Anda di halaman 1dari 7

Analisis Rentabilitas Industri Pengolahan Kecap CV.

Aneka Guna
Di Kota Langsa

Widyawati*

Abstract
Soy industry as one of the downstream agribusiness industries can encourage
the increasing of soybean production in Aceh. The existences of fairly large
agroindustry perceive a role in economic development, especially the development of
food crops in this area. This study aimed to determine the business feasibility
through its profitability. Profitability of a soy industry shows the comparison
between the net income and capital used in industry level.
The research result showed that the ability of industry to gain net income is
23.97 persen, greater than the interest rate 18persen per year. Thus the soy
processing industry CV. Aneka Guna is beneficial to be implemented. The amount of
net benefit was IDR 108.59 million/year and the amount of capital needed was IDR
453 million /year. This industry provides favorable result in terms of profitability,
where the percentage of net benefit gained by industry was 23.97persen per year
from each of 100persen of capital employed.

Key word : soy industry, capital gain, profitability

PENDAHULUAN pertanian dalam arti luas. Yang


Pembangunan sektor industri dimaksud dengan ada hubungannya
merupakan bagian dari pembangunan dalam arti luas adalah kegiatan yang
nasional yang terus digalakkan oleh mendukung kegiatan pertanian dan
pemerintah. Keberhasilan sektor kegiatan usaha yang didukung oleh
industri sangat terkait dengan kegiatan pertanian.
keberhasilan sektor pertanian, sebab Pengembangan agroindustri
hasil-hasil pertanian merupakan bahan dapat meningkatkan kualitas serta
baku dari sebagian industri-industri kuantitas hasil-hasil pertanian. Hal ini
lainnya. Kegiatan bisnis pertanian dapat dilihat dari pengertian
(agribisnis) bila dipandang sebagai agroindustri yaitu kegiatan industri
suatu sektor perekonomian, sangat yang memanfaatkan hasil-hasil
menentukan bagi kemajuan
pertanian segar sebagai bahan baku
perekonomian tersebut secara yang selanjutnya diolah menjadi
keseluruhan dan berpengaruh besar berbagai jenis produk olahan. Salah
dalam memberikan kontribusi kepada satu hasil pertanian adalah kacang
pertumbuhan nasional suatu negara. kedelai yang dapat diolah menjadi
Agribisnis merupakan suatu kesatuan berbagai produk olahan, diantaranya
kegiatan usaha yang meliputi salah satu kecap.
atau keseluruhan dari mata rantai
produksi, pengolahan hasil dan
pemasaran yang berhubungan dengan

