Anda di halaman 1dari 27

Petunjuk Teknis Pengawasan TPS

Oleh Pengawas TPS/PPL Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil


Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil
Walikota Tahun 2018

A. PENDAHULUAN
Sebagai ujung tombak pengawasan, Pengawas TPS membutuhkan pengetahuan
yang memadai dan kemampuan yang mumpuni untuk melakukan pengawasan tahapan
puncak ini. Oleh karena itu disamping upaya peningkatan kapasitas yang cukup,
Pengawas TPS ini harus dapat melaksanakan tugasnya di lapangan. Atas dasar inilah
panduan teknis ini disusun sebagai Panduan Pengawas TPS dan juga disertai alat kerja
pengawasan.
Panduan teknis pengawasan TPS di dalamnya memuat langkah-langkah teknis
pengawasan, panduan standar dalam menghadapi kejadian-kejadian yang sering muncul
dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

B. DASAR HUKUM
1. UU 10 tahun 2016 tetang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota
2. PKPU 8 tahun 2018 tentang Pemungutan Dan Penghitungan Suara
3. PKPU 9 tahun 2018 tentang Rekapitulasi Suara
4. PKPU 9 tahun 2017 tentang Norma, Prosedur, Kebutuhan Pengadaan dan
Penditribusian Perlengkapan Pemilihan
5. PKPU 2 tahun 2017 tentang Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih
Dalam Pemilihan
6. PKPU 4 tahun 2017 tentang Kampanye
7. PKPU 1 tahun 2017 tentang Tahapan Pemilihan
8. Perbawaslu 14 tahun 2018 tentang Pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan
Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan
9. Perbawaslu 13 tahun 2018 tentang Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan
Suara
10. Perbawaslu 9 tahun 217 tentang Pengawasan Pemutakhiran Data dan Penyusunan
Daftar Pemilih
11. Perbawaslu 12 tahun 2017 tentang Pengawasan Kampanye
12. Perbawaslu 1 tahun 2018 tentang Pengawasan Perencanaan, Pengadaan dan
Penditribusian Pelengkapan Pemungutan Suara dan Dukungan Lainnya
13. Perbawaslu 14 tahun 2017 tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan
14. Perbawaslu 15 tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pemilihan
15. Perbawaslu 13 tahun 2017 tentang Tata Cara Penanganan Pelanggaran Administrasi
Terkait Larangan Memberikan atau Menjanjikan Uang atau Materi Lainnya yang
Dilakukan Secara Struktur, Sistematis dan Massif.

C. KEGIATAN DAN JADWAL PENGAWASAN


No Kegiatan pengawasan Jadwal Keterangan
1 Pengawasan kegiatan di masa 24 -26 Juni 2018 Laporan
tenang : pengawasan
a. Larangan kampanye di masa menggunakan
tenang (pemberian uang atau Formulir model A
materi lainnya, dan model AA.PS-1
mobilisasi/intimadasi pemilih);
b. Pemberian uang atau barang
2 Pengawasan persiapan 24-25 Juni 2018 Laporan
Pemungutan dan Perhitungan Pengawasan
Suara: persiapan
a. Pengumuman hari pemungutan suara
pemungutan suara; Form AA.PS-2
b. Pembagian formulir Model
C6-KWK.
c. Kesiapan TPS dan
perlengkapan pemungutan
suara;
3 Pengawasan pelaksanaan 27 Juni 2018 Laporan
Pemungutan Suara pengawasan
menggunakan
Formulir model A
dan model AA.PS-3
4 Pengawasan pelaksanaan 27 Juni 2018 Laporan
Penghitungan Suara pengawasan
menggunakan
Formulir model A
dan model AA.PS-4
5 Pengawasan Ketidaksesuaian 27-28 Juni 2018 Laporan
Perhitungan suara Pengawasan
menggunakan
Formulir Model A
dan Form AA.PS-5
No Kegiatan pengawasan Jadwal Keterangan
6 Menuangkan salinan formulir 27-28 Juni 2018 -
Model C1 KWK dan lampirannya
yang diteriam Pengawas TPS ke
PPL

D. TEKNIS PENGAWASAN :
I. SEBELUM PEMUNGUTAN SUARA
Fokus pengawasan :
Fokus pengawasan pada saat proses sebelum kegiatan pemungutan suara ditujukan
pada 4 (empat) hal sebagai berikut :
- Kampanye hari tenang;
- Pemberian uang dan barang kepada pemilih
- Kesiapan pendirian TPS ditempat yang mudah diakses bagi penyandang
disabilitas.
- Ketersediaan dan kelengkapan perlengkapan pemunggutan perhitungan suara
serta dukungan perlengkapan lainnya.
- Distribusi Formulir Model C6-KWK,
- Pelaksanaan Pengumuman hari pemungutan suara;

Langkah-langkah pengawasan :
a. Hari Tenang (H-3) 24-26 Juni 2018
1. Melakukan koordinasi dengan Tim Pelaksana Kampanye Pasangan Calon atau
Relawan atau Saksi Pendukung Pasangan Calon yang ada di daerahnya untuk
menyampaikan larangan kampanye pada masa tenang dan larangan
pemberian uang atau materi lannya;
2. Melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, tokoh adat
setempat untuk melaporkan kepada Pengawas apabila ditemukan pelanggaran
kampanye termasuk pemberian uang atau materi lainnya di waktu masa
tenang;
3. Memantau atau memonitor situasi dan kondisi Bersama pengawas kecamatan
dan pengawas kelurahan atau dapat mengajak bersama kepolisian atau pihak
kemaanan setempat yang bertugas di wilayah kerjanya untuk mengawasi
kemungkinan adanya aktifitas pemberian uang atau materi lainnya dan
terhdap masih adanya alat peraga kampnye yang belum dibersihkan;
4. Mengecek pelaksanaan pengumuman pemberitahuan hari pemungutan suara
melalui pengeras suara;
5. Mengecek pelaksanaan pendistribusian Formulir Model C6-KWK (kepada
KPPS dan Pemilih), terhadap Formulir Model C6-KWK yang tidak
terdistribusikan karena pemilihnya tidak ada di rumah pada hari pemungutan
suara atau pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat maka harus dipastikan
agar Formulir Model C6-KWK di tersebut dicatat dan dipastikan disimpan tetap
utuh di PPS.

