Anda di halaman 1dari 13

NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KUALITAS


HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS
DI UPT PUSKESMAS JIKEN

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai

Gelar Sarjana Keperawatan

Disusun oleh :

Sri Wahyuni

NIM : E420163311

Pembimbing:

1. Sukarmin, M.Kep.,Ns., Sp.KMB


2. Indanah, M.Kep., Ns., Sp.Kep.An

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANMUHAMMADIYAH KUDUS

TAHUN 2018
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kudus
Program Studi S-1 Keperawatan
2018

HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES


MELITUS DI UPT PUSKESMAS JIKEN
Sri wahyuni 1, Sukarmin 2, Indanah 3

Latar belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis, yang


ditandai oleh meningkatnya konsentrasi glukosa dalam darah (hiperglikemia).
Aktifitas fisik/olahraga yang dilakukan oleh klien DM secara langsung akan
mempengaruhi kualitas hidup klien. Sejalan dengan Empat pilar
penatalaksanaan DM yaitu edukasi, terapi nutrisi, latihan jasmani, intervensi
farmakologis (Perkeni, 2014), olahraga rutin bagi penderita DM dinilai sangat
efektif dalam menurunkan kadar resistensi insulin dan meningkatkan kontrol gula
darah. Berolahraga membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Ini
disebabkan dengan berolahraga sel-sel otot di tubuh akan terlatih untuk
menyerap glukosa dengan lebih baik sehingga dapat meningkatkan kadar
pembakaran glukosa menjadi energi baru, selanjutnya akan berpengaruh
terhadap kualitas hidup klien. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui
Hubungan Antara olahraga Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes
Melitus, sehingga hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi perawat
khususnya dalam menberikan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes
Melitus.

Metode penelitian: jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
studi deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan
data sekaligus pada suatu saat tertentu. Penelitian ini dilakukan pada 131
responden pasien DM dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner kualitas hidup
yang diadopsi dari WHOQOL BREF dan Kuesioner Olahraga dari BAECKE
tentang IWO yang diambil dari penelitian Trihapsari (2009).

Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara olahraga dengan kualitas
hidup pasien DM, dengan nilai Asym.Sig = 0,000 yang berarti lebih kecil dari ά =
0,05 sehingga Ho ditolak. selanjutnya pelayanan kesehatan pasien DM tidak
hanya terfokus pada masalah pengobatan tetapi juga ditunjang olahraga yang
teratur sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kata Kunci: Olahraga, Kualitas Hidup, DM


Kepustakaan: 24 (2008 - 2018)
1
Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kudus
2
Dosen Pembimbing I STIKES Muhammadiyah Kudus
3
Dosen Pembimbing II STIKES Muhammadiyah Kudus
sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kudus
Program Studi S-1 Keperawatan
2018

SPORT RELATIONSHIP WITH QUALITY LIFE PATIENT DIABETES MELITUS


AT UPT PUSKESMAS JIKEN
Sri wahyuni 1, Sukarmin 2, Indanah 3

ABSTRACT

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease, characterized by


increased glucose concentration in the blood (hyperglycemia). Physical activity /
sports performed by DM clients will directly affect the quality of life of the client. In
line with the four pillars of DM management ie education, nutrition therapy,
physical exercise, pharmacological intervention (Perkeni, 2014), regular exercise
for DM patients is considered highly effective in lowering insulin resistance levels
and improving blood sugar control. Exercising helps lower blood sugar levels in
the body. This is caused by exercising muscle cells in the body will be trained to
absorb glucose better so as to increase the glucose burning rate into new energy,
will further affect the quality of life of the client. The purpose of this study is to
determine the relationship between sports with quality of life in patients with
diabetes mellitus, so the results of this study can provide input for nurses,
especially in giving nursing care in Diabetes Mellitus patients.

Research method: type of research used in this research is descriptive correlative


study with cross sectional approach that is collecting data at once at a certain
time. This study was conducted on 131 DM patient respondents by using
questionnaires. The quality of life questionnaire adopted from WHOQOL BREF
and the Sports Questionnaire from BAECKE on IWO taken from Trihapsari
(2009).