____
* Staf Pengajar Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 18


Kecap adalah salah satu produk merambat dan merupakan bahan
olahan dari kedelai yang dihasilkan pangan nabati yang digolongkan
dari hasil fermentasi dengan atau tanpa sebagai bahan pangan tinggi protein
gula kelapa dan bumbu. Kecap setara susu, telur dan keju.
merupakan bahan pelengkap masakan Permintaan masyarakat yang
yang banyak digemari oleh seluruh terus meningkat mengakibatkan usaha
lapisan masyarakat, baik masyarakat ini terus melakukan proses produksi
pedesaan maupun perkotaan. Kecap bahkan memperbesar volume
dapat dikonsumsi secara langsung produksinya, tentunya dengan tetap
maupun dicampurkan ke dalam bahan mempertahankan kualitas produk.
makanan lain sebagai bumbu dalam Sejalan dengan itu, modal yang
masakan. Sebagian masyarakat kita dikeluarkan untuk biaya produksi terus
menggunakan kecap sebagai penyedap
meningkat sehingga perusahaan tetap
dari pada sebagai makanan. berupaya untuk menggunakan modal
Mengkonsumsi kecap bukanlah yang tersedia sebaik mungkin.
sekedar menikmati rasa asin atau
manis, tetapi kecap kedelai juga Besarnya nilai produksi sangat
mengandung zat gizi tinggi. tergantung pada besarnya modal, harga
jual, volume penjualan dan baik
CV. Aneka Guna merupakan tidaknya pengelolaan perusahaan.
salah satu industri skala menengah Meskipun memiliki modal yang besar,
yang memproduksi kecap asin sebagai tetapi harga jual yang rendah dan
produk akhir yang dikenal sebagai pengelolaan yang tidak baik maka nilai
produk khas Kota Langsa. Industri produksi yang dihasilkan perusahaan
pengolahan kecap CV. Aneka Guna akan rendah, begitu juga sebaliknya.
mencerminkan keselarasan antara Maka semakin besar nilai produksi
sektor pertanian dan sektor industri yang dihasilkan dari suatu usaha,
yaitu dengan menampung sebagian
semakin besar pula keuntungan yang
hasil produksi pertanian rakyat akan diperoleh.
terutama kacang kedelai sebagai bahan
baku (input) utama dalam proses Untuk mengetahui kelayakan
pengolahan kecap sehingga pembagian suatu usaha dapat dilakukan melalui
pendapatan masyarakat lebih merata. pendekatan rentabilitas. Rentabilitas
Perusahaan ini sudah berjalan cukup suatu usaha menunjukkan
lama, sehingga produknya sudah perbandingan antara laba dengan modal
dikenal luas oleh masyarakat Nanggroe yang menunjukkan kemampuan suatu
Aceh Darussalam dan Sumatera Utara usaha untuk menghasilkan laba dalam
(khususnya Pematang Siantar, periode tertentu.
Tarutung dan Medan). Berdasarkan uraian di atas perlu
Kedelai sebagai bahan baku dilakukan suatu penelitian untuk
utama pada industri ini, sebagian dibeli mengkaji apakah penggunaan modal
dari Bireun, tetapi jika persediaannya untuk biaya produksi dapat
tidak mencukupi kebutuhan maka memberikan keuntungan bagi industri
perusahaan membeli dari daerah pengolahan kecap tersebut.
Sumatera Utara. Kedelai merupakan
salah satu hasil pertanian yang METODE PENELITIAN
memiliki nilai ekonomi tinggi. Kedelai
(Glycine max) termasuk tanaman Penelitian ini dilaksanakan pada
kacang-kacangan yang tumbuh Industri Pengolahan Kecap CV. Aneka

