Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Banyak orang yang beranggapan bahwa fisika hanya sekedar ilmu yang
mempelajari rumus-rumus yang terasa rumit. Padahal jika kita pelajari bannyak
peristiwa yang dekat denngan kehidupan kita. Banyak aplikasi-aplikasi yang bisa
kita amati dari kehidupan kita yang berhubungan dan melibatkan ilmu fisika.

Fisika itu adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek alam yang dapat
dipahami dengan dasar-dasar pengertian terhadap prinsip-prinsip dan hukum-
hukum elementernya. Udara adalah sumber daya yang berharga bagi kehidupan
dan terdiri dari campuran gas antara lain 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas-
gas lain.

Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumberdaya air secara konsisten
peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini.
Oleh karena itu pengembangan dan pengolahan sumber daya air merupakan
dasar peradaban manusia. Air (H2O) merupakan sebagian kimia yang berada
dalam bentuk cair pada tekanan biasa dan pada suhu bilik. Air meliputi 70%
daripada permukaan bumi. Setiap kehidupan di bumi ini memerlukan air untuk
terus hidup. Salah satu faktor penting penggunaan air dalam kehidupan sehari-
hari adalah untuk kebutuhan air minum.

Kurangnya pemahaman dan penguasaan konsep tentang air (hidrologi)


menyebabkan terjadinya ketidakmengertian tentang pemanfaatan air yang baik
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembahasan
mengenai siklus hidrologi (air) dimaksud dalam makalah.

1
2.1. Tujuan
Secara umum tujuan penulisan makalah dengan topik “Siklus Air” adalah
memenuhi tugas/tanggung jawab yang diberikan dosen pembimbing mata kuliah
mekanika.
Adapun tujuan khusus penulisan makalah ini adalah mahasiswa:
1. Dapat memahami konsep siklus hidrologi (air)
2. Dapat memahami macam-macam siklus hidrologi (air)
3. Dapat mengetahui secara mendasar proses siklus hidrologi (air) tersebut

2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Definisi Fisika


Kata fisika berasal dari bahasa Yunani “Physic” yang berarti “alam” atau “hal
ikhwal alam” sedangkan fisika (dalam bahasa inggris “physic”) ialah ilmu yang
mempelajari aspek-aspek alam yang dapat dipahami dengan dasar-dasar
pengertian terhadap prinsip-prinsip dan hukum-hukum elementnya. Selanjutnya
fisika dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian, satu diantaranya
mengatakan bahwa fisika adalah ilmu yang mempelajari suatu zat dan energi atau
zat dan gerakan.

2.2.Definisi Udara

Udara adalah sumber daya yang berharga bagi kehidupan. Udara terdiri dari
campuran gas antara lain 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas-gas lain seperti
xenon, karbon dioksida, argon, neon, hidrogen, helium, dan kripton.

2.3. Definisi Air

Air (H2O) merupakan sebagian kimia yang berada dalam bentuk cecair pada
tekanan biasa dan pada suhu bilik. Air meliputi 70% daripada permukaan bumi.
Setiap kehidupan di bumi ini memerlukan air untuk terus hidup. Air adalah
unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan dapat
dipastikan tanpa pengembangan sumberdaya air secara konsisten peradaban
manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini.
http://education.poztmo.com/2011/06/pengertian-dan-definisi-air.html

2.4. Definisi Hidrosfer


Hidrosfer (hidro = air, sfer = lapisan) adalah semua bentuk air (padat, cair,
atau gas) yang terdapat di bumi

3
2.5. Definisi Hidrologi
Hidrologi (berasal dari Bahasa Yunani: Yδρoλoγια, Yδωρ+Λoγos, Hydrologia,
"ilmu air") adalah cabang ilmu Geografi yang mempelajari pergerakan, distribusi,
dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air.
Hidrologi Adalah suatu ilmu yang mempelajari air dibumi, kejadian, sirkulasi dan
distribusi, sifat-sifat kimia dan fisika dan reaksinya dengan lingkungan, termasuk
hubungannya dengan mahkluk hidup.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrologi)

2.6. Definisi Siklus Air


Daur / siklus hidrologi, siklus air, atau siklus H2O adalah sirkulasi yang tidak
pernah berhenti dari air di bumi dimana air dapat berpindah dari darat ke udara
kemudian ke darat lagi bahkan tersimpan di bawah permukaan dalam tiga
fasenya yaitu cair (air), padat (es), dan gas (uap air). Daur hidrologi merupakan
salah satu dari daur biogeokimia.

