Anda di halaman 1dari 30

PEDOMAN

PENGORGANISASIAN
KOMITE KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT BINTANG LAUT PALOPO


JL.K.H.M KHASIM No.5 Palopo , 91913
Telp.+62 471 21302, FAX. +62 471 21059
Email:rsbintanglautpalopo@yahoo.co.id
2015

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 1


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut
untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang sudah
di tentukan.
Struktur adalah salah satu cara disusun atau dibangun Organisasi sebagai
suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai suatu tujuan.
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara
posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk
mencapai tujuan.
Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar
departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat
pada seseorang saja dan sedikit formalsasi. Struktur sederhana paling banyak
dipraktekkan dalam usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah orang
yang satu dan sama. Kekuatan dari struktur ini adalah kesederhanaanya yang
tercermin dalam kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan dalam pengelolahan, dan
kejelasan akuntabilitas. Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit untuk
dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil karena struktur sederhana menjadi
tidak memadai tatkala sebuah organisasi berkembang karena formalisasinya yang
rendah dan sentralisasinya yang tinggi cenderung menciptakan kelebihan beban
(overload) di pucak.
Direktur rumah sakit merupakan pemegang kendali terlaksananya
pengendalian dan pelayanan serta fasilitas lainnya yang tertuang sesuai peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1045/MENKES/PER/XI/2006
tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Depertement Kesehatan.
B. TUJUAN PEDOMAN
Tujuan pembentukan komite keperawatan adalah untuk mewujudkan
profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dalam rangka menjamin tata kelola
klinis untuk melindungi pasien. Setiap tenaga keperawatan dikendalikan melalui
pengaturan kewenangan klinisnya dalam melakukan tindakan keperawatan.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 2


BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT BINTANG LAUT

Nama Properti : RS Bintang Laut

Alamat : Jl.K.H.M Kasim No.5

Kecamatan : Wara Utara

Provinsi : Sulawesi Selatan

Pemilik Properti(tercatat atas nama) : Suster-Suster Kongregasi JMJ

Alamat Domosili : Jl.Somba Opu no.273

Kode Pos : 90112

Kecamatan : Ujung Pandang

Provinsi : Sulawesi Selatan

Keterangan Lahan

Luas Tanah : 4.365 m2

Luas Bangunan : 3.534 m2

Batas Wilayah

Depan : Jalan

Kiri : Lorong/jalan

Belakang : SMA Frater

Kanan : Tanah Kosong

Bagian Muka Menghadap (arah mata angin) : Utara

Klasifikasi akses jalan utama/lebar jalan : 3 Meter

Klasifikasi atau lebar drainase/sungai : 80 cm

Keterangan Dokumen

Jenis Surat Kepemilikan : Sertifikat

Sertifikat/surat bukti kepemilikan motor : Sertifikat Hak Milik

Ijin membangun bangunan No : 306/IMB/02/V/2009


2833/01/KPT/2009

Surat ijin penggunaan pemanfaatan tanah No : 02553/SITU/02/XI/2014


06178/03/KPT/XI/2014

Surat ijin penggunaan bangunan No :


04/2.1/DINKES/YANKES/PLP/III/2014

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 3


Dena instalasi Listrik terkini (bila ada) : Ada

Gambar As build drawing arsitektur (bila ada) : Ada

Site Plan terkini (bila ada) : Ada

Peta Kontur tanah (bila ada) : Ada

Keterangan Utilitas

Listrik : 82.500 VA

Genset : 5.000 VA

Air : 5 Liter/Detik

Telepon : 4 line

Instalasi Pengolahan Air Limbah : Kombinasi Biofilter Aerob dan


Anaerob

Sumur Resapan : 5 sumur

Pagar batas (Bahan) : Batu Merah,Pasir,Besi

Keterangan Komersil

NJOP terkini : 2015 Rp.2.434.601

NJOP 3 tahun terakhir : Rp.2.164.090 (2012)

Usia Bangunan (struktur) : 44 Tahun

Nilai berdasarkan penilaian independen (bila ada) :

Harga dari traksaksi jual-beli terkini(per meter persegi)

Dijalan yang sama :

Daftar bangunan komersil di jalan yang sama : Toko,Salon,Kios,Sekolah

Aturan tata kelola aset menurut AD/ART badan

Hukum pemilik :

Tanah dan bangunan saat ini digunakan untuk : Pelayanan Kesehatan

Status Komersil tanah dan bangunan

(disewa/kontrak/digunakan) : Digunakan

Nilai hak tanggungan (bila diagungkan/dijaminkan) :

Nilai hak tanggungan (bila diasuransikan) :

Luas lahan produktif

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 4


Luas lahan tidak produktif : Tidak ada

Legalitas kepemilikan

Akta pendirian (Tanggal,Nomor,Notaris yang membuat) : 7 Oktober 2011 nomor 5


Hans Tantular Trenggono,SH

Pengesahan mentri(Tanggal,Nomor) : 28 Oktober 2011 No.AHU-


52521.A
Tahun 2011
Berita negara RI (Tanggal,Nomor) :
Penyesuaian/perubahan AD sesuai UU Yayasan

(Tanggal,Nomor Akta,Notaris yang membuat) :

Persetujuan mentri atas perubahan sesuai UU Yayasan :

Berita Negara RI (Tanggal,Nomor) :

Akta susunan pengurus yang terakhir (Tanggal,Nomor) :

Akta perubahan AD yang terakhir (Tanggal,Nomor,isi) :

Persetujuan mentri atas perubahan AD terakhir :

Berita Negara RI atas perubahan AD terakhir

(Tanggal,Nomor) :

