Anda di halaman 1dari 20

BAB II

TINJAUAN TEORI

HIV/AIDS

A. PENGERTIAN
HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV
merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia
(terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama
sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi
virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-
menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. (Komisi
Penanggulangan Aids, 2010). Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem
tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-
penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi
lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang
menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit
yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi
oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan
tubuh yang melemah.
AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan
menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya
sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab
AIDS.Virus HIV membutuhkan waktu uang lama untuk menyebabkan sindrom
AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh
melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki
karena CD4 pada sel darah putih dirusak oleh virus HIV. Tingkat HIV dalam
tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi
HIV telah berkembang menjadi AIDS (Komisi Penanggulangan Aids, 2010)
B. ETIOLOGI
Penyebab dari penularan HIV/AIDS diantaranya:
a. Darah
Contoh: transfusi darah, terkena darah HIV positif pada kulit yang terluka, terkena
darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dan sebagainya.
b. Cairaan semen, air mani, sperma
Contoh: laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral
sex
c. Cairan vagina pada perempuan
Contoh: wanita berhubungan badan tanpa pengaman.
d. ASI
Contoh: resiko penularan HIV ke bayi akan meningkat bila bayi yang disusui oleh
ibunya memilliki masalah pada payudara ibu itu sendiri seperti mastitis, abses,
luka diputing payudara.
e. Transmisi vertikal dari ibu ke janin
Cara infeksi virus HIV adalah sebagai berikut :
1. HIV melekat dan masuk ke dalam limfosit CD 4 dengan mempergunakan enzyme
reverse transcriptase
2. Mengubah RNA menjadi DNA dan akhirnya bersatu dengan DNA penjamu
3. DNA nukleus memecah dan asam nukleat virus ikut serta memecah diri sehingga
limfosit CD 4 melemah
4. Limfosit CD 4 hancur dan virus yang telah bereplikasi ikut serta keluar dan
melekat masuk kembali ke limfosit CD 4 yang baru
5. Dalam beberapa hal replikasi virus berlangsung sedemikian rupa sehingga dapat
menimbulkan karsinoma atau sarkoma atau keganasan lainnya.
Tanda dan Gejala :
AIDS merupakan manifestasi lanjut dari HIV. Selama stadium HIV
individu bisa saja merasa sehat dan tidak curiga bahwa mereka menderita
penyakit. Pada stsdium lanjut, sistem imun individu tidak mampu lagi
menghadapi infeksi oportunistik dan mereka terus menerus menderita penyakit
minor dan mayor karena tubuhnya tidak lagi mampu memberi pertahanan. Pada
masa sekarang tidak ada penyembuhan (AVERT,2003).
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak
ada gejala yang tampak segera setelah terjadi infeksi awal. Beberapa orang
mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai
panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa), yang dapat
terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi
akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah
terjadinya infeksi.
Kendatipun infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV
sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara
untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes
HIV.
Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan
tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat
menyebabkan berkembangnya AIDS (Komisi Penanggulangan Aids, 2010)

• Demam
• Pembesaran kelenjar getah bening
• Diare berkepanjangan
• Pusing/pening
• Menurunnya berat badan
• Turgor kulit menurun
• Infeksi jamur, bakteri, virus yang kronis

Angka infeksi pada bayi sekitar 1 dalam 6 bayi (DoH,2001b)

