Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Metode penelitian ini adalah suatu penelitian yang analitik yang

menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan

pendekatan retrosprctive atau case control study. Penelitian ini

melibatkan 2 kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol.

Kelompok kasus adalah ibu

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian

Lokasi penelitian ini akan berlangsung di Puskesmas Passo

Kota Ambon dikarenakan anemia pada ibu hamil terbanyak di

puskesmas passo.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian ini akan berlangsung pada bulan Agustus –

September 2018
C. Populasi, Sampel dan Sampling penelitian

1. Populasi

a. Populasi Referens

Semua ibu hamil yang berada diwilayah kerja

Puskesmas Passo Kota Ambon, Periode Januari 2017 sampai

dengan Desember 2017.

b. Populasi Studi

1) Populasi kasus

Semua ibu hamil yang dinyatakan anemia dan tercatat

sebagai pasien di Puskesmas Passo Kota Ambon Periode

Januari 2017 sampai dengan Desember 2017.

2) Populasi Kontrol

Semua ibu hamil yang dinyatakan tidak anemia dan

tercatat sebagai pasien di Puskesmas passo Kota Ambon,

pada periode Januari 2017 sampai dengan akhir Desember

2017 berjumlah 59 orang ibu hamil.

2. Sampel dan Sampling

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan

teknink total sampling artinya semua populasi yang dijadikan sampel

(Sugiyono, 2010), total sampling adalah tekning penentuan sampel

bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.


Penelitian ini menggunakan perbandingan kasus dan kontrol

1:1 sehinga sampel kasus : 56 ibu hamil dengan anemia dan sampel

kontrol : 59 ibu hamil bebas anemia

a. Kriteria Inklusi Kasus

1. Tercatat sebagai pasien anemia berdasarkan data di

Puskesmas Passo Kota Ambon.

2. Data pada status lengkap (data ibu hamil tentang penyakit

kronik, riwayat pendarahan, kunjungan ibu hamil, pemberian

teblet fe, LILA, Hemoglobin).

b. Kriteria inklusi kontrol

1. Tercatat sebagai pasien tidak anemia berdasarkan data di

Puskesmas Passo Kota Ambon.

2. Hasil laboratorium belum pernah menderita anemia selama

kehamilan sebelumnya.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen adalah alat ukur penilitian, adapun alat ukur yang

digunakan dalam penilitian ini adalah lembar observasi dengan

menggunakan data sekunder yang dapat dengan melihat dan mencatat

kembali data dari catatan rekam medik responden yang pernah dirawat

di Puskesmas Passo kota Ambon. Selama periode Januari 2017-


Desember 2017. Pelaksanaan pencatatan data rekam medik dalam

penilitian ini dilakuka oleh peneliti.

E. Pengumpulan Data

1. Editing

Proses editing dilakukan setelah data terkumpul dan dilakukan

dengan memeriksa kelengkapan data, memeriksa kesinambungan

data, dan keseragamaan data.

2. Koding

Dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan data, semua

jawaban atau data perlu disederhanakan yaitu dengan simbol-simbol

tertentu, untuk setiap jawaban (pengkodean). Pengkodean dilakukan

dengan memberi nomor halaman, nomor variabel, nama variabel dan

kode.

3. Skoring

Skoring adalah proses penjumlahan untuk memperoleh total

skor dari setiap butir pertanyaan.


4. Tabulating

Setelah selesai pembuatan kode selanjutnya dengan

pengolahan data kedalam suatu table menurut sifat-sifat yang dimiliki

yang mana sesuai dengan tujuan penilitian ini dalam hal ini dipakai

table untuk penganalisaan data.

F. Analisa Data

Hasil pengumpulan data dan kemudian akan dianalisa dengan

menggunakan komputer, adapun proses analisa data sebagai berikut :

1. Analisa Univariat

Analisa univariat bertujuan untuk mendapatkan gambar

dengan melihat distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel

yaitu guna mendapatkan gambaran dari variabel dependen yaitu

kejadian anemia pada ibu hamil dan variabel independen yaitu umur,

paritas, kepatuhan mengonsumsi tablet fe dan kunjungan ANC

2. Analisa Bivariat

Analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel

independen (umur, paritas, kepatuhan mengonsumsi tablet fe dan

kunjungan ANC) dengn variabel dependen (kejadian anemia) di uji


dengan Chi Square pada 0.05 dan untuk mengetahui besarnya faktor

risiko dilihat dari nilai Odds Ratio.

G. Etika Penilitian

Dalam melakukan penilitian, penilitian memandanng perlu

adanya rekomendasi dalam pihak lain dengan mengajukan pormohonan

izin kepada instansi tempat penilitian dalam hal ini Puskesmas Passo

kota Ambon setelah mendapat persetujuan barulah dilakukan penlitian

dengan menekankan masalah etika menurut PP 39/1995 tentang

pelaksanaan penilitian dan pengembangan kesehatan wajib dilakukan

dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan jiwa manusia,

keluarga dan masyarakat yang bersangkutan. Secara internasional

disepakati bahwa prinsip dasar penerapan etika penilitian kesehatan

adalah :

1. Respect for person (menghormati harkat dan martabat manusia)

Penilitian perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk

mendapatkan innformasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya

penilitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dann bebas

dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penilitian

(autonomy). Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip

menghormati harkat dann martabat manusia, adalah : penilitian


mempersiapkan formolir persetujuan subyek (innformed consent)

yang terdiri dari :

a. Penjelasan manfaat penelitian

b. Penjelasan kemungkinan resiko dan tidak nyaman yang dapat

ditimbulkan

c. Penjelasan manfaat yang akan didapatkan

d. Persetujuan peniliti dan menjawab setiap pertanyaan yang

diajukan subyek berkaitan denngan prosedur penilitian.

e. Persetujuan subyek dapat mengundurkan dari kapann saja

f. Jaminan anonimitas dan kerahasiaan.

2. Beneficience & non maleficience

Beneficience merupakan prinsip untuk melakukan yang baik

dan tidak merugikan orang lain. Perawat harus mengikuti keinginan

pasien dan tidak menentang kayakinan pasien untuk menggunakan

pengobatan.

Non maleficience berarti tidak melukai atau tidak

menimbulkan bahaya atau cedera bagi orang lain. Perawat harus

mengobati dan merawat pasien sesuai prosedur yang ada.

3. Justice

Keadilan merupakan prinsip moral berlaku adil untuk semua

invidu. Tindakan yang sama namun tidak hatus identik tetapi dalam hal

ini persamaan berarti mempunyai kontribusi yang relatif untuk


kebaikan kehidupan seseorang. Perawat harus berlaku adil terhadap

pasien maksud dari berlaku adil adalah mengobati dan merawat

sesuai dengan penyakit yang diderita pasien.

H. Alur Penelitian

Populasi
Semua ibu hamil di Puskesmas Passo
Kota Ambon 115 orang

Total sampling Sampel: ibu hamil yang memenuhi


kriteria inklusi 89 kasus dan 89 orang

Pengumpulan data :
Observasi

Variabel independen : Variabel dependen :


Umur, paritas, kepatuhan mengkonsumsi Kejadian anemia pada ibu hamil
tablet (Fe) dan kunjungan ANC

Analisa data :
Uji chi square

Hasil penelitian

Kesimpulan dan saran

Gambar 4.1 kerangka kerja penelitian tentang faktor-faktor resiko pada ibu

hamil dengan kejadian anemia di Puskesmas Passo Kota Ambon.