Anda di halaman 1dari 28

PENGANTAR METODE ILMIAH

 Bagaimana cara Ilmuan memecahkan masalah?


 Mengapa variabel digunakan ilmuan?
 MengapaIlmuan perlu menjaga objektifitas?
Sebelum kita membaca
Ketika kita mendengar kata-kata ilmuwan, apa yang terlintas didalam pikiran mu? Tuliskan ide
daftar kata yang menggambarkan seorang ilmuwan. Tuliskan dibawah ini.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..…
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….…………
Apa itu ilmu pengetahuan ?
Ilmu pengetahuan tidak hanya ada disekolah. Ilmu adalah cara mempelajari dunia. Ilmu berasal
dari kata atau bahasa latin yang berarti pengetahuan. Ilmu adalah cara untuk belajar atau menimba
ilmu dengan mengamati dan menyelidiki.
Berikut seperangkat aturan alam. Aturan untuk memahami cara kerja tubuh manus ia yang
rumit. Aturan untuk memahami pola berputar bumi sekali setip 24 jam pada sumbu yang lebih
sederhana. Ilmu adalah suatu pelajaran tentang aturan alam.

Kategori utama dari ilmu pengetahuan?


Ilmu mencakup banyak topik yang berbeda. Topik fisika termasuk dalam tiga kategori utama.
1.ilmu kehidupan 2.ilmu bumi 3.ilmu fisika. Ilmu kehidupan adalah pelajaran tentang makhluk hidup.
Ilmu bumi adalah pelajaan tentang bumi dan luar angkasa. Ilmu fisika adalah pelajaran tentang
materi dan energi.

Bagaimana ilmu pengetahuan menjelaskan alam ?


Ilmu membantu kita memahami dunia alam. Para ilmuan menggunakan penyelidikan untuk
mendapatkan informasi baru. Teknologi telah membantu para ilmuan mempelajari lebih banyak lagi
tentang dunia. Kadang-kadang informasi baru ini menyebabkan penjelasan ilmiah yang mendasari
suatu perubahan.

Apa itu Fisika?


Apakah yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar atau melihat kata Fisika? Banyak orang
yang akan membayangkan papan tulis yang penuh dengan rumus matematis seperti 𝐸 = 𝑚𝑐 2 atau
1
𝑆 = 𝑉𝑜 𝑡 + 2 𝑎𝑡 2 Mungkin kamu akan membayangkan para ilmuan tua dengan jas putih seperti
Albert Einstein. Bagi sebagian orang Fisika berkonotasi dengan teknologi canggih yang kita gunakan
sehati-hari seperti telepon genggam dan laptop.
Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang menyelediki dunia fisis, energi, benda dan
hungungan keduanya. Ahli Fisika meneliti gerakan elektron dan roket, energi pada perambatan
bunyi dan rangkaian elektronika, struktur proton hingga jagat raya. Tujuan utama dari kegiatan
laboratorium Fisika adalah mengenalkan dan membantu memahami mengenai dunia Fisika.
Orang yang mempelajari Fisika selanjutnya akan berkarir di berbagai bidang. Beberapa
kemudian menjadi ahli Fisika di Universitas dan sebagian bekerja pada bidang industri. Ada pula
yang bekerja di bidang yang terkait seperti astronomi, teknik, komputer, pembelajaran, pengobatan
dan lainnya. Keterampilan yang didapat dari memahami Fisika akan dapat digunakan pada berbagai
disiplin ilmu.

Matematika dalam Fisika


Fisika menggunakan matematika sebagai bahasa yang memiliki kekuatan yang besar. Dalam
fenomena Fisika, persamaan matematis adalah alat yang sangat penting untuk memodelkan
pengamatan dan untuk membuat prediksi. Fisikawan akan bergantung pada pada teori dan
percobaan dengan hasil yang berupa angka-angka untuk mendukung kesimpulan yang dibuat.

Apa itu penyelidikan ?


