kepada masyarakat.
Agenda kegiatan Penelitian dan Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah disusun
sebagai kegiatan rutin dan wajib dilaksanakan oleh Dosen setiap semester. Segala sesuatu
yang berkaitan dengan agenda tersebut, baik pedoman pelaksanaan, pedoman monitoring
sampai pelaporan hasil senantiasa disosialisasikan kepada Dosen.

55
Usulan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diajukan oleh dosen
kepada LP2M setiap awal semester. Hasil kegiatan penelitian diseminarkan di hadapan tim
reviewer penelitian dan disampaikan secara berkala oleh dosen kepada LP2M untuk
dipublikasikan dalam jurnal ber-ISSN sedangkan laporan hasil kegiatan pengabdian
disampaikan untuk didokumentasikan dalam laporan kegiatan pengabdian masyarakat
setiap semester.
3. Kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat bersama
dosen dan mahasiswa.
Penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh dosen secara
mandiri maupun berkelompok dan melibatkan peran aktif mahasiswa. Dalam penelitian
dosen melakukan penelitian mandiri dan penelitian kelompok yang dilaksanakan oleh
maksimal 3 (tiga) orang peneliti sedangkan pada kegiatan pengabdian masyarakat setiap
dosen melakukan pengabdian bertanggung jawab kepada pimpinan, berkoordinasi dengan
LP2M, dan bekerjasama dengan mahasiswa sebagai pelaksana anggota dalam setiap
kegiatan. Salah satu bentuk keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian
masyarakat adalah dengan melakukan program pembinaan keluarga yang diagendakan
bersamaan dengan pelaksanaan Praktik Klinik Lapangan.
4. Banyak dan mutu kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada
masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.
Penelitian bersifat komprehensif yang dihasilkan oleh mahasiswa secara mandiri
belum ada, namun penelitian yang bersifat studi kasus telah dilaksanakan oleh setiap
mahasiswa sebagai prasyarat untuk memperoleh gelar ahlimadya keperawatan.
Sedangkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa adalah
kegiatan dalam bentuk pemberdayaan keluarga dan komunitas yang dilakukan pada setiap
kegiatan Praktik Klinik Lapangan ataupun dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan
bersama lembaga kemahasiswaan.
5. Hubungan antara pengajaran dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat .
Hasil pengajaran dan pelayanan digunakan sebagai bahan pengembangan mata ajar
yang terkait, kemudian digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat. Dalam hal ini kegiatan pengabdian masyarakat merupakan aplikasi dari proses
pembelajaran yang didapatkan di kampus kepada masyarakat terutama di desa.
6. Banyak dan mutu kegiatan penelitian dan publikasi dosen.

56
Karya ilmiah yang dilakukan oleh dosen dalam tiga tahun terakhir (2015-2018)
sebanyak 29 judul. Hasil penelitian telah dipublikasikan pada jurnal ber-ISSN “Jurnal
Keperawatan Mappa Oudang” dan 1 judul diantaranya dipublikasikan dalam jurnal
terakreditasi nasional yaitu “Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta”.
7. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dengan lembaga dalam dan luar
negeri.
Kerjasama Akper Mappa Oudang dengan pihak lian dalam hal penelitian dan
pengabdian masyarakat masih terbatas pada kerjasama dengan pemerintah dan pihak
swasta lainnya di dalam negeri. Meskipun institusi telah membuat MoU dengan institusi luar
negeri, namun tindak lanjut kerjasama dalam hal penelitian belum dilaksanakan. Di masa
yang akan datang tindak lanjut kerjasama penelitian dengan institusi luar negeri akan
dilakukan dan dimaksimalkan.
8. Mutu dan kurun waktu penyelesaian Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Tugas akhir mahasiswa dalam bentuk karya tulis ilmiah masih sebatas sebagai
sarana penambah bahan bacaan internal. Adapun waktu penyelesaiannya, antara 1 – 2
bulan setiap Karya Tulis Ilmiah.
9. Publikasi hasil penelitian, karya inovatif, dan rangkuman KTI.
Publikasi hasil penelitian yang dilaksanakan oleh dosen dimuat dalam jurnal
keperawatan mappa oudang sedangkan publikasi KTI dimuat dalam bentuk hard copy
naskah KTI yang tersimpan di perpustakaan Akper Mappa Oudang. Saat ini publikasi
secara online dalam bentuk website penelitian belum dilakukan namun di masa yang akan
datang akan dimaksimalkan ke arah tersebut.
10. Kerjasama dengan instansi yang relevan.
Kerjasama yang telah dilakukan dengan instansi yang relevan antara lain dengan
RS. Bhayangkara Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, RS. Islam Faisal Makassar,
PSTW Gau Mabaji Gowa Kab. Gowa, Poliklinik Jiwa Avicenna Makassar, Klinik Wira
Bhayangkara Biddokes Polres Gowa, dan RS. Khusus Daerah Sulawesi Selatan dalam
rangka pelaksanaan praktek kerja lapang. Kerjasama yang dilakukan dengan instansi
antara Perguruan Tinggi yaitu STIK GIA Makassar dan STIKES Panakkukang Makassar.
11. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.

