Anda di halaman 1dari 1

Nilai modulus elastisitas berkurang dengan meningkatnya temperatur.

Ketika laju pendinginan


berlangsung, temperatur berkurang ke temperatur awal dan menghasilkan tegangan sisa mencapai 2,5
Gpa di daerah iradiasi. pengujian dengan SEM menunjukkan bahwa tidak ada retakan dan kekosongan
pada daerah yang diberi perlakuan laser, kecuali pada antarmuka antara permukaan yang diberi
perlakuan dengan laser dan yang tidak. Terbentuknya lapisan padat yang terdiri dari Al (C, N) dan AlN.
Akibatnya kekerasan mikro meningkat secara signifikan.

Benda kerja yang digunakan adalah ubin alumina dengan ketebalan 3 mm. kemudian resin fenolik
diaplikasikan pada permukaan ubin alumina dengan ketebalan yang seragam 60mm dalam ruang kontrol
pada tekanan 8 bar dengan 175C selama 2 jam. Setelah itu benda kerja dipanaskan hingga 400C dalam
lingkungan argon selama beberapa jam untuk memastikan resin fenolik menjadi lapisan karbon yang
selanjutnya akan dipindai oleh sinar laser sesuai dengan parameter yang ditentukan. hal tersebut akan
menghasilkan lapisan senyawa Al (C, N) dan AlN di wilayah permukaan setelah perlakuan laser.
kemudian dilakukan karakterisasi material dengan SEM dan XRD dan dilanjutkan dengan uji kekerasan
pada permukaan benda kerja (hardness vicker's). pengukuran diulang sebanyak 5 kali di setiap titik.

Proses karbonitriding dengan metode laser dapat menghasilkan permukaan benda kerja yang lebih halus
dan lebih sedikit crack.

Preparasi sampel dengan memotong AISI 304 austenitic stainless steel setebal 1mm dengan ukuran
10x20mm dengan komposisi kimia wt.% : Si, 0.08; Mn, 1.0; Ni, 8 11; Cr, 12 20; Fe, seimbang. Proses
karbonitriding dilakukan dengan sistem yang terdiri dari tabung reaktor dengan panjang 500mm dan
diameter 41,5 mm dan menggunakan rasio tekanan 1:1 untuk gas nitrogen dan asetilen. Thermocouple
digunakan untuk mengkontrol temperatur dan dilakukan variasi waktu dari 4 hingga 10 menit. Struktur
permukaan yang dekat dari lapisan senyawa carbonitrided dianalisis dengan menggunakan unit
difraktometer Siemens dengan radiasi CuK α. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan dan morfologi
permukaan dan lapisan penampang yang terbentuk dengan menggunakan SEM, serta komposisi kimia
dengan EDS.

AISI 304 austenitic stainless steel, RF plasma dengan rasio tekanan 1:1 (nitrogen:asetilen)

Kekerasan permukaan sampel meningkat secara signifikan pada waktu 10 menit proses carbonitriding
yang besarnya mencapai 1715 Hv 0,1. laju karbonitriding tertinggi mencapai 0.5 µm/s.

El-Hossary, F. M., Negm, N. Z., Khalil, S. M., Abed Elrahman, A. M., & McIlroy, D. N. (2001). RF plasma
carbonitriding of AISI 304 austenitic stainless steel. Surface and Coatings Technology, 141(2-3), 194–201.
doi:10.1016/s0257-8972(01)01036-2

Semakin lama waktu plasma maka semakin tebal lapisan carbonitrided yang dihasilkan.