Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Seiring kemajuan zaman, kecantikan dan kesehatan kian menjadi penting bagi
kebanyakan manusia. Kecantikan telah menjadi sebuah komoditas bisnis yang sangat
menjanjikan, dimulai dari usaha penjualan produk kecantikan, perawatan kulit,
perawatan rambut, kuku, tubuh, dan lain sebagainya. Menjadi cantik dan tetap awet
muda adalah dambaan setiap orang terutama para wanita. Wanita akan melakukan
apapun agar tetap menarik dan cantik dalam berbagai keadaan dan selalu ingin
menjadi pusat perhatian bagi sekelilingnya. Hal tersebut yang menjadikan alasan
mengapa wanita senang mempercantik diri dengan menggunakan berbagai kosmetik.
Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh produsen kosmetik. Jumlah penduduk
sekitar 250 juta jiwa, menjadikan Indonesia pasar yang menjanjikan bagi perusahaan
kosmetik. Mayoritas industri kosmetik mentargetkan wanita sebagai konsumen utama.
(http://www.kemenperin.go.id/artikel/5897/Indonesia-Lahan-Subur-Industri-
Kosmetik). Data lain menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi pasar
terbesar bagi industri kecantikan dilihat dari omzet industri kosmetik dan nilai ekspor
produk yang terus meningkat pesat. Selain itu industri kecantikan di Indonesia tidak
terkena dampak krisis keuangan yang terjadi pada 2008. Indonesia diprediksikan
menjadi negara dengan potensi pertumbuhan terbesar di industri kecantikan.
(http://ekbis.sindonews.com/read/795591/34/indonesia-berpotensi-jadi-pasar-terbesar-
industri-kecantikan).
Dengan wanita sebagai target market industri kosmetik dapat dilihat dengan
peningkatan penjualan kosmetik dari hasil survei Nielsen Indonesia (perusahaan
marketing research) mencatat selama tahun 2013, penjualan kosmetik di perkotaan
dan pedesaan tumbuh meningkat daripada tahun lalu. Pada tahun 2013 di perkotaan
penjualan kosmetik mencapai 606 miliar kemasan, meningkat 9,4% dari tahun lalu
yang mencapai 554 miliar kemasan. Sedangkan penjualan kosmetik di pedesaan

1
tahun 2013 mencapai 82 miliar kemasan, naik 27,5% dari tahun lalu .
(http://industri.kontan.co.id/news/nielsen-penjualan-kosmetik-meningkat).

Gambar 1.1
Peningkatan Penjualan Kosmetik

Peningkatan Penjualan Kosmetik


S 1000 Survei Nielsen Indonesia
Miliar Kemasan

u
m 500

b
0
e 2012 2013
Tahun
r Pedesaan Perkotaan

: http://industri.kontan.co.id/news/nielsen-penjualan-kosmetik-meningkat

Menurut Presiden Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi)


Nuning S. Barwa menyatakan bahwa pada tahun 2013 pasar kosmetik nasional
mencapai Rp 9,76 triliun, dan berpotensi akan tumbuh pada tahun 2014 sekitar 15%
dari tahun sebelumnya. Ini artinya pada tahun 2014 setidaknya pasar kosmetik
nasional setidaknya akan mencapai Rp 11,22 triliun. Salah satu pendorong kenaikan
pasar kosmetik nasional adalah pertumbuhan masyarakat kelas menengah, sehingga
permintaan kosmetik dari segmen ini turut terdongkrak. Meskipun nilainya tidak
sebesar pasar kosmetik kelas atas, tapi secara volume jumlahnya sangat besar
(http://industri.kontan.co.id/news/pasar-kosmetik-nasional-naik-15-di-2014).
Sudah bukan rahasia, jika Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia
serta kekayaan kultur dari ribuan suku yang tersebar di Nusantara. Ada sekitar 85,2%
muslim atau sekitar 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Kondisi
ini merupakan aset yang sangat berharga dan tak dimiliki oleh negara lain di dunia.
Berangkat dari kondisi itu, Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat Islamic Fashion
dunia (http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/01/08/indonesia-sebagai-pusat-
mode-hijab-2020-523572.html). Perkembangan hijab fashion di Indonesia sudah tidak

