Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH PROPINSI

NUSA TENGGARA BARAT


RUMAH SAKIT UMUM
PROVINSI NTB KUALITAS DAN KEAMANAN DARAH

Nomor Dokumen Tanggal dan Nomor Revisi Jumlah


Halaman
0/3
IBD
RSUP NTB
Tanggal ditetapkan
Ditetapkan,
Direktur RSUP. Mataram
PROSEDUR TETAP

dr. H. MAWARDI HAMRY,MPPM


NIP.19611106 199603 1 002

Pengertian Menjaga kualitas dan keamanan darah pada seluruh kegiatan di


Instalasi Bank Darah RSUP. Mataram

Tujuan Untuk menjamin bahwa darah yang diberikan kepada penderita


benar-benar aman dan berkualitas

Kebijakan  Semua darah yang akan didistribusikan baik kepada


pasien ataupun dikirim ke Bank Darah lain harus selalu
berkualitas dan aman hal ini bisa dilakukan apabila semua
langkah yang dilakukan Sampai darah itu diterima oleh
pasien dilakukan sesuai dengan prosedur tetap yang
berlaku.
 Surat Keputusan Kepala Instalasi Bank Darah
RSUP.Mataram tentang Prosedur Tetap Prosedur Tetap
Tambahan tahun 2010
 Prosedur tetap ini harus dilaksanakan oleh semua petugas
Insatalasi Bank Darah RSUP. Mataram sesuai dengan
bidang dan tugas masing-masing.

Persiapan Persiapan – persiapan sesuai dengan yang ada pada setiap


prosedur tetap mulai dari seleksi donor, pengambilan darah, uji
saring darah, pengolahan dan penyimpanan serta uji cocok serasi
sampai pada penyerahan darah kepada pasien.

Prosedur Kerja 1. Sebelum calon donor bisa menyumbangkan darahnya,


maka harus dilakukan seleksi donor. Pelaksanaan seleksi
donor harus sesuai dengan Prosedur Tetap Seleksi Donor.
2. Proses pengambilan darah dari donor harus sesuai
dengan Prosedur tetap Pengambilan Darah.
3. Darah yang sudah diambil diolah sesuai dengan Prosedur
Tetap Pengolahan Darah dan Komponen, bersamaan
PEMERINTAH PROPINSI
NUSA TENGGARA BARAT
RUMAH SAKIT UMUM
PROVINSI NTB KUALITAS DAN KEAMANAN DARAH

Nomor Dokumen Tanggal dan Nomor Revisi Jumlah


Halaman
1/3
IBD
RSUP NTB
dengan itu sampel darah di uji saring sesuai dengan
Prosedur Tetap Uji Saring Darah yang meliputi :
a. Uji Saring darah terhadap Anti-HIV
b. Uji Saring darah terhadap Anti-HCV
c. Uji Saring darah terhadap HbsAg
d. Uji Saring darah terhadap Sifilis
4. Terhadap darah yang hasil uji saringnya reactive atau
positif harus segera dipisahkan/dicekal untuk penanganan
lebih lanjut atau untuk dimusnahkan
5. Terhadap darah yang hasil uji saring negatif dan sudah
diolah menjadi komponen harus disimpan sesuai dengan
Prosedur Tetap Penyimpanan Darah.
6. Penyimpanan darah hendaknya menganut sistem FIFO
(Fisrt In and First Out)
7. Pada saat pengambilan darah atau komponen darah dari
tempat penyimpanan untuk tes Uji Cocok Serasi dengan
sampel darah pasien atau dikirim ke Bank darah/RS lain
harus dilakukan pengamatan secara makroskopis meliputi
hal-hal sebagai berikut :
a. Identitas dalam label darah (No Kantong, Tanggal
Pengambilan, Tanggal Pembuatan Komponen,
Tanggal Kadaluarsa dan Petugas) harus lengkap
dan jelas terbaca
b. Kondisi kantong darah. Apakah ada kebocoran atau
tidak
c. Pengamatan terhadap adanya hemolisis
d. Volume Darah
8. Semua hasil pengamatan dari langkah nomor 7 harus
dicatat pada lembar Kerja Kualitas dan Keamanan Darah
dan harus dicek oleh orang kedua.
9. Sebelum darah dapat ditransfusikan kepada pasien harus
dilakukan tes Serologi Golongan Darah dan Tes Uji Cocok
Serasi. Pelaksanaan ini harus sesuai dengan Prosedur
Tetap Serologi Golongan Darah dan Prosedur Tetap Tes
Uji Cocok Serasi.
10. Darah atau komponen darah yang sudah di tes Serologi
Golongan Darah dan Uji Cocok Serasi disimpan khusus
ditempat penyimpanan darah yang sudah dicross.
11. Pada saat proses pengiriman darah ke pasien harus
dilakukan lagi pengamatan makroskopis dan pengecekan
PEMERINTAH PROPINSI
NUSA TENGGARA BARAT
RUMAH SAKIT UMUM
PROVINSI NTB KUALITAS DAN KEAMANAN DARAH

Nomor Dokumen Tanggal dan Nomor Revisi Jumlah


Halaman
2/3
IBD
RSUP NTB
meliputi :
a. Identitas dalam label darah (No Kantong, Tanggal
Pengambilan, Tanggal Pembuatan Komponen,
Tanggal Kadaluarsa dan Petugas) harus lengkap
dan jelas terbaca
b. Kondisi kantong darah. Apakah ada kebocoran atau
tidak
c. Pengamatan terhadap adanya hemolisis
d. Volume Darah
e. Identitas penerima darah yang tergantung pada
label darah harus sesuai dengan formulir
permintaan darah
12. Catat hasil pengamatan dan pengecekan pada lembar
kerja Kualitas dan Keamanan Darah.
13. Harus ada orang kedua yang mengecek dan
menandatangani lembar kerja tersebut

Unit Terkait  Instalasi Laboratorium klinik RSU Propinsi NTB


 Instalasi Rawat darurat RSU Propinsi NTB
 Instalasi Rawat jalan RSU Propinsi NTB
 Instalasi Rawat inap RSU Propinsi NTB
 Instalasi Rekam Medis RSU Propinsi NTB