Anda di halaman 1dari 7

A.

Konsep Dasar Terapi Komplementer

Pengobatan komplementer merupakan suatu fenomena yang muncul

saat ini diantara banyaknya fenomena-fenomena pengobatan non

konvensional yang lain, seperti pengobatan dengan ramuan atau terapi

herbal, akupunktur, dan bekam. Definisi CAM (Complementary and

Alternative Madacine) suatu bentuk penyembuhan yang bersumber pada

berbagai sistem, modalitas dan praktek kesehatan yang didukung oleh teori

dan kepercayaan (Hamidjojo, 2016).

Terapi komplementer merupakan jenis dari terapi modalitas, yaitu

upaya dalam pendekatan kepada pasien untuk memberikan penanganan atas

masalah kesehatannya. Terapi komplementer didefinisikan sebagai terapi

modalitas yang diberikan sebagai pengganti pengobatan kedokteran yang

telah umum digunakan (konvensional). Terapi komplementer merupakan

terapi modalitas yang bersifat melengkapi dengan tujuan untuk

mendapatkan hasil pengobatan yang lebih maksimal (Hamidjojo, 2016).

Terapi komplementer ada yang invasif dan noninvasif. Contoh

terapi komplementer invasif adalah akupuntur dan cupping (bekam basah)

yang menggunakan jarum dalam pengobatannya. Sedangkan jenis non-

invasif seperti terapi energi (reiki, chikung, tai chi, prana, terapi suara),

terapi biologis (herbal, terapi nutrisi, food combining, terapi jus, terapi urin,

hidroterapi colon dan terapi sentuhan modalitas; akupresur, pijat bayi,

refleksi, reiki, rolfing, dan terapi lainnya (Widyastuti, 2016).

1
Salah satu penyakit yang dapat di sembuhkan oleh terapi

komplementer yaitu penyakit GAD (Generalized Anxiety Disorder) yang

dilakukan dengan Hipnotherapi. Terapi hipnotherapi merupakan terapi yang

dilakukan pada subjek dalam kondisi hipnosis. Hipnoterapi sering

digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek, isi perasaan, sikap,

kecemasan, sakit sehubungan stress, manajemen rasa sakit, dan

perkembangan pribadi (Rizki, 2017).

GAD (Generalized Anxiety Disorder) merupakan khawatir

berlebihan terhadap hal-hal yang ditemui, entah itu besar atau kecil.

Biasanya kondisi ini juga akan mengganggu aktivitas penderita (Rizki,

2017).

2
B. Definisi

Terapi komplementer adalah sebuah kelompok dari macam - macam

sistem pengobatan dan perawatan kesehatan, praktik dan produk yang

secara umum tidak menjadi bagian dari pengobatan konvensional. Terapi

komplementer adalah bidang ilmu kesehatan yang bertujuan unutk

menangani berbagai penyakit dengan Teknik tradisional, yang juga dikenal

sebagai pengobatan alternativ (Zulfah, 2018).

Terapi hipnotherapi adalah tipe terapi yang menggunakan hipnosis,

dimana kesedaran seseorang berubah. Hipnosis adalah rangsangan terhadap

alam bawah saat seseorang menjadi mudah disarankan, dan kehilangan

kekuatan untuk bereaksi. Dengan hypnosis ini, seseorang mampu mengubah

rasa cemas yang berlebihan (Rizki, 2017).

C. Anatomi Fisiologi

D. Prinsip Dasar

Menurut American Psychologis Association (2013), Prinsip dasar

hipnotherapi sangat sederhana, yaitu ketika klien dalan kondisi hipnosa,

akan cenderung lebih mudah untuk menerima serangkaian kalimat sugesti.

Hipnotherapi lebih mirip dengan memotivasi seseorang yang memang

sudah memiliki keinginan atau motivasi dasar.

3
E. Manfaat

Menurut Gunawan (2012), ada beberapa manfaat hipnotherapi yaitu:

1. Menurunkan berat badan

2. Berhenti merokok

3. Menghilangkan kecemasan

4. Asma

5. Mengatasi depresi

F. Teknik Pelaksanaan/ Cara Kerja

Menurut Rizki (2017), ada beberapa cara kerja hipnotherapi yaitu:

1. Tahap Pre-talk

Terapis melakukan panggilan informasi. Terapis akan mencari tahu

apa sebenrnya yang menyebabkan kecemasan.

2. Analisis SWOT

Strengts, Weakness, Opportunities.

3. Tahap Prainduksi

Terapis memulai sugesti.

4. Tahap Induksi

Pasien akan dibawa ke dalam kondisi setengah tertidur.

5. Tahap Hipnosis

Pasien mulai dimasukkan dalam sugesti.

4
6. Tahap suggestion

Pasien masih dipertahankan dalam sugesti.

7. Tahap termination

Pada tahap ini, hipnotherapi diakhiri.

G. Pengkajian Keperawatan

1. Identitas Pasien

a) Nama pasien

b) Tempat Tanggal Lahir

c) Umur

d) Agama

e) Alamat

f) Pekerjaan

g) Jenis Kelamin

h) Tanggal Pengkajian

2. Riwayat Kesehatan

a) Diagnosa Medis

b) Riwayat Penyakit Sekarang

3. Terapi Medis

4. Data Penunjang

5. Pengkajian Pasien

5
6
7