Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENELITIAN

Data dalam analisis ini diperoleh dari data primer melalui wawancara

dan kuesioner. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara

pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan perilaku hidup bersih dan sehat di

desa Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang, Tahun 2019. Setelah

dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yaitu 78 responden, hasil

penelitian ini digambarkan dengan analisis univariat dan bivariat. Didapatkan

hasil sebagai berikut:

4.1.1 Analisa Data Univariat

Hasil Analisis univariat yang dilakukan terhadap tiap variabel dari

hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan

distribusi dan presentase dari tiap variabel yang dapat dilihat pada tabel

berikut :

4.1.1.1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tabel 4.1 Tabel Distribusi Frekuensi PHBS di Desa Terumbu


Kecamatan Kasemen Kota Serang Tahun 2019
PHBS Frekuensi Persentase (%)
Kurang 42 53,8
Baik 36 46,2
Total 78 100

Berdasarkan tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa dari 78 Ibu

hamil terdapat 42 (53,8%) dengan PHBS yang kurang, dan sebanyak

36 (46,2%) dengan PHBS yang baik.

42
4.1.1.2 Pengetahuan

Tabel 4.2 Tabel Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil


terhadap PHBS di Desa Terumbu Kecamatan Kasemen
Kota Serang Tahun 2019
Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
Kurang 40 51,3
Baik 38 48,7
Total 78 100

Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa dari 78

Ibu hamil terdapat 40 (51,3%) dengan pengetahuan yang kurang,

dan sebanyak 38 (48,7%) yang memiliki pengetahuan yang baik.

4.1.1.3 Sikap

Tabel 4.3 Tabel Distribusi Frekuensi Sikap Ibu Hamil terhadap


PHBS di Desa Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang
Tahun 2019
Sikap Frekuensi Persentase (%)
Negatif 43 55,1
Positif 35 44,9
Total 78 100

Berdasarkan tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa dari 78 Ibu

hamil terdapat 43 (55,1%) dengan sikap negatif, dan sebanyak 35

(44,9%) dengan sikap positif.

43
4.1.2 Analisa Data Bivariat

4.1.2.1 Hubungan Pengetahuan dengan PHBS

Tabel 4.4 Hubungan antara pengetahuan dengan PHBS Ibu


Hamil di Desa Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang
Tahun 2019
PHBS
P
Pengetahuan Kurang Baik Total % OR
value
N % N %
Kurang 33 82,5 7 17,5 40 100
Baik 9 23,7 29 76,3 38 100 0,000 15,190
Total 42 53,8 36 46,2 78 100

Berdasarkan tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa dari 78 Ibu

hamil, terdapat Ibu hamil dengan PHBS kurang memiliki pengetahuan

yang kurang yaitu 33 (82,5%), dan yang memilki pengetahuan yang

baik yaitu 9 (23,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik chi-square test

diperoleh nilai p= 0,000 < α (0,05), hal tersebut menjelaskan bahwa Ho

ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan

dengan PHBS. Dari hasil analisis diperoleh nilai OR = 15,190 artinya

Ibu hamil dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang sebesar

15,190 kali untuk PHBS yang kurang dibandingkan dengan yang

memiliki pengetahuan yang baik

44
4.1.2.2 Hubungan Sikap dengan PHBS

Tabel 4.5 Hubungan antara Sikap dengan PHBS Ibu Hamil di


Desa Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang
Tahun 2019
PHBS
P
Sikap Kurang Baik Total % OR
value
N % N %
Negatif 30 69,8 13 30,2 43 100
Positif 12 34,3 23 65,7 35 100 0,004 4,423
Total 42 53,8 36 46,2 78 100

Berdasarkan tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa dari 78 Ibu

hamil, terdapat Ibu hamil dengan PHBS kurang memiliki sikap negative

sebanyak 30 (69,8%), dan yang memiliki sikap negatif yaitu 12

(34,3%). Berdasarkan hasil analisis statistik chi-square test diperoleh

nilai p= 0,004 < α (0,05), hal tersebut menjelaskan bahwa Ho ditolak

yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Sikap dengan PHBS.

Dari hasil analisis diperoleh nilai OR = 4,423 artinya Ibu dengan Sikap

negatif mempunyai peluang sebesar 4,423 kali untuk PHBS yang kurang

dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki sikap positif.