b. Satu hari sebelum pemungutan suara (H-1)


1. Mengadakan pertemuan tentang kesiapan pelaksanaan pemungutan dan
penghitungan suara dengan KPPS dan petugas keamanan;
2. Mendatangi lokasi TPS dan melakukan pengecekan kesiapan TPS apakah sudah
didirikan di tempat yang mudah diakses bagi penyandang disabilitas dan
tersedianya serta lengkapnya perlengkapan dukungan. Berikut Logistik
pemungutan suara dan penghitungan suara serta perlengkapan Dukungan
lainnya yang perlu di cek keberadaanya:
No Jenis Jumlah dan Keteranga
1 Surat Suara Sejumlah DPT ditambah 2,5% dari
DPT
2 Kotak Suara Berstiker 1 buah untuk masing-masing
pemilihan
3 Bilik Suara 2-4 Buah
4 Tinta Paling banyak 2 botol
5 Segel dan Sampul Berstiker
6 Model C-KWK 5 set
7 Model C1-KWK 6 Set ditambah sejumlah saksi
8 Salinan DPT 4 Set
9 Daftar Paslon Diodata, Visi, Misi dan Program yang
ditempel di papan pengumuman
10 Alat Bantu Disabilitas Netra 1 Buah

3. Melakukan konfirmasi kembali dan memastikan Formulir Model C6 KWK yang


tidak terdistribusi sudah berada di PPS dan diamankan dan dipastikan utuh
jumlahnya.

c. Pelanggaran/penyimpangan dan tindak lanjutnya :


No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
1 Terjadinya aktivitas - Melakukan pencatatan kejadian dan
pemberian uang atau melakukan penelusuran untuk
materi lainnya untuk mengumpulkan bukti-bukti serta saksi-
mempengaruhi saksi kejadian yang ada;
pemilih/petugas - Segera Melaporkan kepada PPL untuk
diteruskan kepada Panwascam agar
No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
dilakukan proses penanganan pelanggaran
(menggunakan formulir model A);
- Dalam hal menerima laporan atau
informasi awal dari warga, Pengawas
TPS/PPL merahasiakan atau tidak
mempublikasikan identitas warga yang
memberi informasi /laporan dugaan
pelanggaran pemeberian uang atau meteri
lainnya tersebut.
2 Terjadinya aktivitas - Mengingatkan untuk mencegah
kampanye berlanjutnya aktivitas kampanye yang ada;
(pertemuan/mobilisasi - Jika masih berlanjut (tetap terjadi),
dukungan/intimadasi) pengawas mencatat kejadian dan
mengumpulkan bukti - bukti serta saksi -
saksi kejadian yang ada;
- Segera Melaporkan kepada PPL untuk
diteruskan kepada Panwascam agar
dilakukan proses penanganan pelanggaran
(menggunakan formulir model A).
3 Terjadinya penerbitan - Menelusuri (melakukan penulusuran)
Surat Keterangan yang informasi proses penerbitan surat
tidak sesuai dengan keterangan tersebut;
ketentuan - Segera Melaporkan kepada PPL untuk
diteruskan kepada Panwascam agar
dilakukan proses penanganan pelanggaran
(menggunakan formulir model A).
4 PPS/KPPS tidak Menyampaikan saran/teguran kepada KPPS
mengumumkan tentang untuk segera mengumumkannya.
hari pemungutan suara
kepada masyarakat
5 Pemilih belum - Menyarankan kepada pemilih untuk
mendapatkan surat mendatangai KPPS/PPS dengan membawa
pemberitahuan ke TPS KTP elektronik;
(Formulir Model C6-KWK) - Menyarakan kepada KPPS/PPS untuk
memberikan Formulir Model C6-KWK
apabila pemilih tersebut terdaftar dalam
DPT.
No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
6 Pendirian TPS di tempat Menyarankan KPPS untuk memindahkan
ibadah atau di tempat tim lokasi TPS tersebut.
kampanye/relawan
pasangan calon
7 Masih ada alat peraga Menyampaikan kepada tim
kampanye di sekitar lokasi kampanye/relawan setempat atau
TPS KPPS/PPS untuk pembersihkan alat peraga
tersebut.
8 Kondisi TPS tidak - Menyarankan kepada KPPS untuk
mengakomodir pemilih mengubah kondisi TPS agar memudahkan
penyandang disabilitas bagi pemilih penyandang disabilitas
(TPS tidak ramah bagi (misalnya bagi pengguna kursi roda);
penyandang disabilitas - Memberi saran kepada KPPS untuk
dan tidak menyediakan menyediakan alat bantu bagi pemilih
alat bantu bagi Pemilih disabilitas (tamplete bagi penyandang tuna
disabilitas) netra).
9 Kekurangan surat suara Menyarankan kepada KPPS untuk segera
dan Perlengkapan mengambil langkah - langkah pemenuhan
pemunugatn suara terhadap kekurangan surat suara dan
lainnya di TPS perlengkapan pemungutan suara tersebut.
10 Saksi membawa/memakai Menyarankan kepada KPPS untuk
pakaian yang mengandung penghentian atribut yang dilarang tersebut
atribut yang dilarang saat (mengganti pakaian).
pemungutan dan
penghitungan suara

d. Hasil pengawasan dan mekanisme laporannya :


Setelah selesai melakukan pengawasan terhadap proses sebelum pemungutan ini,
Pengawas TPS membuat laporan hasil pengawasannya (termasuk melaporkan
kejadian - kejadian khusus dan saran perbaikan yang diberikan serta tindak lanjut
yang dilakukan oleh KPPS/pihak lainnya) ke dalam Formulir Model A, serta
mengisi formulir alat kerja pengawasa, dan segara menyampaikan kepada
Panwascam memalui PPL.