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 19


Guna di Kecamatan Langsa Kota. b. Produksi adalah keseluruhan hasil
Penentuan lokasi penelitian ini produksi yang berasal dari
berdasarkan pertimbangan bahwa pengolahan kedelai menjadi kecap
industri tersebut merupakan penghasil (Lusin/Tahun).
produk kecap asin terbesar saat ini. c. Harga jual adalah harga jual kecap
Ruang lingkup penelitian berbatas pada yang berlaku pada saat penelitian
tingkat perbandingan laba yang (Rp/Lusin).
diperoleh dengan modal yang telah d. Nilai produksi adalah penerimaan
dikeluarkan (tingkat rentabilitas). kotor yang diperoleh dari hasil kali
produksi dengan harga jual
Metode yang digunakan dalam
(Rp/Tahun).
penelitian ini adalah metode studi
e. Laba adalah selisih antara nilai
kasus (case study). Taken (1965:21)
penerimaan dengan seluruh biaya
menyatakan studi kasus dapat
yang dikeluarkan dalam proses
berbentuk satu individu, institusi atau
produksi (Rp/tahun).
perusahaan yang dianggap sebagai
f. Rentabilitas adalah perbandingan
suatu kesatuan di dalam penelitian
laba yang diperoleh dengan modal
yang bersangkutan. Pengambilan
yang telah dikeluarkan dalam satu
sampel dilakukan secara sengaja
tahun (persen).
(purposive sampling). Penentuan ini
Metode Analisis yang
didasarkan kepada pertimbangan
digunakan adalah analisis rentabilitas
bahwa perusahaan tersebut berproduksi
usaha dengan formula,
secara terus-menerus dan memiliki
manajemen yang terbuka sehingga
lebih mudah memperoleh informasi (Riyanto, 1992 :
yang dibutuhkan.
28)
Sedangkan teknik pengumpulan
data diperoleh dari dua sumber yaitu Dimana :
data primer dan data sekunder. R = Tingkat rentabilitas yang
1. Data primer diperoleh melalui dicapai (persen)
wawancara langsung dengan L= Laba yang diperoleh dalam
pimpinan dan karyawan industri satu tahun (Rp/Tahun)
pengolahan Kecap CV. Aneka M = Modal yang digunakan
Guna, dan dalam satu tahun
2. Data sekunder diperoleh dari studi (Rp/Tahun)
kepustakaan, instansi dan pihak-
pihak yang ada kaitannya dengan Perhitungan rentabilitas
penelitian ini. digunakan untuk mengukur besarnya
Variabel yang digunakan dalam penggunaan modal di dalam suatu
penelitian ini adalah sebagai berikut : perusahaan dimana akan diperoleh laba
a. Biaya produksi (modal) adalah dan dinyatakan dalam persen (persen),
keseluruhan biaya yang maka formula di atas akan diturunkan
dikeluarkan selama proses keputusan sebagai berikut :
produksi berlangsung. Biaya ini 1. Jika rentabilitas > tingkat bunga
terdiri dari biaya input/sarana modal yang berlaku, maka usaha
produksi, biaya penyusutan alat tersebut akan menguntungkan
dan mesin, biaya sewa tempat, untuk diusahakan.
biaya tenaga kerja dan biaya 2. Jika rentabilitas < tingkat bunga
umum (Rp/Tahun). modal yang berlaku, maka usaha

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 20


tersebut belum menguntungkan keseluruhan biaya yang dikeluarkan
untuk diusahakan. oleh industri pengolahan kecap CV.
Aneka Guna dalam kegiatan produksi
kecap selama proses produksi
HASIL DAN PEMBAHASAN berlangsung dan dinyatakan dalam
1. Biaya Produksi (Modal) Rp/Tahun.
Biaya produksi (modal) yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah

Tabel 1. Rincian Biaya Input/ Sarana Produksi per Tahun pada Industri Pengolahan
Kecap CV. Aneka Guna.
Harga Total
No Uraian Satuan Jumlah persen
(Rp/Satuan) (Rp/Tahun)
1 Kacang Kedelai Kg 19.200 2.500 48.000.000 33,42
2 Tepung Terigu Kg 12.000 3.500 42.000.000 29,24
3 Garam Kg 19.200 450 8.640.000 6,02
4 Gula Tebu Kg 19.200 2.200 42.240.000 29,41
5 Gula Tetes Kg 2.400 150 360.000 0,25
6 Kayu Bakar Truk 12 200.000 2.400.000 1,67
Jumlah 143.640.000 100
Sumber : Data Primer (diolah), 2007