57
Kerjasama yang dibangun oleh Akper Mappa Oudang bersama pihak-pihak lainnya
diharapkan dapat berkelanjutan dan saling menguntungkan dalam pelaskanaan Tridharma
perguruan tinggi. Oleh karena itu pihak program studi/akademi melalui lembaga penjaminan
mutu senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kualitas dan efektivitas kerja
sama. Monitoring bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kendala yang
dihadapi serta melakukan pengembangan kegiatan dalam rangka menciptakan kerjasama
yang efektif dan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama dilakukan
setiap tahun pada saat mahasiswa melaksanakan praktik klinik dan PKL.
12. Hasil kerjasama yang saling menguntungkan.
Setiap pelaksanaan kerjasama diupayakan adanya hasil yang saling menguntungkan
bagi kedua belah pihak. Akper Mappa Oudang mendapatkan izin untuk melakukan kegiatan
penelitian dan pengabdian masyarakat dan menambah wawasan keilmuan bagi dosen dan
mahasiswa pelaksana, sedangkan pihak mitra diuntungkan dalam hal peningkatan
pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan,
perawatan mandiri serta pencegahan penyakit.
13. Kepuasan pihak-pihak yang bekerja sama
Dalam pelaksanaan kerjasama selama ini belum pernah ditemukan adanya masalah
dengan instansi mitra. Hal ini dibuktikan dengan perpanjangan kerjasama yang telah
beberapa kali, walaupun terjadi pergantian pimpinan di instansi bersangkutan.

Dari uraian Penelitian, Pelayanan/pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama


dapat diringkaskan kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) yang dimiliki oleh Program
Studi DIII Keperawatan, peluang ( Opportunity) dan ancaman (Threat) yang ada di luar Program
Studi dalam tabel Deskripsi SWOT berikut ini:

Deskripsi SWOT untuk Komponen Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada


Masyarakat, dan Kerjasama

Evaluasi KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN


Internal (WEAKNESS)

58
 Akper Mappa Oudang  Kuantitas penelitian
memiliki komitmen yang dan publikasi di jurnal
tinggi dalam terakreditasi dan
pengembangan penelitian tingkat internasional
dan pengabdian yang masih sangat
masyarakat dengan kurang
menyediakan dana  Output penelitian
penelitian dan kegiatan khususnya HaKI belum
Evaluasi pengabdian masyarakat maksimal
Eksternal  SDM yang melaksanakan  Rendahnya keterkaitan
penelitian memiliki potensi antara kegiatan
dan minat yang yang penelitian dan
sangat baik untuk pengabdian dengan
mengembangkan penelitian pendidikan-pengajaran
dan pengabdian  Program penelitian
masyarakat. lintas institusi belum
 Tersedia Jurnal Akper dilakukan
Mappa Oudang sebagai  Serapan pendanaan
media publikasi penelitian eksternal untuk
yang telah ber-ISSN. kegiatan penelitian dan
pengabdian
masyarakat belum
optimal
KESEMPATAN
STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
(OPPORTUNITY)
 Adanya kesempatan  Meningkatkan motivasi  Meningkatkan
untuk mendapatkan dana dosen untuk ikut dalam produktivitas dan kualitas
penelitian dan penelitian/pengabdian hasil penelitian dan
pengabdian masyarakat masyarakat hibah bersaing pengabdian masyarakat
dari berbagai institusi baik yang diselenggarakan oleh  Penguatan fasilitas
dalam dan luar negeri. instansi eksternal penunjang kegiatan
 Adanya beragam program  Melakukan perluasan penelitian dan
penelitian dan kerjasama dengan pengabdian masyarakat.
pengabdian masyarakat membangun kemitraan
yang ditawarkan oleh dengan instansi lain dalam
instansi eksternal. program khusus di bidang
penelitian dan pengabdian
masyarakat.
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Kompetitor penelitian dan  Meningkatkan motivasi  Melakukan pelatihan
kegiatan pengabdian dosen untuk ikut berperan penulisan karya tulis
masyarakat dari institusi dalam kegiatan penelitian ilmiah.
lain semakin tinggi dan pengabdian kepada  Mendorong dosen untuk
masyrakat yang sifatnya menghasilkan karya yang