Ilmuan mempelajari informasi baru dengan melakukan penyelidikan. Ada tiga jenis penyelidikan
: mengamati dan merekam, bereksperimen dan membangun model, para ilmuan
mungkin menggunakan satu, dua atau tiga jenis untuk mendapatkan informasi baru tentang cara
kerja alam.
Apa itu variabel?
Pada sebuah percobaan mengenai gerak lurus berubah beraturan, suatu mobil-mobilan ditarik
menggunakan suatu beban. Dalam percobaan, ada dua variabel yang diteliti. Variabel adalah suatu
besaran yang dapat memiliki lebih dari satu nilai atau nilainya dapat berubah-ubah. Massa beban
adalah variabel karena dapat memiliki rentang nilai misalnya digunakan beban dengan massa 10 gr,
20 gr, dst.. Variabel diukur pada akhir percobaan disebut variabel dependen karena tergantung pada
apa yang terjadi dalam percobaan. Waktu adalah variabel dependen karena itulah yang diukur pada
akhir percobaan. Beban merupakan variabel yang dikendalikan dan diubah oleh peneliti sehingga
disebut variabel independen. Dalam sebuah percobaan, harus ada hanya satu variabel independen.

Kenapa konstan dan mengontrol penting?


Untuk menjaga dalam penyelidikan yang adil, semua faktor lainnya tetap sama untuk setiap
percobaan. Faktor yang tidak berubah dalam percobaan adalah konstan. Pada percobaan GLBB,
konstanta adalah jenis mobil-mobilan dan tali yang menghubungkan mobil dengan beban. Semua
konstanta ini disimpan sama untuk beberapa kali pengulangan dalam percobaan. Dalam percobaan
yang berbeda, para peneliti dapat pula menggunakan kontrol untuk membandingkan terhadap hasil
percobaan. Keadaan kontrol dalam eksperimen biasanya digunakan sebagai pembanding apakah
keadaan yang diberi perlakukan akan berbeda dengan keadaan awal tanpa perlakuan khusus.
Metode ilmiah
Salah satu langkah-langkah yang digunakan dalam penyelidikan disebut metode ilmiah.
Berikut langkah-langkah seorang ilmuan ketika melakukan penyelidikan. Langkah-langkah ini
memandu ilmuan. Beberapa langkah dapat diulang. Langkah=langkah lain dapat dilewati, bahkan jika
langkah-langkah mengubah, ilmuan masuk menggunakan metode ilmiah. Diagram alur dibawah ini
menunjukkan salah satu cara untuk menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah.
Panah menunjukkan tempat untuk pergi setelah setiap langkah selesai.
Menyatakan masalah
Bagaimana saya bisa merancang sebuah pesawat kertas

yang akan terbang 10 m ?

Mengumpulkan informasi

Melakukan penelitian pada desain pesawat kertas, terutama tentang bagaimana desain
mempengaruhi jarak terbang

Membuat Hipotesis
Hipotesis : dugaan sementara
Pemahaman teori dan hasil percobaan sebelumnya dapat membangun hipotesis yang
baik

“ menambahkan klip kertas untuk sayap pesawat kertas akan membantu terbang lebih
jauh karena memberikan keseimbangan”

Uji hipotesis

Membangun 2 pesawat yang sama dan menambahkan satu klip kertas. Uji terbang
diruang terbuka jauh dari orang

Analisis data

Pesawat dengan klip kertas terbang 5 m sementara pesawat lain terbang 3m

Menarik kesimpulan

Klip pesawat nampaknya membuat pesawat terbang lebih jauh

Hipotesis tidak Hipotesis di dukung


didukung
Perlu menguji desain lain untuk melihat apakah klip
kertas bekerja dengan mereka dan untuk mendapatkan
lebih dekat tujuan 10 m
Menyatakan masalah
Banyak penyeidikan ilmiah dimulai ketika seseorang melihat sesuatu terjadi di alam dan
bertanya-tanya mengapa atau bagaimana hal itu terjadi. Masalahnya dinyatakan sebagai pertanyaan
“bagaimana” atau “mengapa”. Kadang-kadang pertanyaan mungkin akan diminta karena suatu tidak
terjadi, atau ilmuan mencari sesuatu yang akan bekerja lebih banyak. Misalnya, kita mungkin ingin
merancang sebuah pesawat kertas yang akan terbang 10 m. Kita dapat menyatakan sebagai masalah
“bagaimana saya bisa merancang sebuah pesawat kertas yang akan terbang 10 m?”

