Anda di halaman 1dari 17

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN

(PROJECT CHARTER)

1. IDENTITAS PROYEK
a. Judul
“BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF (NALURI HATI)”

b. Deskripsi
Program Bina Keluarga Balita merupakan bagian dari program
kependudukan dan KB Nasinonal, merupaka program yang strategis
dalam meningkatkan kesejahteraan, pembinaan dan kemandirian ber-KB
bagi anggota kelompok BKB melalui keaktifan keluarga yang mempunyai
balita dan anak. Kegiatan yang dilakukan adalah mendorong keluarga
meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengasuh dan
membina tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya untuk
mempersiapkan keluarga yang berkualitas.
Pengembangan Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif adalah
pengembangan anak usia dini yang dilakukan berdasarkan pemahaman
untuk memenuhi kebutuhan esensial anakyang beragam dan saling
berkait secara simultan dan sistematis, yang meliputi berbagai aspek
pengembangan fisik dan non fisik, agar anak dapat tumbuh kembang.
Pertumbuhan dan perkembangn anak usia dini secara fisik, mental,
emosional, dan social dipengaharui oleh pemeliharaan kesehatan,
pemenuhan gizi, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan.

c. Mentor
Andi Bau Sumange, S.Sos, M.Si
(Kepala Bidang Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga)

d. Coach
Dr. Dra. Hj. Murlinah, M.Pd
(Widyaiswara BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan)

e. Reformer
Husnaeti Ratu, ST, MAP
(Kepala Seksi Ketahanan Bina Keluarga Balita, Anak, dan Lansia)

2. LATAR BELAKANG PROYEK PERUBAHAN

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 1


(NALURI HATI)”
Berdasarkan peraturan Bupati Jeneponto No. 36 Tahun 2016 tentang
kedudukan susunan organisasi Tugas dan Fungsi serta tata kerja Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Pemerintah Kabupaten
Jeneponto dimana tersebut pada bagian kelima adalah Bidang-Bidang
Ketahan dan Kesejahteraan Keluarga yang terdiri sub bidang ketahanan
keluarga balita, anak, dan lansia, serta sub bidang ketahanan remaja.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar
utama bagi pembangunan, karena kualitas SDM sangat menentukan
kemajuan suatu bangsa. Kualitas SDM antara lain dicerminkan oleh derajat
kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosiaonal dan spiritual yang
ditentuka oleh kualitas anak sejak janin dalam kandungan hingga anak
berusia enam tahun. Pada periode ini seorang anak sangat membutuhkan
asupan gizi seimbang, kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan yang baik
dan benar agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal. Oleh karena
itu dalam menciptakan SDM yang bermutu, perlu dilakukan sejak dini yaitu
dengan memenuhi kebutuhan dasar anak.
Di lingkungan masyarakat telah ada berbagai kegiatan yang
memberikan layanan kebutuhan dasar anak (yang meliupti pendidikan,
pelayanan kesehatan dasar, imunisasi, makanan tambahan, dll) seperti Pos
Pelayanan Terpadu (Posyandu), Bina Keluarga Balita (BKB), Tempat
Penitipan Anak (TPA), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok
Bermain, Dan Lainnya. Namun penyelenggaraan pelayanan bagi anak usia
dini tersebut masih bersifat sektoral, parsial, dan belum terintegrasi dengan
baik.
Seyogianya pelayanan yang diberikan harus saling bersinergi dan
mampu memenuhi kebutuhan dasar anak secara utuh baik dari segi
perawatan, pendidikan, dan pengasuhan agar anak tumbuh kembang
secara optimal. Program Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai salah satu
bentuk pelayanan anak usia dini yang bertujuan meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh
kembang anak, harus diintegrasikan dengan Program layanan Anak Usia
Dini yang lain, agar anak medapatkan pelayanan secara utuh. Dari temuan

