Anda di halaman 1dari 10

Nomor : 003/AI-VIII//2019

Revisi : 00
Berlaku Tgl : 3 Juni 2019

PANDUAN
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

PUSKESMAS NOGOSARI
KABUPATEN BOYOLALI

KATA PENGANTAR
Pemanfaatan Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan
masyarakat akhir – akhir ini semakin meningkat yang memberikan konsekuensi untuk
meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat dengan tanpa mengabaikan
keamanan keselamatan bagi seluuruh Sumber Daya Manusia ( SDM ) Puskesmas .
Pengelolaan keamanan lingkungan fisik Puskesmas perlu mendapat
perhatian serius dalam upaya melindungi kemungkinnan dampak negative yang
ditimbulkan olleh proses pelayanan kesehatan , maupun keberadaan sarana ,
prasarana , obat-obatan dan logistic lainnya yang ada dilingkungan Puskesmas
sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja , penyakit akibat kerja , dan kedaruratan
termasuk kebakaran dan bencana yang berdampak pada Sumber Daya Manusia
Puskesmas ,pasien ,pengunjung, dan masyarakat di sekitarnya .
Semoga Pedoman ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam
mewujudkan aman dan sehat dalam bekerja .

Nogosari , 3 Januari 2019


Kepala Puskesmas Nogosari

dr. Sri Maryati


NIP. 19660106 2002212 2 003

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………………………………….
B. Tujuan……………………………………………………………...
C. Sasaran ……………………………………………………………
D. Ruang Lingkup…………………………………………………….
E. Tugas dan fungsi …………………………………………………
BAB II KETENAGAAN
A. Kualifikasi SDM ………….......................................................
B. Ketenagaan..………………………………………………….......
C. Jadwal Petugas.,………………………………………………….
BAB III TATALAKSANA PELAYANAN
A. Lingkup Kegiatan ………………………………………………….
B. Monitoring dan Evaluasi …………………………………..……..
BAB VIII PENUTUP……………………………………………………………..
LAMPIRAN ……………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
K3 adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dalam
bahasa Inggris disebut sebagai Occupational Health and Safety, disingkat OHS.
K3 atau OHS adalah kondisi yang harus diwujudkan di tempat kerja dengan
segala daya upaya berdasarkan ilmu pengetahuan dan pemikiran mendalam
guna melindungi tenaga kerja, manusia serta karya dan budayanya melalui
penerapan teknologi pencegahan kecelakaan yang dilaksanakan secara
konsisten sesuai dengan peraturan perundangan dan standar yang berlaku.
SMK3 ialah singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja yang merupakan bagian dari sistem manajemen secara
keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab,
pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi
pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan
kebijakan K3 dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan
kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Puskesmas
menyangkut tenaga kerja, cara / metode kerja, alat kerja, proses kerja dan
lingkungan kerja. Upaya ini meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan dan
pemulihan. Kinerja setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan
resultante dari ketiga komponen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yaitu
kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja.
Yang dimaksud dengan :
1 Kapasitas Kerja adalah kemampuan seorang pekerja untuk
menyelesaikan pekerjaannya dengan baik pada suatu tempat kerja
dalam waktu tertentu.
2 Beban Kerja adalah suatu kondisi yang membebani pekerja, baik
secara fisik maupun non fisik dalam menyelesaikan pekerjaannya,
kondisi tersebut dapat diperberat oleh kondisi lingkungan yang tidak
mendukung secara fisik ataupun non fisik.
3 Lingkungan Kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi
faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial yang
mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
Bahaya potensial di Puskesmas dapat mengakibatkan Penyakit Akibat Kerja
(PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK). Kedua bahaya potensial tersebut
disebabkan oleh beberapa faktor yang antara lain adalah :
1 Faktor Biologi (virus, bakteri dan jamur).
2 Faktor Ergonomi (antispetik, gas anestesi).
3 Faktor Fisika (cara kerja yang salah).
4 Faktor Psikologis (hubungan sesama karyawan atau atasan).
Bahaya potensial yang dimungkinkan terjadi di Puskesmas
diantaranya adalah mikrobiologik, desain / fisik, kebakaran, mekanik, kimia /
gas / karsinogen, radiasi dan risiko hukum / keamanan.
Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Puskesmas umumnya berkaitan dengan
faktor biologik (kuman patogen yang berasal uumnya dari pasien), faktor kimia
(pemaparan dalam dosis kecil namun terus menerus seperti antiseptik pada
kulit, gas anestesi pada hati), faktor ergonomi (cara duduk yang salah, cara
mengangkat pasien yang salah), faktor fisik dalam dosis kecil yang terus
menerus (panas pada kulit, tegangan tinggi pada sistem reproduksi, radiasi
pada sistem pemroduksi darah), faktor psikologis (ketegangan dikamar bedah,
penerimaan pasien, gawat darurat dang bangsal penyakit jiwa).
Kegawat daruratan dapat terjadi di Puskesmas. Kegawat daruratan
merupakan suatu kejadian yang dapat menimbulkan kematian atau luka serius
bagi pekerja, pengunjung ataupun masyarakat atau dapat menutup kegiatan
usaha, mengganggu operasi, menyebabkan kerusakan fisik lingkungan
ataupun mengancam finansial dan citra Puskesmas. Sehingga Puskesmas
memerlukan Sistem Tanggap Darurat sebagai bagin dari Manajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Puskesmas

