Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH

ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI


TENTANG
(PROSTITUSI ONLINE DI INDONESIA)

Diajukan Untuk Memenehi Matakuliah Etika Profesi Teknologi


Informasi (EPTIK)

Anggota
Nama Nim
1.ABDUL AZIS (11160609)
2.LIA FAJARWATI (11160594)
3.FRANSISKA AMUT (1160777)
4.TESIANA (11161045)
5.MARIA SEPIANA (11160776)

Program Studi Informasi


STMIK NUSA MANDIRI TANGERANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan

segala karunia, rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah Etika Profesi Teknologi

Informasi Komunikasi (EPTIK) ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun untuk memenuhi

nilai UAS pada mata kuliah Etika Profefsi Teknologi Informasi Komunikasi.

Makalah ini berisi mengenai bentuk kejahatan dari penggunaan computer

(cybercrime) dan undang-undang yang mengaturnya (cyberlaw). Dengan mengambil tema

‘Prostitusi Online’ diharapkan dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang kasus

kejahatan di dunia teknologi yang membuat seseorang mendapat hukuman pidana dan

perdata atas perbuatannya. Disini tim penulis mengulas mengenai cara kerja, pencegahan dan

penanggulangannya.

Kami menyadari belum banyak hal yang dapat disampaikan dari makalah ini dan

makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan sangat

bermanfaat sebagai sebuah koreksi untuk penulis di masa mendatang, agar dapat lebih baik

lagi. Demikianlah makalah ini penulis sampaikan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi

penulis dan bagi pembaca.

Tangerang, 2 Mei 2019

penulis

2
DAFTAR ISI

JUDUL……………………………………………………………………………..... 1
KATA PENGANTAR……………………………………………………………...... 2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………… 3

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………………..……………………….. 4
B. Maksud dan Tujuan………………………………………………...……….. 5
C. Ruang Lingkup……………………………………………………...………. 5

BAB II LANDASAN TEORI


A. Pengertian Cybercrime dan Cyberlaw………………………………….. 6
B. Pengertian Prostitusi Online…………………………………………..... 13
C. Faktor-Faktor Terjadinya Prostitusi…………………………………….
D. Media Prostitusi Online………………………………………………… 14
E. Cara Kerja Prostitusi Online…………………………………………… 16

BAB III PEMBAHASAN/ANALISA KASUS


A. Contoh Kasus Prostitusi Online di Indonesia……………………………….. 16
B. Faktor-Faktor Prostitusi Online …...……………..………………………….
C. Media Prostitusi Online………………………………………………… 14
D. Cara Kerja Prostitusi Online…………………………………………… 16
E. Tijauan terhadap Kasus………………………………………………………
Penanggulangan dan Pencegahan Prostitusi Online…………………………………. 17

BAB IV PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………………………... 19
Saran…………………………………………………………………………………. 19

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………… 20

3
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan IPTEK khususnya teknologi informasi dan komunikasi,

memang membawa dampak yang besar terhadap kehidupan manusia sekarang ini.

Dengan adanya kecanggihan alat komunikasi, segala informasi dari belahan dunia

manapun bisa kita ketahui dengan segera. Namun, perkembangan teknologi tersebut,

tak selamanya membawa dampak baik. Seiring dengan melesatnya teknologi yang

semakin canggih sering di salah gunakan oleh pihak pihak tertentu khususnya para

pelaku prostitusi dalam menjalankan pekerjaanya dengan menawarkan dirinya

melalui media online yang lebih praktis. Pelanggan juga lebih di untungkan, karena

akses mereka akan lebih mudah dan efisien.

Prostitusi sangat merugikan bagi bangsa dan negara karena dengan adanya

prostitusi akan merusak moral bangsa. Sehingga jika dibiarkan terus menerus akan

menjadi masalah besar yang menggoyahkan ketahanan negara.

Sebagai Negara yang berideologikan Pancasila, prostitusi telah menciderai

jati diri bangsa yang tersohor luhur dan menjunjung tinggi nilai. Sehingga dapat

dikatakan, prostitusi dapat menjadi gangguan atau hambatan bahkan ancaman bagi

ketahan bangsa di bidang ideology dan di bidang social budaya.

Untuk itu dibutuhkan penanganan yang serius terhadap prostitusi, khusunya

prostitusi online yang saat ini marak terjadi. Kerjasama antara pemerintah, penegah

hokum, dan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan dan pencegahan

prostitusi online ini.