C. PENGARUH PADA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS


a. Kehamilan
Resiko penu;aran HIV/AIDS ke janin berkisar pada usia kehamilan 0-14
minggu sekitar 1%, usia kehamilan 14-36 minggu berkisar 4% (Wiknyosastro,
Gulardi H, 2008)
Pada kebanyakan wanita yang terinfeksi HIV, penularan tidak dapat melalui
plasenta. Umumnya darah ibu tidak bercampur dengan darah bayi, sehingga tidak
semua bayi yang dikandung ibu dengan HIV positif tertular HIV saat dalam
kandungan. Plasenta bahkan melindungi janin dari HIV, namun perlindungan ini
dapat dirusak bila ada infeksi virus, bakteri ataupu parasit pada plasenta pada
keadaan dimana daya tahan tubuh ibu sedang lemah. Efek infeksi HIV/AIDS pada
kehamilan berkaitan dengan abortus, prematuritas, IUFD, IUGR, penularan pada
janin dan meningkatnya angka kematian ibu.
b. Persalinan
Resiko penularan HIV/AIDS ke janin saat proses persalinan berkisar 8%.
Pada proses persalinan, terjadi kontak antara darah ibu, maupun lendir ibu dan
bayi sehingga virus HIV dapat masuk kedalam tubuh bayi. Semakin lama proses
persalinan berlangsung, kontak antara bayi dengan cairan tubuh ibu semakin lama,
resiko penularan semakin tinggi.Operasi persalinan sectio caesaria (SC) berencana
sebelum saat persalinan tiba akan menghindari bayi terkena kontak dengan darah
dan lendir ibu, namun perlu dipertimbangkan faktor keamanan dan mahalnya
biaya dari operasi SC (Wiknyosastro, Gulardi H,2008).
c. Nifas
Resiko penularan HIV/AIDS pada periode pascapartum dapat ditularkan ke
bayi melalui pemberian ASI. Resiko penularan pada bayi pada pemberian ASI
umur 0-6 bulan berkisar 7%, sedangkan pemberian ASI umur 6-24 bulan berkisar
3%.ASI dari ibu yang terinfeksi HIV/AIDS mengandung HIV. Atas dasar
tersebut, ibu dengan infeksi HIV dianjurkan tidak menyusui bayinya dan diganti
dengan susu formula.
Resiko penularan HIV melalui pemberian ASI akan bertambah jika terdapat
adanya masalah pada payudara ibu, seperti mastitis, abses, luka di puting
payudara. Sebagian besar masalah payudara dapat dicegah dengan teknik
menyusui yang baik (Wiknyosastro, Gulardi H,2008).

D. DIAGNOSA
Dasar diagnosis infeksi HIV/AIDS :
1. Memerhatikan gejala klinisnya
2. Pemeriksaan laboratorium :
a. Kultur darah tepi
b. Antigen virus dengan polymerase chain reaction
c. Jumlah CD 4 menurun
- Perbandingan CD 4 turun sedangkan CD B tetap / naik
d. Serum immunologisnya :
- Antigen virus didapatkan dengan pemeriksaan ELISA dan EIA
- ELISA ( ) dipakai untuk uji
antibodi HIV. Sensitifitas tes ELISA ini sebesar 99,5%. Bila uji ELISA
positif maka masih perlu dilakukan konfirmasi dengan tes suplementasi
lain, misalnya Western Blot atau
3. Transmisi menuju janinnya :
a. Melalui hematogen-plasentanya
b. Cairan genitalianya-intrapartum sekitar 20-30 %
c. Terdapat faktor yang dapat meningkatkan transmisi vertikal menuju
janin. Misalnya daya tahan tubuh ibu yang lemah.
(Martaadisoebrata, Djamhoer, 2004

E. KLASIFIKASI
Klasifikasi HIV/AIDS dibagi menjadi 4 stadium :
Stadium klinis hiv/aids dibagi menjadi 4 stadium :
a. Stadium I
- Asimptomatik
- Skala aktivitas I : asimptomatik, kegiatan normal
b. Stadium II
- Berat badan turun < 10 %
- Manifestasi mukokutan ringan (dermatitis seboroik, infeksi jamur pada
kulit, sariawan berulang, kelitis angularis)
- Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir
- ISPA berulang
- Skala aktivitas II : simptomatik, kegiatan normal
c. Stadium III
- Berat badan turun > 10 %
- Diare > 1 bulan
- Demam > 1 bulan
- Kandidiasis oral
- TB paru dalam 1 tahun terakhir
- Infeksi bakterialis yang berat
- Skala aktivitas III : baring ditempat tidur <50 %
d. Stadium IV
- Penyakit-penyakit yang termasuk kriteria AIDS
- Skala aktivitas 4 : baring ditempat tidur >50 %
(WHO consultative meeting, 1993)

F. KOMPLIKASI
Komplikasi hiv/aids pada kehamilan
Komplikasi HIV/AIDS pada ibu hamil :
1. Faktor infeksinya menimbulkan :
a. Persalinan prematur
b. Pertumbuhan janin lambat
c. Dapat terjadi ketuban pecah dini
d. Infeksi sekunder
2. Meningkatnya infeksi multipel :
a. Memperparah komplikasi pada ibu hami
b. Pengobatan lebih sulit
(AVERT,2003).

G. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan hiv/aids pada kehamilan
1. Melakukan evaluasi tentang infeksi :
a. HIV
b. Infeksi TORCH dan infeksi sekunder lainnya
c. Melakukan ANC yang lebih teratur
d. mengurangi rokok dan minuman keras dan ketagihan obat lainnya
e. Melakukan pemeriksaan sitologi untuk kemungkinan karsinoma
Pengobatan infeksi hiv/aids pada kehamilan
1. Infeksi asimptomatis dengan :
a. Indikasi CD 4 kurang dari 20 sel/mm
b. Obatnya :
- Zidovudine 100 mg/5 hari
- toksik untuk sumsum tulang dan karena itu darah ibu hamil harus
evaluasi
c. saat persalinan diberikan IV 2 mg/kg BB.
2. pengobatan profilaksis.
a. trimetoprim atau sulfametoksazol
- untuk infeksi sekunder:
* bakteri toksoplasmosis
* proteuscarinii
*jumlah CD 4 < dari 50 sel/cc
b. flukonazol: dosis 2mg/2x/hari, selama 10-14 hari3.
3. hasil pengobatan tidak memuaskan oleh karena:
a. obat-obatan yang spesifik yang belum ditentukan
b. pada tingkat akhir terdapat infeksi sekunder yang multipel sehingga
menambah sulitnya penyembuhan.
4. upaya profilaksis umum:
a. karena infeksi HIV didapatkan dengaan hubanguan seksual, upaya
menhindarinya adalah:
- menghindari hubungan seksual dengan wanita tuna susila
- pergunakan kondom saat melakukan hubungan seksual
b. profilaksis infeksi HIV harus dilakukan dengan cermat karena insidens
AIDS di Indonesia telah berada pada urutan kelima artinya ibu rumah
tangga sudah mulai terinfeksi.
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY. “ V “ umur 25 tahun G1 P0 A0 HAMIL 17 MINGGU DENGAN
HIV/AIDS
DI RS KUSUMA BANGSA

NO REGISTER : 072510698
Tanggal Masuk : 15 Februari 2012 Pukul : 08.00 WIB
Tanggal Pengkajian : 15 Februari 2012 Pukul : 13.00 WIB

I. PENGUMPULAN DATA
A. IDENTITAS / BIODATA
a. Identitas klien
Nama : Ny. V
Umur : 25 Tahun
Suku / Kebangsaan : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Penyanyi Club
Alamat Rumah : Desa Karang Gintung, Banyumas
No. Telepon : 081860123654
b. Identitas suami
Nama : Tn. J
Umur : 29 Tahun
Suku / Kebangsaan : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Sopir
Alamat Rumah : Desa Karang Gintung, Banyumas
No. Telepon : 081860123654
B. ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)
Pada Tanggal :15 Februari 2012 Pukul : 13.00 WIB
1. Alasan kunjungan ini
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kondisi tubuh dan janinnya dan
mengatakan badan serta kulitnya gatal-gatal seperti terdapat sisik dikulitnya
2. Keluhan-keluhan
Ibu mengatakan dirinya mengalami demam, diare disertai batuk terus
menerus selama 2 minggu dan tubuhnya lemas
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu datang dengan rujukan dari bidan ke RS Kusuma Bangsa dengan
menggunakan kursi roda dan mengalami diare sejak 2 minggu lalu
4. Riwayat Menstruasi :
Haid Pertama : 13 tahun
Siklus : 28 hari
Banyaknya : 3 x ganti pembalut
Dismenorhoe : Tidak ada
Teratur/tidak teratur : teratur
Lamanya : 7 hari
Sifat darah : Merah pekat
5. Riwayat Kehamilan, Persalinan,dan Nifas Yang Lalu :
G1 P0 A0
No Tgl. Tempat Komplikasi Penolong Bayi Nifas
Lahir Usia Jenis Persalinan
Umur Kehamilan Persalinan Ibu Bayi PB / Keadaan Keadaan Lactasi
BB
jenis
1 - - - - - - - - - - -
2
DST
6. Riwayat Kehamilan Ini :
 HPHT : 19 – 10 – 2011
 Taksiran Persalinan : 24 – 7 – 2012
 ANC berapa kali : 2x Tempat:BPS Kusuma Bangsa
 Keluhan-keluhan pada trimester I :Mual, muntah
Nasihat : Makan porsi sedikit tapi sering
Terapi : B6, Antasid
 Keluhan trimester II : diare, demam
Nasihat : Memberitahu ibu untuk memeriksakan kehamilannya ke
rumah sakit untuk mendapat penatalaksanaan lebih efektif
Terapi :Rujuk ke RS
 Pergerakan janin pertama kali dirasakan sejak : usia kehamilan 16
minggu.
 Bila pergerakan sudah terasa, pergerakan anak 24 jam terakhir 12x
<10x >10x-20x >20x
 Imunisasi TT : 2x
TT 1 tanggal 22 November 2011
 Keluhan yang dirasakan (bila ada jelaskan) :
- Nyeri perut hebat : tidak ada
- Sakit kepala berat/ terus menerus : tidak ada
- Penglihatan kabur : tidak ada
- Perdarahan pervaginam : tidak ada
- Oedema seluruh tubuh : tidak ada
- Gerakan janin menghilang : tidak ada

