Anda di halaman 1dari 3

Homoseksual

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantis dan/atau seksual atau perilaku antara
individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas
mengacu kepada "pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau
ketertarikan romantis" terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama,
"Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial
berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lain yang
berbagi itu."

Kata homoseksual adalah hasil penggabungan bahasa Yunani dan Latin dengan elemen
pertama berasal dari bahasa Yunani ὁμός homos, 'sama' (tidak terkait dengan kata Latin homo,
'manusia', seperti dalam Homo sapiens), sehingga dapat juga berarti tindakan seksual dan kasih
sayang antara individu berjenis kelamin sama, termasuk lesbianism. Gay umumnya mengacu pada
homoseksualitas laki-laki, tetapi dapat digunakan secara luas untuk merujuk kepada semua orang
LGBT. Dalam konteks seksualitas, lesbian, hanya merujuk pada homoseksualitas perempuan. Kata
"lesbian" berasal dari nama pulau Yunani Lesbos, di mana penyair Sapfo banyak sekali menulis
tentang hubungan emosionalnya dengan wanita muda.

Berikut adalah beberapa argumentasi-argumentasi yang menyetujui tentang


homoseksuaitas:

1. Dosa Sodom bukanlah homoseksualitas.


2. Heteroseksualitas itu tidak wajar bagi homoseksual (Roma 1:26).
3. Yesaya meramalkan bahwa para homoseksual ada di dalam kerajaan Allah (Yes 56:5).
4. Daud dan Yonathan juga adalah homoseksual.
5. Harusnya tidak ada batasan seksual di antara orang-orang dewasa yang setuju untuk
melakukannya.
6. Moral telah berubah sejak zaman dahulu kala.

Dengan adanya argumentasi-argumentasi di atas, maka berikut ini adalah tanggapan-


tanggapan Alkitab mengenai perkara-perkara di atas.
1. Dosa Sodom adalah homoseksualitas karena dalam ayat 7, kata mengenal tidak hanya
berarti mengenal malainkan ada sesuatu yang jahat yang dimaksudkan. Mengapa
menawarkan anak perempuan yang masih perawan untuk meredakan emosi mereka
jika maksud mereka bukanlah seksual?
2. Dosa homoseksualitas adalah bertentangan dengan alam. Kitab suci menyatakan bahwa
praktik-praktik homoseksual itu melawan alam (Rom 1:26).
3. Nubuatan Yesaya adalah mengenai sida-sida, bukanlah tentang homoseksual. Yesaya
tidak menubuatkan mereka akan diterima masuk ke dalam kerajaan Allah.
4. Daud dan Yonathan bukan homoseksual. Ketertarikan Daud pada Batsyeba
menunjukkan bahwa doa adalah heteroseksual, bahkan jika kita lihat dari jumlah istri
yang dimilikinya, adalah sulit untuk menyatakan bahwa dia homoseksual. Kasihnya
kepada Yonathan bukanlah seksual, melainkan kasih persahabatan.
5. Anggapan bahwa dua orang dewasa setuju melakukannya tidak dapat dikatakan bemar.
Dua orang dewasa yang stuju untuk menculik anak tidak menjadikan mereka benar.
Bahkan jika yang dilakukan hanya di antara mereka, maka hal itu tidak menjadikan
mereka benar.
6. Moralitas tidak pernah berubah, yang berubah adalah pemahaman kita terhadap
prinsip-prinsip tersebut dan saat kita sendiri melakukannya.

Beberapa keberatan telah dilontarkan terhadap berbagai macam argumentasi untuk


menjawab homoseksualitas.

1. Argumentasi-argumentasi ini menghasilkan homophobia.


Orang-oranng yang menentang kasus ini, menghasilkan ketakutan yang tidak wajar dan
membangkitkan semacam hysteria terhadap homoseksual dan bahwa ini merupakan
tindakan yang berlebihan yang berdasarkan emosi.
2. Argumentasi ini menimbulkan diskriminasi terhadap homoseksual.
Kita harus membedakan antara orang yang dan kelakuannya. Hanya perilaku
homoseksual yang tidak dapat disetujui, bukan orangnya.
3. Keberatan ini meniadakan kasih Kristen untuk semua orang.
Kita tidak dapat memenangkan seseorang dengan menolak mereka. Penolakan total
membuat mereka semakin jauh ke dalam dosa mereka. Kasih mencapai orang-orang
berdosa, kasih tidak menolak mereka. Orang-orang homoseksual membutuhkan belas
kasihan, bukan kutukan.

Kesimpulan:

Allah menetapkan bahwa seks harus digunakan untuk di dalam konteks hubungan seksual
yang monogami. Praktik-praktik homoseksual yang dilakukan itu bertentangan dengan Alkitab.
Perjanjian lama menganggapnya sebagai pelanggaran besar, sedangkan perjanjian baru
menyebutnya dasar-dasar ekskomunikasi. Paulus bahkan mencatat bahwa tidak ada homoseksual
yang akan mewarisi kerajaan Allah. Bahkan ia mencatat bahwa perilaku tersebut tidak wajar, najis,
memalukan, tidak senonoh, jahat dan sangat dibenci.

Selain argumentasi dari Alkitab, masyarakat juga menentang. Tidak ada masyarakat, baik
yang dulu maupun sekarang, pernah menyetujui untuk status yang sama dengan homoseksual.
Homoseksual tidak hanya berbahaya bagi psikologi dan social, tetapi menjadi ancaman wabah
bagi kehidupan fisik dari jutaan umat manusia. Sebagai masyarakat, kita perlu melindungi warga
negara kita dari pengaruh yang mencemarkan dari perilaku seksual yangmenyimpang.

Meskipun demikian, sebagai orang Kristen kita harus mengasihi orang berdosa, walaupun
kita membenci dosanya. Jadi kita harus mendekati dalam kasih untuk memenangkan mereka bagi
Kristus yang mengasihi mereka dan yang mati bagi mereka.