Anda di halaman 1dari 20

AD

MODUL : TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO DAN VIDEO

MATERI
STANDAR KOMPETENSI DASAR:
PEMBELAJARAN :
KOMPETENSI:
3.2 Menerapkan
1) Komponen / bagian-
TEKNIK PENGOLAHAN Prosedur
bagian dari kamera
AUDIO DAN VIDEO Pengoperasian
video
Kamera Video
2) prosedur pengaturan
4.2 Dapat
kamera video
Mengoperasikan
3) prosedur persiapan
Kamera Video Sesuai
perekaman kamera
dengan Prosedur
video
4) prosedur pengambilan
/ perekaman video

A. KOMPONEN/BAGIAN KAMERA DAN FUNGSINYA


Keterangan
1. Lensa Kamera

Lensa Kamera adalah merupakan sebuah mata dari kamera. Tanpa lensa
kamera,kamera tidak bisa digunakan. Lensa Kamera sepertihalnya mata manusia.
Dalam aktifitas fotografi, lensa juga merupakan alat vital selain kamera.
2. Tombol Stabilizer (IS, VR, VC)

Tombol Stabilizer Kamera adalah tombol untuk mengaktifkan dan me-non-aktifkan


fungsi dari fitur yang membuat hasil videografi menjadi stabil atau seimbang, jadi video
yang dihasilkan dengan menggunakan stabilizer menjadi smooth tanpa goncangan
meskipun direkam dalam kondisi bergerak.
3. Tombol Pembuka Lensa

Tombol yang digunakan untuk membantu melepaskan lensa dari body kamera. Cara
penggunaannya yaitu tombol ditekan sambil lensa dilepas dengan cara diputar ke kiri.
4. Tombol Fokus

Terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual Focus (MF). Bila Anda
menggunakan mode auto maka berarti kerja fokus digerakkan oleh mesin secara auto.
Namun bila memilih mode manual maka kerja fokus Anda yang gerakkan secara
manual.
5. Tombol Pembuka Flash

Digunakan untuk membuka lampu flash pada kamera. Tombol ini hanya berfungsi bila
kamera dalam keadaan menyala / standby.
6. Built-in Flash Light

Lampu Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Fungsi
utamanya yaitu untuk membantu pencayaan pada kondisi gelap dengan cara meng-
illuminate (mencahayai / menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos
dengan baik.
7. Tombol Shutter

Tombol yang Anda tekan untuk mengambil gambar.


8. Grip

Salah satu bagian menonjol di bagian kanan anatomi kamera yang fungsinya sebagai
pegangan pada kamera. Grip didesain dengan tekstur kasar agar Anda bisa memegang
kamera dengan kuat tanpa terpleset ketika memotret. Kesalahan memegang grip
merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hand shake.
9. Anti Red Eye

Berfungsi sebagai penangkal untuk menghindari mata yang terlihat merah (red eye)
pada hasil foto yang merupakan efek dari lampu flash. Masalah ini sering terjadi namun
bisa diatasi.
10. Tombol Preview
Gunanya untuk melihat hasil foto Anda pada layar LCD kamera.
11. Tombol Delete

Berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di dalam kamera.


12. Tombol Navigasi

Berfungsi untuk membantu Anda mengendalikan program dalam kamera termasuk


menggeser pilihan pada menu di kamera. Tidak semua kamera memiliki bentuk tombol
navigasi yang sama, ada berupa scroll, analog, dan tombol 4 arah. Pada Canon EOS
600D atau sekelasnya, tombol ini memiliki multi fungsi atau dua peran yaitu sebagai
tombol navigasi untuk menggeser pilihan (kiri, kanan, atas, bawah) dan juga sebagai
tombol shortcut untuk mengatur white balance (WB), jenis focus, picture style, dan drive
mode.
13. Tombol Fn/Q

Berfungsi untuk merubah / mengalihkan fungsi pada tombol navigasi di atas ke fungsi
shortcut.
14. Tombol AV

Mempunyai fungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau aperture.


