Anda di halaman 1dari 6

Proposal Tugas Akhir

Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
Judul
“Analisa pengaruh variasi kampuh las dan arus listrik terhadap kekuatan tarik dan
struktur mikro sambungan las TIG pada aluminium 6061”

1.1 Latar Belakang


Aluminium ditemukan oleh Sir Humphrey Davy dalam tahu 1809 sebagai salah satu unsur, dan
pertama kali direduksi sebagai loham oleh H.C. Oersted, tahun 1825. Aluminium merupakan logam
ringan yang mrmpunyai krtahanan korosi yang baik dan hantaran listrik yang baik dan sifat sifat yang
baik lainnya sebagai sifat logam. Sebagai tambahan terhadap kekuatan mekaniknya yang sangat
meningkat degan tambahan Cu, Mg, Si, Mn, Zn, Ni, dsb. Secara satu per satu atau bersama – sama,
memberikan juga sifat sifat baik lainnya seperti ketahanan korosi ketahanan aus, koefisien pemuai
renfah dsb. Material ini dipergunakan dalam bidang yang luas bukan saja untuk peralatan rumah tangga
tapi juga dipakai untuk keperluan material pesawat terbang, mobil, kapal laut, konstruksi dsb.
[ CITATION Sur99 \l 1033 ]
Aluminium 6061 adalah jenis logam paduan antara aluminium dengan magnesium dan silikon,
yang memiliki sifat mekanik dan mampu las yang baik. Di bidang perkapalan, aluminium 6061 banyak
digunakan sebagai bahan rangka kostruksi, seperti rangka pada konstruksi stiffener, konstruksi panel
dek pada kapal cepat aluminium, dan juga konstruksi pada bangunan lepas pantai [ CITATION
Muh17 \l 1033 ]
Tungsten Inert Gas (TIG) atau yang sering disebut Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) adalah
salah satu bentuk Arc Welding (Las Busur Listrik). Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) atau Gas
Tungsten Arc Welding (GTAW) pertama kali ditemukan pada tahun 1940 di USA. Tungsten Inert Gas
(TIG) atau Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) menggunakan wolfram atau tungsten sebagai elektrode
dan inert gas sebagai pelindung. Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) atau Gas Tungsten Arc Welding
(GTAW) dapat dikerjakan secara otomatis ataupun manual. Untuk melindungi sambungan, lapisan
kawat las atau fluks tidak diperlukan dalam pengelasan ini. Hasil las yang dihasilkan oleh GTAW pada
hampir semua jenis logam bermutu tinggi. GTAW biasanya digunakan pada logam ringan seperti
magnesium, aluminum, dan lain-lain serta stainless steel. Untuk hasil yang baik, dibutuhkan
kemampuan yang tinggi juga pada teknik pengelasan ini. Wolfram merupakan Gas Inert yang sering

I-
Proposal Tugas Akhir
Pendahuluan
digunakan dalam pengelasan ini. Wolfram merupakan pelindung yang baik yang membuat atmosfir
udara tidak dapat masuk ke daerah lasan. Harga Co2 (tidak inert) lebih murah dan lebih stabil sehingga
membuat Co2 banyak digunakan sekarang ini. Tenaga listrik DC maupun AC dibutuhkan dalam
pengelasan TIG. Tenaga/Energi listrik digunakan untuk membuat busur nyala dan sebagai pemanas,
sedangkan bagian-bagian pendukung yang lainnya masih disuplai/diperoleh dari alat-alat yang lainnya.
Tabung gas Argon ataupun gas lainnya merupakan salah satu peralatan pendukung yang digunakan
pada las TIG ini. Proses pengelasan perlu terlindungi dari adanya pengaruh udara luar, dan gas itulah
yang berperan untuk melindunginya. Pengelasan dengan arus bolak-balik (AC) sering digunakan untuk
pengelasan magnesium, besi cor, aluminium, dan jenis logam yang lainnya. Sedangkan pengelasan
dengan arus searah polaritas langsung banyak digunakan untuk pengelasan paduan tembaga, baja tahan
karat, baja, dan yang lainnya.
Pada pengelasan TIG (tungsten inert gas), weldpool, elektrode wolfram panas, dan ujung logam pengisi
yang meleleh dilindungi terhadap atmosfer dengan selubung gas inert. Biasanya digunakan argon,
meskipun kualitas dan produktivitas lebih baik jika menggunakan campuran argon dan helium atau
argon dan hidrogen.
Pengelasan TIG adalah teknik pengelasan berkualitas tinggi dengan tingkat fusi rendah. Arc membakar
di antara elektrode wolfram dan benda kerja; elektrode tidak meleleh, jadi hanya bertindak sebagai
konduktor arus dan pembawa arc.[ CITATION Har00 \l 1033 ]