Penelitian dan mengumpulkan informasi


Hal ini penting untuk mempelajari masalah sebelum pengujian apapun yang dilakukan. Kadang-
kadang, seorang telah memecahkan masalah yang sama. Untuk masalah pesawat kertas, kita akan
melakukan penelitian pada desain pesawat kertas. Kita akan mencoba untuk menemukan informasi
tentang bagaimanadesain yang berbeda telah mempengaruhi jarak pesawat kertas telah terbang.

Hipotesis
Penjelasan untuk pertanyaan atau masalah berdasarkan pada apa yang kita ketahui dan apa
yang kita amati atau teori yang sudah ada. Seorang ilmuan harus yakin bahwa hal itu dapat diuji.
Dalam penelitian, kita telah menemukan bahwa pesawat kertas yang seimbang terbang jarak yang
lebih besar. Hipotesis kita mungkin menambahkan klip kertas untuk sayap pesawat kertas akan
membuatnya terbang lebih jauh karena klip kertas member keseimbangan pesawat.

Menguji hipotesis
Beberapa hipotesis diuji dengan membuat pengamatan. Sebelum hipotesis diuji, peneliti
perlu menentukan variabel yang akan diteliti. Variabel dalam sebuah penelitian akan terdiri dari 3
jenis:
1. Variabel independen (variabel bebas)
2. Variabel dependen (variabel yang terikat pada variabel bebas)
3. Variabel kontrol (variabel yang dijaga agar nilainya konstan)
Setelah variabel ditentukan kemudian perlu dibuat definisi oprasional. Definisi ini akan memberikan
arahan kepada peneliti dalam melakukan percobaan.
Merancang sebuah percobaan artinya membuat langkah-langkah percobaan agar hipotesis
dapat dibuktikan. Percobaan melihat bagaimana satu hal mempengaruhi yang lain dalam kondisi
yang terkendali. Setelah rancangan percobaan siap, percobaan dapat dilakukan dengan sistematis.
Dalam melakukan percobaan, peneliti perlu membuat tabulasi data berupa tabel data pengamatan.
Pada contoh percobaan pesawat tadi, kita bisa membangun dua pesawat yang identik dan
menambahkan klip kertas untuk salah satu dari mereka untuk menguji hipotesis kita. Kemudian
mengulang percobaan beberapa kali dan membuat tabel pengamatan.

Analisis data
Bagian penting dari percobaan apapun merekam pengamatan dan mengorganisir informasi.
Semua hasil dan pengamatan harus perekam selama dan eksperimen.Banyak penemuan penting
telah dibuat dari hasil yang tidak terduga. Hasil dari percobaan mungkin bahwa pesawat dengan klip
kertas terbang 5 m sementara pesawat lain terbang 3 m. Informasi atau data harus diatur menjadi
mudah untuk membaca tabel atau grafik. Pembuatan grafik akan membantu memperjelas data.
Memahami apa data dan pengamatan berarti juga penting. Data harus diorganisir. Data
terorganisir dapat menyebabkan kesimpulan yang salah. Ilmuan berbagai data dengan orang lain
melalui laporan dan pertemuan. Kadang-kadang orang lain tidak setuju dengan kesimpulan yang
berdasarkan.
Menarik kesimpulan
Para ilmuwan melihat data mereka dan memutuskan apakah data mendukung hipotesis. Dari
data yang persis sama setelah banyak percobaan, hipotesis didukung. Jika data tidak didukung
hipotesis ilmuan dapat mengubah hipotesis atau mengubah percobaan.

Mengapa ilmuwan harus obyektif ?