4
Maksud dan Tujuan

Adapun Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah:

 Menjelaskan contoh kasus cybercrime dan regulasi atau undang -undang atau

peradilan yang menangani hal tersebut

 Menjelaskan modus, upaya pencegahan dan penanggulangannya dari kasus

tersebut

 Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah

EPTIK STMIK Nusa Mandiri

Ruang Lingkup

Dalam penulisan makalah ini kami membahas tentang kejahatan dunia maya

(cybercrime) dengan kasus

5
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Cybercrime dan Cyberlaw

Cybercrime merupakan gabungan dari dua kata dari Bahasa Inggris, yaitu

cyber yang bermakna dunia maya dan crime yang bermakna criminal atau perbuatan

yang melanggar norma. Namun, istilah cyber crime menurut Crime-research.org

dalam Juju Dominikus (2010:73) didefinisikan sebagai suatu tindak kriminal yang

dilakukan melalui media internet melalui komputer dan dapat mempengaruhi keadaan

peralatan komputer maupun si pemakai yang dituju.

Dari definisi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa cybercrime merupakan

sebuah tindakan yang dianggap merugikan orang lain, dikarenakan ia dikategorikan

sebagai tindak kriminal oleh definisi tersebut.Namun, berdasarkan dari definisi

tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa seseorang yang berusaha melakukan

berbagai kegiatan yang ditujukan untuk melakukan tindak kriminal, maka

digolongkan sebagai Cyber Crime.

Perkembangan teknologi yang pesat pada zaman ini, membuat berbagai

kegiatan yang tergolong cyber crime makin marak dan tak terkandali. Oleh

karenanya, Pemerintah membuat suatu aturan yang disebut dengan Cyber Law. Cyber

law menurut Sunarto (2006:42) adalah upaya untuk melindungi secara hukum yang

berkaitan dengan dunia maya atau internet.

Sedangkan, pengertian cyber law yang lain adalah hukum yang digunakan di

dunia cyber (dunia maya) yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Dari kedua

pengertian cyber law diatas, kita simpulkan bahwa setiap kegiatan yang melanggar

ketentuan hukum di dunia maya, maka kegiatan tersebut dapat dipidanakan alias

pelakunya dapat diberi hukuman tertentu.

6
JENIS-JENIS CYBERCRIME

Berdasarkan jenis aktivitas yang dilakukannya, cyber crime dapat digolongkan

menjadi beberapa jenis sebagai berikut :

1. Unauthorized Access to computer system and service,adalah Kejahatan yang

dilakukan dengan memasuki/atau menyusup kedalam suatu sistem jaringan

komputer secara tidak sah,tanpa izin,atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem

jaringan yang dimasuki.

2. Illegal Content,adalah Kejahatan dengan memasukan data atau informasi ke

internet tentang sesuatu hal yang tidak benar,tidak etis dan dapat dianggap melanggar

hukum.

3. Data Forgery,adalah Kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-

dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet.

4. Cyber Espionage,adalah Kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk

melakukan kegiatan memata-matai terhadap pihak lain dengan memasuki sistem

jaringan komputer pihak sasaran.

5. Cyber sabotage and extortion,adalah Kejahatan ini di lakukan dengan membuat

gangguan yang terhbung dengan internet.

6. Offense Against Intellectual Property,adalah Kejahatan ini ditujukan terhadap

hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di internet.

7. Infrengments of Privacy,adalah Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi

seseorang yang merupakan hal sangat pribadi dan rahasia.

KARAKTERISTIK CYBERCRIME

Karakteristik Cybercrime yaitu :

7
1. Perbuatan yang dilakukan secara ilegal, tanpa hak atau tidak etis tersebut dilakukan

dalam ruang/wilayah cyber sehingga tidak dapat dipastikan yuridiksi negara mana yang

berlaku.

2. Perbuatan tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan apapun yang

terhubung dengan internet.

3. Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian material maupun immaterial yang

cenderung lebih besar dibandingkan dengan kejahatan konvensional.

4. Pelakunya adalah orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya

5. Perbuatan tersebut sering dilakukan melintas batas negara.

MOTIF CYBERCRIME

Motif pelaku kejahatan di dunia maya (cybercrime) pada umumnya dapat

dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu : Motif pelaku kejahatan di dunia maya

(cybercrime) pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu

1. Motif intelektual, yaitu kejahatan yang dilakukan hanya untuk kepuasan

pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merekayasa dan

mengimplementasikan bidang teknologi informasi. Kejahatan dengan motif ini pada

umumnya dilakukan oleh seseorang secara individual.

2. Motif ekonomi, politik, dan kriminal, yaitu kejahatan yang dilakukan untuk

keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara

ekonomi dan politik pada pihak lain. Karena memiliki tujuan yang dapat berdampak

besar, kejahatan dengan motif ini pada umumnya dilakukan oleh sebuah korporasi.