a. Biaya Input/ Sarana Produksi Biaya penyusutan alat dan


Tabel 1 menjelaskan mesin yang dikeluarkan industri
keseluruhan biaya input/sarana pengolahan kecap CV. Aneka Guna
produksi yang dikeluarkan industri dalam 1 (satu) tahun adalah Rp
pengolahan kecap CV. Aneka Guna 3.190.000. Biaya penyusutan terkecil
dalam 1 (satu) tahun sebesar Rp adalah tongkat aduk sebesar Rp 10.000,
143.640.000 dengan biaya terbesar sedangkan untuk biaya penyusutan
yang dikeluarkan adalah biaya terbesar adalah drum kecil yaitu
pembelian kacang kedelai sebagai sebesar Rp 1.500.000.
bahan baku utama sebesar Rp c. Biaya Sewa Tempat
48.000.000 dengan persentase Biaya sewa tempat merupakan
mencapai 33,42persen. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk
biaya terkecil dikeluarkan untuk memperoleh lokasi strategis dalam
pembelian gula tetes yaitu sebesar Rp melakukan aktivitas produksi, diukur
360.000. dalam Rp/Tahun. Tempat usaha ini
b. Biaya Penyusutan Alat dan Mesin merupak milik pribadi, tetapi tetap
Biaya penyusutan alat dan diperhitungkan sebagai perkiraan biaya
mesin adalah biaya yang dikeluarkan yang telah dikeluarkan. Besarnya harga
sehubungan dengan menyusutnya alat sewa tempat pada saat penelitian
dan mesin yang digunakan dalam sebesar Rp. 6.000.000/tahun.
proses produksi. Dalam usaha ini alat d. Biaya Tenaga Kerja
dan mesin yang digunakan terdiri dari : Sistem pemberian upah kepada
(1) Mesin Pompa Air, (2) Alat press tenaga kerja dibayar setiap bulan. Besar
tutup botol, (3) Drum kecil, (4) Kuali, kecilnya upah dipengaruhi oleh
(5) Rak fermentasi, (6) Tongkat aduk, kedudukan pekerja tersebut di dalam
(7) Bak penampung, (8) Kuali perebus

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 21


industri atau perusahaan. Rincian biaya Guna dalam 1 (satu) tahun dapat dilihat
tenaga kerja yang dikeluarkan oleh pada tabel di bawah ini :
industri pengolahan kecap CV. Aneka
Tabel 2. Rincian Biaya Tenaga Kerja per Tahun pada Industri Pengolahan Kecap
CV. Aneka Guna.
Jumlah Total
Gaji/bulan Total Gaji/tahun
No Kedudukan Pekerja Gaji/bulan
(Rp/bulan) (Rp/tahun)
(orang) (Rp/bulan)
1 Direktur 1 1.550.000 1.550.000 18.600.000
2 Kepala Bagian 8 1.100.000 8.800.000 105.600.000
3 Pekerja 21 650.000 13.650.000 163.800.000
Jumlah 30 24.000.000 288.000.000
Sumber : Data Primer (diolah), 2007

Tabel 2 dapat dilihat bahwa mengeluarkan biaya tenaga kerja


biaya tenaga kerja yang telah sebesar Rp. 288.000.000.
dikeluarkan oleh industri pengolahan e. Biaya Umum
kecap CV. Aneka Guna dalam 1 (satu) Biaya umum merupakan biaya
bulan sebesar Rp 24.000.000, sehingga yang tidak terlihat secara langsung
dalam 1 (satu) tahun industri dalam industri pengolahan kecap CV.
pengolahan kecap CV. Aneka Guna Aneka Guna, tetapi sangat berguna
untuk kelancaran produksi.
Tabel 3. Rincian Biaya Umum per Tahun pada Industri Pengolahan Kecap CV.
Aneka Guna.
No Uraian Total Biaya (Rp/Tahun)
1 Biaya Listrik 3.600.000
2 Biaya Telepon 1.800.000
3 Biaya PDAM 780.000
4 Biaya PBB 6.000.000
Jumlah 12.180.000
Sumber : Data Primer (diolah), 2007