15. Tombol Zoom

Berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk memperdekat jarak objek ketika
Anda mengaktifkan mode livefiew saat memotret.
16. Mode-Dial
Menu untuk memilih dan mengganti mode eksposure / modus pemotretan. Di sini Anda
bisa menemukan beberapa mode auto instan yang telah disiapkan khusus seperti untuk
memotret olahraga, kembang api, malam hari, closeup, dan juga mode manual (M).
17. Tombol Live-view

Berfungsi untuk mengganti / mengalihkan layar bidik dari viewfinder ke lifeview yang
tampil pada layar LCD. Pada EOS 600D tombol ini juga berfungsi untuk merekam
video.
18. Viewfinder

Jendela bidik yang Anda gunakan untuk melihat objek saat memotret. Pada viewfider ini
Anda bisa melihat titik fokus dan informasi lainnya seperti light meter, nilai shutter
speed, apperture, ISO, dan metering. Pada bagian viewfinder terdapat karet seperti
bantalan yang disebut eye pieces, fungsinya untuk menahan cahaya yang masuk ke
viewfinder agar objek terlihat benar-benar real.
19. Tombol Menu

Untuk menuju menu pengaturan utama kamera, sedangkan Tombol Info untuk
mengetahui informasi data termasuk informasi foto-foto Anda.
20. Layar LCD

Memiliki multi fungsi yaitu yang pertama untuk menampilkan keterangan settingan pada
kamera, kemudian untuk melihat hasil foto Anda, dan terakhir sebagai layar bidik besar
untuk melihat objek yang akan difoto secara live, yang disebut lifeview.
21. Tombol ISO

Merupakan tombol shortcut (jalan pintas) untuk mengatur ISO


22. Main-Dial
Berfungsi sebagai navigasi untuk menggeser pilihan pada menu tertentu.
23. Tombol Display

Fungsinya untuk mengaktifkan mode standby dan untuk menghidupkan kembali dari
mode standby. Ketika dalam mode standby kamera masih tetaap dalam keadaan
menyala, hanya saja sedang diistirahtkan dan bukan dalam keadaan off.
24. Tombol ON/OFF

Tombol yang berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan kamera.


B. PENGATURAN KAMERA VIDEO
1. Exposure (Pencahayaan)

Pencahayaan adalah jumlah total


cahaya yang mencapai sensor digital. Hal ini
dikontrol dengan mengatur aperture, shutter
speed, dan ISO. Sebagai contoh, jika anda
memotret pemandangan siang hari dengan
terlalu banyak cahaya maka anda akan
berakhir dengan gambar yang terlalu terang,
mencolok, dan tidak realistis. Di sisi lain, jika
anda menggunakan aperture kecil dengan
ISO rendah disertai dengan shutter speed yang pendek, maka hal itu bisa membuat
pemandangan siang hari anda terlihat gelap dan suram. Karena itu, menyeimbangkan
shutter speed, ISO, dan aperture untuk mendapatkan eksposur yang benar adalah
kunci fotografi yang hebat.
2. Aperture (Lubang Lensa)

Aperture dan f-stop


berhubungan erat satu sama lain.
Aperture mengacu pada lubang
lensa yang menerangi cahaya saat
foto diambil. Aperture yang lebih
besar, memungkinkan penerangan
yang lebih banyak. F-stop
hanyalah nama yang sering
digunakan fotografer saat membahas berbagai ukuran aperture. Aperture merupakan
hal yang sangat penting dalam fotografi karena hal tersebut dapat memanipulasi
cahaya.
F-stop yang tepat untuk kondisi pencahayaan merupakan faktor utama dalam
kualitas foto terakhir. Sulit untuk memberikan aturan khusus terhadap pengaturan F-
stop, karena pengaturan yang benar bergantung pada beberapa aspek juga seperti
lensa, shutter speed, dan objek yang hendak anda potret. Hanya dengan
bereksperimen, maka anda bisa menemukan pengaturan aperture yang tepat dan
sesuai untuk anda.
F-stop juga memungkinkan fotografer memanipulasi depth of field untuk
menciptakan efek artistik yang berbeda dalam foto yang dibuat. Ingat, aperture yang
besar akan memberi anda depth of field yang sempit, sementara aperture yang kecil
akan menghasilkan depth of field yang besar.
3. Depth of Field