8
Undang-undang yang Mengatur Kejahatan Komputer

Perbuatan – perbuatan yang dilarang (cybercrime) di indonesia dijelaskan pada Bab VII

(pasal 27-37) yang berisikan ;

Pasal 27

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hakmendistribusikan dan/atau

mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau

Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hakmendistribusikan dan/atau

mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau

Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau

mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau

Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama

baik.

(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau

mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau

Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan

menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

9
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan

untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok

masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik

dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti

yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 30

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses

Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses

Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk

memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses

Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar,

menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Pasal 31

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan

intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik

dalamsuatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan

intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak

10
bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik

tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun

yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi

Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.

(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang

dilakukan dalam rangkapenegakan hukum atas permintaan kepolisian,

kejaksaan,dan/atau institusi penegak hukum lainnya yang ditetapkan berdasarkan

undang-undang.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsisebagaimana dimaksud pada

ayat (3) diatur denganPeraturan Pemerintah.

Pasal 32

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa

pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak,

menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau

Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa

pun memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen

Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak.

(3) Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan

terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat

rahasia menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak

sebagaimana mestinya.

Pasal 33

11
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan

apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan

Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimanamestinya.

Pasal 34

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memproduksi,

menjual, mengadakan untuk digunakan, mengimpor, mendistribusikan, menyediakan,

atau memiliki:

a. perangkat keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus

dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27

sampai dengan Pasal 33;

b. sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan

agar Sistem Elektronik menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33.

(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan

untuk melakukan kegiatan penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk

perlindungan Sistem Elektronik itu sendiri secara sah dan tidak melawan hukum.

Pasal 35

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan

manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik

dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau

Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

Pasal 36

12
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan

kerugian bagi Orang lain.

Pasal 37

Setiap Orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar wilayah Indonesia terhadap

Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.

B. Pengertian protitusi oline

Prostitusi atau biasa disebut pelacuran berasal dari bahasa Latin yaitu pro-situare

yang artinya membebaskan diri berbuat zina,melakuakan perbuatan percabualan dan

pergendakan.Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah prostitutions yang memiliki

arti ketunasilaan.Dan orang yang melakukan tindakan pencabulan,pergedakan,dan

pelacuran disebut dengan wanita tuna sila,yang berarti perempuan buta akan

kesopanan.Karna pada dasarnya tindakan zina adalah tindakan penyelewengan dari

kesopnanan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa pelacuran berasal dari kata

lacur yang artinya malang,celaka,sial,gagal atau buruk laku.Pelacur adah prihal

penjual diri sebagai pemuas nafsu.Sedangkan menurut Wiliam Bentono dalam

Encylopedia Britanica mengatakan pelacuran disebut sebagai praktek hubungan

seksual yang dilakukan sesaat yang kurang lebih dilakukan siapa saja untuk imbalan

berupa uang.Secara terminologi prostitusi adalah pelayanan jasa seksual yang

dilakukan oleh perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan uang atu keputusan.

13
Prostitusi online terdiri dari dua kata yang masing-masing memiliki arti atau

pengertian seperti yang sudah dijelaskan diatas dan online adalah praktek pelacuran

yang dilakukan dengan melalui media internet atau online sebgai sarana ttransaksi

bagi mereka pengguna dan pemakai yang ingin menggunakan jasanya.Internet

digunakan sebagai media penghubung atau sarana punjang saja.Dalam banyak faktor

yang menjadi faktor utama dalam pelacran yaitu uang sebagai sumber pendapatan.

Jadi yang dimaksud prostitusi online itu sendiri adalah gejala kemasyarakatan

dimana wanita menjual diri, melakukan perbuatan seksual sebagai mata pencaharian

dan media sosial sebagai alat untuk membantu bernegosiasi harga dan tempat

dilakukannya prostitusi tersebut.

C. Faktor terjadinya Prostitusi

Beberapa faktor terjadinya prostitusi sebagai sebab atau alasan seorang

perempuan terjun dalam dunia prostitusi. Dalam bukunya, Reno Bachtiar dan Edy

Purnomo menjelaskanbeberapa alasan dasar seseorang perempuan menjadi pelacur

yaitu:

1.Faktor ekonomi Permasalahan ekonomi yang sangat menyesakkan bagi


masyarakat yang tidak memiliki akses ekonomi mapan. Jalan pintas mereka tempuh
sehingga lebih mudah untuk kemudahan mencari uang. Faktor ini bukan faktor utama
seorang perempuan memilih profesi pelacur. Hal ini merupakan tuntutan hidup praktis
mencari uang sebanyak-banyaknya bermodal tubuh/fisik. Mereka melakukannya
bukan hanya demi dirinya sendiri, tapi orang tua, keluarga dan anak. Kemiskinan
memang tidak mengenakkan, sehingga untuk keluar dari belitan ekonomi, mereka rela
“berjualan diri” agar hidup lebih layak.
2.Faktor kemalasan Mereka malas untuk berusaha lebih keras dan berfikir
lebih inovatif dan kreatif untuk keluar dari kemiskinan. Persaingan hidup
membutuhkan banyak modal baik uang, kepandaian, pendidikan, dan keuletan.
Kemalasan ini diakibatkan oleh faktor psikis dan mental rendah, tidak memiliki
norma agama, dan susila menghadapi persaingan hidup. Tanpa memikirkan semua itu,
hanya modal fisik, kecantikan, kemolekan tubuh, sehingga dengan mudah
mengumpulkan uang.
3.Faktor pendidikan Mereka yang tidak bersekolah, mudah sekali untuk
terjerumus ke lembah pelacuran. Daya pemikiran yang lemah menyebabkan mereka
melacurkan diri tanpa rasa malu. Mungkin kebodohkan telah menuntun mereka untuk

14
menekuni profesi pelacur. Hal ini terbukti ketika ditemukan pelacur belia berusia
belasan tahun di lokalisasi. Bukan berarti yang berpendidikan tinggi tidak ada yang
menjadi pelacur.
4.Niat lahir batin Hal ini dilakukan karena niat lahir batin telah muncul di
benaknya untuk menjadi pelacur yang merupakan jalan keluar “terbaik”. Tidak perlu
banyak modal untuk menekuninya, mungkin hanya perlu perhiasan palsu, parfum
wangi, penampilan menarik, keberanian merayu, keberanian diajak tidur oleh orang
yang baru dikenal, hanya beberapa menit, tidur lalu mereka langsung dapat uang. Niat
lahir batin diakibatkan oleh lingkungan keluarga yang berantakan, tidak ada didikan
dari orang tua yang baik, tuntutan untuk menikmati kemewahan tanpa perlu usaha
keras, atau pengaruh dari diri sendiri terhadap kenikmatan duniawi. Niat ini muncul di
semua kalangan, dari kelas bawah sampai kelas atas. Profesi ini tidak di dominasi
oleh kelas bawahan saja, tetapi juga merata di semua kalangan. Buktinya ada
mahasiswa yang berprofesi pelacur.
5.Faktor persaingan Kompetisi yang keras di perkotaan, membuat
kebimbangan untuk bekerja di jalan yang “benar”. Kemiskinan, kebodohan, dan
kurangnya kesempatan bekerja di sektor formal, membuat mereka bertindak criminal,
kejahatan, mengemis di jalan-jalan, dan jadi gelandangan. Bagi perempuan muda
yang tidak kuat menahan hasrat terhadap godaan hidup, lebih baik memilih jalur
“aman” menjadi pelacur karena cepat mendapatkan uang dan bisa bersenang-senang.
Maka, menjadi seorang pelacur dianggap sebagai solusi.
6.Faktor sakit hati Maksudnya seperti gagalnya perkawinan, perceraian,
akibat pemerkosaan, melahirkan seorang bayi tanpa laki-laki yang bertanggung
jawab, atau gagal pacaran karena sang pacar selingkuh. Lalu mereka marah terhadap
laki-laki, menjadi pelacur merupakan obat untuk mengobati luka yang paling dalam.
Cinta mereka gagal total sehingga timbul rasa sakit hati, pelampiasan bermain seks
dengan laki-laki dianggap sebagai jalan keluar.
7.Tuntutan keluarga Seorang pelacur mempunyai tanggung jawab terhadap
orang tuanya di desa, atau anak-anak yang masih membutuhkan uang SPP. Setiap
bulan harus mengirimkan uang belanja kepada orang tua. Jika mempunyai anak, maka
uang kiriman harus ditambah untuk merawatnya, membeli susu, atau pakaian. Mereka
rela melakukan ini tanpa ada paksaan dari orang tuanya. Kadang-kadang ada orang
tua yang mengantarkan mereka ke germo untuk bekerja sebagai pelacur. Pelacur
sendiri tidak ingin anaknya seperti dirinya.