The result of this research is there is relationship between sport with quality of life
DM patient, with value of Asym.Sig = 0,000 which mean smaller than ά = 0,05 so
Ho is rejected. then DM patient health services not only focused on the problem
of treatment but also supported regular exercise so as to improve the quality of
life of patients.

Keywords: Sports, Quality of Life, DM


1
Student of STIKES Muhammadiyah Kudus
2
Supervisors I STIKES Muhammadiyah Kudus
3
Supervisor II STIKES Muhammadiyah Kudus
PENDAHULUAN Menurut Yudianto (dalam

Latar Belakang Chaidir , 2017) kualitas hidup


merupakan perasaan puas dan
Global status report on NCD
bahagia sehingga pasien DM dapat
World Healt Organozation(WHO)
menjalankan kehidupan sehari-hari
Tahun 2010 melaporkan bahwa
dengan semestinya.
diabetes melitus(DM) menduduki
peringkat ke -6 sebagai penyebab Empat pilar penatalaksanaan
kematian di dunia dengan sekitar 1,3 DM yaitu edukasi, terapi nutrisi,
juta orang meninggal akibat DM dan latihan jasmani, intervensi
4 % meninggal sebelum usia 70 farmakologis (Perkeni, 2014).
tahun (Kemenkes, 2013). Dianjurkan latihan jasmani teratur, 3-
4 kali tiap minggu selama 30 menit
Berdasarkan hasil rekapitulasi
yang sifatnya sesuai CRIPE(
data kasus baru PTM (penyakit tidak
Continous, Rhytmical,Interval,
menular) di Jawa Tengah, jumlah
Progressive, Endurance
kasus yang dilaporkan secara
training).Olahraga rutin bagi
keseluruhan pada tahun 2015
penderita diabetes dinilai sangat
adalah 603.840 kasus, DM
efektif dalam menurunkan kadar
menempati urutan kedua sebesar
resistensi insulin dan meningkatkan
18,33% (Provil Kesehatan Provinsi
kontrol gula darah.
Jawa Tengah, 2015). Jumlah kasus
baru PTM Yang dilaporkan secara Berdasarkan hal tersebut diatas
keseluruhan pada tahun 2016 peneliti tertarik untuk melakukan
adalah 943.927 kasus, DM penelitian tentang Hubungan antara
menempati urutan kedua sebesar olahraga dengan kualitas hidup
16,42% (Provil Kesehatan Provinsi pasien DM di UPT Puskesmas
Jawa Tengah, 2016). Jiken.