45
4.2 PEMBAHASAN PENELITIAN

4.2.1 Univariat

4.2.1.1 Distribusi Frekuensi PHBS

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 78 Ibu hamil

terdapat 42 (53,8%) dengan PHBS yang kurang, dan sebanyak

36 (46,2%) dengan PHBS yang baik.

Sejalan dengan hasil penelitian Putra (2013) bahwa

kategori responden yang mempunyai perilaku hidup bersih dan

sehat yang kategori kurang sebanyak 20 orang (27,8%),

kategori sedang sebanyak 33 orang (45,8%), dan kategori baik

sebanyak 19 orang (26,4%). Selain itu hasil penelitian Astuti

(2011) bahwa menunjukkan bahwa distribusi rumah tangga ibu

hamil dan ibu balita yang melakukan PHBS di perkotaan 2897

(11,4%) pada tahun 2007, dan 3496 (33,7%) pada tahun 2010,

sedangkan di perdesaan 2475 (5,6%) pada tahun 2007 dan 1625

(16,4%) pada tahun 2010, sehingga disarankan perlunya

promosi tentang PHBS pada keluarga ibu hamil dan ibu pernah

hamil lebih ditingkatkan dan berkesinambungan. Di samping

itu kualitas petugas kesehatan untuk melakukan promosi PHBS

harus ditingkatkan dengan cara diikutkan pelatihan cara

berkomunikasi dengan benar dan berkualitas. Sedangkan

pengetahuan keluarga ibu hamil dan ibu pernah hamil tentang

PHBS perlu ditingkatkan begitu juga tingkat ekonomi dari

keluarga ibu hamil. Selain itu berdasarkan hasil penelitian

46
Sekar (2016) bahwa responden yang tidak berprilaku PHBS

rumah tangga sebanyak 227 orang (59,7%), sedangkan jumlah

berprilaku PHBS rumah tangga sebanyak 153 orang (40,3%).

Menurut DepKes (2016) sasaran utama pemberdayaan

adalah individu dan keluarga, serta kelompok masyarakat.

Dalam mengupayakan agar seseorang tahu dan sadar, kuncinya

terletak pada keberhasilan membuat orang tersebut memahami

bahwa sesuatu (misalnya diare) adalah masalah baginya dan

bagi masyarakatnya. Sepanjang orang yang bersangkutan

belum mengetahui dan belum menyadari bahwa sesuatu itu

merupakan masalah, maka orang tersebut tidak akan bersedia

menerima informasi apa pun lebih lanjut. Manakala ia telah

menyadari masalah yang dihadapinya, maka kepadanya harus

diberikan informasi umum lebih lanjut tentang masalah yang

bersangkutan.

Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara

terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti

perkembangan sasaran, agar sasaran tersebut berubah dari tidak

tahu menjadi tahu (aspek knowledge), dari tahu menjadi mau

(aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan

perilaku yang diperkenalkan (aspek practice)

(Notoatmojo,2012)

Menurut asumsi peneliti PHBS yang kurang dipengaruhi

dari kurang nya pengetahuan dan sumber informasi yang di

47
dapat, selain itu dapat disebabkan karena kurang nya faktor

secara sosial ekonomi, sehingga kebutuhan ibu hamil seperti

kebutuhan dalam memenuhi PHBS tidak tercukupi, serta

kurangnya promosi atau penyuluhan sehingga mereka mengerti

betul apa yang dimaksud dengan PHBS dan apa yang harus

mereka lakukan. Selain itu juga perlu dimotivasi agar mereka

mau dan mampu melakukan PHBS dengan benar. Bila mereka

mengerti, maka mereka akan berusaha untuk melakukannya,

selain itu dukungan lingkungan teman, dan keluarga akan ikut

mempengaruhi PHBS.

4.2.1.2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 78 Ibu

hamil terdapat 40 (51,3%) dengan pengetahuan yang kurang,

dan sebanyak 38 (48,7%) yang memiliki pengetahuan yang

baik.

