Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK DIGITAL
MODUL II : PENCACAH (COUNTER)

DISUSUN OLEH:
Fadhil Muhammad
16101129
NAMA PARTNER:
Egya Vernando Purba (16101128)

Dosen Pengampu : Dadiek Pranindito ST, MT


Asisten Praktikum : 1. Meliana Putri Permatasari (14101101)
2. Anang Dwi Prakoso (15201003)
3. Twi Alfian N.R (15201045)
Tanggal Praktikum : 6 April 2017
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
JL. DI. PANDJAITAN 128 PURWOKERTO
2017
UNIT II
PENCACAH (COUNTER)

I. DASAR TEORI
A. Pencacah (Counter)
Counter juga disebut pencacah atau penghitung yaitu rangkaian
logika sekuensial yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang
diberikan pada bagian masukan. Counter digunakan untuk berbagai
operasi aritmatika, pembagi frekuensi, penghitung jarak, penghitung
kecepatan yang pengembangannya digunakan luas dalam aplikasi
perhitungan pada instrumen ilmiah, kontrol industri, komputer,
perlengkapan komunikasi, dan sebagainya. [1]
Counter tersusun atas sederetan flip-flop yang dimanipulasi
sedemikian rupa dengan menggunakan peta Karnough sehingga pulsa
yang masuk dapat dihitung sesuai rancangan. Dalam perancangannya
counter dapat tersusun atas semua jenis flip-flop, tergantung karakteristik
masing-masing flip-flop tersebut. [1]
Dilihat dari arah cacahan, rangkaian pencacah dibedakan atas
pencacah naik (Up Counter) dan pencacah turun (Down Counter).
Pencacah naik melakukan cacahan dari kecil ke arah besar, kemudian
kembali ke cacahan awal secara otomatis. Pada pencacah menurun,
pencacahan dari besar ke arah kecil hingga cacahan terakhir kemudian
kembali ke cacahan awal. Tiga faktor yang harus diperhatikan untuk
membangun pencacah naik atau turun, yaitu : [1]
1. Pada transisi mana Flip-flop tersebut aktif. Transisi pulsa dari positif ke
negatif atau sebaliknya.
2. Output Flip-flop yang diumpankan ke Flip-flop berikutnya diambilkan
dari mana. Dari output Q1 atau Q2.
3. Indikator hasil cacahan dinyatakan sebagai output yang mana, output Q1
atau Q2. Ketiga faktor tersebut di atas dapat dinyatakan dalam
persamaan EX-OR.
Secara global counter terbagi atas 2 jenis, yaitu : Syncronus
Counter dan Asyncronous counter. Perbedaan kedua jenis counter ini
adalah pada pemicuannya. Pada Syncronous counter pemicuan flip-flop
dilakukan serentak (dipicu oleh satu sumber clock) susunan flip-flopnya
paralel. Sedangkan pada Asyncronous counter, minimal ada salah satu flip-
flop yang clocknya dipicu oleh keluaran flip-flop lain atau dari sumber
clock lain dan susunan flip-flopnya seri. Dengan memanipulasi koneksi
flip-flop berdasarkan peta karnough atau timing diagram dapat dihasilkan
counter acak, shift counter (counter sebagai fungsi register) atau juga up-
down counter.[1]
B. Asynchronous Counter
Terdapat 3 jenis Asynchronous Counter, yaitu :
1. Asynchronous Binary Up Counter
Counter ini dapat menghitung biangan biner dengan urutan dari
bawah ke atas. Apabila digunakan 4 buah flip-flop, maka dapat
melakukan hitungan paling tinggi adalah 1111. Counter yang dapat
menghitung sampai 1111 disebut 4 bit binary counter. Oleh karena
dapat menghitung dengan cara ke atas, maka disebut pula asynchronous
4 binary up counter. [2]