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 2


(NALURI HATI)”
study Operasional Research (OR) menunjukkan bahwa pelaksanaan
kelompok Bina Keluarga Balita belum optimal.
Masa usia dini merupakan masa kritis bagi perkembangan seseorang
ditahun tahun pertama kehidupan terjadi perkembangan yang pesat, dan
interaksi anak dan lingkungan terutama keluarga akan menentukan
pertumbuhan dan perkembangannya dikemudian hari. Peran orang tua
menjadi sangat penting, karena orang tualah yang akan mengasuh,
membimbing, dan memberikan berbagai stimulasi agar tumbuh kembang
anak berlangsung secara optimal. Dengan pengasuhan yang tepat, kualitas
sumber daya manusia di Indonesia akan meningkat.
3. TUJUAN
a. Tujuan Jangka Pendek
- Terwujudnya Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif di kampung KB
Bosalia,Gantarang,Lebang mania Utara

b. Tujuan Jangka Menengah


- Terwujudnya Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif desa/kelurahan
kampung KB di Lima kecamatan.

c. Tujuan Jangka Panjang


- Terwujudnya Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif disetiap
desa/kelurahan di Kabupaten Jeneponto.

4. MANFAAT
Adapun manfaat yang diharapkan dari proyek perubahan ini adalah :
a. Pemerintah Kab. Jeneponto
- Terwujudnya Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif disetiap desa
dan kelurahan.
b. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
- Terwujudnya program kependudukan keluarga berencana,
pembangunan keluarga (KKBPK), dan Bina Keluarga Holistik-
Integratif.
c. Masyarakat luas
- Terwujudnya peningkatan peran orang tua serta anggota keluarga
dalam pola asuh anak agar tumbuh kembang menjadi anak yang
maju, mandiri, dan berkarakter melalui Bina Keluarga Holistik-
Integratif.

5. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup proyek perubahan ini adalah sebagai berikut :
RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 3
(NALURI HATI)”
a. Terwujudnya kesepakatan Area perubahan
b. Membentuk Tim Kerja Proyek perubahan
c. Melakukan Rapat Tim Kerja untuk pembagian tugas
d. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan stakeholder untuk
mendapatkan dukungan pelaksanaan proyek perubahan
e. Melakukan konsultasi kepada Coach untuk mendapat bimbingan dan
arahan dalam rangka pelaksanaan proyek perubahan
f. Membentuk Bina Keluarga Balita Holistik Integratif kelurahan Bosalia,desa
Bontomanai, Desa Lebang Manai Utara.
g. Melakukan koordinasi dengan stakeholder mengenai pelaksanaan kegiatan
Bina Keluarga Balita Holistik - Integratif
h. Melakukan kunjungan lapangan dan Sosialisasi bersama Tim Kerja
tentang Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif
i. Melakukan Kegiatan Monitoring dan evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan
Bina Keluarga Balita Holistik – Integratif.
j. Membuat laporan seluruh tahapan kegiatan proyek perubahan

6. PENTAHAPAN (MILESTONES)

NO MILESTONE KEGIATAN WAKTU

BREAKTROUGH I

1. Terwujudnya - Melakukan konsultasi dengan Senin, 20


kesepakatan area Mentor tentang persetujuan Mei 2019
perubahan rancangan Proyek Perubahan

- Membuat persetujuan dan Selasa, 21


kesepakatan mentor dengan Mei 2019
reformer tentang proyek
perubahan

- Penandatanganan persetujuan Rabu, 22


kesepakatan Area Perubahan Mei 2019

- Konsultasi dengan Mentor


tentang Tim Kerja yang akan Kamis, 23
mendukung Mei 2019

- Melakukan pertemuan awal


dengan stakeholder terkait
penjelasan rancangan proyek Kamis, 23
RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 4
(NALURI HATI)”
perubahan Mei 2019