Sejalan dengan penelitian Sekar (2016) bahwa dapat

diketahui bahwa jumlah responden kelompok tidak ber-PHBS

rumah tangga yang berpengerahuan kurang sebanyak 58 orang

(25,6%), yang berpengetahuan cukup sebanyak 147 orang

(64,8%) dan yang berpengerahuan baik sebanyak 22 orang

(9,7%). Sedangkan pada keluarga yang berperilaku PHBS

rumah tangga yang berpengerahuan kurang sebanyak 8 orang

(5,2%), yang berpengetahuan cukup sebanyak 96 orang

48
(62,7%) dan yang berpengetahuan baik sebanyak 49 orang

(32%), selain itu menurut penelitian Muliadi (2015) bahwa

pengetahuan baik pada responden mengenai perilaku hidup

bersih dan sehat sebanyak 58 responden (58,0 %) lebih banyak

dibandingkan pengetahuan sedang sebanyak 38 responden

(38,0 %) dan pengetahuan rendah sebanyak 4 responden (4,0

%).

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi

setelah orang melakukan pengeinderaan terhadap suatu objek

tertentu. Penginderaan terjadi melalui pencaindera manusia,

yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan

raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui

mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain

yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang

(overt behavior). (Notoatmodjo, 2012)

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan

menurut Notoatmodjo (2010) yaitu Pengalaman yang berkaitan

dengan umur dan pendidikan individu, bahwa pendidikan yang

tinggi maka pengalaman akan luas, sedangkan semakin tua

umur seseorang maka pengalaman akan semakin banyak.

Menurut asumsi peneliti bahwa pengetahuan seseorang

terhadap informasi yang mempengaruhi kurang atau baiknya

pengetahuan, sikap dan perilaku yang dimiliki seseorang.

Semakin banyak informasi yang didapat oleh sesorang semakin

49
baik pula pengetahuan, sehingga ketika pengetahuan mengenai

PHBS kurang, maka akan mempengaruhi kurang perilaku

hidup sehat terhadap diri sendiri ataupun lingkungan, seperti

mengikuti olahraga rutin, tidak mencuci tangan dengan air

mengalir dan sabun sebelum makan, kurang makan sayur dan

buah, serta pemberantasan jentik nyamuk di rumah secara rutin.

4.2.1.3 Distribusi Frekuensi Sikap

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari dari 78

Ibu hamil terdapat 43 (55,1%) dengan sikap negatif, dan

sebanyak 35 (44,9%) dengan sikap positif.

Sejalan dengan penelitian Tanjung (2013) bahwa sikap

Siswa mayoritas kurang sebanyak 28 orang (54,9%) terhadap

PHBS, sama halnya dengan penelitian yang dillakukan oleh

Muliadi (2015) bahwa variabel sikap mengenai perilaku hidup

bersih dan sehat yang mempunyai sikap baik sebanyak 99

responden (99,0 %) dan sikap buruk sebanyak 1 responden (1,0

%).

Sikap merupakan penilaian (berupa pendapat) seseorang

terhadap stimulus atau objek. Sikap secara nyata menunjukkan

konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu di

dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat

emosional. Secara umum sifat dapat dirumuskan sebagai

kecenderungan untuk merespon (secara positif/negatif)

50
terhadap objek dan situasi tertentu (Sarwono, 2010).

Menurut peneliti sikap Ibu hamil dipengaruhi oleh

beban kerja atau aktifitas yang tinggi atau ibu hamil yang

memiliki banyak anak sehingga kurang memiliki perhatian

lebih dalam menjaga hidup sehat baik untuk kehamilannya atau

lingkungannya, hal ini juga disertai kurangnya pengetahuan

mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

4.2.2 Bivariat

4.2.2.1 Hubungan antara Pengetahuan dengan PHBS Ibu Hamil di

Desa Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang Tahun

2019

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 78 Ibu

hamil, terdapat Ibu hamil dengan PHBS kurang memiliki

pengetahuan yang kurang yaitu 33 (82,5%), Berdasarkan hasil

analisis statistik chi-square test diperoleh nilai p= 0,000, hal

tersebut menjelaskan ada hubungan yang signifikan antara

pengetahuan dengan PHBS. Dari hasil analisis diperoleh nilai

OR = 15,190 artinya Ibu hamil dengan pengetahuan kurang

mempunyai peluang sebesar 15,190 kali untuk PHBS yang

kurang dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan yang

baik

Sejalan dengan hasil penelitian Sekar (2016) dapat

diketahui bahwa diperoleh nilai probabilitas (sig) sebesar

51
0,000. Karena nilai probabilitas (sig) < 0,05 maka dapat

dinyatakan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat

hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan

perilaku PHBS rumah tangga. Selain itu berdasarkan hasil

penelitian Banun (2016) bahwa ada hubungan antara

Pengetahuan PHBS dengan Pola Hidup Sehat siswa dan

terdapat koefisien korelasi yang terjadi antara Pengetahuan

PHBS dengan Pola Hidup Sehat.

