Anda di halaman 1dari 3

AUDIT INTERNAL Ditetapkan Oleh :

Kepala Puskesmas
Kecamatan Senen
No Dokumen : PKM-KS/ SPO / MR - 02

Tgl. Terbit : 6 Juli 2015


SPO No. Revisi : 0
PUSKESMAS
Mulai Berlaku : 7 Juli 2015
KECAMATAN Dr. John Erdal
SENEN Halaman NIP : 196102081990011001
: 1/3

1. Pengertian Adalah kegiatan mengumpulkan informasi faktual kegiatan mengumpulkan


informasi faktual dan signifikan melalui interaksi secara sistematis
pemeriksaan, pengukuran dan penilaian yang berujung pada penarikan
kesimpulan untuk menilai kesesuaian dan keefektifan sistem manajemen
mutu Puskesmas.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah melaksanakan audit internal
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas 061 / 2005, tentang Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien.
4. Referensi Pedoman Audit Internal, Akreditasi FKTP.
5. Prosedur A. Tahap Penyusunan Rencana
1. Lead auditor membuat jadwal audit yang mencakup semua unit
pelayanan
2. Lead auditor menyiapkan rencana kegiatan, lokasi dan waktu
pelaksanaan ;
3. Lead auditor membentuk atau menunjuk tim auditor internal
berdasarkan rencana audit ;
4. Lead auditor menginformasikan rencana audit minimal 2 ( dua ) hari
sebelum audit ;
5. Lead auditor mempersiapkan bersama tim dokumen yang akan
diaudit, mempersiapkan checklist pertanyaan berdasarkan rencana
mutu yang dibuat dan form permintaan tindakan perbaikan dan
pencegahan.
B. Tahap Pengumpulan Data
1. Auditor melaksanakan proses audit internal sesuai jadwal yang
telah ditetapkan dengan mencatat bukti – bukti ketidaksesuaian
terhadap sistem mutu ;
2. Untuk proses yag rumit dan bersifat teknis, lead auditor dapat
berkonsultasi dengan tenaga ahli ;
3. Auditor melakukan audit sesuai ruang lingkupnya ;
4. Auditor mengumpulkan data hasil audit.
C. Tahap Analisa Data
1. Lead auditor mengumpulkan hasil audit, menganalisa,
mengevaluasi kelengkapan dan obyektifitasnya.
2. Lead auditor menginformasikan kepada penanggung jawab unit
tentang ketidaksesuaian dan keadaan yang tidak memuaskan
selama pelaksanaan audit ;
3. Lead auditor melakukan rekapitulasi temuan audit dalam catatan
audit ( form PTPP ) untuk diserahkan kepada auditee ;
4. Penanggung jawab unit / auditee menyetujui permintaan tindakan
perbaikan dan menganalisa ketidaksesuaian dan memutuskan
untuk tindakan pencegahan dan perbaikan ;
5. Auditee menetapkan waktu untuk tindakan perbaikan dengan
persetujuan auditor ;
6. Auditee menerapkan tindakan yaang sesuai dan
mendokumentasikannya dalam form permintaan tindakan perbaikan
dan pencegahan dan menyerahkannya kepada auditor ;
AUDIT INTERNAL

No Dokumen : PKM-KS/ SPO / MR - 02


Tgl. Terbit : 6 Juli 2015
SPO
PUSKESMAS No. Revisi : 0
KECAMATAN
SENEN Halaman :2/3

7. Auditor melakukan verifikasi tindakan yang ditentukan oleh auditee.


Memastikan alasan penundaan tiindakan perbaikan yang telah
ditentukan dalam permintaan tindakan perbaikan bila tidak sesuai
dengan waktu yang ditentukan ;
8. Lead auditor memonitor status tindakan perbaikan dan pencegahan
yang dilakukan auditor dan audite.
D. Tahap Pelaporan
1. Lead auditor membuat laporan audit dengan cara memisahkan
antara temuan yang mempengaruhi sistem, hanya revisi dokumen
atau perlu perbaikan saja ;
2. Lead auditor menyerahkan laporan akhir audit kepada MR dengan
tembusan kepada semua unit kerja yang diaudit.
3. MR memelihara dan mendokumentasikan laporan akhir audit
internal sebagai bahan masukan rapat tinjauan manajemen.

6. Bagan Alur

Mulai

Persiapan

Pelaksanaan

Verifikasi Audit

Monitoring

Pelaporan

Selesai
AUDIT INTERNAL

No Dokumen : PKM-KS/ SPO / MR - 02


Tgl. Terbit : 6 Juli 2015
SPO
PUSKESMAS No. Revisi : 0
KECAMATAN
SENEN Halaman :3/3

7. Hal – hal yang


perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait Seluruh Unit Pelayanan

9. Dokumen Jadwal Audit


terkait Form PTPP
Checklist Audit
Laporan Audit

10. Rekaman Histori Perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal
diberlakukan