Ilmuan harus berhati-hati untuk tidak memiliki bias. Bias terjaadidalam percobaan ketika ilmuan
mengharapkan sesuatu terjadi dan memungkinkan pengaruh ini bagaimana hasil dipandang. Para
ilmuan mencoba untuk mengurangi bias setiap kali mereka dapat. Mereka mengurangi bias dengan
melakukan percobaan berkali-kali dan menjaga catatan sangat berhati-hatitentang apa yang mereka
amati. Mereka juga memiliki ilmuan lain untuk mengulang percobaan yang sama untuk melihat
apakah mereka mendapatkan hasil yang sama.
MENGUKUR NILAI RESISTOR

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa Mampu mengenali bentuk dan jenis resistor
2. Mahasiswa Mampu menghitung nilai resistor melalui urutan gelang warna
3. Mahasiswa Mampu mengetahui macam-maacam perhitungan nilai resistor
4. Mahasiswa dapat membaca kode warna Resistor / nilai Resistor

B. Ringkasan Teori
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah
arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari
bahan karbon. Mengapa demikian? Bagaimana bahan karbon ini dapat bersifat resistif?
...........................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Bentuk resistor yang umum adalah seperti tabung kecil dengan dua kaki di kiri dan kanan.
Pada badan resistor terdapat lingkaran berbentuk cincin kode warna untuk mengetahui besar
resistansi resistor tersebut. Nilai ini dapat pula diukur menggunakan Ohmmeter. Menutut Anda
apakah hasil pengukurannya akan sama? Kode warna merupakan standar manufaktur yang
dikeluarkan EIA (Electronic Industries Association), ada resistor yang memiliki 4 gelang warna
dan ada yang memiliki 5 gelang warna.
Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk
yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial,
nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan
mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip,
nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili
oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang.
Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.
Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya
sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai
Resistor yang bersangkutan. Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di tubuh
resistor :
Tabel 1.1 Kode Warna Resistor
Warna Cincin Cincin Cincin Cincin IV Cincin V
Cincin I II III Pengali Transisi
Hitam 0 0 0 x1
Coklat 1 1 1 x101 ±1%
Merah 2 2 2 x102 ±2%
Jingga 3 3 3 x103
Kuning 4 4 4 x104
Hijau 5 5 5 x105
Biru 6 6 6 x106
Ungu 7 7 7 x107
Abu-abu 8 8 8 x108
Putih 9 9 9 x109
Emas x0,1 ±5%
Perak x0,01 ± 10 %
Tanpa warna ± 20 %

a. Resistor dengan 4 Gelang warna


Berikut ini adalah cara menghitung Nilai resistor dengan 4 gelang warna, dimana gelang
pertama (angka), kedua (angka), ketiga yaitu faktor pengkali(10(angka)), dan terakhir
toleransi.
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama) Masukkan angka langsung
dari kode warna Gelang ke-2 Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau
pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n). Gelang ke - 4 Merupakan Toleransi dari nilai
Resistor tersebut.

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
10 * 105 = 1.000.000 Ohm
Maka nilai Resistor tersebut adalah 1 MΩ dengan toleransi 10%.
b. Resistor dengan 5 Gelang warna
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama) Masukkan angka langsung
dari kode warna Gelang ke-2 Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang k3-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan
10 (10n). Gelang ke-4 merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut.

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
105 * 105 = 10.500.000 Ohm
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10.5 MΩ dengan toleransi 10%.
Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ω ~ 2.310 Ω
Untuk mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti
berikut :
H I- CO – ME – O – KU – JAU – BI – UNG – A - PU
(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih).
c. Menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Angka
Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial,
karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan
oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi
sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)
Angka pertama dan ke-n adalah angka, sedangkan angka terakhir ada faktor pengali.