Siklus Hidrologi: adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir
ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan
transpirasi.

2.7. Definisi Hujan


Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Hujan merupakan
satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan.
(http://www.omrudi.info/2011/09/bagaimana-terjadinya-hujan-siklus-air.html)

4
BAB III
HIDROLOGI

3.1. Hidrologi

Hidrologi adalah suatu ilmu yang mempelajari air dibumi, kejadian,


sirkulasi dan distribusi, sifat-sifat kimia dan fisika dan reaksinya dengan
lingkungan, termasuk hubungannya dengan mahkluk hidup. Domain hidrologi
mencakup seluruh sejarah keberadaan air di bumi. Hidrologi disebut sebagai sain
karena hidrologi ini diturunkan dari ilmu-ilmu dasar seperti matematika, fisika,
meteorologi dan geologi. Hidrologi disebut juga sebagai Profesi karena seorang
ahli hidrologi berusaha mengaplikasikan pengetahuannya untuk memecahkan
masalah-masalah dalam kehidupan sehingga dengannya akan membuat hidup
manusia menjadi lebih baik. Tugas seorang ahli hidrologi secara praktis adalah
menentukan input air dan bentukan air lainnya kedalam suatu sistem sumber
daya air, seperti sungai, danau atau aquifer dan menelusuri penggerakan air
melewati sistem.

3.1.1 Air
Air sering dianggap sebagai dasar kehidupan. Tubuh kita mengandung
air, kira-kira 65-75% beratnya. Selain sebagai zat yang diperlukan pada
proses dalam tubuh, air juga dibutuhkan pada pertanian, industri sanitasi
dan pemadam kebakaran. Bayangkan jika kita di lingkungan Anda tidak
tersedia suplai air yang cukup. Air adalah unsur yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan dapat dipastikan tanpa
pengembangan sumberdaya air secara konsisten peradaban manusia tidak
akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini.

3.1.1.1 Macam-macam air


Air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air
sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan
lain sebagainya.

5
3.1.1.2 Kandungan yang terdapat dalam air

Formula kimia bagi air adalah H2O, yang membawa maksud


setiap molekul air mengandungi dua atom hidrogen dan satu atom
oksigen. Hubungan terjadi antara elektron-elektron yang
membentuk bagian luar atom dan merupakan mata rantai kuat yang
dinamakan ikatan kovalen.

Molekul air boleh diuraikan kepada unsur asas dengan


mengalirkan arus elektrik melaluinya. Proses ini yang dikenali
sebagai elektrolisis menguraikan dua atom hidrogen menerima
elektron dan membentuk gas H2 pada katod sementara empat ion
OH- bergabung dan membentuk gas O2 (oksigen) pada anod. Gas-
gas ini membentuk buih dan boleh dikumpulkan.

3.1.1.3 Kegunaan air


Air sering dianggap sebagai dasar kehidupan. Tubuh kita
mengandung air, kira-kira 65-75% beratnya. Selain sebagai zat yang
diperlukan pada proses dalam tubuh, air juga dibutuhkan pada
pertanian, industri sanitasi dan pemadam kebakaran. Bayangkan
jika kita di lingkungan Anda tidak tersedia suplai air yang cukup.

