Anda di halaman 1dari 17

APLIKASI E-LEARNING BERBASIS WEB SEDERHANA

Berikut adalah salah satu Aplikasi E-Learning berbasis WEB yang bisa diterapkan pada sekolah
maupun instansi lainnya,

Didalamnya terdapat menu seperti pertanyaan berupa pilihan berganda dilengkapi dengan
perhitungan nilai yang dapat dicetak dan menghasilkan output berupa laporan.

Aplikasi ini sendiri dapat dijalankan offline dengan menggunakan aplikasi Xampp atau aplikasi
database lainnya, dan dapat di onlinekan menggunakan domain yang terdapat di beberapa
hosting

BERIKUT TAMPILAN DARI WEB E-LEARNING BERBASIS WEB

1. Tampilan Menu Materi

Di dalam Menu ini Terdapat Materi yang bisa dikerjakan dengan durasi yang dapat di
tentukan oleh admin
2. Menu Nilai

Di dalam menu ini terdapat nilai dari soal yang telah dikerjakan dan dapat di cetak

3. Menu Chat
Di dalam menu ini terdapat chat yang bisa kita kirim ke admin

4. Tampilan Menu Siswa

Terdapat Beberapa menu yang dapat di akses jika sudah melakukan login
5. Menu Admin

Di dalam menu admin terpisah dari menu utama, disini admin dapat melakukan Edit, Hapus,
dan Tambah data

6. Tampilan Menu edit Data Kelas


7. Menu Data Modul

E-learning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi


telekomunikasi dan informasi , misalnya internet, video/audiobroadcasting,
video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Kegiatan e-learning
termasuk dalam model pembelajaran individual. Menurut Loftus (2001) dalam Siahaan (2004)
kegiatan e-learning lebih bersifat demokratis dibandingkan dengan kegiatan belajar pada
pendidikan konvensional, karena peserta didik memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir
atau ragu-ragu maupun takut, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan
pendapat/tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik langsung
mengamati dan kemungkinan akan memberikan komentar, meremehkan, atau mencemoohkan
pertanyaan maupun pernyataannya.
Profil peserta e-learning adalah seseorang yang :
(1) mempunyai motivasi belajar mandiri yang tinggi dan memiliki komitmen untuk belajar
secara bersungguh-sungguh karena tanggung jawab belajar sepenuhnya berada pada diri peserta
belajar itu sendiri
(2) senang belajar dan melakukan kajian-kajian, gemar membaca demi pengembangan diri terus
menerus, dan yang menyenangi kebebasan
(3)mengalami kegagalan dalam mata pelajaran tertentu di sekolah konvensional dan
membutuhkan penggantinya, atau yang membutuhkan materi pelajaran tertentu yang tidak
disajikan oleh sekolah konvensional setempat maupun yang ingin mempercepat kelulusan
sehingga mengambil beberapa mata pelajaran lainnya melalui e-learning, serta yang terpaksa
tidak dapat meninggalkan rumah karena berbagai pertimbangan

FUNGSI DAN PENYELENGGARAAN E-LEARNING


Menurut Siahaan (2004), setidaknya ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap
kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction) :

1. Suplemen (tambahan)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen apabila peserta didik mempunyai kebebasan
memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam
hal ini tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi
pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang
memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan

2. Komplemen (pelengkap)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik
diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di
dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan
untuk melengkapi materi pengayaan atau remedial. Dikatakan sebagai pengayaan
(enrichment) apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/
memahami materi pelajaran yang disampaikan pada saat tatap muka diberi kesempatan
untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus
dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan
terhadap materi pelajaran yang telah diterima di kelas. Dikatakan sebagai
program remedial, apabila peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi
pelajaran pada saat tatap muka diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi
pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya
agar peserta didik semakin mudah memahami materi pelajaran yang disajikan di kelas.

3. Substitusi (pengganti)
Dikatakan sebagai substitusi apabila e-learning dilakukan sebagai pengganti kegiatan
belajar, misalnya dengan menggunakan model-model kegiatan pembelajaran. Ada 3
(tiga) alternatif model yang dapat dipilih, yakni : (1) sepenuhnya secara tatap muka
(konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau
bahkan (3) sepenuhnya melalui internet.