BREAKTROUGH II KEGIATAN WAKTU


Jangka Pendek
1. Terbentuknya Tim - Melaksanakan konsultasi Minggu I
Kerja dengan mentor tentang Juli 2019
pembentukan tim kerja
- Membuat undangan rapat
pembentukan tim kerja
- Melaksanakan rapat
pembentukan Tim Kerja
- Menyusun SK Tim kerja
- Penandatanganan SK Tim
kerja oleh Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana
Kab. Jeneponto
2. Rapat Tim Kerja - Melakukan konsultasi Minggu III
dengan Mentor tentang Juli 2019
rencana rapat tim kerja
- Membuat undangan Rapat
- Membuat daftar hadir Rapat
- Membuat notulen rapat

3. Terwujudnya Surat - Melakukan koordinasi Minggu I - II


Pernyataan dengan mentor tentang Agustus
dukungan rencana penyusunan Surat 2019
Stakeholder atas Pernyataan stakeholder atas
rancangan proyek rancangan proyek
perubahan perubahan
- Membuat surat pernyataan
stakeholder atas rancangan
proyek perubahan
- Menemui stakeholder untuk
meminta dukungan atas
rancangan proyek
perubahan

4. Terbentuknya Bina - Konsultasi ke Mentor Minggu III


Keluarga Holistik- tentang Bina Keluarga Agustus
Integratif di Holistik-Integratif. 2019
kampong KB - Rapat penentuan lokasi Bina
Bosalia, Desa Keluarga Holistik-Integratif di
Gantarang, dan Bosalia, Desa Gantarang,
Desa Lebang dan Desa Lebang Manai
RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 5
(NALURI HATI)”
Manai Utara. Utara.
- Buat SK pengurus Desa
Bina Keluarga Holistik-
Integratif.
- Penandatanganan dan
Pemberian SK Bina
Keluarga Holistik-Integratif.
5. Tersedianya bahan - Konsultasi dengan Mentor Minggu IV
dan alat terkait bahan dan alat Agustus
penyuluhan bagi penyuluhan. 2019
kader Bina - Pertemuan bersama kader
Keluarga Holistik- Bina Keluarga Holistik-
Integratif. Integratif.
- Menentukan ruangan untuk
pelaksanaan proses Bina
Keluarga Holistik-Integratif.
6. Terlaksananya - Melakukan konsultasi Minggu IV
sosialisasi Bina dengan mentor tentang Agustus
Keluarga Balita rencana sosialisasi Bina 2019
Holistik - Integratif Keluarga Balita Holistik -
Integratif
- Membuat undangan
Sosialisasi Bina Keluarga
Balita Holistik - Integratif
- Mendistribusikan Undangan
sosialisasi Bina Keluarga
Balita Holistik - Integratif
- Membuat daftar hadir
- Melakukan Sosialisasi Bina
Keluarga Balita Holistik -
Integratif
- Membuat laporan hasil
- Melaksanakan koordinasi
dengan Coach

7. Monitoring dan - Melakukan koordinasi Minggu IV


evaluasi dengan mentor terkait Agustus
pelaksanaan evaluasi dan monitoring 2019
proyek perubahan - Memantau hasil proyek
perubahan
- Melakukan rapat evaluasi
dengan tim kerja proyek
perubahan

8. Tersedianya - Mengumpulkan data dan Minggu IV


laporan hasil dokumentasi hasil Agustus
Sosialisasi Bina pelaksanaan Proyek 2019
Keluarga Balita perubahan

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 6


(NALURI HATI)”
Holistik - Integratif -Menyusun laporan lengkap
implementasi proyek
perubahan
Jangka Menengah
- Terlaksananya Bina - Menginventarisir lokasi
Keluarga Balita pelaksanaan Bina Keluarga
Holistik – Integratif Balita Holistik - Integratif
setiap - Menyiapkan peralatan dan -
desa/kelurahan di kebutuhan pelaksanaan
Lima Kecamatan. Bina Keluarga Balita Holistik
- Integratif
- Melaksanakan Bina
Keluarga Balita Holistik -
Integratif
- Melakukan pencatatan &
Pelaporan Bina Keluarga
Balita Holistik – Integratif