59
kompetitif memiliki HaKi

STRATEGI PEMECAHAN Melakukan pelatihan metode penelitian bagi dosen, memotivasi


MASALAH, PERBAIKAN dosen untuk menulis hasil penelitiannya di Jurnal nasional
DAN PERKEMBANGAN maupun internasional dan mendapatkan hak paten/HaKI serta
membangun kemitraan yang lebih luas dengan berbagai pihak
baik pemerintah maupun swasta seperti perusahaan dalam
kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

60
B. ANALISIS SWOT ANTARA KOMPONEN SECARA KESELURUHAN

Berdasarkan pemaparan pada analisis SWOT di atas, dapat diringkas beberapa


Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman bagi perkembangan Program Studi DIII
Keperawatan sebagai berikut :
Tabel Analisis SWOT Program Studi Secara Keseluruhan

KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)


 Visi, misi dan tujuan program studi sudah  Pemahaman visi misi oleh civitas
mengantisipasi lapangan kerja akademika masih kurang.
 Adanya struktur organisasi disertai dengan  Belum optimalnya pelaksanaan sistem
pembagian tugas dan kewenangan yang tata pamong sehingga masih terdapat
jelas disfungsi staff dalam pelaksanaan
 Luaran telah dibekali dengan standar tugas.
kompetensi yang sesuai permintaan  Kegiatan mahasiswa di bidang kajian
stakeholder ilmiah belum optimal
 Peningkatan kemampuan dosen terus  Belum maksimalnya produktivitas
dilakukan melalui studi lanjut, kegiatan dosen dalam menghasilkan karya baik
seminar, pelatihan dan lokakarya penelitian maupun tulisan ilmiah
 Kurikulum disesuaikan dengan KKNI lainnya yang terpublikasi
berdasarkan kompetensi keahlian nasional/internasional dan memiliki
keperawatan dan sesuai kebutuhan pasar HaKI.
kerja  Manajemen pengendalian standar
 Adanya otonomi pengelolaan keuangan proses pembelajaran belum optimal
 Adanya ketersediaan dana dan kemitraan  Terbatasnya upaya penggalian sumber
dengan instansi pemerintah maupun dana eksternal
swasta dalam melakukan kegiatan  Rendahnya Output HaKI penelitian
penelitian dan pengabdian masyarakat
PELUANG (OPPORTUNITY) ANCAMAN (THREAT)
 Adanya status Program Studi terakreditasi  Makin banyaknya Program Studi yang
dari Lam-PT Kes menjadi peluang untuk sejenis dengan akreditasi yang lebih
meningkatkan nilai akreditasi baik.
 Adanya otonomi dalam pengelolaan PT  Tuntutan instansi pemerintah lulusan
 Tingginya minat lulusan SMA/sederajat harus dari program studi yang
untuk melanjutkan ke Pendidikan Tinggi terakreditasi B
 Tersedianya kesempatan bagi lulusan  Adanya persaingan luaran dari
mendapatkan peluang kerja berbagai perguruan tinggi dan
 Tersedianya beasiswa bagi dosen untuk prasyarat kerja akreditasi B bagi
studi lanjut luaran

