Anda di halaman 1dari 8

TERAPI KOMPLEMENTER INHALASI

SEDERHANA

Oleh:

Dina

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
STIKES KARYA HUSADA SEMARANG
2019

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................... i
Daftar Isi.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................................1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................2
C. Tujuan .........................................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengertian Terapi Inhalasi .........................................................................3
B. Tujuan Terapi Inhalasi ................................................................................3
C. Indikasi dan kontra indikasi Terapi Inhalasi ...............................................3
D. Proses Terapi Inhalasi .................................................................................4

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ..................................................................................................6
B. Saran .............................................................................................................6

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Terapi inhalasi merupakan suatu terapi melalui sistem pernafasan yang


ditujukan untuk membantu mengembalikan atau memperbaiki fungsi
pernafasan pada berbagai kondisi, penyakit, ataupun cidera. Terapi ini telah
lama dikembangkan dan kini sudah diterima secara luas sebagai salah satu
terapi yang berkaitan dengan penyakit-penyakit saluran nafas kronik seperti
asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), selain pemberian dengan
cara peroral, injeksi intramuskular, dan intravena
Dasar teknik inhalasi yang berlaku sekarang sebenarnya sudah ada sejak
zaman Yunani, yaitu dengan menggunakan uap ramu-ramuan yang dihirup.
Hingga kini pun masih ada yang menggunakan cara inhalasi tradisional untuk
meringankan gejala batuk pilek, yakni dengan menghirup uap dari sebaskom
air panas yang dicampur dengan beberapa tetes minyak penghangat. Namun,
cara tradisional ini tetap tidak bisa menggantikan inhalasi dengan nebulizer.
"Efek inhalasi tradisional sekadar melonggarkan pernapasan tapi tidak
berfungsi mengeluarkan lendir karena bahan-bahan seperti minyak kayu putih
tidak mengandung zat penghancur lendir. Sedangkan obat-obatan yang
dimasukkan dalam nebulizer dapat berfungsi melonggarkan pernapasan
sekaligus mengencerkan lendir agar mudah dikeluarkan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Terapi Inhalasi ?
2. Apakah tujuan Terapi Inhalasi?
3. Apasaja indikasi dan kontra Terapi Inhalasi?
4. Bagaimana proses Terapi Inhalasi?

1
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui pengertian Terapi Inhalasi
2. Untuk Mengetahui tujuan Terapi Inhalasi
3. Untuk Mengetahui indikasi dan kontra Terapi Inhalasi
4. Untuk Mengetahui proses Terapi Inhalasi

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Inhalasi menurut Muljono Wirjodiardjo, M.D.,Ph.D merupakan bagian
dari fisioterapi paru-paru (chest physiotherapy). Tepatnya, cara pengobatan
dengan memberi obat (sejenis aerosol) dalam bentuk uap secara langsung pada
alat pernapasan menuju paru-paru. Berikut beberapa macam terapi inhalasi:

1. Metered Dose Inhaler (MDI)


2. Dry Powder Inhaler (DPI)
3. Nebulizer
4. Inhalasi sederhana/tradisional
Inhalasi sederhana yaitu memberikan obat dengan cara dihirup dalam
bentuk uap ke dalam saluran pernafasan yang dilakukan dengan bahan dan
cara yang sederhana serta dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga.
Terapi ini lebih efektif ketimbang obat oral/minum seperti tablet atau
sirup. obat oral akan melalui berbagai organ dulu seperti ke lambung, ginjal,
atau jantung sebelum sampai ke sasarannya, yakni paru-paru. Sehingga ketika
sampai paru-paru, obatnya relatif tinggal sedikit.

B. Tujuan Terapi Inhalasi


Membuat pernapasan yang terganggu akibat adanya lendir atau tengah
mengalami sesak napas menjadi kembali normal

C. Indikasi

1. Asma akibat Bersihan jalan nafas tidak efektif

2. Batuk-pilek ringan (tidak disertai demam dan lamanya belum lebih dari 3
hari).

3
D. Proses
1. Persiapan
a. Tempat
b. Siapkan file data klien
c. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
d. Baskom ukuran sedang
e. Obat-obatan aromatherapi seperti minyak kayu putih
f. Air panas
2. Pelaksanaan
Tahap Orientasi
a. Berikan salam, panggil klien dengan nama kesukaannya
b. Perkenalkan nama dan tanggung jawab perawat
c. Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada klien dan keluarga
d. Berikan kesempatan kepada klien atau keluarga untuk bertanya sebelum
terapi dilakukan
Tahap Kerja
a. Jaga privasi klien dengan menutup tirai
b. Atur posisi klien duduk/ semifowler
c. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
d. Persiapkan alat dan bahan
e. Campurkan minyak kayu putih dengan air panas dalam baskom dengan
perbandingan 2-3 tetes minyak kayu putih untuk 250 ml (1 gelas) air
hangat.
f. Tempatkan pasien dan campuran tersebut di ruangan tertutup supaya uap
tidak tercampur denga udara bebas.
g. Hirup uap dari campuran tersebut selama 5-10 menit atau pasien sudah
merasa lega dengan pernafasannya.
Terminasi
a. Jelaskan pada klien bahwa terapi sudah selesai dilakukan
b. Kaji respon klien setelah dilakukan terapi inhalasi
c. Berikan reinforcement positif kepada klien

4
d. Rapikan alat-alat
3. Evaluasi
a. Evaluasi hasil kegiatan dan respon klien setelah tindakan
b. Lakukan kontrak untuk terapi selanjutnya
c. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
d. Cuci tangan
e. Perhatikan kebersihan tangan yang akan digunakan.
f. Kaji respon pernafasan RR, adanya lendir dan perasaan lebih lega
g. Dokumentasikan tindakan
4. Referensi
Nani, Desiyani. 2012. Terapi Inhalasi Sederhana. (Jurnal) Keperawatan
Universitas Jendral Soedirman: Purwokerto.
Putri, Winda. 2009. Penggunaan Terapi Hirupan Inhalasi Pada Anak.
(Jurnal) Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah : Malang.

5
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyakit ISPA merupakan penyakit yang membahayakan karena
mempengaruhi fungsi saluran pernafasan dan bisa berdampak kepada
kematian jika tidak tertangani dengan cepat, tepat dan benar. Salah satu
keluhan yang sering dialami anak dengan ISPA adalah munculnya sesak
nafas akibat menumpuknya sekret bahkan penyempitan saluran nafas. Metode
terapi inhalasi sederhana ini dapat menjadi satu alternatif terapi tradisional
yang dapat diterapkan untuk mengatasi keluharn sesak nafas pada anak-anak
bahkan dewasa sekalipun..

B. Saran
Bagi Mahasiswa Keperawatan, setelah membaca makalah ini
hendaklah dapat benar-benar memahami terapi inhalasi sehingga dapat
digunakan sebagai panduan dalam melakukan asuhan keperawatan.
Bagi perawat lapangan, dengan penjelasan diatas telah
dijabarkan terkait konsep umum dari terapi inhalasi. Jadi seorang perawat
harus benar-benar dapat memenuhi perawan perawat untuk dapat
memberikan alternatif pengobatan yang sesuai dengan keluhan pasien dan
terapi inhalasi dapat diaplikasikan sebagai komplementer dalam asuhan
keperawatan gangguan pernafasan.
Untuk masyarakat bisa mengaplikasikan terapi inhalasi karena Lebih
mudah untuk dilakukan dengan biaya lebih terjangkau.