II. SAAT PEMUNGUTAN SUARA


a. Fokus Pengawasan :
Fokus pengawasan pada saat proses kegiatan pemungutan suara bertumpu pada
3 (tiga) hal sebagai berikut :
- Kebenaran pemilih;
- Ketersedian logistik;
- Ketaatan prosedur pemungutan suara dan netralitas petugas.

b. Persiapan pemungutan
1. Datang ke TPS Pkl. 06.00 waktu setempat pada hari pemungutan suara;
2. Memeriksa lokasi TPS dan perlengkapan pemungutan suara;
3. Memastikan saksi yang hadir memiliki mandat, dan hanya satu orang yang
berada di dalam TPS;
4. Memastikan agar salinan DPT dan Daftar Calon di tempel di papan
pengumuman, jika tidak maka Pengawas menyarankan agar segera ditempel;
5. Mengingatkan agar yang berada di dalam TPS adalah petugas, saksi dan pemilih
yang hadir dan menggunakan hak pilihnya ;
6. Menyaksikan pelaksanaan sumpah anggota KPPS;
7. Menyaksikan pembukaan kotak suara dan penghitungan jenis dan jumlah
logistik yang ada dalam kotak serta mencatatnya;
8. Memastikan petugas KPPS siap menjalankan tugasnya masing-masing;
9. Memastikan ketua KPPS menjelaskan tata cara pelaksanaan pemungutan
suara;
10. Memberi saran perbaikan terhadap proses yang tidak sesuai prosedur dan
memastikan ditindak lanjuti oleh petugas.

b. Langkah - langkah Pengawasan


1. Mengecek atau memeriksa pemilih yang hadir ke TPS adalah pemilih yang
terdapat dalam DPT, DPPh dan DPTb sesuai ketentuan;
2. Memastikan pemilih mencatat kehadiraanya ke dalam formulir C7-KWK dan
pengawas memberi tanda pada salinan daftar pemilih yang dibawanya;
3. Memastikan pemilih yang hadir membawa Formulir Model C6-KWK;
4. Memastikan Ketua KPPS menandatangani surat suara pada tempat yang telah
ditentukan untuk kemudian diberikan kepada pemilih yang akan dipanggil
untuk memberikan suara;
5. Memastikan Ketua KPPS memanggil pemilih untuk memberikan suara
berdasarkan prinsip urutan kehadiran pemilih;
6. Memastikan KPPS mendahulukan pemilih penyandang disabilitas, ibu hamil,
atau orang tua untuk memberikan suara atas persetujuan pemilih yang
seharusnya mendapat giliran sesuai dengan nomor urut kehadiran;
7. Memastikan Ketua KPPS memberikan surat suara kepada pemilih dalam
keadaan terbuka;
8. Memastikan Pemilih menuju bilik suara untuk menggunakan hak pilihnya
dengan prinsip LUBER;
9. Memastikan Pemilih memasukkan satu surat suara ke dalam kotak suara;
10. Memastikan Pemilih mencelupkan jari ke dalam tinta;
11. Memastikan tidak ada Pemilih yang menggunkan hak pilihnya lebih dari
sekali;
12. Dalam hal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dilaksanakan secara
bersamaan dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan
Wakil Walikota, memastikan KPPS memberikan 2 (dua) surat suara yakni, 1
(satu) surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan 1 (satu) sura
suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati/Walikota dan Wakil Walikota;
13. Dalam hal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dilaksanakan secara
bersamaan dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan
Wakil Walikota, memastikan pemilih yang terdaftar dalam DPPh yang pindah
memilih pada Kabupaten/Kota yang berbeda tetapi masih dalam provinsi
yang sama, hanya diberikan 1 (satu) surat suara untuk Pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur;
14. Memastikan Ketua KPPS memberikan surat suara pengganti apabila
pemilih menerima surat suara dalam keadaan rusak atau keliru dicoblos
hanya 1 (satu) kali dan mencatatkan surat suara yang rusak atau keliru
dicoblos tersebut dalam berita acara;
15. Memastikan Pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dapat menggunakan
hak pilihnya dengan menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan
pada 1 (satu) jam sebelum pemungutan suara berakhir;
16. Memeriksa pemilih tersebut, menggunakan hak pilihnya di TPS yang berada
di RT/RW yang sesuai dalam KTP elektronik atau surat keterangan pemilih
tersebut;
17. Memastikan KPPS melayani penggunaan hak pilih terhadap pemilih yang
menjalani rawat inap dan menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga
pemasyarakatan sesuai ketentuan;
18. Memastikan Ketua KPPS mengumumkan pelaksanaan pemungutan berakhir
pada pukul 13.00 waktu setempat kecuali pemilih yang telah terdaftar
sebelum pukul 13.00 waktu setempat;
19. Memastikan KPPS memberi tanda silang pada tempat tanda tangan ketua
KPPS dan gambar pasangan calon terhadap surat suara yang tidak
digunakan;
20. Memberi saran perbaikan terhadap proses yang tidak sesuai prosedur dan
memastikan ditindak lanjuti oleh petugas;
21. Mencatat kejadian - kejadian khusus yang terjadi selama proses pemungutan
suara berlangsung;
22. Melaporkan ke Panwascam melalui PPL apabila diketahui lebih dari seorang
memilih lebih dari sekali atau terlanjurnya penggunaan hak pilih oleh 2 orang
atau lebih yang tidak berhak memilih untuk ditindaklanjuti rekomendasi
pemungutan suara ulang;
23. Melaporkan terjadinya dugaan pelanggaran (etik dan pidana) kepada
Panwacam melalui PPL untuk proses penanganan pelanggaran.

c. Pelanggaran/penyimpangan dan tindak lanjutnya :


No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
1 Pembukaan kotak suara - Mencatat dan melaporkan kejadian
dan/atau berkas pemungutan tersebut kepada PPL untuk diteruskan
dan penghitungan suara tidak ke Panwascam untuk proses
dilakukan menurut tata cara rekomendasi pemungutan ulang;
yang ditetapkan dalam - Memproses penangangan pelanggaran
peraturan perundang - terkait pealanggaran kode etik
undangan dan/atau pidananya.