Ijin Operasional badan hukum (bila ada)


(Peruntukan,tgl,no,instansi yang menerbitkan ijin : RS Umum/14 Maret 2014-14
Maret 2019
Nomor
04/2.1/DINKES/YANKES/PLP/III/2014

Ijin Gangguan/HO (bila ada)(Tanggal,Nomor) : 00999/HO/02/XI/2014


06179/02/KPT/XI/2014
Ijin Prinsip (bila ada) Tanggal,Nomor : 00049/20-25/PB/XI/2013
07844/04/02/KPT/XI/2013

Diisi oleh TIM Aset Ekonomat/Appraisal Independent

Penilaian terhadap internal :


Strenght :
Weakness :
Penilaian terhadap pasar :
Opportunities :
Threats :

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 5


BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, TUJUAN DAN MOTTO RUMAH SAKIT

A. VISI, MISI, FALSAFAH,TUJUAN DAN MOTTO RUMAH SAKIT


1. VISI
Menjadi Rumah Sakit umum terpercaya di luwu raya dan sekitarnya dengan
menyediakan pelayanan kesehatan terbaik dan pendekatan kekeluargaan
2. MISI
a. Menyelengarakan pelayanan kesehatan secara paripurna dan holistik.
b. Senantiasa meningkatkan kualitas layanan medis dan non medis.
c. Menanamkan nilai-nilai kepatutan, kepantasan, kepatuhan, keteladanan,dan
ketekunan dalam penyelengaraan pelayanan kesehatan yang tepat sasaran
dan bermamfaat.
3. FALSAFAH
Rumah Sakit Bintang laut diselenggarakan berdasarkan Falsafah Pancasila
dan didasarkan kepada nilai menghargai sesame manusia, menghargai persatuan
Indonesia, menghargai perbedaan pendapat dan menyelesaikan sengketa dengan
musyawarah, dengan tujuan mewujukan kesehjateraan masyarakat, yang semuanya
selalu diwujudkan berdasarkan pada Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
serta nilai-nilai yang tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009
Tentang Rumah sakit
4. TUJUAN
Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat termasuk bagi mereka yang
berkekurangan dan dilandasi dengan semangat Cinta Kasih Kristus kepada sesama.
5. MOTTO
Sevire in Caritate (melayani dalam semangat kasih)

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 6


BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 7


BAB V
STRUKTUR ORGANISASI KOMITE KEPERAWATAN

DIREKTUR
(dr.Teoroci.Luisa Nunuhitu )

KETUA KOMITE KEPERAWATAN


Lidya Arvyanti Nuban S.Kep. Ns

SEKERTARIS KOMITE KEPERAWATAN


Ni Made Ida Purwati Amd.Kep.

SUB KOMITE KREDENSIAL SUB KOMITE MUTU PROFESI SUB KOMITE ETIKA DAN DISIPLIN
Jane Resta S.Kep Ns PROFESI
Ni Made Ida Purwati Amd.Kep
Leni Tangmau Amd.Kep

Anggota : Anggota : Anggota :


Adolfina Amd.Kep. Ronal S.Kep Andi Hilda Amd. Kep.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 8


BAB VI
URAIAN JABATAN

KETUA KOMITE KEPERAWATAN


A. TUJUAN JABATAN

Meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan serta mengatur tata kelola klinis yang baik
agar mutu pelayanan keperawatan dan pelayanan kebidanan yang berorientasi pada keselamatan
pasien di Rumah Sakit lebih terjamin dan terlindungi

B. KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI


1. Bertanggung jawab kepada : Direktur Rumah Sakit
2. Membawahkan :
a. Sub Komite Kredensial
b. Sub komite Mutu Profesi
c. Sub komite Etika dan disiplin profesi
C. PERSYARATAN JABATAN
1. Pendidikan : S1 Keperawatan Ners
2. Pengalaman :
1. Berijasah S1 keperawatan pengalaman kerja minimal 3 tahun.
2. Berpengalaman sebagai Kepala Ruangan
3. Memiliki Sertifikasi Pelatihan Komite Keperawatan
4. Memiliki kemampuan kepemimpinan.
5. Berwibawa dan berperilaku baik.
6. Sehat fisik dan mental.
3. Menyetujui dan sanggup bekerja sesuai dengan visi – misi RSBL
D. TUGAS POKOK
1. Melakukan Kredensial bagi seluruh tenaga keperawatan yang akan melakukan pelayanan
keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit.
2. Memelihara mutu profesi tenaga keperawatan
3. Menjaga disiplin, etika, dan perilaku profesi perawat dan bidan
E. URAIAN TUGAS
Dalam melaksanakan fungsi Kredensial, Komite Keperawatan memiliki tugas sebagai berikut:

1. Menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis dan Buku Putih.


2. Melakukan verifikasi Persyaratan Kredensial
3. Merekomendasikan Kewenangan Klinis tenaga keperawatan
4. Merekomendasikan pemulihan kewenangan klinis
5. Melakukan Kredenesial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan
6. Melaporkan seluruh proses Kredensial kepada Ketua Komita Keperawatan untuk diteruskan
kepada kepala/direktur Rumah Sakit
Dalam melaksanakan fungsi memelihara mutu profesi, komite keperawatan memiliki tugas
sebagai berikut:
1. Menyusun data dasar profil tenaga keperawtan sesuai area praktik
2. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan tenaga
keperawatan