61
 Berkembangnya teknologi informasi yang  Meningkatnya persaingan antar
mendukung terciptanya suasana akademik Perguruan Tinggi lain yang
yang kondusif. memperebutkan tenaga berkualitas
dan menawarkan honorarium yang
 Tersedianya Hibah kompetisi Dikti
tinggi
Depdiknas untuk pengadaan sarana dan
 Kondisi pasar tenaga kerja yang cepat
prasarana
berubah dan Adanya persyaratan
 Adanya beragam program penelitian dan
KOMPETEN pada ujian kompetensi
pengabdian masyarakat yang ditawarkan
bagi lulusan untuk memasuki pasar
oleh instansi eksternal.
kerja
 Perkembangan teknologi
menyebabkan infrastruktur sarana dan
prasarana cepat usang.
 Kompetitor penelitian dan kegiatan
pengabdian masyarakat dari institusi
lain semakin tinggi

Program Pengembangan

Tabel SWOT dan Strategi Pengembangan

KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)

62
 Visi, misi dan tujuan  Pemahaman visi misi
EVALUASI program studi sudah oleh civitas akademika
INTERNAL mengantisipasi lapangan masih kurang.
kerja  Belum optimalnya
 Adanya struktur organisasi pelaksanaan sistem tata
disertai dengan pembagian pamong sehingga masih
tugas dan kewenangan terdapat disfungsi staff
yang jelas dalam pelaksanaan tugas.
 Luaran telah dibekali  Kegiatan mahasiswa di
dengan standar kompetensi bidang kajian ilmiah belum
yang sesuai permintaan optimal
stakeholder  Belum maksimalnya
 Peningkatan kemampuan produktivitas dosen dalam
dosen terus dilakukan menghasilkan karya baik
melalui studi lanjut, penelitian maupun tulisan
kegiatan seminar, pelatihan ilmiah lainnya yang
dan lokakarya terpublikasi
 Kurikulum disesuaikan nasional/internasional dan
dengan KKNI berdasarkan memiliki HaKI.
kompetensi keahlian  Manajemen
keperawatan dan sesuai pengendalian standar
kebutuhan pasar kerja proses pembelajaran belum
 Adanya otonomi
optimal
pengelolaan keuangan
 Adanya ketersediaan dana  Terbatasnya upaya
dan kemitraan dengan penggalian sumber dana
instansi pemerintah eksternal
maupun swasta dalam  Rendahnya Output HaKI
EVALUASI melakukan kegiatan penelitian
EKSTERNAL penelitian dan pengabdian
masyaraka
KESEMPATAN
 STRATEGI (S – O) STRATEGI (W – O)
(OPPORTUNITY)
 Adanya status Program  Peningkatan mutu luaran  Optimalisasi program re-
Studi terakreditasi dari untuk memenuhi akreditasi program studi.
Lam-PT Kes menjadi kualifikasi pasar kerja  Penerapan sistem
peluang untuk  Peningkatan kemampuan manajemen mutu dalam
meningkatkan nilai SDM dalam pengelolaan pengelolaan dan pelayanan
akreditasi program studi melalui program studi
 Adanya otonomi dalam pelatihan manajemen  Promosi keberadaan program
 Peningkatan kualitas studi melalui prestasi
pengelolaan PT mahasiswa baik dalam
proses belajar mengajar
 Tingginya minat lulusan berbasis student centered kegiatan akademik maupun
SMA/sederajat untuk dan non akademik.
learning (SCL)
melanjutkan ke Pendidikan  Meningkatkan motivasi
 Peningkatan jumlah