Pasien DM yang tidak dikelola TINJAUAN PUSTAKA


dengan baik akan meningkatkan Diabetes adalah penyakit kronik
resiko terjadinya komplikasi, unik yang dipengaruhi setiap aspek
menurut Smeltzer at all (dalam gaya hidup, termasuk pola makan,
Chaidir dkk,2017). Komplikasi yang aktivitas fisik, sekolah, kerja bahkan
ditimbulkan bersifat akut maupun jadwal perjalanan keluar kota
kronik. (Nurrahmani, 2012).
Menurut Nurrahmani (2012), metabolisme yang disebabkan
banyak hal yang dapat oleh mutasi pada banyak gen.
menyebabkan timbulnya penyakit c. DM tipe 3, disebut juga diabet
kencing manis atau DM,antara lain: gestasional atau DM yang
gen diabetes dalam keluarga, Insulin terjadi pada kehamilan.
dan gula darah, Diagnosis DM ditegakan melalui
kegemukan(obesitas) dan retensi tiga cara: pertama jika ditemukan
insulin, asma (hormon yang keluhan poliuri, polidipsi, polifagi,
digunakan pada obat asma adalah penurunan BB yang tidak jelas
steroid yang bekerja berlawanan sebabnya, keduadengan
dengan insulin yaitu menaikan gula pemeriksaan glukosa plasma puasa,
darah),KB(pil kontrasepsi ketiga dengan TTGO.
merupakan salah satu obat yang Penatalaksanaan DM dapat
mengandung hormon steroid dengan dilakukan dengan 4 pilar yaitu:
antiinsulin rendah). edukasi, terapi nutrisi medis, latihan
Gejala DM menurut DEPKES Jasmani/olahraga, terapi
(2014) polifagia(banyak makan), farmakologis. Kegiatan jasmani
poliuri(sering berkemih), sehari-hari dan latihan jasmani
polidipsi(banyak minum), penurunan secara teratur (3-4 kali seminggu
BB yang tidak jelas selama kurang lebih 30 menit),
sebabnya.Keluhan tidak khas: merupakan salah satu pilar dalam
lemah, kesemutan(rasa baal pengelolaan DM. Latihan jasmani
diujung-ujung ekstremitas), gatal, selain untuk menjaga kebugaran
mata kabur, disfungsi ereksi padda juga dapat menurunkan berat badan
pria, pruritus vulvae pada wanita, dan memperbaiki kendali glukosa
luka yang sulit sembuh. darah.Latihan jasmani sebaiknya
Menurut Susilo dan Wulandari disesuaikan dengan umur dan status
(2011) terdapat tiga tipe DM yaitu: kesegaran jasmani. Untuk mereka
a. DM tipe I adalah diabetes yang yang relatif sehat, intensitas latihan
terjadi karena berkurangnya jasmani bisa ditingkatkan,
rasio insulin dalam sirkulasi sementara yang sudah mendapat
darah akibat hilangnya pulau komplikasi DM dapat dikurangi.
langerhans pankreas. Hindarkan kebiasaan hidup yang
b. DM tipe 2 merupakan tipe kurang gerak atau bermalas
DMyang terjadi karena kelainan malasan.
Olahraga membantu penderita poliklinik endokrin RSUDZA, Banda
untuk meningkatkan kesensitifan Aceh, kualitas hidup adalah ukuran
insulin, menurunkan resiko terkena konseptual atau operasional yang
gangguan jantung, mengontrol berat sering digunakan dalam situasi
badan, dan meningkatkan kesehatan penyakit kronik sebagai cara untuk
mental. Pada penderita DM respon menilai dampak terapi pada pasien.
insulin akan berbeda. Respon insulin Secara umum terdapat empat
dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu dimensi yang digunakan untuk
kadar glukosa dalam darah, kadar mengukur kualitas hidup
hormon insulin, jumlah makanan berdasarkan kuesioner yang
sebelumnya, serta jenis dan dikembangkan World Health
intensitas olahraga. Pada saat Organization Quality of Life. Dimensi
olahraga, kadar insulin yang tersebut adalah kesehatan fisik,
meninggi berpotensi untuk terjadi kesehatan psikologis, hubungan
hipoglikemi karena insulin akan sosial, dan dimensi lingkungan
memecah glukosa yang ada di otot. (WHOQoL, 2004).Faktor-faktor yang
Sebaliknya, kadar insulin yang mempengaruhi kualitas hidup adalah
terlalu rendah justru tidak usia, jenis kelamin, pendidikan,
mempunyai kemampuan dalam pekerjaan dan status pernikahan.
mengontrol produksi glukosa serta Bain, dkk (dalam Kirana, et al, 2016)
asamlemak bebas.
Secara lebih khusus yang METODE PENELITIAN
terjadi pada penderita DM tipe I, Jenis penelitian ini
karena produksi insulin yang observasional/non eksperimental
terganggu atau bahkan tidak ada, yaitu penelitian yang observasinya
maka olahraga tidak begitu besar dilakukan terhadap sejumlah
mempengaruhi kadar gula darah, variabel dari subyek penelitian,
tetapi keuntunga lainnya adalah dengan kondisi apa adanya (Imron
mengurangi resiko penyakit jantung. TA, 2014). Penelitian bersifat
Pada penderita DM tipe II, olahraga korelasi.Penelitian ini
berperan utama dalam pengaturan menggambarkan masalah hubungan
glukosa dalam darah. antara olahraga dengan kualitas
Menurut Syarif (2013), dalam hidup pada kasus diabetes melitus.
penelitiannya yang berjudul kualitas Adapun pendekatan yang
hidup pasien ulkus diabetik di digunakan adalah survey cross
sectional yaitu suatu penelitian untuk Yamane, yang dikutip Rakhmat
mempelajari dinamika korelasi (Imron TA, 2014):
antara faktor-faktor resiko dengan
N
efek, dengan cara pendekatan, n=
observasi atau pengumpulan data Nd2+ 1
Sehingga ditemukan jumlah
sekaligus pada suatu saat
sampel sebanyak 131 responden.
(Notoatmodjo, 2010). Dalam
penelitian mempelajari hubungan Untuk skala pengukur pada
dua variabel yaitu hubungan antara variabel olahraga dengan
olahraga dengan kualitas hidup yang menggunakan
terjadi pada kasus diabetes melitus . KuesionerBAECKEyang dimodifikasi
Metode pengumpulan data dari penelitian Trihapsari, sedangkan
dalam penelitian iniadalah dengan variabel kualitas hidup dengan
observasi menggunakan kuesioner Kuesioner WHOQOL- BREF.
dengan sumber data primer yaitu
materi atau kumpulan fakta yang HASIL PENELITIAN
dikumpulkan sendiri oleh peneliti
ANALISIS UNIVARIAT
saat penelitian dilakukan.
Karakteristik Responden
Populasi dalam penelitian ini 1. Usia Responden
adalah semua pasien DM yang
Vari Me Medi Minim SD 95%
melakukan rawat jalan di UPT abel an an al - CI
Puskesmas Jiken. Dari asumsi Maksi
mal
pasien dari bulan Januari 2017- Juli Um 50, 49,0 21 - 8,8 48,9
ur 45 0 70 16 3–
2017sejumlah 196 pasien .
51,9
Prosedur pengambilan sampel 7