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 9


3. Melakukan audit keperawtan dan kebidanan
4. Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.
Dalam melaksanakan fungsi menjaga disiplin dan etika profesi tenaga keperawatan, Komite
Keperawatan memiliki tugas sebagai berikut:
1. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan
2. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan.
3. Merekomendasikan penyelesaian masalah pelangaran disiplin dan masalah etik dalam
kehidupan profsi dan pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan
4. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis ,
5. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan keperawatan dan
kebidanan
F. TANGGUNG JAWAB
Secara struktural bertangung jawab kepada Direktur Rumah Sakit terhadap :
1. Kebenaran dan ketetapan rencana kerja komite keperawatan.
2. Kebenaran dan ketepatan rencana pengembangan mutu asuhan keperawatan, sesuai dengan
pengembangan IPTEK
3. Menyampaikan laporan berkala kegiatan Komite Keperawatan setiap bulan kepada Direktur
4. Menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala (setahun sekali) kepada
seluruh tenaga keperawatan rumah sakit.
G. WEWENANG
1. Memberikan rekomendasi kewenangan klinis
2. Memberikan rekomendasi perubahan rincian kewenangan klinis
3. Memberikan rekomendasi penolakan kewenangan klinis tertentu
4. Memberikan rekomendasi surat penugasan klinis
5. Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan
6. Memberikan rekomendasi pendidikan keperawatan dan pendidikan kebidanan berkelanjutan
7. Memberikan rekomendasi pendampingan dan memberikan rekomendasi tindakan disiplin

SEKRETARIS KOMITE KEPERAWATAN

A. PENGERTIAN
Seorang perawat profesional yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam memantau
kelancaran pelayanan keperawatan demi mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme
keperawatan.
B. KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI
Bertanggung jawab kepada : Ketua Komite Keperawatan
C. PERSYARATAN JABATAN
1. Pendidikan :
a) DIII Keperawatan
2. Pengalaman :
a) Berijasah DIII keperawatan pengalaman kerja minimal 3 tahun.
b) Menguasai Office
c) Memiliki kemampuan menyimpan arsip-arsip untuk pimpinan , membuat surat,
menulis notulen rapat dan mengolah data untuk penyusunan laporan
d) Berwibawa dan berperilaku baik.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 10


e) Sehat fisik dan mental.
f) Menyetujui dan sanggup bekerja sesuai dengan visi – misi RSBL
D. TUGAS POKOK
Membantu Ketua Komite Keperawatan dalam mengatur aktivitas kegiatan komite baik yang
bersifat administrasi maupun hubungan koordinasi komite
E. URAIAN TUGAS
1. Membuat notulen rapat, dan membuat laporan kepada pihak terkait.
2. Melaksanakan tugas administrasi komite yang meliputi surat menyurat, penyusunan laporan,
penyusunan laporan, dan penyimpanan arsip pelaporan komite.
3. Melaksanakan dan mengatur agenda kerja tambahan komite yang meliputi: penerimaan dan
pengaturan jadwal koordinasi komite dan menyusun jadwal pertemuan Ketua Komite
4. Keperawatan dengan seluruh unit terkait yang berhubungan dengan perencanaan, penetapan
dan pelaksanaan sidang Komite Keperawatan.
5. Mengatur keperluan rumah tangga komite yang berhubungan dengan pengajuan dan
pengelolaan kebutuhan Komite Keperawatan dalam melaksanakan setiap program komite,
meliputi alat tulis, media presentasi komite serta persiapan kebutuhan penunjang sidang
komite.
6. Melaksanakan pendokumentasian tugas-tugas Komite Keperawatan.
7. Menjadi sumber dan filter informasi bagi Ketua Komite Keperawatan, dalam memenuhi
fungsi, tugas dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan program komite
8. Menjadi perantara bagi Ketua Komite Keperawatan dalam koordinasi dengan pihak-pihak
yang berhubungan dengan pelaksanaan setiap program komite.
9. Memberikan masukan kepada Ketua Komite Keperawatan dalam rangka mempercepat
proses keberhasilan pelaksanaan setiap program komite .
10. Menjadi secret Keeper/pemengang rahasia Ketua Komite Keperawatan dalam kaitannya
dengan pelaksanaan tugas komite.
11. Menjadi mediator Ketua Komite Keperawatan dengan seluruh anggota komite.
F. TANGGUNG JAWAB
1. Mencatat, merapikan dan melaporkan setiap hasil sidang Komite Keperawatan, kepada Ketua
Komite Keperawatan untuk ditindak lanjuti oleh Ketua Komite Keperawatan dengan segera
2. Mendistribusikan hasil keputusan sidang Komite Keperawatan kepada seluruh anggota
Komite dan pihak terkait atas persetujuan Ketua Komite Keperawatan
3. Menyusun dan merekap hasil kegiatan Komite Keperawatan untuk ditindak lanjuti oleh
Ketua Komite Keperawatan
G. WEWENANG
1 Memberikan masukan kepada Ketua Komite Keperawatan untuk ditindak lanjuti oleh Ketua
Komite Keperawatan.
2 Meminta data dan laporan sosialisasi program Komite kepada semua ketua Sub Komite
Keperawatan.
3 Mengatur dan merencanakan kebutuhan yang menunjang proses kegiatan Komite
Keperawatan.