2
diragukan lagi. Dilihat dari berbagai peningkatan industri di bidang fashion design ini,
tentu menjadi peluang besar dan meyakinkan pula bagi berbagai bisnis produk
sekunder. Salah satu pelaku bisnis sebagai pendamping bisnis fashion design yang
paling potensial adalah industri produk kecantikan seperti cosmetics, parfume, beauty
spa, dan lain-lain. Perkembangan dunia fashion design ini menjadi peluang besar bagi
pelaku bisnis kosmetik kecantikan di Indonesia.
Banyaknya penduduk muslim di Indonesia cukup memberi banyak pengaruh
terhadap bisnis. Bahkan produk kosmetik pun tak mau ketinggalan, banyaknya
perempuan muslim yang kini menggunakan hijab merupakan sebuah peluang yang
tidak bisa diabaikan. Hal tersebut tentu didukung dengan perkembangan kosmetik
halal yang menargetkan kepada pasar muslimah Indonesia. Sebagai negara dengan
mayoritas penduduknya muslim, tak heran jika bisnis produk dan jasa yang halal dan
syar’i berkembang sangat pesat. Salah satunya adalah kosmetika bagi para muslimah.
Kesadaran masyarakat mengenai kehalalan suatu produk kini menjadi pertimbangan
penting para konsumen muslim. Segmen pasar muslim sangat besar. Ditambah lagi
industri kosmetik amat erat kaitannya dengan industri fashion. Pertumbuhan omzetnya
dalam 4 tahun terakhir di atas 120 persen. Ternyata pasar mulai sadar bahwa produk
halal itu penting (http://www.enciety.co/bisnis-kosmetik-halal-tumbuh-di-atas-120-
persen/).
Di Indonesia sendiri, pemain di pasar kosmetik dengan label halal memang telah
ramai tetapi yang secara total menunjukkan diri sebagai brand kaum muslimah masih
bisa dihitung jari. Terdapat beberapa jenis kosmetik yang berada di Indonesia
diantaranya : La Tulipe, Wardah, Sariayu, Mustika Ratu, Ristra, Marcks’ Venus,
Biokos, Caring Colors, PAC, Moors, Mustika Puteri, Biocell, Rivera, Theraskin,
Freya. Daftar kosmetik tersebut merupakan daftar kosmetik yang telah mendapatkan
sertifikat halal dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan
Kosmetika Majelis Ulama Indonesia). (http://femaledaily.com/blog/2014/01/15/daftar-
kosmetik-bersertifikat-halal/).
Dari data diatas ditambahkan juga oleh ibu Putri Widya Hartono selaku Business
Development PT Paragon Technology And Innovation wilayah bandung pesaing

3
Wardah Cosmetics untuk brand lokal yang sama-sama mengusung produk halal yaitu:
Sariayu, La Tulipe, Inez, Pixy, Zoya, Oriflame. Akan tetapi mereka baru mendapatkan
label atau sertifikat halal, untuk 3 atau 4 tahun yang lalu bisa dikatakan Wardah
Cosmetics pelopor kosmetik serifikat halal oleh LPPOM MUI. Alasan Wardah
Cosmetics bersertifikat halal yaitu karena bahan-bahan kimia yang digunakan oleh
Wardah Cosmetics tidak membahayakan konsumen aman digunakan konsumen,
tambah Ibu Putri.
Dari penelitian ini penulis memilih objek penelitian Wardah Cosmetics. Wardah
Cosmetics adalah salah satu pelaku bisnis industri kosmetik di Indonesia dengan
pangsa pasar wanita muslim. Wardah Cosmetics terbukti sebagai kosmetik
bersertifikat halal dan memposisikan sebagai produk andalan bagi wanita muslim di
Indonesia. Wardah, salah satu produk produksi jebolan PT Paragon Technology and
Innovation berhasil melewati dua kompetitor utama untuk menjadi merek top di
Indonesia setelah membawa pulang penghargaan Top Brand Award 2014.

