Anda di halaman 1dari 10

SISTEM EKONOMI PANCASILA

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pancasila

Dosen pengampu : Agus Murtana

Disusun Oleh :

Nama : Indah Budi Martiastuti


Nim : 1701025

S1 ILMU KEPERAWATAN

STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN


TAHUN AJARAN 2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem ekonomi merupakan suatu keselurahan dari semua lembaga ekonomi yang
dilaksanakan atau dipergunakan oleh suatu Negara atau bangsa untuk mencapai cita-cita
yang telah di tetapkan. Ekonomi Pancasila merupakan suatu konsep sistem ekonomi berasal
Keadilan Sosial. Ekonomi Pancasila bercirikan keselarasan dan lebih mengutamakan
masyarakat dan bukan kemakmuran perorangan. Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya
ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem
ekonomi kita adalah kapitalistis. Sama halnya, tak pula cukup argumentasi untuk
mengatakan, bahwa kita menganut sistem ekonomi sosialis. Indonesia mengakui pemilikan
individual atas faktor-faktor produksi, kecuali untuk sumber daya-sumber daya yang
menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh Negara. Hal ini diatur dengan tegas oleh
pasal 33 UUD 1945, maka secara konstitusional sistem ekonomi Indonesia yang banyak
dikenal masyarakat adalah sistem ekonomi campuran yaitu sistem ekonomi pancasila.

Yang mendasari dari sistem ekonomi pancasila adalah berpedoman dengan pancasila dan
berdasarkan UUD 1945. Dijelaskan bahwa setiap yang dilakukan oleh rakyat Indonesia telah
tercantum dalam Pancasila dan UUD1945, karena setiap individu diajarkan untuk hidup
bergotong royong dan saling membantu orang yang membutuhkan. Sistem ekonomi Pncasila
idak hanya berfokus pada ekonomi tetapi mencakup dalam bidang lainnya seperti sosial-
budaya, bidang politik dan bidang pertahanan. Perwujudan sistem ekonomi pancasila harus
dimulai dari sikap dan prilaku sebagai manusia yang berpancasila. Tujuan utama dari sistem
ekonomi pancasila, ialah memahami isi dari pancasila, mengamalkan isi dari pancasila, dan
mengamalkannya. Kebijakan yang dilakukan ialah mengembangakan IPTEK, bidang
ekonomi, bidang politik, bidang sosial-budaya, kebijakan tersebut tidak selamanya berjalan
sesuai dengan apa yang di tetapkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Dewasa ini ada segelintir
orang yang menyalahkan kepercayaannya untuk kepentingan pribadi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Ekonomi Pancasila?
2. Bagaimanakah Sistem Ekonomi Pancasila?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Sistem Ekonomi Pancasila.
2. Untuk memenuhi tugas pancasila.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SISTEM EKONOMI PANCASILA


Ekonomi Pancasila merupakan ilmu ekonomi kelembagaan (instructional
economics) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila sebagai ideologi
Negara dengan kelima silanya secara utuh maupun sendiri-sendiri. Jika Pancasila
mengandung 5 asas, maka semua substansi sila Pancasila yaitu :
1. Etika,
2. Kemanusiaan,
3. Nasionalisme,
4. Kerakyatan/Demokrasi, dan
5. Keadilan sosial,
harus di pertimbangkan dalam model ekonomi yang disusun. Kalau sila pertama dan
kedua adalah dasarnya, sedangkan sila ketiga dan keempat sebagai caranya, maka sila kelima
Pancasila adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila.