2 Pemilih tidak membawa - Memberi saran kepada petugas untuk


Formulir Model C6 KWK (Surat mengecek Pemilih tersebut dalam
Pemberitauan Memilih) daftar pemililih di DPT dan
mencocokkan dengan identitas
pemilih (KTP Elektronik atau Surat
Keterangan dari Dispendukcapil
setempat);
- Jika Pemilih adalah Pemilih dalam
DPT, dipersilahkan memilih dan
dicatat sebagai pemilih dalam DPT;
- Jika tidak terdaftar dalam DPT, pemilih
tersebut di cek kepemilikan
identitasnya (KTP elektronik atau
surat keterangan dari Disdukcapil
setempat), jika memenuhi syarat
sebagai pemilih, dipersilahkan
menggunakan hak pilih di TPS
tersebut sebagai pemilih yang
menggunakan KTP elektronik atau
surat keterangan dari Dispendukcapil
setempat (DPTb).
3 Jika Pemilih tidak membawa Jika Pemilih adalah Pemilih dalam DPT,
EKTP atau suket dipersilahkan memilih tanpa harus
No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
membawa EKTP atau suket tapi tetap
diwajibkan membawa C6-KWK (Surat
Pemberitauan Memilih)
4 Petugas tidak mencatatkan Memeriksa dan menyarankan agar
secara benar kehadiran pemilih petugas selalu mencatatkan secara
dalam formulir C7 benar (sesuai katagori pemilihnya)
setiap pemilih yang hadir menggunakan
hak pilih.
5 Surat suara yang diberikan Menyarankan agar surat suara tersebut
kepada pemilih rusak atau keliru dapat diganti satu kali.
coblos
6 Ketua KPPS tidak Memberi saran agar ketua KPPS
menandatangani surat suara menandatangani surat suara (sesuai
tempat) tersebut.
7 Surat suara telah tercoblos - Memberi saran agar surat suara
sebelum digunakan tersebut tidak digunakan;
- Meminta penjelasan KPPS terhadap
kejadian tersebut dan menelurusi
informasinya;
- Mencatat dan melaporkan kejadian
tersebut kepada PPL untuk
diteruskan ke Panwascam untuk
proses penanganan dugaan
pelanggarannya.

8 Penggunaan Formulir C6-KWK - Mencatatan nama pemilih tersebut;


oleh orang lain (tidak sesuai - Memberi saran kepada KPPS agar
dengan pemilihnya) Pemilih tersebut tidak boleh
menggunakan hak pilih.
9 Pemilih membawa HP/alat - Memberikan saran kepada KPPS agar
perekam lainnya membuat pengumuman larangan
merokok dan membawa HP alat
perakam lainnya di TPS;
- Memberi saran kepada KPPS agar
barang tersebut di amankan/tidak
digunakan saat mencoblos.
No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
10 Pemilih tidak mau mencelupkan - Memberitahu petugas KPPS untuk
jari ke tinta meminta kepada Pemilih agar
mencelupkan jarinya ke tinta yang
telah disediakan;
- Memberikan saran kepada Pemilih
untuk mencelupkan jari ke tinta jika
telah memilih;
- Jika yang bersangkutan tetap tidak
mau mencelupkan jari kedalam tinta,
maka nama pemilih dicatat dan
dilaporkan kepada PPL untuk
dipastikan pemilih tersebut tidak
memilih di TPS lain.
11 Pemilih ketahuan memasukkan - Memberi saran kepada petugas untuk
surat suara lebih dari satu tetap melanjutkan kegiatan
pemungutan suara, apabila
kejadiannya hanya satu orang;
- Mencatat kejadian dan melaporkan
kejadian tersebut kepada PPL untuk
diteruskan kepada Panwascam untuk
proses penanganan dugaan
pelanggarannya.
12 Satu Pemilih menggunakan hak - Memberi saran kepada petugas untuk
pilih lebih dari sekali tetap melanjutkan kegiatan
pemungutan suara;
- Mencatat kejadian dan melaporkan
kejadian tersebut kepada PPL untuk
diteruskan ke Panwascam untuk
proses penangan pelanggaran.
13 2 (dua) orang atau lebih - Mencatat dan melaporkan kejadian
menggunakan hak pilih lebih tersebut kepada PPL untuk
dari sekali diteruskan kepada Panwascam untuk
proses rekomendasi Pemungutan
Suara Ulang;
- Memproses penangan pelanggaran
terkait dugaan pelanggaran kode etik
oleh KPPS;
No Kejadian - kejadian Langkah tindak lanjutnya
14 2 (dua) orang atau lebih pemilih - Mencatat kejadian dan melaporkan
yang tidak terdaftar sebagai kejadian tersebut kepada PPL untuk
Pemilih, mendapat kesempatan diteruskan ke Panwascam untuk
memberikan suara pada TPS proses rekomendasi pemungutan
suara ulang;
- Memproses pengangan pelanggaran
terkait pelanggaran pidana bagi
pemilih dan etika bagi petugas.
15 KPPS meminta Pemilih - Mencatat dan melaporkan kejadian
memberi tanda khusus, tersebut kepada PPL untuk
menandatangani, atau menulis diteruskan kepada Panwascam untuk
nama atau alamatnya pada surat proses rekomendasi pemungutan
suara yang sudah digunakan suara ulang;
- Memproses pengangan pelanggaran
terkait pealnggaran kode etik.
16 KPPS merusak lebih dari satu - Mencatat dan melaporkan kejadian
surat suara yang sudah tersebut kepada PPL untuk
digunakan oleh Pemilih sehingga diteruskan kepada Panwascam untuk
surat suara tersebut menjadi proses rekomendasi pemungutan
tidak sah ulang;
- Memproses penangan pelanggaran
terkait pealnggaran kode etik dan/
atau pidana.
17 Petugas KPPS tidak Mencatat dan melaporkan kepada PPL
menindaklanjuti saran untuk diteruskan kepada Panwascam
perbaikan yang disampaikan untuk proses pengangan pelanggaran
pengawas TPS bila terbukti melanggar kode etik.
18 Di sebagian atau seluruh wilayah Mencatat dan melaporkan kejadian
pemilihan terjadi kerusuhan, tersebut kepada PPL untuk diteruskan
gangguan keamanan, bencana ke Panwascam dan panwaslu
alam, atau gangguan lainnya kabupaten/kota untuk proses
yang mengakibatkan sebagian rekomendasi pemilihan
tahapan penyelenggaraan susulan/lanjutan.
pemilihan tidak dapat
dilaksanakan

d. Hasil pengawasan dan mekanisme laporannya :


