Anda di halaman 1dari 2

1.

Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan
uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.
2. Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa.
3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJM
Desa adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam)
tahun.
4. Rencana Kerja Pemerintah Desa, selanjutnya disebut RKP Desa, adalah penjabaran
dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
5. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APB Desa, adalah
rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.
6. Dana Desa adalah dana alokasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten dan digunakan untuk membiayai
penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan
kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
7. Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana perimbangan yang
diterima kabupaten dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten
setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus.
8. Kelompok transfer adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja
Negara, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran Pendapatan
Belanja Daerah Kabupaten.
9. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa adalah Kepala Desa yang karena
jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan
keuangan desa.
10. Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa yang selanjutnya disingkat PTPKD
adalah unsur perangkat desa yang membantu Kepala Desa untuk melaksanakan
pengelolaan keuangan desa.
11. Sekretaris Desa adalah pimpinan sekretariat desa dan bertindak selaku koordinator
pelaksanaan pengelolaan keuangan desa.
12. Rekening Kas Desa adalah rekening tempat menyimpan uang Pemerintahan Desa
yang menampung seluruh penerimaan Desa dan digunakan untuk membayar seluruh
pengeluaran Desa pada Bank yang ditetapkan.
13. Penerimaan Desa adalah Uang yang berasal dari seluruh pendapatan desa yang masuk
ke APB Desa melalui rekening kas desa.
14. Pengeluaran Desa adalah Uang yang dikeluarkan dari APB Desa melalui rekening kas
desa.
15. Surplus Anggaran Desa adalah selisih lebih antara pendapatan desa dengan belanja
desa.
16. Defisit Anggaran Desa adalah selisih kurang antara pendapatan desa dengan belanja
desa.

16. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang selanjutnya disingkat SILPA adalah selisih
lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran.
17. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah dokumen yang
diterbitkan oleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan untuk
mengajukan permintaan pembayaran.
18. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala
Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.
19. Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut dengan BUM Desa adalah lembaga
yang dibentuk oleh Pemerintah Desa dengan Peraturan Desa sebagai usaha desa yang
dikelola oleh Pemerintah Desa dan masyarakat yang kepemilikan modal dan
pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat.
20. Rencana Anggaran Belanja Awal yang selanjutnya disingkat RAB awal adalah
dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana
belanja program dan kegiatan Desa serta rencana pembiayaan sebagai dasar
Penyusunan Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa.
21. Rencana Anggaran Biaya yang selanjutnya disingkat RAB adalah dokumen yang
memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar
pelaksanaan kegiatan.
22. Bendahara Desa, selanjutnya disebut Bendahara adalah unsur staf sekretariat desa
yang membidangi urusan administrasi keuangan untuk menatausahakan keuangan
desa.
23. Program adalah penjabaran kebijakan Desa dalam bentuk upaya yang berisi satu atau
lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai
hasil yang terukur sesuai dengan visi dan misi Kepala Desa.
24. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh Desa sebagai bagian
dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan
tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia),
barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa
atau ke semua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk
menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.
25. Pungutan Desa adalah segala pungutan baik berupa uang maupun barang yang
dilakukan oleh Pemerintah Desa berdasarkan aturan yang ditetapkan dengan
Peraturan Desa.
26. Pembiayaan Desa adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau
pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang
bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
27. Panjar adalah uang yang diserahkan oleh Bendahara Desa atas persetujuan Kepala
desa kepada Pelaksana Kegiatan untuk pelaksanaan awal kegiatan.
28. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan guna mendanai kegiatan yang
memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran