Anda di halaman 1dari 5

VII - PERHITUNGAN FONDASI FOOT PLAT GAS DRYER

A. DATA FONDASI FOOT PLAT

1. DATA TANAH
Kedalaman fondasi, Df = 0.30 m
Kedalaman tanah asli dari fondasi, Df = 1.50 m
3
Berat volume tanah, = 11.00 kN/m
Sudut gesek dalam, = 8.00 
Kohesi, c= 37.27 kPa
2
Tahanan konus rata-rata (hasil pengujian sondir), qc = 21.50 kg/cm
2. DIMENSI FONDASI
Lebar dasar fondasi, B= 4.05 m
Panjang dasar fondasi arah x, Lx = 5.50 m
Tebal foot plat, hp = 0.60 m
3 . BAHAN KONSTRUKSI
Kuat tekan beton, fc' = 20.75 MPa
Kuat leleh baja tulangan deform dengan  > 12 mm, fy = 400 MPa
Kuat leleh baja tulangan polos dengan  ≤ 12 mm, fy = 240 MPa
3
Berat beton bertulang, c = 24.000 kN/m

4 . BEBAN RENCANA FONDASI


Beban hidup
Beban Mesin Compresor Pu = 65.00 kN
Faktor Kejut FKi = 74.75 kN
Total Beban Hidup = 139.75
Beban Mati
Berat tanah = 601.43 kN
Berat Sendiri Poer = 320.76 kN
Total Beban Mati = 922.19 KN
TOTAL BEBAN = 1,061.94
B. KAPASITAS DUKUNG TANAH

1. MENURUT TERZAGHI DAN PECK (1943)

Kapasitas dukung ultimit tanah menurut Terzaghi dan Peck (1943) :


qu = c * Nc * (1 + 0.3 * B / L) + Df *  * Nq + 0.5 * B * N * (1 - 0.2 * B / L)
c = kohesi tanah (kN/m2) c= 37.27 
Df = Kedalaman fondasi (m) Df = 0.30 m
 = berat volume tanah (kN/m3) = 11.00 kN/m
3

B = lebar fondasi (m) B= 4.05 m


L = panjang fondasi (m) L= 5.50 m
Sudut gesek dalam, = 8.00 
=  / 180 *  = 0.14 rad
(3* / 4 - /2)*tan 
a=e = 1.38
2
Kp = 3 * tan [ 45 + 1/2*(  + 33) ] = 14.44
Faktor kapasitas dukung tanah menurut Terzaghi :
Nc = 1/ tan  * [ a2 / (2 * cos2 (45 + /2) - 1 ] = 8.60
Nq = a2 / [ (2 * cos2 (45 + /2) ] = Nc * tan  + 1 = 2.21
N = 1/2 * tan  * [ Kp / cos2  - 1 ] = 0.96
Kapasitas dukung ultimit tanah menurut Terzaghi :
2
qu = c*Nc*(1+0.3*B/L) + Df**Nq + 0.5*B*N*(1-0.2*B/L) = 400.35 kN/m
2
Kapasitas dukung tanah, qa = qu / 3 = 133.45 kN/m
2. MENURUT MEYERHOF (1956)

Kapasitas dukung tanah menurut Meyerhof (1956) :


2
qa = qc / 33 * [ ( B + 0.3 ) / B ] * Kd ( dalam kg/cm2 )
dengan, Kd = 1 + 0.33 * Df / B harus  1.33

2
qc = tahanan konus rata-rata hasil sondir pada dasar fondasi ( kg/cm )
B = lebar fondasi (m) B= 5.00 m
Df = Kedalaman fondasi (m) Df = 0.30 m
Kd = 1 + 0.33 * Df / B = 1.0198 < 1.33
 Diambil, Kd = 1.0198
Tahanan konus rata-rata hasil sondir pada dasar fondasi, qc = 21.50 kg/cm2

qa = qc / 33 * [ ( B + 0.3 ) / B ]2 * Kd = 0.747 kg/cm2


Kapasitas dukung ijin tanah, qa = 73.24 kN/m2
4. KAPASITAS DUKUNG TANAH YANG DIPAKAI

1) Kapasitas dukung tanah menurut Terzaghi dan Peck : qa = 133.45 kN/m2


2) Kapasitas dukung tanah tanah menurut Meyerhof : qa = 73.24 kN/m2
Kapasitas dukung tanah terkecil, qa = 73.24 kN/m2
2
Diambil kapasitas dukung tanah,  qa = 70.00 kN/m

C. PERHITUNGAN FONDASI

1. KONTROL TEGANGAN TANAH

2
Luas dasar fondasi, A = B * Lx = 22.28 m
Tegangan tanah maksimum yang terjadi pada dasar fondasi :
qmax = Pu / A = 47.674 kN/m2
Syarat : qmax ≤ qa
47.674 < 70.00  AMAN (OK)

3. GAYA GESER PADA FOOT PLAT

Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0.075 m


Tebal efektif foot plat, d = hp - d' = 0.525 m
Jarak bid. kritis terhadap sisi luar foot plat, = 1.360 m
Tegangan tanah , 47.674 kN/m2
Lebar bidang geser untuk tinjauan per meter, b= 1000 m
Gaya geser, Vu = qn * a = 64.836 kN
Tebal efektif footplat, d= 525 mm
Kuat geser foot plat, Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10-3 = 797.163 kN
Faktor reduksi kekuatan geser,  = 0.75
Kuat geser foot plat, Vc = 597.872 kN
Syarat yang harus dipenuhi,
Vc ≥ Vu
597.872 > 64.836  AMAN (OK)
4. PEMBESIAN FOOTPLAT

Jarak tepi titik beban terhadap sisi luar foot plat, a = 1.360 m
Tegangan tanah 47.674 kN/m2
Momen yang terjadi pada plat fondasi akibat tegangan tanah,
Mu = 1/2 * a2 * qn = 44.089 kNm
Lebar plat fondasi yang ditinjau, b= 1000 mm
Tebal plat fondasi, h= 600 mm
Jarak pusat tulangan thd. sisi luar beton, d' = 75 mm
Tebal efektif plat, d = h - d' = 525 mm
Kuat tekan beton, fc' = 20.8 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Modulus elastis baja, Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi teg. beton, 1 = 0.85
b = 1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.022487813
Faktor reduksi kekuatan lentur,  = 0.80
Rmax = 0.75 * b * fy * [1-½*0.75* b * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 5.456
Mn = Mux /  = 55.111 kNm
Rn = Mn * 106 / ( b * d2 ) = 0.19995
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan,
 = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  {1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) } ] = 0.0005
Rasio tulangan minimum, min = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan,  = 0.0025
Luas tulangan yang diperlukan, As = b * d = 1312.50 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D 16 mm
Jarak tulangan yang diperlukan, s =  / 4 * D2 * b / As = 153 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 200 mm
Diambil jarak tulangan,  s= 153 mm
Digunakan tulangan, D 16 - 150
Luas tulangan terpakai,
2
As =  / 4 * D * b / s = 1340.41 mm2

5. TULANGAN SUSUT

Rasio tulangan susut minimum, smin = 0.0014


Luas tulangan susut, As = smin* b * d = 735.000 mm2
Diameter tulangan yang digunakan,  10 mm
Jarak tulangan susut, sx =  / 4 * 2 * By / Asx = 107 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 200 mm
 s= 107 mm
Digunakan tulangan susut arah x,  10 - 100