Gambar 1.1 Bentuk Fisik Resistor CMD


Masukkan Angka ke-1 langsung = 4
Masukkan Angka ke-2 langsung = 7
Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan
103
Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm (47 KΩ)
d. Menentukan Nilai Resistor dengan Multimeter
Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai AVO (Ampere/Volt/Ohm
meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus
(amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-
meter) (untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog.
Masing- masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
Sebagai penunjuk besaran, avometer ada yang menggunakan jarum dan ada yang
menggunakan display angka. Alat ini dilengkapi dengan dua kabel penyidik yang berwarna
masing-masing merah dan hitam. Untuk dapat bekerja, avometer memerlukan sumber listrik
berupa battery. Dalam penyimpanan yang cukup lama, battery ini harus dilepaskan.
C. Alat dan Bahan
1. Multimeter analog / digital
2. Resistor karbon gelang warna (4 gelang dan 5 gelang)

D. Prosedur Percobaan
1. Siapkan alat dan bahan
2. Amati kode warna pada masing-masing resistor
3. Catat harga resistor tersebut pada tabel sesuai gelang warna yang diamati
4. Ukur resistansi resistor satu per satu dengan menggunakan multimeter
5. Catat harga nilai resistansi resistor tersebut pada tabel
6. Bandingkan hasil pengamatan dengan hasil pengukuran
7. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang Anda lakukan

E. Tabel Pengamatan
Gelang ke -
Metode Nilai tertera
1 2 3 4
Gelang warna …




Multimeter …




F. Pertanyaan
1. Apakah ada perbedaan antara hasil pengukuran dengan hasil pengamatan pada resistor ?
mengapa bisa terjadi ?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Dari besarnya nilai resistansi yang tertera pada resistor buatlah kesimpulan tentang kedua
jenis resistor !
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3. Hitunglah dua buah resistor dengan menggunakan multimeter dan hitung pula toleransinya !
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………….
RANGKAIAN RESISTOR

A. Tujuan
1. Mampu merangkai resistor secara seri dan paralel
2. Mampu menganalisa rangkaian seri dan paralel dan campuran

B. Teori Singkat
Rangkaian Seri
Adalah suatu rangkaian yang menggabungkan dua buah resistor atau lebih yang diurutkan
sedemikian rupa, sehingga nilai hambatan totalnya menjadi lebih besar. Hal ini dikarenakan nilai
hambatan total merupakan hasil penjumlahan dari semua resistor pembentuknya.

Gambar 1. Rangkaian seri resistor (sumber : http://teknikelektronika.com)


Pada rangkaian seri, I sama untuk setiap komponen, maka :
𝑉 = 𝐼. 𝑅
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑉1 + 𝑉2 + 𝑉3 + … + 𝑉𝑛
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝐼 𝑅1 + 𝐼 𝑅2 + 𝐼 𝑅3 + … + 𝐼 𝑅𝑛
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝐼 (𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3 + … + 𝑅𝑛 )
𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = (𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3 + … + 𝑅𝑛 )
Rangkaian Paralel
Adalah sebuah rangkaian yang menggabungkan dua atau lebih resistor yang dijajar sedemikian
rupa, sehingga nilai hambatan total menjadi lebih kecil dari nilai resistor terkecil yang
membentuknya

Gambar 2. Rangkaian seri resistor (sumber : http://teknikelektronika.com)


Pada rangkaian paralel, V sama untuk setiap komponen, maka :
𝑉
𝐼=
𝑅
𝐼𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝐼1 + 𝐼2 + 𝐼3 + … + 𝐼𝑛
𝑉 𝑉 𝑉 𝑉
𝐼𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = + + + …+
𝑅1 𝑅2 𝑅3 𝑅𝑛
1 1 1 1
𝐼𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑉 ( + + + …+ )
𝑅1 𝑅2 𝑅3 𝑅𝑛
1 1 1 1
𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = ( + + + …+ )
𝑅1 𝑅2 𝑅3 𝑅𝑛

Rangkaian Campuran
Adalah suatu rangkaian yang menggabungkan dua atau lebih resistor yag dihubungkan secara
deret dan sejajar sedemikian rupa, di dalam rangkaian tersebut terdapat hubungan seri dan
paralel