Air, baik dalam bentuk padat, cair atau gas terdapat di dalam
bumi, di permukaan bumi, dan di atmosfer. Hidrosfer (hidro = air,
sfer = lapisan) adalah semua bentuk air (padat, cair, atau gas) yang
terdapat di bumi. Ilmu yang khusus mempelajari hidrosfer
dinamakan hidrologi. Suplai air di bumi kira-kira 300 juta mil3.
Sebanyak 70% permukaan bumi ditutupi oleh air. Akan tetapi, kira-
kira 98% air di bumi merupakan air garam dan hanya kira-kira 2%
saja sebagai air segar. Di bumi tersedia kira-kira 1015 galon air segar
setiap tahun (1 galon = 40 liter). Lautan mengandung 10 20 galon air,
tetapi air laut mengandung 3 - 4% garam – terutama natrium klorida

6
(NaCl) – sehingga air tidak dapat dikonsumsi langsung oleh
manusia. Air laut hanya dapat dikonsumsi setelah melalui proses
desalini (proses yang menghilangkan kandungan garam dalam air)
yang membutuhkan biaya yang sangat mahal.

3.2 Siklus Hidrologi


3.2.1 Siklus air

Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air
secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari
menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi
akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika
temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah
menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.

Siklus hidrologi memainkan peran penting dalam cuaca, iklim, dan


ilmu meteorologi. Keberadaan siklus hidrologi sangat significant dalam
kehidupan. kita tidak akan lama-lama di bagian pembukaan, ayo kita segera
meluncur ke detail-detail dari proses siklus hidrologi.
Meskipun keseimbangan air di bumi tetap konstan dari waktu ke
waktu, molekul air bisa datang dan pergi, dan keluar dari atmosfer. Air
bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti dari sungai ke laut,
atau dari laut ke atmosfer, oleh proses fisik penguapan, kondensasi,
presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan aliran bawah permukaan. Dengan
demikian, air berjalan melalui fase yang berbeda: cair, padat, dan gas.
Siklus hidrologi melibatkan pertukaran energi panas, yang
menyebabkan perubahan suhu. Misalnya, dalam proses penguapan, air
mengambil energi dari sekitarnya dan mendinginkan lingkungan.
Sebaliknya, dalam proses kondensasi, air melepaskan energi dengan
lingkungannya, pemanasan lingkungan. Siklus air secara signifikan
berperan dalam pemeliharaan kehidupan dan ekosistem di Bumi. Bahkan
saat air dalam reservoir masing-masing memainkan peran penting, siklus air

7
membawa signifikansi ditambahkan ke dalam keberadaan air di planet kita.
Dengan mentransfer air dari satu reservoir ke yang lain, siklus air
memurnikan air, mengisi ulang tanah dengan air tawar, dan mengangkut
mineral ke berbagai bagian dunia. Hal ini juga terlibat dalam membentuk
kembali fitur geologi bumi, melalui proses seperti erosi dan sedimentasi.
Selain itu, sebagai siklus air juga melibatkan pertukaran panas, hal itu
berpengaruh pada kondisi iklim di bumi.

Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi
hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu
mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi
berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara
berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di
alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan.

Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang


dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi
dari tanah atau laut maupun air pedalaman, kondensasi untuk membentuk
awan, presipitasi, akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air, dan
evaporasi-kembali.

Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-


gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:

 Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang


merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas.
 Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-
tumbuhan melalui permukaan daun.
 Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan
transpirasi.
 Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air
(pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju.

8
 Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah
melalui pori-pori tanah.
 Perkolasi
Perkolasi adalah air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu
hingga mencapai air tanah atau groundwater
 Limpasan (runoff)
Air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai,
hingga menuju ke laut. Ini mencakup baik limpasan permukaan
(surface runoff) dan limpasan saluran (channel runoff). Karena mengalir,
air dapat merembes ke dalam tanah, menguap ke udara, menjadi
disimpan di danau atau waduk, atau diekstraksi untuk memenuhi
kebutuhan manusia seperti pertanian dan lain sebagainya.
 Canopy intersepsi
Pengendapan yang dicegat oleh dedaunan tanaman dan akhirnya
menguap kembali ke atmosfer daripada jatuh ke tanah.
 Pencairan salju
Limpasan yang dihasilkan oleh salju mencair seperti gletser.
 Arus Bawah Permukaan
Aliran air bawah tanah, di zona Vadose dan akuifer. Air bawah
permukaan dapat kembali ke permukaan atau akhirnya meresap ke
dalam lautan.
 Sublimasi
Perubahan wujud secara langsung dari air padat (salju atau es) untuk
uap air.
 Adveksi
Gerakan air dalam wujud padat, cair, atau uap melalui atmosfer.
Tanpa adveksi, air yang menguap dari lautan tidak bisa jatuh sebagai
presipitasi di atas tanah.

