Anda di halaman 1dari 6

Jl. Dr. Setiabudi No. 8 Pegagan, Palimanan – Cirebon Telp.

(0231) 342440 – 342441

SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KHALISHAH PALIMANAN
NOMOR :269 /DIR/RSIAKP/XI/2017

TENTANG
PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KHALISHAH PALIMANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KHALISHAH PALIMANAN

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Ibu
dan Anak Khalishah Palimanan, maka diperlukan penyelenggaraan
Kebijakan Persetujuan Tindakan Kedokteran;
b. bahwa agar pelayanan penyelenggaraan Kebijakan Persetujuan
Tindakan Kedokteran dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya
kebijakan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah Palimanan
sebagai landasan bagi penyelenggaraan Kebijakan Persetujuan
Tindakan kedokteran;
a. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan
b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Ibu dan
Anak Khalishah Palimanan.

Memperhatikan : Usulan Komite Medis RSIA Khalishah Palimanan .

Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran;
2. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan.
5. Surat Edaran Direktur Jendral Pelayanan Medik Nomor Y.M
0.2.04.3.5.2504 tanggal 10 Juni 1997 tentang Pedoman Hak dan
Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit;

[Type text]
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan
Kedokteran.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1438/MENKES/PER/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 /Menkes/Per/III/2008
tentang Rekam Medis
9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 / Menkes / SK / II / 2008
tentang Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit;
10. Surat Keputusan Direktur PT. Aldara Medika Nomor 03/SK-
DIR/XI/2012 tentang penetapan Dr. Jenny Hendrajani K sebagai
Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah Palimanan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK


KHALISHAH PALIMANAN TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN
KEDOKTERAN;
Pertama : Memberlakukan Kebijakan Persetujuan Tindakan Kedokteran di Rumah Sakit
Ibu dan Anak Khalishah Palimanan sebagaimana terlampir dalam keputusan
ini;
Kedua : Kebijakan Persetujuan Tindakan Kedokteran ini dimaksudkan sebagai acuan
dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Khalishah Palimanan;
Ketiga : Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam surat keputusan ini
akan diatur kemudian
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di : Palimanan, Cirebon


PadaTanggal : 14 November 2017
Direktur RSIA Khalishah - Palimanan

[Type text]
Dr. Jenny Hendrajani K.
Lampiran I : Surat Keputusan Direktur RSIA Khalishah
Nomor : 269 /DIR/RSIAKP/XI/2017
Tanggal : 14 November 2017

KEBIJAKAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN


DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KHALISHAH PALIMANAN

1. Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah Palimanan bertanggung jawab untuk melindungi dan
mengedepankan hak pasien dan keluarga sesuai UU RI No 44 Tahun 2009.yaitu :
a. Pasien berhak meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang
mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit.
b. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis,
tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan
prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
c. Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh
tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
2. Rumah Sakit menetapkan bahwa setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang yang akan
dilakukan oleh dokter, dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan setelah
mendapatkan penjelasan secara lengkap sekurang-kurangnya mencakup :
a. Diagnosa dan tatacara tindakan medis
b. Tujuan tindakan medis yang dilakukan
c. Alternatif tindakan lain dan resikonya
d. Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi; dan
e. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
3. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung resiko tinggi harus diberikan
dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan
4. Pemberian edukasi terhadap pasien yang akan dilakukan tindakan kedokteran atau tindakan yang
beresiko tinggi dilakukan oleh dokter umum, spesialis yang telah mempunya SIP dan berdasarkan
kewenanagan klinis mereka
5. Dalam hal dokter atau dokter gigi yang merawat berhalangan untuk memeberikan
penjelasan secara lansung, maka pemberian penjelasan dapat didelegasikan kepada dokter
atau dokter gigi lain yang kompeten (PMK 290/Menkes/Per/III/2008 Pada Bagian II
Penjelasan : Pasal 10 ayat 2)
[Type text]
6. Penjelasan yang akan disampaikan kepada pasien dan atau keluarga oleh Dokter Penanggung
Jawab Pelayanan (DPJP) dengan cara dan bahasa yang mudah di mengerti yang meliputi :
1) Penjelasan tentang kondisi medis pasien, diagnosis pasti, rencana pelayanan dan pengobatan
dan bagaimana mereka dapat berpartisispasi dalam memberikan keputusan pelayanan
2) Penjelasan waktu/ kapan informasi tentang rencana pelayanan dan rencana pengobatan serta
bagaimana proses untuk mendapatkan persetujuan/informed consent
3) Penjelasan tentang siapa yang akan menjelaskan
6. Jenis tindakan medis yang memerlukan informed consent adalah sebagai berikut:
a. Semua tindakan operasi yang direncanakan dan dilakukan di kamar bedah
b. Semua tindakan operasi yang memerlukan pembiusan umum maupun pembiusan regional
c. Semua pembiusan umum dan regional blok anesthesia
d. Semua tindakan lumbal pungsi dan pungsi asites
e. Pemberian Obat-obatan khusus ( Natrium Bikarbonat dan KCL)
f. Biopsi
g. Kuretase oleh dokter kandungan
h. Hecting/repair perineum grade IV
i. Marsupialisasi
j. Kuldosintesis/Douglas Punctie
k. Kanulase vena dalam (Vena seksi)
l. Tindakan Intubasi
m. Transfusi darah/komponenya
n. Immunisasi
o. Pemasangan NGT
p. Pemasangan WSD
q. Pemasangan Katether
r. Pemasangan Implant
s. Pemasangan IUD
t. Pemasangan Infus
u. Pemasangan Ventilator
v. Pemasangan CPAP
w. Pemasangan umbilical cateter
x. Pemeriksaan HIV
7. Selain tindakan tersebut diatas mulai poin a s/d x, pasien tetap harus diberikan penjelasan tanpa
harus mengisi informed consent yaitu dengan persetujuan lesan (PMK 290/Menkes/Per/III/2008
pada Bab II Persetujuan Dan Penjelasan Pasal 3 ayat 2)
[Type text]
8. Tanda tangan saksi dari pihak keluarga boleh diisi pada saat sebelum tindakan operasi, sewaktu
operasi atau sesudah tindakan operasi dan diusahakan oleh wali pasien tersebut
9. Tanda tangan pasien tidak sadar dan tidak ada keluarga yang mendampingin surat persetujuan
tindakan ditandatangani oleh Direktur Rumah Sakit ibu dan Anak Khalishah Palimanan
10. Dalam keadaan gawat darurat, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan
tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran (Pasal 4) PERMENKES RI Nomer
290/Menkes/Per/IV/2008 Tentang persetujuan Tindakan Kedokteran
11. Dalam hal indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran, dokter yang akan melakukan
tindakan juga harus memberikan penjelasan (pasal 11 ayat (1), PERMENKES RI Nomer
290/Menkes/Per/IV/2008 Tentang persetujuan Tindakan Kedokteran
12. Pengecualian untuk pasien tertentu tanpa menggunakan informed consent seperti pasien
emergensi yang membutuhkan tindakan life saving dan pasien tidak sadar tidak didampingi oleh
keluarga
13. Semua persetujuan informed consent pasien dicatat dan dimasukkan dalam RM pasien

Ditetapkan di : Palimanan, Cirebon


PadaTanggal : 14 November 2017
Direktur RSIA Khalishah - Palimanan

Dr. Jenny Hendrajani K.

[Type text]
[Type text]