Gambar 3. Rangkaian campuran (seri – parallel) (sumber :http://gokakoelektro.blogspot.co.id)

Adapun cara menyelesaikan perhitungan untuk rangkaian di atas adalah dengan cara
menyelesaikan terlebih dahulu salah satu jenis rangkaian, baru kemudian menggabungkannya
dengan rangkaian lainnya sebagai rangkain pengganti.
Dari contoh gambar rangkaian di atas, maka terlebih dahulu kita menyelesaian rangkaian
pengganti untuk R1 dan R2 sebagai rangkaian seri, setelah itu baru menggabungkannya dengan
R3 yang disusun parallel terhadap R1 dan R2. Setelah menyelesaiakan rangkaian untuk R1, R2
dan R3 maka rangkaian pengganti tersebut kita rangkai dengan R4 secara seri, dengan begitu
kita dapat menentukan nilai hambatan total dari keseluruhan resistor.
C. Alat dan Bahan
1. Papan soket
2. Power supply
3. Multimeter
4. Resistor

D. Prosedur Percobaan
Rangkaian Seri
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Cek semua alat dan bahan dan peralatan, pastikan semua dalam kondisi yang baik
3. Buatlah rangkaian seri sesuai pentunjuk asisten praktikum pada project board
4. Lakukan pembacaan untuk nilai-nilai resistor R1, R2 dan R3, catat hasil pembacaan Anda
dalam tabel
5. Lakukan pengukuran R total pada rangkaian, catat hasil pada tabel
6. Berikan tegangan sumber sebesar 12 volt pada rangkaian
7. Ukurlah besar tegangan yang dirasakan oleh masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Catat
hasil pengukuran dan masukkan hasilnya dalam tabel
8. Ukur arus yang mengalir pada rangkaian dan catat hasil pengukuran anda pada tabel
9. Ulangi langkah kerja 3 – 8 dengan nilai-nilai resistor yang berbeda
10. Lakukan perhitungan nilai R total dengan teori pada tiap langkah kombinasi yang telah Anda
praktikkan.
11. Lakukan perhitungan nilai Arus (I total) dengan tegangan (VR1, VR2, VR3) pada masing-masing
kombinasi dengan menggunakan persamaan hokum Ohm.

Rangkaian Paralel
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Cek semua alat dan bahan dan peralatan, pastikan semua dalam kondisi yang baik
3. Buatlah rangkaian paralel sesuai pentunjuk asisten praktikum pada project board
4. Lakukan pembacaan untuk nilai-nilai resistor R1, R2 dan R3, catat hasil pembacaan Anda
dalam tabel
5. Lakukan pengukuran R total pada rangkaian, catat hasil pada tabel
6. Berikan tegangan sumber sebesar 12 volt pada rangkaian
7. Ukurlah besar tegangan yang dirasakan oleh masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Catat
hasil pengukuran dan masukkan hasilnya dalam tabel
8. Ukur arus yang mengalir pada rangkaian dan catat hasil pengukuran anda pada tabel
9. Ulangi langkah kerja 3 – 8 dengan nilai-nilai resistor yang berbeda
10. Lakukan perhitungan nilai R total dengan teori pada tiap langkah kombinasi yang telah Anda
praktikkan.
11. Lakukan perhitungan nilai Arus (Itotal) dengan tegangan (Vtotal) pada masing-masing kombinasi
dengan menggunakan persamaan hokum Ohm.