Tabel 1.1
Top Brand Award 2014 Kategori Bedak Wajah
Merek TBI TOP

Pigeon 10,9% TOP

Marcks 10,0% TOP

Pixy 5,9%

Belia 5,8%

Marina 5,3%

Maybelline 4,7%

Body Shop 3,5%

Wardah 3,1%

Sumber : http://www.topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-
result/top_brand_for_teens_index_2014

4
Tabel 1.2
Top Brand Award 2014 Kategori Lipstik
Merek TBI TOP

Maybelline 13,1% TOP

Pixy 11,7% TOP

Red-A 10,4% TOP

Body Shop 8,9%

Belia 7,9%

Oriflame 5,4%

Wardah 4,2%

Puteri 3,3%

Sumber : http://www.topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-
result/top_brand_for_teens_index_2014

Dalam kategori bedak muka, Wardah berhasil memperoleh nilai sebesar 14,4%
dan 12,6% untuk kategori lipstick (http://www.marketing.co.id/wardah-jadi-merek-
top-indonesia/). Penghargaan Top Brand Award tersebut berhasil diperoleh sejak tahun
2012. Keberhasilan Wardah menjadi merek pilihan tak lepas dari upaya mereka
menjaga kepercayaan konsumen. Untuk itu, komitmen agar selalu menjadi expert di
bidang kosmetik menjadi pegangan. (http://www.marketing.co.id/wardah-lari-
kencang-bersama-komunitas/).
Menurut hasil wawancara dengan Putri Widya Hartono selaku Business
Development PT Paragon Technology And Innovation wilayah bandung untuk pesaing
Wardah Cosmetics yang sama-sama mengusung tema halal dan muslimah adalah
Zoya, Oriflame, dan La Tulipe. Dari ketiga pesaing Wardah Cosmetics tersebut
mereka semua adalah para pelaku bisnis yang bisa dikatakan baru untuk tema
kosmetik yang bersertfikat halal dan bertema muslimah. Dan dari segi omzet Wardah
Cosmetics bisa dikatakan lebih unggul dari para pesaingnya tersebut. Menurut ibu
Putri juga di bandung sendiri Wardah Cosmetics dari segi penjualan masuk ke semua

5
titik pusat perbelanjaan seperti, Mahmud kosmetik, Matahari Dept Store, Yogya Mart,
dan lain sebagainya.
Tren Wardah Cosmetics pun sejalan dengan tren fashion yang selalu berubah-
ubah. Tak heran jika berbagai industri pun berlomba membuat produk kecantikan.
Tujuannya untuk membuat para wanita tampil cantik dengan membeli produknya.
Bersamaan dengan gencarnya produk kosmetik yang menawarkan inovasi mutakhir,
berbagai brand kosmetik di Indonesia melakukan langkah perubahan dengan
mengadakan beauty class.
Perkembangan hijab fashion di Indonesia dibuktikan dengan terselenggaranya
berbagai event seperti Jakarta Hijab Fashion Week, Hijab Fest, Hijabella day,
Bandung Hijab Fashion Week. Berbagai brand kosmetik di Indonesia menjadi partner
dari acara tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu kegiatan promosi yang cukup
efektif. Wardah Cosmetics telah menyelenggarakan berbagai event sebagai media
promosi tidak hanya sebagai partner event tahunan di Indonesia tetapi juga melalui
event seperti beauty class.
Dalam penerapannya Wardah Beauty Class sebagai media dalam mensukseskan
program experiential marketing. Perilaku konsumen tersebut dalam ilmu komunikasi
dapat dikatakan sebagai Experiential Marketing. Menurut Schmitt (1999) Experiential
Marketing adalah lebih dari sekedar memberikan informasi dan peluang pada
pelanggan untuk memperoleh pengalaman atas keuntungan yang didapat dari produk
atau jasa itu sendiri tetapi juga membangkitkan emosi dan perasaan yang berdampak
terhadap pemasaran, khususnya penjualan (Andreani, 2007:2). Penulis memilih
Experiental Marketing karena menciptakan suatu pengalaman yang ditawarkan kepada
konsumen, sehingga konsumen dapat merasakan kepuasan dan akhirnya menjadi
sesuatu yang dapat dikenang dan menjadikan manfaat jangka panjang yang berujung
pada loyalitas pelanggan.
Dalam Experiential Marketing terdapat faktor pendukungnya yaitu SEMs
(Strategic Experiential Modules) urutan awal yang disarankan adalah: SENSE,
FEEL, THINK, ACT, RELATE. SENSE menarik perhatian dan memotivasi. FEEL
menciptakan ikatan yang efektif dan membuat pengalaman pribadi yang relevan dan