D. Media Prostitusi Online

Pada zaman digital seperti saat ini,pekerja prostitusi tidak ingin ketinggalan

dalam memaanfaatkan teknolgi yang memang sudah disediakan.Untuk melancarkan

aksinya dan memudahkan pekerjaan mereka,maka diperlukan media yang manpu

mendukung pekerjaan tersebut.Ada beberapa media yang digunakan oleh pekerja

prostitusi yaitu diantaranya:

 Website

15
Website dapat mempermudah pekerjaan prostitusi baik yang dibayar maupun

yang gratis.Dalam website biasanya terdapat informasi lengkap mereka seperti

foto,umur,postur tubuh harga dan lain sebagainya,bahkan terdapat nomor

telepon yang dapat dihubungi.Website ini biasanya dibuat oleh orang lain

yang tak lain seorang mucikai.Sedangkan untuk transaksi pembayarannya

biasanya dilakukan langsung kepada pelacur atau bisa memalui micikari,

 Forum

Forum tidak berbeda jauh dengan website yang membedakan adalh forum

orang lain yang bukan pihak website dapat berkontrubusi.

Untuk dapat bergabung dalam forum harus melakukan pendaftaran terlebih

dahulu.Dibandingkan dengan website,forum dipercaya lebih aman,ini karena

foru lebih eksklusif seperti dengan aturan harus mendaftar terlebih dahulu

sebelum menjadi anggota dan meski pun banyak orang yang melakukan

transaksi tetapi indentitas para anggotanya jelas.

 Jejaringan sosial.

Kemunculan jaringan sosial atau biasa disapa dengan media sosial (medsos)

diawali dengan adanya inisiatif untuk menhubungkan orang –orang dari

seluruh belahan dunia agar dapat mempertahankan komunikasi dengan krabat.

Bentuk dari jaringan soasial sangat beragam,mulai dari

facebook,twitter,sampai dengan yang terbaru yaitu isntragram.

Penggunaan jejaringan sosial sebagai praktek prostitusi merupakan hal

baru,tetapi saat ini sangat jarang ditemui dibandingan dengan media

lainya.Mungkin dirasa jaringan sosial tidak begitu aman.

 Aplikasi

16
Aplikasi adalah media yang digunakan oleh pekerja prostitusi.Melalui aplikasi

ini biasanya berupa program untuk berbincang(chat),telepon suara(voice

call),pesan suara(voice note),atau telepon gambar(video call).Wujud program

tersebut contohnya skype,yahoo massegger,camfrog dan lain sebgainya yang

diguanakan dalam komputer.

E. Cara Kerja Prostitusi online

Para pelaku prostitusi online baik pada gadis Abg maupun para pria hidung belang

mengaku lebih suka memilih cara online dari pada datang langsung dan memilih -

milih dijalanan. Dengan sistem online semuanya menjadi lebih mudah bahkan tinggal

memilih jenis dan ukuran harga yang di inginkan. Para wanita panggilan kerap sekali

menggunakan media sosial seperti twitter dan facebook untuk mempromosikan

dirinya kepada para lelaki hidung belang yang hendak mencari kepuasan ranjang.

Setelah berhubungan melalui twitter atau facebook kemudian percakapan serius

dilanjutkan dengan BBM atau Whatsapp. Mengapa para gadis abg ini lebih memilih

cara seperti ini lantaran lebih mudah dan lebih aman, seperti ini mekanisme cara kerja

prostitusi online diantaranya yaitu:

1.Pekerja seks komersial akan mempromosikan dirinya melalui mediasosial.


2.Pria hidung belang menemukan iklan PSK tersebut kemudian berhubungan
melalui media sosial dan di sambungkan dengan BBM atau Whatsapp setelah ada
kata deal ingin bertemu.
3.Biasanya jika proses sebelum deal pria hidung belang di harapkan memberi
Depe terlebih dahulu untuk meyakinkan PSK
4.Dalam iklan yang di promosikan di media sosial para PSK sudah menentukan
secara detail layanan yang akan diterima oleh para pria hidung belang tersebut.
5.Setelah berhubungan melalui BBM atau Whatsapp, maka akan menentukan
dimana tempat pelaksanaannya

17
6.Setelah selesai biasanya lelaki hidung belang akan langsung meminta nomor

handphone untuk mempermudah memanggilnya kembali suatu saat jika

membutuhkan.

18
BAB III

PEMBAHASAN/ ANALISA KASUS

A. Contoh kasus Prostitusi Online

Vanessa Angel (VA) terlibat dalam prostitusi online. Dalam kronolgi penangkapan di
hotel surabaya pada sabtu (5/1/2019) oleh Anggota Subdit V Siber Diktreskimsus Polda Jatim
sekitar 12.30 WIB. Penangkapan Vanessa angel digrebek saat berhubungan intim dengan
salah seorang pria yang bernama Rian Subroto disebuah hotel di Surabaya.