SUB KOMITE KREDENSIAL

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 11


A. PENGERTIAN
Seorang perawat profesional yang diberikan tanggung jawab dan wewenang dalam memantau
kelancaran pelayanan keperawatan demi mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme
keperawatan.
B. KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI
1. Bertanggung jawab kepada : Ketua Komite Keperawatan
2. Membawahkan : Anggota Sub Komite Kredensial
C. PERSYARATAN JABATAN
1. Pendidikan : S1 Keperawatan/DIII Keperawatan
2. Pengalaman :
a. Berijasah S1 Keperawatan/DIII Keperawatan pengalaman minimal 3 tahun.
b. Memiliki kemampuan kepemimpinan
c. Berwibawa dan berperilaku baik.
d. Sehat fisik dan mental.
3. Menyetujui dan sanggup bekerja sesuai dengan visi – misi RSBL
D. TUGAS POKOK
1. Menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis
2. Menyusun buku putih (white paper) yang merupakan dokumen persyaratan terkait
kompetensi yang dibutuhkan melakukan jenis pelayanan keperawatan dan kebidanan sesuai
dengan standar kompetensinya. Buku putih disusun oleh Komite Keperawatan dengan
melibatkan Mitra Bestari (peer group) dari berbagai unsur organisasi profesi keperawatan dan
kebidanan, kolegium keperawatan, unsur pendidikan tinggi keperawatan dan kebidanan.
3. Menerima hasil verifikasi persyaratan kredensial dari bagian SDM meliputi :
a) Ijazah
b) Surat Tanda Registrasi (STR)
c) Sertifikat kompetensi
d) Loog book yang berisi uraian capaian kinerja
e) Surat pernyataan telah menyelesaikan program orientasi Rumah Sakit atau orientasi di
unit tertentu bagi tenaga keperawatan baru;
f) Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan.
4. Merekomendasikan tahapan proses kredensial
a) Perawat/bidan mengajukan permohonan untuk memperoleh kewenangan klinis kepada
ketua Komite Keperawatan
b) Ketua Komite Keperawatan menugaskan Subkomite Kredensial untuk melakukan proses
Kredensial (dapat dilakukan individu atau kelompok).
c) Sub komite membentuk panitia adhoc untuk melakukan review, verifikasi dan evaluasi
dengan berbagai metode : porto folio, asesmen kompetensi.
d) Sub komite memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rapat menentukan
Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan
5. Merekomendasikan pemulihan kewenangan klinis bagi setiap tenaga keperawatan
6. Melakukan kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan
7. Membuat laporan seluruh proses kredensial kepada Ketua Komite Keperawatan untuk di
teruskan ke kepala/direktur Rumah Sakit.
E. URAIAN TUGAS

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 12


1. Mempersiapkan Kewenangan Klinis mencakup kompetensi sesuai area praktik yang
ditetapkan oleh rumah sakit.
2. Menyusun Kewenangan Klinis dengan kriteria sesuai dengan persyaratan Kredensial
dimaksud
3. Melakukan assesmen Kewenangan Klinis dengan berbagai metode yang disepakati.
4. Memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rekomendasi memperoleh penugasan
klinis dari kepala/direktur Rumah Sakit
5. Memberikan rekomendasi Kewenangan Klinis untuk memperoleh Penugasan Klinis dari
kepala/Direktur Rumah Sakit dengan cara:
a. Tenaga keperawatan mengajukan permohonan untuk memperoleh Kewenangan Klinis
kepada Ketua Komite Keperawatan
b. Ketua Komite Keperawatan menugaskan sub komite Kredensial untuk melakukan proses
kredensial (dapat dilakukan individu atau kelompok)
c. Sub komite melakukan review, verifikasi dan evaluasi dengan berbagai metode : porto
folio, assesmen kompetensi
d. Sub komite memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rapat menentukan
Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan.
6. Melakukan pembinaan dan pemulihan Kewenangan klinis secara berkala.
7. Melakukan Kredensial ulang berkala sesuai waktu yang ditetapkan
F. TANGGUNG JAWAB
Bertanggung jawab kepada ketua Komite Keperawatan dengan cara:
1. Memberi kejelasan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan
2. Melindungi keselamatan pasien dengan menjamin bahwa tenaga keperawatan yang
memberikan asuhan keperawtan dan kebidanan memiliki kompetensi dan Kewenangan Klinis
yang jelas
3. Pengakuan dan penghargaan terhadap tenaga keperawatan yang berada di semua level
pelayanan
G. WEWENANG
Memberikan rekomendasi rincian Kewenangan klinis untuk memperoleh surat Penugasan Klinis
(clinical appointent)
SUB KOMITE MUTU KEPERAWATAN

A. PENGERTIAN
Seorang perawat profesional yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam rangka menjamin
kualitas pelayanan/asuhan keperawatan dan kebidanan,
B. KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI
1. Bertanggung jawab kepada : Ketua Komite Keperawatan
2. Membawahkan : Anggota sub komite Mutu Profesi
C. PERSYARATAN JABATAN
1. Pendidikan : S1 Keperawatan/DIII Keperawatan
2. Pengalaman :
a. Berijasah S1 Keperawatan/DIII Keperawatan pengalaman minimal 3 tahun.
b. Memiliki kemampuan kepemimpinan
c. Berwibawa dan berperilaku baik.
d. Sehat fisik dan mental.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 13