Sistem Ekonomi Pancasila berisi aturan main kehidupan ekonomi yang mengacu pada
ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Dalam Sistem Ekonomi Pancasila, pemerintah
dan masyarakat memihak pada (kepentingan) ekonomi rakyat sehingga terwujud
kemakmuran dan kesejahteraan. Inilah sistem ekonomi kerakyatan yang demokratis dan
melibatkan semua orang dalam proses produksi serta hasilnya dinikmati oleh semua
masyarakat. Secara normatif landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan
UUD 1945. Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang
berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan
materialisme); Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau
eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-
nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan
ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi,
kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran perseorangan).
Sistem Ekonomi Pancasila adalah keseluruhan lembaga-lembaga ekonomi yang
dilaksanakan atau dipergunakan oleh Bangsa Indonesia dalam mencapai cita-cita yang telah
ditetapkan. Adapun faktor yang digunakan dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang-
barang dan jasa falsafah Hidup Pancasila sebagai ‘Weltanschauung ‘ Bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, sistem ekonomi pancasila ialah suatu cara untuk mengatur dan
mengorganisasikan segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik dilakukan oleh
pemerintah maupun oleh pihak swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai
kemakmuran dan kesejahteraan. Sistem ekonomi pancasila yaitu seluruh lembaga ekonomi
yang dipergunakan bangsa Indonesia dalm mengolah dan melakukan sumber daya yang ada
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap sistem mempunyai perbedaan yaitu
dalam menjalankan prinsip sistem tersebut dan perbedaan dalam penerapan kepemilikan.

B. SISTEM EKONOMI PANCASILA

A. Sistem Ekonomi Periode Pra-Kemerdekaan


1. Periode Pra-Kolonialisme
a. Pertanian, monokultur (padi di jawa, rempah-rempah di maluku).
b. Eksplorasi hasil alam, misal laut, hutan dan tambang.
c. Perdagangan besar antara pulau dan antar negara.
2. Periode Kolonialisme
a. Penggunaan teknologi eropa, skala besar, industrialisasi.
b. Akses kepemilikan sumberdaya dikuasai penjajah (kapitalis liberal), berdampak
pada kondisi rakyat Indonesia menjadi miskin.

B. Sistem Ekonomi Periode Kemerdekaan


1. Periode Pra-Kolonialisme
a. Pertanian, monokultur (padi di jawa, rempah-rempah di maluku).
b. Eksplorasi hasil alam, misal laut, hutan dan tambang.
c. Perdagangan besar antara pulau dan antar negara.
2. Periode Kolonialisme
a. Penggunaan teknologi eropa, skala besar, industrialisasi.
b. Akses kepemilikan sumberdaya dikuasai penjajah (kapitalis liberal), berdampak
pada kondisi rakyat Indonesia menjadi miskin.

C. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila


1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh :
hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil
bumi, dan lain sebagainya.
2. Peran negara termasuk penting namun tidak dominan begitu juga dengan peranan
pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi
kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni
pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh
semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas
kekeluargaan antar sesama manusia.

D. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila


1. Kelebihan:

a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.


b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan mengusasi hajat hidup
rakyat banyak dikuasai oleh negara.
c. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
d. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permuwakafan
lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada lembaga
perwakilan rakyat pula.
e. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki
serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
f. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
g. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan
sepenuhnya dalam batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
h. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

2. Kekurangan:

a. Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan).
b. Sistem terpusat, yang dapat mematikan potensi, kreasi, dan inisiatif warga
masyarakat.
c. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang
merugikan masyarakat.

E. Tujuan Sistem Ekonomi Pancasila

Sistem ekonomi pancasila tidak dapat dibatasi bidang ekonomi saja, tetapi mencakup
pula bidang-bidang sosial-budaya, bidang politik, dan bidang-bidang pertahanan-kemanan,
karena sistem ekonomi merupakan salah satu komponen dari sistem yang lebih besar, yaitu
Sistem Pembangunan Nasional. Tujuan mempelajari sistem ekonomi pancasila yaitu :

1. Mengerti dan memahami arti dan isi pancasila itu dengan sebenar-benarnya.
2. Menghayati dan mengamalkan semua sila dengan sebaik-baiknya.
3. Mengamankan dan menyelamatkan Pancasila dari setiap usaha yang hendak
merongrong atau menggantinya.