Lalu Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) akhirnya menetapkan artis
Vanessa Angel (VA) sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online. Penetapan
Vanessa Angel tersebut berdasarkan proses penyidikan terakhir yang dilakukan oleh Subdit V
Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada Senin (14/1) kemarin. Kapolda Jatim Inspektur
Jenderal Luki Hermawan menegaskan hari ini Rabu (16/1), VA resmi ditetapkan sebagai
tersangka. Luki juga menambahkan penetapan Vanessa Angel juga berdasarkan dari pendapat
sejumlah ahli, seperti ahli pidana, bahasa, ITE, ahli dari Kementerian Agama serta Majelis
Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, beberapa bukti juga saling mengaitkan dalam transaksi
komunikasi yang dilakukan VA.

Penetapan tersangka itu diambil setelah polisi menemukan cukup bukti, seperti yang
dirangkum surya.co.id berikut ini:

1. Foto dan Video Panas

Salah satu bukti yang cukup mengagetkan berupa foto dan video panas yang diduga
kuat artis VA alias Vanessa Angel. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans
Barung Mangera membenarkan temuan foto dan video porno artis VA alias Vanessa
Angel. Foto dan video porno yang ada tidak selalu durasi panjang, satu menit pun ada.
Salah satu contoh yang tersebar ke netizien, ya itu (foto porno) dari yang
bersangkutan. Barung Mangera mengatakan pihaknya masih menyelidiki oknum yang
menyebarkan foto maupun video porno Vanessa Angel sehingga menyebar ke media
sosial.

2. Chating Tidak Sesuai Etika

Barung Mangera mengatakan jika Vanessa Angel termasuk kategori aktif dalam
bisnis prostitusi artis.Dia mencontohkan upload foto dan gambar dirinya secara aktif,
serta melakukan chatting tidak sesuai etika dan kesusilaan.

3. Meminta dicarikan pelanggan

Menurut pengakuan muncikari Endang Suhartini (ES) alias muncikari Siska dan
Tantri, mereka tidak merekrut para artis dan selebgram untuk bergabung. Justru,

19
mereka mengatakan para artis, termasuk Vanessa Angel dan selebgram lah yang
menawarkan diri.

4. Muncikari Merasa Dijebak Vanessa Angel

Muncikari Siska mengaku bersama Tantri hanya sebagai penghubung antara para artis
dan pengguna jasa. Saat ditanya mengenai iming-iming, mereka kompak menjawab
tidak ada iming-iming yang diberikan pada artis-artis tersebut. Selain membeberkan
fakta tersebut, para muncikari artis itu juga menuntut agar para artis yang terlibat
untuk dikenakan pasal yang sama. Para muncikari itu menyesalkan kejadian yang kini
menimpanya lantaran dari awal hanya menolong Vanessa Angel. Namun, setelah
kejadian ini terungkap, Vanessa Angel dibebaskan, sementara mereka masih ditahan.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan, kalau prostitusi online yang terungkap di Surabaya
itu tak akan terjadi jika keduanya tak dimintai tolong.

5. Vanessa Angel Kasih Fee 10 Persen dari Tarif Prostitusi

Keduanya juga meminta agar pihak kepolisian bisa berlaku adil pada mereka
dan Vanessa Angel. Apalagi, kata dia, fee yang didapat dari prostitusi yang
dilakukan Vanessa Angel, dirinya sebagai perantara hanya mendapat bagian kecil.
Kurang lebih sekitar 10 persen saja. Mereka mendesak agar keduanya mendapat pasal
yang sama seperti mereka.Sebab, kata dia, tidak adil jika hanya mereka saja yang
dihukum, sementara para artis bebas dari hukum. Apalagi, kini mereka juga tak terima
jika dicap sebagai muncikari artis. Menurut mereka, mereka hanya sebagai perantara
yang bermaksud ingin menolong teman. Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa
kebanyakan para artisnya sendiri yang meminta untuk dicarikan pelanggan. Kedua
muncikari itu kemudian menjelaskan, seharusnya Vanessa Angel juga diproses secara
hukum seperti mereka berdua.

6. Terima 15 kali Transfer Uang dari Muncikari

Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan membeber bukti
baru prostitusi artis dari rekening terduga muncikari Vanessa Angel dan Avriellia
Shaqqila.

Dari rekening muncikari artis tersebut, penyidik mendapatkan informasi ada aliran
transfer dari muncikari ke Vanessa Angel dan sebaliknya dengan jumlah transfer
berbeda.

Akhmad Yusep menjelaskan untuk membongkar aliran dana tersebut, pihaknya


bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menelisik data digital berupa rekening
koran dari muncikari Siska.