Setelah selesai melakukan pengawasan proses kegiatan pemungutan suara ini,
Pengawas TPS membuat laporan hasil pengawasannya (termasuk kejadian -
kejadian khusus dan saran perbaikan yang diberikan serta tindak lanjut yang
dilakukan oleh KPPS) dalam Formulir Model A, serta memengisi formulir alat
kerja, dan segara menyampaikan ke Panwascam memalui PPL .

III. SAAT PENGHITUNGAN SUARA


a. Fokus pengawasan :
Fokus pengawasan pada saat proses kegiatan penghitungan suara ditujukan
pada 3 (tiga) hal sebagai berikut :
1. Prosedur pelaksanaan penghitungan suara dan netralitas petugas;
2. Penentuan sah dan tidak sahnya surat suara;
3. Terjaganya hasil penghitungan suara.

b. Langkah - langkah pengawasannya :


1. Mengawasi kotak suara hasil pemungutan suara dan dipastikan dibuka serta
dihitung dahulu surat suara yang terdapat dalam kotak dan memastikan
jumlahnya sama dengan pengguna hak pilih (pemilih yang menggunakan hak
pilih);
2. Memastikan dilakukannya pencatatan yang benar terhadap data pemilih, data
pemilih yang hadir, data surat suara dan penggunaan surat suara ke dalam
Formulir Model C1-KWK;
3. Melakukan pengecekan terhadap :
- Jumlah pemilih yang hadir sama dengan jumlah pengguna hak pilih, dan
harus sama dengan jumlah surat suara dalam kotak suara yang akan
dihitung;
- Jumlah surat suara yang diterima sama dengan jumlah surat suara yang
digunakan ditambah surat suara rusak/keliru coblos dan surat suara yang
belum digunakan.
4. Memastikan saksi dan masyarakat dapat menghadiri serta menyaksikan
proses penghitungan suara;
5. Mengawasi proses penghitungan hasil pemilihan suara terhadap surat suara
satu per satu sampai akhir;
6. Memastikan pembacaan perolehan suara pada saat penghitungan dilakukan
dengan suara yang jelas;
7. Memastikan KPPS menentukan sah atau tidak sah-nya suara secara benar dan
konsisten;
8. Memastikan hasil penghitungan dicacat dengan benar pada Formulir C1-KWK
Plano;
9. Memastikan bahwa jumlah suara sah dan tidak sah sama dengan jumlah
pengguna hak pilih, serta jumlah suara sah sama dengan jumlah
perolehan suara sah masing-masing pasangan calon;
10. Mencatat dan menyampaikan laporan kepada Panwascam melalui PPL apabila
ditemukan perbedaan jumlah suara sah tidak sah dengan jumlah pengguna
hak pilih;
11. Memeriksa hasil penghitungan suara yang terdapat dalam Formulir C1-KWK
Plano dituangkan secara benar kedalam Berita Acara sertifikasi dan Formulir
Model C1-KWK beserta lampirannya dan meminta memperbaiki apabila
terjadi salah jumlah/tulis sesuai ketentuan;
12. Pengawas TPS dapat mendokumentasikan dalam bentuk audio visual
(merekam) terhadap hasil penghitungan suara yang tercatata dalam Formulir
Model C1-KWK Plano tersebut dan Formulir Model C1-KWK yang tertuang
dalam Berita Acara dan Sertifikasi Hasil Penghitungan Suara;
13. Memberi saran perbaikan apabila KPPS dalam melakukan penghitungan suara
tidak sesuai prosedur;
14. Memberiksa keberatan yang disampaikan saksi terkait selisih hasil
penghitungan suara dan meminta untuk dilakukan perbaikan saat itu juga
apabila keberatan saksi benar dan dapat diterima;
15. Memastikan saksi dan Pengawas TPS mendapatkan salinan sertifikat hasil dan
formulir Model C1-KWK dan lampirannya pada hari yang sama;
16. Memastikan pergerakan kotak suara yang berisi dokumen hasil pemungutan
dan penghitungan suara pada hari yang sama;
17. Memastikan kotak suara yang berisi dokumen surat suara dan administrasi
lainnya hasil penghitungan saura (sampul yang berisi surat suara, sampul yang
berisi formulir Model C, Model C1 berhologram dan lampiran Model C1
berhologram, serta Model C2 ke dalam kotak suara yang akan digunakan untuk
rekapitulasi di tingkat PPK, Sampul DPT, Model C1 Plano, Model C6 dan Alat
kelengkapan TPS) dikirim ke PPK secara aman;
18. Memastikan hasil penghitungan suara diumumkan di TPS serta di PPS untuk
hasil seluruh TPS pada hari itu juga.