Kampuh las merupakan bagian dari logam induk yang akan diisi oleh logam las, kampuh las
awalnya adalah berupa kubungan las yang kemudian diisi dengan logam las. Sambungan las dengan
menggunakan alur kampuh dikategorikan kedalam sambungan las tumpul. Sambungan las tumpul
adalah jenis sambungan paling efisien. Sambungan ini dibagi menjadi dua yaitu sambungan penetrasi
penuh dan sambungan penetrasi sebagian. Pada dasarnya dalam memilih bentuk kampuh harus menuju
kepada penurunan masukan panas dan penurunan logam las sampai kepada harga terendah dan tidak
menurunkan mutu sambungan. Untuk kampuh-kampuh las pada saat pembakarannya dapat mengisi
pada seluruh tebalnya pelat. Sebelum pengelasan dilaksanakan kampuh las harus melalui proses
pengerjaan awal. Karat, minyak, cat harus dihilangkan. [ CITATION Wik \l 1033 ]

Menurut dari hasil penelitian pengaruh Variasi Arus listrik pada pengelasan TIG oleh Linda
Andewi menyatakan perbedaan signifikan kekuatan dan stuktur mikrografi pada variasi arus 80, 120,
160 Ampere. Pada ampere 120 diperoleh nilai tegangan tertinggi. [ CITATION And16 \l 1033 ]
I-
Proposal Tugas Akhir
Pendahuluan
Seiring perkembangan zaman, saat ini semakin banyak material aluminium digunakan dalam
berbagai bidang konstruksi, termasuk penggunaan aluminium seri 6xxx. Hal ini disebabkan karena
aluminium seri 6xxx merupakan jenis logam paduan antara aluminium dengan magnesium dan silikon
memiliki sifat mekanik yang baik, sehingga sangat cocok digunakan untuk bahan konstruksi. Oleh
karena itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik setiap jenis aluminium setelah
dilakukan proses pengelasan, sehingga kedepannya dapat dijadikan arahan serta acuan dalam pemilihan
material aluminium dan penggunaan jenis pengelasan yang tepat pada tiap jenis aluminium.
Ditinjau dari permasalahan diatas, pada penelitian tugas akhir ini, penulis ingin meneliti kekuatan
sambungan las pada aluminium seri 6xxx setelah dilakukan pengelasan dengan jenis las yang berbeda.
Pada tugas akhir ini, akan dilakukan “Analisa pengaruh variasi kampuh las dan arus listrik
terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan las TIG pada aluminium 6061”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kampuh las dan arus listrik pada perubahan
struktur mikro material 6061 setelah dilakukan pengelasan menggunakan metode TIG.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang menjadi pokok
bahasan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apa pengaruh variasi kampuh terhadap aluminium 6061 menggunakan pengelasan TIG setelah uji
tarik ?
2. Apa pengaruh variasi arus listrik terhadap aluminium 6061 menggunakan pengelasan TIG setelah
uji tarik ?
3. Bagaimana bentuk struktur mikro aluminium 6061 setelah dilakukan pengelasan TIG ?

1.3 Batasan Masalah


Batasan masalah yang digunakan sebagai arahan serta acuan dalam penulisan proposal tugas
akhir ini agar sesuai dengan permasalahan serta tujuan yang di harapkan adalah :
1. Pengelasan ini menggunakan jenis pengelasan TIG.
2. Pengelasan TIG menggunakan settingan ampere, voltase, dan jenis elektroda yang disesuaikan
dengan kondisi plat dan bentuk bevel las agar didapatkan hasil yang maksimal.
3. Logam Aluminium yang digunakan adalah AA 6061.
I-
Proposal Tugas Akhir
Pendahuluan
4. Tebal pelat aluminium 10 mm.
5. Logam pengisi / elektroda (filler metal) dari aluminium 6061 yang digunakan adalah AWS ER
5356.
6. Pelat Alumunium di las dengan posisi 1G (Down Hand).
7. Sambungan las menggunakan jenis sambungan V-Butt joint dengan sudut 60º dan doubleV-Butt
joint
8. Pengujian di laboratorium menggunakan sampel dengan 18 buah spesimen.
9. Uji tarik menggunakan standar pengujian ASTM E8.
10. Penelitian hanya dilakukan dengan pengujian tanpa analisis dengan software.