Dari fakta otentik itulah artis Vanessa Angel yang sudah diperiksa sebagai saksi oleh
penyidik Polda Jatim selama 1x24 jam terbukti menerima transfer dari muncikari
Siska. Yusep menjelaskan dari cacatan rekening koran yang bersangkutan
artis Vanessa Angel telah mentransfer sebanyak delapan kali ke rekening muncikari
Siska. Artis Vanessa Angel menerima transfer dari muncikari Siska selama satu
tahun, mulai 1 januari 2018 hingga 5 Januari 2019.Dari kedua tersangka muncikari

20
itu, akhirnya terbongkar prostitusi online terselubung yang diduga melibatkan 45 artis
dan 100 model cantik.

7. Di-booking hingga Singapura

Vanessa Angel diduga tak hanya melakukan prostitusi online di Surabaya atau
Indoonesia, tapi hingga ke luar negeri. Dari data digital forensik yang diungkap Polda
Jatim, ada 15 kali transaksi prostitusi yang dilakukan Vanessa Angel. Dari 15
transaksi itu, terdeteksi sembilan transaksi dengan data akurat. Rinciannya di
Singapura dua kali, di Jakarta enam kali dan di Surabaya sekali.

F. Faktor
Pada tanggal 12 November 2018 Vanessa menghubungi saksi Endang Surhartini alias Siska
melalui chatting WhatsApp. Vanessa Angel meminta pekerjaan kepada muncikari Siska. JPU
juga mengatakan, Vanessa Angel saat itu sedang terdesak membutuhkan uang karena
sedang sepi job. Apalagi, kata JPU, Vanessa Angel ingin mengadakan acara ulang tahunnya.

G. Media Prostitusi Online


Vanessa menghubungi para muncikarinya melalui whatsapp. Dengan adanya media
social seperti whatsapp ini Vanessa meminta job dan mengirimkan foto pribadi atas
dirinya. Pengiriman foto pribadi dari VA juga ia sebarkan sendiri kepada beberapa tersangka
muncikari yang sebelumnya sudah ditangkap oleh Polda Jatim

H. Cara Kerja Prostitusi Online

Melansir dari tayangan Rumpi 'No Secret' episode 21 Januari 2019, Feni Rose
berkesempatan untuk mewawancarai tiga orang Dalam wawancara tersebut, ketiga
muncikari menjelaskan kronologi serta keterlibatan mereka dalam kasus
prostitusi online artisMuncikari artis Vanessa Angel, ES alias Siksa, T alias Tantri dan
W alias Windy.Sebelumnya polisi sudah menangkap satu orang muncikari lagi yakni
F alias Fitri, tapi ia tidak bisa ditahan karena sedang hamil besar dan masih menyusui
anaknya yang berumur 1,5 tahun.

Berdasarkan penuturan dua tersangka muncikari Siska dan Tantri, mereka


tidak merekrut artis dan model untuk bergabung ke dalam bisnis prostitusi online. 45
artis dan 100 model hingga selebgram menawarkan dirinya sendiri untuk bergabung,
termasuk Vanessa Angel.
Muncikari Tantri dan Windy mengatakan bahwa awalnya mereka hanya ingin
membantu user (pengguna jasa) untuk bertemu Vanessa Angel.
Windy diminta tolong oleh Tantri untuk mencaari tahu, manajemen yang
megang Vanessa Angel, karena Windy memang kenal dengan manajemen yang
megang artis Vanessa Angel yaitu F, Windy pun akhirnya menghubungi F karena
temannya T (pemesan) mencari Vanessa Angel.
Windy dimintai pekerjaan untuk party dinner kepada Vanessa, namun
pihak Vanessa Angel menolak tawaran party dinner tersebut.
Windy menjelaskan bahwa Vanessa mengugkap tidak terima job party dinner,
Vanessa bilang maunya langsung saja, karena jika hanya job dinner itu kan otomatis
di publik, semua orang akan melihatnya, melihat dia siapa dengan siapa, dan disorot
sama kamera, karena dia public figur. Tak hanya itu, Vanessa Angel juga disebut
meminta Siska untuk merahasiakan pekerjaannya kepada kekasihnya. Vanessa Angel

21
meminta Siska mengatakan jika dirinya datang ke Surabaya untuk menjadi MC di
Sutos Mall pada 5 Januari 2019.
Berkebalikan dengan kabar yang menyebutkan bahwa muncikari menerima
10% dari tarif Rp80 juta Vanessa Angel, Tantri dan Windy mengatakan hanya
menerima transferan uang sebesar Rp2,5 juta. Sementara muncikari Siska belum
menerima apa pun dari transaksi tersebut.

I. Tijauan terhadap Kasus

Artis yang sudah melanglang buana di dunia hiburan tersebut dikenakan pasal 27

Ayat 1 UU ITE dengan pertimbangan dia secara langsung mengeksploitasi dirinya kepada

muncikari. Vanessa Angel diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

tentang Kesusilaan. Oleh karenanya, bintang FTV ini terancam hukuman maksimal enam

tahun penjara.