Modal yang digunakan oleh 2. Produksi


industri pengolahan kecap CV. Aneka Produksi yang dimaksud dalam
Guna merupakan modal sendiri dan penelitian ini adalah besarnya jumlah
tidak digunakan modal dari bank, produksi kecap yang dihasilkan oleh
namun peneliti mengaitkannya dengan industri pengolahan kecap CV. Aneka
bank untuk melihat besarnya tingkat Guna selama satu tahun dan diukur
suku bunga modal yang berlaku. Suku dalam satuan lusin/tahun. Besar
bunga yang diperhitungkan adalah kecilnya produksi akan memberi
18persen per tahun. Rincian jumlah pengaruh terhadap keuntungan yang
biaya produksi yang telah dikeluarkan diperoleh suatu industri. Dalam satu
oleh industri pengolahan kecap CV. bulan usaha ini melakukan proses
Aneka Guna secara keseluruhan produksi sebanyak 4 kali, dengan hasil
berdasarkan sifat dari biaya tersebut produksi rata-rata 300 lusin kecap
dirinci dalam biaya variabel dan biaya untuk 1 kali proses produksi. Dengan
tetap dengan total biaya sebesar Rp demikian dapat diasumsikan bahwa
453.010.000,- dalam satu tahun usaha ini akan

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 22


melakukan proses produksi sebanyak diperhitungkan, sebab tingkat harga
48 kali proses produksi. Hasil jual sangat erat hubungannya dengan
penelitian menunjukkan besarnya penerimaan perusahaan. Harga jual
produksi kecap selama satu tahun kecap yang berlaku pada saat penelitian
adalah 14.400 lusin. adalah Rp 39.000/lusin, sehingga
diperoleh nilai produksi sebesar Rp
561.600.000 dalam satu tahun.
3. Nilai Produksi
Nilai produksi adalah
penerimaan kotor yang diperoleh dari 4. Laba
Tingkat keuntungan sangat
rata-rata jumlah produksi dikalikan
mempengaruhi tinggi rendahnya
dengan harga jual yang berlaku dan
tingkat rentabilitas yang diperoleh
dinyatakan dalam Rupiah/tahun. Harga
perusahaan. Besarnya keuntungan yang
jual akan menentukan besarnya
diterima oleh industri pengolahan
keuntungan yang akan diperoleh suatu
kecap CV. Aneka Guna dalam 1 (satu)
usaha. Pada umumnya dalam
tahn tercantum pada tabel di bawah ini.
penetapan harga jual, seluruh biaya
yang telah dikeluarkan turut

Tabel 4. Jumlah Keuntungan Per Tahun Pada Industri Pengolahan Kecap CV.
Aneka Guna.
No Uraian Satuan Jumlah
1 Produksi Lusin/Tahun 14.400
2 Nilai Produksi Rupiah/Tahun 561.600.000
3 Biaya Produksi Rupiah/Tahun 453.010.000
4 Laba Rupiah/Tahun 108.590.000
Sumber : Data Primer (diolah), 2007

Tabel 8 memperlihatkan bahwa diperoleh, karena laba yang besar dapat


keuntungan yang diperoleh industri diperoleh dari penyediaan korbanan
pengolahan kecap CV. Aneka Guna yang besar pula. Tinggi rendahnya
dalam satu tahun sebesar Rp rentabilitas tidak hanya tergantung
108.590.000, dari hasil produksi pada besarnya laba yang diperoleh
sebesar 14.400 lusin/tahunnya. perusahaan, tetapi juga tergantung pada
Keuntungan ini diperoleh dari nilai besarnya produksi yang dihasilkan dan
produksi yang diperoleh yaitu sebesar besarnya modal yang dikeluarkan
Rp 561.600.000 dikurangi dengan dalam produksi tersebut.
biaya produksi yang telah dikeluarkan Jumlah biaya produksi yang
selama proses produksi yaitu sebesar dikeluarkan oleh industri pengolahan
Rp 453.010.000. kecap CV. Aneka Guna selama satu
tahun proses produksi adalah Rp
5. Analisis Rentabilitas 453.010.000/tahun. Selanjutnya laba
Rentabilitas merupakan yang diperoleh dari jumlah biaya
perbandingan antara laba yang produksi tersebut adalah Rp
diperoleh dengan modal yang telah 108.590.000/tahun. Perhitungan
dikeluarkan untuk menghasilkan laba rentabilitas pada industri pengolahan
tersebut. Untuk melihat kemampuan kecap CV. Aneka Guna per tahun dapat
suatu usaha di dalam memberi manfaat dihitung dengan menggunakan formula
tidaklah hanya cukup dengan berikut ini :
memperlihatkan besarnya laba yang