Jangka Panjang

Terlaksananya Bina - Menginventarisir lokasi


Keluarga Balita pelaksanaan Bina Keluarga
Holistik – Integratif Balita Holistik - Integratif
Semua - Menyiapkan peralatan dan
- Desa/Kelurahan di kebutuhan pelaksanaan -
Setiap Kecamatan Bina Keluarga Balita Holistik
- Integratif
- Melaksanakan Bina
Keluarga Balita Holistik -
Integratif
- Melakukan pencatatan &
Pelaporan Bina Keluarga
Balita Holistik - Integratif

7. TATA KELOLA PROYEK


Model Struktur Tim Rancangan Proyek Perubahan adalah :

COACH MENTOR
STAKEHOLDER
STAKEHOLDER
Dr. Dra. Hj. Nurliana S, Andi
Andi Bau INTERNAL
Bau Sumange,
INTERNAL
Sumange,
M.Pd S.Sos,
S.Sos, M.Si
M.Si
-Kepala
-Kepala Dinas
Dinas Pengendalian
Pengendalian
Penduduk
Penduduk dan
dan Keluarga
Keluarga
Berencana
Berencana Kab.
Kab. Jeneponto
Jeneponto
STAKEHOLDER
STAKEHOLDER -- Kepala
Kepala Bidang
Bidang Ketahanan
Ketahanan dan
dan
EKSTERNAL
EKSTERNAL Kesejahteraan
Kesejahteraan Keluarga
Keluarga
REFORMER
-- Dinas
Dinas -- Kepala
Kepala Bidang
Bidang Keluarga
Keluarga
Kesehatan Husnaeti Berencana
Berencana
Kesehatan Husnaeti Ratu,
Ratu, ST,
ST, MAP
MAP
-- Dinas
Dinas Pendidikan
Pendidikan dan
dan -- Kepala
Kepala Bidang
Bidang Pengendalian
Pengendalian
Kebudayaan
Kebudayaan Penduduk
Penduduk
-- Bunda
Bunda PAUD
PAUD
-- TP
TP PKK
PKK Kab/Kec/Kel
Kab/Kec/Kel -Kepala
-Kepala Sub
Sub Bidang
Bidang Ketahanan
Ketahanan
-- Camat
Camat
-- Lurah
TIM KERJA Keluarga
Keluarga
Lurah
RANCANGAN PROYEK
-- Masyarakat PERUBAHAN “ BINA
Pengarah
Pengarah KELUARGA
:: Kepala
Kepala Dinas PPKBBALITA HOLISTIK-Kepala
Dinas PPKB INTEGRATIF 7KB
Masyarakat -Kepala Sub
Sub Pelayanan
Pelayanan KB
Mentor
Mentor :: Kepala
Kepala Bidang
Bidang KS
KS (NALURI HATI)”
Ketua -Kepala
-Kepala Sub
Sub Penggerakan
Penggerakan dan
dan
Ketua TIM
TIM :: KepalaSeksi
KepalaSeksi Bina
Bina Keluarga,
Keluarga, Advokasi
Balita, Advokasi
Balita, Anak,
Anak, &
& Lansia
Lansia
Anggota
Anggota :: PLKB,
PLKB, Staf
Staf KS,
KS, Kader
Kader BKB
BKB -Kepala
-Kepala UPT
UPT PPKB
PPKB
-- Staf
Staf Bidang
Bidang KS
KS Dinas
Dinas PPKB
PPKB
Pengelolaan proyek perubahan ini didukung oleh tim kerja yang dibentuk
dengan pertimbangan kewenangan dan kapasitas anggota tim sebagaimana
model struktur diatas. Adapun pembagian tugas masing-masing anggota tim
sebagai berikut :