63
Tinggi mahasiswa untuk adil dalam publikasi nasional
 Tersedianya kesempatan kegiatan pengembangan  Peningkatan motivasi
bagi lulusan mendapatkan komptensi dan kreatifitas dosen untuk melakukan
berskala nasional. publikasi internasional
peluang kerja
 Peningkatan jumlah dosen  peningkatan monitoring
 Tersedianya beasiswa bagi yang studi lanjut S-3
dosen untuk studi lanjut dan evaluasi proses belajar
 Melakukan benchmarking
 Berkembangnya teknologi mengajar
kurikulum dengan perguruan
informasi yang mendukung tinggi yang lebih maju  Melakukan upaya
 Menjaga dan memelihara pencarian dana melalui
terciptanya suasana
sarana dan prasarana kerjasama dengan instansi
akademik yang kondusif. lainnya
dengan efektif dan efisien
 Tersedianya Hibah  Meningkatkan motivasi  Meningkatkan produktivitas
kompetisi Dikti Depdiknas dan kualitas hasil penelitian
dosen untuk ikut dalam
untuk pengadaan sarana dan pengabdian masyarakat
penelitian/pengabdian
dan prasarana masyarakat hibah  Penguatan fasilitas
 Adanya beragam program penunjang kegiatan
bersaing yang
penelitian dan pengabdian penelitian dan pengabdian
diselenggarakan oleh
masyarakat yang masyarakat.
instansi eksternal
ditawarkan oleh instansi  Melakukan perluasan
eksternal. kerjasama dengan
membangun kemitraan
dengan instansi lain dalam
program khusus di bidang
penelitian dan pengabdian
masyarakat.
ANCAMAN
STRATEGI ( S – T) STRATEGI (W – T)
(THREAT)
 Makin banyaknya Program  Peningkatan kualitas  Peningkatan
Studi yang sejenis dengan penyelenggaran akademik pemahaman visi, misi
akreditasi yang lebih baik. seiring dengan tujuan dan sasaran
 Tuntutan instansi perkembangan IPTEK di program studi bagi seluruh
pemerintah lulusan harus bidang teknologi informasi sivitas akademika
dari program studi yang  Optimalisasi penguasaan  Peningkatan sarana dan
skil keperawatan bagi prasarana penunjang sistem
terakreditasi B informasi untuk pengelolaan
mahasiswa dan alumni
 Adanya persaingan luaran khususnya keterampilan di dan pelayanan program studi
dari berbagai perguruan bidang keperawatan  Perbaikan tingkat seleksi
tinggi dan prasyarat kerja disaster.
calon mahasiswa untuk
akreditasi B bagi luaran menghasilkan luaran yang
 Pengelolaan program studi kompeten
 Meningkatnya persaingan yang akuntabel dan
antar Perguruan Tinggi lain  Meningkatkan kerjasama
transparan dengan stakeholder dan
yang memperebutkan  Mengaktifkan kegiatan UKM instansi terkait dalam
tenaga berkualitas dan dan Forum kajian ilmiah menyiapkan luaran yang
menawarkan honorarium sebagai wadah kompeten
yang tinggi pengembangan nalar  Melakukan peningkatan

64
 Kondisi pasar tenaga kerja mahasiswa kualitas dosen dengan
yang cepat berubah dan  Mempercepat perekrutan pelatihan dalam bidang
Adanya persyaratan dosen muda yang keperawatan.
KOMPETEN pada ujian berkualifikasi, kompetitif, dan  Mendorong dosen muda
kompetensi bagi lulusan mempunyai kompetensi di untuk selalu berprestasi dan
bidangnya berkarya
untuk memasuki pasar
 Revisi kurikulum sesuai  Peningkatan
kerja pembimbingan tenaga ahli
dengan perkembangan
 Perkembangan teknologi dalam penyusunan bahan ajar
menyebabkan infrastruktur IPTEK
 Peningkatan kemampuan berbasis multimedia
sarana dan prasarana  Memprioritaskan
lulusan untuk persiapan
cepat usang. mengikuti ujian kompetensi pengadaan sarana
 Kompetitor penelitian dan  Meningkatan pemanfaatan terutama penambahan
kegiatan pengabdian dan pemeliharaan sarana dan lokasi kampus milik sendiri
masyarakat dari institusi prasarana yang ada untuk  Melakukan pelatihan
lain semakin tinggi. menunjang proses belajar penulisan karya tulis ilmiah.
mengajar  Mendorong dosen
 Meningkatkan motivasi dosen untuk menghasilkan karya
untuk ikut berperan dalam yang memiliki HaKi
kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada
masyrakat yang sifatnya
kompetitif