dilakukan dengan cara non


probability sampling dengan teknik
2. Jenis Kelamin
accidental sampling yaitu dilakukan
dengan mengambil kasus atau Diabetes Frekuensi Prosentase
Melitus (%)
responden yang kebetulan ada atau Laki-laki 69 52.7
tersedia dan memenuhi kriteria Perempuan 62 47.3
Jumlah 131 100
retriksi
penelitian(Notoatmodjo,2010).
Teknik pengambilan sampel
menggunakan rumus baku dari Taro
3. Jenis Kelamin
ANALISIS BIVARIAT

Pendidikan Frekuensi Prosentase (%)


SD 62 47,3 Kualitashid Kualitas hidup Total
SMP 33 25,2
upkurang baik
SMU 11 8,4
PT 5 3,8 F F F % P
TS 20 15,3
% %
Total 131 100,0
Tidak Olahraga 9 1 10 100 0,00
90 10
4. Pekerjaan pasien DM 0

Olahrag 88 11 99 100
88,9 11,1
Prosentase(% a pasif
Pekerjaan Frekuensi )
Petani 79 60,3 Olahrag 4 18 22 100
18,2 81,8
Wiraswasta 45 34,4 a aktif

PNS 7 5,3 Total 101 77,1 30 22,9 131 100

Total 131 100,0


Hasil uji Chi squaredidapatkan
Olah Raga pasien DM kualitas hidup pasien DMdengan
olahraga masih menunjukan nilai
Frekuen Prosentase
Olah raga si (%) Asym.sig 0,000 lebih kecil dari 0,05
olahraga aktif 23 17,6
maka dapat disimpulkan bahwa Ho
olahraga pasif 99 75,6
Tidak olahraga 9 6,9
ditolak dan Ha diterima yangberarti
bahwa “ada
Total 131 100,0
hubunganantaraolahraga

Kualitas hidup pasien DM dengankualitas hidup pasien DM”