1.4 Tujuan Penelitian


Berdasarkan latar belakang di atas, maka maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui perbandingan kekuatan tarik aluminium 6061 dengan variasi kampuh V dan X
setelah di las dengan menggunakan pengelasan TIG dengan variasi arus 100, 120, dan 140.
2. Mengetahui perbandingan perubahan struktur mikro aluminium 6061 setelah dilas menggunakan
pengelasan TIG

1.5 Manfaat Penelitian


Setelah diketahui hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada
berbagai pihak diantaranya :
1. Kegunaan Teoritis
Untuk memberikan sumbangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi material dan pengelasan
terhadap dunia pendidikan, terutama dalam bidang perkapalan dan ilmu pengelasan.
2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari sambungan las aluminium setelah
dilakukan proses pengelasan dengan jenis yang tepat sehingga dapat digunakan sebagai acuan
dalam pemilihan bahan dan jenis pengelasan yang tepat.
3. Bagi Akademik
Penelitian ini dapat menjadi pemacu untuk kedepannya muncul penelitian yang lebih baik lagi
tentang teknologi pengelasan dan aluminium sebagai material bangunan, baik secara umum
maupun secara khusus sebagai bahan material bangunan kapal.

I-
Proposal Tugas Akhir
Pendahuluan

1.6 Sistematika Penulisan


Garis besar dari penelitian Tugas Akhir ini dibagi menjadi beberapa bab, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang penelitian yang akan dilakukan, perumusan
masalah, tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan tugas akhir ini, dan manfaat yang
diperoleh, serta sistematika penulisan laporan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang teori – teori yang mendukung dalam penyusunan tugas akhir ini,
termasuk di dalamnya teori tentang tinjauan umum karakteristik obyek penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


Pada bab ini membahas tentang metodelogi penelitian yang terdiri dari teori dan
referensi penelitian, parameter penelitian, analisa dan pengolahan data, diagram alir
penelitian serta jadwal pelaksanaan.
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas tentang lebih spesifik bahan yang akan di uji, analisa hasil
pengujian, diagram tegangan – regangan.
BAB V PENUTUP
Pada bab terakhir ini berisi tentang kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian serta
saran – saran yang membangun untuk melengkapi kekurangan dari hasil penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang daftar sumber – sumber yang dijadikan pedoman dan referensi dalam
penyelesaian tugas akhir yang dapat berupa jurnal, makalah, buku kuliah dan internet.
LAMPIRAN
Berisi data-data penunjang dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan tugas akhir.
Lampiran berupa gambar atau pun tabel yang masih bekaitan dengan objek penelitian.

I-
Proposal Tugas Akhir
Pendahuluan

[1] T. Surdia dan S. Saito, Pengetahuan Bahan Teknik, 1999.


[2] M. H. Huda, “Pengaruh Pengelasan TIG dan MIG Terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Pada
Sambungan Pelat Alumunium 5083,” 2017.
[3] H. Wiryosumarto dan T. Okumura, “Teknologi Pengelasan Logam,” 2000.
[4] Wikipedia, “Pengertian Las”.Kampuh las.
[5] L. Andewi, “Pengaruh Variasi Arus Listrik pada Hasil Pengelasan TIG,” p. 2, 2016.
[6] T. Surdia dan S. Saito, “Pengetahuan Bahan Teknik,” 2000.
[7] F. B. Susetyo, Syaripuddin dan S. Hutomo, “Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG,” Jurnal
Mechanical, 2013.
[8] V. Malau, “Pengaruh Perlakuan Panas Quench Dan Temper Terhadap,” Jurnal Media Teknik, p.
189, 2008.

[11] E. W. R. Widodo, Pengujian kuat arus listrik dan jenios kampuh las tehadap kekerasan pegelasan
stainless steel ais 204, 2016.
[12] ASM Internasional, “Trends in Welding Research,” 203.
[13] Weman dan k. , “Welding processes handbook,” 2003.

I-