c. Pelanggaran/penyimpangan dan tindak lanjutnya


No Kejadian – kejadian Langkah tindak lanjutnya
1 KPPS tidak mencatat lebih Memberi saran kepada petugas agar
dahulu data pemilih, data surat mencatakanya lebih dahulu sebelum
No Kejadian – kejadian Langkah tindak lanjutnya
suara ke dalam Formulir Model memulai penghitungan suara ke
C1 KWK dalam Formulir Model C1 KWK.
2 Jumlah surat suara dalam kotak - Jika selisih antara jumlah surat
suara setelah dihitung tidak suara dengan jumlah pemilih yang
sama dengan jumlah pemilih hadir hanya satu, kejadian tersebut
yang hadir (yang menggunakan dicatat sebagai hasil pengawasan
hak pilih) dan meminta kepada petugas untuk
dicacat sebagai kejadian khusus;
- Jika selisih antara jumlah surat
suara dengan jumlah pemilih yang
hadir lebih dari 1 (lebih 2 dan
seterusnya), mencatat dan
melaporkan kepada PPL untuk
diteruskan kepada Panwascam agar
diproses dan direkomendasikan
untuk dilakukan pemungutan suara
ulang.
3 Penghitungan suara dilakukan Pengawas mencatat dan melaporkan
secara tertutup, atau kepada PPL untuk diteruskan kepada
penghitungan suara dilakukan di Panwascam untuk diproses dan
tempat yang kurang terang atau direkomendasikan agar dilakukan
yang kurang mendapat penghitungan suara ulang.
penerangan cahaya
4 Penghitungan suara dilakukan Pengawas mencatat dan melaporkan
dengan suara yang kurang jelas kepada PPL untuk diteruskan kepada
Panwascam untuk diproses dan
direkomendasikan agar dilakukan
penghitungan suara ulang.
5 Penghitungan suara dicatat Pengawas mencatat dan melaporkan
dengan tulisan yang kurang jelas kepada PPL untuk diteruskan kepada
Panwascam untuk diproses dan
direkomendasikan agar dilakukan
penghitungan suara ulang.
6 Saksi Pasangan Calon, Pengawas mencatat dan melaporkan
Pengawas, dan masyarakat tidak kepada PPL untuk diteruskan kepada
dapat menyaksikan proses Panwascam untuk diproses dan
penghitungan suara secara jelas direkomendasikan agar dilakukan
penghitungan suara ulang.
No Kejadian – kejadian Langkah tindak lanjutnya
7 KPPS tidak konsisten dalam Mencatat dan melaporkan kepada PPL
menentukan surat suara yang untuk diteruskan kepada panwascam
sah dan surat suara yang tidak untuk diproses dan direkomendasikan
sah agar dilakukan penghitungan suara
ulang.
8 Penghitungan suara dilakukan di Mencatat dan melaporkan kepada PPL
tempat lain atau waktu lain dari untuk diteruskan kepada Panwascam
yang telah ditentukan untuk diproses dan direkomendasikan
agar dilakukan penghitungan suara
ulang.
9 Penulisan BA sertifikasi hasil Memberi saran agar KPPS yang
dan Formulir Model C1-KWK menuliskan BA beserta lampirannya
beserta lampirannya tidak dan menanda tanganinya dan
dilakukan/tidak ditanda tangani penulisannya menggunakan ballpoint.
oleh KPPS, serta alat tulis yang
digunakan adalah pensil
10 Salah tulis atau salah jumlah Memberi saran agar KPPS untuk
dalam Formulir Model C1-KWK melakukan pembetulannya dengan
dan lampirannya mencoret dan menuliskan angka yang
benar disampingnya serta
membubuhkan paraf pembentulan.
11 Saksi dan/atau Pengawas TPS Memberi saran agar saksi dan/atau
tidak menerima salinan sertfikat Pengawas TPS diberikan salinan
dan Formulir Model C1-KWK sertfikat dan Formulir Model C1-KWK
dan lampirannya pada hari yang dan lampirannya pada hari yang sama
sama dengan hari pemungutan dengan hari pemungutan dan
dan penghitugan suara penghitugan suara.
12 Hasil penghitungan suara tidak Memberi saran kepada KPPS untuk
diumumkan segera mengumumkan sesuai
ketentuan.
13 KPPS tidak menindaklanjuti Mencatat kejadian dan melaporkan
saran perbaikan oleh pengawas kepada PPL untuk diproses penangan
TPS dugaan pelanggaran bila terbukti
melanggar kode etik dan/pidana.

d. Hasil pengawasan dan mekanisme laporannya :


Setelah selesai melakukan pengawasan terhadap proses penghitungan suara,
Pengawas TPS membuat laporan hasil pengawasannya (termasuk kejadian-
kejadian khusus dan saran perbaikan yang diberikan, serta tindak lanjut yang
dilakukan oleh KPPS) kedalam Formulir Model A, serta memengisi formulir
Alat kerja, dan segera menyampaikan kepada Panwascam memalui PPL.
Selanjutnya, PPL mengisi Model Fomulir APS 4 dengan menggunakan salainan
Formulir Model C1-KWK dan lampirannya yang diterima oleh Pengawas TPS.

E. LAMPIRAN-LAMPIRAN :
Alat kerja dan jenis formulir Pengawas TPS terdiri dari :
Pengawas Pemilu Alat Kerja Jenis Formulir
Pengawas TPS 1 Pengawasan hari tenang Form AA.PS-1
2 Pengawasan persiapan pemungutan suara Form AA.PS-2
3 Pengawasan pemungutan suara di TPS Form AA.PS-3
4 Pegawasan pelaksanan penghitungan suara di TPS Form AA.PS-4
5 Pengawasan Ketidaksesuaian Perhitungan suara Form AA.PS-5
Alat Kerja Pengawas TPS
Form AA.PS-1
Formulir Pegawasan Hari Tenang
24-26 Juni 2018

Dalam melakukan pengawasan hari tenang, dilakukan dengan cara:


1. Berkoodinasi dengan tokoh masyarakat atau RT/RW untuk melakukan pengawasan.
2. Memonitor dan memantau situasi kondisi disekitar wilayah TPS anda, kemungkinan
adanya praktik kampanye terselubung yang dilakukan oleh tim kampanye /tim
sukses/relawan pasangan calon.
3. Mengisi alat kerja pengawasan hari tenang
4. Menuangkan dalam formulir A
5. Melaporkan bila adanya dugaan pelanggaran
6. Melaporkan hasil pengawasan hari tenang secara berjenjang.
Nama Pengawas TPS
No Tlp
No TPS
Desa/kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi

NO PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah terdapat kegiatan kampanye yang dilakukan oleh pasangan
calon/tim kampanye/relawan?
Jika Ya, apa bentuk kegiatannya

2 Apakah terjadi praktik pemberian uang pada masa tenang yang dilakukan
oleh tim kampanye/relawan?
3 Apakah terjadi praktik pemberian barang pada masa tenang yang dilakukan
oleh tim kampanye/relawan?
4 apakah ditemukan adanya alat peraga kampanye Pasangan Calon di sekitar
TPS anda?
5 apakah ditemukan adanya bahan kampanye Pasangan Calon di sekitar TPS
anda?
Analisis hasil pengawasan:

Alat Kerja Pengawas TPS


Form AA.PS-2
Formulir Pengawasan Persiapan Pemungutan Suara
21-26 Juni 2018

Dalam melakukan pengawasan hari tenang, dilakukan dengan cara:


1. Berkoodinasi dengan petugas KPPS dalam pelaksanaan persiapan pengawasan
2. Memastikan petugas KPPS mengumumkan hari, tanggal dan waktu pelaksaan
pemungutan suara.
3. Melakukan monitoring dan memantau pendistribusian C6 kepada pemilih dan mencatat
jumlah pemilih yang tidak mendapatkan C6
4. Mengawasi pembuatan TPS tepat waktu dan di tempat yang mudah diakses bagi
penyandang disabilitas
5. Mengawasi kedatangan logisitik tepat waktu
6. Mengisi alat kerja pengawasan hari tenang
7. Menuangkan dalam formulir A
8. Melaporkan bila adanya dugaan pelanggaran
9. Melaporkan hasil pengawasan hari tenang secara berjenjang.
Nama Pengawas TPS
No Tlp
No TPS
Desa/kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
NO PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah KPPS mengumumkan hari, tanggal dan waktu pelaksanaan
pemungutan suara serta no nomor/lokasi TPS selambat-lambatnya lima
hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara?
Penyampaian surat pemberitahuan kepada pemilih (Formulilr Model C6 KWK)
2 Apakah masih terdapat pemilih yang terdaftar dalam DPT belum mendapat
formulir C6 (surat pemberitauan memilih) di wilayah TPS anda, selambat-
lambatnya 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.?
3 Jika ya, sebutkan jumlah pemilih yang belum mendapatkan C6 di wilayah TPS anda

Penyiapan TPS
4 Apakah Pembuatan TPS sudah disiapkan paling lambat 1 (satu) hari
sebelum hari dan tanggal Pemungutan Suara?
5 Apakah TPS didirikan didekat rumah atau posko pasangan calon /tim
kampanye/relawan pasangan calon?
6 Apakah TPS dibuat di tempat yang mudah dijangkau/diakses, oleh
penyandang disabilitas pengguna kursi roda dan lanjut usia (tempat TPS
tidak berbatu, tidak berundak tanahnya, tidak berrumput tebal, tidak
berpasir, tidak bertangga dan tidak melompati parit/got)?
Kesiapan Perlengkapan pemungutan suara di TPS
7 Apakah KPPS telah menerima perlengkapan Pemungutan dan
Penghitungan Suara, serta dukungan perlengkapan lainnya dari PPS paling
lambat 1 (satu) hari sebelum hari dan tanggal Pemungutan Suara?
8 Apakah terdapat kekurangan perlengkapan pemungutan dan perhitungan
suara dari daftar dalam tanda terima KPPS dari PPS?
Jika Ya, sebutkan

9 Apakah Kotak Suara TPS yang diterima oleh KPPS dalam kondisi terkunci
dan tersegel?
Analisis Hasil Pengawasan:
Hasil Temuan Lainya:

Alat Kerja Pengawas TPS


Form AA.PS-3
Pengawasan Pemungutan Suara di TPS
27 Juni 2018
Pengawas dalam melakukan pengawas TPS dengan cara:
1. Datang di TPS sebelum jam 07.00
2. Melakukan pengamatan terdapat seluruh proses pemungutan suara
3. Medokumentasikan hasil pengawasan
4. Mengisi alat kerja pengawasan hari tenang
5. Menuangkan dalam formulir A
6. Melaporkan bila adanya dugaan pelanggaran dan menindaklanjuti
Nama Pengawas TPS
No Tlp
No TPS
Desa/kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
NO PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah petugas KPPS memiliki SK sebagai KPPS?
2 Apakah rapat pemungutan suara dimulai lebih dari pukul 07.00?
3 Apakah KPPS mengucapkan janji dan sumpah?
4 Apakah Saksi yang hadir mengenakan atribut yang memuat nomor
pasangan calon?
Apakah Saksi yang hadir mengenakan atribut yang memuat nama
pasangan calon?
Apakah Saksi yang hadir mengenakan atribut yang memuat foto
pasangan calon?
Apakah Saksi yang hadir mengenakan atribut yang memuat
simbol/gambar pasangan calon?
5 Apakah DPT dipasang dipapan pengumuman yang di tempatkan disekitar
TPS?
6 Apakah Gambar Pasangan Calon/Visi dan misi pasangan calon dipasang
dipapan pengumuman yang di tempatkan disekitar TPS?
7 Apakah jumlah surat suara yang tidak sesuai dengan jumlah DPT?
Jika ya, berapa jumlahnya? (jumlah DPT berapa dan jumlah suara suara berapa)?