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 23


Hernanto, F. 1993. Ilmu Usaha Tani.
Penebar Swadaya, Jakarta.
Kartasapoetra. 1988. Pengantar
Ekonomi Produksi Pertanian. PT.
Bina Aksara, Jakarta.
Lempelius, C. 1979. Industri Kecil dan
Perhitungan di atas Kerajinan Rakyat. LP3ES,
menunjukkan bahwa nilai rentabilitas Jakarta.
industri pengolahan kecap CV. Aneka Manullang, M. 1976. Pengantar
Guna telah memberikan tingkat Ekonomi Perusahaan. Penerbit
keuntungan sebesar 23,97persen dari Alumni, Bandung.
modal yang digunakan selama satu Munawir, S. 1981. Analisis Laporan
tahun produksi. Angka rentabilitas Keuangan. Liberty, Jakarta.
sebesar 23,97persen mempunyai arti Mubyarto. 1986. Pengantar Ekonomi
ekonomi yaitu setiap 100persen modal Pertanian. LP3ES, Jakarta.
yang dikeluarkan akan memberikan Riyanto, B. 1992. Dasar-dasar
keuntungan sebesar 23,97persen. Ini Pembelanjaan Perusahaan.
menunjukkan bahwa besarnya modal Yayasan Gajah Mada,
yang digunakan selama satu tahun Yogyakarta.
produksi telah dimanfaatkan secara Rukmana, R. 2001. Membuat Kecap.
efektif dan efisien, didukung oleh Penerbit Kanisius, Jakarta.
tenaga kerja terampil dan sistem Samosir, A.M. 1985. Alat-alat Analisa
manajemen yang baik pula. Dalam Pembelanjaan Perusahaan.
Universitas Nomensen, Medan.
Santoso, H.B. 1994. Kecap dan Tauco
KESIMPULAN Kedelai. Penerbit Kanisius,
1. Besarnya rentabilitas yang Jakarta.
diperoleh adalah 23,97persen, jauh Soekartawi. 1990. Teori Ekonomi
lebih besar dari tingkat suku bunga Produksi. Rajawali Press, Jakarta.
modal yang berlaku yaitu 18persen _________ 2005. Agribisnis Teori dan
per tahun. Dengan demikian Aplikasinya. PT. Raja Grafindo
industri pengolahan kecap CV. Persada, Jakarta.
Aneka Guna akan menguntungkan Soekirno, S. 1997. Pengantar Teori
untuk diusahakan. Mikro Ekonomi. PT. Raja
2. CV. Aneka Guna memberikan Grafindo Persada, Jakarta.
hasil yang menguntungkan ditinjau Su’ud, M.H. 2004. Metodologi
dari segi rentabilitas, dimana Penelitian Aplikasi dalam
persentase rata-rata tingkat Menyusun Usul Penelitian.
keuntungan dari jumlah modal Yayasan Cendekia Membangun
yang digunakan adalah Citra, Jakarta.
23,97persen per tahun dari setiap Su’ud, M.H dan Sri Fitri Hasan. 23005.
100persen modal yang digunakan. Manajemen Agribisnis Dalam
3. Keuntungan yang diperoleh Perspektif Pendekatan Sistem.
industri pengolahan kecap CV. Fakultas Pertanian Unsyiah,
Aneka Guna dalam satu tahun Banda Aceh.
sebesar Rp 108.590.000. Taken, I.B. 1965. Penelitian di Bidang
Ekonomi Pertanian dan Beberapa
DAFTAR PUSTAKA Metode Pengambilan Contoh.
IPB. Bogor.

Agrisep Vol (15) No. 1 , 2014 24