Tujuan dan fungsi dari sistem ekonomi pancasila yaitu sebagai dasar Negara, dan
sebagai ideologi Negara, yaitu dijelaskan sebagai berikut:

1. Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila juga sering disebut dengan istilah dasar falsafah (filsafat) Negara, ideologi
Negara, Staat idée dan phylosofische grondslag. Dalam pengertian ini, pancasila menagatur
pemerintahan Negara atau digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan Negara atau
digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar
Negara merupakan fungsi pokoknya. Pancasila sebagai dasar Negara berfungsi sebagai
pemersatu bengsa Indonesia, sebagai alat pemersatu kesatuan dan persatuan yang didalamnya
merumuskan cita-cita bangsa Indonesia dalam bernegara, yaitu mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur
penyelenggaraannegar atau pemerintahan. Pancasila sebgai dasar Negara dimuat dalam
Pembukuan UUD 1945 alenia ke-4 yang berbunyi:

“kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk
memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka
disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang dasar
terbentuk dalam suatu susunan Negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat berdasarkan
kepada: keTuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan bagi seluruh rakyat
Indonesia.”

Maksud dari alenia ke 4 dalam UUD 1945 adalah:

a. Membentuk pemerintahan Negara Indonesia, sebagai penyelengara keseluruhan


kegiatan Negara dalam segala aspek kelengkapannya dan akan menjalankan pemerintahan
Negara dari Negara yang baru saja di bentuk
b. Pemerintahan Negara Indonesia akan melaksanakan fungsi dan tujuan Negara
Indonesia yaitu:

1) Melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.


2) Memajukan kesejahteraan umum.
3) Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial.

Pancasila merupakan suatu asas yang meliputi suasana kebatinan dan cita-cita hukum.
Sebagai sumbur dari segala sumber hukum atau sebagai tertib hukum Indonesia, maka
pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Menurut Notonagoro pancasila sebagai
dasar Negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hidup kenegaraan dan hukum bangsa
Indonesia (merupakan pokok kaidah Negara yang fundamental). Oleh karena itu, pancasila
merupakan sumber dari nilai dan dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya terbentuk
dengan norma-norma hukum oleh negara. Nilai hukum yang tercantum harus berdasarkan
dan dijiwai oleh nilai-nilai etis, nilai religius, nilai kebenaran, nilai vital dan nilai materiil
seperti yang terkandung dalam Falsafah Pancasila.

Kedudukan pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

a. Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber


hukum(sumber tertib hukum) Indonesia.
b. Meliputi suasana kebatinan (Geistlichenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar
1945.

c. Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar Negara (baik hukum dasar tertulis
maupun tidak tertulis).

d. Mengandung norma yang mengharuskan Undang-Undang Dasar yang mengandung


isi yang mewajibkan pemerintah untuk menyelenggarakan.

e. Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945, bagi


penyelenggara Negara, pelaksana pemerintah. Pancasila merupakan alat penyatu Bangsa
Indonesia. Hal ini terbukti dari berbagai daerah dan wilayah yang terdiri dari beribu pulau
dengan berbagai suku bangsa dan berbeda adat istiadat serta bergam kebudayaan. Oleh
karena itu Pancasila sebagai penyatu dan dapat membawa keutuhan bangsa dan Negara
Indonesia dari berbagai bentuk lapisan.

2. Pancasila sebagai Ideologi Negara. Istilah ideologi berasal dari kata idea yang
berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, atau cita-cita’,dan logos yang yang berarti ‘ilmu’.
Kata idea berasal dari bahasa yunani ‘eidos’ yang artinya bentuk. Maka secara harfiah,
ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the science of ideas), atau ajaran mengenai
pengertian-pengertian dasar. Ideologi pancasila dipergunakan sebagai pegangan atau
petunjuk dalam kehidupan sehari-hari setiap warga Negara Indonesia. Dalam membentuk
posisi subjek dan menghasilkan makna. Ideologi tampil sebagai stuktur pemaknaan atau
pandangan dunia untuk semua kelompok masyarakat. Pemikiran-pemikiran, gagasan-
gagasan, harapan serta cita-cita tersebut merupakan suatu nilai yang dianggap benar dan
memliki derajat yang tertinggi dalam Negara. Ideologi mendasarkan pada hakikat sifat kodrat
manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Oleh karena itu, ideologi pancasila
mengakui atas kebebasan dan kemerdekaan individu, namun dalam hidup bersama juga harus
mengakui hak dan kebebasan orang lain secara bersama juga harus mengakui hak dan
kebebasan orang lain.