6
bermanfaat. THINK menambahkan minat kognitif permanen untuk pengalaman. ACT
menginduksi komitmen perilaku. Loyalitas dan pandangan ke masa depan. RELATE
melampaui pengalaman individu dan membuatnya bermakna dalam konteks sosial
yang lebih luas.
Dalam penelitian ini penulis mengambil objek penelitian Wardah Cosmetics.
Seperti yang sudah dijelaskan di awal Wardah Cosmetics melakukan kegiatan
Experiential Marketing melakui program beauty class. Tujuan Wardah Cosmetics
melakukan program beauty class adalah memberikan pengalaman bagi setiap
konsumen (yang dikhususkan konsumen wanita) yang datang pada acara itu dengan
melakukan kegiatan belajar mempercantik diri menggunakan produk-produk dari
Wardah Cosmetics dan dibantu oleh make up artist dari Wardah. Dengan cara seperti
ini dilihat dari segi SEMs (Strategi Experiential Modules) program Wardah Beauty
Class, faktor sense (iklan menarik dan dekorasi tempat acara). Faktor feel (konsumen
merasakan langsung tutorial mempercantik diri). Faktor think (dengan mengikuti
beauty class menambah kesan wanita terlihat lebih cantik dan lebih muslimah).
Faktor act (sesuai dengan gaya hidup wanita Indonesia yang selalu ingin tampil
cantik dan muslimah). Faktor relate (wanita Indonesia yang mengidolakan brand
ambassador dari Wardah Cosmetics).
Alasan kuat penulis memilih Wardah Cosmetics sebagai objek penelitian karena
mayoritas penduduk Indonesia muslim, konsumen lebih memilih produk-produk yang
mereka gunakan telah bersertifikat halal dari LPPOM MUI, bukan hanya makanan
atau minuman saja yang halal tetapi kosmetik yang mereka gunakan juga bersertifikat
halal. Wardah Cosmetics adalah kosmetik yang bersertifikat halal dari LPPOM MUI,
dan banyaknya masyarakat yang menggunakan produk Wardah Cosmetic. Wardah
Cosmetics tidak menutup kemungkinan jika produknya dapat dikonsumsi oleh
konsumen non-muslim. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penjualan produk Wardah
Cosmetics yang menduduki penjualan nomor 1 di Bandung dengan omzet penjualan
tertinggi di semua pusat perbelanjaan di Kota Bandung, data diperoleh dari hasil
wawancara dengan ibu Putri Widya Hartono selaku Business Development PT
Paragon Technology And Innovation wilayah bandung.

7
Ibu Putri Widya Hartono selaku Business Development PT Paragon Technology
And Innovation wilayah bandung, menambahkan alasan mengapa Wardah Cosmetics
melakukan Experiential Marketing dengan kegiatan Beauty Class. Karena Wardah
Cosmetics bisa berinteraksi langsung dengan konsumen dan bisa mengajak konsumen
untuk menggunakan produk Wardah Cosmetics. Wardah Beauty Class merupakan
salah satu kegiatan pemasaran yang dilakukan Wardah yang bertujuan memberikan
pengalaman bagi setiap konsumen yang dilakukan dengan kegiatan belajar berdandan
menggunakan produk-produk Wardah yang telah disiapkan. Mulai dari cara
pembersihan wajah yang benar, pemakaian foundation concealer agar mendapatkan
hasil kulit yang sempurna diperlihatkan oleh make up artist dari Wardah dipanggung.
Pemilihan dan pemakaian eyeshadow beserta shading pun juga diperlihatkan agar para
peserta dapat mengikutinya. Kegiatan Wardah Beauty Class sudah berjalan ± 5 tahun
yang lalu, kegiatan Beauty Class sering diadakan di perkantoran, pusat perbelanjaan,
kampus dan dalam sebulan minimal 2x diadakan kegiatan Wardah Beauty Class.
Kegiatan Wardah Beauty Class terbukti telah meningkatkan penjualan produk Wardah
Cosmetics sebesar 70% pertahun sejak tahun 2011–2013 dan ditambah kegiatan
promosi lainnya yang dilakukan oleh Wardah Cosmetics.
Dalam penelitian ini penulis ingin meneliti seberapa besar pengaruh experiential
marketing terhadap pembelian pada produk Wardah Cosmetics melalui program
Beauty Class. Mengingat saat ini berbagai brand kosmetik di Indonesia menggunakan
strategi pendekatan kepada konsumen menggunakan program beauty class. Maka dari
itu penulis mengambil judul : Pengaruh Experiential Marketing Terhadap
Pembelian (Studi Pada Wardah Cosmetics Melalui Program Beauty Class di
Bandung Menggunakan Analisis SEMs).