e. Menyetujui dan sanggup bekerja sesuai dengan visi – misi RSBL
D. TUGAS POKOK
1. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktik
2. Merekomendasi perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan tenaga keperawatan
3. Melakukan audit asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan
4. Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.
E. URAIAN TUGAS
1. Koordinasi dengan bidang keperawatan untuk memeperoleh data dasar tentang profil tenaga
keperawatan di RS sesuai area praktiknya berdasarkan jenjang karir
2. Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang berasal dar data subkomite Kredensial sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perubahan standar profesi. Hal tersebut
menjadi dasar perencanaan CPD
3. Merekomendasi perencanaan CPD kepada unit yang berwenang
4. Koordinasi dengan praktisi tenaga keperawatan dalam melakukan pendampingan sesuai
kebutuhan
5. Melakukan audit keperawatan dan kebidanan dengan cara
a) Pemilihan topik yang dilakukan audit
b) Penetapan standar dan kriteria
c) Penetapan jumlah kasus/sampel yang akan di audit
d) Membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan pelayanan
e) Melakukan analisis kasus yang tidak sesuai standar dan kriteria
f) Menerapkan perbaikan
g) Rencana reaudit
6. Menyusun laporan kegiatan subkomite untuk disampaikan kepada Ketua Komite
Keperawatan
F. TANGGUNG JAWAB
1. Membatu dan memberikan pelaporan bulanan kegiatan sub komite kepada Ketua Komite
Keperawatan.
2. Melaporkan hasil pemantauan sub Komite atas seluruh kegiatan pelayanan keperawatan yang
berhubungan dengan proses pencapaian target Sub Komite kepada Ketua Komite
Keperawatan setiap minggu.
3. Mengajukan rapat koordinasi secara insidentil kepada Komite Keperawatan untuk membahas
masalah pelayanan keperawatan khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan program Sub
Komite.

G. WEWENANG
Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan, pendidikan
keperawatan dan kebidanan berkelanjutan serta pendampingan.

SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI

A. PENGERTIAN
Seorang perawat profesional yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam memantau
disiplin profesi dalam memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan dan menerapkan etik
profesi dalam praktiknya.
B. KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 14


1. Bertanggung jawab kepada : Ketua Komite Keperawatan
2. Membawahkan: Anggota Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi
C. PERSYARATAN JABATAN
1. Pendidikan : S1 Keperawatan/DIII Keperawatan
2. Pengalaman
a) Berijasah S1 Keperawatan/DIII Keperawatan pengalaman minimal 3 tahun
b) Memiliki kemampuan kepemimpinan
c) Berwibawa dan berperilaku baik.
d) Sehat fisik dan mental.
e) Menyetujui dan sanggup bekerja sesuai dengan visi – misi RSBL
D. TUGAS POKOK
1. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan
2. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan
3. Melakukan penegakan disiplin profesi keperawatan dan kebidanan
4. Merekomendasikan penyelesaian masalah-masalah pelanggaran
E. URAIAN TUGAS
1. Melakukan prosedur penegakan disiplin profesi dengan tahapan :
a) Mengidentifikasi sumber laporan kejadian pelanggaran etik dan disiplin di dalam rumah
sakit
b) Melakukan telaah atas laporan kejadian pelangaran etik dan disiplin profesi.
2. Membuat keputusan. Pengambilan keputusan pelangaran etik profesi dilakukan dengan
melibatkan panitia adhoc
3. Melakukan tindak lanjut keputusan berupa :
a) Pelanggaran etik direkomendasikan kepada organisasi profesi keperawatan dan
kebidanan di Rumah Sakit melalui Ketua Komite.
b) Pelanggaran disiplin profesi diteruskan kepada KASIE medik dan KASIE Keperawatan
melalui Ketua Komite Keperawatan.
c) Rekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis diusulkan kepada Ketua Komite
Keperawatan untuk diteruskan kepada direktur Rumah Sakit.
4. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan meliputi :
a) Pembinaan ini dilakukan secara terus menerus melekat dalam pelaksanaan praktik
keperawatan dan kebidanan sehari-hari
b) Menyusun program pembinaan, mencakup jadwal, materi/topik dan metode serta
evaluasi.
5. Menyusun laporan kegiatan subkomite untuk disampaikan kepada Ketua Komite
Keperawatan
F. TANGGUNG JAWAB
1. Membantu dan memberikan pelaporan bulanan kegiatan sub komite kepada Ketua Komite
Keperawatan.
2. Melaporkan hasil pemantauan sub Komite atas seluruh kegiatan pelayanan keperawatan yang
berhubungan dengan proses pencapaian target Sub Komite kepada Ketua Komite Keperawatan
setiap minggu.
3. Mengajukan rapat koordinasi secara insidentil kepada Komite Keperawatan untuk membahas
masalah pelayanan keperawatan khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan program Sub
Komite.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 15


4. WEWENANG
Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan, pendidikan
keperawatan dan kebidanan berkelanjutan serta pendampingan.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 16


BAB VII

TATA HUBUNGAN KERJA SATUAN KERJA

I. EKSTERNAL
1. Bagian Keperawatan
2. PPI
3. K3RS
4. Pasien safety
5. Marketing
6. HRD
II. INTERNAL SATUAN KERJA
1. Direktur Rumah Sakit
2. Sub Komite Kredensial
3. Sub Komite Mutu Keperawatan
4. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 17


BAB VIII

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

1. Ketua : Lidya Arvyanti Nuban S.Kep. Ns


Sekretaris : Ni Made Ida P. Amd.Kep
2. Sub Komite Mutu Keperawatan
Ketua : Ni Made Ida P. Amd.Kep
Anggota :Ronald Amd.Kep
3. Sub Komite Kredensial Keperawatan
Ketua : Jane Resta S.Kep. Ns
Anggota : Adolfina Amd.Keb
4. Sub Komite Disiplin dan Etika Profesi
Ketua : Leni T Amd. Kep
Anggota : Andi Hilda Amd.Kep

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 18


BAB IX

PENILAIAN KINERJA

A. Kegiatan Komite Keperawatan Bulan Juni

MENYUSUN URAIAN TUGAS DAN WEWENANG STAF KOMITE KEPERAWATAN RS.