Mentor Penanggungjawab,
Andi Bau Sumange, S.Sos, pengawas, memberikan
M.Si petunjuk, arahan dan
(Kepala Bidang Ketahanan Dan nasehat terhadap
pelaksanaan proyek
Kesejahteraan Keluarga) perubahan termasuk
memberikan ide-ide dan
memotivasi reformer dalam
melaksanakan proyek
perubahan

Coach Dr. Dra. Hj. Murlinah, M.Pd  Melakukan bimbingan


(Widyaiswara BPSDM Provinsi teknis, monitoring
komunikasi terhadap
Sulawesi Selatan)
reformer
 Melakukan koreksi
terhadap reformer
bilamana menemui
permasalahan dalam
menjalankan proyek
perubahan

Reformer Husnaeti Ratu, ST, MAP Sebagai reformer yang


(Kepala Seksi Ketahanan Bina bertanggungjawab penuh
atas pelaksanaan dan
Keluarga Balita, Anak, dan
keberhasilan proyek
Lansia) perubahan

Tim Kerja Stakeholder Internal dan Membantu reformer dalam


Eksternal selain Mentor dan pelaksanaan implementasi
Coach rencana proyek perubahan
baik secara teknis maupun
non teknis

8. IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN STAKEHOLDER

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 8


(NALURI HATI)”
STAKEHOLDER INTERNAL
1. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab.
Jeneponto
2. Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
3. Kepala Bidang Keluarga Berencana
4. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk
5. Kepala Sub Bidang Ketahanan Keluarga
6. Kepala Sub Pelayanan KB
7. Kepala Sub Penggerakan dan Advokasi
8. Kepala UPT PPKB
9. PLKB
10. Staf Bidang KS Dinas PPKB
11. Kader BKB HI
STAKEHOLDER EKSTERNAL
1. Dinas Kesehatan
2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
3. Bunda PAUD
4. TP PKK Kabupaten/Kecamatan/Kelurahan
5. Camat
6. Lurah/Desa

Indikator penilaian Stakeholder


Indikator penilaia stakeholder yang akan dipergunakan dapat dilihat pada
table berikut :

DEFINISI DEFINISI OPERASIONAL


PREFERENSI
KONSEP 1 2 3 4

Kewenang Tidak Terbatas Kewenang Berwenan

POWER an formal mempunya hanya an pada g penuh


(Kekuatan/Penga untuk i pada 1 beberapa pada
ruh) mengambil kewenang fungsi saja fungsi semua
keputusan an fungsi

Keterlibata Tidak Terlibt Terlibat Terlibat


PROXIMITY n secara terlibat hanya pada pada
(Keterlibatan) langsung secara pada 1 beberapa setiap
pada PP langsung tahap saja tahap tahapan

INTEREST Kepenting Tidak Memiliki Memiliki Memiliki

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 9


(NALURI HATI)”
an memiliki hanya beberapa kepenting
terhadap kepentinga pada 1 kepentinga an penuh
(Kepentingan) PP n satu n
kepenting
an

Matriks Penilaian Stakeholder


Adapun peranan dan pengaruh dari masing-masing stakeholder baik internal
maupun eksternal dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut :

No Stakeholder Power Proximity Intererst Jumlah Pengaruh


Kepentingan

INTERNAL
1. Kepala Dinas
Pengendalian
Penduduk dan
4 4 4 12 Promoters
Keluarga
Berencana Kab.
Jeneponto
2. Kepala Bidang
Ketahanan dan
3 4 4 11 Promoters
Kesejahteraan
Keluarga
3. Kepala Bidang
Keluarga 3 3 3 9 Latens
Berencana
4. Kepala Bidang
3
Pengendalian 3 3 9 Latens
Penduduk
5. Kepala Sub
3 3 3 9 Latens
Pelayanan KB
6. Kepala Sub
Penggerakan dan 3 3 3 9 Latens
Advokasi
7. Kepala UPT PPKB
3 3 4 10 Promoters

