Anda di halaman 1dari 1

Sri Sultan Hamengku Buwono X: Tak Ada Lagi Masalah Terkait Pembangunan Bandara Baru

Yogyakarta

04 April 201419:08,22
JAKARTA - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama j ajaran Musyawarah
Pimpinan Daerah (Muspida) DI Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Angkasa
Pura Airports, Kemayoran, Jakarta, Jumat (04104). Kunjungan ini membahas perkembangan proyek
Bandara Baru Yogyakarta di Kulon Progo. Kedatangan Sri Sultan disambut oleh President Director
Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo dan jajaran direksi Angkasa Pura Airports. Hadir dalam
kesempatan tersebut Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI Bambang ljahyono. - See
more at: http://www.angkasapural.co.id/detaillberitalsri-sultan-hamengku-buwono-x-tak-ada-lagi-
masalah-terkait-pembangunan-bandara-baru-yogyakarta-#sthash.QmqGJtIB.dpuf
"Permasalahan penetapan lokasi proyek proyek Bandara Baru Yogyakarta telah mencapai titik temu.
Lokasi bandara tidak perlu mundur dan tidak perlu menerabas Sungai Bogowonto," terangnya.
Menurut Sultan, sudah tidak ada masalah lagi yang menghambat pembangunanbandara Kulonprogo.
PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemrakarsa proyek penambangan dan pengolahan pasir besi
menyatakan siap memundurkan lokasi pabriknya. Selain itu, JMI juga menyiapkan inovasi baru yang
memungkinkan pabriknya dibangun dalam areayang lebih kecil. Dengan demikian, cerobong asap
dan partikel sisa aktivitas produksi dapat diminimalisir dan tidak akan mengganggu kegiatan
operasional bandara.
"Setelah dihitung, mundurnya lokasi pabrik JMI sudah memungkinkan terciptanya kawasan aman
bagi operasional bandara. Panjang runway juga sudah mencapai target 3.600 meter. Dengan demikian,
Angkasa Pura Airports tidak perlu memundurkan lokasinya hingga 500 meter ke barat. Pembangunan
lampu-lampu navigasi yang harus menerabas Sungai Bogowonto juga tak perlu dilakukan," tambah
Sultan.

Keterbatasan Bandara Adisutjipto


Saat ini, kapasitas land side dan air side Bandara Adisutjipto sudah tidak dapat menampung trafik
yangada.BandaraAdisutjiptosaatinihanyadapatmenampung l,2jutapenumpangpertahun.
Berdasarkan data trafik tahun 2013, Bandara Adisutjipto telah melayani 64,9juta pergerakan pesawat,
5,7 iuta penumpang, selta 14,5 juta kilogram kargo. Hal tersebut menunjukkan bahwa Bandara
Adisutjipto telah mengalami ovey capacity.
Sebagai salah satu bandara terpadat di Indonesia, Bandara Adisutjipto memiliki beberapa
keterbatasan. Runwaybandara sepanjang 2.200 meter tidak dapat diperpanjang karena adanya
beberapa halangan. Di sebelah barat, perpanjangan runway terhalang oleh Jembatan Janti dan sungai,
sementara di timur terhalang oleh Gunung Boko. Selain itu, lokasi bandaratidak memungkinkan
untuk dikembangkan menjadi airport city.
Dengan hadirnya Bandara Baru Yogyakartayang direncanakan dibangun di daerah Temon,
Kulonprogo, akan mengatasi permasalahan di bandara kebanggan masyarakat Yogyakarta ini.
Pemilihan Temon sebagai lokasi bandara didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain
geometri dan ketersediaanlahan, topografi, lokasi yang jauh dari gunung berapi, dan minimalisasi
relokasi penduduk. Bandara baru ini nantinya akan menggantikan Bandara Adisutjipto dan diharapkan
dapat menjadi bandara utama untuk mendukung pengembangan turisme, perdagangan, investasi, dan
membuka peluang tenaga kerja bagi Provinsi DI Yogyakarta dan wilayah sekitarnya [Citra Mahesa
Nus ant ar a/ D i ani Se kar ing S e.j at i J

http://www.angkasapural.co.id/detaillberita/sri-sultan-hamengku-buwono-x-tak-ada-lagi-masalah-
terkait-pembangunan-bandara-baru-yogyakarta- (diakses pada hari Jumat, 2l Agustus)