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dilakukan oleh penulis pada judul “Pengaruh


Experiential Marketing Terhadap Pembelian (Studi Pada Wardah Cosmetics Melalui
Program Beauty Class di Bandung Menggunakan Analisis SEMs)” adalah :
1. Seberapa besar pengaruh Experiential Marketing Wardah Cosmetics melalui
program Beauty Class terhadap pembelian produk Wardah Cosmetics?

8
2. Seberapa besar pengaruh dari sub variabel Sense pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics?
3. Seberapa besar pengaruh dari sub variabel Feel pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics?
4. Seberapa besar pengaruh dari sub variabel Think pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics?
5. Seberapa besar pengaruh dari sub variabel Act pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics?
6. Seberapa besar pengaruh dari sub variabel Relate pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada judul “Pengaruh


Experiential Marketing Terhadap Pembelian (Studi Pada Wardah Cosmetics Melalui
Program Beauty Class di Bandung Menggunakan Analisis SEMs)” adalah :
1. Mengetahui besarnya pengaruh Experiential Marketing Wardah Cosmetics melalui
program Beauty Class terhadap pembelian produk Wardah Cosmetics.
2. Mengetahui besarnya pengaruh dari sub variabel Sense pada Experiential
Marketing Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian
produk Wardah Cosmetics.
3. Mengetahui besarnya pengaruh dari sub variabel Feel pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics.
4. Mengetahui besarnya pengaruh dari sub variabel Think pada Experiential
Marketing Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian
produk Wardah Cosmetics.

9
5. Mengetahui besarnya pengaruh dari sub variabel Act pada Experiential Marketing
Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian produk
Wardah Cosmetics.
6. Mengetahui besarnya pengaruh dari sub variabel Relate pada Experiential
Marketing Wardah Cosmetics melalui program Beauty Class terhadap pembelian
produk Wardah Cosmetics.

1.4 Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak yang
berkepentingan. Dalam hal ini peneliti membagi manfaat penelitian kedalam 2 aspek
penting sebagai berikut:
1. Aspek Teoritis (Akademis)
a. Secara akademik, penelitian ini mempunyai kajian tentang experiential
marketing sebagai tools dalam marketing communication yang merupakan
terobosan terbaru dalam dunia marketing yang nantinya akan berguna serta
memberikan kontribusi yang nyata bagi pengembangan penerapan teori yang
sudah ada dan berkaitan dengan persoalan tersebut.
b. Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis dalam
menganalisis keterkaitan hubungan antara experiential marketing dan pembelian
konsumen Wardah Cosmetics.
c. Penelitian ini juga dapat menjadi bahan studi banding bagi mahasiswa yang
ingin mengadakan penelitian yang sama dimasa yang akan datang / studi lanjutan.
2. Aspek Praktis (Guna Laksana)
a. Bagi masyarakat pada umumnya serta khususnya bagi perusahaan besar maupun
pelaku bisnis industri kosmetik di Indonesia berskala kecil dan menengah,
penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai keterkaitan antara
experiential marketing dan pembelian konsumen Wardah Cosmetics. Hal ini
nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan acuan dalam
menjalani dan mengembangkan bisnis dibidang kosmetik yang memiliki prospek
sangat baik dan tumbuh semakin pesat bahkan tercepat di Indonesia.