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum
Terciptanya cara kerja, lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan
dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan karyawan Puskesmas
2. Tujuan Khusus
a. Terwujudnya organisasi kerja yang menunjang tercapainya Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
b. Meningkatnya professionalisme dalam hal pelaksanaan jaminan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi manajemen , pelaksana dan
pendukung kegiatan .
c. Terpenuhinya syarat – syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja di setiap
unit kerja .
d. Peningkatan mutu , citra dan produktivitas Puskesmas .

C. SASARAN
1. Sumber Daya Manusia / Karyawan Puskesmas .
2. Pasien, pengunjung / pengantar pasien .
3. Masyarakat dan lingkungan sekitar Puskesmas .

D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Puskesmas adalah
1 Puskesmas
2 Karyawan Puskesmas
3 Pasien dan Pengunjung Puskesmas.

E. MANFAAT

1 Bagi Puskesmas
a Meningkatkan mutu pelayanan.
b Mempertahankan kelangsungan operasional Puskesmas.
c Meningkatkan citra Puskesmas.
2 Bagi Karyawan Puskesmas
a Melindungi karyawan dari Penyakit Akibat
Kerja (PAK).
b Mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja
(KAK).
3 Bagi Pasien dan Pengunjung
A Mutu layanan yang baik.
b. Kepuasan pasien dan pengunjung Puskesmas

BAB II

LINGKUP
A. Kualifikasi SDM
Semua staf puskesmas harus berperan aktif dalam program keamanan
lingkungan fisik puskesmas. Petugas program yang terlibat meliputi :
penanggung jawab keamanan (security), penanggung jawab kebersihan
(cleaning service), penanggung jawab kesehatan lingkungan, serta penanggung
jawab pemeliharaan barang.
1. Satpam (security)
Satpam puskesmas merupakan penanggung jawab keamanan
lingkungan fisik puskesmas. Satpam puskesmas memiliki pendidikan
terakhir STM
Adapun tugas pokok satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan
ketertiban di lingkungan/kawasan kerja khususnya pengamanan fisik.
Fungsi satpam adalah segala upaya kegiatan melindungi dan
mengamankan lingkungan fisik puskesmas dari setiap gangguan dan
ketertiban serta pelanggaran hukum dari luar maupun dari dalam. Sedang
peran satpam sebagai berikut :
a. Sebagai unsur pembantu pimpinan dalam hal menjaga keamanan
dan ketertiban
b. Sebagai unsur pembantu POLRI dalam hal penegakan hukum di
area tugasnya.
2. Penanggung jawab kebersihan (cleaning service)
Cleaning servise merupakan petugas yang bertanggung jawab
terhadap kebersihan lingkungan puskesmas, baik dalam ruangan maupun
luar ruangan. Puskesmas Nogosari memiliki 2 orang petugas cleaning
servise yang memiliki pembagian tugas dan tanggung jawab masing-
masing.
Adapun tugas pokok cleaning servise, antara lain :
a. Melakukan pembersihan dalam ruangan, yang meliputi :
 Menyapu dan mengepel sebelum dan sesudah jam pelayanan
 Membersihkan debu pada setiap benda yang ada didalam
ruangan dengan menggunakan lap (Kanebo)
 Membuang sampah yang ada pada setiap ruangan.
 Membersihkan kaca.
 Membersihkan dinding ruangan dari sarang laba-laba.
 Mengganti korden bila diperlukan.
b. Melakukan pembersihan kamar mandi, yang meliputi :
 Menyikat lantai kamar mandi setiap hari.
 Menguras bak mandi/ ember penampung air pada setiap
kamar mandi setiap hari.
 Membersihkan jamban kamar mandi setiap hari.
c. Melakukan pembersihan halaman dan taman puskesmas
d. Menyiram bunga dan memangkas rumput
3. Penanggung jawab kesehatan lingkungan
Penanggung jawab kesehatan lingkungan memiliki tugas
a. Membuatkan Jadwal piket keamanan
B. Memantau dan mengevaluasi kegiatan petugas keamanan dan
petugas kebersihan
4. Penanggung jawab pengurus barang
Pengurus barang merupakan tanggung jawab petugas pengelola
barang. Adapun tugas pokok dan tanggung jawab pengurus barang antara
lain :
a. Menyusun laporan sarana dan prasarana puskesmas Krebet setiap
akhir tahun.
b. Membuat laporan bahan habis pakai setiap bulan
c. Menyusun rencana pemeliharaan alat dan barang secara periodik.
d. Menyusun rencana kalibrasi alat dan barang secara periodik.
e. Menyusun SOP pengelolaan barang.
f. Mengkoordinir pengisian kartu inventaris ruangan.
g. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana puskesmas