9
3.2.2 Proses siklus air

Sama seperti proses fotosintesis pada siklus karbon, matahari juga


berperan penting dalam siklus hidrologi. Matahari merupakan sumber

10
energi yang mendorong siklus air, memanaskan air dalam samudra dan laut.
Akibat pemanasan ini, air menguap sebagai uap air ke udara. 90 % air yang
menguap berasal dari lautan. Es dan salju juga dapat menyublim dan
langsung menjadi uap air. Selain itu semua, juga terjadi evapotranspirasi air
terjadi dari tanaman dan menguap dari tanah yang menambah jumlah air
yang memasuki atmosfer.
Setelah air tadi menjadi uap air, Arus udara naik mengambil uap air
agar bergerak naik sampai ke atmosfir. Semakin tinggi suatu tempat, suhu
udaranya akan semakin rendah. Nantinya suhu dingin di atmosfer
menyebabkan uap air mengembun menjadi awan. Untuk kasus tertentu,
uap air berkondensasi di permukaan bumi dan membentuk kabut.
Arus udara (angin) membawa uap air bergerak di seluruh dunia.
Banyak proses meteorologi terjadi pada bagian ini. Partikel awan
bertabrakan, tumbuh, dan air jatuh dari langit sebagai presipitasi. Beberapa
presipitasi jatuh sebagai salju atau hail, sleet, dan dapat terakumulasi
sebagai es dan gletser, yang dapat menyimpan air beku untuk ribuan tahun.
Snowpack (salju padat) dapat mencair dan meleleh, dan air mencair
mengalir di atas tanah sebagai snowmelt (salju yang mencair). Sebagian
besar air jatuh ke permukaan dan kembali ke laut atau ke tanah sebagai
hujan, dimana air mengalir di atas tanah sebagai limpasan permukaan.

Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus


hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di
permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi
menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan
(kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-
butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan
(presipitasi).

Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan
perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air

11
bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di
permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk).

Sebagian dari limpasan masuk sungai, got, kali, lembah, dan lain-lain.
Semua aliran itu bergerak menuju lautan. sebagian limpasan menjadi air
tanah disimpan sebagai air tawar di danau. Tidak semua limpasan mengalir
ke sungai, banyak yang meresap ke dalam tanah sebagai infiltrasi. Infiltrat
air jauh ke dalam tanah dan mengisi ulang akuifer, yang merupakan toko air
tawar untuk jangka waktu yang lama. Sebagian infiltrasi tetap dekat
dengan permukaan tanah dan bisa merembes kembali ke permukaan badan
air (dan laut) sebagai debit air tanah. Beberapa tanah menemukan bukaan
di permukaan tanah dan keluar sebagai mata air air tawar. Seiring waktu,
air kembali ke laut, di mana siklus hidrologi kita mulai.

Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh yang ditangkap oleh alat
pendeteksi hujan dalam mm. kedalaman hujan yaitu banyaknya air atau
jumlah air yang jatuh kepermukaan bumi dalam satuan mm. sedangkan
intensitas hujan adalah lamanya curah hujan yang berlangsung pada saat
tertentu satuannya mm / (menit atau jam).

12
Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari, penguapan
(evaporasi) terjadi dari air laut, air sungai, permukaan tanah maupun
penguapan dari permukaan tanaman (transpirasi). Uap air tersebut akan
naik dan terbawa oleh angin. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut
akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan
penyebab hujan. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi
presipitasi baik itu berupa hujan, hujan salju dan sebagainya. Sebagian
kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. Air
yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland
flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”, sedangkan yang lainnya akan
meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap.
Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan
mengalir secara horisontal sebagai “interflow”, sebagian lagi akan tinggal di
dalam massa tanah sebagai “soil moisture content” dan sisanya akan mengalir
secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah.

