Anda di halaman 1dari 4

Keandalan dengan simulasi monte carlo

Simulasi Monte Carlo adalah sebuah simulasi untuk menentukan suatu angka random
dari data sampel dengan berdistribusi tertentu. Tujuan simulasi Monte Carlo adalah
menemukan nilai yang mendekati nilai sesungguhnya, atau nilai yang akan terjadi
berdasarkan distribusi dari data sampling.

SImulasi Monte Carlo digunakan dalam berbagai bidang untuk menghitung resiko suatu
sistem. Misalnya, dalam dunia keuangan dan perbankan, simulasi Monte carlo tentu sangat
dibutuhkan untuk menghitung resiko finansial, dalam dunia teknik, simulasi Monte Carlo
dapat digunakan untuk menghitung keandalan suatu bangunan sehingga simulasi Monte carlo
dapat membantu dalam melakukan mitigasi atas resiko.

Kasus : Sebuah perusahaan pariwisata di Australia ingin membuka wahana bermain air di
perairan pantai Kirra, Australia. Pihak perusahaan membatasi tinggi gelombang maksimum
yang terjadi tidak boleh melebihi 4 meter. Dengan perhitungan Monte Carlo, berapa
kemungkinan berhasil dan kemungkinan gagal wahana tersebut jika di realisasikan?

Ketentuan : Tinggi maksimum gelombang tidak lebih dari 3 meter

Pembahasan :

1. Setelah membuat kasus dan batasan, tentukan jenis distribusi dari data yang akan di
jadikan variabel random. Dalam kasus ini, data tinggi maksimal gelombang termasuk
distribusi gamma dengan α = 4.562 dan β = 0,2996. Lalu, data tinggi pasang surut
gelombang termasuk distribusi normal dengan mean = 2.515 dan standar deviasi =
1.517
2. Membuat variabel random tinggi maksimum gelombang dan tinggi gelombang
pasang surut dengan cara memasukkan rumus =RAND()
3. Mencari nilai data dari probabilitas acak (data tinggi maksimal gelombang dan data
tinggi gelombang pasang surut)
 Data tinggi maksimal gelombang merupakan distribusi gamma, maka :

 Data tingi gelombang pasang surut merupakan distribusi normal, maka :

4. Menentukan perhitungan performance function yang ditinjau dari kasus dengan


formula “PF : Batasan tinggi gelombang – tinggi maksimum gelombang – tinggi
pasang surut”. Peluang gagal (Pg) : H batas gelombang – Hmax – Ps ≤ 0 atau dengan
kata lain perhitungan yang nilainya kurang dari 0 maka dianggap gagal dan
perhitungan yang nilainya melebihi 0 maka dianggap sukses.
5. Menentukan peluang gagal dari n percobaan hingga didapat hasil yang konvergen.
Untuk mempermudah perhitungan berapa PF yang sukses dan gagal, maka
diberlakukan permisalan dengan memberi nilai 1 pada data yang sukses dan nilai 0
pada data yang gagal dengan memasukkan rumus IF pada excell.

6. Untuk menemukan nilai yang konvergen, maka kelompok kami melakukan iterasi n
ke : 100, 200, 300, 400, ... , 9000 (dengan interval data 100)
7. Menentukan jumlah perhitungan yang berhasil dengan cara menjumlahkan angka 1
pada jumlah data yang ingin ditinjau (jika ingin meninjau 100 data, maka harus
menjumlah angka 1 pada 100 data pertama guna mengetahui berapa perhtiungan yang
sukses)

8. Menentukan jumlah perhitungan gagal dengan cara mengurangi jumlah data iterasi
yang ditinjau dengan jumlah perhitungan yang sukses.
9. Menentukan perhitungan PoF (Probability of Failure) dengan cara membagi jumlah
perhitungan yang gagal dengan total jumlah data yang ditinjau.

10. Menentukan perhitungan PoS (Probability of Success) dengan cara membagi jumlah
perhitungan yang sukses dengan total jumlah data yang ditinjau.

11. Memploting tabel PoS dengan jumlah percobaan guna mengetahui pada iterasi
keberapa nilai yang muncul akan menjadi konvergen.

Grafik Iterasi Monte Carlo


0.60
0.50
Peluang Sukses

0.40
0.30
0.20
0.10
0.00
0 2000 4000 6000 8000 10000
Jumlah Percobaan

Jadi, dari iterasi Monte Carlo yang sudag dilakukan, didapati keandalan pembanunan wahana
bermain air di perairan Kirra Australia dengan kondisi batas maksimum tinnggi gelombang
yang diperbolehkan 3 meter adalah berkisar 0.53 atau 53%