Gambar 1.1. Rangkaian Asynchronous Binary Up Counter


Pada rangkaian di atas, input J dan K dari seluruh flip-flop dibuat
dalam keadaan 1. Sebelum pulsa pertama yang akan dihitung masuk ke
input, maka seluruh output counter L4, L3, L2 dan L1 dibuat 0 terlebih
dahulu dengan jalan membuat clear dalam keadaan 0 walaupun sesaat.
Selanjutnya apabila pulsa kedua bergerak dari 1 ke 0, output flip-flop 1
akan kembali menjadi 0, akibatnya terjadi perubahan juga pada input
clock flip-flop 2 (dari 1 ke 0) sehingga ouput flip-flop 2 menjadi 1.
Sedangkan flip flop 3 dan 4 outputnya belum mengalami perubahan
karena pulsa input clocknya belum mengalami perubahan dari 1 ke 0.
jadi sekarang output rangkaian counter ini adalah 0010. Begitulah
seterusnya sampai pulsa ke 15 datang. Keempat output rangkaian
counter akan bernilai 1111. Begitu masuk pulsa ke 16 datang maka
output dari masing-masing flip-flop akan berubah menjadi 0000 (seperti
keadaan awal). [2]
2. Asynchronous Binary Down Counter
Prinsip kerja dari counter ini adalah kebalikan dari up counter,
yaitu menghitung bilangan biner dengan urutan mulai dari atas ke
bawah (dari besar ke kecil). Prinsip kerjanyapun tidak jauh berbeda dari
up counter. Bedanya hanya setiap output flip-flop diambil dari output
Q, sedangkan input clocknya dihubungkan dengan output not Q dari
flip-flop sebelumnya. [2]

Gambar 1.2. Rangkaian Asynchronous Binary Down Counter


3. Asynchronous Up Down Counter
Suatu rangkaian elektronik yang mempergunakan sistem digital
sering memerlukan suatu alat pencacah yang dapat menghitung ke atas
dan bisa juga menghitung ke bawah. Alat pencacah yang dapat
melakukan penghitungan seperti ini disebut dengan binary up down
counter. Alat ini dapat menghitung ke atas dan ke bawah dengan
mengatur suatu alat pengontrol tertentu.[2]
C. Synchronous Counter
Pada synchronous counter semua jalur input clock flip flop
dihubungkan, sehingga setiap flip-flop mendapatkan pulsa clock secara
bersamaan. Dengan konfigurasi menghubungkan semua input clock
menjadi satu ini sychronous counter sering disebut dengan paralel counter.
Konfigurasi paralel pada syncronous counter ini memberikan keuntungan
pada synchronous counter yaitu tidak terjadinya penundaan waktu
propagasi (propagation delay). Synchronous counter juga memanfaatkan
kondisi togle dari sebuah flip flop, pada synchronous counter flip-flop
pertama akan selalu togle kemudian flip-flop selanjutnya akan togle pada
saat output Q flip-flop sebelumnya berlogika HIGH. Untuk mendapatkan
kondisi seperti itu pada synchronous counter ditambahkan gerbang AND
untuk membaca logika output flip-flop sebelumnya. [3]

Gambar 1.3. Rangkaian 4 Bit Synchronous Counter


Dari rangkaian synchronous counter diatas untuk mendapatkan
kondisi togle dari logika HIGH pada output flip-flop sebelumnya dipasang
AND gate seperti terlihat pada gambar diatas. Dengan pemasangan AND
seperti pada gambar diatas maka : [3]
 Flip-flop pertama akan togle setiap input clock diberikan.
 Flip-flop kedua akan togle hanya pada saat output flip-flop pertama
(Q0) dalam kondisi high.
 Flip-flop ketiga hanya akan togle apabila output flip-flop pertama (Q0)
dan output fli-flop kedua (Q1) dalam kondisi high.
 Flip-flop keempat hanya akan togle pada saat output flip-flop pertama
(Q0), output flip-flop kedua (Q1) dan output flip-flop ketiga (Q2) dalam
kondisi high.
II. HASIL DATA
A. Pencacah Sinkron
a. Pencacah biner modulo-8
Dari rangkaian berikut, lengkapi tabel kebenarannya.