Ada beberapa pertimbangan untuk menggunakan e-learning dewasa ini, antara lain :
a. harga perangkat komputer semakin lama semakin terjangkau (tidak lagi diperlakukan sebagai
barang mewah).
b. Peningkatan kemampuan perangkat komputer dalam mengolah data lebih cepat dan kapasitas
penyimpanan data semakin besar
c. Memperluas akses atau jaringan komunikasi
d. Memperpendek jarah dan mempermudah komunikasi
e. Mempermudah pencarian atau penelusuran informasi melalui internet.

SYARAT, KEUNGGULAN DAN KENDALA E-LEARNING


Syarat-Syarat E-learning
Menurut Newsletter of ODLQC, 2001 (dalam Siahaan) syarat-syarat kegiatan
pembelajaran elektronik (e-learning) adalah :
a. kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan dalam hal ini internet.
b. Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar,
misalnya CD-ROM atau bahan cetak
c. tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami
kesulitan
d. adanya lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-learning
e. adanya sikap positif pendidik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan
internet
f. adanya rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta
belajar
g. adanya sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar
h. adanya mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara
Selain itu dalam Sembel, 2004, hal-hal yang perlu ada untuk “menghidupkan” e-learning
adalah :
a. Subject Matter Expert (SME), merupakan nara sumber dari pembelajaran yang disampaikan.
b. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME
menjadi materi e-learning dengan memasukkan metode pengajaran agar materi menjadi lebih
interaktif, lebih mudah, dan lebih menarik untuk dipelajari.
c. Graphic Designer (GD), bertugas untuk mengubah materi teks menjadi bentuk grafis dengan
gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif, dan menarik untuk dipelajari.
d. Learning Management System (LMS), bertugas mengelola sistem di website yang mengatur
lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya, serta hal
lain yang berhubungan dengan pembelajaran, seperti tugas, nilai, dan peringkat ketercapaian
belajar siswa.

Keunggulan e-learning
E-learning dapat dengan cepat diterima dan kemudian diadopsi adalah karena memiliki
kelebihan/keunggulan sebagai berikut (Effendi, 2005) :
a. Pengurangan biaya
b. Fleksibilitas. Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama terhubung dengan internet.
c. Personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka.
d. Standarisasi. Dengan e-learning mengatasi adanya perbedaan yang berasal dari guru, seperti :
cara mengajarnya, materi dan penguasaan materi yang berbeda, sehingga memberikan standar
kualitas yang lebih konsisten.
e. Efektivitas. Suatu studi oleh J.D Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari
pelajaran melalui metode e-learning meningkat sebanyak 25 % dibandingkan pelatihan yang
menggunakan cara tradisional
f. Kecepatan. Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat, karena pelajaran tersebut
dapat dengan cepat disampaikan melalui internet.

Kendala-kendala e-learning
Kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning, yaitu (Effendi, 2005) :
a. Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi
memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.
b. Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk
belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer.
c. Teknologi dan infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal,
dan teknologi yang tepat.
d. Desain materi. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk
yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman
dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.
Kekurangan E-Learning
Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan
learning (belajar), maka system ini juga mempunyai kekurangan, antara lain :

1. Bagi orang yang gagap teknologi, system ini belum bisa diterapkan.
2. Keterbatasan jumlah computer yang dimiliki oleh sekolah juga menghambat
pelaksanaan e-learning.
3. Kehadiran guru sebagai makhluk yang dapat berinteraksi secara langsung dengan
para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini.
Kelemahan lain dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan
adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep.
Pembelajaran dengan menggunakan e-learning juga harus membutuhkan jaringan internet untuk
pembelajaran jarak jauh.