Depth of field adalah bagian yang


tampak tajam (tidak buram) dan jelas
yang berada dalam jangkauan tertentu.
Hal ini juga biasanya disebut dengan
istilah ruang tajam.
4. Fokus
Fokus adalah fungsi dari lensa
kamera. Objek yang fokus akan tampak
jernih, sementara yang tidak fokus akan tampak kabur. Fotografer memiliki banyak
cara untuk memanipulasi dan menyesuaikan fokus. Beberapa lebih suka memfokuskan
tembakan secara manual menggunakan dengan menggunakan cincin fokus (ring
focus).
Pengguna kamera point-and-shoot sering mengandalkan AF (auto focus) yaitu
sistem yang memungkinkan sensor kamera mendeteksi jarak subjek secara otomatis
untuk menyesuaikan fokus. AF (auto focus) sangat berguna, namun memiliki batas jika
anda memotret beberapa subjek pada berbagai jarak atau subjek yang bergerak ke-
arah atau menjauh dari kamera.
Beberapa kamera canggih sudah dilengkapi dengan fokus otomatis yang
memungkinkan pelacakan terus – menerus terhadap subjek yang bergerak dan
menjaga mereka tetap fokus di mana pun mereka pergi. Jika salah satu dari kamera ini
tidak sesuai dengan anggaran yang anda miliki, maka anda dapat menetapkan fokus
secara manual untuk jarak dan waktu tertentu saat subjek mencapai tempat yang
tepat. Anda bahkan bisa bermain AF dengan memaksanya untuk fokus pada beberapa
objek dengan jarak yang tepat, lalu mengambil foto sebenarnya dari subjek yang sama
sekali berbeda yang bergerak ke jarak yang sama.
5. ISO

Iso adalah singkatan dari


International Standard
Organization yaitu badan yang
berwenang untuk menetapkan
standard kategori film yang
digunakan dalam dunia fotografi.
ISO adalah ukuran sensitivitas cahaya.
6. Lensa

Lensa yaitu alat yang terdiri dari beberapa


cermin yang mengubah benda menjadi bayangan
yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata. Lensa
merupakan salah satu bagian yang penting dalam
sebuah kamera. Karena itu, dalam memilih lensa
kamera maka perhatikanlah panjang fokusnya. Pada
umumnya, hal ini mengacu pada panjang lensa itu
sendiri yang diukur dalam milimeter.
Lensa 50 mm dianggap rata-rata, bagus untuk memotret subjek yang tingginya
33 sampai 65 kaki (10 sampai 20 meter) dari kamera. Lensa wide angle memiliki focal
length yang lebih pendek yang bisa menangkap pemandangan panoramik besar atau
subjek besar yang relatif dekat dengan Anda. Sedangkan lensa telephoto yang
memiliki panjang fokus ratusan milimeter membuat subjek jauh terlihat lebih dekat,
namun dengan luas pandangan yang terbatas.
7. Shutter Speed

Sejauh ini kita telah berbicara tentang aperture, yang


mendefinisikan berapa banyak cahaya yang masuk, dan
nomor ISO yang menentukan sensitivitas cahaya sensor
kamera. Shutter speed merupakan bagian yang tak bisa
dipisakan dengan aperture dan ISO. Ini mengacu pada
berapa lama shutter tetap terbuka untuk memungkinkan
cahaya masuk. Shutter speed diberikan dalam hitungan
detik, dan pada biasanya anda akan menembak 1/500.
Shutter speed itu rumit karena shutter speed yang lambat tidak hanya
membiarkan lebih banyak cahaya masuk, sehingga menyebabkan gambar kabur.
Selama shuter speed terbuka, cahaya masuk melalui sensor, dan jika terjadi getaran
terhadap kamera maka gambar yang diperoleh akan terlihat blur (kabur).
Jadi, untuk mengurangi kemungkinan gambar yang blur selama menggunakan
shutter speed dalam waktu yag lama maka adalah lebih baik untuk menggunakan
tripod. Tripod akan menjaga kestabilan kamera kamu selama proses pengambilan
gambar dengan menggunakan shutter speed yang lambat.
8. White Balance