Gambar 2.1. Rangkaian Pencacah Sinkron Modulo-8


Tabel 2.1. Tabel kebenaran Pencacah Sinkron Modulo-8
Keluaran
Pulsa Klok ke-
QA QB QC
0 0 0 0
1 0 0 1
2 0 1 0
3 0 1 1
4 1 0 0
5 0 0 1
6 1 1 0
7 1 1 1
8 0 0 0
9 0 0 1
10 0 1 0

Gambar 2.2. Pencacah Sinkron Modulo-8


B. Pencacah Tak Sinkron
a. Pencacah Biner Modulo-8
Dari Rangkaian berikut, lengkapi tabel kebenarannya.

Gambar 2.3. Rangkaian Pencacah Tak Sinkron Modulo-8


Tabel 2.2. Tabel Kebenaran Pencacah Tak Sinkron Modulo-8
Keluaran
Pulsa Klok ke-
QC QB QA
0 0 0 0
1 1 0 0
2 0 1 0
3 1 1 0
4 0 0 1
5 1 0 1
6 0 1 1
7 1 1 1
8 0 0 0
9 1 0 0
10 0 1 0

Gambar 2.4. Pencacah Tak Sinkron Modulo-8 klok ke-7


b. Pencacah Biner Modulo-6
Dari Rangkaian berikut, lengkapi tabel kebenarannya.

Gambar 2.5. Rangkaian Pencacah Tak Sinkron Modulo-6

Tabel 2.3. Tabel Kebenaran Pencacah Tak Sinkron Modulo-6


Keluaran
Pulsa Klok ke-
QC QB QA
0 0 0 0
1 1 0 0
2 0 1 0
3 1 1 0
4 0 0 1
5 1 0 1
6 0 0 0
7 1 0 0
8 0 1 0