DAMPAK DAN PEMBIAYAAN E-LEARNING


Para pelajar merasakan sensasi belajar yang benar-benar berbeda dibandingkan kelas
konvensional. Akses mereka terhadap informasi juga meningkat dengan drastis. Selain itu, para
pelajar juga dapat memilih sendiri cara belajar yang dirasa paling cocok dengan kepribadian
mereka ketika mengikuti kelas e-learning. Para pendidik merasakan dampak dari penggunaan e-
learning terhadap metode pengajaran yang digunakan. Mereka perlu melakukan adaptasi dalam
cara pengajaran yang disampaikan yang tentunya berbeda dengan metode konvensional. Selain
itu juga diperlukan keahlian dalam menyediakan materi pembelajaran yang menarik untuk
digunakan melalui sistem e-learning dan menggunakan fitur-fitur yang disediakan pada sistem e-
learning dengan optimal dan efisien. Institusi pendidikan juga merasakan dampak dari
penggunaan e-learning, khususnya dalam hal biaya penyelenggaraan pendidikan. Institusi juga
bertanggung jawab untuk mengadakan pelatihan kepada para tenaga pengajarnya dan
menyediakan teknologi atau media yang menjadi landasan dari sistem e-learning yang
digunakan.Segi pembiayaan adalah salah satu perhatian utama bagi pihak yang. Adanya masalah
biaya ini menyebabkan beberapa institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan finansial
memilih untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan lain atau perusahaan penyedia layanan
pengembangan sistem e-learning

TEKNOLOGI PENDUKUNG E-LEARNING


Di antara banyak fasilitas internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima
aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailing
List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World
Wide Web (WWW)”.
Sedangkan Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada
dalam e-learning.
1.) e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu
memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali,
mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
2.) e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar
teknologi internet.
3.) e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang
paling luas, solusi pembelajaran yang menggungguli paradikma tradisional dalam pelatihan.
PERAN INDUSTRI TI DALAM E-LEARNING
E-learning dikembangkan dari perpaduan aspek pembelajaran dan aspek teknologi. Dari sisi
teknologi, keberhasilan e-learning mencakup perpaduan aspek teknologi :
· Software
· Hardware & Networking/communication
Secara garis besar, kontribusi atau peran dari perusahaan-perusahaan atau vendor TI terhadap
perkembangan implementasi e-learning dapat dikategorikan menjadi dua , yaitu sebagai :
 Technology Provider
 Service Provider
Technology provider di bidang e-learning pun memiliki specialisasi yang berbeda, antara lain :
 Pengembang LMS -Learning Management System

.Beberapa pengembang LMS di dunia antara lain :


 Web-CT
Web-CT merupakan salah satu leader di bidang e-learning software di dunia dengan spesialisasi
untuk implementasi di institusi pendidikan.
 BlackBoard
Dengan aplikasi Academic Suite-nya, Blackboard juga menjadi salah satu leader aplikasi
e-learning untuk institusi pendidikan.
 Plateau
 Saba
 SumTotal
 Docent
 Click2Learn
 TEDS
 RWD, dll
E-LEARNING DI ERA GLOBALISASI
Pembelajaran dengan bantuan komputer (PBK) atau Computer Assisted Instruction (CAI)
merupakan awal mula kemunculan dari e-learning. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini,
penerapan e-Learning merupakan suatu strategi yang efektif untuk mengejar ketertinggalan
bangsa kita dengan bangsa lainnya yang sudah selangkah lebih maju dibidang ilmu pengetahuan
dan teknologi (iptek), terutama teknologi informasi. Sebagai solusi, e-Learning memiliki
keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat.
* Lebih Murah.
metode pembelajaran secara e-Learning tidak mengharuskan peserta kegiatan belajar mengajar
menghadiri suatu ruang tertentu, tidak diperlukan keberadaan ataupun penyediaan seorang tutor.
* Lebih Baik.
metode pembelajaran secara e-Learning tidak menetapkan seorang peserta sebagai bagian dari
seluruh peserta lainnya mengikuti cara belajar teman-teman lainnya. Hal ini, jelas sekali
membuat mereka yang memiliki intelegensia tinggi dapat mempelajari subjek masalah yang
ingin dipelajari secara lebih mendalam dan dapat lebih banyak lagi mendapatkan informasi yang
menarik.
*Lebih Cepat.
asalkan peserta tersebut memiliki hak akses perangkat teknologi informasi (misalnya komputer),
dengan cepat ia akan segera mendapatkan informasi yang dicarinya, bahkan tanpa disadiri ia
mungkin akan mendapatkan informasi jauh melebihi dari apa yang ia cari.