F. Kebijakan Sistem Ekonomi Pancasila

Kebijakan-kebijakan yang dilakukan dalam sistem ekonomi pancasila bisa diawali


dengan adanya perubahan-perubahan dalam pengembangan IPTEK, bidang politik, bidang
ekonomi, bidang sosial-budaya, sebagai berikut ini:

1. Pengembangan IPTEK

Dalam upaya meningkatkan dan mewujudkan sumber daya kesejahteraan dan


peningkatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, pada hakikatnya suatu
hasil kreativitas rokhani setiap individu. Oleh karena itu, modal utama dalam membangun
sebuah Negara, yaitu kemajuan teknologi yang dilengkapi keterampilannya untuk
memanfaatkan sumberdaya alam dana `teknologi. Tetapi yang menjadi persoalan adalah
kualitas dari sumber daya manusia, penawaran tenaga kerja yang melibihi permintaan tenaga
kerja, tingginya lulusan sekolah yang menganggur, dan tenaga kerja yang tidak terdidik.
Oleh sebab itu, ini merupakan faktor utama dalam membangun kebijakan sistem ekonomi
pancasila.

2. Pengembangan dalam Bidang Politik

Dalam sistem politik Negara harus mendasarakan pada kekuasaan yang bersumber
pada penjelmaan hakikat manusia sebagai individu-mahluk sosial yang terjelma sebagai
rakyat. Maka kekuasaan Negara harus berdasarkan pada asal mula dari rakyat
untuk rakyat.maka rakyat asal mula dari suatu Negara. Menurut Drs. Moh.Hatta, menyatakan
bahwa Negara berdasarkan atas ketuhanan Yang Maha Esa atas dasar kemanusiaan yang adil
dan beradab. Tetapi berbeda untuk saat ini, kebanyakan dari pemimpin hanyalah
memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan rakyat.

3. Pembangunan dalam Bidang Ekonomi

Terwujudnya perkembangan suatau Negara adalah berawal dari rakyatnya yang


mampu mengembangkan teknonolginya. Sebagai mana telah tercantum dalam Pembukaan
UUD 1945 yang berbunyi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ekonomi kerakyatan
merupakan ekonomi yang humanistic yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan
rakyat secara luas. Pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja
melainkan demi kemanusiaan dan kesejahteraan seluruh bangsa.

4. Pengembangan dalam Bidang Sosial-Budaya

Pengembangan sosial budaya pada masa reformasi, dewasa ini mengankat nilai-
nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai Pancasila pada
hakikatnya bersifat humanistic, artinya nila-nilai pancasila mendasarkan pada nilai yang
bersuber pada harkat martabat manusia sebagai mahluk yang berbudaya.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pancasila sebagai ideologi nasional membawa keharusan untuk dijadikan dasar


atau pedoman dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara. Secara normatif landasan idiil
sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sistem
ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada Pancasila, terutama sila ke
5, dan Undang-Undang Dasar pasal 33. Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar,
dan Sistem Ekonomi Campuran adalah tiga sistem ekonomi yang secara umum dikenal di
seluruh dunia. Bagaimana dengan sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia? Indonesia
tidak menganut Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, maupun Sistem Ekonomi
Campuran. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila,
yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga dengan Sistem
Demokrasi Ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA

http://windasirumapea.wordpress.com/2013/07/07/perkembangan-ekonomi-rakyat-di-
indonesia/

http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2014/02/sistem-ekonomi-di-
indonesia.html