8 Apakah tersedianya alat bantu tuna netra (braille template) di TPS?


9 Apakah terdapat surat suara yang rusak?
Jika ya, Ada berapa?
10 Apakah terdapat pendamping Pemilih penyandang disabilitas yang tidak
menandatangani surat pernyataan pendamping (formulir Model C3
KWK)?
11 Apakah terdapat mobilisasi pemilih (pemilih digerakkan secara
bersamaan oleh timsukses) untuk menggunakan hak pilihnya di TPS?
12 Apakah terdapat KPPS yang mengarahkan pilihan kepada pemilih di TPS?
13 Apakah terdapat intimidasi kepada pemilih di TPS?
14 Adakah pemilih yang tidak tercantum dalam DPT, DPTb (Daftar Pemilih
Tambahan), DPPH (Daftar Pemilih Pindahan) menggunakan hak pilihnya?
Jika Ya, berapa jumlah nya?
15 Apakah terdapat lebih dari 1 (satu) orang Pemilih menggunakan hak
pilih lebih dari 1 (satu) kali di TPS?
16 Apakah terdapat KPPS yang menggunakan sisa surat suara (kelebihan
surat suara) untuk dimasukkan kedalam kotak suara?
17 Apakah pemungutan suara berakhir pada pukul 13.00 waktu setempat?
18 Apakah terdapat pelayanan tidak baik yang dilakukan KPPS kepada
pemilih disabilitas?
19 Apakah TPS memenuhi ekseluruhan 7 unsur TPS akses (1. Jalan Menuju
TPS mudah dilalui kursi roda, 2. Pintu masuk dan keluar 90cm, 3. Luas TPS
8 X 10, 4.Bilik suara terdapat rongga kosong, 5. Tinggi kotak suara 35 cm
dari tanah, 6. Ruang gerak yang cukup bagi kursi roda, 7. Tersedianya alat
bantu tuna netra)
20 Apakah terdapat perlengkapan pemungutan suara dan dukungan
pemungutan suara yang tidak lengkap?
Bila Ya, sebutkan

Hasil Temuan Lainnya:

Alat Kerja Pengawas TPS


Form AA.PS-4
Formulir Pegawasan Pelaksanaan penghitungan Suara di TPS

Pengawasan dilakukan dengan cara:


1. Melakukan pencermatan terhadap seluruh proses perhitungan suara
2. Berapa dilokasi di TPS, sampai berakhirnya proses perhitungan
3. Mengawal penyerahan kotak suara kepada PPK melalui PPS
4. Memastikan konsistensi KPPS dalam penetuan suara sah dan tidak sah
5. Memastikan akurasi pehitungan suara
6. Mendapatkan seluruh dokumentasi dan berita acara serta Salinan C1 dan C7.
7. Mengisi alat kerja pengawasan hari tenang
8. Menuangkan dalam formulir A
9. Melaporkan bila adanya dugaan pelanggaran dan menindaklanjuti
Nama Pengawas TPS
No Tlp
No TPS
Desa/kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
NO PERTANYAAN YA TDK KETERANGAN
1 Apakah Rapat Penghitungan Suara langsung dimulai
setelah Pemungutan Suara selesai?
2 Apakah Penghitungan Suara dilakukan secara terbuka?
3 Apakah Penghitungan Suara dilakukan di tempat yang
terang atau yang mendapat penerangan cahaya cukup?
4 Apakah Ketua KPPS menyatakan sah terhadap surat suara
yang tanda coblos pada kolom 1 (satu) calon yang memuat
nomor urut atau nama calon atau foto Pasangan Calon?
5 Apakah Ketua KPPS menyatakan sah terhadap surat suara
yang tanda coblos lebih dari satu kali pada kolom 1 (satu)
calon yang memuat nomor urut, nama calon dan foto
Pasangan Calon?
6 Tanda coblos tepat pada garis kolom 1 (satu) calon yang
memuat nomor urut, nama calon dan foto Pasangan Calon
coblos tepat pada garis kolom 1 (satu) calon yang memuat
nomor urut, nama calon dan foto Pasangan Calon
7 Apakah Penghitungan Suara dilakukan dengan mencatat
tulisan yang jelas dan terbaca pada Model C1 Plano
Berhologram yang ditempelkan pada papan yang telah
disediakan?
8 Apakah setiap hasil Penghitungan Suara dicatatkan ke
dalam formulir Model C1 Plano Berhologram yang
ditempel pada papan tulis?
9 Apakah Saksi yang hadir bersedia menandatangani
formulir Berita Acara?
Jika tidak, apa alasannya?
10 Apakah para saksi TPS di berikan salinan Berita Acara dan
sertfikat hasil penghitungan suara model C1 dan
lampirannya, sesat setelah selsai penghitungan suara?
11 Apakah Pengawas TPS di berikan salinan Berita Acara dan
sertfikat hasil penghitungan suara model C1 dan
lampirannya, sesat setelah selsai penghitungan suara?
12 Apakah Pengawas TPS mendapatkan Salinan C1?
13 Apakah Pengawas TPS dapat mendokumentasikan salinan
C7?
14 Apakah setelah rapat Penghitungan Suara di TPS, KPPS
menyegel, menjaga, mengamankan keutuhan kotak
suara?
15 Apakah KPPS menyerahkan kotak suara kepada PPK
melalui PPS pada hari dan tanggal yang sama dengan hari
Pemungutan Suara ?
Temuan Hasil Pengawasan Lainnya
Rekapitulasi Pengawasan Ketidaksesuaian Perhitungan Suara
Ketidaksesuaian
Jumlah surat suara yang
No Kel / Kab / Keterangan
NO Kec digunakan, surat suara yang Jumlah surat suara yang diterima oleh
TPS Desa Kota Tambahan
rusak atau keliru coblos dan KPPS
surat suara yang tidak terpakai
1
Dst
Ketidaksesuaian
No Kel / Kab / Jumlah surat suara yang digunakan Keterangan
No Kec Jumlah pengguna hak pilih atau
TPS Desa Kota Tambahan
(daftar hadir pemilih C7)
1
Dst
Ketidaksesuaian
No Kel / Kab / Keterangan
No Kec Jumlah surat suara yang jumlah surat suara sah ditambah
TPS Desa Kota Tambahan
digunakan jumlah surat suara tidak sah
1
Dst
Ketidaksesuaian
No Kel / Kab / Keterangan
No Kec Total jumlah perolehan suara masing-
TPS Desa Kota Jumlah suara sah Tambahan
masing pasangan calon
1
dst

Hasil Temuan Lainnya:

26
27