APLIKASI E-OFFICE
Aplikasi e-office adalah suatu sistem yang berhubungan dengan administrasi yang secara maya
memusatkan komponen-komponen sebuah organisasi, di mana data, informasi dan komunikasi dibuat
melalui media telekomunikasi.

Tujuan Pegembangan aplikasi E-Office pada kantor pemerintahan daerah adalah untuk menciptakan
sistem yang mampu mengakomdasi pekerjaan-pekerjaan terkair dan sasaran pegawai, serta mendukung
proses pengembangan e-office.
Tujuan Implementasi E-Office

1. Memodernisasi birokrasi BKN yang antisipatif proaktif


2. Optimalisasi pemaanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pelaksanaan tugas
dan fungsi
3. Pengembangan budaya nilai dan perilaku kerja yang positif
4. Penyederhanaan sistem, prosedur, mekanisme dan kontrol kerja yang efektif serta
5. Meningkatkan mutu layanan administrasi

Konsep E-office yang diterapkan dianalisa berdasarkan ketersediaan data dan informasi. Konsep portal
intranet harus dapat mengakomodir data yang tersedia dan dibutuhkan user. Dianalisa juga dampak
penggunaan data tertentu terhadap efiseinsi proses dalam aplikasi. Berikut adalah hasil analisa
kebutuhan dari pengguna ;

1. Menyediakan kemudahan dalam melakukan komunikasi dan kordinasi pekerjaan diinternal.


2. Menyediakan fasilitas untuk menampilkan berita internal, pengumuman, artikel dan kebijakan
yang terintegrasi dengan website pusat.
3. Menyediakan fasilitas untuk mempermudah pembuatan dan pengiriman undangan dan memo
dinas.
4. Menyediakan fasilitas untuk pengiriman electronic mail (email) yang terintegrasi dengan mail
server.
5. Meningkatkan efisiensi kerja dengan penerapan Online Document yang mendukung konsep
paperless.
6. Mampu berfungsi sebagai media center yang dapat di kelola dengan mudah untuk menyimpan
data sebagai berikut: Laporan Litbang, Standar Pedoman Manual, Jurnal, Makalah. Media (audio,
video dan gallery) dan Software (update antivirus dan driver)
7. Menyediakan fasilitas forum sebagai media silaturahmi dan kordinasi yang dapat meningkatkan
suasana kondusif dan kekeluargaan di lingkungan internal kantor pemerintahan daerah.
8. Menyediakan fasilitas untuk menarik user internal tetap nyaman menggunakan aplikasi e-office
seperti personal agenda, chatting, shoutbox, notification, dsb

Setelah melalui proses perancangan aplikasi e-office, maka proses selanjutnya pembuatan aplikasi.
Pembuatan aplikasi dilakukan dengan cara pemrograman terstuktur dengan pemanfaatan database.
Untuk media komunikasi dalam aplikasi e-office ini, digunakan mail server
yang telah dibangun, maka aplikasi e-office
telah memiliki platform yang akan digunakan untuk berkomunikasi antar pengguna. Aplikasi e-
office terdiri dari beberapa modul sebagai fasilitas pendukung kegiatan perkantoran.

Manfaat Implementasi E-Officepada kantor pemrintahan daerah, proses dokumentasi dari tiap surat yang
keluar dan penetapan sasaran kerja pegawai setiap bulan, serta atribut-atribut yang dipakai pada kedua
fitur tersebut dapat dengan mudah di dokumentasi serta ditelusuri. Selain itu manfaat yang didapat dari
pengembangan aplikasi e-office adalah memudahkan pengelolaan tugas dari setiap surat yang masuk
serta pengelolaan sasaran kerja pegawai tiap bulannya.