B. Ketenagaan
Susunan keanggotaan Penanggung jawab keamanan lingkungan fisik
Puskesmas terdiri dari :

1. Satpam/security : 2 orang
2. Penanggung jawab kebersihan : 2 orang.
3. Penanggung jawab kesehatan lingkungan : 2 orang.
4. Penanggung jawab barang : 1 orang

BAB III
TATALAKSANA

Pelaksanaan K3 di Puskesmas sangat tergantung dari rasa tanggung jawab


manajemen dan petugas terhadap tugas dan kewajiban masing – masing serta kerja
sama dalam pelaksanaan K3. Tanggung jawab ini harus ditanamkan melalui adanya
aturan yang jelas. Pola pembagian tanggung jawab, penyuluhan kepada semua
petugas, bimbingan dan latihan serta penegakan disiplin. Ketua organisasi / satuan
pelaksana K3 Puskesmas secara spesifik harus mempersiapkan data dan informasi
pelaksanaan K3 disemua tempat kerja, merumuskan permasalahan serta
menganalisis penyebab timbulnya masalah bersama unit – unit kerja, kemudian
mencari jalan pemecahannya dan mengkomunikasikannya kepada unit – unit kerja,
sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya, memonitor dan
mengevalusi
pelaksanaan program, untuk menilai sejauh mana program yang
dilaksanakan telah berhasil. Kalau masih terdapat kekurangan, maka perlu
diidentifikasi penyimpanannya serta dicari pemecahannya
Langkah pertama membentu tim K3 Puskesmas

1 Penanggung Jawab : Kepala Puskesmas


2 Ketua K3 : Kesling
3 Sekretaris : TU
4 Anggota : 1. Tim Bencana
: 2. Tim Kewaspadaan Universal
Tugas dan Fungsi Organisasi / Unit Pelaksana Kesehatan dan Keselamatan
Puskesmas (K3 Puskesmas)
a Tugas Pokok
a Memberi rekomendasi dan pertimbangan Kepala Puskesmas mengenai
masalah– masalah yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3).
b Merumuskan kebijakan, peraturan, pedoman, petunjuk
pelaksanaan dan prosedur.
c Membuat program Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3Puskesmas)
Tugas dan Fungsi Organisasi / Unit Pelaksana Kesehatan dan Keselamatan
Puskesmas (K3Puskesmas)
b Tugas Pokok
a Memberi rekomendasi dan pertimbangan Kepala Puskesmas mengenai
masalah
– masalah yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3).
b Merumuskan kebijakan, peraturan, pedoman, petunjuk pelaksanaan
dan
prosedur.
c Membuat program Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah
Sakit
(K3Puskesmas).
c Fungsi
a Mengumpulkan dan mengolah seluruh data dan informasi serta
permasalahan
yang berhubungan dengan Kesehatan dan Keselamatn Kerja (K3)
b Membantu Kepala Puskesmas mengadakan dan meningkatkan
upaya promosi
K3, pelatihan dan penelitian K3 di
Puskesmas.
c Pengawasan terhadap
pelaksanaan program K3.
d Memberikan saran dan pertimbangan berkaitan dengan
tindakan korektif.
e Koordinasi dengan unit – unit lain yang menjadi anggota
K3Puskesmas.
f Memberi nasehat tentang manajemen K3 ditempat kerja, kontrol
bahaya,
mengeluarkan peraturan dan inisiatif pencegahan.
g Investigasi dan melaporkan kecelakaan, dan merekomendasikan
sesuai
kegiatannya.
h Berpartisipasi dalam perencanaan pembelian peralatan baru,
pembangunan gedung dan proses.

Komitmen diwujudkan dalam bentuk kebijakan (policy) tertulis, jelas dan mudah
dimengerti serta diketahui oleh seluruh karyawan Puskesmas. Manajemen
Puskesmas mengidentifikasi dan menyediakan semua sumber daya esensial
seperti pendanaan, tenaga K3 dan sarana untuk terlaksananya program K3 di
Puskesmas diwujudkan dalam bentuk wadah K3 Puskesmas dalam struktur
organisasi Puskesmas.
PENUTUP

Diharapkan dengan adanya panduan keamanan lingkungan ini dapat


sebagai acuan petugas di dalam upaya pengelolaan keamanan lingkungan
fisik di Puskesmas Nogosari .
Sehingga dapat mengurangi dampak – dampak yang ditimbulkan sebagai
akibat dari sarana prasarana yang ada dan akibat dari Pelayanan dari
Puskesmas .