13
PROSES TERJADINYA HUJAN

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya


air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau,
air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air
kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air
yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang,
tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air. Hujan
merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi
sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol
(seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang
terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke
permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara
kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan
penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah

14
menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke
bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk
mengulangi daur ulang itu semula.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau


evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap /
menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju
langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap
tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga
membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat
bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal, Akibat
angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan
membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau
dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan
tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es
tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin
rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk
mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun
tetap sebagai salju.

Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan,


adalah sebagai berikut:

TAHAP – 1 Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan


kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP – 2 Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan


kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan
membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP – 3 Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-


awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih
besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat.

15
Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan
di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan
tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling
bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan
gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang
bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk
dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah
menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin
vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan
air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A.
Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975,
Elements of Meteorology, s. 141-142) Kita harus ingat bahwa para ahli
meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan
awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan
menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit,
komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu
informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.

Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya

Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang
naik disertai dengan angin berputar.

Gambar hujan siklonal

Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator,
akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara.
Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan
Untuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut

16
terjadinya, ukuran butirannya, atau curah hujannya. awan di sekitar
ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.

Gambar hujan zenithal

Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang


mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik
menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi
kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.

Gambar hujan orografis

Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin
bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara
kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara
dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi
hujan lebat yang disebut hujan frontal.

17
Gambar hujan frontal

Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena
Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah
karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik
Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan
Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan
Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya
musim penghujan dan musim kemarau.

Gambar hujan muson

Hujan asam juga bisa diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di
bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6)
karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan
memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat
bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang
dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

18
Gambar hujan asam

Hujan Meteor Perseid bisa di lihat saat matahari terbenam dan


Venus, Saturnus, Mars serta bulan sabit muncul dari barat secara
bersamaan. Saat itulah hujan meteor terjadi. Nama Perseid berasal dari
nama Rasi bintang Perseus karena hujan meteor ini seolah-olah berasal
dari arah rasi bintang itu. Kecepatan meteor tersebut kira-kira 60
kilometer per jam, dan memiliki kilatan meteor yang terang dengan
cahaya yang panjang Hujan meteor terkadang menawarkan keindahan
lain. Tak cuma siraman bintang jauh yang akan menghiasi langit malam,
fireball juga bisa muncul sewaktu-waktu. Fireball itu sendiri adalah
sebuah cahaya yang besar dan terang yang jatuh diantara hujan Meteor.

Gambar jenis hujan meteor

19
3.3 Macam-macam Siklus Air

Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang


dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

 Siklus pendek, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian


terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut.

http://wong168.wordpress.com/2011/04/19/siklus-air-siklus-hidrologi-di-
bumi/

 Siklus sedang, yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian
terbentuk awan. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan
hujan di daratan, kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di
permukaan.

http://www.adipedia.com/2011/04/siklus-air-siklus-hidrologi-di-bumi.html

20
 Siklus panjang, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian
terbentuk awan. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di
daratan, Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada ketinggian
tertentu, membuat terbentuknya awan yang mengandung kristal es. Awan
tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi
es mengalir dalam bentuk gletser, kemudian air mengalir ke laut melalui
sungai permukaan dan aliran bawah tanah.

http://www.adipedia.com/2011/04/siklus-air-siklus-hidrologi-di-bumi.html

21
3.4 Keterangan Video

3.4.1 Video Siklus Hidrologi

Hujan merupakan salah satu bagian dari suatu siklus yang ada di
alam yang disebut siklus hidrologi.

Prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Dimulai dari terbitnya sang mentari yang menguapkan air dari


permmukaan.
2. Penguapan dapat terjadi dari laut (evaporasi) dan di darat berasal dari
tumbuhan (evapotranspirasi).
3. Setelah air menguap, terjadilah penggumpalan uap-uap air menjadi
awan (kondensasi).
4. Setelah kandungan air di awan sudah cukup banyak, air diturukan
kembali dengan bantuan angin (presipitassi).
5. Jatuhnya air hujan ke permukaan bumi menciptakan aliran di bawah
tanah.
6. Hal ini disebabkan oleh meresapnnya air hujan ke pori-pori tanah
(infiltrasi).
7. Air hujan yang tidak meresap ke tanah mengalir ke permukaan tanah
yang kemudian kembali ke laut.
8. Tidak semua air yang kembali ke laut, air tersebut tersimpan sebagai
cadangan, dapat berbentuk es di pegunungan, menjadi danau, dan ada
yang tersimpan di dalam tanah.
9. Volume air sungai pun bertambah dan mengalir ke laut.
10. Gumpalan awan-awan yang bergesekan menyebabkan adanya aliran
listrik atau yang kita sebut dengan petir.
11. Dan siklus ini terus terjadi.