10
b. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan
dan wacana pengetahuan atau referensi untuk penelitian/studi lanjutan di masa
yang akan datang.
1.5 Tahapan Penelitian

Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah yang dibawa peneliti secara jelas.
Setelah masalah diidentifikasikan dan dibatasi maka selanjutnya masalah tersebut
dirumuskan. Berdasarkan rumusan permasalahan tersebut maka peneliti menggunakan
berbagai teori untuk menjawab beberapa rumusan. Jawaban atas rumusan masalah
tersebut dinyatakan dalam Hipotesis. Sehingga hipotesis dapat diartikan sebagai
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2011: 30).
Gambar 1.2
Komponen dan Proses Penelitian Kuantitatif

Pengujian
Instrumen

Pengembangan
Populasi & Instrumen
Sampel

Rumusan Landasan Perumusan Pengumpulan


Masalah Teori Hipotesis Data

Analisis
Data

Kesimpulan
dan Saran

Sumber: Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Sugiyono, 2011: 30)

Hipotesis selanjutnya akan dibuktikan kebenarannya secara empiris/nyata.


Peneliti melakukan pengumpulan data yang dilakukan pada populasi yang ditetapkan

11
peneliti dan menggunakan instrumen penelitian. Agar instrumen dapat dipercaya maka
harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Setelah instrumen teruji, maka dapat
digunakan untuk mengukur variabel yang telah ditetapkan. Data yang telah terkumpul
selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan-rumusan masalah dan hipotesis yang
diajukan dengan menggunakan statistik. Data hasis analisis selanjutnya disajikan dan
diberikan pembahasan (Sugiyono, 2011: 31). Pembahasan terhadap hasil penelitian
merupakan penjelasan yang mendalam dan interpretasi terhadap data-data yang telah
disajikan.
Setelah hasil penelitian diberikan pembahasan, maka selanjutnya dapat
disimpulkan. Karena peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk memecahkan
masalah, maka peneliti berkewajiban untuk memberikan saran-saran. Melalui saran
tersebut diharapkan masalah dapat dipecahkan.
Secara lebih rinci, agar lebih sistematis sekaligus menghemat waktu, peneliti
membagi proses penelitian ini menjadi empat tahapan yakni :
a. Tahap Perencanaan
Tahap ini dilakukan dengan mulai dari mencari pertanyaan penelitian yang
menarik, penting, belum pernah dijawab orang, dan dapat dijawab melalui
penelitian sesuai situasi dan kondisi.
i. Menentukan masalah yang akan diteliti berdasarkan fenomena yang terjadi.
ii. Melakukan studi kepustakaan termasuk pencarian data. Studi ini dilakukan
untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan berkaitan dengan variabel yang
akan diteliti.
iii. Menyusun dan mengajukan proposal penelitian.
iv. Penyusunan instrumen penelitian.
v. Uji coba instrumen.
b. Tahap Penelitian
Tahapan ini terdiri dari tahapan pengumpulan data dan analisis. Tahap
pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan berbagai data pendukung
lainnya.
i. Verifikasi data dan Tabulasi data.

12
Verifikasi data dilakukan untuk mengecek kelengkapan jumlah kuesioner yang
terkumpul dan kelengkapan pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Tabulasi data adalah proses dimana peneliti merekap semua data yang telah
diperoleh.
ii. Pengolahan data secara statistik.
iii. Menginterpretasikan hasil statistik yang dibahas berdasarkan teori yang
digunakan dan membuat kesimpulan dan rekomendasi / saran untuk berbagai
pihak terkait.
c. Tahap Penulisan Laporan Penelitian
d. Tahap Revisi Laporan

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap para konsumen yang pernah
mengikuti Wardah Beauty Class. Periode penelitian ± 4 bulan dilakukan terhitung
mulai bulan Juli sampai Oktober 2014.
Tabel 1.3
Tahapan Penelitian

Periode (Bulan)

No Tahapan Juli Agustus September Oktober

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Perencanaan
2 Penelitian
3 Penulisan Laporan Penelitian
4 Revisi Laporan

Sumber: Olahan Penulis

13