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 10


(NALURI HATI)”
8. PLKB
1 4 4 9 Latens

9. Staf Bidang KS
1 1 1 3 Apathetics
Dinas PPKB
10. Kader 1 4 1 6 Defenders
EKSTERNAL
1. Dinas Kesehatan
4 4 4 12 Promoters
2. Dinas Pendidikan
4 4 4 12 Promoters
dan Kebudayaan
3. Bunda PAUD
3 3 4 10 Promoters
4. TP PKK
Kabupaten/Kecam 3 3 4 10 Promoters
atan/Kelurahan
5. Camat
3 3 4 10 Promoters
6. Lurah/Desa
3 3 4 10 Promoters

 Peta Pengaruh dan kepentingan Stakeholder


Stakeholder Proyek Perubahan dapat diklarifikasikan sebagai berikut :
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada desain di bawah ini :

LATENS PROMOTERS
(PENGARUH
(PENGARUH BESAR
BESAR (PENGARUH
(PENGARUH BESAR
BESAR
KEPENTINGAN
KEPENTINGAN
KECIL)
KECIL) KEPENTINGAN
KEPENTINGAN
BESAR)
BESAR)
 Kabid KB  Kepala Dinas PPKB
 Kabid Pengendalian Penduduk  Kepala Dinas Pendidikan
 Kasubid Pelayanan KB  Kepala Dinas Kesehatan
 Kasubid Penggerakan dan Advokasi  Bunda PAUD
 PLKB
RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA
 HOLISTIK
TP INTEGRATIF
PKK Kab/Kec/Kel 11
 Kabid KS (NALURI HATI)”
 UPT
APHATETICS DEFENDERS
(PENGARUH
(PENGARUH KECIL
KECIL (PENGARUH
(PENGARUH KECIL
KECIL
KEPENTINGAN
KEPENTINGAN
KEPENTINGAN
KEPENTINGAN BESAR)
BESAR)
KECIL)
KECIL)
 STAF KS  Kader

 Strategi Komunikasi
Strategi Komunikasi yang digunakan dalam rancangan proyek perubahan ini
dalam menghadapi para stakeholder dapat digambarkan pada table berikut :

Observasi
Observasi Peran Strategi
No Stakeholder Pengaruh dan
Kepentingan dan Ketertiban Komunikasi

INTERNAL
Kewenagan
Kepala Dinas Penuh pada
Pengendalian smua fungsi dan
Penduduk dan memiliki Terlibat pada
Konsultasi
1. Keluarga
kepentingan semua tahap
rekomendasi
Berencana Kab. penuh terhadap kegiatan
proyek
Jeneponto perubahan
(Promoters)
Kewenangan
Penuh pada
Kepala Bidang semua fungsi
Ketahanan dan dan memiliki Terlibat pada Konsultasi
2. kepentingan semua tahap Bimbingan
Kesejahteraan penuh terhadap kegiatan Dialog langsung
Keluarga
Proyek
perubahan
(Promoters)
Kepala Bidang
Kewenangan Terlibat pada
Keluarga Kordinasi &
3. pada beberapa beberapa tahap
Informasi
Berencana fungsi (latens) kegiatan