Berdasarkan deskripsi SWOT di atas, maka telah diprogramkan strategi pemecahan masalah,
perbaikan dan pengembangan program studi sebagai berikut :
1. Meningkatkan pemahaman visi dan misi bagi civitas akademika dalam bentuk sosialisasi
yang intensif.
2. Meningkatkan kemitraan dengan pengguna lulusan.
3. Memaksimalkan pengawasan pedoman kegiatan
4. Mengusulkan dokumen re-akreditasi kepada LAM PT Kes.
5. Mengembangkan kurikulum sesuai pengguna lulusan untuk meningkatkan daya saing
lulusan untuk mengantisipasi persaingan program studi sejenis.
6. Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat akademi sampai di tingkat Program
Studi
7. Mengoptimalkan pelaksanaan kepemimpinan publik di tingkat Program Studi, khususnya
membangun kemitraan, khususnya di luar Sulawesi.
8. Peningkatan kemampuan membuat perencanaan bagi dosen.
9. Melakukan Networking dengan alumni dan pengguna lulusan.
10. Membuat dokumen mutu dalam penjaminan mutu internal
11. Mengoptimalkan kegiatan mahasiswa di bidang kajian ilmiah.
12. Mengoptimalkan kerjasama dengan instansi terkait untuk program promosi kampus.
13. Mengoptimalkan mahasiswa untuk memanfaatkan sarana bimbingan yang tersedia.

65
14. Meningkatkan peran institusi dalam penyaluran alumni dan pelacakan lulusan
15. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan dan peningkatan SDM serta
sarana dan prasarana, sehingga lulusan berkualitas dan berdaya saing
16. Memotivasi dosen tetap melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
khususnya untuk penelitian yang didanai oleh Ditjen Dikti.
17. Memotivasi dosen mencari penelitian dan pengabdian masyarakat dengan yang didanai
dari luar institusi seperti Kementerian Pendidikan Nasional dan Kopertis
18. Memotivasi dosen menulis hasil penelitiannya di Jurnal nasional dan terakreditasi
19. Mengupayakan peningkatan kesejahteraan dosen secara bertahap.
20. Mengoptimalkan implementasi kurikulum melalui berbagai metode pembelajaran antara lain
teori, praktikum dan magang.
21. Memberikan pemahaman tentang kurikulum melalui sosialisasi secara intensif kepada
mahasiswa pada saat proses pembelajaran.
22. Meningkatkan ketersediaan sarana laboratorium secara bertahap untuk mengoptimalkan
pelaksanaan kurikulum yang berbasis kompetensi
23. Meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan SDM serta sarana dan prasarana
24. Mengoptimalkan mahasiswa memanfaatkan pelayanan pembimbing akademik
25. Meningkatkan kerjasama antara dosen, mahasiswa dan tenaga pendukung melalui
berbagai kegiatan.
26. Membuat perencanaan ekstrakurikuler yang efektif
27. Memotivasi mahasiswa untuk berperan serta dalam berbagai kegiatan ilmiah baik dalam
maupun luar kampus.
28. Mengoptimalkan penegakan tata tertib dan peraturan Kampus.
29. Peningkatan kegiatan mahasiswa dalam bentuk softskill.
30. Penerapan kurikulum yang bertumpu pada Student Centre Learning (SCL)
31. Peningkatan upaya memperoleh dana eksternal
32. Mengoptimalkan manajemen dan administrasi keuangan
33. Penyesuaian SPP mahasiswa setiap tahun
34. Meningkatkan kemampuan untuk memperoleh Hibah Kompetisi
35. Penyediaan sarana transportasi untuk pelaksanaan praktik klinik
36. Penambahan jumlah dan kualitas buku serta jurnal di perpustakaan.
37. Penyediaan ruangan khusus untuk skripsi di perpustakaan.
38. Menyiapkan tenaga programming dan supporting.
39. Pengembangan Sistem Administrasi Akademik
40. Melakukan pemeliharaan dan pembaharuan software dan hardware secara bertahap

66
41. Mengikuti perkembangan software dalam teknologi informasi
42. Melakukan pelatihan riset dan metodologi penelitian bagi dosen
43. Mengoptimalkan pengajuan proposal penelitian ke instansi di luar perguruan tinggi
44. Memotivasi dosen untuk menulis hasil penelitiannya di Jurnal nasional maupun
internasional
45. Membangun kemitraan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun
swasta seperti perusahaan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

REFERENSI

1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan


Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

2. Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Nomor HK.00.06.1.2.1180, 23 Juli


2003 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma lll Keperawatan.

3. Kurikulum AKPER Mappa Oudang Makassar Tahun 2014

4. Rencana Strategis AKPER Mappa Oudang Makassar

5. Rencana Operasional AKPER Mappa Oudang Makassar

6. Statuta AKPER Mappa Oudang Makassar

7. Job discreption AKPER Mappa Oudang Makassar

67
68