BINTANG LAUT TAHUN

Kegiatan yang sudah dilakukan:

Membuat Uraian Tugas dan wewenang Ketua Komite Keperawatan , Uraian Tugas dan
wewenang Sekretaris Komite Keperawatan, Uraian Tugas dan wewenang Sub Komite
Kredensial, Uraian Tugas dan wewenang Sub Komite Mutu Keperawatan , Uraian Tugas dan
wewenang Sub Komite Etik dan Disiplin

B. Kegiatan Komite Keperawatan Bulan Juli


1. MEMBUAT STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) KREDENSIAL
STAF KEPERAWATAN RS. BINTANG LAUT TAHUN 2015
a) Kegiatan yang sudah dilakukan:
1) Membuat SPO Kredensial
2. MENYUSUN PERATURAN INTERNAL STAF KEPERAWATAN (NURSING
STAF BY LAWS) RS. BINTANG LAUT TAHUN 2015
b) Kegiatan yang sudah dilakukan:
1) Menyusun peraturan internal staf keperawatan
C. Kegiatan Komite Keperawatan Bulan Agustus
1. MAPPING RS. BINTANG LAUT
a) Kegiatan yang sudah dilakukan:
1) Survey data dasar perawat saat ini (proses mapping) mencakup : Nama,
Pendidikan Keperawatan Terakhir, Pelatihan , Lama bekerja, Umur,
Golongan/pangkat atau level (jika ada)
2) Melakukan review dan analisis hasil survey data dasar untuk menetapkan
level setiap perawat

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 19


BAB X

KEGIATAN ORIENTASI SATUAN KERJA

I. DEFENISI
Orientasi adalah kegiatan memberikan informasi yang berhubungan dengan
lingkungan kerja baru dalam suatu organisasi, meliputi organisasi tata laksana,
kebijakan, tugas, fungsi, tanggung jawab dan wewenang bagi pegawai baru.
Lingkungan kerja merupakan hal penting bagi karyawan baru untuk diketahui serta
dipahami dengan jelas, sehingga mempermudah penyesuaian dalam pelaksanaan tugas
dan fungsi yang dibebankan kepadanya. Melalui orientasi pada awal penugasan
diharapkan karyawan baru akan merasa lebih siap dalam menerima tanggung jawab,
serta dapat bekerja dengan penuh percaya diri karena telah dengan jelas mengetahui
situasi, kondisi,peraturan, hak dan kewajibannya. Dengan demikian pelaksanaan tugas
akan tetap mengarah pada pelayanan yang professional. Program orientasi bagi
karyawan baru termasuk pegawai lama yang dipindahkan ke ruangan atau unit baru, bila
dirancang dengan baik diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang muncul dan
membantu pegawai bersangkutan lebih cepat menyesuaikan diri dalam memenuhi
tanggung jawab dan akontabilitas mereka terhadap tugas yang dibebankan kepada
mereka.
II. TUJUAN
Untuk mewujudkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dalam rangka
menjamin tata kelola klinis untuk melindungi pasien. Setiap tenaga keperawatan
dikendalikan melalui pengaturan kewenangan klinisnya dalam melakukan tindakan
keperawatan.

III. RUANG LINGKUP


Ruang lingkup orientasi adalah setiap staf Komite Keperawatan

IV. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti orientasi, diharapkan mampu bertugas sesuai dengan peraturan
yang ada di unit kerja masing-masing

2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui tentang perlunya dibentuk Komite Keperawatan
b. Memahami struktur organisasi Komite Keperawatan RS Bintang Laut
c. Mengetahui uraian jabatan atau pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung
jawabnya
d. Beradaptasi dengan teman-teman sekerja dan lingkungan kerja
e. Memahami prosedur kerja dasar pada unit kerjanya, sehingga dapat
mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme keperawatan

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 20


Action dan Time
No Item Waktu PJ
1 Orientasi : Mengenai kebijakan/peraturan yang Komite
terkait Komite Keperawatan Keperawatan
1. PP no. 32 tahun 1996 tentang tenaga
kesehatan
2. Kemenkes No. 838/MENKES/SK/VI/2005
Tentang Pedoman Pengembangan
Manajemen Kinerja Perawat Dan Bidan
3. UU RI no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
4. UU RI no. 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
5. Permenkes RI no. HK.
02.02/MENKES/148/I/2010 tentang izin dan
penyelengaraan praktik perawat
6. PMK no. 49 Tahun 2013 tentang Komite
Keperawatan Rumah Sakit
7. UU RI no. 38 tahun 2014 tentang
keperawatan .
2 Penyusunan JKP (jenjang Karier Perawat) baru Komite
di Rumah Sakit Keperawatan
- Rekrutmen dan seleksi
- Magang (internship)
- Assesmen komptensi
- Kredensial PK I
- Pemberian Penugasan Klinik (Clinical
Appointment) PK I
- Penugasan kerja
Kenaikan tingkat penjenjangan Karir PK I ke PK
II
3 Penyusunan JKP (jenjang Karier Perawat) lama Komite
di Rumah Sakit Keperawatan
- Pemetaan (Mapping)
- Assesmen komptensi
- Kredensialing perawat sesuai penjenjangan
karirnya
- Pemberian Penugasan Klinik (Clinical
Appointment) PK I
- Penugasan kerja sesuai are praktik
Kenaikan tingkat penjenjangan Karir