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 12


(NALURI HATI)”
Kepala Bidang Kewenangan Terlibat pada
Kordinasi &
4. Pengendalian pada beberapa beberapa tahap
Penduduk Informasi
fungsi (latens) kegiatan
Kewenangan
Kepala Sub pada beberapa Terlibat pada Dialog
5. fungsi memiliki beberapa tahap Langsung
Pelayanan KB
beberapa kegiatan informasi
kepentingan
Kepala Sub
Kewenangan
pada beberapa Terlibat pada Dialog
6. Penggerakan dan fungsi memiliki beberapa tahap Langsung
Advokasi beberapa kegiatan Advokasi
kepentingan
Kewenangan Terlibat pada
Kepala UPT PPKB Kordinasi &
7. pada beberapa beberapa tahap
Informasi
fungsi (latens) kegiatan
Tidak
mempunyai Dialog
PLKB kewenangan, Terlibat pada langsung,
8.
memiliki setiap kegiatan informasi,
kepentingan Advokasi
penuh
Staf Bidang KS Tidak memiliki Tidak memiliki
Dialog langsung
9. kewenangan dan beberapa
Dinas PPKB perbantuan
kepentingan kepentingan
Dialog
Kader Tidak mempunyai Terlibat disetiap
10. langsung, dan
kewenangan Tahapan
informasi
EKSTERNAL
Kewenangan
Penuh Pada
Terlibat pada Kordinasi,
Semua fungsi dan
1. Dinas Kesehatan semua tahap konsultasi,
memiliki
kegiatan rekomendasi
kepentingan
Penuh
Kewenangan
Penuh Pada
Terlibat pada Kordinasi,
Dinas Pendidikan Semua fungsi dan
2. dan Kebudayaan
semua tahap konsultasi,
memiliki
kegiatan rekomendasi
kepentingan
Penuh
Kewenangan
Penuh Pada
Terlibat pada
Semua fungsi dan Kordinasi,
3. Bunda PAUD semua tahap
memiliki konsultasi.
kegiatan
kepentingan
Penuh

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 13


(NALURI HATI)”
TP PKK Terlibat pada
Kewenangan pada Kordinasi
4. Kabupaten/Kecam setiap tahap
atan/Kelurahan beberapa fungsi konsultasi
kegiatan
Kewenangan Kordinasi
Terlibat pada
Camat Pada beberapa konsultasi
5. setiap tahap
fungsi dan memiliki
kegiatan
kepentingan.
Kewenangan Kordinasi
Terlibat pada
Pada beberapa konsultasi
6. Lurah/Desa setiap tahap
fungsi dan memiliki
kegiatan
kepentingan.

9. IDENTIFIKASI POTENSI MASALAH


No. Potensi Masalah Penyelesaian
1. Stakeholder kemungkinan tidak a. Melakukan kordinasi dengan
bekerja secara maksimal stakeholder diluar jam kerja agar
dikarenakan : tidak mengganggu aktifitas kerja
a. Tidak memahami tugas dan
sehingga komunikasi dapat
tanggung jawabnya dalam Tim
berjalan lancer.
Efektif. b.Melakukan kordinasi dengan
b. Adanya aktifitas dan tugas lain
bidang dan seksi terkait untuk
diluar tim efektif.
mengumpulkan data dan
c. Resisten atau menolak atau
informasi baik melalui media
tidak menerima pelaksanaan
komunikasi langsung ataupun
proyek perubahan.
d. Kepedulia dan kebersamaan media telekomunikasi
dalam organisasi sangat (Handphone/email)
c.Perlu disiapkan alokasi dana
kurang.
e. Tidak mempunyai kepentingan dalam rangka mempersiapkan
dalam proyek perubahan. sarana dan prasarana yang
dibutuhkan melalui
penggalangan dana sponsor
atau sumber sumber
pembiayaan lain yang
memungkinkan.
2. Kurangnya Kemampuan dan Sosialisasi dan Pelatihan kader
Pengetauan kader Bina Keluarga BKB-HI
Balita Holistik-Integratif untuk
melakukan penyuluhan BKB-HI

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 14


(NALURI HATI)”
3. Kurangnya alat dan bahan untuk Tersedianya alat dan bahan
melakukan penyuluhan BKB-HI BKB-HI

10. INDIKATOR KEBERHASILAN


a. Terbentuknya Bina Keluarga Balita Holistik-Integratif di Kelurahan Sidenre,
Desa Gantarang, Desa Lebang Manai Utara
b. Terlaksananya Bina Keluarga Balita Holistik-Integratif di Kelurahan
Sidenre Desa Lebang Manai Utara, Desa Gantarang.
c. Tersedianya tempat Bina Keluarga Balita Holistik-Integratif di Kelurahan
Sidenre Desa Lebang Manai Utara, Desa Gantarang.