7. Riwayat Kontrasepsi :

NO Jenis Pertama Menggunakan Terakhir Menggunakan


Kontrasepsi Tanggal Oleh Tempat Keluhan Tanggal Oleh Tempat Alasaan
- - - - - - - - - -
8. Pola kebiasaan sehari-hari
Pola kebiasaan Sebelum hamil Sesudah hamil
Nutrisi (pola makan)  Makan : 3x  Makan : 3-4x
Porsi : 1 piring/hari Porsi : 1 piring/hari
Komposisi : nasi, sayur, Komposisi : nasi,
lauk sayur, lauk, buah
 Minum : 7-8 gelas  Minum : 8-9
gelas/hari gelas/hari
 Kebiasaan lain :  Kebiasaan lain :
mengkonsumsi alkohol sudah tidak
mengkonsumsi
alkohol
Eliminasi  BAB  BAB
Frekuensi :1 x / hari Frekuensi 3-4x/ hari
Konsistensi : padat Konsistensi : encer
lunak Warna : kuning ada
Warna : kuning lendir darah
 BAK  BAK
Frekuensi : 6-7 x / hari Frekuensi : 7-9 x /
Konsistensi : cair hari
Warna : kuning jernih Konsistensi :cair
Warna : kuning jernih
Seksualitas 3x/minggu dan Ibu sering TM I : 2-3x dalam 3 bulan
bergonta-ganti pasangan dan dengan keluhan nyeri saat
tidak menggunakan kondom berhubungan
saat berhubungan seksual
Personal Hygene  Mandi : 2x /hari  Mandi : 2x/ hari
 Keramas : 3x/minggu  Keramas : 2x/hari
 Ganti pakaian : 2x/hari  Ganti pakaian1x/hari
Istirahat dan Tidur Istirahat : 1 jam Istirahat : 2-3 jam
Tidur :5 jam Tidur : 5 jam
Aktivitas Pagi : Membereskan rumah Tidak bisa melakukan
Malam : ibu bekerja ditempat aktivitas seperti biasa
prostitusi
Ketergantungan obat dan Tidak ada Tidak ada
zat

9. Riwayat penyakit sistemik yang lalu :


Jantung : tidak ada
Ginjal : tidak ada
Asma/TBC paru : tidak ada
Hepatitis : tidak ada
DM : tidak ada
Hipertensi : tidak ada
Epilepsi : tidak ada
Lain-lain : Ibu mengatakan sebelumnya sering
mengalami diare, sering flu & batuk
10. Riwayat penyakit sistemik yang sedang diderita :
Jantung : tidak ada
Ginjal : tidak ada
Asma/TBC paru : tidak ada
Hepatitis : tidak ada
DM : tidak ada
Hipertensi : tidak ada
Epilepsi : tidak ada
Lain-lain : tidak ada
11. Riwayat Ginekologi
Ibu mengatakan 1 tahun yang lalu pernah menderita herpes pada alat
kelaminnya
12. Riwayat penyakit sistemik keluarga :
Jantung : tidak ada
Ginjal : tidak ada
Asma/TBC paru : tidak ada
Hepatitis : tidak ada
DM : tidak ada
Hipertensi : tidak ada
Epilepsi : tidak ada
Lain-lain : tidak ada
13. Riwayat psikososial :
 Kehamilan ini : diterima, direncanakan
direncanakan tidak direncanakan
diterima tidak diterima
 Perasaan tentang kehamilan ini : bahagia dan bangga, namun
ibu merasa cemas atas sakit yang dialaminya dan tidak ada
dukungan mental dari suami yang bekerja di luar kota dan pulang
3 bulan sekali
 Reaksi orang tua dan keluarga terhadap kehamilan ini :
menerima, dan bahagia.
 Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami
 Status perkawinan : sah Kawin : 2 x
 Kawin I umur : 17 tahun, dengan suami umur : 24 tahun
Lamanya : 1 tahun
 Kawin II umur : 20 tahun, dengan suami umur : 24 tahun
 Keadaan sosial budaya : Lingkungan tempat tinggal ibu dekat
dengan tempat prostitusi dan masyarakatnya sebagian besar
bekerja sebagai PSK