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 21


4 Pengembangan SDM Komite
- Pendidikan Non Formal : Seminar & Keperawatan
Workshop
- Persentasi ASKEP setiap ruangan
5 Peningkatan Mutu pelayanan: Komite
- Evaluasi penerapan Standar Asuhan Keperawatan
Keperawatan
- Audit : study dokumentasi Kepuasan
pasien/keluarga ketrampilan klinik
- Evaluasi dan Revisi format
dokumentasi Asuhan Keperawatan
- Evaluasi/revisi SPO Keperawatan
- Evaluasi/Revisi Standar Asuhan
Keperawatan
- Evaluasi/Revisi Standar Asuhan
Keperawatan
- Sosialisasi SOP secara berkala
- Monitoring pelayanan keperawatan
- Ronde keperawatan
- Penanganan masalah pelanggaran Etik
dan Kode etik keperawatan
- Pertemuan dengan Direktur,KASIE
keperawatan dan bidang terkait
- Bimbingan,pelatihan dan sharing
tentang keperawatan
- Mengikuti trend dan issues yang
berkaitan dengan keperawatan melalui,
seminar,pelatihan,laokakarya,workshop
,dll
- Mengadakan study banding penerapan
Kode Etik Keperawatan
- Presentasi kasus
- Mengadakan pertemuan dengan
perawat terkait dengan trend dan issues
tentang keperawatan
- Melengkapi Sistem Metode Pelayanan
Keperawatan yang Up To Date
6 Ikut ronde keperawatan 2 kali Komite
Keperawatan
7 Evaluasi kinerja diri dan interview oleh kepala Setelah 3 Komite

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 22


ruang/supervisor : bulan Keperawatan
 Nursing proses
 Menggunakan format pengkajian
 Sesuai dengan petunjuk diruangan
 Komite keparawatan

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 23


BAB XI

RAPAT

Mekanisme pengambilan keputusan Komite Keperawatan berdasarkan pendekatan


berbasis bukti (evidence-based). Keputusan melalui Rapat Komite keperawatan dan Sub
Komite. Rapat Komite Keperawatan adalah rapat yang terdiri dari :
A. RAPAT RUTIN;
1. Rapat rutin diselenggarakan minimal satu bulan sekali pada waktu dan tempat
yang ditetapkan oleh Komite Keperawatan dan dihadiri oleh pengurus Komite
keperawatan.
2. Ketua dapat mengundang pihak lain bila dianggap perlu.
3. Rapat rutin diselenggarakan pada :
Waktu : Setiap bulan
Tempat : Ruang Pertemuan Rumah Sakit Bintang Laut
Peserta : Staf Komite Keperawatan
B. RAPAT ISIDENTIL / KHUSUS

Rapat Khusus Komite Keperawatan diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada


masalah atau sesuatu yang perlu dibahas segera.
diselenggarakan dalam hal :
1. Diperintahkan oleh ketua;
2. Permintaan yang diajukan oleh secara tertulis oleh paling sedikit tiga pengurus
Komite Keperawatan dalam waktu empat puluh delapan jam sebelumnya;
3. Permintaan Ketua Komite Keperawatan untuk hal-hal yang memerlukan
penetapan kebijakan Komite Keperawatan dengan segera.
4. Sekretaris Komite Keperawatan menyelengggarakan rapat khusus dalam waktu
empat puluh delapan jam setelah diterimanya permintan tertulis rapat yang
ditandatangani oleh seperempat dari jumlah anggota Komite Keperawatan yang
berhak komite untuk hadir dan memberikan suara dalam rapat tersebut.
5. Sekretaris Komite Keperawatan menyampaikan pemberitahuan rapat khusus
beserta agenda rapat kepada para pengurus yang berhak hadir paling lambat dua
puluh empat jam sebelum rapat tersebut dilaksankan.
6. Pemberitahuan rapat khusus akan menyebutkan secara spesifik hal-hal yang akan
dibicarkan dalam rapat tersebut, dan rapat hanya akan membicarakan hal-hal
yang tercantum dalam pemberitahuan tersebut.
C. RAPAT PLENO
1. Rapat Pleno Komite Keperawatan diselenggarakan satu kali setahun dan dihadiri
oleh Staf Keperawatan RSU Bintang Laut Palopo.
2. Agenda rapat pleno paling tidak memuat laporan kegiatan yang telah
dilaksanakan Komite Keperawatan, dan agenda lainnya yang telah ditetapkan
Komite Keperawatan lainnya.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 24


3. Sekretaris Komite Keperawatan menyampaikan pemberitahuan rapat tahunan
secara tertulis beserta agenda rapat kepada para anggota yang berhak hadir paling
lambat empat belas hari sebelum rapat tersebut dilaksanakannya.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 25


BAB XII

PELAPORAN

A. LAPORAN BULANAN
Laporan Kegiatan Komite Keperawatan Bulan Juni
MENYUSUN URAIAN TUGAS DAN WEWENANG STAF KOMITE KEPERAWATAN
RS. BINTANG LAUT TAHUN

Uraian Tugas Staf Komite Keperawatan merupakan panduan dalam menjalankan tugas.
Semakin jelas uraian tugas yang diberikan, maka semakin mudah untuk melaksanakan tugas
sesuai dengan tujuan perusahaan
Wewenang adalah hak dan kekuasaan untuk bertindak; kewenangan; kekuasaan membuat
keputusan, memerintah, dan melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain;
Adapun petunjuk format penyusunan meliputi :

JUDUL

NO.
NO. REVISI HALAMAN
DOKUMEN
DITETAPKAN OLEH DIREKTUR
TANGGAL RS BINTANG LAUT
URAIAN TUGAS
TERBIT
Dr. Teoroci Luisa Nunuhitu
1. PENGERTIAN
2. KEDUDUKAN
DALAM
ORGANISASI
3. PERSYARATAN
JABATAN
4. TUGAS POKOK
5. URAIAN
TUGAS
6. TANGGUNG
JAWAB
7. WEWENANG

Kegiatan yang sudah dilakukan:


Membuat Uraian Tugas dan wewenang Ketua Komite Keperawatan , Uraian Tugas dan
wewenang Sekretaris Komite Keperawatan, Uraian Tugas dan wewenang Sub Komite
Kredensial, Uraian Tugas dan wewenang Sub Komite Mutu Keperawatan , Uraian Tugas dan
wewenang Sub Komite Etik dan Disiplin

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 26


Laporan Kegiatan Komite Keperawatan Bulan Juli
MEMBUAT STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) KREDENSIAL STAF
KEPERAWATAN RS. BINTANG LAUT TAHUN 2015

Definisi Standar Operasional Prosedur (SPO), yaitu :

1. SPO adalah serangkaian instruksi yang menggambarkan pendokumentasian dari


kegiatan yang dilakukan secara berulang pada sebuah organisasi. (EPA, 2001)
2. SPO adalah suatu panduan yang menjelaskan secara terperinci bagaimana suatu
proses harus dilaksanakan. (FEMA, 1999)
3. SPO adalah serangkaian instruksi yang digunakan untuk memecahkan suatu
masalah. (Lingappan, 2000)
4. SPO adalah suatu panduan yang dikemukakan secara jelas tentang apa yang
diharapkan dan diisyaratkan dari semua karyawan dalam menjalankan kegiatan
sehari-hari. (Developing, 2003)

Fungsi, Tujuan dan Manfaat Standar Operasional Prosedur

1. Menjelaskan detail setiap kegiatan dari proses yang dijalankan


2. Adanya standarisasi kegiatan
3. Membantu dalam pengambilan keputusan
4. Memudahkan dalam transparansi dan akuntabilitas sebuah organisasi
5. Mengarahkan suatu pekerjaan kepada konsep yang jelas

Adapun petunjuk format penyusunan meliputi :

JUDUL

NO.
NO. REVISI HALAMAN
DOKUMEN
Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh

Direktur RS Bintang Laut Palopo


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Dr. Teoroci Luisa Nunuhitu

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Kegiatan yang sudah dilakukan:


- Membuat SPO Kredensial

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 27


MENYUSUN PERATURAN INTERNAL STAF KEPERAWATAN (NURSING STAF BY
LAWS) RS. BINTANG LAUT TAHUN 2015
Peraturan internal staf keperawatan merupakan peraturan penyelengara profesi staf
keperawatan dan mekanime tata kerja Komite Keperawatan. Yang di maksud dengan staf
keperawatan meliputi perawat dan bida. Peraturan ini dirasakan penting karena staf keperawatan
merupakan jumlah terbesar dari tenaga kesehatan lain di Rumah Sakit, memiliki kualifikasi
berjenjang dan sebagai profesi yang berhubungan langsung dengan pasien dan keluarganya.
Rumah sakit wajib menyusun peraturan internal staf keperawatan dengan mengacu pada
peraturan internal korporasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peraturan internal
staf keperawatan disusun oleh Komite Keperawatan dan disahkan oleh kepala/direktur Rumah
Sakit.
Adapun petunjuk teknis peraturan internal staf keperawatan meliputi :
1. Pendahuluan
2. BAB I Ketentuan Umum
3. BAB II Tujuan
4. BAB III Kewenangan Klinis
5. BAB IV Penugasan Klinis
6. BAB V Komite Keperawatan
7. BAB VI Rapat
8. BAB VII Sub Komite Kredensial, Mutu Profesi, Etika dan Disilpin Profesi
9. BAB VIII Peraturan Pelaksanaan Tata Kelola Klinis
10. BAB IX Tata Cara Review dan Perbaikan Peraturan Internal Staf Keperawatan
11. BAB X Penutup
Kegiatan yang sudah dilakukan:
Menyusun peraturan internal staf keperawatan
Laporan Kegiatan Komite Keperawatan Bulan Agustus
MAPPING RS. BINTANG LAUT
Komite Keperawatan Rumah Sakit Bintang Laut mulai melakukan Mapping pada tanggal 28
Agustus 2015
Mapping Adalah
Suatu proses mengidentifikasi perawat lama sesuai penjenjangan karir dengan prasyarat yang
ditetapkan sesuai kebijakan masing-masing rumah sakit
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut
1. Survey data dasar perawat saat ini (proses mapping) mencakup : Nama, Pendidikan
Keperawatan Terakhir, Pelatihan , Lama bekerja, Umur, Golongan/pangkat atau level (jika
ada)
2. Melakukan review dan analisis hasil survey data dasar untuk menetapkan level setiap
perawat
3. Menyusun rekapitulasi profil perawat berdasarkan penjenjangan karirnya.
4. Setiap perawat mengikuti asessmen kompetensi.
Kegiatan yang sudah dilakukan:
1. Survey data dasar perawat saat ini (proses mapping) mencakup : Nama, Pendidikan
Keperawatan Terakhir, Pelatihan , Lama bekerja, Umur, Golongan/pangkat atau level (jika
ada)
2. Melakukan review dan analisis hasil survey data dasar untuk menetapkan level setiap perawat

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 28


B. LAPORAN TAHUNAN

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 29


DAFTAR PUSTAKA

Republik Indonesia,2013.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.49 Tentang Komite


Keperawatan Rumah Sakit.Jakarta:Sekretariat Negara

Persatuan Perawat Nasional Indonesia,2005.Standar Kompetensi Perawat Indonesia.Jakarta.

Republik Indonesia,2009.Undang-Undang Nomor 36 Tentang Kesehatan .Jakarta:Sekretariat Negara

Republik Indonesia,2009.Undang-Undang Nomor 44 Tentang Rumah Sakit .Jakarta:Sekretariat Negara

Republik Indonesia,2014.Undang-Undang Nomor 38 Tentang Keperawatan .Jakarta: Sekretariat


Negara

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan_RSBL Page 30