11. URGENSI ADOPSI PELAKSANAAN BENCHMARKING


Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana
Propinsi Bali berbatasan dengan : sebelah utara Hutan Negara, Sebelah
selatan Kel. Loloan Timur, Sebelah Timur Kel. Dauhwaru sebelah barat Kel.
Baler Bale Agung, dengan luas wilayah menurut penggunaannya : Luas
Pemukiman : 294,25 Ha/M2, Luas persawahan : 701,68 Ha/M2 , luas
perkebunan : 302,50 Ha/M2, luas kuburan : 0,50 Ha/M2 , luas perkantoran :
0,50 Ha/M2 Total luas :1.299 , 43 Ha/M2.

Keadaan fisik yang ada di Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana


Kabupaten Jembrana Propinsi Bali terletak pada sebagian daerah dataran
rendah dan sebagian lagi daerah pegunungan yang terbentuk memanjang
sebelah utara sampai selatan kurang lebih 8 km.Berdasarkan ke

giaKelurahan Pendem Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana


Propinsi Bali sebagai Kelurahan yang mampu mengolah sampah dengan
istilah daur ulang sampah sehingga wakil bupati I made kembang Hartawan
mengajak masyarakat mengubah pola piker terkait pengelolaan sampah agar
dapat menciptakan hidup bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama.

Berdasarkan pemahaman tersebut, sangatlah rasional pada kurun


waktu lima tahun kedepan diperlukan langkah dan tindakan pemantapan
(revitalisasi, reaktualisasi, reorientasi, reofungsionalisasi) yang harus
dilakukan pemerintah Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana Kabupaten
Jembrana Propinsi Bali beserta masyarakatnya serta di dukung secara politis

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 15


(NALURI HATI)”
oleh pihak legislatif melalui upaya-upaya yang lebih keras, cerdas dan terarah
namun tetap ramah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan guna
tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Hasil kegiatan benchmarking ini adalah teridentifikasinya best practice di


Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana Propinsi Bali
khususnya Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana
Propinsi Bali dimana terdapat beberapa best practice yang bisa diadaptasi
oleh pemerintahan Kabupaten jeneponto. Sistem pelayanan kepada
masyarakat satu pintu, Sistem penagihan PBB melalui pihak kelurahan
mendistribusikan blangko kepada kaling, kaling meneruskan kepada wajib
pajak serta wajib pajak membayar kepada bank yang ditunjuk, Tertibnya
Tempat Pengelohan Sampah TPS 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle ) dalam
rangka mengurangi, menggunakan dan daur ulang dengan solusi
Pembuatan/ Penataan Gang Hijau, Sistem jemput bola dalam rangka
perekaman e – KTP,Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Pemerintah
Kabupaten sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Adopsi fokus utama inovasi dalam proyek perubahan berkaitan dengan


proyek perubahan yang dilaksanakan yaitu sistem yang mengedepankan
prinsip, efesiensi, dan efektivitas, trasparansi, yang sangat memudahkan
untuk mendapatkan informasi, dan memberdayakan potensi-potensi sumber
daya manusia yang ada. Sehingga tidak memerlukan anggaran berlebihan
dalam melakukan inovasi. PelatihanBandung E-Remunerasi dan Kinerja (
.bdg E-RK ) yang merupakanBape

Makassar, 2019
Reformer,

HUSNAETI RATU, ST, MAP


NIP. 19720422 200312 2 003

MENYETUJUI,

COACH MENTOR

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 16


(NALURI HATI)”
Dr. Dra. Hj. Murlinah, M.Pd Andi Bau Sumange, S.Sos, M. Si
NIP. 19530212 197703 2 004 NIP. 19680828 198811 1 002

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN “ BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF 17


(NALURI HATI)”