White balance menunjukkan perbedaan


yang menarik antara kamera dan mata
manusia. Mata manusia memiliki otak
manusia yang terpasang. Bila anda melihat
benda putih, otak anda sebenarnya
menafsirkan isyarat pencahayaan di sekitar anda dan menghitung bahwa benda itu
berwarna putih dengan cepat. Jika benda itu berada di bawah cahaya biru, warnanya
akan benar-benar biru, tapi otak anda mengkompensasi perbedaan warna, jadi anda
akan melihatnya putih.
Kamera tidak memberikan kompensasi seperti itu kecuali jika anda memaksa
melakukannya, jadi jika benda putih berada di bawah cahaya kebiruan, kamera akan
merekam piksel kebiruan. Menyesuaikan white balance membantu memaksa kamera
untuk mengkompensasi kenyataan bahwa sebagian besar kondisi pencahayaan tidak
terlalu putih.
Banyak lampu dalam ruangan memiliki warna kekuning-kuningan untuk mereka,
sementara lampu neon memiliki warna kebiru-biruan. Bahkan cahaya alami sedikit
lebih biru dari yang anda bayangkan. Anda dapat mengatur white balance secara
manual dengan menyesuaikannya ke atas atau ke bawah atau memilih pengaturan
yang sesuai, kemudian mengambil beberapa gambar sebagai uji coba untuk melihat
mana yang paling alami.
Sebagai alternatif, anda dapat menggunakan fungsi white balance otomatis
kamera. Hal ini bisa dilakukan dengan mengarahkan kamera pada benda putih, seperti
selembar kertas besar (inilah mengapa van berita hampir selalu berwarna putih – jadi
operator kamera memiliki cara mudah untuk mengatur keseimbangan putih). Saat
menekan tombol white balance, kamera akan secara otomatis menyesuaikan diri
dengan kondisi cahaya yang ada.
9. Post Processing (Proses pengolahan gambar paskah pemotretan)

Dengan foto digital, pekerjaan


anda tidak berakhir saat foto diambil.
Sementara Photoshop adalah paket
software pengolahan foto yang paling
terkenal, ada puluhan lagi yang bisa
digunakan untuk mengubah dan
memanipulasi foto. Dengan latihan,
anda bisa menggunakannya lebih baik lagi daripada bereksperimen secara manual
dengan menempelkan foto wajah adik perempuan anda ke foto binatang yang anda
ambil di kebun binatang.
Bagi pemula, belajarlah menggunakan Photoshop. Anda bisa menggunakan
Photoshop untuk menyesuaikan kecerahan, kontras, dan keseimbangan warna foto
anda. Ini adalah cara mudah membuat foto yang lumayan buruk menjadi terlihat hebat.
Bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan Photoshop, mereka bisa bermain-
main dengan warna, menerapkan efek khusus atau membuat gabungan beberapa foto.
Misalnya, jika anda mengambil gambar seekor anjing di depan jendela, maka anda
bisa mendapatkan foto anjing itu terpapar dengan baik tapi jendelanya terlalu terang,
dan satunya lagi dengan jendela terbuka tapi anjingnya terlalu gelap. Dalam proses
editing, anda bisa menggabungkan keduanya menjadi satu gambar yang terlihat
sempurna.
C. PROSEDUR PERSIAPAN PEREKAMAN KAMERA VIDEO
Sebelum kita mengoperasikan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan supaya
gambar/video yang dihasilkan akan maksimal dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan,
diantaranya:
1. Tentukan Format Hasil Rekaman

Bagaimana hasil rekaman


kamera video bisa dilihat? Apakah
harus diserahkan terlebih dahulu ke
profesional untuk mengubahnya ke
format yang bisa dilihat, atau langsung
saja plug ‘n play ke komputer atau TV
dan hasilnya langsung kelihatan.
2. Tentukan Resolusi Hasil Rekaman