22
3.4.2 Video Hujan Asam

Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di


bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di baawah 6)
karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan
memiliki bentuk sebagai asam lemah.

Berikut adalah proses terjadinya hujan asam:

1. Gas asam (sulfurdioksida dan nitrogen oksida dilepas ke atmosfer).


Menyerang sulfur yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil
serta divergen di udara yang bereaksi O2 membentuk sulfur dioksida
dan nitrogen oksida
2. Kemudian gas asam tersebut terbawa oleh angin yang telah
mengalami reaksi kimia:
S +O2 SO2
2SO2 +O2 2SO3
SO3 +H20 H2SO4
3. Gas asam larut dalam air hujan membentuk hujan asam.
4. Hujan asam dapat membunuh kehidupan tanaman, mencemari aliran
sungai dan mengikis batuan.

Dampak dari hujan asam (acid rain damage)

1. Penggundulan hutan
2. Tanaman menjadi meranggas
3. Daun berlubang-lubang
4. Kelainan pada ikan
5. Pengikisan pada batu
6. Korosi pada mobil.

23
SEJARAH HUJAN ASAM
Istilah hujan asam pertama kali digunakan Robert Angus Smith
pada tahun 1972. Ia menguraikan tentang keadaan di Manchester,
sebuah kawasan industri di bagian utara Inggris. Hujan asam ini pada
dasarnya merupakan bagian dari peristiwa terjadinya deposisi asam.
Hal ini bisa terjadi di daerah perkotaan, karena adanya pencemaran udara
dari lalu lintas yang berat dan daerah yang langsung terkena udara yang
tercemar dari pabrik. Dapat pula terjadi di daerah perbukitan yang
terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam

PENYEBAB HUJAN ASAM


Aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik,
kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian penggunaan
cerobong asap pada pabrik-pabrik pembakaran batubara dan minyak
bumi penyebab alami hujan asam adalah letusan gunung berapi.

PROSES HUJAN ASAM


Dari proses pembakaran bahan bakar fosil akan dihasilkan
berbagai gas. Diantara gas yang melayang ke udara itu ada zat yang
bersifat asam. Zat itu adalah sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Sulfur
dioksida bisa berubah menjadi asam sulfat. Sedangkan nitrogen oksida
bisa menjadi asam nitrat. Keduanya termasuk jenis asam yang kuat.
Di atmosfer zat itu akan bercampur dengan titik-titik air di
awan. Hal itu mengakibatkan titik-titik air menjadi asam. Nah, saat titik-
titik air di awan jatuh ke Bumi maka terjadilah hujan asam. CO2 + H2O
Asam Karbonat (H2CO3) mengenai tanah menjadi asam tanaman mati.

24
CARA MENGURANGI DAMPAK HUJAN ASAM
1. Penghematan energi yang menggunakan hasil olahan batu bara
dan minyak bumi
2. Pengontrolan pembakaran batu bara dan minyak bumi
3. Bila telah tanah telah menjadi asam, tambahkan kapur untuk
menetralkan kembali pH tanah tersebut

3.4.3. Hujan Es

Hujan es secara ilmiah disebut "hail stone". Terjadinya dari proses


updraft (gerakan udara ke atas) pembentukan awan cumulonimbus yang
menjulang tinggi seperti jamur. Proses updraft disertai dengan udara
basah dari bawah ketika mencapai ketiggian dengan suhu di bawah nol
derajat (sekitar ketinggian lebih dari 5.000 m) uap air yang sangat dingin
bertemu dengan inti kondensasi pembentuk awam yang kemudian
membentuk gumpalan es. Butiran es kemudian jatuh bersamaan
denganhujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau
puting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada masim pancaroba saat
ini karena angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah, sehingga
pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi. Penguapan
yang intensif diperkuat dengan kondisi MJO (Madden-Julian Oscilation)
yang mengindikasikan konveksi kuat. Akibatnya udara hangat yang
mengandung uap air didorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat
dingin.

Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi
yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah
melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas
freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar.
Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah

25
dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak
hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.

Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap
air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi
pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang
besar.

Hujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal
berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal
dari multi sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan
area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar
antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau
peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis
lapis ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet
lebih, Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut
Awan Cumulo Nimbus (CB).

3.4.4. Gletser

Gletser atau glasier atau glesyer adalah sebuah bongkahan es yang


besar yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi
endapan salju yang membatu selama kurun waktu yang lama. Saat ini, es
abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi. Meskipun banyak
orang yang mengira gletser selalu ada di daerah kutub, sesungguhnya
mereka juga bisa berada di daerah pegunungan tinggi di seluruh benua,
kecuali Australia, bahkan juga terdapat di pegunungan tinggi di daerah
dekat khatulistiwa.

26
3.4.5 pH Meter

Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada


potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat didalam
elektroda gelas (membrane gelas) yang telah diketahui dengan larutan
yang terdapat diluar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini
dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan
ion hydrogen yang ukurannya relative kecil dan aktif, elektroda gelas
tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hydrogen atau
diistilahkan dengan potential of hydrogen. Untuk melengkapi sirkuit
elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding. Sebagai catatan, alat
tersebut tidak mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan.

Skema elektroda pH meter

pH meter akan mengukur potensial listrik (pada gambar alirannya


searah jarum jam) antara merkuri Cloride (HgCl) pada elektroda
pembanding dan potassium chloride (KCl) yang merupakan larutan
didalam gelas electrode serta potensial antara larutan dan elektroda perak.
Tetapi potensial antara sampel yang tidak diketahui dengan elektroda
gelas dapat berubah tergantung sampelnya, oleh karena itu perlu
dilakukan kalibrasi dengan menggunkan larutan yang equivalen yang
lainya untuk menetapkan nilai dari pH.

27
BAB IV
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat diambil kesimpulan,
antara lain:
1. Air merupakan Air merupakan zat kehidupan, di mana tidak ada satupun
makhluk hidup di bumi ini yang tidak membutuhkan air. Air (H2O)
merupakan sebatian kimia yang berada dalam bentuk cecair pada tekanan
biasa dan pada suhu bilik.
2. Air memiliki sifat:

a) Air mengalir ke tempat yang lebih rendah

b) Permukaan air

c) Bentuk air, Bentuk air sesuai dengan bentuk tempatnya.

d) Tekanan air

e) Kapilaritas

f) Wujud air. Air dapat berubah dalam tiga wujud yaitu: gas,cair, padat atau
uap, air dan es.

3. Penerapan siklus air

28
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Ismail & Ahmad Badri Mohammad. 1995. Ekologi Air Tawar. Kuala Lumpur :
DBP (online) (http://ms.wikipedia.org/wiki/Air diakses 28 November
2012)

Hakim, M. Tsani Abdul. 2011. Pengertian dan Definisi Air.


(http://education.poztmo.com/2011/06/pengertian-dan-definisi-air.html
diakses 28 November 2012)

Halliday, Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kanginan, Marthen. 1996. Fisika SMU Edisi Kedua Jilid 2C untuk Kelas 2. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Omrudi Blog`s. 2011. Bagaimana Terjadinya Siklus Air.


(http://www.omrudi.info/2011/09/bagaimana-terjadinya-hujan-siklus-
air.html) diakses 28 November 2012)

Surya, Yohannes. 2011. Siklus-siklus hidrologi di Bumi.


(http://www.adipedia.com/2011/04/siklus-air-siklus-hidrologi-di-
bumi.html diakses 28 November 2012)

Surya, Yohannes. 2011. Siklus Air (Siklus Hidrologi) di Bumi.


(http://wong168.wordpress.com/2011/04/19/siklus-air-siklus-hidrologi-di-
bumi/ diakses 28 November 2012)

29