Maksud & Tujuan


Sistem E-Office ini dimaksudkan untuk memfasilitasi Pemerintah Daerah dalam pengelolaan
dokumen surat menyurat dan aktivitas perkantoran secara online. Sehingga dengan penerapan
sistem e-office ini maka :

1. Memudahkan pengelolaan surat masuk dan surat keluar secara elektronik


2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan surat menyurat dan pelayanan publik
3. Mempercepat pengelolaan Tata Naskah Dinas secara Elektronik
4. Mewujudkan birokrasi modern yang efektif dan efisien di Instansi Pemerintah

Adapun sasaran penerapan Sistem E-Office di Kabupaten/Kota adalah untuk :

1. Tercapainya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan tata naskah dinas


2. Menghindari terjadinya tumpang tindih, salah tafsir, dan pemborosan penyelenggaraan
tata naskah dinas;
3. Terwujudnya keterpaduan pengelolaan tata naskah dinas dengan unsur lainnya dalam
lingkup administrasi umum.
4. Terciptanya birokrasi modern yang efektif dan efisien di intansi pemerintah daerah /
SKPD

Fitur

Fitur yang ditawarkan E-Office di antaranya:

 Menu untuk membuat Disposisi.


 Menu untuk tulis surat.
 Menu untuk mengatur Agenda.
 Menu untuk mengatur komponen-komponen yang ada pada data disposisi.
APLIKASI PERKEBUNAN
ELECTRONIC PLANTATION CONTROL SYSTEM
Software Terintegrasi Manajemen Operasional Perkebuna

EPCS terdiri dari berbagai modul yang mencakup semua fungsi bisnis dari industri perkebunan
yang menawarkan kemudahan dan akurasi data dalam operasional lapangan secara terintegrasi.

Aplikasi EPCS dapat diandalkan untuk efektifitas kerja, efisiensi waktu dan biaya, serta
perbaikan kinerja bisnis sehingga mampu meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.

Dengan menggunakan EPCS mampu mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh factor human-
error dan ineffisiensi waktu kerja serta biaya-biaya tak terduga.

Software EPCS juga memiliki interface terintegrasi sehingga semua kegiatan di perkebunan
dapat terekam dan terpantau oleh management secara real-time, tepat dan akurat.

Penggunaan aplikasi operasional perkebunan ini dapat mendorong industri perkebunan Indonesia
semakin maju dan transparan, sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik demi
mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Penyediaan operasi teknologi perkebunan ini diharapkan dapat mendorong industry perkebunan di
Indonesia semakin maju dan transparan sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.
EPCS Plantation Software dikembangkan menggunakan arsitektur desain web sistim multilayer, sehingga
dapat dengan mudah diakses melalui Smartphone, Tablet, dan Komputer Notebook bahkan dalam
situasi bandwidth yang terbatas. Software ini mampu mengelola semua rincian operasional bisnis
perkebunan di lapangan terkait dengan proses absensi pekerja, pemupukan, perawatan, pemanenan,
termasuk penimbangan hasil panen, dan kemudian mengolah data-data yang masuk ke dalam bentuk
tabel, grafik maupun bentuk laporan lainnya.

Software EPCS mengintegrasikan semua operasional bisnis di lapangan secara real time dan factual
sehingga memberikan fixed data yang dapat dipergunakan untuk membuat Analisa dan keputusan bisnis
secara mendalam dan menyeluruh. Dengan menggunakan aplikasi ini, perusahaan perkebunan akan
semakin mudah melakukan kontrol alur kerja untuk operasi besar seperti kartu kerja, outsourcing,
waktu jadwal lembar, dan proses mesin untuk mengontrol logistik dan menyediakan manajemen
dengan analisis mendalam dari biaya dan pengelolaan sumber daya. Transfer data transaksi ke aplikasi
pada saat akhir penggunaan, yaitu
1. Lingkaran Pagi (Morning Muster)
2. Penghitungan Buah Data yang ditransfer
3. Kutip Brondolan Akan disimpan
4. Verifikasi Memori internal
5. Pekerjaan Umum