Gambar 2.6. Pencacah Tak Sinkron Modulo-8 klok ke-7


III. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum modul kedua ini, praktikan melakukan percobaan
dengan menggunakan digital experimenter untuk melakukan percobaan
dengan rangkaian pencacah sinkron dan pencacah tak sinkron. Perangkat
yang digunakan antara lain digital experimenter, papan sirkuit, kabel jumper
dan power supply serta IC 7408 (gerbang AND). Flip flop berperan penting
dalam rangkaian pencacah karena flip flop mampu menyimpan satu bit secara
semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti
isi dari bit yang disimpan. Flip flop juga mempengaruhi jenis pencacah yang
akan dibuat.
Percobaan pertama, praktikan membuat rangkaian pencacah sinkron
modulo-8. Pencacah sinkron merupakan susunan rangkaian dari beberapa flip
flop yang bersumber dari klok yang sama sehungga dapat mencacah atau
menghitung pulsa masukanya. Hasil pencacahnan dikeluarkan dalam bentuk
biner atau BCD (Binary Code Decimal). Pencacah pertama adalah pencacah
sinkron dimana flip flop bekerja serempak saat masukan klok satu sumber
aktif. Dengan menggunakan digital experimenter dapat dirangkai pencacah
sinkron biner modulo-8. rangkaian terdiri dari tiga JK flip flop yang saling
terhubung, dan masing-masing terhubung klok. Terdapat satu gerbang AND
dimana disalurkan pada masing-masing saluran J. Terdapat keluaran dengan
tiga lampu yang terhubung pada masing-masing Q dan satu pengendali reset.
Setelah semua kabel terpasang dengan benar, langkah selanjutnya yang kita
lakukan adalah mengujinya, yaitu dengan menggunakan power supply yang
ditancapkan kabel berwarna hitam dan merah yang artinya kabel positif dan
negatif dipapan sirkuit tersebut dan di power supply saling menghubungkan
satu dengan yang lain hubungkan dengan listrik dan kemudian nyalakan
power supply. Hidupkan power supply dan pada rangkaian hidupkan tombol
reset menjadi on kemudian tekan klok maka nilai awal pada rangkaian
bernilai 0 sehingga lampu pada JK flip flop dalam keadaan mati seluruhnya
(000) dan apabila kita menekan lagi klok tersebut maka rangkaian akan
bernilai 1 sehingga lampu pada JK flip flop yang pertama akan hidup,
pembacaannya dari kanan (001) dan jika klok ditekan kembali maka akan
bernilai 2 sehingga lampu pada JK flip flop yang kedua akan hidup dan yang
lainnya akan mati (010). Kemudian apabila klok ditekan lagi maka rangkaian
kan bernilai 3 sehingga lampu pada JK flip flop pada urutan pertama dan
kedua akan menyala (011). Apabila klok ditekan lagi maka pada rangkaian
akan bernilai 4 sehingga lampu pada JK flip flop urutan ketiga akan menyala
(100). Kemudian apabila klok ditekan lagi maka rangkaian akan bernilai 5
sehingga lampu pada JK flip flop yang pertama dan ketiga akan menyala
(101). Selanjutnya apabila klok ditekan kembali maka nilai pada rangkaian
akan bernilai 6 sehingga lampu pada JK flip flop yang akan menyala yaitu
urutan kedua dan ketiga (110). Selanjutnya apabila klok ditekan kembali
maka rangkaian akan bernilai 7 sehingga lampu pada JK flip flop yang akan
menyala yaitu ketiga lampu tersebut (111) dan seterusnya. Jadi apabila kita
menekannya berulang-ulang maka lampu pada rangkaian seolah-olah akan
berjalan sesuai hitungan (nilai) dan akan kembali ke nol seluruhnya (0)
apabila pulsa kloknya kedelapan atau kelipatan delapan lalu mengulangi lagi.
Saat klok ditekan kesembilan kali maka hanya satu lampu yang menyala pada
QC (001) seperti pada awal lalu klok kesepuluh lampu menyala hanya pada
lampu QB (010).
Pada percobaan kedua dan ketiga, praktikan melakukan percobaan
dengan pencacah tak sinkron modulo-8 dan pencacah tak sinkron modulo-6.
Kedua rangkaian ini merupakan rangkian yang tidak menggunakan IC 7408
(Gerbang AND). Pada pencacah tak sinkron modulo-8 dan modulo-6
menghasilkan keluaran yang sama pada keluaran QA, QB, dan QC, bedanya
pada saat klok kedelapan modulo-8 berubah menjadi nol (0) seluruhnya
sedangkan pada modulo-6 seluruh keluaranya bernilai nol (0). Output kedua
rangkaian ini akan sama, yang berbeda hanya pulsa kloknya. Pencacah tak
sinkron dinamakan juga serial Counter karena output yang dihasilkan masing
– masing flip flop yang digunakan akan berubah kondisi dari 0 ke 1, atau
sebaliknya dengan secara berurutan . Hal ini disebabkan karena hanya flip –
flop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan
clock untuk flip – flop yang lainnya diambil dari masing – masing flip flop
sebelumnya.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. IC yang digunakan dalam rangkaian pencacah sinkron modulo-8 adalah
IC 7408 (Gerbang AND).
2. Output pada rangkaian pencacah sinkron modulo-8, pencacah tak
sinkron modulo-8 dan modulo-6 hasilnya sama.
3. Pada pencacah modulo-8 pada pulsa klok ke-8 outputnya 000 dan akan
mengulang output seperti pulsa klok ke-1 pada pulsa klok ke-9 dan
seterusnya.
4. Pada pencacah modulo-6 pada pulsa klok ke-6 outputnya 000 dan akan
mengulang output seperti pulsa klok ke-1 pada pulsa klok ke-7 dan
seterusnya.
B. Saran
1. Perhatikan pemasangan kutub + dan – pada saat akan mengalirkan daya
ke Digital Experimenter.
2. Perhatikan pada saat pemasangan IC, tidak boleh terbalik karena akan
menyebabkan panas dan rusak.
3. Perhatikan kerangka rangkaian, termasuk jenis Synchronous atau
Asynchronous.
4. Perhatikan kabel jumper yang digunakan, harus sesuai dengan Digital
Experimenter yang digunakan.
V. DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Rizki, "Carpe Diem," 5 Juli 2011. [Online]. Available:
http://www.adityarizki.net/tutorial-teknik-digital-rangkaian-pencacah-
counter/ . [Accessed 8 April 2017].
[2] H. Almakky, "Harianja Uniks," 14 Mei 2015. [Online]. Available:
http://www.uniksharianja.com/2015/05/counter-atau-rangkaian-
pencacah.html. [Accessed 8 April 2017].
[3] Admin, "Elektronika Dasar," 5 November 2015. [Online]. Available:
http://elektronika-dasar.web.id/synchronous-counter/. [Accessed 8 April
2017].