Kualitas gambar kamera video


akan sangat ditentukan oleh kualitas
resolusinya. Video kamera memiliki
berbagai macam resolusi yang
digambarkan mulai dari VGA sampai
mega pixel. Sebagai perbandingan,
layar monitor mungkin memiliki resolusi 640×480 atau 1024×768. Jika hasil
rekaman adalah 352×288, maka untuk menampilkan full screen di layar monitor
harus menarik gambar sehingga tidak sesuai dengan ukuran aslinya dan menjadi
pecah.
3. Tentukan Frame Rate

Kamera yang baik memiliki jumlah


Frame per second (FPS) yang tinggi. FPS
yang rendah akan menyebabkan hasil
rekaman video menjadi terputus-putus.
Kamera video yang paling sederhana
memiliki fps 15, hasilnya masih patah-patah.
Sedangkan fps 25 sudah cukup untuk dapat
diikuti mata tanpa kelihatan terputus-putus dengan budget yang paling sedikit.
4. Tentukan Mode Manual Atau Otomatis

Kamera high end memiliki full manual


control. Fokus manual kontrol, kendali
eksposur secara manual, manual white
balance, manual tingkat audio DNS dan
sebagainya. Kamera ini juga dapat mengatur
kontrol otomatis jika kameramen berada
dalam situasi bergerak, tetapi kontrol manual lebih disukai oleh videografer serius.
5. Pemasangan lensa, dan aksesoris lain
a) Sebelum kamera digunakan, perlu dilakukan serangkaian pemasangan,
pengaturan dan pengecekan peralatan sehingga pengambilan gambar dapat
berjalan dengan baik dan lancar. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan
sebelum kamera digunakan:
b) Menyiapkan lensa, battery, dan media penyimpan
c) Lensa kamera biasanya dilengkapi dengan tutup pelindung yang berfungsi
untuk mencegah debu mengotori kamera pada saat tidak digunakan. Lepaskan
tutup lensa dengan cara menariknya dengan hati-hati. Selanjutnya pastikan
battery dengan daya yang cukup terpasang dengan benar dan tidak goyang.
Persiapan terakhir adalah memasang media penyimpanan. Pada kamera
Panasonic AG-HMC72EN, media penyimpanan berbentuk kartu memory.
Pastikan kartu memori dalam keadaan tidak terkunci sebelum dipasangkan ke
kamera.
d) Memegang Kamera
Jika pengambilan gambar dilakukan dengan posisi handheld (tanpa
menggunakan ripod), maka biasakan mengambil dengan tangan kiri, agar lebih
mudah jika akan dipanggul di bahu. Tapi jika kamera nantinya akan
dipasangkan di tripod, usahakan untuk mengambil kamera dengan tangan
kanan. Teknik pengambilan kamera ini mempermudah juru kamera saat akan
memposisikan kamera.
e) Setting Kamera
Dalam proses ini, pengesetan dilakukan melalui menu di kamera. Tidak
semua menu setting perlu diubah, karena ada beberapa yang sudah dibuat
standar oleh pabrik. Setting yang paling sering dilakukan pada sound dan
speeed record. Untuk Audio, sebaiknya gunakan 16 bit, sementara untuk speed
record gunakan Standard Play (biasanya berdurasi 60 menit).Jika dalam
kondisi daruratm speed record bisa diubah ke Long Play dengan durasi 75
menit)
f) Cek & Ricek
Sebelum proses rekaman dimulai, pastikan melakukan cek dan ricek
untuk perlengkapan yang digunakan di dalam pengambilan gambar
diantaranya: Apakah battery masih penuh atau belum dicharge (sebaiknya
disediakan cadangan)
- Apakah mic tidak ada masalah
- Apakah tripod berfungsi dengan baik
- Apakah kabel sudah sesuai
- Apakah stok kaset tercukupi
- Apakah perlengkapan cahaya (lampu, reflector, lightmeter) berfungsi
- Apakah cadangan listrik tersedia dengan cukup
- Apakah perlu mempersiapkan genset cadangan
- Apakah kabel audio video dalam kondisi bagus.
6. Pemasangan peralatan pendukung kamera
Peralatan pendukung kamera bervariasi sesuai dengan kebutuhan
kameramen. Berikut ini adalah alat-alat pendukung yang biasa digunakan dalam
pengambilan gambar.
a) Tripod