C. DATA OBYEKTIF
1. Keadaan umum : lemah
Kesadaran : compos mentis
Keadaan emosional : kurang stabil
2. Tanda – tanda vital
Tekanan Darah : 100/60 mmHg
Denyut nadi : 70 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 38 C
3. Tinggi Badan : 155 cm
BB sekarang : 42 kg
BB Sebelum hamil : 47 kg
LILA : 22 cm
Kepala : simetris, kulit kepala kotor, tidak
terdapat benjolan abnormal, rambut hitam,
berketombe.
Muka : oedema : tidak ada
cloasma gravidarum :tidak ada
tampak pucat
Mata : simetris, agak cowong, tidak strabismus
Konjungtiva : agak pucat
Sklera : putih
Hidung : secret : tidak tampak penumpukan secret
Polip: tidak ada
Telinga : Tampak simetris, tidak terdapat
penumpukan serumen,tidak ada benjolan.
Bibir : pucat dan kering
Gigi : karies : tidak ada
berlubang : tidak ada
Leher : tidak simetris, bersih
Kelenjar tiroid : Tidak tampak adanya pembesaran
Kelenjar Getah Bening : tampak adanya pembesaran
Vena jugularis : Tidak adanya pembesaran dan bendungan
Dada : Tampak simetris, pernafasan teratur,
tidak terdapat massa, dan tidak terdapat
retraksi dinding dada.
Payudara : pembesaran : ada
areola mammae : terjadi hiperpigmentasi
puting susu : menonjol keluar
simetris : ya
benjolan : tidak ada
pengeluaran : kolostrum belum keluar dan
bersih
rasa nyeri : tidak ada
lain-lain : tidak terdapat bekas operasi.
Kulit : turgor kulit jelek, terdapat dermatitis pada
kulit
Posisi tulang belakang: : tegak

Ekstremitas atas dan bawah : oedema : tidak ada


kemerahan : tidak ada
varises : tidak ada
refleks patela : +/+, +/+
terpasang infus RL pada 24 tpm di
tangan sebelah kiri
Abdomen
 Benjolan : tidak ada
 Bekas luka operasi : tidak ada
 Konsistensi : kenyal, berisi
 Pembesaran lien/liver : tidak ada
 Kandung kemih : tidak ada resistensi urine
 Strie gravidarum : ada
 Linea nigra : ada
 Linea Alba : tidak ada
 Pembesaran : terlihat tidak sesuai umur kehamilan
4. Pemeriksaan Kebidanan
a. Palpasi Uterus
Teraba ballotement, TFU pertengahan pusat dan simpisis
b. Auskultasi
Denyut Jantung Janin : terdengar tapi belum jelas
Frekuensi : 130 x/menit
Punctum Maksimum : pada KW III Jumlah : 1
(tunggal)
c. Ano – Genitalia (inspeksi) :
Perineum : luka parut : tidak ada
Vulva Vagina : warna : pink Luka : ada
Fistula : tidak ada Varises : tidak ada
Pengeluaran : terdapat pengeluaran yang abnormal (cairan
kental, putih keruh berbau)
Anus : hemoroid : tidak ada

D. UJI DIAGNOSIS :
Pemeriksaan Laboratorium
Tannggal 15 Februari 2012 Pukul : 11.00
1. Darah : CD4 = 230 (normal >500)
2. ELISA : positif (normal: negatif)
3. Western Blot 