Rangkaian Campuran
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Cek semua alat dan bahan dan peralatan, pastikan semua dalam kondisi yang baik
3. Buatlah rangkaian paralel sesuai pentunjuk asisten praktikum pada project board
4. Lakukan pembacaan untuk nilai-nilai resistor R1, R2, R3, R4 dan R5, catat hasil pembacaan
Anda dalam tabel
5. Lakukan pengukuran R total pada rangkaian, catat hasil pada tabel
6. Berikan tegangan sumber sebesar 12 volt pada rangkaian
7. Ukurlah besar tegangan yang dirasakan oleh masing-masing resistor R1, R2, R3, R4 dan R5.
Catat hasil pengukuran dan masukkan hasilnya dalam tabel
8. Ukurlah besar tegangan yang dirasakan masing-masing R1, R2, R3, R4 dan R5. Catat hasil
pengukuran dan masukkan dalam tabel
9. Ulangi langkah kerja 3 – 8 dengan nilai-nilai resistor yang berbeda
10. Lakukan perhitungan nilai R total (R1, R2, R3, R4 dan R5) dengan teori pada tiap langkah
kombinasi yang telah Anda praktikkan.
11. Lakukan perhitungan nilai Arus (I total) dengan tegangan (VR1, VR2, VR3, VR4, VR5) dan arus (IR1,
IR2, IR3, IR4, IR5) pada masing-masing kombinasi dengan menggunakan persamaan Hukum
Ohm.
12. Hitunglah besar arus (Itotal) dan tegangan (Vtotal) yang mengalir pada rangkaian.
E. Tabel Pengamatan
Tabel 1. Rangkaian Seri
Ohm (Ω) Volt (V) Ampere (A)
No Ket
R1 R2 R3 R total V1 V2 V3 I
1
2
3
4
5

Tabel 2. Rangkaian Paralel


Ohm (Ω) Ampere (A) Volt (V)
No Ket
R1 R2 R3 R total I1 I2 I3 V
1
2
3
4
5

Tabel 3. Rangkaian Campuran


Ohm (Ω) Ampere (A) Volt (V)
No
R1 R2 R3 R4 R5 R total I1 I2 I3 I4 I5 VR1 VR2 VR3 VR4 VR5
1
2
3
4
5

F. Pertanyaan

HUKUM KIRCHOFF

A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat memahami Hukum Kirchoff
2. Mahasiswa dapat menerapkan Hukum Kirchoff pada rangkaian seri dan parallel

B. Teori SIngkat
C. Alat dan Bahan
1. Papan soket / Project board
2. Resistor
3. Power supply / baterai
4. Multimeter
5. Kabel jumper

D. Prosedur Percobaan
Rangkaian seri
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Buatlah rangkaian seri seperti gambar di bawah pada project board (tentukan nilai R1,
R2 dan R3 dengan komponen yang tersedia)
3. Lakukan pengukuran R total pada rangkaian, catat hasil dalam tabel
4. Berikan tegangan sumber sebesar 12 volt pada rangkaian
5. Ukur besar tegangan yang dirasakan oleh masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Catat
hasil pengukuran dan masukkan dalam tabel
6. Ukur arus yang mengalir pada rangkaian dan catat hasil pengukuran dan masukkan
dalam tabel
7. Hitung besar tegangan sumber (Vs) dengan cara menjumlahkan tegangan yang dilalui
pada masing-masing resistor. Catat hasil perhitungan dalam tabel
8. Ulangi langkah 2-7 dengan nilai resistor yang berbeda. Catat hasil praktik pada tabel
(lakukan minimal tiga kali percobaan dengan nilai R berbeda)

Rangkaian parallel
1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Buatlah rangkaian paralel seperti gambar di bawah pada project board (tentukan nilai
R1, R2 dan R3 dengan komponen yang tersedia)
3. Lakukan pengukuran R total pada rangkaian, catat hasil dalam tabel
4. Berikan tegangan sumber sebesar 12 volt pada rangkaian
5. Ukur besar arus yang dirasakan oleh masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Catat hasil
pengukuran dan masukkan dalam tabel
6. Ukur tegangan yang mengalir pada rangkaian dan catat hasil pengukuran pada tabel
7. Hitunglah besar arus totalnya (I total) dengan cara menjumlahkan semua arus yang
dilalui pada masing-masing resistor. Catat hasil perhitungan dalam tabel
8. Ulangi langkah 2-7 dengan nilai resistor yang berbeda. Catat hasil praktik pada tabel
(lakukan minimal tiga kali percobaan dengan nilai R berbeda)

E. Tabel Pengamatan

……………..