Penyangga kamera dengan tiga kaki berfungsi untuk membuat kamera


stabil sehingga gambar yang diambil tidak bergoyang. Sebuah tripod
mempunyai bagian-bagian sebagai berikut:
Kamera dilekatkan dengan tripod melalui sebuat penampang kecil yang
dapat dikunci pada knob yang ada di bagian atas kamera. Pergerakan kamera
secara vertikal dan horizontal dilakukan dengan sebuah tungkai handle.
b) Lampu

Lampu diperlukan bila keadaan cahaya terlalu


gelap, selain itu juga digunakan bila ingin membuat
efek tertentu yang diinginkan. Terdapat berbagai
jenis lampu yang bisa digunakan dalam produksi
video. Jika memiliki dana yang terbatas, produksi
video dapat memanfaatkan lampu yang ada dengan
dimodifikasi sedemikian rupa, misalnya lampu
belajar. Jika ingin memancarkan cahaya yang fokus
dapay langsung diarahkan kepada objek, namun bila ingin cahaya yang lembut
dapat dilapisi dengan kain polos yang halus.
c) Reflector

Alat ini berfungsi untuk memantulkan


sumber cahaya dari alam atau lampu untuk
memberikan cahaya tambahan. Di pasaran,
pemantul ini tersedia dalam berbagai warna
(putih, emas, perak), namun jika kemampuan
dana terbatas, reflektor bisa dibuat dari
selembar kain atau styrofoam.
d) Microphone
Meskipun kamera sudah dilengkapi dengan microphone internal, juga
disarankan untuk memiliki microphone eksternal. Setiap microphone memiliki
taraf hasil (level output) yang berbeda, sehingga dalam situasi yang berbeda
tentunya microphone yang dibutuhkan berbeda pula.
d) Earphone

Earphone digunakan untuk mendeteksi mutu suara yang dihasilkan oleh


microphone. Dengan menggunakan earphone, segera akan diketahui jika
micrphone tidak berfungsi bagus dan ada kerusakan suara.
D. PROSEDUR PEREKAMAN KAMERA VIDEO

Dalam proses perekaman


video, ada beberapa langkah yang
harus kita pelajari supaya hasil
perekaman yang kita lakukan dapat
maksimal hasilnya. Berikut akan
dijelaskan beberapa langkah dalam
perekaman video pada kamera pada
umumnya.
1. Pastikan semua komponen dan aksesoris kamera sudah terpasang dengan baik
pada body kamera, terutama baterai dan kartu memori.
2. Nyalakan kamera dengan memindahkan tuas pada main dial ke mode ON
3. Kemudian putarkan main dial ke mode video dengan memutar main dial ke simbol
video sampai muncul gambar (live view) pada layar LCD kamera, itu artinya kita
sudah siap untuk merekam gambar video.
4. Lakukan beberapa pengaturan seperti White Balance, Exposure, Aperture, shutter
speed dan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, pengaturan ini dapat dilakukan
secara langsung menggunakan tombol-tombol fungsi dan dial yang terdapat pada
kamera atau menggunakan tombol menu terlebih dahulu untuk masuk ke pengaturan
selanjutnya.
5. Arahkan kamera ke subjek yang akan kita rekam, kemudian atur (framing size) atau
jenis shot dan angle yang kita inginkan.
6. Atur fokus jika menggunakan mode manual dengan memutar ring fokus pada lensa
secara perlahan.
7. Tekan tombol Rec (biasanya tombol dilambangkan dengan bulatan merah) sehingga
pada layar LCD tampil tulisan Rec, itu artinya kamera sedang merekam video.
8. Setelah selesai merekam, dan kita ingin mengakhiri perekaman kita, tekan Tombol
Rec kembali sampai tulisan Rec pada layar LCD kamera hilang.