Kualitas Prosentase PEMBAHASAN


Hidup Frekuensi (%)
Pada hasil rekap kuesioner dari
Baik 28 21,4
Kurang 103 78,6 26 pertanyaan,jawaban dengan nilai
baik
terbanyak adalah pertanyaan
Total 131 100,0
Seberapa puaskah anda dengan
tidur anda?(nomor 16) memperoleh
skor tertinggi 381 hal tersebut dapat
dihubungkan dengan sebagian
besar penderita DM yang
berpendidikan SD dan bekerja
sebagai petani yang mana KESIMPULAN
menjadikan responden banyak yang
1. Sebagian besar responden
menerima keadaan penyakitnya dan
melakukan olahraga pasif yaitu
hanya berusaha semampunya untuk
99 0rang, berolahraga aktif 23
kesembuhan penyakit DM
orang dan tidak berolahraga 9
nya.Menurut Brain, dkk(dalam
orang
Kirana, et all,2016)faktor yang
2. Sebagian besar responden
mempengaruhi kualitas hidup
mempunyaki kualitas hidup
diantaranya adalah usia,jenis
yang kurang baik
kelamin, pendidikan,pekerjaan dan
3. Ada hubungan antara olahraga
status pernikahan. Responden yang
dan kualitas hidup pasien hal
berusia lebih dari 50 tahun pada
tersebut berhubungan
umumnya menerima kondisinya
kegiatan fisik/ olahraga rutin
sebagai penderita DM dan lebih
bagi penderita diabetes dinilai
memiliki keinginan untuk
sangat efektif dalam
mempertahankan kesehatan
menurunkan kadar resistensi
terutama kadar gula darahnya
insulin dan meningkatkan
dibandiingkan yang berusia <50
kontrol gula darah.Berolahraga
tahun.
membantu menurunkan kadar
Menurut Akhmad (2011),
gula darah dalam tubuh. Ini
kebugaran fisik atau jasmani
disebabkan dengan berolahraga
merupakan salah satu tolok ukur
sel-sel otot di tubuh akan terlatih
kualitas hidup manusia. Pada hasil
untuk menyerap glukosa
rekap kuesioner didapatkan hasil
dengan lebih baik sehingga
sebagian besar responden hanya
dapat meningkatkan kadar
melakukan olahraga pasif yaitu
pembakaran glukosa menjadi
sebanyak 88 responden dengan
energi baru(Toruan,2012).
kualitas hidup kurang baik, hal
tersebut dapat disimpulkan bahwa
SARAN
ada hubungan antara olahraga
1. BagiPenulis
berpengaruh terhadap kualitas hidup
Penelitian selanjutnya pada
seseorang.
faktor-faktor terutama yang
paling berhubungan dengan
olahraga Dengan Kualitas Hidup
Pada Pasien Diabetes Melitus di DAFTAR PUSTAKA
UPT Puskesmas Jiken Blora.
Akhmad, Agam (211), Peningktan
2. Manfaat Kualitas Hidup Melalui
Pembinaan Kebugaran Fisik
bagiInstitusiataupendidikan
Dan Kesehatan Pikiran.
Selanjutnya dapat https://agamakhmad.wordpress.
com/2011/11/22/peningkatan-
dikembangkan materi
kualitas-hidup-melalui-
pembelajaranteori khususnya pembinaan-kebugaran-fisik-dan-
kesehatan-pikiran/” \o
pada pasien DM yang berkaitan “November 22 2011
antara olahraga dengan Kualitas
Andayani, T.M., Ibrahim, M.I.M, dan
Hidup Pada Pasien DM di UPT Asdie, A., 2010, The Association
Puskesmas Jiken Blora, of diabetes related factor and
quality of life in type 2 diabetes
misalnya senam diabet, senam mellitus, International Journal of
diabetik foot, dll. Pharmacy and Pharmaceutical
Sciences, 2(1): 139-145.
3. Manfaat bagi UPT Puskesmas
Jiken Arikunto, S (2012). Prosedur
Hasil penelitian ini selanjutnya penelitian suatu pendekatan
Praktek. Jakarta: PT Rineka
pelayanan kesehatan pasien Cipta.
DM tidak hanya terfokus pada
Darma, Kelana. (2011). Metodologi
masalah fisik tetapi juga Penelitian Keperawatan.Jakarta:
diberikan untuk meningkatkan Trans Info Media
kualitas hidup pasien Depkes (2015). Profil Kesehatan
4. Manfaat bagiMasyarakat Provinsi Jawa Tengah Tahun
2015.
Perlunya pemahaman terhadap http://www.depkes.go.id/resouce
masyarakat terkait upaya untuk s/download/profil/PROVIL KES
PROVINSI 2015/13 Jateng
meningkatkan kualitas hidup 2015.pdf
dengan mengiatkan aktifitas
Depkes (2016). Profil Kesehatan
fisik/olahraga yang teratur 3-4 Provinsi Jawa Tengah Tahun
kali tiapmingguselama 30 menit 2015.
http://www.depkes.go.id/resouce
yang sifatnyasesuai CRIPE( s/download/profil/PROVIL KES
Continous, Rhytmical,Interval, PROVINSI 2016/13 Jateng
2016.pdf
Progressive, Endurance
training) bagi pasien DM. Hidayat, A. (2009). Metode
Penelitian Keperawatan Dan
Teknik Analisa Data. Jakarta.
Salemba Medika
I Care Indonesia, (2017). Alasan R. Chaidir, dkk – Hubungan Sefl
Mengapa Olahraga Penting Care… Journal Endurance 2(2)
Untuk Penderita Diabetes. June 2017 (132-144)
http://www.icareindonesia.com/a
lasan-mengapa-olahraga- Sundaram, M., Kavookjian, J., dan
penting-untuk-penderita- Patrick, J.H., 2009, Health
diabetes. related-quality of life and quality
of life in type 2 diabetes melitus;
IDI DEPKES RI, (2012). Panduan relationship in a cross sectional
praktik klinis bagi dokter di study, Patient, 1(2): 121-33.
fasilitas kesehatan primer / edisi
revisi tahun 2014. Jakarta Susilo Yekti,Wulandari Ari,(2011).
Cara Jitu Mengatasi Kencing
Imron T. A, Moch, (2014). Manis. Yogyakarta : C.V. Andi
metodologi penelitian bidang Offset
kesehatan / edisi ke-2. Jakarta :
Sagung Seto Syarif, Hilman, (2013). Kualitas
Kiadaliri, A.A., Najafi, B., dan Hidup Pasien Ulkus Diabetik Di
Mirmalek-Sani, M., 2013, Poliklinik Endokrin Rsudza,
Quality of life in people with Banda Aceh. ISSN: 2087-2879,
diabetes: a systematic review of Vol. IV No. 1
studies in Iran, Journal of
Diabetes & Metabolic Disorders, Trihapsari, E (2009). Faktor-Faktor
12(54): 1-10. Yang Berhubungan Dengan
Densitas Mineral Tulang Wanita
Kirana, Budiman (2016), Kualitas ≥45 tahun Departemen
Hidup Penderita Diabetes Pendidikan Nasional Jakarta
Mellitus Tipe II Peserta Prolanis Pusat Tahun 2009
di Puskesmas Moch. Ramdhan
Bandung Tyas, M.D.C (2008). Tesis:
hubungan perawatan diri dan
Notoatmodjo, Soekidjo (2010). presepsi sakit dengan kualitas
Metodologi penelitian hidup pasien diabetes melitus
kesehatan. Jakarta : Rineka dalam konteks keperawatan di
Cipta kota blitar. Tidak dipublikasikan
Utami, (2014). Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kualitas
Nurrahmani, Ulfah, (2012). Stop
Hidup Pasien Diabetes Melitus
Diabetes Mellitus. Yogyakarta :
dengan Ulkus Diabetikum. JOM
Familia
PSIK VOL 1 NO.2
Nwankwo, C.H., et al. (2010).
Utami, D. T., et all. (2014). Faktor-
Factors Influencing Diabetes
Faktor yang Mempengaruhi
Managemen Outcome Among
Kualitas Hidup Pasien Diabetes
Patients Attending Government
Melitus dengan Ulkus
Health Facilities in South East,
Diabetikum. JOM PSIK, 1-7.
Nigeria. International Journal of
TropicalMedicine, 5(2), 28-36.
WHO, (2018).WHO Quality of Life-
PERKENI, (2014). Panduan Klinis
BREEF (WHOQOL-BREF)
Prolanis Dm Tipe 2 Bpjs
http://who.int/entity/mental_healt
Kesehatan. Jakarta
h/publications/whoqol/en/index.h
tml