A. Tujuan

B. Teori Singkat
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat
menyimpanenergi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan
internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang dibut Farad, berasal dari mana
kah nama ini? Mengapa demikian?
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai
hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782
(dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu
muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya.
1. Kapasitor polar
Kapasitor polar yang biasanya terbuat dari bahan metal-oksida adalah kapasitor yang
memiliki dua kutub yaitu + dan -, jadi pemasangan tidak boleh terbalik. Bagaimana sifat
bahan ini sehingga dapat menjadi bahan pembuat kapasitor?
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
Contoh Kapasitor polar adalah Kapasitor Elco,untuk bentuk fisik dan simbol perhatikan
gambar berikut :

Nilai untuk kapasitor Elco adalah mikro Farad (uF), nah untuk membaca nilai kapasitas pada
Kapasitor Elco sangatlah mudah. Karena di bagian badannya sudah ada nilai kapasitas serta
tegangan kerja maksimal kapasitor tersebut. Contoh : 10uF/16V artinya kapasitor ini memiki
kapasitas 10 mikro Farad (uF) dan tegangan kerja maksimal 16V. Jika kapasitor ini di beri
tegangan melebihi tegangan kerja maksimal maka kasitor akan meledak, contoh kapasitor
Elco 2200uF/16V diberi tegangan 24V maka kapasitor tersebut akan meledak.
2. Kapasitor non-polar
Kapasitor non-polar yang biasanya terbuat dari bahan-bahan film (Polyester,
Polystyrene, Polyprophylene, Polycarbonate, Metalized paper, dll ) adalah Kapasitor yang
tidak memiliki kutub + dan -. Contoh Kapasitor non-polar adalah Kapasitor Ceramic, Mylar,
MKM, dan MKT. untuk bentuk dan simbol perhatikan gambar ini.
Simbol kapasitor non polar Bentuk kapasitor non polar

Jika terdapat Kapasitor non-polar yang di bagian badannya terdapat angka 103J, pertanyaannya
berapakah nilai kapasitas kapasitor ini ?
Angka pertama dan angka kedua menunjukkan angka kapasitas kapasitor sedangkan angka ketiga
menunjukkan faktor pengali.

103J=10x103 pF

Kode huruf memiliki makna toleransi, huruf "J" nya itu berarti toleransi 5%.

Bagaimana jika resistor dan kapasitor dirangkai seri dalam sebuah rangkaian? Apakah
kapasitor akan langsung terisi penuh? Mengingat secara teori, konstanta waktu sebanding dengan
nilai resistansi dikali nilai kapasitas
𝜏=𝑅𝑥𝐶
Dalam praktikum ini Anda akan ditugaskan untuk menyelidiki bagaimana pengaruh kapasitas
kapasitor terhadap waktu pengisian kapasitor? Bagaimana juga pengaruh kapasitas kapasitor
terhadap waktu pengosongannya kapasitor? Menurut Anda apakah sama waktu yang diperlukan
untuk pengisian dan pengosongan?

1. Rumusan masalah
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
2. Hipotesis
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
3. Pengujian hipotesis
 Penentuan Variabel
a. Variabel bebas : ...................................................................
b. Variabel terikat : ...................................................................
c. Variabel kontrol : ...................................................................
 Definisi Operasional
a. ...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
b. ...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................

 Alat dan bahan


..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
 Prosedur Kerja
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................

 Gambar rangkaian
Skema
rangkaian
Gambar
rangkaian

 Tabel Pengamatan
1) R = ........ Ω C = .......... µF
Pengisian Pengosongan
No
t V t V
2) R = ........ Ω C = .......... µF
Pengisian Pengosongan
No
t V t V
4. Analisis data
 Grafik pengisian dan pengosongan kapasitor menurut teori
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
 Grafik pengisian dan pengosongan pada rangkaian pertama (R = ......... dan C = ..............)
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

 Grafik pengisian dan pengosongan pada rangkaian kedua (R = ......... dan C = ..............)
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

 Pembahasan
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

5. Kesimpulan
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................