Software EPCS mendukung berbagai type database seperti Oracle, MSQL Server dan MySQL yang sudah
dikenal familiar oleh kalangan IT. • Struktur organisasi bisnis yang dikembangkan sangat fleksibel dan
secara khusus didedikasikan untuk industri perkebunan dengan mengambil struktur model yang susah
lazim diterapkan di industri perkebunan. • Software EPCS memiliki interface terintegrasi berupa aplikasi
software InField System, Weighbridge, Estate Maps / Geographic Information System (GIS) dan Business
Intelligence (BI), sehingga situasi dan kondisi operasional di lapangan dapat dipantau oleh management
secara real-time, tepat dan akurat. • Fungsi alur kerja multi-level yang dapat dikonfigurasikan sesuai
kebutuhan, sehingga users dapat mengkonfigurasi alur pekerjaan berdasarkan pada proses dan
kebijakan bisnis masing-masing perusahaan perkebunan. • Format laporan akhir dapat disimpan dan
dicetak dalam format file yang berbeda seperti misalnya PDF, Microsoft Excel, Microsoft Word, XML, TXT
dan lain-lain. Hal ini penting karena dapat dipergunakan untuk mengevaluasi dan menganalisis Key
Performance Indicator (KPI) yang penting dalam bisnis MODULAR FEATURES

SISTEM MODUL EPCS


• In-Field System
• Weighbridge System
• Geographical Information System (GIS)
• Business Intelligence (BI)

Electronic Plantation Control System (EPCS) adalah software perkebunan yang menawarkan
berbagai kemudahan dan akurasi dalam operasional sehingga meningkatkan profitabilitas,
perbaikan kinerja, kehandalan dan keunggulan kompetitif perusahaan

VISIBILITAS DALAM OPERASIONAL


Software aplikasi EPCS memungkinkan pengguna memperoleh pengetahuan yang mendalam
tentang detail kegiatan operasional perkebunan secara real time, faktual dan akurat, walaupun
digunakan di daerah terpencil. Aplikasi EPCS dilengkapi modul terintegrasi antar kegiatan
sehingga memberikan data-data operasional yang valid dan lengkap untuk membuat analisa dan
keputusan bisnis yang tepat.

TAMPILAN USER FRIENDLY


Software aplikasi EPCS didesain untuk pengguna awam dan tidak harus memiliki kemampuan
teknis. Dengan tampilan yang user-friendly memungkinkan pengguna pemula sekalipun mampu
mempelajari dan cepat mengerti cara kerja aplikasi ini.

MENYEDERHANAKAN ALUR KERJA


Software aplikasi EPCS membantu meningkatkan produktivitas perusahaan dengan
mempermudah alur kerja melalui satu titik sumber penerimaan data (server). Selain itu
mengurangi duplikasi data dan pekerjaan manual sehingga dapat meningkatkan integritas dan
validitas input data serta mengurangi kesalahan yang disebabkan factor human-error.

TIM AHLI DAN PROFESIONAL


Sumber daya teknis EPCS sangat berkualitas dan profesional untuk memastikan bahwa
pengguna akan menerima pelayanan dan dukungan service yang terbaik. Selain itu tim kami
sangat memahami proses dan alur kerja industri perkebunan sehingga mudah melakukan
pendalaman kasus terhadap permintaan dan memberikan solusi yang terbaik.

KEMUDAHAN AKSES DATA


Software aplikasi EPCS mampu memberikan solusi yang mendukung sistem remote melalui
internet secara mudah dan aman, sehingga pengguna akan dapat mengakses informasi kebun
kapan saja dan dari mana saja, bahkan dari daerah yang terpencil sekalipun.

RETURN OF INVESMENT SANGAT CEPAT


Software aplikasi EPCS dapat diimplementasikan dengan mudah dan cepat sehingga
mempersingkat waktu, biaya dan tenaga yang pada akhirnya ROI (Return on Investment) dapat
tercapai dalam waktu yang lebih singkat.

ELECTRONIC PLANTATION CONTROL SYSTEM

 Menyederhanakan operasional di perkebunan secara terintegrasi, sehingga banyak


diimplementasikan diberbagai perkebunan terutama di Indonesia, Malaysia dan Afrika
 Dikembangkan menggunakan arsitektur desain web sistim multilayer, sehingga dapat
dengan mudah diakses melalui smartphone, tablet, personal komputer dan notebook
 Fungsi alur kerja multilevel dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna
berdasarkan proses dan kebijakan bisnis masing-masing perusahaan perkebunan
 Format laporan akhir dapat disimpan dan dicetak dalam format file yang berbeda seperti
misalnya PDF, Microsoft Excel, Microsoft Word, XML, TXT dan lain-lain