Seseorang berperilaku didasari oleh pengetahuan,

kesadaran dan sikap positif sehingga perilaku tersebut akan

bersifat langgeng, sebaliknya bila perilaku itu tidak didasari

pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama

(Notoatmodjo, 2010)

Menurut teori Azwar (2013) menyatakan bahwa ada

beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang

yaitu media massa Informasi yang diperoleh baik dari

pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan

pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga

menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan, sosial

budaya Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang

tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau

buruk, dengan demikian seseorang akan bertambah

pengetahuannya walaupun tidak melakukan, serta status

ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu

52
fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga

status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pengetahuan

seseorang, lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya

pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan

tersebut.

Menurut asumsi peneliti tingkat pengetahuan seseorang

yang dapat dipengaruhi oleh keinginan seseorang atau ibu

hamil dalam mencari informasi, atau dapat diperoleh dari

keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan, misalnya penyuluhan

atau kelas Ibu hamil di posyandu rutin mengenai PHBS, maka

semakin aktif mencari informasi maka semakin tinggi

pengetahuannya sehingga PHBS akan semakin baik, karena

dengan pengetahuan yang baik Ibu hamil mengetahui manfaat

dalam melakukan PHBS dan kerugian jika tidak melakukan

PHBS sehingga mampu untuk dapat mempersiapakan atau

menangani hal-hal yang tidak diinginkan.

4.2.2.2 Hubungan antara Sikap dengan PHBS Ibu Hamil di Desa

Terumbu Kecamatan Kasemen Kota Serang Tahun 2019

Hasil penelitian ini menunjukkan dari 78 Ibu hamil,

terdapat Ibu hamil dengan PHBS kurang memiliki sikap

negative sebanyak 30 (69,8%), dan yang memiliki sikap negatif

yaitu 12 (34,3%). Berdasarkan hasil analisis statistik chi-square

test diperoleh nilai p= 0,004, hal tersebut menjelaskan bahwa

53
ada hubungan yang signifikan antara Sikap dengan PHBS. Dari

hasil analisis diperoleh nilai OR = 4,423 artinya Ibu dengan

Sikap negatif mempunyai peluang sebesar 4,423 kali untuk

PHBS yang kurang dibandingkan dengan ibu hamil yang

memiliki sikap positif.

Sejalan dengan penelitian Tanjung (2013) bahwa dari 9

orang (17,6%) sikap Siswa yang baik terdapat 6 orang (11,8%)

responden dengan tindakan PHBS baik. Dari 14 orang (27,5%)

sikap Siswa yang cukup terdapat 8 orang (15,7%) Siswa

dengan tindakan PHBS yang kurang. Dari 28 orang (54,9%)

sikap Siswa yang kurang terdapat 22 orang (41,1%) Siswa

dengan PHBS yang kurang. Berdasarkan uji chi-square

diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang artinya ada

hubungan sikap siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat

dengan tindakan PHBS, selain itu menurut penelitian Sari

(2006) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang

signifikan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat

responden dengan tingkat keeratan hubungan dengan tindakan.

Sesuai teori dari Budiarto (2002) yang menjelaskan

bahwa sikap dapat dibedakan dari karekteristiknya, seperti

sikap positif adalah sikap yang menunjukkan atau

memperlihatkan, menerima, menyetujui, menghargai, serta

berniat melaksanakan norma-norma yang berlaku dimana

individu itu berada. Sedangkan sikap negatif adalah sikap yang

54
menunjukkan penolakan terhadap suatu norma yang berlaku

dimana individu itu berada.

Menurut asumsi peneliti sikap positif merupakan

dominan yang sangat penting bagi terbentuknya perilaku, dan

perilaku yang didasari sikap positif akan bertahan lebih lama

khususnya dalam prilaku hidup bersih dan sehat daripada

perilaku yang tidak didasari sikap positif, keinginan untuk

melakukan PHBS pasti akan berkurang. Selain itu penyebab

sikap negates karena kurangnya motivasi diri dan dukungan

keluarga dalam melakukan PHBS.

55