F. Penangulangan dan pencegahan Prostitusi Online

Penangulangan dan pencegahan adalah persoalan yang rumit dan terkait aspek

sosial,budaya,ekonomi,politik serta moral dan agama.Upaya menangualan

prostitusi hanya dengan pendekatan moral dan agama dan naif dan tidak akan

menyelesaikan masalah itu.

Pemerintah dan seluruh masyarakat disarakan untuk mengunakan pendekatan

sosial,budaya,ekonomi,politik selain moral dan agama untuk mencari

penyelesaian dan menjawab persoalan prostitusi secara komprehensif.Pencegah

prostitusi online secara umum upaya penanggulangan prostitusi dapat dilakukan

dengan dua cara:

a. Usaha yang bersifat preventif atau pencegahan usaha yang bersifat preventif

diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan untuk mencegah terejadinya placuran .

22
usaha ini antara lai berupa :

1. penyampurnaan UU larangan atau penyelenggaraan prostitusi,khususnya

prostitusi online

2. intensifikasi pemberian pendidikan keagamaan dan kerohanian

3. memperluas lapangan kerja.karena kebanyakan dari para pelaku prostitusi

melakukan prostitusi karena desakan ekonomi.

4. penyelenggaraan pendidikan seks dan pemahaman perkawinan dalam

kehidupan keluarga

5. penyelenggaran sosialisasi mengena internet sehat

6. pembentukan badan atau tim koordinasi dari semua usaha penanggulangan

placuran yang dilakukan oleh beberapa instansi sekaligus mengikut sertakan

potensi masyarakat lokal

7. penyitaan terhadap buku-buku majalah cabul,gambar-gambar porno,film-film

biru serta sarana-sarana lainya yang meransang napsu seks.serta pembelokiran

situs-situs internet yang menyediakan semua ha yang berbau porno grafi maupun

bisnis prostitusi.

b.Usaha yang bersifat represesif dan kuratif.

Usaha represif dan kuratif ini antara lain berupa:

1.melalui lokasi yang sering ditafsirkan sebsgsi legalisasi,orang melakukan

pengawasan atau kontrol yang ketat.

2. diusahakan rehabilitas dan resosialisasi bagi para pelaku prostitusi,agar mereka

bisa kembali sebagai warga masyrakat yang susila.

23
3. menyediakan lapangan kerja baru.

4. memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku prostitusi,untuk memberikan

efek jera

5. situs-situs internet menyediakan semua hal yang berbau pornografi dan

prostitusi.Dan lebih mengamankan pengguna internet diindonesia.

24
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
 faktor utama yang menimbulkan terjadinya prostitusi online adalah
perkembangan teknologi yang tidak di dasari dengan nilai-nilai karakter
yang baik serta faktor ekonomi karena sebagai selebriti penampilan harus
menjadi nomor satu untuk menunjang kegiatan mereka dalam dunia
hiburan
 cybercrime merupakan sebuah tindakan yang dianggap merugikan orang
lain, dikarenakan ia dikategorikan sebagai tindak kriminal oleh definisi
tersebut.Namun, berdasarkan dari definisi tersebut, kita dapat mengambil
pelajaran bahwa seseorang yang berusaha melakukan berbagai kegiatan
yang ditujukan untuk melakukan tindak kriminal, maka digolongkan
sebagai Cyber Crime.
 di indonesia sudah di tetapkan UU ITE yang mengatur kejahatan di dunia
maya. khususnya untuk prostitusi online ada Pasal 27 ayat (1) UU ITE
sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (1) UU 19/2016, dengan ancaman
pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Saran
 pendidikan seksualitas harus diajarkan sejak dini supaya anak tahu akibatnya .
Kalau menyimpang itu akibatnya apa?.Maka anak di dalam bawa sadar punya cara
berpikir,beernalar,dan dia sadar efek pada dirinya kalu melakukan itu tidak
hannya takut dosa,tetapi juga apa efek terhadap dirinya.
 semoga semua petugas kalposek serta pemerintah agar tetap mencari dan
meneliti cesara terperinci yang berkerja sebagai prostitusi online agar tidak terjadi
lagi adanya kasus-kasus prostitusi online.

25
DAFTAR PUSTAKA

http://senikreasirafy.blogspot.com/
https://tugaseptikprofesi01.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/

https://farahdilablog.wordpress.com/cybercrime/hijacking/contoh-kasus-hijacking/

www.laporpolisi.com

kupang.tribunnews.com

26