II. INTERPRETASI DATA


a. DIAGNOSA KEBIDANAN :
Ny. V umur 25 tahun G1 P0 A0 hamil 17 minggu janin hidup intra uteri
dengan infeksi HIV stadium 2
Data dasar :
DS : Ibu mengatakan badan dan kulit gatal seperti bersisik, mengalami
demam, diare disertai batuk sejak 2 minggu lalu,pernah mengalami
herpes genital, sering berhubungan seksual dengan bergonta-ganti
pasangan dan tanpa menggunakan kondom
DO : TD : 100/60 mmHg, kepala berketombe, mata agak cowong, ada
pembesaran kelenjar getah bening, turgor kulit jelek, terdapat dermatitis
pada kulit
Pemeriksaan laboratorium :
- Darah : CD4 = 230
- ELISA : positif
- Western Bolt : positif
b. MASALAH
1. Dehidrasi sedang
DS : Ibu mengatakan diare terus menerus selama 2 minggu BAB 3-
4x/hari badan terasa lemas
DO : TD : 100/60 mmHg, N: 70x/menit, KU : lemah, mata agak
cowong, bibir kering, agak pucat
Kebutuhan :
- Penuhi kebutuhan cairan & nutrisi
- Atasi keluhan yang mengganggu
- Pemberian antibiotik yans sesuai
2. Penurunan berat badan
DS : Ibu mengatakan badannya semakin lemah
DO : BB sebelum hamil :47 kg, BB Selama hamil : 42 kg
Kebutuhan :
- Penuhi kebutuhan nutrisi
- Jelaskan gizi seimbang
3. Cemas
DS : Ibu merasa cemas atas sakit yang dialaminya dan ibu merasa
khawatir dirinya akan dikucilkan di masyarakat
DO : Muka : agak pucat, ekspresi wajah tampak muram
Kebutuhan :
- Dukungan emosional
- Konseling

III. DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


1. Dehidrasi berat
2. Abortus
3. Penularan HIV ke janin
4. AIDS
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA /
KOLABORASI
Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian rehidrasi RL 24 tpm dan
terapi yang tepat

V. RENCANA ASUHAN YANG MENYELURUH


Tanggal : 15 Februari 2012 Pukul : 13.30 WIB
1. Jelaskan kepada pasien mengenai hasil pemeriksaan
2. Berikan konseling dan dukungan pada pasien
3. Berikan rehidrasi sebagai upaya memenuhi kebutuhan cairan
4. Jelaskan pola diet yang tepat dan pengetahuan tentang nutrisi
5. Beritahu pasien mengenai interaksi antara obat-obatan, HIV dan kondisi
tubuh
6. Jelaskan mengenai dampak HIV terhadap kehamilan dan janin yang
dikandung
7. Jelaskan mengenai personal hygiene
8. Dorong kontak dekat dengan keluarga, orang terdekat dan teman
9. Kolaborasi dengan tim medis untuk menentukan terapi yang tepat

VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 15 Februari 2012 Pukul : 14.00 WIB
1. Menjelaskan tentang hasil pemeriksan kepada pasien tentang kondisi
yang dialaminya bahwa ipasien menderita infeksi HIV
2. Memberikan konseling dan dukungan pada pasien tentang penyakit yang
dideritanya dan memotivasi ibu
3. Memberikan rehidrasi RL 24 tpm untuk memenuhi kebutuhan cairan
untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare
4. Menjelaskan pola diet yang tepat dan pengetahuaan tentang nutrisi
berupa makan makanan yang bergizi dan seimbang serta memberikan
diet TKTP
5. Memberitahu pasien mengenai interaksi obat-obatan, HIV dan kondisi
tubuh
6. Menjelaskan mengenai dampak HIV terhadap kehamilan dan janin yang
dikandung bahwa kemungkina janin bisa terinfeksi HIV dari ibu
7. Menjelaskan mengenai personal hygiene bahwa ibu dapat menggunakan
baju yang menyerap keringat dan celana dalam yang terbuat dari bahan
katun
8. Mendorong kontak dekat dengan keluarga, orang terdekat dan keluarga
agar mereka dapat memberikan dukungan kepada pasien
9. Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi yang tepat berupa
infus RL, antibiotik dan antipiretik berupa amoxcicilin 3x1 dan
parasetamol 3x1 serta ARV berupa zivovudine 100 mg/ 5 hari sesuai
instruksi dokter

VII. EVALUASI
1. Ibu mengetahui tentang hasil pemeriksaan dan memahami tentang
penyakit yang dideritanya
2. Ibu mengerti tentang konseling yang diberikan
3. Rehidrasi RL telah diberikan kepada ibu
4. Ibu bersedia untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
5. Ibu mengerti penjelasan yang diberikan
6. Ibu memahami tentang dampak HIV terhadap dirinya dan janin
7. Ibu memahami tentang personal hygiene
8. Keluarga, orang dekat dan teman mau memberikan dukungan kepada
ibu
9. Terapi amoxcicilin, parasetamol dan zivovudine telah dib
Purwokerto, 16 Februari 2012
Pembimbing Klinik Praktikan

................................ ................................

Mengetahui
Pembimbing Akademik

...........................................